Warisan Salaf
8.34K subscribers
510 photos
14 videos
46 files
1.98K links
Warisan Salaf
ميراث السلف

Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah

Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
Download Telegram
🌻 ORANG TERBAIK DI ANTARA KEDUANYA ADALAH YANG MEMULAI MENGUCAPKAN SALAM

💢 Dari Abu Ayyub Al-Anshari Radhiallahu 'anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,

عَنْ أَبِي أَيُّوبَ الأَنْصَارِيِّ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " لاَ يَحِلُّ لِرَجُلٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلاَثِ لَيَالٍ، يَلْتَقِيَانِ: فَيُعْرِضُ هَذَا وَيُعْرِضُ هَذَا، وَخَيْرُهُمَا الَّذِي يَبْدَأُ بِالسَّلاَمِ

⚠️ "TIDAK HALAL bagi seorang muslim memboikot sudaranya lebih dari tiga malam, yang mana Keduanya saling pertemu, yang ini memalingkan wajahnya dan ini juga memalingkan wajahnya. Sebaik-sebaik keduanya adalah yang memulai mengucapkan salam." (HR. Al-Bukhari no.6077 dan Muslim no. 2560)

✳️ Larangan memboikot seorang muslim dalam hadits ini berlaku bila sebabnya adalah urusan dunia, seperti sakit hati, ketersinggungan, merasa tersaingi, dan sebab lainnya.

Adapun urusan agama maka boleh memboikot seorang muslim lebih dari tiga malam, sebagaimana dahulu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam dan para shahabat memboikot Ka'ab bin Malik beserta dua orang temannya selama 50 malam.

Hanyasaja jangan sampai seseorang beralasan bahwa dia memboikot seorang muslim karena urusan agama, padahal kenyataanya adalah karena urusan pribadi dan dunia.


📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf


🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Ikuti Channel kami di telegram https://telegram.me/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
💢 PELAJARAN FIKIH (5): BAB TENTANG BUANG HAJAT DAN ADAB-ADABNYA (Lanjutan)

🔗 (Sunnah-Sunnah yang dilakukan di Tempat Buang Hajat)


3⃣ Permasalahan KeTiga: Perkara yang disunnahkan dilakukan di tempat Buang Hajat

Disunnahkan bagi orang yang masuk ke tempat buang hajat untuk:

🔷Mengucapkan (ketika akan masuk),

بسم الله اللهم إني أعوذ بك من الخبث والخبائث
BISMILLAH ALLOHUMMA INNI A'UDZUBIKA MINAL KHUBUTSI WAL KHOBAITS

"Dengan menyebut nama Allah, ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari (kejahatan) Syaithan laki-laki dan syaithan perempuan."

dan ketika selesai mengucapkan (diluar tempat buang hajat),

غفرانك
GHUFRONAKA

"(ya Allah, Aku memohon) ampunan-Mu."

🔷 Mendahulukan Kaki kiri ketika masuk dan kaki kanan ketika keluar.

🔷 Tidak membuka auratnya kecuali setelah ia dekat dengan tanah.

🔷 Apabila buang hajat dilakukan di tempat terbuka (seperti padang pasir dan yang semisalnya) maka disunnahkan baginya untuk menjauh dan menutupi hingga tidak terlihat.

Dalil-dali untuk semua poin di atas adalah sebagai berikut:

🌻 Hadits Jabir Radhiallahu 'anhu, ia berkata,

خرجنا مع رسول الله - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - في سفر وكان رسول الله - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - لا يأتي البراز حتى يتغيب فلا يُرى

"Kami keluar bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam dalam sebuah perjalanan, dan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam tidaklah mendatangi tempat buang hajat hingga menjauh sehingga tidak terlihat." (HR. Abu Daud no.2)

🌻 hadits Ali Radhiallahu 'anhu beliau, ia berkata, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,

