Forwarded from Warisan Salaf
☀️⚡️KESELAMATAN AQIDAH DAN MANHAJ ADALAH BAROMETERNYA (Mengambil Pelajaran dari Kisah Husein Al-Karobisi) 🔥🔥
🔥 Siapakah Husein Al-Karobisi?
💥 Nama lengkapnya adalah Abu Ali Al-Husein bin Ali bin Yazid Al-Karobisi
✔️ ia seorang yang memiliki pemahaman mendalam
✔️ Berilmu
✔️ dan faqih
✔️ Ia memiliki karya tulis yang banyak dalam bidang fikih dan ushulnya
🔵 Al-Khatib Al-Baghdadi mengatakan, "Ia memiliki karya tulis yang banyak dalam bidang fikih dan ushul, hal itu menunjukkan atas baiknya pemahaman dia (dalam hal fikih dan ushul) dan ilmunya yang mendalam"
✔️ Ia juga murid dari Al-Imam Asy-Syafi'i, Yazid bin Harun, Ma'an bin Isa, dan para muhadditsin lainnya..
📡📡 Tapi Tahukah Anda, bahwa KELEBIHAN yang dimilikinya tidak menjadikannya mulia di sisi Ahlussunnah ketika ia melakukan perbuatan BID'AH‼️
🚧 Ibnul Jauzi berkata, "Hanya saja ia terjatuh dalam permasalahan lafazh, ia mengatakan, bahwa lafazhku saat membaca Al-Qur'an adalah makhluk."
🔧 Dengan sebab itu, Al-Imam Ahmad mentahdzirnya dan memerintahkan manusia agar meninggalkannya. Beliau berkata, "(orang) ini mubtadi' maka berhatil-hatilah darinya."
🔋 Beliau juga berkata, "Semoga Allah menghinakan Al-Karobisi, jangan dijadikan teman duduk, jangan diajak bicara, jangan engkau menyalin buku-bukunya, dan jangan duduk bersama orang yang duduk dengannya."
📪 PEMAHAMANNYA tentang permasalahan Ushul dan Furu' ternyata TIDAK MEMBERIKAN manfaat kepadanya ketika ia terjatuh kepada kebid'ahan.
✅ Muhammad bin Abdullah Ash-Shairafi Asy-Syafi'i berkata kepada muridnya, "AMBILLAH PELAJARAN dari keadaan al-Karobisi dan Abu Tsaur. Husein al-Karobisi kapasitas ilmu dan hafalannya tidak bisa ditandingi oleh Abu Tsaur walaupun hanya sepersepuluhnya. Tapi Ahmad (bin Hanbal) berbicara tentangnya dalam permasalahan lafazh (terhadap Al-Qur'an), sehingga ia (yakni al-Karobisi) pun jatuh. dan Ahmad memuji Abu Tsaur sehingga menjadi tinggi kedudukannya disebabkan ia berpegang teguh kepada sunnah."
⛵️ Oleh karena itu...
❌ JANGAN TERTIPU dengan penampilan
❌ JANGAN TERTIPU dengan keilmuan
❌ JANGAN TERTIPU dengan kefasihan
❌ JANGAN TERTIPU dengan ketawadhu'an dan kezuhudan
❌ JANGAN TERTIPU dengan banyaknya Buku yang diterbitkan
💯 AMBILLAH PELAJARAN bahwa barometernya adalah keselamatan aqidah dan manhaj bukan penampilan dan kepiawaian..
〰〰🌻〰〰
🌏 Sumber:
🔗 Tarikh Baghdad
🔗 Al-Muntazhom fii Tarikh Al-Muluk wal Umam
🔗 Situs Sahab
💢 Renungan Pagi disajikan oleh Tim Warisan Salaf
〰〰〰
🍇 Sebarkan Artikel ini kpd org yg anda cintai smg menjadi amal jariyah.
🍉 Warisan Salaf menyajikan artikel dan Fatawa Ulama’ Ahlussunnah wal Jama’ah
🍏 Ikuti Channel kami di telegram https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🔥 Siapakah Husein Al-Karobisi?
💥 Nama lengkapnya adalah Abu Ali Al-Husein bin Ali bin Yazid Al-Karobisi
✔️ ia seorang yang memiliki pemahaman mendalam
✔️ Berilmu
✔️ dan faqih
✔️ Ia memiliki karya tulis yang banyak dalam bidang fikih dan ushulnya
🔵 Al-Khatib Al-Baghdadi mengatakan, "Ia memiliki karya tulis yang banyak dalam bidang fikih dan ushul, hal itu menunjukkan atas baiknya pemahaman dia (dalam hal fikih dan ushul) dan ilmunya yang mendalam"
✔️ Ia juga murid dari Al-Imam Asy-Syafi'i, Yazid bin Harun, Ma'an bin Isa, dan para muhadditsin lainnya..
📡📡 Tapi Tahukah Anda, bahwa KELEBIHAN yang dimilikinya tidak menjadikannya mulia di sisi Ahlussunnah ketika ia melakukan perbuatan BID'AH‼️
🚧 Ibnul Jauzi berkata, "Hanya saja ia terjatuh dalam permasalahan lafazh, ia mengatakan, bahwa lafazhku saat membaca Al-Qur'an adalah makhluk."
🔧 Dengan sebab itu, Al-Imam Ahmad mentahdzirnya dan memerintahkan manusia agar meninggalkannya. Beliau berkata, "(orang) ini mubtadi' maka berhatil-hatilah darinya."
🔋 Beliau juga berkata, "Semoga Allah menghinakan Al-Karobisi, jangan dijadikan teman duduk, jangan diajak bicara, jangan engkau menyalin buku-bukunya, dan jangan duduk bersama orang yang duduk dengannya."
📪 PEMAHAMANNYA tentang permasalahan Ushul dan Furu' ternyata TIDAK MEMBERIKAN manfaat kepadanya ketika ia terjatuh kepada kebid'ahan.
✅ Muhammad bin Abdullah Ash-Shairafi Asy-Syafi'i berkata kepada muridnya, "AMBILLAH PELAJARAN dari keadaan al-Karobisi dan Abu Tsaur. Husein al-Karobisi kapasitas ilmu dan hafalannya tidak bisa ditandingi oleh Abu Tsaur walaupun hanya sepersepuluhnya. Tapi Ahmad (bin Hanbal) berbicara tentangnya dalam permasalahan lafazh (terhadap Al-Qur'an), sehingga ia (yakni al-Karobisi) pun jatuh. dan Ahmad memuji Abu Tsaur sehingga menjadi tinggi kedudukannya disebabkan ia berpegang teguh kepada sunnah."
⛵️ Oleh karena itu...
❌ JANGAN TERTIPU dengan penampilan
❌ JANGAN TERTIPU dengan keilmuan
❌ JANGAN TERTIPU dengan kefasihan
❌ JANGAN TERTIPU dengan ketawadhu'an dan kezuhudan
❌ JANGAN TERTIPU dengan banyaknya Buku yang diterbitkan
💯 AMBILLAH PELAJARAN bahwa barometernya adalah keselamatan aqidah dan manhaj bukan penampilan dan kepiawaian..
〰〰🌻〰〰
🌏 Sumber:
🔗 Tarikh Baghdad
🔗 Al-Muntazhom fii Tarikh Al-Muluk wal Umam
🔗 Situs Sahab
💢 Renungan Pagi disajikan oleh Tim Warisan Salaf
〰〰〰
🍇 Sebarkan Artikel ini kpd org yg anda cintai smg menjadi amal jariyah.
