.*・。゚𝔈veryone has their own uniqueness and beauty, but 𝔒nly one person ℌas perfect uniqueness and beauty.
#TaehyungKim a human with a 𝔓erfect 𝔉ace: both his good looks and personality, everything looks perfect. be careful his charm can make you fall for him
ლ・🐯: 🦉
Today, 15th July he update on Instagram
#大祭司
#TaehyungKim a human with a 𝔓erfect 𝔉ace: both his good looks and personality, everything looks perfect. be careful his charm can make you fall for him
ლ・🐯: 🦉
Today, 15th July he update on Instagram
#大祭司
Konbanwa, kembali lagi dengan Rajey in Saturday night #最好的专辑
Belakangan ini kita sering mendengar istilah “Dia itu wibu parah”, “sukanya nonton anime, pasti wibu ya” dan lain sebagainya.
Faktanya tidak semua yang mengidolakan Jepang dengan menonton filmnya, mendengarkan musiknya, atau lain sebagainya dapat disebut Wibu. Karena ada istilah lain seperti otaku dan anime lovers.
Dilansir dari SragenUpdate.com dari akun youtube Issei Nugroho berikut merupakan perbedaan antara Wibu, Otaku, dan Anime Lovers. Let's go kita bahas satu-satu ya.
Belakangan ini kita sering mendengar istilah “Dia itu wibu parah”, “sukanya nonton anime, pasti wibu ya” dan lain sebagainya.
Faktanya tidak semua yang mengidolakan Jepang dengan menonton filmnya, mendengarkan musiknya, atau lain sebagainya dapat disebut Wibu. Karena ada istilah lain seperti otaku dan anime lovers.
Dilansir dari SragenUpdate.com dari akun youtube Issei Nugroho berikut merupakan perbedaan antara Wibu, Otaku, dan Anime Lovers. Let's go kita bahas satu-satu ya.
Gambar berikut penjelasan singkat tentang arti dari wibu, otaku dan anime lovers. Nah selanjutnya ada beberapa perbedaan dari ketiga tersebut.
Berikut merupakan perbedaan mencolok dari berbagai sudut pandang antara wibu, otaku, dan anime lovers:
1. Tingkat Keparahan Saat Menonton Anime
Anime merupakan produk jepang berupa film animasi dengan berbagai cerita dan karakternya.
Seperti namanya Anime Lovers, mereka sudah pasti menyukai Anime buatan Jepang.
Namun bukan berarti mereka akan sangat adiksi terhadap Anime hingga mengikuti segala judul yang ada, jadi mereka menonton Anime hanya untuk menghibur diri.
Sedangkan Otaku, mereka menyukai Anime karena dianggap akan menjadi passion mereka seperti dapat membuat cosplay-nya, belajar bahasa Jepang untuk sekedar menambah wawasan dan lain sebagainya masih dalam konteks wajar. Atau mereka menyukai Anime tertentu karena musik pengiringnya yang menarik.
Untuk Wibu, mereka menonton Anime karena untuk kebutuhan, jika tidak menonton akan merasa seperti ada yang hilang.
Bahkan ada yang sampai menganggap karakter – karakter tersebut nyata dan membuat jatuh cinta.
Beberapa dari kita pasti mengenal istilah Waifu, yang artinya pacar atau kekasih versi 2 Dimensi.
Berikut merupakan perbedaan mencolok dari berbagai sudut pandang antara wibu, otaku, dan anime lovers:
1. Tingkat Keparahan Saat Menonton Anime
Anime merupakan produk jepang berupa film animasi dengan berbagai cerita dan karakternya.
Seperti namanya Anime Lovers, mereka sudah pasti menyukai Anime buatan Jepang.
Namun bukan berarti mereka akan sangat adiksi terhadap Anime hingga mengikuti segala judul yang ada, jadi mereka menonton Anime hanya untuk menghibur diri.
Sedangkan Otaku, mereka menyukai Anime karena dianggap akan menjadi passion mereka seperti dapat membuat cosplay-nya, belajar bahasa Jepang untuk sekedar menambah wawasan dan lain sebagainya masih dalam konteks wajar. Atau mereka menyukai Anime tertentu karena musik pengiringnya yang menarik.
Untuk Wibu, mereka menonton Anime karena untuk kebutuhan, jika tidak menonton akan merasa seperti ada yang hilang.
Bahkan ada yang sampai menganggap karakter – karakter tersebut nyata dan membuat jatuh cinta.
