This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Tanda-tanda Gejala HIV
Penting untuk mengenali tanda-tanda awal infeksi HIV agar dapat segera mendapatkan perawatan yang tepat. Beberapa tanda gejala HIV yang umum muncul pada tahap awal adalah :
⊹ Sariawan, Sakit kepala, Kelelahan, Radang tenggorokan, Hilang nafsu makan, Nyeri otot, Ruam, Pembengkakan kelenjar getah bening, Berkeringat di malam hari ⊹
Penting untuk mengenali tanda-tanda awal infeksi HIV agar dapat segera mendapatkan perawatan yang tepat. Beberapa tanda gejala HIV yang umum muncul pada tahap awal adalah :
⊹ Sariawan, Sakit kepala, Kelelahan, Radang tenggorokan, Hilang nafsu makan, Nyeri otot, Ruam, Pembengkakan kelenjar getah bening, Berkeringat di malam hari ⊹
Fase Perjalanan Alamiah HIV
Dalam perjalanan infeksi HIV, terdapat beberapa tahapan yang perlu diwaspadai agar dapat mengambil tindakan yang tepat.
Tahapan-tahapan ini membantu dalam pemahaman lebih lanjut tentang bagaimana virus HIV berkembang dalam tubuh dan dampaknya terhadap kesehatan manusia. Mari kita pahami bersama fase-fase perjalanan HIV yang harus kita ketahui.
Fase I (Periode Jendela) :
• Meskipun tubuh telah terinfeksi HIV, pemeriksaan darah belum ditemukan antibodi anti-HIV.
• Pada periode ini seseorang yang terinfeksi HIV dapat menularkan pada orang lain (sangat infeksius), ditandai dengan viral load HIV sangat tinggi dan limfosit T CD4 menurun tajam. “flu-like syndrome" terjadi akibat serokonversi dalam darah, saat replikasi virus terjadi sangat hebat pada infeksi primer HIV.
• Fase ini biasanya berlangsung sekitar dua minggu sampai tiga bulan sejak infeksi awal.
Dalam perjalanan infeksi HIV, terdapat beberapa tahapan yang perlu diwaspadai agar dapat mengambil tindakan yang tepat.
Tahapan-tahapan ini membantu dalam pemahaman lebih lanjut tentang bagaimana virus HIV berkembang dalam tubuh dan dampaknya terhadap kesehatan manusia. Mari kita pahami bersama fase-fase perjalanan HIV yang harus kita ketahui.
Fase I (Periode Jendela) :
• Meskipun tubuh telah terinfeksi HIV, pemeriksaan darah belum ditemukan antibodi anti-HIV.
• Pada periode ini seseorang yang terinfeksi HIV dapat menularkan pada orang lain (sangat infeksius), ditandai dengan viral load HIV sangat tinggi dan limfosit T CD4 menurun tajam. “flu-like syndrome" terjadi akibat serokonversi dalam darah, saat replikasi virus terjadi sangat hebat pada infeksi primer HIV.
• Fase ini biasanya berlangsung sekitar dua minggu sampai tiga bulan sejak infeksi awal.
Fase II (Masa Laten):
Fase ini bisa disertai gejala ringan atau bahkan tanpa gejala (asimtomatik).
• Viral load menurun dan relatif stabil, namun CD4 berangsur-angsur menurun.
• Tes darah antibodi terhadap HIV menunjukkan hasil reaktif, walaupun gejala penyakit belum timbul.
• Pada fase ini, orang dengan HIV tetap dapat menularkan HIV kepada orang lain.
• Masa tanpa gejala rata-rata berlangsung selama 2-3 tahun, sedangkan masa dengan gejala ringan bisa berlangsung hingga 5-8 tahun.
Fase ini bisa disertai gejala ringan atau bahkan tanpa gejala (asimtomatik).
• Viral load menurun dan relatif stabil, namun CD4 berangsur-angsur menurun.
• Tes darah antibodi terhadap HIV menunjukkan hasil reaktif, walaupun gejala penyakit belum timbul.
• Pada fase ini, orang dengan HIV tetap dapat menularkan HIV kepada orang lain.
• Masa tanpa gejala rata-rata berlangsung selama 2-3 tahun, sedangkan masa dengan gejala ringan bisa berlangsung hingga 5-8 tahun.
Fase III (Masa AIDS):
• Fase terminal infeksi HIV, kekebalan tubuh telah menurun drastis, nilai viral load semakin tinggi, dan CD4 sangat rendah sehingga mengakibatkan timbulnya berbagai infeksi oportunistik.