ستر ما بين الجن وعورات بني آدم إذا دخل الخلاء، أن يقول: بسم الله

"Penghalang antara jin dan auratnya bani Adam apabila ia memasuki tempat buang hajat adalah ia mengucapkan, Bismillah." (HR. Ibnu Majah no.297)

🌻 hadits Anas bin Malik Radhiallahu 'anhu, ia berkata,
"adalah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam apabila masuk ke tempat buang hajat beliau mengucapkan,

اللهم إني أعوذ بك من الخبث والخبائث
ALLOHUMMA INNI A'UDZU BIKA MINAL KHUBUTSI WAL KHOBAITS

"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari (kejahatan) syaithan laki-laki dan syaithan perempuan." (HR. Al-Bukhari no.142 dan Muslim no.375)

🌻 hadits Aisyah Radhiallahu 'anha, ia berkata,
"Adalah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam apabila keluar dari tempat buang hajat beliau mengucapkan,

غفرانك

GHUFRONAKA

"(ya Allah, aku memohon) ampunan-MU" (HR. Abu Daud no.17)

🌻 dan hadits Ibnu Umar Radhiallahu 'anhuma, ia berkata, "Bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam apabila ingin buang hajat, beliau tidak mengangkat pakaiannya kecuali setelah mendekat ke tanah." (HR. Abu Daud no.14)



🔆 Ikuti terus pelajaran Fikih Muyasar setiap hari Selasa dan Kamis.


🌏 Sumber panduan: Al-Fiqhu Al-Muyassar hal.10
📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf


🍉 Warisan Salaf menyajikan artikel dan Fatawa Ulama’ Ahlussunnah wal Jama’ah
🍏 Ikuti Channel kami di telegram https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
1👍1
🍜 MEMPERHATIKAN TETANGGA

🔆 Dari Abdullah bin Zubair Radhiallahu 'anhu ia berkata, aku mendengar Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,

لَيْسَ الْمُؤْمِنُ الَّذِي يَشْبَعُ، وجارُه جَائِعٌ

💢 "Bukanlah seorang mukmin seseorang yang kenyang sedangkan tetanggnya kelaparan." (Shahih Adabul Mufrod hal.67)


📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf


🍉 Warisan Salaf menyajikan artikel dan Fatawa Ulama’ Ahlussunnah wal Jama’ah
🍏 Ikuti Channel kami di telegram https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
💢 JADWAL PELAJARAN HARI INI

Pelajaran hari ini adalah ADAB DAN AKHLAQ SEHARI-HARI

Pada hari Rabu yang lalu kita telah belajar bersama ADAB BERTETANGGA BAGIAN 1

Bagi teman-teman yang ingin muroja'ah atau belum mengikuti silahkan dibaca kembali melalui link di bawah ini:

https://telegram.me/warisansalaf/123

✳️ Admin Warisan Salaf
PELAJARAN ADAB: ADAB BERTETANGGA BAGIAN (2⃣)

💢 Para pembaca yang semoga dirahmati Allah subhanahu wa ta’ala. Islam sangat memperhatikan adab dan aturan hidup bertetangga. Tidak ada adab atau aturan hidup bertetangga yang lebih sempurna dari apa yang terdapat dalam agama Islam. Dengan mengikuti adab atau aturan bertetangga ala Islam pasti akan terwujud lingkungan yang tenang, tidak ada gangguan, sejahtera, dan penuh kebahagiaan.

⛵️ Di antara bentuk pengaturan Islam dalam kehidupan bertetangga adalah hak masing-masing tetangga sesuai dengan kedudukannya, sebagaimana berikut:

1⃣ Tetangga muslim dan sekaligus saudara kerabatnya, maka dia mendapatkan tiga hak, yaitu hak seorang muslim, hak saudara, dan hak tetangga.

2⃣ Tetangga muslim dan tidak mempunyai ikatan kekerabatan, maka dia mempunyai dua hak, yaitu hak muslim dan hak tetangga.