Beberapa dari kita pasti mengenal istilah Waifu, yang artinya pacar atau kekasih versi 2 Dimensi.
2. Tingkat Keparahan Dalam Menyukai Budaya Jepang
Pada sudut pandang yang kedua ini, tentu Anime Lovers dapat dikatakan memiliki tingkat keparahan yang paling rendah dikarenakan mereka hanya menyukai budaya Jepang melalui Anime-nya saja.
Untuk Otaku, mereka menyukai budaya Jepang seperti busana, makanan, musik, bahasa dan lain sebagainya karena dianggap sebagai passion.
Mereka akan mempelajari bagaimana desain busananya, memainkan musik, memasak makanan ala Jepang untuk sekedar sebagai passion.
Sedangkan Wibu, mereka akan benar – benar mengidolakan Budaya Jepang apapun itu, bahkan akan menganggap budaya Jepang adalah yang terbaik dibanding dengan budaya negaranya sendiri.
Beberapa saat mereka juga akan membawa budaya Jepang, khususnya bahasa dalam kehidupan sehari – hari.
Pada sudut pandang yang kedua ini, tentu Anime Lovers dapat dikatakan memiliki tingkat keparahan yang paling rendah dikarenakan mereka hanya menyukai budaya Jepang melalui Anime-nya saja.
Untuk Otaku, mereka menyukai budaya Jepang seperti busana, makanan, musik, bahasa dan lain sebagainya karena dianggap sebagai passion.
Mereka akan mempelajari bagaimana desain busananya, memainkan musik, memasak makanan ala Jepang untuk sekedar sebagai passion.
Sedangkan Wibu, mereka akan benar – benar mengidolakan Budaya Jepang apapun itu, bahkan akan menganggap budaya Jepang adalah yang terbaik dibanding dengan budaya negaranya sendiri.
Beberapa saat mereka juga akan membawa budaya Jepang, khususnya bahasa dalam kehidupan sehari – hari.
3. Tingkat Keinginan membeli Atribut bernuansa Jepang.
Poin yang ketiga ini maksudnya adalah sebagai kolektor, karena menjadi kolektor juga bisa menjadi hiburan untuk beberapa kalangan.
Untuk Anime Lovers keinginan membeli atribut bernuansa Jepang cenderung sangat rendah, karena mereka menikmati Anime hanya dari segi cerita dan untuk menghibur diri.
Sedangkan untuk Otaku, cenderung lebih suka mengoleksi atribut bernuansa Jepang seperti baju – baju ala Anime Jepang, Action Figure, Mainan dan lain sebagainya untuk sebagai hobi.
Karena biasanya Otaku ini memiliki komunitas yang akan menampilkan berbagai koleksi miliknya.
Untuk Wibu, mereka cenderung sangat ingin membeli atribut bernuansa Jepang dikarenakan sangat maniak terhadap apapun yang bernuansa Jepang, mulai dari baju cosplay, makanan, dan lain sebagainya.
Biasanya Wibu ini merupakan penikmat atau pembeli dari hobi koleksi yang dilakukan oleh Otaku.
Poin yang ketiga ini maksudnya adalah sebagai kolektor, karena menjadi kolektor juga bisa menjadi hiburan untuk beberapa kalangan.
Untuk Anime Lovers keinginan membeli atribut bernuansa Jepang cenderung sangat rendah, karena mereka menikmati Anime hanya dari segi cerita dan untuk menghibur diri.
Sedangkan untuk Otaku, cenderung lebih suka mengoleksi atribut bernuansa Jepang seperti baju – baju ala Anime Jepang, Action Figure, Mainan dan lain sebagainya untuk sebagai hobi.
Karena biasanya Otaku ini memiliki komunitas yang akan menampilkan berbagai koleksi miliknya.
Untuk Wibu, mereka cenderung sangat ingin membeli atribut bernuansa Jepang dikarenakan sangat maniak terhadap apapun yang bernuansa Jepang, mulai dari baju cosplay, makanan, dan lain sebagainya.
Biasanya Wibu ini merupakan penikmat atau pembeli dari hobi koleksi yang dilakukan oleh Otaku.
Jadi begitulah perbedaan antara Wibu, Otaku, dan Anime Lovers. Kalian termasuk yang mana? Sebenarnya tidak ada yang salah diantara ketiga itu asalkan jangan sampai lupa dengan diri kita sendiri, dan sah – sah saja kita mengagumi karya negara lain untuk menjadi sebuah hobi. #最好的专辑