🍉 Warisan Salaf menyajikan artikel dan Fatawa Ulama’ Ahlussunnah wal Jama’ah
🍏 Ikuti Channel kami di telegram https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Telegram
Warisan Salaf
Warisan Salaf
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
✍1👍1
✅🔆 KEUTAMAAN MEMUDAHKAN ORANG YANG BERHUTANG
🔷 Dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,
كَانَ تَاجِرٌ يُدَايِنُ النَّاسَ، فَإِذَا رَأَى مُعْسِرًا قَالَ لِفِتْيَانِهِ: تَجَاوَزُوا عَنْهُ، لَعَلَّ اللَّهَ أَنْ يَتَجَاوَزَ عَنَّا، فَتَجَاوَزَ اللَّهُ عَنْهُ
"Dahulu ada seorang pedagang yang memberikan hutang kepada manusia. Apabila ia mendapati mereka kesusahan (melunasinya) maka ia katakan kepada pembantunya,
"maafkanlah dia. Mudah-mudahan Allah memaafkan kita"
🌷 Maka Allah pun memaafkan orang (pedagang) tersebut.
(HR. AL-Bukhari no.2078)
✅ Faedah:
🔗 "maafkanlah dia" menundanya atau melunaskannya.
🔗 Kebaikan yang sedikit bila dilakukan dengan niat yang ikhlas karena Allah, maka dapat menghapuskan kesalahan-kesalahan yang banyak.
🔗 Pahala akan didapat oleh orang yang memerintahkan kepada kebaikan, walaupun bukan dirinya senidiri yang melakukannya.
🌏 Sumber Panduan: Fathul Baari 3/58
〰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan artikel dan Fatawa Ulama’ Ahlussunnah wal Jama’ah
🍏 Ikuti Channel kami di telegram https://telegram.me/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🔷 Dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,
كَانَ تَاجِرٌ يُدَايِنُ النَّاسَ، فَإِذَا رَأَى مُعْسِرًا قَالَ لِفِتْيَانِهِ: تَجَاوَزُوا عَنْهُ، لَعَلَّ اللَّهَ أَنْ يَتَجَاوَزَ عَنَّا، فَتَجَاوَزَ اللَّهُ عَنْهُ
"Dahulu ada seorang pedagang yang memberikan hutang kepada manusia. Apabila ia mendapati mereka kesusahan (melunasinya) maka ia katakan kepada pembantunya,
"maafkanlah dia. Mudah-mudahan Allah memaafkan kita"
🌷 Maka Allah pun memaafkan orang (pedagang) tersebut.
(HR. AL-Bukhari no.2078)
✅ Faedah:
🔗 "maafkanlah dia" menundanya atau melunaskannya.
🔗 Kebaikan yang sedikit bila dilakukan dengan niat yang ikhlas karena Allah, maka dapat menghapuskan kesalahan-kesalahan yang banyak.
🔗 Pahala akan didapat oleh orang yang memerintahkan kepada kebaikan, walaupun bukan dirinya senidiri yang melakukannya.
🌏 Sumber Panduan: Fathul Baari 3/58
〰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan artikel dan Fatawa Ulama’ Ahlussunnah wal Jama’ah
🍏 Ikuti Channel kami di telegram https://telegram.me/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Telegram
Warisan Salaf
Warisan Salaf
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
✅ 🍜 Hukum Makan di Masjid 🍝
🍇 Dari Abdullah bin Harits az-Zubaidi radhiallahu ‘anhu, ia berkata:
كُنَّا نَأْكُلُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَسْجِدِ الْخُبْزَ وَاللَّحْمَ ثم نصلي ولا نتوضأ
“Dahulu di masa Rasulullah kami makan roti dan daging di masjid kemudian kami shalat tanpa mengulangi wudhu.” (1)
🍐 Dari keterangan hadits di atas, sebagian ulama menerangkan bolehnya menyantap hidangan di dalam masjid. Tentunya dengan memperhatikan kebersihannya.
🔸 Al-Imam asy-Syaukani rahimahullah berkata, “Hadits ini menunjukkan bolehnya menyantap makanan di masjid.” (2)
🔸 Di dalam Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, Al-Imam an-Nawawi berkata,
لَا بَأْسَ بِالْأَكْلِ وَالشُّرْبِ فِي الْمَسْجِدِ، وَوَضْعِ الْمَائِدَةِ فِيه. انتهى
“Tidak mengapa makan dan minum di masjid dan juga meletakkan hidangan di dalamnya.”
✳️ Selain itu, masih ada beberapa hadits lainnya yang juga menunjukkan bolehnya makan dan minum di masjid. Di antaranya adalah:
🔸 Kisah ahli shuffah, yaitu sekumpulan shahabat fakir yang tidak memiliki tempat tingga selain di masjid. Tidak ada keterangan bahwasanya mereka keluar masjid ketika akan makan. Sementera Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam juga tidak mengingkari mereka.
🔸 Kisah Tsumamah bin Utsal yang ditawan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan di ikat di tiang masjid selama tiga hari.
🔸 Kisah Shahabat Sa’ad bin Mu’adz yang terluka pada saat perang Khandaq. Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam membuatkan kemah untuknya di dalam masjid.
🔸 Kisah wanita yang menjadi pelayan di Masjid Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, ia tinggal di kemahnya di dalam masjid.
🔸 Utusan Bani Tsaqif .
🔸 dan Selain mereka.
Oleh karena itu, sebagai kesimpulannya Al-Imam asy-Syaukani menyatakan, “Dan hadits-hadits yang menunjukkan bolehnya makan di masjid banyak sekali.” (Nailul Authar 2/172)
‼️ Dikecualikan makanan dan minuman yang haram dikonsumsi secara syari’at atau tidak boleh dikonsumsi ketika berada di masjid, seperti makanan yang beraroma tidak sedap misalnya bawang merah atau bawang putih yang belum di masak.
🍏 Dan bagi yang ingin menyantap makanan di masjid hendaknya memperhatikan dua perkara berikut:
🔆 Menjaga kebersihan masjid.
🔆 Jangan sampai mengotori lantai masjid. Terkhusus makanan yang berkuah atau makanan yang bisa mengundang datangnya serangga. Maka untuk menghindarinya disarankan menggunakan tikar, karpet, atau alas lainnya.
wallahu a'lam
〰〰🔗〰〰
(1) HR. Ibnu Majah no. 3300 dan Ibnu Hibban no.223. Hadits ini dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani Rahimahullah dalam Ash-Shahihah, dibawah penjelasan hadits no. 2116, kata beliau, “Diriwayatkan Ibnu Hibban no. 223, aku katakan: ‘dan sanadnya shahih.’.”
(2) Nailul Authar (2/172)
📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Ikuti Channel kami di telegram https://telegram.me/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🍇 Dari Abdullah bin Harits az-Zubaidi radhiallahu ‘anhu, ia berkata:
كُنَّا نَأْكُلُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَسْجِدِ الْخُبْزَ وَاللَّحْمَ ثم نصلي ولا نتوضأ
“Dahulu di masa Rasulullah kami makan roti dan daging di masjid kemudian kami shalat tanpa mengulangi wudhu.” (1)
🍐 Dari keterangan hadits di atas, sebagian ulama menerangkan bolehnya menyantap hidangan di dalam masjid. Tentunya dengan memperhatikan kebersihannya.
🔸 Al-Imam asy-Syaukani rahimahullah berkata, “Hadits ini menunjukkan bolehnya menyantap makanan di masjid.” (2)
🔸 Di dalam Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, Al-Imam an-Nawawi berkata,
لَا بَأْسَ بِالْأَكْلِ وَالشُّرْبِ فِي الْمَسْجِدِ، وَوَضْعِ الْمَائِدَةِ فِيه. انتهى
“Tidak mengapa makan dan minum di masjid dan juga meletakkan hidangan di dalamnya.”
✳️ Selain itu, masih ada beberapa hadits lainnya yang juga menunjukkan bolehnya makan dan minum di masjid. Di antaranya adalah:
🔸 Kisah ahli shuffah, yaitu sekumpulan shahabat fakir yang tidak memiliki tempat tingga selain di masjid. Tidak ada keterangan bahwasanya mereka keluar masjid ketika akan makan. Sementera Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam juga tidak mengingkari mereka.
🔸 Kisah Tsumamah bin Utsal yang ditawan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan di ikat di tiang masjid selama tiga hari.
🔸 Kisah Shahabat Sa’ad bin Mu’adz yang terluka pada saat perang Khandaq. Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam membuatkan kemah untuknya di dalam masjid.
🔸 Kisah wanita yang menjadi pelayan di Masjid Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, ia tinggal di kemahnya di dalam masjid.
🔸 Utusan Bani Tsaqif .
🔸 dan Selain mereka.
Oleh karena itu, sebagai kesimpulannya Al-Imam asy-Syaukani menyatakan, “Dan hadits-hadits yang menunjukkan bolehnya makan di masjid banyak sekali.” (Nailul Authar 2/172)
‼️ Dikecualikan makanan dan minuman yang haram dikonsumsi secara syari’at atau tidak boleh dikonsumsi ketika berada di masjid, seperti makanan yang beraroma tidak sedap misalnya bawang merah atau bawang putih yang belum di masak.
🍏 Dan bagi yang ingin menyantap makanan di masjid hendaknya memperhatikan dua perkara berikut:
🔆 Menjaga kebersihan masjid.
🔆 Jangan sampai mengotori lantai masjid. Terkhusus makanan yang berkuah atau makanan yang bisa mengundang datangnya serangga. Maka untuk menghindarinya disarankan menggunakan tikar, karpet, atau alas lainnya.
wallahu a'lam
〰〰🔗〰〰
(1) HR. Ibnu Majah no. 3300 dan Ibnu Hibban no.223. Hadits ini dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani Rahimahullah dalam Ash-Shahihah, dibawah penjelasan hadits no. 2116, kata beliau, “Diriwayatkan Ibnu Hibban no. 223, aku katakan: ‘dan sanadnya shahih.’.”
(2) Nailul Authar (2/172)
📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Ikuti Channel kami di telegram https://telegram.me/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Telegram
Warisan Salaf
Warisan Salaf
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
✅ MAKNA 3 KITAB KARYA IBNU TAIMIYYAH RAHIMAHULLAH
🔗 Aqidah Wasithiyyah, Aqidah Hamawiyah, Aqidah Tadmuriyah
🌻 Pertanyaan: Wahai samahatus syaikh betapa seringnya kami mendengar tentang (kitab) Al-‘Aqidah Al-Wasithiyyah, tetapi kami tidak tahu apa maknanya. Apakah yang dimaksud dengannya adalah aqidah yang benar atau apakah yang dimaksud dengannya? Mohon arahannya untuk pertanyaan kami ini dan kami merupakan sekumpulan para penuntut ilmu.
✳️ Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz menjawab,
🔆 “Al-‘Aqidah Al-Wasithiyyah sebuah kitab yang ditulis oleh Abul ‘Abbas Ahmad bin Abdul Halim Ibnu Taimiyyah Al-Harrani yang diberi gelar sebagai Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan juga Taqiyuddin. Beliau dilahirkan pada tahun 661 H dan wafat pada tahun 728 H. Beliau bagian dari para Imam mujtahid dan dari kalangan Ahlussunnah wal Jama’ah, dan beliau bagian dari para Imam Ahlussunnah wal Jama’ah semoga Allah merahmati mereka semuanya.
🔆 Beliau memiliki karya tulis yang banyak, di antaranya ialah Minhajus Sunnah sebagai bantahan atas Mu’tazilah dan Syi’ah Rafidhah, juga kitab Iqthida’ Ash-Shirothol Mustaqim fii Mukhalafati Ashabil Jahim, juga kitab beliau Al-‘Aqidah Al-Wasithiyah.
⛵️ Dinamakan dengan Al-Wasithiyah karena kitab ini ditulis untuk penduduk Wasith di negeri Iraq. Beliau menulisnya untuk mereka sehingga disebut Al-Wasitiyah. Beliau menulisnya kepada sekelompok orang yang bertanya kepada beliau dari penduduk daerah Wasith sehinggai disebut Al-Wasithiyah.
📝 Beliau juga memiliki tulisan lain dalam bidang ‘Aqidah yang diberi judul Al-Hamawiyah, beliau menulisnya untuk penduduk negeri Hamah di Syam.
📖 Dan beliau juga punya kitab lain yang ketiga tentang Sifat Allah yang diberi judul At-Tadmuriyyah, beliau menulisnya untuk penduduk Tadmur di Syam.
🔹 Inilah sebab penamaan Wasithiyyah, dikarenakan ia merupakan kitab aqidah yang beliau tulis kepada penduduk wasith. Sedangkan Hamawiyah adalah aqidah yang beliau tulis kepada penduduk Hamah, dan Tadmuriyah kitab aqidah yang beliau tulis kepada penduduk Tadmur.
🔸 Ini merupakan tiga kitab yang agung pada kitab Ahlussunnah wal Jama’ah dan bermanfaat, kami wasiatkan agar membacanya dan mengambil faedah darinya.
🌏 Sumber: Syabakah Al-Ajury
📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Ikuti Channel kami di telegram https://telegram.me/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🔗 Aqidah Wasithiyyah, Aqidah Hamawiyah, Aqidah Tadmuriyah
🌻 Pertanyaan: Wahai samahatus syaikh betapa seringnya kami mendengar tentang (kitab) Al-‘Aqidah Al-Wasithiyyah, tetapi kami tidak tahu apa maknanya. Apakah yang dimaksud dengannya adalah aqidah yang benar atau apakah yang dimaksud dengannya? Mohon arahannya untuk pertanyaan kami ini dan kami merupakan sekumpulan para penuntut ilmu.
✳️ Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz menjawab,
🔆 “Al-‘Aqidah Al-Wasithiyyah sebuah kitab yang ditulis oleh Abul ‘Abbas Ahmad bin Abdul Halim Ibnu Taimiyyah Al-Harrani yang diberi gelar sebagai Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan juga Taqiyuddin. Beliau dilahirkan pada tahun 661 H dan wafat pada tahun 728 H. Beliau bagian dari para Imam mujtahid dan dari kalangan Ahlussunnah wal Jama’ah, dan beliau bagian dari para Imam Ahlussunnah wal Jama’ah semoga Allah merahmati mereka semuanya.
🔆 Beliau memiliki karya tulis yang banyak, di antaranya ialah Minhajus Sunnah sebagai bantahan atas Mu’tazilah dan Syi’ah Rafidhah, juga kitab Iqthida’ Ash-Shirothol Mustaqim fii Mukhalafati Ashabil Jahim, juga kitab beliau Al-‘Aqidah Al-Wasithiyah.
⛵️ Dinamakan dengan Al-Wasithiyah karena kitab ini ditulis untuk penduduk Wasith di negeri Iraq. Beliau menulisnya untuk mereka sehingga disebut Al-Wasitiyah. Beliau menulisnya kepada sekelompok orang yang bertanya kepada beliau dari penduduk daerah Wasith sehinggai disebut Al-Wasithiyah.
📝 Beliau juga memiliki tulisan lain dalam bidang ‘Aqidah yang diberi judul Al-Hamawiyah, beliau menulisnya untuk penduduk negeri Hamah di Syam.
📖 Dan beliau juga punya kitab lain yang ketiga tentang Sifat Allah yang diberi judul At-Tadmuriyyah, beliau menulisnya untuk penduduk Tadmur di Syam.
🔹 Inilah sebab penamaan Wasithiyyah, dikarenakan ia merupakan kitab aqidah yang beliau tulis kepada penduduk wasith. Sedangkan Hamawiyah adalah aqidah yang beliau tulis kepada penduduk Hamah, dan Tadmuriyah kitab aqidah yang beliau tulis kepada penduduk Tadmur.
🔸 Ini merupakan tiga kitab yang agung pada kitab Ahlussunnah wal Jama’ah dan bermanfaat, kami wasiatkan agar membacanya dan mengambil faedah darinya.
🌏 Sumber: Syabakah Al-Ajury
📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Ikuti Channel kami di telegram https://telegram.me/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Telegram
Warisan Salaf
Warisan Salaf
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
💢 PELAJARAN HARI SABTU DAN AHAD
✳️ MHN MAAF KEPADA MEMBER CHANNEL, disebabkan ada kegiatan daurah di daerah kami (Stabat Sumatera Utara) yang diisi oleh Al-Ustadz Askari, maka untuk hari Sabtu dan Ahad (tgl 26 dan 27 maret 2016) pelajaran di channel ini tidak sesuai dengan Jadwal. Tapi kami berusaha untuk tetap mengirimkan faedah yang lainnya. Harap dimaklumi dan semoga bermanfaat.
🔗 Admin Warisan Salaf
✳️ MHN MAAF KEPADA MEMBER CHANNEL, disebabkan ada kegiatan daurah di daerah kami (Stabat Sumatera Utara) yang diisi oleh Al-Ustadz Askari, maka untuk hari Sabtu dan Ahad (tgl 26 dan 27 maret 2016) pelajaran di channel ini tidak sesuai dengan Jadwal. Tapi kami berusaha untuk tetap mengirimkan faedah yang lainnya. Harap dimaklumi dan semoga bermanfaat.
🔗 Admin Warisan Salaf
✅ KEUTAMAAN MENYANTUNI JANDA DAN ORANG MISKIN 💢
🌻 Dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "السَّاعِي عَلَى الْأَرْمَلَةِ وَالْمَسَاكِينِ، كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، وَكَالَّذِي يَصُومُ النَّهَارَ وَيَقُومُ اللَّيْلَ".
"Orang yang membantu para janda dan orang-orang miskin laksana mujahid di jalan Allah dan orang yang berpuasa di siang hari serta bangun (shalat) di malam hari."
🌏HR. Al-Bukhari dalam Adabul Mufrod (no.133)
📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Ikuti Channel kami di telegram https://telegram.me/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🌻 Dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "السَّاعِي عَلَى الْأَرْمَلَةِ وَالْمَسَاكِينِ، كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، وَكَالَّذِي يَصُومُ النَّهَارَ وَيَقُومُ اللَّيْلَ".
"Orang yang membantu para janda dan orang-orang miskin laksana mujahid di jalan Allah dan orang yang berpuasa di siang hari serta bangun (shalat) di malam hari."
🌏HR. Al-Bukhari dalam Adabul Mufrod (no.133)
📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Ikuti Channel kami di telegram https://telegram.me/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Telegram
Warisan Salaf
Warisan Salaf
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
✅ 🌻 MERENGEK DALAM BERDO'A :: Adab Terkabulnya Do'a :: 💢
🔗 Merengek adalah meminta sesuatu dengan mendesak
Al-Auza’i menyebutkan sebuah riwayat dari Zuhri dari Urwah dari ‘Aisyah Radhiallahu ‘anha, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah menyukai seorang yang merengek di dalam do’anya.”
Dalam kitab Az-Zuhd karya Al-Imam Ahmad, disebutkan sebuah Atsar dari Qotadah, dari Muwarriq, “Aku tidak mendapati permisalan yang tepat bagi seorang mukmin, kecuali ibarat seseorang yang berada di tengah lautan yang hanya berpegangan kepada sebatang kayu. Lalu ia berdo’a, “Wahai Rabbku, Wahai Rabbku..” Ia berharap Allah menyelamatkannya.” Al-Jawabul Kaafi (hal.11)
⛵️ Maksudnya adalah, seorang mukmin hidupnya di dunia dipenuhi dengan rasa butuh kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Ia selalu berdo’a dalam setiap kebutuhannya. Dan di dalam berdo’a dia seperti seorang yang berada di tengah lautan yang hanya berpegangan kepada sebatang kayu. Keadaan darurat tersebut membuat ia sangat khusyu’ dan mengulang-ulang permintaannya. Berharap agar Allah mengabulkan do'anya.
🌏 Sumber panduan: Al-Jawabul Kaafi (hal.11)
📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf
〰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan artikel dan Fatawa Ulama’ Ahlussunnah wal Jama’ah
🍏 Ikuti Channel kami di telegram https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🔗 Merengek adalah meminta sesuatu dengan mendesak
Al-Auza’i menyebutkan sebuah riwayat dari Zuhri dari Urwah dari ‘Aisyah Radhiallahu ‘anha, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah menyukai seorang yang merengek di dalam do’anya.”
Dalam kitab Az-Zuhd karya Al-Imam Ahmad, disebutkan sebuah Atsar dari Qotadah, dari Muwarriq, “Aku tidak mendapati permisalan yang tepat bagi seorang mukmin, kecuali ibarat seseorang yang berada di tengah lautan yang hanya berpegangan kepada sebatang kayu. Lalu ia berdo’a, “Wahai Rabbku, Wahai Rabbku..” Ia berharap Allah menyelamatkannya.” Al-Jawabul Kaafi (hal.11)
⛵️ Maksudnya adalah, seorang mukmin hidupnya di dunia dipenuhi dengan rasa butuh kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Ia selalu berdo’a dalam setiap kebutuhannya. Dan di dalam berdo’a dia seperti seorang yang berada di tengah lautan yang hanya berpegangan kepada sebatang kayu. Keadaan darurat tersebut membuat ia sangat khusyu’ dan mengulang-ulang permintaannya. Berharap agar Allah mengabulkan do'anya.
🌏 Sumber panduan: Al-Jawabul Kaafi (hal.11)
📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf
〰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan artikel dan Fatawa Ulama’ Ahlussunnah wal Jama’ah
🍏 Ikuti Channel kami di telegram https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Telegram
Warisan Salaf
Warisan Salaf
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
📖 👆🏻KITAB AQIDAH AHLUSSUNNAH WAL JAMA'AH (PDF)
🔗 Karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Rahimahullah
📎 Bahasa Arab
🍐 Silahkan dibagikan kepada yang membutuhkan, semoga menjadi amal jariyah
📡 Tim Warisan Salaf
🔗 Karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Rahimahullah
📎 Bahasa Arab
🍐 Silahkan dibagikan kepada yang membutuhkan, semoga menjadi amal jariyah
📡 Tim Warisan Salaf
🌻 ORANG TERBAIK DI ANTARA KEDUANYA ADALAH YANG MEMULAI MENGUCAPKAN SALAM
💢 Dari Abu Ayyub Al-Anshari Radhiallahu 'anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,
عَنْ أَبِي أَيُّوبَ الأَنْصَارِيِّ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " لاَ يَحِلُّ لِرَجُلٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلاَثِ لَيَالٍ، يَلْتَقِيَانِ: فَيُعْرِضُ هَذَا وَيُعْرِضُ هَذَا، وَخَيْرُهُمَا الَّذِي يَبْدَأُ بِالسَّلاَمِ
⚠️ "TIDAK HALAL bagi seorang muslim memboikot sudaranya lebih dari tiga malam, yang mana Keduanya saling pertemu, yang ini memalingkan wajahnya dan ini juga memalingkan wajahnya. Sebaik-sebaik keduanya adalah yang memulai mengucapkan salam." (HR. Al-Bukhari no.6077 dan Muslim no. 2560)
✳️ Larangan memboikot seorang muslim dalam hadits ini berlaku bila sebabnya adalah urusan dunia, seperti sakit hati, ketersinggungan, merasa tersaingi, dan sebab lainnya.
✅ Adapun urusan agama maka boleh memboikot seorang muslim lebih dari tiga malam, sebagaimana dahulu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam dan para shahabat memboikot Ka'ab bin Malik beserta dua orang temannya selama 50 malam.
❌ Hanyasaja jangan sampai seseorang beralasan bahwa dia memboikot seorang muslim karena urusan agama, padahal kenyataanya adalah karena urusan pribadi dan dunia.
📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Ikuti Channel kami di telegram https://telegram.me/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
💢 Dari Abu Ayyub Al-Anshari Radhiallahu 'anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,
عَنْ أَبِي أَيُّوبَ الأَنْصَارِيِّ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " لاَ يَحِلُّ لِرَجُلٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلاَثِ لَيَالٍ، يَلْتَقِيَانِ: فَيُعْرِضُ هَذَا وَيُعْرِضُ هَذَا، وَخَيْرُهُمَا الَّذِي يَبْدَأُ بِالسَّلاَمِ
⚠️ "TIDAK HALAL bagi seorang muslim memboikot sudaranya lebih dari tiga malam, yang mana Keduanya saling pertemu, yang ini memalingkan wajahnya dan ini juga memalingkan wajahnya. Sebaik-sebaik keduanya adalah yang memulai mengucapkan salam." (HR. Al-Bukhari no.6077 dan Muslim no. 2560)
✳️ Larangan memboikot seorang muslim dalam hadits ini berlaku bila sebabnya adalah urusan dunia, seperti sakit hati, ketersinggungan, merasa tersaingi, dan sebab lainnya.
✅ Adapun urusan agama maka boleh memboikot seorang muslim lebih dari tiga malam, sebagaimana dahulu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam dan para shahabat memboikot Ka'ab bin Malik beserta dua orang temannya selama 50 malam.
❌ Hanyasaja jangan sampai seseorang beralasan bahwa dia memboikot seorang muslim karena urusan agama, padahal kenyataanya adalah karena urusan pribadi dan dunia.
📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Ikuti Channel kami di telegram https://telegram.me/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Telegram
Warisan Salaf
Warisan Salaf
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
💢 PELAJARAN FIKIH (5): BAB TENTANG BUANG HAJAT DAN ADAB-ADABNYA (Lanjutan)
🔗 (Sunnah-Sunnah yang dilakukan di Tempat Buang Hajat)
3⃣ Permasalahan KeTiga: Perkara yang disunnahkan dilakukan di tempat Buang Hajat
✅ Disunnahkan bagi orang yang masuk ke tempat buang hajat untuk:
🔷Mengucapkan (ketika akan masuk),
بسم الله اللهم إني أعوذ بك من الخبث والخبائث
BISMILLAH ALLOHUMMA INNI A'UDZUBIKA MINAL KHUBUTSI WAL KHOBAITS
"Dengan menyebut nama Allah, ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari (kejahatan) Syaithan laki-laki dan syaithan perempuan."
dan ketika selesai mengucapkan (diluar tempat buang hajat),
غفرانك
GHUFRONAKA
"(ya Allah, Aku memohon) ampunan-Mu."
🔷 Mendahulukan Kaki kiri ketika masuk dan kaki kanan ketika keluar.
🔷 Tidak membuka auratnya kecuali setelah ia dekat dengan tanah.
🔷 Apabila buang hajat dilakukan di tempat terbuka (seperti padang pasir dan yang semisalnya) maka disunnahkan baginya untuk menjauh dan menutupi hingga tidak terlihat.
✅ Dalil-dali untuk semua poin di atas adalah sebagai berikut:
🌻 Hadits Jabir Radhiallahu 'anhu, ia berkata,
خرجنا مع رسول الله - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - في سفر وكان رسول الله - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - لا يأتي البراز حتى يتغيب فلا يُرى
"Kami keluar bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam dalam sebuah perjalanan, dan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam tidaklah mendatangi tempat buang hajat hingga menjauh sehingga tidak terlihat." (HR. Abu Daud no.2)
🌻 hadits Ali Radhiallahu 'anhu beliau, ia berkata, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,
ستر ما بين الجن وعورات بني آدم إذا دخل الخلاء، أن يقول: بسم الله
"Penghalang antara jin dan auratnya bani Adam apabila ia memasuki tempat buang hajat adalah ia mengucapkan, Bismillah." (HR. Ibnu Majah no.297)
🌻 hadits Anas bin Malik Radhiallahu 'anhu, ia berkata,
"adalah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam apabila masuk ke tempat buang hajat beliau mengucapkan,
اللهم إني أعوذ بك من الخبث والخبائث
ALLOHUMMA INNI A'UDZU BIKA MINAL KHUBUTSI WAL KHOBAITS
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari (kejahatan) syaithan laki-laki dan syaithan perempuan." (HR. Al-Bukhari no.142 dan Muslim no.375)
🌻 hadits Aisyah Radhiallahu 'anha, ia berkata,
"Adalah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam apabila keluar dari tempat buang hajat beliau mengucapkan,
غفرانك
GHUFRONAKA
"(ya Allah, aku memohon) ampunan-MU" (HR. Abu Daud no.17)
🌻 dan hadits Ibnu Umar Radhiallahu 'anhuma, ia berkata, "Bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam apabila ingin buang hajat, beliau tidak mengangkat pakaiannya kecuali setelah mendekat ke tanah." (HR. Abu Daud no.14)
〰➰〰
🔆 Ikuti terus pelajaran Fikih Muyasar setiap hari Selasa dan Kamis.
🌏 Sumber panduan: Al-Fiqhu Al-Muyassar hal.10
📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf
〰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan artikel dan Fatawa Ulama’ Ahlussunnah wal Jama’ah
🍏 Ikuti Channel kami di telegram https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🔗 (Sunnah-Sunnah yang dilakukan di Tempat Buang Hajat)
3⃣ Permasalahan KeTiga: Perkara yang disunnahkan dilakukan di tempat Buang Hajat
✅ Disunnahkan bagi orang yang masuk ke tempat buang hajat untuk:
🔷Mengucapkan (ketika akan masuk),
بسم الله اللهم إني أعوذ بك من الخبث والخبائث
BISMILLAH ALLOHUMMA INNI A'UDZUBIKA MINAL KHUBUTSI WAL KHOBAITS
"Dengan menyebut nama Allah, ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari (kejahatan) Syaithan laki-laki dan syaithan perempuan."
dan ketika selesai mengucapkan (diluar tempat buang hajat),
غفرانك
GHUFRONAKA
"(ya Allah, Aku memohon) ampunan-Mu."
🔷 Mendahulukan Kaki kiri ketika masuk dan kaki kanan ketika keluar.
🔷 Tidak membuka auratnya kecuali setelah ia dekat dengan tanah.
🔷 Apabila buang hajat dilakukan di tempat terbuka (seperti padang pasir dan yang semisalnya) maka disunnahkan baginya untuk menjauh dan menutupi hingga tidak terlihat.