• Tuberkulosis (TBC), herpes zoster (HZV), oral hairy cell leukoplakia (OHL), kandidiasis oral, Pneumocystic jirovecii pneumonia (PCP), infeksi cytomegalovirus (CMV), papular pruritic eruption (PPE) dan Mycobacterium avium complex (MAC).
• Fase terminal infeksi HIV, kekebalan tubuh telah menurun drastis, nilai viral load semakin tinggi, dan CD4 sangat rendah sehingga mengakibatkan timbulnya berbagai infeksi oportunistik.
• Tuberkulosis (TBC), herpes zoster (HZV), oral hairy cell leukoplakia (OHL), kandidiasis oral, Pneumocystic jirovecii pneumonia (PCP), infeksi cytomegalovirus (CMV), papular pruritic eruption (PPE) dan Mycobacterium avium complex (MAC).
Perkembangan dari infeksi HIV menjadi AIDS ditentukan oleh jenis, virulensi virus, dan faktor host (daya tahan tubuh). Ada tiga jenis infeksi HIV, yaitu :
》Rapid progressor, berlangsung 2-5 tahun
》Average progressor, berlangsung 7-15 tahun
》Slow progressor, lebih dari 15 tahun setelah infeksi menjadi AIDS.
Mengenali HIV dan AIDS serta tanda-tanda gejala HIV adalah langkah penting dalam menjaga kesehatan diri dan orang lain. Jika Anda merasa berisiko atau mengalami gejala yang mencurigakan, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan yang tepat.
》Rapid progressor, berlangsung 2-5 tahun
》Average progressor, berlangsung 7-15 tahun
》Slow progressor, lebih dari 15 tahun setelah infeksi menjadi AIDS.
Mengenali HIV dan AIDS serta tanda-tanda gejala HIV adalah langkah penting dalam menjaga kesehatan diri dan orang lain. Jika Anda merasa berisiko atau mengalami gejala yang mencurigakan, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan yang tepat.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Selain pengobatan, dukungan dari lingkungan maupun masyarakat bagi ODHIV juga dibutuhkan.
Peran keluarga
☞Memastikan kepatuhan ODHIV dalam minum obat ARV secara rutin dan tepat waktu
☞Membantu ODHIV dalam menerapkan pola hidup sehat
☞Membantu ODHIV mencari informasi yang benar tentang HIV
☞Mendampingi ODHIV di masa sulit termasuk mendengarkan cerita keluh kesah dan kebutuhannya
☞Mendukung pemenuhan sumber daya perawatan ODHIV seperti
aspek finansial, jaminan kesehatan dan pemenuhan gizi
☞Membantu ODHIV mengantar berobat jika dibutuhkan
☞Membantu ODHIV mendapatkan layanan perawatan, dukungan, dan pengobatan yang diperlukan
Peran keluarga
☞Memastikan kepatuhan ODHIV dalam minum obat ARV secara rutin dan tepat waktu
☞Membantu ODHIV dalam menerapkan pola hidup sehat
☞Membantu ODHIV mencari informasi yang benar tentang HIV
☞Mendampingi ODHIV di masa sulit termasuk mendengarkan cerita keluh kesah dan kebutuhannya
☞Mendukung pemenuhan sumber daya perawatan ODHIV seperti
aspek finansial, jaminan kesehatan dan pemenuhan gizi
☞Membantu ODHIV mengantar berobat jika dibutuhkan
☞Membantu ODHIV mendapatkan layanan perawatan, dukungan, dan pengobatan yang diperlukan
Peran komunitas
☞Memberikan dukungan ODHIV terhadap pemenuhan haknya seperti akses kesehatan, jaminan kesehatan, pendidikan, atau layanan publik lainnya yang non-diskriminatif
☞Pendampingan pengobatan TBC dan ARV
☞Memberi edukasi tentang pencegahan dan penularan HIV, IMS, TBC dan pemberian TPT
☞Menjaga kerahasiaan ODHIV
☞Wadah sebagai keluarga kedua yang aman dan nyaman
☞Memberikan dukungan ODHIV terhadap pemenuhan haknya seperti akses kesehatan, jaminan kesehatan, pendidikan, atau layanan publik lainnya yang non-diskriminatif
☞Pendampingan pengobatan TBC dan ARV
☞Memberi edukasi tentang pencegahan dan penularan HIV, IMS, TBC dan pemberian TPT
☞Menjaga kerahasiaan ODHIV
☞Wadah sebagai keluarga kedua yang aman dan nyaman
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Berakhir sudah pembahasan kita malam ini tentang "HIV atau AIDS". Gimana? Jadi tau kan apa itu HIV, apa itu AIDS? Teman-teman semua juga harus tau kalau HIV atau AIDS ini dapat menular kalau kita melakukan hubungan intim dengan orang yang terjangkit HIV, transfusi darah, dan menggunakan jarum suntik bergantian. Jadi, mari kita lebih berhati-hati dan menjaga kesehatan tubuh kita ya!