3⃣ Tetangga non muslim, maka dia hanya mendapatkan satu hak, yaitu hak tetangga.

Mengenali Hak-hak Tetangga
💢 Di antara hak tetangga yang harus diperhatikan adalah:

1⃣ Tidak mengganggunya dengan lisan dan anggota badan. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah dia mengganggu tetangganya.”(HR. al-Bukhari dan Muslim, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

Suatu hari disampaikan kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam seorang wanita yang dia sering berpuasa, bersedekah, banyak beribadah, shalat malam dan berbagai kebaikan yang lain, akan tetapi Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Dia di neraka,” karena tetangganya tidak selamat dari gangguan lisannya. (HR. Ahmad dalam al-Musnad 2/440, al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no. 119)

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-’Utsaimin rahimahullah berkata, “Di dalam hadits ini terdapat dalil akan haramnya berbuat zalim kepada tetangga, baik dalam bentuk perkataan atau perbuatan. Di antara kezaliman dalam bentuk perkataan adalah memperdengarkan kepada tetangga suara yang mengganggu, seperti radio, televisi, atau suara lain yang mengganggu. Hal semacam ini sungguh tidak halal, meskipun yang diperdengarkan adalah bacaan Al-Qur`an, (selama itu) mengganggu tetangga berarti dia telah berbuat zalim. Maka tidak halal baginya untuk melakukannya. Adapun (kezaliman dalam bentuk) perbuatan, seperti membuang sampah di sekitar pintu tetangga, mempersempit pintu masuknya, atau perbuatan semisalnya yang merugikan tetangga. Termasuk dalam hal ini, jika seseorang memiliki pohon kurma atau pohon lain di sekitar tembok tetangga ketika dia menyirami, (airnya berlebih hingga) melampaui tetangganya. Ini pun sesungguhnya termasuk kezaliman yang tidak halal baginya.” (Syarh Riyadhis Shalihin, 2/178)

2⃣ Mudah dalam memberikan bantuan, menziarahinya, menjenguknya di kala sakit, dan berbagai bentuk kebaikan walaupun hanya sekedar menampakkan wajah yang berseri-seri kepadanya, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Janganlah engkau meremehkan sedikit pun dari kebaikan, walaupun sekedar menampakkan wajah yang berseri-seri ketika bertemu saudaramu.”(HR. Muslim no. 2626, dari sahabat Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu)

3⃣ Memberikan hadiah, karena hal ini dapat menumbuhkan kecintaan. Rasulullah n bersabda:
“Saling menghadiahilah kalian niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no. 594, dihasankan oleh al-Imam al-Albani rahimahullah dalam Irwa`ul Ghalil no. 1601, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

Dalam riwayat yang lain Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Wahai wanita-wanita muslimah, jangan sekali-kali seorang tetangga menganggap remeh untuk memberikan hadiah kepada tetangganya walaupun hanya sepotong kaki kambing.” (HR. al-Bukhari no. 2566 dan Muslim no. 2376, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu) 👇🏻
👍1💯1
☝🏻️(lanjutan)...
Al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani rahimahullah menyatakan bahwa hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu di atas memberikan isyarat ditekankannya memberikan hadiah walaupun dengan sesuatu yang sedikit/kecil, dan ditekankannya menerima pemberian/hadiah walaupun sedikit/tidak berarti. (Fathul Bari 5/244, 245)

🔆 Hadiah dapat memberikan pengaruh secara maknawi, bukan materi semata. Sungguh yang namanya hadiah walaupun kecil/sedikit akan dapat menumbuhkan cinta dan menghilangkan kedengkian.