✅ Dalil-dali untuk semua poin di atas adalah sebagai berikut:
🌻 Hadits Jabir Radhiallahu 'anhu, ia berkata,
خرجنا مع رسول الله - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - في سفر وكان رسول الله - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - لا يأتي البراز حتى يتغيب فلا يُرى
"Kami keluar bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam dalam sebuah perjalanan, dan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam tidaklah mendatangi tempat buang hajat hingga menjauh sehingga tidak terlihat." (HR. Abu Daud no.2)
🌻 hadits Ali Radhiallahu 'anhu beliau, ia berkata, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,
ستر ما بين الجن وعورات بني آدم إذا دخل الخلاء، أن يقول: بسم الله
"Penghalang antara jin dan auratnya bani Adam apabila ia memasuki tempat buang hajat adalah ia mengucapkan, Bismillah." (HR. Ibnu Majah no.297)
🌻 hadits Anas bin Malik Radhiallahu 'anhu, ia berkata,
"adalah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam apabila masuk ke tempat buang hajat beliau mengucapkan,
اللهم إني أعوذ بك من الخبث والخبائث
ALLOHUMMA INNI A'UDZU BIKA MINAL KHUBUTSI WAL KHOBAITS
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari (kejahatan) syaithan laki-laki dan syaithan perempuan." (HR. Al-Bukhari no.142 dan Muslim no.375)
🌻 hadits Aisyah Radhiallahu 'anha, ia berkata,
"Adalah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam apabila keluar dari tempat buang hajat beliau mengucapkan,
غفرانك
GHUFRONAKA
"(ya Allah, aku memohon) ampunan-MU" (HR. Abu Daud no.17)
🌻 dan hadits Ibnu Umar Radhiallahu 'anhuma, ia berkata, "Bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam apabila ingin buang hajat, beliau tidak mengangkat pakaiannya kecuali setelah mendekat ke tanah." (HR. Abu Daud no.14)
〰➰〰
🔆 Ikuti terus pelajaran Fikih Muyasar setiap hari Selasa dan Kamis.
🌏 Sumber panduan: Al-Fiqhu Al-Muyassar hal.10
📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf
〰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan artikel dan Fatawa Ulama’ Ahlussunnah wal Jama’ah
🍏 Ikuti Channel kami di telegram https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Telegram
Warisan Salaf
Warisan Salaf
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
✍1👍1
✅ 🍜 MEMPERHATIKAN TETANGGA
🔆 Dari Abdullah bin Zubair Radhiallahu 'anhu ia berkata, aku mendengar Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,
لَيْسَ الْمُؤْمِنُ الَّذِي يَشْبَعُ، وجارُه جَائِعٌ
💢 "Bukanlah seorang mukmin seseorang yang kenyang sedangkan tetanggnya kelaparan." (Shahih Adabul Mufrod hal.67)
📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf
〰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan artikel dan Fatawa Ulama’ Ahlussunnah wal Jama’ah
🍏 Ikuti Channel kami di telegram https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🔆 Dari Abdullah bin Zubair Radhiallahu 'anhu ia berkata, aku mendengar Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,
لَيْسَ الْمُؤْمِنُ الَّذِي يَشْبَعُ، وجارُه جَائِعٌ
💢 "Bukanlah seorang mukmin seseorang yang kenyang sedangkan tetanggnya kelaparan." (Shahih Adabul Mufrod hal.67)
📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf
〰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan artikel dan Fatawa Ulama’ Ahlussunnah wal Jama’ah
🍏 Ikuti Channel kami di telegram https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Telegram
Warisan Salaf
Warisan Salaf
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
💢 JADWAL PELAJARAN HARI INI
✅ Pelajaran hari ini adalah ADAB DAN AKHLAQ SEHARI-HARI
Pada hari Rabu yang lalu kita telah belajar bersama ADAB BERTETANGGA BAGIAN 1
Bagi teman-teman yang ingin muroja'ah atau belum mengikuti silahkan dibaca kembali melalui link di bawah ini:
https://telegram.me/warisansalaf/123
✳️ Admin Warisan Salaf
✅ Pelajaran hari ini adalah ADAB DAN AKHLAQ SEHARI-HARI
Pada hari Rabu yang lalu kita telah belajar bersama ADAB BERTETANGGA BAGIAN 1
Bagi teman-teman yang ingin muroja'ah atau belum mengikuti silahkan dibaca kembali melalui link di bawah ini:
https://telegram.me/warisansalaf/123
✳️ Admin Warisan Salaf
✅ PELAJARAN ADAB: ADAB BERTETANGGA BAGIAN (2⃣)
💢 Para pembaca yang semoga dirahmati Allah subhanahu wa ta’ala. Islam sangat memperhatikan adab dan aturan hidup bertetangga. Tidak ada adab atau aturan hidup bertetangga yang lebih sempurna dari apa yang terdapat dalam agama Islam. Dengan mengikuti adab atau aturan bertetangga ala Islam pasti akan terwujud lingkungan yang tenang, tidak ada gangguan, sejahtera, dan penuh kebahagiaan.
⛵️ Di antara bentuk pengaturan Islam dalam kehidupan bertetangga adalah hak masing-masing tetangga sesuai dengan kedudukannya, sebagaimana berikut:
1⃣ Tetangga muslim dan sekaligus saudara kerabatnya, maka dia mendapatkan tiga hak, yaitu hak seorang muslim, hak saudara, dan hak tetangga.
2⃣ Tetangga muslim dan tidak mempunyai ikatan kekerabatan, maka dia mempunyai dua hak, yaitu hak muslim dan hak tetangga.
3⃣ Tetangga non muslim, maka dia hanya mendapatkan satu hak, yaitu hak tetangga.
✅ Mengenali Hak-hak Tetangga
💢 Di antara hak tetangga yang harus diperhatikan adalah:
1⃣ Tidak mengganggunya dengan lisan dan anggota badan. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah dia mengganggu tetangganya.”(HR. al-Bukhari dan Muslim, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)
Suatu hari disampaikan kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam seorang wanita yang dia sering berpuasa, bersedekah, banyak beribadah, shalat malam dan berbagai kebaikan yang lain, akan tetapi Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Dia di neraka,” karena tetangganya tidak selamat dari gangguan lisannya. (HR. Ahmad dalam al-Musnad 2/440, al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no. 119)
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-’Utsaimin rahimahullah berkata, “Di dalam hadits ini terdapat dalil akan haramnya berbuat zalim kepada tetangga, baik dalam bentuk perkataan atau perbuatan. Di antara kezaliman dalam bentuk perkataan adalah memperdengarkan kepada tetangga suara yang mengganggu, seperti radio, televisi, atau suara lain yang mengganggu. Hal semacam ini sungguh tidak halal, meskipun yang diperdengarkan adalah bacaan Al-Qur`an, (selama itu) mengganggu tetangga berarti dia telah berbuat zalim. Maka tidak halal baginya untuk melakukannya. Adapun (kezaliman dalam bentuk) perbuatan, seperti membuang sampah di sekitar pintu tetangga, mempersempit pintu masuknya, atau perbuatan semisalnya yang merugikan tetangga. Termasuk dalam hal ini, jika seseorang memiliki pohon kurma atau pohon lain di sekitar tembok tetangga ketika dia menyirami, (airnya berlebih hingga) melampaui tetangganya. Ini pun sesungguhnya termasuk kezaliman yang tidak halal baginya.” (Syarh Riyadhis Shalihin, 2/178)
2⃣ Mudah dalam memberikan bantuan, menziarahinya, menjenguknya di kala sakit, dan berbagai bentuk kebaikan walaupun hanya sekedar menampakkan wajah yang berseri-seri kepadanya, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Janganlah engkau meremehkan sedikit pun dari kebaikan, walaupun sekedar menampakkan wajah yang berseri-seri ketika bertemu saudaramu.”(HR. Muslim no. 2626, dari sahabat Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu)
3⃣ Memberikan hadiah, karena hal ini dapat menumbuhkan kecintaan. Rasulullah n bersabda:
“Saling menghadiahilah kalian niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no. 594, dihasankan oleh al-Imam al-Albani rahimahullah dalam Irwa`ul Ghalil no. 1601, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)
Dalam riwayat yang lain Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Wahai wanita-wanita muslimah, jangan sekali-kali seorang tetangga menganggap remeh untuk memberikan hadiah kepada tetangganya walaupun hanya sepotong kaki kambing.” (HR. al-Bukhari no. 2566 dan Muslim no. 2376, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu) 👇🏻
💢 Para pembaca yang semoga dirahmati Allah subhanahu wa ta’ala. Islam sangat memperhatikan adab dan aturan hidup bertetangga. Tidak ada adab atau aturan hidup bertetangga yang lebih sempurna dari apa yang terdapat dalam agama Islam. Dengan mengikuti adab atau aturan bertetangga ala Islam pasti akan terwujud lingkungan yang tenang, tidak ada gangguan, sejahtera, dan penuh kebahagiaan.
