Forwarded from منتدى نشر الفـــــــوائد
.:
📫🌳🎒
═══════════
A ᴜ ᴅ ɪ ᴏ R ᴇ ᴋ ᴀ ᴍ ᴀ ɴ
═══════════
🔬 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Ayip Syafruddin hafidzahullah
🕌📆 Program Acara Radio Rasyid BERANDA KITA: "ROHINGYA TERLUKA MUSLIMIN BERDUKA" | 6 Rabiul Awwal 1438 Hijriyah ~ 5 Desember 2016 | Studio Utama Radio Rasyid Solo
•••
📶 Durasi 29:48 (6,9 MB)
ـــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 Channel Telegram:
👉 bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🏀 www.alfawaaid.net
📫🌳🎒
═══════════
A ᴜ ᴅ ɪ ᴏ R ᴇ ᴋ ᴀ ᴍ ᴀ ɴ
═══════════
🚇 DIALOG INTERAKTIF: SEJARAH AWAL MULA ISLAM DI ARAKAN-RAKHINE BURMA DAN MENYIKAPI TRAGEDI PEMBANTAIAN MUSLIM ROHINGYA MYANMAR OLEH KAFIR BUDHA
🔬 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Ayip Syafruddin hafidzahullah
🕌📆 Program Acara Radio Rasyid BERANDA KITA: "ROHINGYA TERLUKA MUSLIMIN BERDUKA" | 6 Rabiul Awwal 1438 Hijriyah ~ 5 Desember 2016 | Studio Utama Radio Rasyid Solo
•••
📶 Durasi 29:48 (6,9 MB)
ـــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 Channel Telegram:
👉 bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🏀 www.alfawaaid.net
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 BULAN MUHARRAM BUKAN BULAN SIAL
................................................
Sebagian orang meyakini bulan Muharram sebagai bulan keramat yang tidak boleh dibuat acara dan bersenang-senang, sehingga banyak aktivitas tertentu yang ditunda atau bahkan dibatalkan.
Lebih dari itu, mereka meyakini siapa yang mengadakan hajatan pada bulan ini akan ditimpa musibah dan malapetaka.
Sebagai contoh adalah pernikahan, mereka enggan menikahkan putra putrinya di bulan ini karena khawatir ditimpa petaka dan kesengsaraan bagi kedua mempelai.
Ketika ditanya mengenai alasan mereka menilai bulan Muharram sebagai bulan keramat nan penuh pantangan, tidak ada jawaban berarti dari mereka, selain ’Beginilah tradisi kami’ atau ’Beginilah yang diajarkan bapak-bapak kami’.
Sikap mengikuti tradisi atau leluhur tanpa bimbingan Islam adalah terlarang, bahkan sikap seperti ini termasuk sifat orang-orang jahiliyah dan penyembah berhala pada masa Rasulullah ﷺ dan nabi-nabi sebelumnya.
Allah ‘Azza wa Jalla menyebutkan di dalam Al-Qur’an tentang jawaban orang-orang Quraisy ketika diajak oleh Rasulullah ﷺ untuk meninggalkan kesyirikan, kata mereka,
إِنَّا وَجَدْنَا آبَاءَنَا عَلَىٰ أُمَّةٍ وَإِنَّا عَلَىٰ آثَارِهِمْ مُهْتَدُونَ
“Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak (nenek moyang) kami menganut suatu agama (bukan agama yang engkau bawa –pent), dan sesungguhnya kami orang-orang yang mendapat petunjuk dengan (mengikuti) jejak mereka.” (QS. Az-Zukhruf: 22)
Demikian pula Fir’aun, ketika diajak oleh Nabi Musa ‘alaihis salam agar beriman kepada Allah ‘Azza wa Jalla, ia malah berkata,
أَجِئْتَنَا لِتَلْفِتَنَا عَمَّا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا
“Apakah kamu datang kepada kami untuk memalingkan kami dari apa yang kami dapati nenek moyang kami mengerjakannya.” (QS. Yunus: 78)
Kemudian, anggapan sial untuk melakukan aktivitas tertentu, seperti hajatan dan semisalnya di bulan Muharram yang diyakini oleh keumuman masyarakat Jawa, dalam ajaran Islam disebut Tathoyyur atau Thiyaroh, yaitu meyakini suatu keburuntungan atau kesialan didasarkan pada kejadian, tempat, atau waktu tertentu.
