Warisan Salaf
8.34K subscribers
508 photos
14 videos
46 files
1.98K links
Warisan Salaf
ميراث السلف

Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah

Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
Download Telegram
📕 3⃣ PELAJARAN SHAHIH MUSLIM (PEMBAHASAN TENTANG SURGA )

🔘 Kitabul-Jannah
—————————-

📚 Bab 1: Sebuah Pohon yang Besar di Jannah
—————————————————————
🔘 Hadits No.3
—————————————————

📌📜 Dari Abu Huroiroh –rodhiyallahu ‘anhu-, beliau berkata; Rasulullah –shollallahu ‘alaihi wasallam- pernah bersabda:

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ لَشَجَرَةً يَسِيرُ الرَّاكِبُ فِي ظِلِّهَا مِائَةَ سَنَةٍ، لاَ يَقْطَعُهَا

“Sungguh, di dalam Jannah ada sebuah pohon yang (jarak) naungannya (ketika) ditempuh selama 100 tahun oleh pengendara kuda, (tetap) tidak bisa melampauinya.”

》(HR. Muslim No.2826)

🔘Takhrij Hadits:
—————————-
Hadits ini diriwayatkan pula oleh:
Al-Bukhori (3252), (4881), Ahmad (7498), (9243), (9832), (9870), (9950), (10065), (10259), At-Tirmidzi (2523), Ibnu Majah (4335), Ma’mar bin Rosyid dalam Jami’-nya (20877), Abu Nu’aim dalam Sifatul-Jannah (403), Ibnul Mubarok dalam Az-Zuhud (1485), Sunan Ad-Darimi (2881) dan selain mereka.

🔘 Syarah (Penjelasan):
——————————————-
Rasulullah Sholalllahu ‘alaihi wasallam menjelaskan kepada kita bahwa di dalam Jannah terdapat sebuah pohon yang sangat besar.

↔️ Jarak antara ujung naungannya begitu jauh. Walaupun seorang pengendara memacu kuda pacuannya untuk berlari kencang selama 100 tahun perjalanan, niscaya tetap tidak bisa melewati ujungnya. Hal ini, sebagaimana disebutkan dalam hadits nomer 2828 dalam Shohih Muslim-

...الرَّاكِبُ الْجَوَادَ الْمُضَمَّرَ السَّرِيعَ

“... Pengendara kuda pacuan yang berlari kencang...”

🔻Dalam Jami’ Ma’mar bin Rosyid –rohimahullah- (no.20877) disebutkan:

لَا يَبْلُغُهَا

“(Pengendara tersebut tetap) Tidak bisa melewatinya.”

🔻Dalam kitab “Az-Zuhud” milik Al-Imam Ibnul Mubarok –rohimahullah- (no. 1485) disebutkan:

مَا يَبْلُغُ طَرَفَهَا

“(Pengendara tersebut) Belum bisa mencapai ujungnya.”

🔻Itulah yang disebut oleh Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam dengan:

وَظِلٍّ مَمْدُودٍ

“Naungan yang terbentang luas.”

🔻Yang disebutkan di dalam surat Al-Waqi’ah ayat 30. (Lihat Shohih Al-Bukhori (3252), (4881) dan juga Musnad Ahmad (10259))

🔻Sampai-sampai, Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam menggambarkan bahwa dedaunannya menutupi Jannah, beliau Shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

وَإِنَّ وَرَقَهَا لَيُخَمِّرُ الْجَنَّةَ

“Dan sungguh! Dedaunannya menutupi Jannah.” (Musnad Ahmad (9243))

🔻Berkata Ka’ab Al-Ahbar (*): “Maha Benar (Allah Ta’ala) yang telah menurunkan Taurat kepada nabi Musa ‘Alaihis salam, dan menurunkan Al-Qur`an kepada Nabi Muhamamad Shollallahu ‘alaihi wasallam, Jika seandainya seseorang itu menaiki unta yang berumur 3 tahun atau unta yang berumur 4 sampai 5 tahun untuk mengelilingi batang pohon itu, niscaya dia tidak akan bisa melakukannya, walaupun sampai tua renta (dimakan usia).” (Lihat “Az-Zuhud” (1485) karya Ibnul-Mubarok dan “Sifatul-Jannah” no.42, karya Ibnu Abid-Dunya)

(*) Beliau adalah seorang mukhoddrom (hidup sejaman dengan Nabi Sholllallahu ‘alaihi wasallam namun belum pernah ketemu dengan beliau) (Lihat At-Taqrib no.5648)

🍃Saudaraku,... Tatkala kita yakin akan besarnya pohon ini, Tentu kita juga akan semakin yakin akan kebesaran penciptanya; yang pasti lebih besar lagi.


🌷 Ikuti terus pelajaran Shahih Muslim di channel ini, insya Allah.