Penutup
Para pembaca yang semoga dirahmati Allah subhanahu wa ta’ala, menjalani kehidupan bertetangga dengan baik dan saling menunaikan hak masing-masing merupakan suatu kebahagiaan dan tanda kebaikan sebuah masyarakat. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada empat perkara yang termasuk dari kebahagiaan: istri yang shalihah, tempat tinggal yang luas, tetangga yang shalih dan tunggangan (kendaraan) yang nyaman. Dan ada empat perkara yang termasuk dari kesengsaraan; tetangga yang jelek, istri yang jahat (tidak shalihah), tunggangan yang jelek, dan tempat tinggal yang sempit.” (HR. Ibnu Hibban, hadits ini dishahihkan asy-Syaikh Muqbil rahimahullah dalam kitab beliau ash-Shahihul Musnad Mimma Laysa fish- Shahihain 1/277)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
“Sebaik-baik sahabat di sisi Allah adalah mereka yang terbaik kepada sahabatnya, dan sebaik-baik tetangga di sisi Allah adalah yang terbaik kepada tetangganya.”(HR. at-Tirmidzi, Ahmad dan ad-Darimi, dari sahabat ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma)

Demikianlah kajian tentang adab bertetangga, semoga bermanfaat bagi kita semua.
Amin ya Rabbal ‘alamin.

📝 Buletin Al-Ilmu

🍉 Warisan Salaf menyajikan artikel dan Fatawa Ulama’ Ahlussunnah wal Jama’ah
🍏 Ikuti Channel kami di telegram https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Channel photo updated
⛵️✳️ ORANG MUKMIN YANG BAIK ADALAH YANG SELALU MENGAWASI GERAK GERIK ANGGOTA TUBUHNYA

🔆 Disebutkan dari Hasan al-Bashri Rahimahullah, bahwasanya beliau berkata:

لا تلقى المؤمن إلا يحاسب نفسه: وماذا أردت تعملين؟ وماذا أردت تأكلين؟ وماذا أردت تشربين؟. والفاجر يمضى قدما قدما لا يحاسب نفسه".

"Tidaklah engkau menemui seorang mukmin melainkan ia akan selalu mengoreksi dirinya, Apa yang hendak engkau lakukan? apa yang hendak engkau makan? apa yang hendak engkau minum?"
Adapun orang fajir maka dia berlalu begitu saja tanpa mengintrospeksi dirinya (tidak peduli terhadap apa yang akan dilakukannya,pen)." (Ighatsatul Lahafan hal.78)

💢 Seorang mukmin akan berhati-hati dalam bertindak. Setiap gerak-gerik anggota tubuhnya selalu dia awasi. Ketika akan melakukan sesuatu maka dia akan melihat apakah amalan itu bermanfaat atau tidak, atau amalan itu diperbolehkan atau dilarang?!

demikian pula ketika hendak makan dan minum, maka dia akan mengawasi apakah makanan yang akan dia makan dan minum tersebut adalah sesuatu yang halal atau tidak?!

⛔️ Adapun orang fajir yang jelek, maka dia tidak akan peduli terhadap apa yang diperbuat oleh anggota tubuhnya.


📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf


🍉 Warisan Salaf menyajikan artikel dan Fatawa Ulama’ Ahlussunnah wal Jama’ah
🍏 Ikuti Channel kami di telegram https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
👍1
PELAJARAN TAUHID : Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 4⃣)

Muallif berkata,

الأولي: العلم.
وهو معرفة الله، ومعرفة نبيه، ومعرفة دين الإسلام بالأدلة..
الثانية: العمل به.
الثالثة: الدعوة إليه.
الرابعة: الصبر على الأذى فيه.

(4 Permasalahan yang wajib dipelajari adalah:)
1⃣ Pertama: Ilmu, yaitu mengenal Allah, mengenal Nabi-Nya, dan mengenal agama Islam dengan dalilnya.
2⃣ Kedua: Mengamalkan ilmu.
3⃣ Ketiga: Mendakwahkannya.
4⃣ Keempat: Bersabar atas gangguan di dalamnya.


💢 PENJELASAN:

Kewajiban mempelajari empat permasalahan ini ada yang bersifat wajib 'aini dan ada juga yang wajib kifayah.
Adapun permasalahan pertama, yaitu berilmu:
🔹 Mengenal Allah
🔹 Mengenal Nabi-Nya
🔹 dan Mengenal Agama Islam dengan Dalilnya.
adalah wajib 'ain, yakni wajib bagi setiap muslim untuk mengenal Allah, mengenal Nabi-Nya, dan mengenal agama Islam dengan dalil-dalilnya.

🔸 Mengenal Allah adalah beriman kepada-Nya, kepada rububiyah-Nya, Uluhiyah-Nya, dan Nama juga sifat-sifat-Nya yang mulia.
🔸 Mengenal Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa Sallam adalah beriman bahwa beliau adalah utusan Allah dan beriman dengan setiap khabar yang beliau sampaikan.
🔸 Mengenal agama Islam dengan dalil-dalilnya, yaitu bahwasanya Ibadah yang dilakukan oleh seseorang harus dibangun di atas dalil dari Al-Qur'an dan Sunnah. Tidak boleh membuat tuntutnan ibadah sendiri atau karena taklid terhadap tradisi orang tua.

Disebutkan dalam sebuah kaedah, "Hukum Asal dari suatu ibadah adalah dilarang sampai ada dalil yang membolehkannya."

BERSAMBUNG 👇🏻👇🏻👇🏻
PELAJARAN TAUHID : Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 5⃣)

Penulis berkata,

الثانية: العمل به.
الثالثة: الدعوة إليه.
الرابعة: الصبر على الأذى فيه.

2⃣ Kedua: Mengamalkan ilmu.
3⃣ Ketiga: Mendakwahkannya.
4⃣ Keempat: Bersabar atas gangguan di dalamnya.


💢 PENJELASAN:

2⃣: MENGAMALKANNYA:
yaitu wajib mengamalkan ilmu yang telah didapat. Hal ini disebabkan:
🔸 Ilmu tidaklah dicari melainkan untuk diamalkan.
🔸 Allah Subhanahu wa Ta'ala mencela orang-orang yahudi yang tidak mengamalkan ilmu yang mereka miliki.
🔸Terdapat ancaman yang besar bagi orang yang tidak mengamalkan ilmunya

🔆 Orang yang berilmu akan tetapi tidak mengamalkannya diibaratkan seperti pohon yang tidak berbuah, yakni keberadaannya tidak bermanfaat bagi orang disekitarnya.

⛵️ Abdullah bin Mas'ud berkata, "Kami tidaklah melewati 10 ayat dari lisan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam sampai kami belajar maknanya dan mengamalkannya. Kami mempelajari ilmu dan mengamalkannya."

📡 Dan Orang yang tidak mengamalkan ilmunya akan mendapat ancaman yang serius. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam menceritakan perihal seorang yang disiksa di dalam neraka dalam keadaan ususnya terburai. Dia berputar-putar seperti berputarnya seekor keledai di penggilingan gandum. Maka penduduk neraka keheranan melihat tingkah orang tersebut. Mengapa dia mendapat siksa seperti itu padahal ketika di dunia dia merupakan seseorang yang berilmu, memerintahkan kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar.
Maka penduduk neraka pun menanyai orang tersebut. Lantas ia menjawab, "Aku dahulu memerintahkan kalian dari yang ma'ruf tapi aku tidak melakukannya, dan aku melarang kalian dari kemunkaran tapi justru aku melakukannya."

💢3⃣ MENDAKWAHKANNYA
Apabila seseorang telah berilmu dan mengamalkannya, maka kewajiban berikutnya adalah mendakwahkan ilmu tersebut kepada orang lain.

Berdakwah bisa dengan ucapan, perbuatan, atau tulisan.
Seseorang yang melakukan perbuatan baik kemudian diikuti oleh orang lain maka itu disebut dakwah.