Anggapan seperti ini sebenarnya sudah ada sejak zaman jahiliyah. Setelah Islam datang, maka ia dikategorikan ke dalam perbuatan syirik yang harus ditinggalkan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
أَلَا إِنَّمَا طَائِرُهُمْ عِنْدَ اللَّهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ
”Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” (QS. Al-A’raf: 131)
Dalil yang menunjukkan bahwa Tathoyyur atau Thiyaroh termasuk kesyirikan adalah sabda Rasulullah ﷺ,
اَلطِّيَرَةُ شِرْكٌ
“Thiyaroh adalah kesyirikan”, beliau mengulangnya sebanyak tiga kali.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud, dari shahabat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu 'anhu)
Apabila kita telah mengetahui bahwa anggapan sial atau keberuntungan seperti itu termasuk kesyirikan, maka kewajiban kita selanjutnya adalah menjauhinya dan menjauhkannya dari anak dan istri kita dari keyakinan tersebut. Sehingga kita beserta keluarga kita tidak terjerembab kedalam kubangan dosa besar yang paling besar, yaitu dosa syirik.
Sumber : @ManhajulAnbiya
🚇 BULAN MUHARRAM BUKAN BULAN SIAL
................................................
Sebagian orang meyakini bulan Muharram sebagai bulan keramat yang tidak boleh dibuat acara dan bersenang-senang, sehingga banyak aktivitas tertentu yang ditunda atau bahkan dibatalkan.
Lebih dari itu, mereka meyakini siapa yang mengadakan hajatan pada bulan ini akan ditimpa musibah dan malapetaka.
Sebagai contoh adalah pernikahan, mereka enggan menikahkan putra putrinya di bulan ini karena khawatir ditimpa petaka dan kesengsaraan bagi kedua mempelai.
Ketika ditanya mengenai alasan mereka menilai bulan Muharram sebagai bulan keramat nan penuh pantangan, tidak ada jawaban berarti dari mereka, selain ’Beginilah tradisi kami’ atau ’Beginilah yang diajarkan bapak-bapak kami’.
Sikap mengikuti tradisi atau leluhur tanpa bimbingan Islam adalah terlarang, bahkan sikap seperti ini termasuk sifat orang-orang jahiliyah dan penyembah berhala pada masa Rasulullah ﷺ dan nabi-nabi sebelumnya.
Allah ‘Azza wa Jalla menyebutkan di dalam Al-Qur’an tentang jawaban orang-orang Quraisy ketika diajak oleh Rasulullah ﷺ untuk meninggalkan kesyirikan, kata mereka,
إِنَّا وَجَدْنَا آبَاءَنَا عَلَىٰ أُمَّةٍ وَإِنَّا عَلَىٰ آثَارِهِمْ مُهْتَدُونَ
“Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak (nenek moyang) kami menganut suatu agama (bukan agama yang engkau bawa –pent), dan sesungguhnya kami orang-orang yang mendapat petunjuk dengan (mengikuti) jejak mereka.” (QS. Az-Zukhruf: 22)
Demikian pula Fir’aun, ketika diajak oleh Nabi Musa ‘alaihis salam agar beriman kepada Allah ‘Azza wa Jalla, ia malah berkata,
أَجِئْتَنَا لِتَلْفِتَنَا عَمَّا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا
“Apakah kamu datang kepada kami untuk memalingkan kami dari apa yang kami dapati nenek moyang kami mengerjakannya.” (QS. Yunus: 78)
Kemudian, anggapan sial untuk melakukan aktivitas tertentu, seperti hajatan dan semisalnya di bulan Muharram yang diyakini oleh keumuman masyarakat Jawa, dalam ajaran Islam disebut Tathoyyur atau Thiyaroh, yaitu meyakini suatu keburuntungan atau kesialan didasarkan pada kejadian, tempat, atau waktu tertentu.
Anggapan seperti ini sebenarnya sudah ada sejak zaman jahiliyah. Setelah Islam datang, maka ia dikategorikan ke dalam perbuatan syirik yang harus ditinggalkan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
أَلَا إِنَّمَا طَائِرُهُمْ عِنْدَ اللَّهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ
”Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” (QS. Al-A’raf: 131)
Dalil yang menunjukkan bahwa Tathoyyur atau Thiyaroh termasuk kesyirikan adalah sabda Rasulullah ﷺ,
اَلطِّيَرَةُ شِرْكٌ
“Thiyaroh adalah kesyirikan”, beliau mengulangnya sebanyak tiga kali.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud, dari shahabat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu 'anhu)
Apabila kita telah mengetahui bahwa anggapan sial atau keberuntungan seperti itu termasuk kesyirikan, maka kewajiban kita selanjutnya adalah menjauhinya dan menjauhkannya dari anak dan istri kita dari keyakinan tersebut. Sehingga kita beserta keluarga kita tidak terjerembab kedalam kubangan dosa besar yang paling besar, yaitu dosa syirik.
Sumber : @ManhajulAnbiya
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Berta'awwunlah Wahai Ahlussunah!
.:
Ⓜ SUAMIMU : DIA ADALAH SURGAMU DAN NERAKAMU
🎙 Al-Ustadz Muhammad Afifuddin as Sidawy -hafidzahullah-
| Kajian Jum'at, 24 Dzulhijjah 1438 H ~ 15 September 2017 di Ma'had Riyadhul Jannah, Cileungsi Bogor
📊 (12 MB) - Durasi [50:12]
•••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net
Ⓜ SUAMIMU : DIA ADALAH SURGAMU DAN NERAKAMU
🎙 Al-Ustadz Muhammad Afifuddin as Sidawy -hafidzahullah-
| Kajian Jum'at, 24 Dzulhijjah 1438 H ~ 15 September 2017 di Ma'had Riyadhul Jannah, Cileungsi Bogor
📊 (12 MB) - Durasi [50:12]
•••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Forwarded from منتدى نشر الفـــــــوائد
.:
💽📇🌍
-----------
🚇 BAGAIMANA CARA MELAKUKAN PUASA 'ASYURO (10 MUHARAM)? BOLEHKAH HANYA DILAKUKAN TANGGAL 10 SAJA? BAGAIMANA JIKA MASIH PUNYA HUTANG PUASA RAMADHAN?
🔬 Disampaikan Oleh: Al-Ustadz Usamah Mahri -hafidzahullah-
📅 Dauroh "Menjaga Kehormatan Bulan Muharram" | Ahad, 1 Muharram 1438 H/ 2 Oktober 2016 di Masjid Al-Anshar, Sleman ~ DIY.
✅ Durasi 08:21 (2,09 MB)
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
🏀 www.alfawaaid.net
💽📇🌍
-----------
🚇 BAGAIMANA CARA MELAKUKAN PUASA 'ASYURO (10 MUHARAM)? BOLEHKAH HANYA DILAKUKAN TANGGAL 10 SAJA? BAGAIMANA JIKA MASIH PUNYA HUTANG PUASA RAMADHAN?
🔬 Disampaikan Oleh: Al-Ustadz Usamah Mahri -hafidzahullah-
📅 Dauroh "Menjaga Kehormatan Bulan Muharram" | Ahad, 1 Muharram 1438 H/ 2 Oktober 2016 di Masjid Al-Anshar, Sleman ~ DIY.