📝 FAEDAH INI DIKIRIMKAN OLEH AL-USTADZ ABDUL HADI PEKALONGAN HAFIZHAHULLAH


🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
👍1
💯 IA MENYIBUKKAN DIRINYA DENGAN IBADAH

🌴 Ismail bin Musa Rahimahullah berkata,

لَوْ قُلْتُ لَكُمْ إِنِّي مَا رَأَيْتُ حَمَّادَ بْنَ سَلَمَةَ ضَاحِكًا قَطُّ صَدَقْتُكُمْ، كَانَ مَشْغُولًا بِنَفْسِهِ إِمَّا أَنْ يُحَدِّثَ، وَإِمَّا أَنْ يَقْرَأَ وَإِمَّا أَنْ يُسَبِّحَ، وَإِمَّا أَنْ يُصَلِّيَ، كَانَ قَدْ قَسَمَ النَّهَارَ عَلَى هَذِهِ الْأَعْمَالِ

🌻 "Seandainya aku berkata kepada kalian, 'sesungguhnya aku tidak pernah melihat Hammad bin Salamah tertawa sama sekali' sungguh aku telah berkata jujur kepada kalian. Ia tersibukkan dengan dirinya sendiri, terkadang dengan menyampaikan hadits, atau membaca (Alquran), atau bertasbih, atau melakukan shalat. Ia telah membagi waktu siangnya di atas amalan-amalan ini."

🔘 Hammad bin Salamah Rahimahullah adalah ahli hadits dan ahli ibadah. Ia mengungguli teman sejawatnya yaitu Hammad bin Zaid dalam hal ibadah.

🌍 Sumber: Hilyatul Auliya (6/250)
📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Pelajaran TAUHID: Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 9⃣)

🌴 Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullah berkata,

وقال البخاري رحمه الله : ))بَابُ العِلْمِ قَبْلَ القَوْلِ وَالْعَمَلِ )). وَالدَّلِيلُ قَوْلُهُ تَعَالَى: {فَاعْلَمْ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلَّا الله وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ} [سورة محمد، الآية: 19] ، فبدأ بالعلم قبل القول والعمل.

“(Imam) Al-Bukhori Rohimahullah berkata:

‘Bab: Ilmu sebelum ucapan dan perbuatan’,

Dalilnya firman Allah Ta’ala (artinya):

“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (Sesembahan Yang Haq) melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu” (Surat Muhammad ayat 19),

(Di dalam ayat ini) Allah Ta’ala memulai dengan (menyebut) Ilmu (terlebih dahulu) sebelum ucapan dan perbuatan.”


💢 PENJELASAN:

📝Pembahasan kali ini terbagi menjadi dua bagian;

1⃣Bagian Pertama: Biografi Ringkas Al-Imam Al-Bukhori Rohimahullah.
2⃣Bagian Kedua: Penjelasan ucapan beliau Rohimahullah.
—-

Bagian Pertama:

Biografi Ringkas Al-Imam Al-Bukhori Rohimahullah:

🔘Nama Beliau: Muhammad bin Isma’il bin Ibrohim bin al-Mughiroh al-Ju’fi al-Bukhori (*)
Kunyah beliau: Abu Abdillah
(*) al-Bukhori (nisbah kepada kota Bukhoro; tempat kelahiran beliau);

📜 Al-Bukhori kecil lahir di bulan Syawwal tahun 194 Hijriah, tepatnya malam Jum’at tanggal 13. (Sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah” 11/30)

🔻Keadaan beliau yang yatim sepeninggal ayahnya tidak menghalanginya untuk melanglang buana, mengembara mencari hadits ke segala penjuru negeri, mengambil ilmu dari para Ulama, setelah beliau selesai menghafal Al-Quran.

🌼Imam Bukhori menuturkan, “Aku temui lebih dari seribu orang Ulama dari Hijaz, Mekkah, Madinah, Kufah, Basroh, Wasith, Baghdad, Syam, dan Mesir.” (“Sifatus-Shofwah” 2/345 , Ibnul Jauzi)

🍃Hingga akhirnya beliau mendapatkan ratusan ribu hadits yang menancap kuat di dalam dadanya. Beliau mengatakan, “Aku hafal 100.000 hadits shohih, dan 200.000 hadits dho’if.” (Lihat“Ma’rifah Anwa’ Ulumil-Hadits” 1/20; Ibnus-Sholah)

🔘Al-Hafizh Ibnu Hajar menjuluki beliau dengan “Jabalul-Hifzh” (Gunung Hafalan, dikarenakan banyak dan kuatnya hafalan beliau, pen) (At-Taqrib No.5726)

📚Karya tulis beliau sangat banyak. Yang paling masyhur adalah
“Al-Jami’ Al-Musnad Ash-Shohih Al-Mukhtashor min Umuuri Rasulillah Shollallahu ‘alaihi wasallam Wa Sunanihi wa Ayyaamihi”.

📗Yang dikenal sebagai “Shohih Al-Bukhori”.
Sebuah kitab yang disepakati oleh umat Islam sebagai kitab paling shohih setelah Al-Qur`an. Sebagaimana dijelaskan oleh Imam An-Nawawi Rohimahullah. (Lihat “Al-Minhaj” 1/14)

👍 Begitu panjang coretan pena Ulama menuliskan pujian mereka terhadap Imam besar semisal Al-Bukhori. Yang kesemuanya itu berujung pada firman Allah Ta'ala,

ذَلِكَ فَضْلُ اللهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ

“Itulah keutamaan (dari) Allah, (yang) diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya.” [Al-Maidah:54, Al-Hadid:21, Al-Jumu’ah:4]

Wallahu A’lamu bisshowaab.


🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah

📝 FAEDAH INI DIKIRIM OLEH AL-USTADZ ABDUL HADI PEKALONGAN HAFIZHAHULLAH.


🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
👍3
‼️ NIKMAT AGAMA LEBIH PATUT UNTUK DISYUKURI DARIPADA NIKMAT DUNIA


🌻 Salam bin Abi Muthi' rahimahullah berkata,

كُنْ لِنِعْمَةِ اللهِ عَلَيْكَ فِي دِينِكَ أَشْكَرُ مِنْكَ لِنِعْمَةِ اللهِ عَلَيْكَ فِي دُنْيَاكَ

🔗 "Jadilah engkau terhadap nikmat Allah atasmu dalam urusan agamamu lebih bersyukur daripada nikmat Allah atasmu dalam urusan duniamu."


🔘 Abu Sa'id Sallam bin Abi Muthi' Al-Bashri merupakan seorang Imam yang kokoh dan panutan. Beliau mengambil ilmu dari Qatadah, Ayyub As-Sakhtiani, Hisyam bin Urwah, dan selain mereka. Di antara murid beliau adalah Abdull bin Al-Mubarak, Abdurrahman bin Mahdi, dan selain keduanya.
Imam Ahmad berkata, "Ia adalah seorang yang kuat dan shahibu sunnah." (As-Siyar 7/96)


🌍 Sumber: Hilyatul Auliya (6/188)
📝 Dikumpulkan oleh Tim Warisan Salaf

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
👍1
📝 ULAMA SALAF SAJA MENCATAT ILMU.. MENGAPA KITA TIDAK?

☑️ Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu berkata,

مَا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحَدٌ أَكْثَرَ حَدِيثًا عَنْهُ مِنِّي، إِلَّا مَا كَانَ مِنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، فَإِنَّهُ كَانَ يَكْتُبُ وَلاَ أَكْتُبُ

🔸 "Tidak ada seorang pun dari shahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam yang paling banyak (meriwayatkan) hadits dari beliau (shallallahu 'alaihi wa Sallam) selain aku, kecuali dari Abdullah bin Amr, karena ia dahulu menulis sedangkan aku tidak menulis." (HR. Al-Bukhari no.113)

☑️ Asy-Sya'bi rahimahullah berkata,

إذا سمعت شيئا فاكتبه ولو في الحائط

"Apabila engkau mendengar sesuatu (dari ilmu) maka tulislah walaupun di atas tembok." (HR. Abu Khaitsamah dalam Al-Ilmu no.146)

☑️ Ma'mar bin Rasyid rahimahullah berkata,

"Aku menceritakan kepada Yahya bin Abi Katsir beberapa hadits. Maka ia berkata kepadaku, 'tuliskanlah untukku hadits ini dan hadits ini'

Aku menjawab, "Sesungguhnya kami tidak menyukai menulis ilmu.'

Ia berkata, "Tulislah, karena sesungguhnya engkau jika tidak menulisnya maka sungguh engkau telah menyia-nyiakan (hadits tersebut)."

☑️ Abu Shalih Al-Farra' rahimahullah berkata,

"Aku bertanya kepada Abdullah bin Al-Mubarak tentang menulis ilmu. Maka beliau menjawab, "Seandainya bukan karena kitab (buku catatan ilmu,pen) niscaya kami tidak hafal." (As-Siyar 8/409)

Keadaan mereka yang memiliki hafalan yang kuat dan kecerdesan saja sangat bersemangat mencatat ilmu dan menasehatkan kepada para muridnya untuk mencatat. Lalu bagaimana dengan kita??


🌍 Referensi: An-Nubadz fi Adabi Thalabil ilmi (hal.138)
📝 Dikumpulkan oleh Tim Warisan Salaf

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
📕 4⃣ PELAJARAN SHAHIH MUSLIM (PEMBAHASAN TENTANG SURGA )

—————————-
Bab 2
Pemberian “Ridhwan” (atau: Ridho) kepada Penduduk Jannah, Sehingga Allah Ta’ala tidak akan murka kepada mereka selamanya.
—————————————————————

🔘Hadits No.4
—————————————————

Dari Abu Sa’id Al-Khudri Rodhiyallahu ‘anhu, beliau mengabarkan bahwa Rasulullah –shollallahu ‘alaihi wasallam- pernah bersabda:

🔻"Sungguh Allah 'Azza waJalla akan mengajak bicara penduduk Jannah dengan mengatakan,

“Wahai Penduduk Jannah!”

Mereka pun menjawab: “Labbaik (Kami sambut panggilan-
Mu) dengan senang hati, wahai Robb kami. Seluruh kebaikan ada di kedua tanganmu.”

🔻Allah Azza waJalla pun mengatakan: “Apakah kalian rela?”

Mereka pun menjawab: “Kenapa kami tidak rela, Wahai Tuhan kami? Engkau telah memberikan kepada kami sesuatu yang belum pernah Engkau berikan kepada seorang pun dari makhluk-Mu.”

🔻Allah ‘Azza waJalla mengatakan: “Maukah Ku berikan kepada kalian sesuatu yang lebih baik dari itu semua.”

Mereka menjawab: “Wahai Robb Kami, Sesuatu apakah itu? Yang lebih baik dari (pemberianmu) ini?

🔻Allah 'Azza waJalla mengatakan:

: أُحِلُّ عَلَيْكُمْ رِضْوَانِي، فَلَا أَسْخَطُ عَلَيْكُمْ بَعْدَهُ أَبَدًا

“Sekarang, Aku halalkan kepada kalian Ke-Ridho-an Ku, Dan Aku tidak akan murka kepada kalian setelah ini, selamanya.”

》 (HR. Muslim No.2829)

🔘Takhrij Hadits:
—————————-
》Hadits ini diriwayatkan pula oleh:

Al-Bukhori (6549), (7518), Muslim (2829), Ahmad (11835), At-Tirmidzi (2555), Al-Hakim di dalam “Al-Mustadrok (8736), Ma’mar bin Rosyid di dalam "Jami'-nya" (20857), Ibnul-Mubarok di dalam “Musnadnya” (112), Abu Daud At-Thoyalisi di dalam Musnadnya (2293), dan selain mereka.

🔘Syarah (Penjelasan):
——————————————-
Di dalam hadits ini Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam mengabarkan kepada kita sebuah sesi hari Akhir berisi percakapan antara Allah ‘Azza wa Jalla dengan satu golongan penduduk Jannah yang disebut dengan “Jahannamiyyun”, (bekas penduduk Jahannam yang dimasukkan ke dalam Jannah). Mereka belum pernah beramal kebaikan sama sekali. Namun dengan rahmat Allah Ta’ala mereka bisa mendapatkan kenikmatan Jannah. Bahkan mendapatkan ke-Ridhoan-Nya. Sehingga selamat dari murka Allah Ta’ala selama-lamanya. (Lihat “Al-Mustadrok” no.8736, Jami' Ma’mar bin Rosyid no.20857, Musnad Abi Dawud At-Thoyalisi No.2293, Lihat pula “Shohih Al-Bukhori” no.7450 dari shahabat Anas bin Malik Rodhiyallahu ‘anhu tentang rahmat Allah Ta’ala kepada mereka).

🔘Faedah:
—————-
1⃣ Hadits ini termasuk dalil yang menetapan sifat Kalam untuk Allah Ta’ala sesuai dengan kemuliaan dan keagungan-Nya. Bahwasanya Allah Ta’ala berbicara sekehendak-Nya, kapanpun Dia menginginkannya, dengan suara yang didengar dan dipahami, ucapan yang betul-betul hakiki. (Selengkapnya lihat “Ma’arijul-Qobul” (1/255), karya Asy-Syaikh Hafizh bin Ahmad Al-Hakami Rohimahullah)

-Wallahu a’lamu bisshowab-

🌷 Ikuti terus pelajaran Shahih Muslim di channel ini, insya Allah.

📝 FAEDAH INI DIKIRIMKAN OLEH AL-USTADZ ABDUL HADI PEKALONGAN HAFIZHAHULLAH


🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
PELAJARAN FIKIH (1⃣0⃣): BAB KEEMPAT: TENTANG SIWAK DAN SUNNAH-SUNNAH FITHROH (BAG: 3⃣


💢 Permasalahan ketiga: dengan benda apa sajakah bersiwak dilakukan?

🔷 Bersiwak disunnahkan (dianjurkan) dengan menggunakan batang yang masih basah, tidak bercerai berai, dan tidak menimbulkan luka pada mulut karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersiwak dengan menggunakan batang arak (yaitu batang pohon yang biasa digunakan untuk bersiwak).

🔷 Boleh menggunakan tangan kanan atau kiri ketika bersiwak. Permasalahan ini longgar.

🔸 Apaabila tidak ada batang arak ketika berwudhu, boleh menggunakan jari untuk bersiwak. Sebagaimana perbuatan yang telah diriwayatkan dari Ali bin Abu Thalib radhiyallah anhu tentang tata cara wudhu Nabi shallallahu alaihi wa sallam. (HR. Ahmad dalam Al-Musnad 1/158 dan dishahihkan Ibnu Hajar dalam At-Talkhishul Habir 1/70)

- Bersambung Insya Allah -

🌻 Ikuti terus pelajaran FIKIH setiap hari Selasa dan Kamis, Insya Allah.

📝 Faedah ini dikirimkan oleh Al-Ustadz Fathul Mujib Hafizhahullah.

🌍 Sumber Panduan: الفقه الميسر (hal.14)
📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
👍1
📝 MENJAGA RAHASIA

☑️ Rahasia adalah apa yang terjadi secara tersembunyi antara seseorang dengan temannya. Tidak halal baginya menyebarkan rahasia tersebut atau menceritakannya kepada orang lain.

💢 dan rahasia bisa diketahui dengan salah satu dari tiga hal:

1⃣ Pertama: Ia mengatakan kepadamu "Jangan beritahu siapa pun."

2⃣ Kedua: Adanya indikasi dari perbuatannya bahwa ia tidak suka diketahui oleh orang lain, contohnya: ia menoleh ke kanan dan ke kiri pada saat menceritakan sesuatu tersebut.

3⃣ Ketiga: Apa yang dia ceritakan merupakan perkara yang malu atau perkara yang takut bila diketahui oleh orang lain, seperti menceritakan tentang permasalahan pribadi atau keluarganya.

🔷 Jika terdapat salah satu dari tiga keadaan di atas, maka tidak halal bagi seseorang untuk menyebarkan rahasia saudaranya, walaupun dia tidak mengatakan, "jangan beritahu orang lain."