📡 Adab banyak keutamaan yang akan didapat oleh orang yang berdakwah, di antaranya ialah:

🔸 Menunjuki seseorang kepada kebaikan kemudian diamalkan oleh orang yang didakwahi maka akan menjadi amal jariyah yang tidak terputus pahalanya.
🔸 Menunjuki satu orang lebih baik dari mendapatkan onta merah yang merupakan barang mewah bangsa Arab di masa Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam.
🔸 Tidak ada ucapan yang lebih indah daripada orang yang berdakwah di jalan Allah.

✏️ Berdakwah harus dilakukan dengan cara yang hikmah dan nasehat yang baik.
👉🏻 Hikmah dalam berdakwah adalah seperti hikmahnya Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam ketika berdakwah kepada para shahabat, terkadang dengan bahasa yang lembut, dan terkadang menaikkan suara ketika dibutuhkan.

Wallahu 'alam...

▶️ Bersambung Insya Allah..
✏️ Ikuti Terus Pelajaran Tsalatsatul Ushul setiap hari Senin dan Kamis


🌐 Sumber Panduan:
🔎 Syarah Syaikh Ubaid
🔎 Syarah Syaikh Shalih Alu Syaikh

📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
👍1🏆1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
✳️🌻 MENGGUNAKAN KESEMPATAN HIDUP UNTUK IBADAH DAN AMAL SHALIH


Abdurrahman bin Mahdi Rahimahullah berkata,

لو قيل لحماد بن سلمة إنك تموت غدا ما قدر أن يزيد في العمل شيئا

"Seandainya dikatakan kepada Hammad bin Salamah, 'sesungguhnya engkau akan meninggal besok' niscaya dia tidak akan bisa menambah amalannya lagi sedikitpun (disebabkan waktunya telah dihabiskan untuk ibadah,pen)." (Hilyatul Aulia 6/250)

💢 Ulama salaf sangat menghargai waktu mereka, tidak ada satu waktu pun yang berlalu dari mereka melainkan telah dipergunakan untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
🔴 Lalu bagaimana dengan kita?

🌷 Biografi:
🔗 Abdurrahman bin Mahdi bin Hassan al-'Anbari al-Bashri, Abu Said. Beliau adalah ahli hadits yang kokoh, hafizh, dan berpengetahuan luas tentang periwayat-periwayat hadits dan juga haditsnya. Ibnul Madini berkata, "Aku tidak mengetahui ada orang yang lebih berilmu dari dirinya (dimasanya,pen)." Beliau meninggal tahun 198 H.
🔗 Hammad bin Salamah bin Dinar al-Bashri, Abu Salamah. Beliau adalah seorang ahli hadits yang kokoh dan ahli ibadah. Meninggal pada tahun 167 H.

🌏 Sumber: Hilyatul Auliya dan Taqrib At-Tahdzib
📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
📡👆🏻 AUDIO MUROTTAL SURAT AL-KAHFI MP3

📼 Qori Imad Al-Manshary (عماد المنصري)
💿 Silahkan didownload. Semoga bermanfaat

📲 Tim Warisan Salaf
⚡️MENGINGAT KEMATIAN DAN KEGELAPAN KUBUR

Muslim bin Ibrahim berkata,

كَانَ هِشَامٌ الدَّسْتُوَائِيُّ لَا يُطْفِئُ السِّرَاجَ إِلَى الصُّبْحِ وَقَالَ: إِذَا رَأَيْتُ الظُّلْمَةَ ذَكَرْتُ ظُلْمَةَ الْقَبْرِ

"Adalah Hisyam Ad-Dustuwai tidak memadamkan lampunya (di malam hari) hingga waktu shubuh. Ia berkata, 'apabila melihat kegelapan aku teringat kegelapan kubur."