✅ Durasi 08:21 (2,09 MB)
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
🏀 www.alfawaaid.net
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 4 TINGKATAN PADA PUASA 'ASYURO
Berkata asy Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin rahimahullah:
"Puasa 'Asyuro ada 4 tingkatan:
1⃣ Kita berpuasa pada hari 9, 10, dan 11 al-Muharram dan ini merupakan tingkatan yang tertinggi.
Sebagaimana dalam hadits, yang diriwayatkan oleh al Imam Ahmad rahimahullahu dalam Musnadnya.
«صوموا يوماً قبله ويوماً بعده خالفوا اليهود»
"Puasalah kalian sehari sebelumnya dan sehari sesudahnya, dan selisihilah orang-orang Yahudi."
Dikarenakan juga, ketika seorang berpuasa 3 hari maka ia akan mendapatkan keutamaan puasa 3 hari setiap bulan.
2⃣ Berpuasa pada hari ke 9 dan 10, Ini berdasarkan sabda Nabi ﷺ:
«لئن بقيت إلى قابل لأصومن التاسع»
"Seandainya tahun depan aku masih hidup, maka sungguh aku akan berpuasa pada tanggal 9 (dari al-Muharram)."
Hal ini tatkala dikhabarkan kepada beliau, bahwa orang-orang Yahudi mereka berpuasa pada tanggal ke 10 (al Muharram), maka beliau ﷺ ingin menyelisihi orang-orang Yahudi.
Bahkan menyelisihi orang-orang kafir secara umum.
3⃣ Berpuasa pada tanggal 10 dan 11
4⃣ Berpuasa hanya pada tanggal 10 saja
Maka para ulama ada yang berpendapat mubah, ada pula yang mengatakan makruh.
◾️Adapun yang berpendapat itu mubah, berdalil dengan keumuman sabda Nabi ﷺ ketika ditanya tentang puasa 'Asyuro, beliau hanya menjawab:
"Aku mengharap kepada Allah, puasa tersebut akan bisa menghapus dosa setahun yang telah lewat."
Beliau tidak menyebutkan perintah untuk berpuasa pada tanggal 9.
◾️Sementara yang mengatakan itu makruh, dikarenakan Nabi ﷺ bersabda:
«صوموا يوماً قبله ويوماً بعده خالفوا اليهود»
"Puasalah kalian sehari sebelumnya dan sehari sesudahnya, dan selisihilah orang-orang Yahudi."
Dalam riwayat yang lainnya:
"Puasalah kalian 1 hari sesudahnya dan 1 hari sebelumnya."
Maka disini mengandung konsekwensi, keharusan untuk menambahkan puasa sehari dalam rangka penyelisihan kepada orang-orang Yahudi.
Atau paling ringannya: Dimakruhkan bersendirian puasa hanya pada tanggal 10. Dan ini pendapat yang kuat.
Maka kami berpendapat, seorang bisa keluar dari permasalahan ini, dengan ia puasa sehari sebelumnya atau sehari setelahnya.
📚Silsilah Liqo' al Bab al Maftuh (95) | @ForumSalafyPurbalingga
🚇 4 TINGKATAN PADA PUASA 'ASYURO
Berkata asy Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin rahimahullah:
"Puasa 'Asyuro ada 4 tingkatan:
1⃣ Kita berpuasa pada hari 9, 10, dan 11 al-Muharram dan ini merupakan tingkatan yang tertinggi.
Sebagaimana dalam hadits, yang diriwayatkan oleh al Imam Ahmad rahimahullahu dalam Musnadnya.
«صوموا يوماً قبله ويوماً بعده خالفوا اليهود»
"Puasalah kalian sehari sebelumnya dan sehari sesudahnya, dan selisihilah orang-orang Yahudi."