🕋 Allah berfirman, "dan penuhilah janji, karena janji itu pasti dimintai pertanggungjawabannya." (QS. Al-Isra:34)


🌍 Sumber Panduan: Syarah Riyadhus Shalihin Ibnu Utsaimin (4/36)
📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
🍃Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 🔟)
—---------------------------------------------—

📚Penjelasan ucapan Imam Al-Bukhori Rohimahullah,
Bagian Kedua.
—----------------

🌴Beliau rohimahullah mengatakan,

“Bab: Ilmu sebelum ucapan dan perbuatan.”

Asy-Syaikh Al-Fauzan Hafizhohullah menjelaskan, “Mengapa Ilmu (harus didahulukan) sebelum ucapan dan perbuatan?

📝Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah karena amal perbuatan tidak akan bermanfaat (bagi pelakunya) kecuali jika dilakukan di atas ilmu.

🔻Beliau kembali menegaskan, bahwa suatu amal perbuatan yang dilakukan di atas kejahilan (kebodohan) tidak akan bermanfaat bagi pelakunya, bahkan bisa berbahaya dan membinasakan (pelakunya) pada hari kiamat (nanti), oleh karena itu ilmu harus didahulukan sebelum melakukan amal perbuatan. (Lihat “Syarah Tsalatsatil Ushul” hal. 37 – 38)

🔻Dalil atas pernyataan tersebut terdapat dalam surat Muhammad ayat 19.

{فَاعْلَمْ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ}

“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (Sesembahan Yang Haq) melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu.” (Muhammad:19)

🔻Di dalam ayat tersebut Allah Ta’ala menyebutkan “ilmu” terlebih dahulu sebelum “istighfar” (permintaan ampun) yang mengandung ucapan dan amal perbuatan. (Lihat ’Umdatul Qori` vol.2/39; oleh Al-‘Aini Rohimahullah)

🔘Faedah:
—------------
🔻Jika pada pembahasan yang lalu kita telah mengetahui ancaman murka Allah Ta’ala bagi orang-orang yang tidak mengamalkan ilmunya.

🔻Maka pada pembahasan kali ini, ancaman kesesatan ditujukan bagi orang-orang yang beramal suatu amalan tanpa didasari ilmu.
👍Seorang muslim yang baik akan menjauhi jalan kedua kelompok tadi. Karena kehidupan kaum Mukminin dipenuhi dengan ilmu dan amal.
👎Lain halnya dengan kaum Yahudi; mereka menghilangkan amal. (Yakni berilmu tapi tidak beramal); sehingga mendapatkan murka.
Sementara kaum Nashoro mereka menghilangkan ilmu. (Yakni beramal tanpa ilmu); hingga mereka tersesat. (Penjelasan selengkapnya bisa meruju’ kepada “Tafsir Ibn Katsir” 1/141, pada tafsir surat Al-Fatihah)

Wallahu A’lamu bisshowaab.


🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah

📝 FAEDAH INI DIKIRIM OLEH AL-USTADZ ABDUL HADI PEKALONGAN HAFIZHAHULLAH.


🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
☑️ MENGAMBIL ILMU DARI AHLUSSUNNAH

🔘 Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam bahwasanya beliau bersabda,

🔸 "Akan muncul pada akhir jaman sekelompok manusia yang akan menceritakan hadits kepada kalian dengan sesuatu yang tidak pernah kalian mendengarnya demikian juga bapak-bapak kalian. Maka berhati-hatilah kalian dari mereka." (HR. Muslim dalam muqoddimah shahihnya hal.6)

🔘 Al-Imam Al-Baghawi Rahimahullah menyebutkan kesepakatan ulama salaf dalam memboikot ahlul bid'ah, beliau berkata,

🔸 "dan telah berlalu para shahabat, tabi'in, dan pengikut mereka, serta ulama sunnah atas perkara ini, yaitu mereka bersepakat untuk memusuhi ahlul bid'ah dan memboikot mereka." (Syarhus Sunnah 1/227)

🔘 Al-Imam Abdurrahman bin Mahdi rahimahullah berkata,

🔸 "Tiga (jenis manusia) yang tidak diambil (ilmunya) dari mereka, yaitu:
1⃣ Orang yang tertuduh melakukan kedustaan
2⃣ Pelaku kebid'ahan yang menyeruh kepada bid'ahnya
3⃣ dan seseorang yang cenderung keliru dan salah

🔘 Al-Imam Ahmad rahimahullah berkata,

🔸 "Semoga Allah menghinakan al-Karobisi, tidak boleh dijadikan teman duduk, tidak boleh diajak bicara, tidak boleh disalin kitab-kitabnya, dan kami tidak duduk bersama orang yang duduk dengannya."

🔘 Abdul Wahhab Al-Khaffaf rahimahullah berkata,

🔸 "Aku melewati Amr bin Ubaid (tokoh mu'tazilah,pen) sedang duduk sendirian.
🔹 Maka aku bertanya kepadanya, 'apa yang terjadi denganmu sehingga manusia meninggalkanmu?'
🔸 Ia menjawab, 'Ibnu 'Aun (ulama sunnah,pen) telah melarang manusia dariku, maka mereka pun pergi (meninggalkanku)." (Mizanul I'tidal 3/274)

🔘 Sufyan Ats-Tsauri Rahimahullah berkata,

🔸 "Barangsiapa mendengar dari ahli bid'ah, maka Allah tidak akan memberi manfaat dengan apa yang ia dengar. dan barangsiapa berjabatan tangan dengannya, maka sungguh ia telah melepas Islam seutas demi seutas." (Al-Jami' Li AKhlaqi Ar-Rawi 1/138 hal.163)

🔘 Al-Qahthani berkata dalam baitnya,

🔸 Tidaklah berteman dengan ahli bid'ah kecuali orang yang sepertinya ...
🔸 di bawah asap ada api yang berkobar..