Amr bin Haitsam berkata,

مَا رَأَيْتُ أَحَدًا أَكْثَرَ ذِكْرًا لِلْمَوْتِ مِنْ هِشَامٍ الدَّسْتُوَائِيِّ

"Aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih sering mengingat kematian dari Hisyam Ad-Dustuwai"

🔎 Hisyam Ad-Dustuwai adalah Abu Bakar Hisyam bin Sanbar Al-Bashri. Beliau seorang yang hafizh, hujjah, dan imam. Beliau meninggal tahun 154 H pada usia 78 tahun.

💢 Banyak mengingat kematian merupakan sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Dengannya seorang hamba akan menyadari bahwa hidupnya di dunia ini hanya sementara. Sedangkan kematian akan mendatanginya secara tiba-tiba.

✔️ ia menyadari, bila ajal telah datang maka dia akan diletakkan di liang kecil yang sempit lagi gelap. Tidak ada yang menemaninya selain amalannya.

▶️ Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda, "Perbanyaklah mengingat pelumat segala kelezatan" yaitu kematian." (HR. Tirmidzi no.2307)

▶️ Dalam hadits yang lain beliau bersabda, "Dahulu aku melarang kalian menziarahi kuburan. Sungguh Muhammad telah diizinkan menziarahi kubur ibunya, maka berziarahlah kalian kepada kuburan, karena ia akan mengingatkan kepada akhirat." (HR. Tirmidzi no.1054)


🌏 Sumber:
🔗 Hilyatul Auliya
🔗 Siyar A'lam An-Nubala
🔗 Sunan Tirmidzi


📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
💢🌹 MEMELIHARA ILMU DENGAN MENGAMALKANYA

Waki' bin al-Jarroh Rahimahullah berkata,

كنا نستعين على حفظ الحديث بالعمل به وكنا نستعين في طلبه بالصوم

"Kami dahulu memohon bantuan dalam menghafal hadits dengan mengamalkannya. Dan kami memohon bantuan dalam mencarinya dengan puasa." (Jami' Bayanil Ilmi wa Fadhlihi hal.708)

Abu Darda Radhiallahu 'anhu berkata,

إِنَّكَ لَنْ تَكُونَ عَالِمًا حَتَّى تَكُونَ مُتَعَلِّمًا، وَلَنْ تَكُونَ مُتَعَلِّمًا حَتَّى تَكُونَ بِمَا عَلِمْتَ عَامِلًا

"Sesungguhnya engkau tidak akan menjadi orang yang berilmu hingga engkau mempelajarinya, dan engkau tidak akan dapat mempelajarinya hingga mau mengamalkan apa yang telah engkau ketahui." (Iqtidho al-Ilm al-'amal hal.26)


📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
💢 ADAM BERSIN DAN DIJAWAB OLEH ALLAH TABARAKA WATA'ALA

🌻 Dari Anas bin Malik dan Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuma,

لما نفخ الله في آدم الروح، فبلغ الروح رأسه عطس، فقال: الحمد لله رب العالمين، فقال له تبارك وتعالى: يرحمك الله

🔆 "Tatkala Allah meniupkan ruh kepada Adam, dan ruh itu sampai di kepalanya, Adam pun bersin. Dia mengucapkan, "Alhamdulillah."

🔸 Maka Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi berkata kepadanya, "Yarhamukallah (Semoga Allah merahmatimu)."


🌏 Lihat Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no.2159
📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Mengambil ilmu dari ahlinya
💢 KEMAKSIATAN DAPAT MERUSAK AKAL

⛵️ Di antara dampak buruk kemaksiatan adalah merusak akal.

🔆 Sesungguhnya akal memiliki cahaya, sedangkan kemaksiatan akan memadamkan cahaya akal tersebut, dan itu adalah suatu kepastian.

🌸 dan bila cahaya akal telah padam maka ia akan melemah dan berkurang.

🔹 Sebagian salaf berkata,

ما عصى الله أحد حتى يغيب عقله

👉🏻 "Tidaklah seseorang bermaksiat kepada Allah hingga akalnya hilang."


🌏 Sumber Panduan: Al-Jawabul Kaafi hal.59
📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com