Forwarded from Krisis Moneter & Makcomblang Cap Monyet.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from Krisis Moneter & Makcomblang Cap Monyet.
Dari semua skema gila yang pernah lu bikin, jatuh cinta sama lu adalah satu-satunya hal yang gak pernah masuk ke dalam kalkulasi gua.
Tapi malam ini, gua mau berterima kasih. Karena semesta udah ngenalin gua sama manusia se-chaotic lu, dan makasih karena perasaan ini akhirnya muncul di waktu yang tepat. Kalau lu gak senekat itu, gua gak bakal pernah tahu rasanya sekongkol sama takdir.
Tapi malam ini, gua mau berterima kasih. Karena semesta udah ngenalin gua sama manusia se-chaotic lu, dan makasih karena perasaan ini akhirnya muncul di waktu yang tepat. Kalau lu gak senekat itu, gua gak bakal pernah tahu rasanya sekongkol sama takdir.
Media is too big
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from Krisis Moneter & Makcomblang Cap Monyet.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from Krisis Moneter & Makcomblang Cap Monyet.
Seorang mahasiswa yang kaku dan realistis menghadapi krisis moneter di semester akhir. Dia punya sahabat, Moltero, yang berisik, ekstrovert, dan sering memberi ide bisnis absurd. Hubungan mereka erat selama empat tahun, sampai Moltero menawarkan ide kontroversial agar sahabatnya mendapat uang: Menjadi pacar sewaan.
Heyzine
Online Flipbook
Created with the Heyzine flipbook maker
Forwarded from Krisis Moneter & Makcomblang Cap Monyet.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from Krisis Moneter & Makcomblang Cap Monyet.
Joel menatap layar laptopnya dengan pandangan buram. Kepalanya rasanya mau pecah setelah tiga jam non-stop menatap lembar revisi skripsi. Di sebelah kanan laptop ada cangkir kopi hitam kedua untuk malam ini, dan di sampingnya lagi ada tumpukan buku perpustakaan yang masa pinjamnya sudah lewat dua minggu alias denda berjalan. Hidup sebagai mahasiswa tua penunggu kelulusan ternyata se-krisis itu. Krisis waktu, krisis energi, dan yang paling utama, Krisis moneter.
Forwarded from Krisis Moneter & Makcomblang Cap Monyet.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from Krisis Moneter & Makcomblang Cap Monyet.
Misi Penyelamatan Finansial Joel.
Siang itu, kepala Joel terasa mau pecah memikirkan kondisi keuangannya yang sedang mengalami krisis moneter tingkat akut. Jangankan untuk membayar biaya kuliah semesteran yang sudah menunggak, sekadar melunasi denda keterlambatan buku di perpustakaan kampus pun ia tidak sanggup. Karena sudah sangat pasrah, Joel akhirnya meluapkan rasa frustrasinya melalui sebuah cuitan di Twitter.
Cuitan putus asa itu rupanya langsung tertangkap oleh radar sahabatnya, Molt. Alih-alih menawarkan pinjaman uang yang memang tidak ia miliki, Molt justru datang membawa sebuah solusi bisnis yang sangat tidak biasa. Melalui pesan pribadi yang dikirimkannya, Molt menawarkan sebuah proyek perjodohan kilat atau bisnis jasa titip pacar sewaan.
Molt menjelaskan bahwa ada seorang mahasiswa dari Fakultas Ekonomi yang secara finansial sangat sukses berkat bisnis kecilnya. Sayangnya, mahasiswa tersebut memiliki kepribadian yang sangat kaku dan kurang pergaulan, sehingga kini kebingungan mencari pasangan untuk diajak menghadiri acara kondangan keluarga besarnya. Jika Joel bersedia menemani mahasiswa tersebut, ia akan mendapatkan bayaran yang sangat lumayan—cukup untuk melunasi denda perpustakaan sekaligus membayar tunggakan semesterannya.
Awalnya Joel sempat merasa kesal dan meminta Molt untuk tidak menambah beban pikirannya yang sedang pusing. Namun, begitu mendengar iming-iming bayaran yang bisa menyelesaikan seluruh masalah finansialnya, ego Joel langsung runtuh seketika. Tanpa pikir panjang lagi, ia langsung menyetujui tawaran tersebut dan meminta kontak si anak FE, menyatakan dirinya siap berakting menjadi pasangan idaman demi pundi-pundi rupiah. Molt pun hanya bisa tertawa terbahak-bahak melihat perubahan sikap sahabatnya yang begitu cepat demi uang.
Forwarded from Krisis Moneter & Makcomblang Cap Monyet.