Dikarenakan juga, ketika seorang berpuasa 3 hari maka ia akan mendapatkan keutamaan puasa 3 hari setiap bulan.
2⃣ Berpuasa pada hari ke 9 dan 10, Ini berdasarkan sabda Nabi ﷺ:
«لئن بقيت إلى قابل لأصومن التاسع»
"Seandainya tahun depan aku masih hidup, maka sungguh aku akan berpuasa pada tanggal 9 (dari al-Muharram)."
Hal ini tatkala dikhabarkan kepada beliau, bahwa orang-orang Yahudi mereka berpuasa pada tanggal ke 10 (al Muharram), maka beliau ﷺ ingin menyelisihi orang-orang Yahudi.
Bahkan menyelisihi orang-orang kafir secara umum.
3⃣ Berpuasa pada tanggal 10 dan 11
4⃣ Berpuasa hanya pada tanggal 10 saja
Maka para ulama ada yang berpendapat mubah, ada pula yang mengatakan makruh.
◾️Adapun yang berpendapat itu mubah, berdalil dengan keumuman sabda Nabi ﷺ ketika ditanya tentang puasa 'Asyuro, beliau hanya menjawab:
"Aku mengharap kepada Allah, puasa tersebut akan bisa menghapus dosa setahun yang telah lewat."
Beliau tidak menyebutkan perintah untuk berpuasa pada tanggal 9.
◾️Sementara yang mengatakan itu makruh, dikarenakan Nabi ﷺ bersabda:
«صوموا يوماً قبله ويوماً بعده خالفوا اليهود»
"Puasalah kalian sehari sebelumnya dan sehari sesudahnya, dan selisihilah orang-orang Yahudi."
Dalam riwayat yang lainnya:
"Puasalah kalian 1 hari sesudahnya dan 1 hari sebelumnya."
Maka disini mengandung konsekwensi, keharusan untuk menambahkan puasa sehari dalam rangka penyelisihan kepada orang-orang Yahudi.
Atau paling ringannya: Dimakruhkan bersendirian puasa hanya pada tanggal 10. Dan ini pendapat yang kuat.
Maka kami berpendapat, seorang bisa keluar dari permasalahan ini, dengan ia puasa sehari sebelumnya atau sehari setelahnya.
📚Silsilah Liqo' al Bab al Maftuh (95) | @ForumSalafyPurbalingga
::
🚇 KATAKANLAH BULAN "AL-MUHARROM"
⛔ Termasuk kesalahan yang manusia banyak terjatuh padanya adalah ucapan mereka "Muharrom" tanpa (diawali) alif dan lam.
Padahal bangsa Arab tidak menyebut bulan ini kecuali mu'arrof (dengan alif lam). Dan dengan (penyebutan) ini datang di dalam hadits-hadits yang mulia dan syair-syair Arab.
Dan tidak masuk alif dan lam dalam (penyebutan) bulan-bulan (hijriyah) kecuali pada Al-Muharram.
ـــــــــــــــــــــــــ
❗ﻣﻦ ﺍﻷﺧﻄﺎﺀ ﺍﻟﺘﻲ ﻳﻘﻊ ﻓﻴﻬﺎ ﻛﺜﻴﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻗﻮﻟﻬﻢ :
"ﻣﺤﺮﻡ" ﺑﺪﻭﻥ ﺍﻷﻟﻒ ﻭﺍﻟﻼﻡ، ﻭﺍﻟﺼﻮﺍﺏ ﺃﻥ ﻳﻘﺎﻝ ﻣﻌﺮّﻓﺎً ﺑﺎﻷﻟﻒ ﻭﺍﻟﻼﻡ : ﺍﻟﻤﺤﺮّﻡ
ﻭﺍﻟﻌﺮﺏ ﻟﻢ ﺗﺬﻛﺮ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺸﻬﺮ ﺇﻻّ ﻣﻌﺮﻓﺎً، ﻭﺑﻬﺬﺍ ﻭﺭﺩﺕ ﺍﻷﺣﺎﺩﻳﺚ ﺍﻟﺸﺮﻳﻔﺔ ﻭﺃﺷﻌﺎﺭ ﺍﻟﻌﺮﺏ،
ﻭﻻ ﻳﺪﺧﻼﻥ ﺍﻷﻟﻒ ﻭﺍﻟﻼﻡ ﻓﻲ ﺷﻬﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﻬﻮﺭ ﺇﻻ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺤﺮﻡ .
📖 [تصويب المفاهيم لمصطفى الصياصنة ص ٧٥
بواسطة بدع و أخطأ تتعلق بالشهور ص.٢١٧]
••••
✍🏻 Al-Ustadz Abu Yahya Abdillah al Maydaniy hafizhahullah || Majmu'ah Salafy Sumatera | @salafybaturaja
🚇 KATAKANLAH BULAN "AL-MUHARROM"
⛔ Termasuk kesalahan yang manusia banyak terjatuh padanya adalah ucapan mereka "Muharrom" tanpa (diawali) alif dan lam.
Padahal bangsa Arab tidak menyebut bulan ini kecuali mu'arrof (dengan alif lam). Dan dengan (penyebutan) ini datang di dalam hadits-hadits yang mulia dan syair-syair Arab.
Dan tidak masuk alif dan lam dalam (penyebutan) bulan-bulan (hijriyah) kecuali pada Al-Muharram.
ـــــــــــــــــــــــــ
❗ﻣﻦ ﺍﻷﺧﻄﺎﺀ ﺍﻟﺘﻲ ﻳﻘﻊ ﻓﻴﻬﺎ ﻛﺜﻴﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻗﻮﻟﻬﻢ :
"ﻣﺤﺮﻡ" ﺑﺪﻭﻥ ﺍﻷﻟﻒ ﻭﺍﻟﻼﻡ، ﻭﺍﻟﺼﻮﺍﺏ ﺃﻥ ﻳﻘﺎﻝ ﻣﻌﺮّﻓﺎً ﺑﺎﻷﻟﻒ ﻭﺍﻟﻼﻡ : ﺍﻟﻤﺤﺮّﻡ
ﻭﺍﻟﻌﺮﺏ ﻟﻢ ﺗﺬﻛﺮ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺸﻬﺮ ﺇﻻّ ﻣﻌﺮﻓﺎً، ﻭﺑﻬﺬﺍ ﻭﺭﺩﺕ ﺍﻷﺣﺎﺩﻳﺚ ﺍﻟﺸﺮﻳﻔﺔ ﻭﺃﺷﻌﺎﺭ ﺍﻟﻌﺮﺏ،
ﻭﻻ ﻳﺪﺧﻼﻥ ﺍﻷﻟﻒ ﻭﺍﻟﻼﻡ ﻓﻲ ﺷﻬﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﻬﻮﺭ ﺇﻻ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺤﺮﻡ .
📖 [تصويب المفاهيم لمصطفى الصياصنة ص ٧٥
بواسطة بدع و أخطأ تتعلق بالشهور ص.٢١٧]
••••
✍🏻 Al-Ustadz Abu Yahya Abdillah al Maydaniy hafizhahullah || Majmu'ah Salafy Sumatera | @salafybaturaja
::
🚇 Hukum Menyebarkan SMS Ajakan untuk beristighfar dan bertaubat pada Akhir Tahun Hijriyah, serta mengucapkan "Selamat Tahun Baru"
al-'Allamah Shalih al-Fauzan hafizhahullah
P e r t a n y a a n:
Hari-hari ini banyak disebarkan melalui media-media ajakan untuk beristighfar dan bertaubat pada Akhir Tahun Hijriyah, serta mengucapkan selamat dengan datangnya Tahun Baru?