⛔️ Oleh karena itu, janganlah mengambil ilmu dari ahli bid'ah dan orang-orang yang menyimpang atau memiliki penyakit di dalam hatinya. Karena mengambil ilmu dari mereka akan mewariskan penyimpangan dari al-haq baik disadari ataupun tidak. Bundar Ibnul Husein rahimahullah berkata, "Berteman dengan ahli bid'ah akan mewariskan berpalingnya dari kebenaran." (As-Siyar 16/106)

⭕️ Sehingga, jangan pedulikan orang yang mengatakan "aku akan mengambil ilmu dari siapa pun" atau "aku akan mengambil yang baiknya saja, adapun yang jelek aku tinggalkan"

Sebenarnya, mereka sedang mempertaruhkan hidayah yang telah Allah berikan kepada mereka.. Allahul musta'an

- Semoga bermanfaat -


🌍 Referensi: An-Nubadz fi Adabi Thalabil ilmi (hal.24-28)
📝 Dikumpulkan oleh Tim Warisan Salaf

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🕋 ULAMA SALAF DAN MEMBACA AL-QUR'AN

🌻 Husein Al-'Anqazi Rahimahullah berkata,
🔸 "Tatkala Abdullah bin Idris akan meninggal, putrinya pun menangis. Maka ia berkata kepadanya, 'Janganlah engkau menangis, wahai puteriku. Karena sungguh aku telah mengkhatamkan Al-Qur'an di rumah ini sebanyak empat ribu kali."


🔗 Abdullah bin Idris bin Yazid adalah seorang imam, al-hafizh, al-muqri', panutan, dan syaikhul Islam.
Beliau merupakan guru dari Abdullah bin Mubarak, Imam Ahmad, Yahya bin Ma'in, dan selain mereka.

🌍 Sumber: As-Siyar (7/499)
📝 Dikumpulkan oleh Tim Warisan Salaf

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🌻 MENDO'AKAN SYAIKH (GURU) DAN MENGAKUI KEUTAMAAN MEREKA

💢 Mendo'akan guru yang telah mengajarkan ilmu agama merupakan bagian dari adab penuntut ilmu. Dalam hadits yang diriwayatkan dari shahabat Abdullah bin Umar Radhiallahu 'anhuma, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,

🔸 "Dan barangsiapa berbuat baik kepada kalian maka balaslah kebaikannya. Jika kamu tidak mampu (membalas kebaikannya) maka berdoalah kebaikan untuknya hingga ia mengetahui bahwa kalian telah membalasnya." (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrod no.216)

☑️ Jika saja seseorang diperintahkan agar membalas kebaikan orang yang berjasa kepadanya dalam urusan dunia walaupun sekadar dengan do'a, maka membalas jasa syaikh atau ustadz yang telah mengajarkan ilmu agama tentu lebih utama.

🔘 Oleh karena itu, kita dapati para ulama salaf rahimahumullah mendo'akan guru-guru mereka dan mengakui bahwa ilmu yang mereka miliki merupakan berkat jasa mereka, ba'dallah.

▶️ Imam Ahmad bin Hanbal Rahimahullah berkata,

"Apa yang kalian lihat ini (yakni ilmu yang beliau sampaikan,pen) atau keumumannya yang aku miliki adalah dari Asy-Syafi'i." (Al-Intiqo' li Ibni Abdil Barr hal.76)

▶️ Yahya bin Sa'id Al-Qatthan Rahimahullah berkata,
"Aku mendo'akan kebaikan bagi Asy-Syafi'i hingga di dalam shalatku." (Al-Intiqo' hal 72)

▶️ Imam Asy-Syafi'i rahimahullah berkata,
"Malik adalah guruku. Dari beliau lah aku mengambil ilmu."

▶️ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,
"dan bagi seorang pelajar hendaknya ia mengetahui kehormatan ustadznya dan berterima kasih atas kebaikannya kepada dirinya. Karena sesungguhnya orang yang tidak berterima kasih kepada manusia hakekatnya ia tidak bersyukur kepada Allah, dan (hendaknya) ia tidak mengabaikan haknya dan tidak mengingkari kebaikannya." (Majmu' Fatawa 28/17)

🕋 Sehingga, marilah kita berterima kasih kepada para ustadz kita dengan membalas kebaikan mereka, atau setidaknya mendo'akan kebaikan untuk mereka. Semoga Allah menjadikan ilmu yang telah mereka ajarkan kepada kita sebagai amal shalih yang terus mengalir pahalanya, dan (semoga mereka) diberi keistiqomahan hingga bertemu dengan Allah Azza wa Jalla, amin.

Wallahu 'alam.