⛵️ Di antara bentuk pengaturan Islam dalam kehidupan bertetangga adalah hak masing-masing tetangga sesuai dengan kedudukannya, sebagaimana berikut:
1⃣ Tetangga muslim dan sekaligus saudara kerabatnya, maka dia mendapatkan tiga hak, yaitu hak seorang muslim, hak saudara, dan hak tetangga.
2⃣ Tetangga muslim dan tidak mempunyai ikatan kekerabatan, maka dia mempunyai dua hak, yaitu hak muslim dan hak tetangga.
3⃣ Tetangga non muslim, maka dia hanya mendapatkan satu hak, yaitu hak tetangga.
✅ Mengenali Hak-hak Tetangga
💢 Di antara hak tetangga yang harus diperhatikan adalah:
1⃣ Tidak mengganggunya dengan lisan dan anggota badan. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah dia mengganggu tetangganya.”(HR. al-Bukhari dan Muslim, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)
Suatu hari disampaikan kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam seorang wanita yang dia sering berpuasa, bersedekah, banyak beribadah, shalat malam dan berbagai kebaikan yang lain, akan tetapi Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Dia di neraka,” karena tetangganya tidak selamat dari gangguan lisannya. (HR. Ahmad dalam al-Musnad 2/440, al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no. 119)
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-’Utsaimin rahimahullah berkata, “Di dalam hadits ini terdapat dalil akan haramnya berbuat zalim kepada tetangga, baik dalam bentuk perkataan atau perbuatan. Di antara kezaliman dalam bentuk perkataan adalah memperdengarkan kepada tetangga suara yang mengganggu, seperti radio, televisi, atau suara lain yang mengganggu. Hal semacam ini sungguh tidak halal, meskipun yang diperdengarkan adalah bacaan Al-Qur`an, (selama itu) mengganggu tetangga berarti dia telah berbuat zalim. Maka tidak halal baginya untuk melakukannya. Adapun (kezaliman dalam bentuk) perbuatan, seperti membuang sampah di sekitar pintu tetangga, mempersempit pintu masuknya, atau perbuatan semisalnya yang merugikan tetangga. Termasuk dalam hal ini, jika seseorang memiliki pohon kurma atau pohon lain di sekitar tembok tetangga ketika dia menyirami, (airnya berlebih hingga) melampaui tetangganya. Ini pun sesungguhnya termasuk kezaliman yang tidak halal baginya.” (Syarh Riyadhis Shalihin, 2/178)
2⃣ Mudah dalam memberikan bantuan, menziarahinya, menjenguknya di kala sakit, dan berbagai bentuk kebaikan walaupun hanya sekedar menampakkan wajah yang berseri-seri kepadanya, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Janganlah engkau meremehkan sedikit pun dari kebaikan, walaupun sekedar menampakkan wajah yang berseri-seri ketika bertemu saudaramu.”(HR. Muslim no. 2626, dari sahabat Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu)
3⃣ Memberikan hadiah, karena hal ini dapat menumbuhkan kecintaan. Rasulullah n bersabda:
“Saling menghadiahilah kalian niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no. 594, dihasankan oleh al-Imam al-Albani rahimahullah dalam Irwa`ul Ghalil no. 1601, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)
Dalam riwayat yang lain Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Wahai wanita-wanita muslimah, jangan sekali-kali seorang tetangga menganggap remeh untuk memberikan hadiah kepada tetangganya walaupun hanya sepotong kaki kambing.” (HR. al-Bukhari no. 2566 dan Muslim no. 2376, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu) 👇🏻
👍1💯1
☝🏻️(lanjutan)...
Al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani rahimahullah menyatakan bahwa hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu di atas memberikan isyarat ditekankannya memberikan hadiah walaupun dengan sesuatu yang sedikit/kecil, dan ditekankannya menerima pemberian/hadiah walaupun sedikit/tidak berarti. (Fathul Bari 5/244, 245)
🔆 Hadiah dapat memberikan pengaruh secara maknawi, bukan materi semata. Sungguh yang namanya hadiah walaupun kecil/sedikit akan dapat menumbuhkan cinta dan menghilangkan kedengkian.
✅ Penutup
Para pembaca yang semoga dirahmati Allah subhanahu wa ta’ala, menjalani kehidupan bertetangga dengan baik dan saling menunaikan hak masing-masing merupakan suatu kebahagiaan dan tanda kebaikan sebuah masyarakat. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada empat perkara yang termasuk dari kebahagiaan: istri yang shalihah, tempat tinggal yang luas, tetangga yang shalih dan tunggangan (kendaraan) yang nyaman. Dan ada empat perkara yang termasuk dari kesengsaraan; tetangga yang jelek, istri yang jahat (tidak shalihah), tunggangan yang jelek, dan tempat tinggal yang sempit.” (HR. Ibnu Hibban, hadits ini dishahihkan asy-Syaikh Muqbil rahimahullah dalam kitab beliau ash-Shahihul Musnad Mimma Laysa fish- Shahihain 1/277)
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
“Sebaik-baik sahabat di sisi Allah adalah mereka yang terbaik kepada sahabatnya, dan sebaik-baik tetangga di sisi Allah adalah yang terbaik kepada tetangganya.”(HR. at-Tirmidzi, Ahmad dan ad-Darimi, dari sahabat ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma)
Demikianlah kajian tentang adab bertetangga, semoga bermanfaat bagi kita semua.
Amin ya Rabbal ‘alamin.
📝 Buletin Al-Ilmu
〰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan artikel dan Fatawa Ulama’ Ahlussunnah wal Jama’ah
🍏 Ikuti Channel kami di telegram https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani rahimahullah menyatakan bahwa hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu di atas memberikan isyarat ditekankannya memberikan hadiah walaupun dengan sesuatu yang sedikit/kecil, dan ditekankannya menerima pemberian/hadiah walaupun sedikit/tidak berarti. (Fathul Bari 5/244, 245)
🔆 Hadiah dapat memberikan pengaruh secara maknawi, bukan materi semata. Sungguh yang namanya hadiah walaupun kecil/sedikit akan dapat menumbuhkan cinta dan menghilangkan kedengkian.
✅ Penutup
Para pembaca yang semoga dirahmati Allah subhanahu wa ta’ala, menjalani kehidupan bertetangga dengan baik dan saling menunaikan hak masing-masing merupakan suatu kebahagiaan dan tanda kebaikan sebuah masyarakat. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada empat perkara yang termasuk dari kebahagiaan: istri yang shalihah, tempat tinggal yang luas, tetangga yang shalih dan tunggangan (kendaraan) yang nyaman. Dan ada empat perkara yang termasuk dari kesengsaraan; tetangga yang jelek, istri yang jahat (tidak shalihah), tunggangan yang jelek, dan tempat tinggal yang sempit.” (HR. Ibnu Hibban, hadits ini dishahihkan asy-Syaikh Muqbil rahimahullah dalam kitab beliau ash-Shahihul Musnad Mimma Laysa fish- Shahihain 1/277)
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
“Sebaik-baik sahabat di sisi Allah adalah mereka yang terbaik kepada sahabatnya, dan sebaik-baik tetangga di sisi Allah adalah yang terbaik kepada tetangganya.”(HR. at-Tirmidzi, Ahmad dan ad-Darimi, dari sahabat ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma)
Demikianlah kajian tentang adab bertetangga, semoga bermanfaat bagi kita semua.
Amin ya Rabbal ‘alamin.