J a w a b a n:
"Semua itu BID'AH. Sebenarnya tidak ada Tahun Baru, itu sekedar istilah. Tidak ada tahun baru. Setiap hari mungkin saja engkau menyempurnakan tahun dari umurmu, setiap hari, setiap bulan, dan setiap pekan, sesuai dengan waktu kelahiranmu, tidak terikat dengan bulan Muharram.
Namun itu (penyebutan tahun baru) hanyalah istilah. Dulu Khalifah 'Umar - radhiyallahu 'anhu - bermusyawarah dengan para shahabat, karena berdatangan kepada beliau surat-surat dinas dari para gubernur dan pegawai beliau tanpa ada tanggalnya, sehingga tidak diketahui kapan surat tersebut ditulis. Maka beliaupun bermusyawarah dengan para shahabat.
Padahal ketika itu kalender miladi/masehi sudah ada. Namun beliau dan para shahabat TIDAK mau ikut-ikutan Yahudi dan Nashara.
Maka pendapat mereka sepakat untuk membuat penanggalan berdasarkan hijrah Rasulullah -ﷺ - karena hijrah merupakan peristiwa terbesar dalam Islam. Maka dijadikanlah peristiwa tersebut sebagai awal kalender hijriyyah, karena suatu mashlahah dan kebutuhan.
Sehingga tidak ada pengkhususan tahun hijriyah dengan ucapan selamat, tidak pula dikhususkan dengan do'a tertentu. Karena itu tidak ada dasarnya. Jadi itu BID'AH.
••••
💻 Sumber http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=140856
@ManhajulAnbiya
🚇 Hukum Menyebarkan SMS Ajakan untuk beristighfar dan bertaubat pada Akhir Tahun Hijriyah, serta mengucapkan "Selamat Tahun Baru"
al-'Allamah Shalih al-Fauzan hafizhahullah
P e r t a n y a a n:
Hari-hari ini banyak disebarkan melalui media-media ajakan untuk beristighfar dan bertaubat pada Akhir Tahun Hijriyah, serta mengucapkan selamat dengan datangnya Tahun Baru?
J a w a b a n:
"Semua itu BID'AH. Sebenarnya tidak ada Tahun Baru, itu sekedar istilah. Tidak ada tahun baru. Setiap hari mungkin saja engkau menyempurnakan tahun dari umurmu, setiap hari, setiap bulan, dan setiap pekan, sesuai dengan waktu kelahiranmu, tidak terikat dengan bulan Muharram.
Namun itu (penyebutan tahun baru) hanyalah istilah. Dulu Khalifah 'Umar - radhiyallahu 'anhu - bermusyawarah dengan para shahabat, karena berdatangan kepada beliau surat-surat dinas dari para gubernur dan pegawai beliau tanpa ada tanggalnya, sehingga tidak diketahui kapan surat tersebut ditulis. Maka beliaupun bermusyawarah dengan para shahabat.
Padahal ketika itu kalender miladi/masehi sudah ada. Namun beliau dan para shahabat TIDAK mau ikut-ikutan Yahudi dan Nashara.
Maka pendapat mereka sepakat untuk membuat penanggalan berdasarkan hijrah Rasulullah -ﷺ - karena hijrah merupakan peristiwa terbesar dalam Islam. Maka dijadikanlah peristiwa tersebut sebagai awal kalender hijriyyah, karena suatu mashlahah dan kebutuhan.
Sehingga tidak ada pengkhususan tahun hijriyah dengan ucapan selamat, tidak pula dikhususkan dengan do'a tertentu. Karena itu tidak ada dasarnya. Jadi itu BID'AH.
••••
💻 Sumber http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=140856
@ManhajulAnbiya
::
🚇 KEISTIMEWAAN SEJARAH YANG TERJADI DI BULAN ALMUHARRAM
Dalam Islam, bulan Muharram memiliki nilai historis (sejarah) yang luar biasa;
◼Pada bulan ini, tepatnya pada tanggal sepuluh, Allah Subhanahu wa Ta’ala menyelamatkan Nabi Musa ‘alaihis salam dan kaumnya dari kejaran Fir’aun dan bala tentaranya serta menenggelamkan mereka di laut merah.