🌍 Panduan Aqwal Ulama: An-Nubadz fi Adabi Thalabil ilmi (hal.173)
📝 Tim Warisan Salaf
〰️〰️〰️〰️
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
💢 MENYEMANGATI ANAK UNTUK MENUNTUT ILMU DAN MENCATAT PELAJARAN (1⃣)

✏️ Mu'tamir bin Sulaiman (187 H) rahimahullah berkata,

كتب إلي أبي، وأنا بالكوفة: «يا بني اشتر الورق واكتب الحديث؛ فإن العلم يبقى والدنانير تذهب

🔗 "Bapakku (yakni Sulamain bin Tharkhan,pen) menulis surat kepadaku ketika aku di Kufah, 'wahai anakku, belilah kertas dan catatlah hadits. Karena sesungguhnya ilmu akan tetap ada sementara dinar-dinar akan hilang." (Jami'u Bayanil Ilmi wa Fadhlihi no.292)


📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
2⃣ MENYEMANGATI ANAK UNTUK MENUNTUT ILMU DAN MENCATAT PELAJARAN

✏️ Az-Zubair bin Bakkar rahimahullah (256H) berkata,

"Bapakku menulis surat kepadaku, ia berkata, 'wahai anakku, wajib atasmu (menuntut) ilmu. Karena sesungguhnya, demi Allah ilmu itu lebih baik bagimu daripada warisan bapakmu." (Al-Madkhal Ila As-Sunanil Kubro no.399)

✏️ Dari Tsumamah bin Abdillah bin Anas, ia berkata,

"Bahwasanya Anas Radhiallahu 'anhu dahulu berpesan kepada anak-anaknya, 'wahai anakku, ikatlah ilmu dengan catatan." (HR. Abu Khaitsamah dalam Al-Ilmu no.120)


📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
☑️ WASIAT IMAM MALIK KEPADA MURIDNYA YANG AKAN PERGI

🔘 Kholid bin Khidasy Rahimahullah berkata,

وَدَّعْتُ مَالِكَ بْنَ أَنَسٍ فَقُلْتُ: أَوْصِنِي يَا أَبَا عَبْدِ اللهِ قَالَ: تَقْوَى اللهِ وَطَلَبُ الْحَدِيثِ مِنْ عِنْدِ أَهْلِهِ

🔗 "Aku mengucapkan selamat tinggal kepada Malik bin Anas. Aku berkata kepadanya, 'berilah aku wasiat, wahai Abu Abdillah"

💢 Ia berkata, "(hendaknya engkau) bertakwa kepada Allah dan mencari hadits dari sisi ahlinya."

🌏 Sumber: Hilyatul Auliya (6/319)
📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
👍1
☑️💢 BERHIAS DENGAN SIFAT JUJUR

🔗 Jujur adalah sebuah berita (khabar) yang sesuai dengan kenyataan..
Bila seseorang mengkhabarkan tentang sesuatu yang sesuai dengan kenyataan maka dia telah berkata jujur, jika ternyata tidak sesuai maka dia berdusta.

Kejujuran bisa terwujud dalam bentuk ucapan dan berbuatan..
▶️ Jujur dalam perbuatan ialah berlarasannya hati dengan pelaksanaan. Dimana perbuatan yang dilakukan oleh seseorang mencocoki apa yang ada di dalam batinnya.

🌴 Sehingga,

⛔️ Orang yang riya bukan orang yang jujur, karena dia menampakkan kepada manusia sebagai ahli ibadah padahal batinnya tidak..

⛔️ Pelaku kesyirikan bukan orang yang jujur, karena dia menampakkan sebagai orang yang bertauhid nyatanya tidak...

⛔️ Orang munafik bukan orang yang jujur, karena ia menampakkan keimanan ternyata tidak...

⛔️ Pelaku bid'ah juga bukan orang yang jujur, karena ia menampakkan mengikuti Rasul Shallallahu 'alaihi wa Sallam padahal tidak...

🌻 Jujur merupakan ciri khas seorang mukmin, dan dusta adalah ciri orang munafik. Maka berhiaslah dengan sifat jujur walaupun itu berat.

🕋 Allah Subhanahu wa Ta'al;a berfirman:
💢 "Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kalian kepada Allah. dan hendaklah kalian bersama orang-orang yang jujur." (QS. At-Taubah:119)


🌏 Sumber Panduan: Syarah Riyadhus Shalihin (1/290)
📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🍃 PELAJARAN TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 1⃣1⃣)
—-------------------------------------------

🌴Berkata Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullah,

اعْلَمْ رَحِمَكَ اللهُ (1) أَنّه يَجِبُ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ تَعَلُّمُ ثَلَاثِ هَذِهِ المَسَائِلِ وَالعَمَلُ بِهِنَّ (2)،

1⃣ “Ketahuilah semoga Allah merahmatimu,
2⃣ Bahwasanya wajib bagi setiap muslim dan muslimah mempelajari tiga permasalahan (berikut) ini dan mengamalkannya;



💢 PENJELASAN:

1⃣ Ucapan Asy-Syaikh rohimahullah:
(Ketahuilah...) artinya pelajarilah (baik-baik) dan pahami apa yang akan disampaikan, kemudian yakinilah.

🌷(Semoga Allah merahmatimu) –Rohimakallah- adalah sebuah ucapan doa yang bisa dicontoh oleh para pengajar tatkala menyampaikan ilmu kepada anak didiknya, agar Allah Ta’ala menjauhkan mereka dari sifat keras, marah, dan kaku ketika menerima ilmu. Karena sifat-sifat tersebut bisa menghalangi masuknya ilmu.