📝 Buletin Al-Ilmu
〰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan artikel dan Fatawa Ulama’ Ahlussunnah wal Jama’ah
🍏 Ikuti Channel kami di telegram https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Telegram
Warisan Salaf
Warisan Salaf
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
⛵️✳️ ORANG MUKMIN YANG BAIK ADALAH YANG SELALU MENGAWASI GERAK GERIK ANGGOTA TUBUHNYA
🔆 Disebutkan dari Hasan al-Bashri Rahimahullah, bahwasanya beliau berkata:
لا تلقى المؤمن إلا يحاسب نفسه: وماذا أردت تعملين؟ وماذا أردت تأكلين؟ وماذا أردت تشربين؟. والفاجر يمضى قدما قدما لا يحاسب نفسه".
✅ "Tidaklah engkau menemui seorang mukmin melainkan ia akan selalu mengoreksi dirinya, Apa yang hendak engkau lakukan? apa yang hendak engkau makan? apa yang hendak engkau minum?"
Adapun orang fajir maka dia berlalu begitu saja tanpa mengintrospeksi dirinya (tidak peduli terhadap apa yang akan dilakukannya,pen)." (Ighatsatul Lahafan hal.78)
💢 Seorang mukmin akan berhati-hati dalam bertindak. Setiap gerak-gerik anggota tubuhnya selalu dia awasi. Ketika akan melakukan sesuatu maka dia akan melihat apakah amalan itu bermanfaat atau tidak, atau amalan itu diperbolehkan atau dilarang?!
demikian pula ketika hendak makan dan minum, maka dia akan mengawasi apakah makanan yang akan dia makan dan minum tersebut adalah sesuatu yang halal atau tidak?!
⛔️ Adapun orang fajir yang jelek, maka dia tidak akan peduli terhadap apa yang diperbuat oleh anggota tubuhnya.
📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf
〰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan artikel dan Fatawa Ulama’ Ahlussunnah wal Jama’ah
🍏 Ikuti Channel kami di telegram https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🔆 Disebutkan dari Hasan al-Bashri Rahimahullah, bahwasanya beliau berkata:
لا تلقى المؤمن إلا يحاسب نفسه: وماذا أردت تعملين؟ وماذا أردت تأكلين؟ وماذا أردت تشربين؟. والفاجر يمضى قدما قدما لا يحاسب نفسه".
✅ "Tidaklah engkau menemui seorang mukmin melainkan ia akan selalu mengoreksi dirinya, Apa yang hendak engkau lakukan? apa yang hendak engkau makan? apa yang hendak engkau minum?"
Adapun orang fajir maka dia berlalu begitu saja tanpa mengintrospeksi dirinya (tidak peduli terhadap apa yang akan dilakukannya,pen)." (Ighatsatul Lahafan hal.78)
💢 Seorang mukmin akan berhati-hati dalam bertindak. Setiap gerak-gerik anggota tubuhnya selalu dia awasi. Ketika akan melakukan sesuatu maka dia akan melihat apakah amalan itu bermanfaat atau tidak, atau amalan itu diperbolehkan atau dilarang?!
demikian pula ketika hendak makan dan minum, maka dia akan mengawasi apakah makanan yang akan dia makan dan minum tersebut adalah sesuatu yang halal atau tidak?!
⛔️ Adapun orang fajir yang jelek, maka dia tidak akan peduli terhadap apa yang diperbuat oleh anggota tubuhnya.
📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf
〰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan artikel dan Fatawa Ulama’ Ahlussunnah wal Jama’ah
🍏 Ikuti Channel kami di telegram https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Telegram
Warisan Salaf
Warisan Salaf
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
👍1
✅PELAJARAN TAUHID : Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 4⃣)
Muallif berkata,
الأولي: العلم.
وهو معرفة الله، ومعرفة نبيه، ومعرفة دين الإسلام بالأدلة..
الثانية: العمل به.
الثالثة: الدعوة إليه.
الرابعة: الصبر على الأذى فيه.
(4 Permasalahan yang wajib dipelajari adalah:)
1⃣ Pertama: Ilmu, yaitu mengenal Allah, mengenal Nabi-Nya, dan mengenal agama Islam dengan dalilnya.
2⃣ Kedua: Mengamalkan ilmu.
3⃣ Ketiga: Mendakwahkannya.
4⃣ Keempat: Bersabar atas gangguan di dalamnya.
〰〰➰〰〰
💢 PENJELASAN:
Kewajiban mempelajari empat permasalahan ini ada yang bersifat wajib 'aini dan ada juga yang wajib kifayah.
Adapun permasalahan pertama, yaitu berilmu:
🔹 Mengenal Allah
🔹 Mengenal Nabi-Nya
🔹 dan Mengenal Agama Islam dengan Dalilnya.
adalah wajib 'ain, yakni wajib bagi setiap muslim untuk mengenal Allah, mengenal Nabi-Nya, dan mengenal agama Islam dengan dalil-dalilnya.
🔸 Mengenal Allah adalah beriman kepada-Nya, kepada rububiyah-Nya, Uluhiyah-Nya, dan Nama juga sifat-sifat-Nya yang mulia.
🔸 Mengenal Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa Sallam adalah beriman bahwa beliau adalah utusan Allah dan beriman dengan setiap khabar yang beliau sampaikan.
🔸 Mengenal agama Islam dengan dalil-dalilnya, yaitu bahwasanya Ibadah yang dilakukan oleh seseorang harus dibangun di atas dalil dari Al-Qur'an dan Sunnah. Tidak boleh membuat tuntutnan ibadah sendiri atau karena taklid terhadap tradisi orang tua.
Disebutkan dalam sebuah kaedah, "Hukum Asal dari suatu ibadah adalah dilarang sampai ada dalil yang membolehkannya."
BERSAMBUNG 👇🏻👇🏻👇🏻
Muallif berkata,
الأولي: العلم.
وهو معرفة الله، ومعرفة نبيه، ومعرفة دين الإسلام بالأدلة..
الثانية: العمل به.
الثالثة: الدعوة إليه.
الرابعة: الصبر على الأذى فيه.
(4 Permasalahan yang wajib dipelajari adalah:)
1⃣ Pertama: Ilmu, yaitu mengenal Allah, mengenal Nabi-Nya, dan mengenal agama Islam dengan dalilnya.
2⃣ Kedua: Mengamalkan ilmu.
3⃣ Ketiga: Mendakwahkannya.
4⃣ Keempat: Bersabar atas gangguan di dalamnya.
〰〰➰〰〰
💢 PENJELASAN:
Kewajiban mempelajari empat permasalahan ini ada yang bersifat wajib 'aini dan ada juga yang wajib kifayah.
Adapun permasalahan pertama, yaitu berilmu:
🔹 Mengenal Allah
🔹 Mengenal Nabi-Nya
🔹 dan Mengenal Agama Islam dengan Dalilnya.
adalah wajib 'ain, yakni wajib bagi setiap muslim untuk mengenal Allah, mengenal Nabi-Nya, dan mengenal agama Islam dengan dalil-dalilnya.
🔸 Mengenal Allah adalah beriman kepada-Nya, kepada rububiyah-Nya, Uluhiyah-Nya, dan Nama juga sifat-sifat-Nya yang mulia.
🔸 Mengenal Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa Sallam adalah beriman bahwa beliau adalah utusan Allah dan beriman dengan setiap khabar yang beliau sampaikan.
🔸 Mengenal agama Islam dengan dalil-dalilnya, yaitu bahwasanya Ibadah yang dilakukan oleh seseorang harus dibangun di atas dalil dari Al-Qur'an dan Sunnah. Tidak boleh membuat tuntutnan ibadah sendiri atau karena taklid terhadap tradisi orang tua.
Disebutkan dalam sebuah kaedah, "Hukum Asal dari suatu ibadah adalah dilarang sampai ada dalil yang membolehkannya."
BERSAMBUNG 👇🏻👇🏻👇🏻