◼Di bulan ini juga Rasulullah ﷺ bertekad kuat untuk berhijrah ke negeri Madinah, setelah mendengar bahwa penduduknya siap berjanji setia membela dakwah beliau. Walaupun tekad kuat beliau ini baru bisa terealisasi pada bulan Shafar.
◼Selain itu, di bulan ini terdapat ibadah puasa yang dikatakan oleh Rasulullah ﷺ sebagai puasa terbaik setelah Ramadhan sebagaimana hadits di atas.(*)
Beliau ﷺ juga bersabda ketika ditanya tentang keutamaannya: “Menghapuskan dosa-dosa tahun yang lalu.” (HR. Muslim, no.1977 dari shahabat Abu Qotadah Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu)
_________
(*) Nabi ﷺ bersabda,
قال النبي ﷺ:(أفضل الصيام بعد شهر رمضان شهر الله الذي تدعونه المحرم، وأفضل الصلاة بعد الفريضة قيام الليل) مسلم.
"Puasa yang paling utama setelah puasa bulan Ramadhan adalah (puasa pada) bulan Allah, yang kalian sebut sebagai (bulan) al-Muharram. Shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah Qiyamullail." [HR. Muslim]
••••
📨 Dinukil dari manhajul-anbiya.net/ada-apa-dengan-bulan-muharram-2/
🚇 KEISTIMEWAAN SEJARAH YANG TERJADI DI BULAN ALMUHARRAM
Dalam Islam, bulan Muharram memiliki nilai historis (sejarah) yang luar biasa;
◼Pada bulan ini, tepatnya pada tanggal sepuluh, Allah Subhanahu wa Ta’ala menyelamatkan Nabi Musa ‘alaihis salam dan kaumnya dari kejaran Fir’aun dan bala tentaranya serta menenggelamkan mereka di laut merah.
◼Di bulan ini juga Rasulullah ﷺ bertekad kuat untuk berhijrah ke negeri Madinah, setelah mendengar bahwa penduduknya siap berjanji setia membela dakwah beliau. Walaupun tekad kuat beliau ini baru bisa terealisasi pada bulan Shafar.
◼Selain itu, di bulan ini terdapat ibadah puasa yang dikatakan oleh Rasulullah ﷺ sebagai puasa terbaik setelah Ramadhan sebagaimana hadits di atas.(*)
Beliau ﷺ juga bersabda ketika ditanya tentang keutamaannya: “Menghapuskan dosa-dosa tahun yang lalu.” (HR. Muslim, no.1977 dari shahabat Abu Qotadah Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu)
_________
(*) Nabi ﷺ bersabda,
قال النبي ﷺ:(أفضل الصيام بعد شهر رمضان شهر الله الذي تدعونه المحرم، وأفضل الصلاة بعد الفريضة قيام الليل) مسلم.
"Puasa yang paling utama setelah puasa bulan Ramadhan adalah (puasa pada) bulan Allah, yang kalian sebut sebagai (bulan) al-Muharram. Shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah Qiyamullail." [HR. Muslim]
••••
📨 Dinukil dari manhajul-anbiya.net/ada-apa-dengan-bulan-muharram-2/
Manhajul Anbiya
Ada Apa dengan Bulan Muharram? - Manhajul Anbiya
Ada Apa dengan Bulan Muharram? (1) KEUTAMAAN BULAN MUHARRAM Muharram termasuk salah satu dari empat Bulan Haram (bulan-bulan yang memiliki kehormatan lebih dibandingkan bulan-bulan yang lainnya) dalam Islam yang termaktub dalam Al-Qur’an (yang artinya), “Sesungguhnya…