2⃣ Ucapan Asy-Syaikh rohimahullah:
(Bahwasanya wajib bagi setiap muslim dan muslimah...) Perlu kita ketahui bahwa yang namanya kewajiban adalah satu perkara yang harus dilakukan dan dikerjakan. Jika dikerjakan diberi tsawab (ganjaran pahala) dan jika ditinggalkan (berhak) mendapatkan hukuman (yang setimpal). Sebagaimana dijelaskan oleh para Ulama di bidang Ushul Fiqih.

🔻Suatu Kewajiban bisa didapatkan dalam Al-Qur`an dan As-Sunnah. Termasuk di antaranya adalah kewajiban kaum muslimin untuk mengetahui dan meyakini tiga permasalahan yang akan dibawakan oleh Penulis rohimahullah.

‼️Sehingga perlu kita tekankan di sini, bahwa kewajiban yang dimaksud dalam ucapan Asy-Syaikh Rohimahullah bukan berasal dari beliau, namun dari sisi Allah ‘Azza waJalla, baik dalam Al-Qur'an maupun As-Sunnah.

🌼Ucapan beliau Rohimahullah :
(Bagi setiap muslim dan muslimah) mencakup semua kaum muslimin, baik laki-laki maupun perempuan, merdeka maupun budak (hamba sahaya).

🍃Ucapan beliau rohimahullah:
(Mempelajari Tiga Permasalahan) maksud kata “Mempelajari” adalah bertemu langsung dengan para ulama, menimba ilmu dari mereka, menghafal ilmu tersebut, memahami dengan benar dan mematangkannya. Itulah cara belajar yang benar.

Sehingga belajar yang benar bukan sekedar membaca atau menelaah kitab para Ulama, walaupun perkara tersebut terkadang dibutuhkan dan cukup membantu para penuntut ilmu, namun itu semua belum cukup.

📈Pada kenyataannya mencukupkan diri hanya berguru kepada kitab-kitab para Ulama serta tidak mau duduk di majelis ilmu memiliki pengaruh yang sangat berbahaya.
🔻Bagaimana tidak, Berbagai kerusakan pemahaman bisa muncul darinya.
🔻Perasaan bahwa dirinya adalah seorang alim (yang serba tahu) juga bisa menghinggapinya, padahal sebetulnya dia masih jahil (atau belum tahu).
🚫Orang yang seperti ini dikhawatirkan akan menghalalkan apa yang Allah haramkan atau mengharamkan apa yang Allah halalkan.
⛔️Orang yang seperti ini juga dikhawatirkan terjerumus ke dalam dosa 'Berbicara atas nama Allah tanpa ilmu'.
‼️Sehingga permasalahan ini sungguh sangat membahayakan.

Semoga Allah Ta’ala menjauhkan kita semua dari perkara tersebut. Aamiin ya Robbal 'Aalamiin

Wallahu A’lamu bisshowaab.

》(Disadur dengan ringkas dari kitab Syarah Al-Ushul Ats-Tsalatsah hal. 39-41; karya Asy-Syaikh Sholih Al-Fauzan Hafizhohullah)



🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah

📝 FAEDAH INI DIKIRIM OLEH AL-USTADZ ABDUL HADI PEKALONGAN HAFIZHAHULLAH.


🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
👍3
Hari ini pelajaran fikih muyassar insyaallah.

Akan diterjemahkan oleh al ustadz Fathul Mujib Hafizhahullahu ta'ala.

Beliau adalah da'i, penulis, dan penerjemah buku.
PELAJARAN FIKIH (1⃣1⃣): BAB KEEMPAT: TENTANG SIWAK DAN SUNNAH-SUNNAH FITHROH (BAG: 4⃣)


💢 MASALAH KEEMPAT: FAEDAH-FAEDAH SIWAK:
🌴 Faedah yang paling penting adalah sebagaimana yang terdapat dalam hadits yang telah lalu yaitu membersihkan mulut ketika di dunia dan mendapatkan keridhaan Allah di akhirat.

🔷 Oleh karena itu sudah sepantasnya bagi setiap muslim untuk membiasakan sunnah yang satu ini (bersiwak-pen) dan tidak meninggalkannya karena adanya faedah yang besar di dalamnya.

⛔️ Terkadang sebagian muslim melewati waktu sebulan atau dua bulan dalam keadaan tidak bersiwak, entah karena malas atau karena tidak tahu.

Orang-orang itu telah luput dari pahala yang besar dan faedah yang banyak pula karena meninggalkan sunnah yang dirutini oleh Nabi shallahi alaihi wa sallam.

🔗 Bahkan hampir saja beliau memerintahkan umatnya untuk bersiwak dengan sifat perintah yang mewajibkan kalau saja tidak khawatir memberatkan mereka.

Para ulama juga menjelaskan fedah-faedah lain pada siwak, di antaranya:
🔸 Menguatkan gigi
🔸 Menguatkan gusi
🔸 Menjernihkan suara
🔸 Menjadikan seorang hamba menjadi energik.


🌻 Ikuti terus pelajaran FIKIH setiap hari Selasa dan Kamis, Insya Allah.


🌍 Sumber Panduan: الفقه الميسر (hal.14)
📝 Diterjemahkan oleh Al-Ustadz Fathul Mujib Hafizhahullah

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com