Big thanks buat semua yang sudah menyimak pembahasan kita berdua malam ini. Maaf bila ada kesalahan kata selama membawa topik pembahasan. Kita berdua pamit undur diri, sampai jumpa dan sampai ketemu lagi di #最好的专辑 minggu depan, see u buddy!
Big thanks buat semua yang sudah menyimak pembahasan kita berdua malam ini. Maaf bila ada kesalahan kata selama membawa topik pembahasan. Kita berdua pamit undur diri, sampai jumpa dan sampai ketemu lagi di #最好的专辑 minggu depan, see u buddy!
❤4
Dàjiā hǎo wǎnshàng hǎo.
𝐇ow was your day? I hope you're fine. Bertemu kembali dengan saya 𝐒𝐀𝐌𝐔𝐄𝐋 dan 𝐑𝐀𝐕𝐄𝐍 di #最好的专辑. Jadi, kali ini kita akan membahas adalah 𝐒𝗲𝗿𝘂𝗽𝗮 𝐓𝗮𝗽𝗶 𝐓𝗮𝗸 𝐒𝗮𝗺𝗮, 𝗢𝗖𝗗 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗘𝗥𝗙𝗘𝗞𝗦𝗜𝗢𝗡𝗜𝗦?. Siapa disini yang mengangap bahwa antara ocd dan perfeksionis adalah sama? Hayo ngakuu..
Jadi, mereka itu serupa tapi tidak sama ya teman-teman ocd lebih kepada benda² sedangkan perfeksionis lebih kepada sifat² yang selalu ingin menjadi yang sempurna dalam melakukan segala hal. Untuk mengetahui lebih dalam, yuk simak penjelasan berikut ini!!
𝐇ow was your day? I hope you're fine. Bertemu kembali dengan saya 𝐒𝐀𝐌𝐔𝐄𝐋 dan 𝐑𝐀𝐕𝐄𝐍 di #最好的专辑. Jadi, kali ini kita akan membahas adalah 𝐒𝗲𝗿𝘂𝗽𝗮 𝐓𝗮𝗽𝗶 𝐓𝗮𝗸 𝐒𝗮𝗺𝗮, 𝗢𝗖𝗗 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗘𝗥𝗙𝗘𝗞𝗦𝗜𝗢𝗡𝗜𝗦?. Siapa disini yang mengangap bahwa antara ocd dan perfeksionis adalah sama? Hayo ngakuu..
Jadi, mereka itu serupa tapi tidak sama ya teman-teman ocd lebih kepada benda² sedangkan perfeksionis lebih kepada sifat² yang selalu ingin menjadi yang sempurna dalam melakukan segala hal. Untuk mengetahui lebih dalam, yuk simak penjelasan berikut ini!!
🔥1👏1
OCD adalah masalah kesehatan mental yang dapat mempengaruhi kehidupan penderitanya secara keseluruhan. Contoh dari obsessive compulsive disorder ini adalah perilaku seseorang berupa mencuci tangannya berulang kali karena takut secara berlebihan terhadap kontaminasi bakteri.
perilaku kompulsif, agitasi, gerakan berulang, isolasi sosial, kewaspadaan berlebihan, pengucapan kata yang tidak berarti, penimbunan kompulsif, perilaku impulsif, perilaku ritualistik atau pengulangan kata atau tindakan secara terus-menerus
OCD yang tidak mendapatkan penanganan bisa berujung munculnya berbagai komplikasi yang berkaitan dengan masalah kesehatan mental pengidapnya. Seperti, stres, depresi, dan gangguan kecemasan. Selain itu, beberapa komplikasi yang dapat terjadi termasuk: Kehabisan waktu karena tersita untuk melakukan kegiatan ritualistik.
perilaku kompulsif, agitasi, gerakan berulang, isolasi sosial, kewaspadaan berlebihan, pengucapan kata yang tidak berarti, penimbunan kompulsif, perilaku impulsif, perilaku ritualistik atau pengulangan kata atau tindakan secara terus-menerus
OCD yang tidak mendapatkan penanganan bisa berujung munculnya berbagai komplikasi yang berkaitan dengan masalah kesehatan mental pengidapnya. Seperti, stres, depresi, dan gangguan kecemasan. Selain itu, beberapa komplikasi yang dapat terjadi termasuk: Kehabisan waktu karena tersita untuk melakukan kegiatan ritualistik.