@Worngravee & @Hiruwkit
Kesepakatan kilat itu menandai momen peresmian Joel sebagai talent perdana sekaligus aset utama dalam agensi pacar sewaan dadakan bentukan Molt. Tanpa membuang waktu, Molt langsung bertindak layaknya seorang profesional. Langkah pertama yang ia lakukan adalah mengirimkan dokumen singkat berisi panduan profil sang klien dari Fakultas Ekonomi, lengkap dengan daftar hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama bertugas nanti.
Joel yang tadinya ogah-ogahan kini mendadak menunjukkan komitmen yang luar biasa tinggi. Demi profesionalisme dan demi dompetnya yang sekarat, ia mulai mempelajari latar belakang keluarga kliennya, menghafal topik-topik, hingga obrolan-obrolan sopan yang disukai orang tua. Molt pun secara resmi mencatat nama Joel di daftar teratas agensinya, mengakhiri status Joel sebagai pengangguran banyak utang dan mengubahnya menjadi seorang penyedia jasa asmara profesional dalam semalam.
Kesepakatan kilat itu menandai momen peresmian Joel sebagai talent perdana sekaligus aset utama dalam agensi pacar sewaan dadakan bentukan Molt. Tanpa membuang waktu, Molt langsung bertindak layaknya seorang profesional. Langkah pertama yang ia lakukan adalah mengirimkan dokumen singkat berisi panduan profil sang klien dari Fakultas Ekonomi, lengkap dengan daftar hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama bertugas nanti.
Joel yang tadinya ogah-ogahan kini mendadak menunjukkan komitmen yang luar biasa tinggi. Demi profesionalisme dan demi dompetnya yang sekarat, ia mulai mempelajari latar belakang keluarga kliennya, menghafal topik-topik, hingga obrolan-obrolan sopan yang disukai orang tua. Molt pun secara resmi mencatat nama Joel di daftar teratas agensinya, mengakhiri status Joel sebagai pengangguran banyak utang dan mengubahnya menjadi seorang penyedia jasa asmara profesional dalam semalam.
Forwarded from Krisis Moneter & Makcomblang Cap Monyet.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from Krisis Moneter & Makcomblang Cap Monyet.
Langsung ngabarin (POV Molt & Joel)
Forwarded from Krisis Moneter & Makcomblang Cap Monyet.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from Krisis Moneter & Makcomblang Cap Monyet.
Udah sekitar sebulan agensi jastip pacar sewaan ini berjalan, dan makin hari Molt mulai ngerasa ada yang aneh sama dirinya sendiri. Puncaknya tepat hari ini. Begitu ngeliat rentetan interaksi Joel sama kliennya bertebaran di timeline, Molt langsung ngelempar ponselnya kasar ke atas kasur, terus ngacak rambutnya frustrasi. Udah lewat tiga puluh menit, dan ruang obrolannya sama Joel masih nunjukin centang satu abu-abu—alias belum dibaca sama sekali.
“Gila ya si Joel. Sok sibuk banget” umpat Molt dalam hati.
Padahal biasanya, jangankan lewat tiga puluh menit, Joel itu tipe orang yang bakal langsung membalas ketikannya dalam hitungan detik—bahkan di jam-jam keramat seperti jam dua pagi sekali pun. Tapi hari ini? Joel mendadak hilang ditelan bumi setelah pamit mau pergi nemenin klien pacar sewaannya.
Karena rasa penasaran yang udah di ubung-ubung kepala, molt akhirnya menyerah. Dia mengambil ponselnya lagi, membuka aplikasi burung biru lalu langsung mengetikkan nama akun Joel di kolom pencarian. Begitu profil Joel terbuka, rentetan interaksi di bagian mentions langsung membuat dada molt terasa panas luar biasa.
Ia mencoba menenangkan diri, menarik napas dalam-dalam, tapi gagal total. Pikirannya mendadak mengarah ke mana-mana. Ia kesal karena Joel susah dihubungi, ia benci melihat Joel tersenyum ke orang lain, dan dia paling gak suka membayangkan ada orang lain yang duduk di depan Joel menggantikan posisinya.
Molt tertegun, kamarnya mendadak terasa sunyi. Detik itu juga, di antara rasa panas yang membakar dadanya sebuah kesadaran baru menghantam kepala Moltero dengan telak. Sesuatu yang selama empat tahun ini selalu ia sangkal, gengsi yang selama ini ia rawat, mendadak retak. Moltero meraba dadanya yang berdetak dua kali lebih cepat hanya karena membayangkan Joel beneran jatuh cinta dengan orang lain.
“ini, gua... cemburu?” bisik Molt lirih pada keheningan kamarnya.
Forwarded from Krisis Moneter & Makcomblang Cap Monyet.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM