Perasaan apa yg kalian alami sekarang guys? Mungkin ada lagi macam perasaan dasar manusia yg tidak bisa kami bahas mengingat nya batas waktu. Mungkin hanya itu yg di bahas malam ini dalam #最好的专辑, semoga pembahasan malam ini bisa menemani malam Jum'at kalian. Sekian dari saya Abima dan rekan saya Jasper, mohon maaf bila ada salah kata atau menyinggung di mohon pengertiannya. Good night and thank you guys.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Nǐ hǎo, selamat malam semuanya. Kembali lagi di #最好的专辑 dengan saya, Ryuu, dan perkenalkan partner baru saya, Vibramox. Kali ini kami akan membahas satu konten yang sangat menarik. Konten kali ini, kami akan membahas mengenai "Reinkarnasi". Apa itu reinkarnasi dan bagaimana prosesnya, daripada penasaran mari simak konten kami, yuk!
Reinkarnasi (atau dalam bahasa Latin adalah “lahir kembali” atau “kelahiran semula”) atau merujuk kepada kepercayaan bahwa seseorang akan mati dan dilahirkan kembali di kehidupan lain. Adapun maksud yang dilahirkan ini bukan hanya dalam wujud fisik sebagaimana keberadaan kita saat ini, tetapi jiwa orang itu lahir kembali dalam wujud tertentu yang sesuai dengan hasil-hasil perbuatannya terdahulu.
Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), reinkarnasi adalah penjelmaan (penitisan) kembali ke dalam tubuh lain setelah mati atau kelahiran kembali.
Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), reinkarnasi adalah penjelmaan (penitisan) kembali ke dalam tubuh lain setelah mati atau kelahiran kembali.
Terdapat dua aliran utama dalam reinkarnasi, yaitu pertama, mereka yang mempercayai bahwa manusia kemudian akan terus menerus lahir kembali.
Kedua, mereka yang mempercayai bahwa manusia kemudian akan berhenti lahir semula pada suatu ketika jika mereka melakukan kebaikan yang mencukupi atau jika mendapat kesadaran agung atau menyatu dengan Tuhan.
Kedua, mereka yang mempercayai bahwa manusia kemudian akan berhenti lahir semula pada suatu ketika jika mereka melakukan kebaikan yang mencukupi atau jika mendapat kesadaran agung atau menyatu dengan Tuhan.
Reinkarnasi atau kelahiran kembali banyak diyakini oleh orang-orang di Asia Timur dan Asia Selatan, terutama yang beragama Hindu, Jainisme, Buddha, dan Sikhisme.
Agama-agama tersebut memiliki kesamaan doktrin terkait karma dan hukum sebab akibat yang menyatakan bahwa apa yang yang dilakukan seseorang di kehidupan sekarang akan memiliki efek di kehidupan berikutnya.
Agama-agama tersebut memiliki kesamaan doktrin terkait karma dan hukum sebab akibat yang menyatakan bahwa apa yang yang dilakukan seseorang di kehidupan sekarang akan memiliki efek di kehidupan berikutnya.
Dalam agama Hindu, proses reinkarnasi terus terjadi sampai seseorang mencapai moksha, yakni ketika ia menyadari bahwa inti abadi dari individu dan realitas absolut adalah satu. Pandangan Hindu ini sama dengan pandangan yang diyakini oleh penganut agama Sikhisme.
Dalam agama Jainisme meyakini bahwa karma adalah zat partikel halus yang mengendap di jiva sesuai dengan perbuatan yang dilakukan seseorang. Dengan demikian, beban karma lama ditambahkan ke karma baru yang diperoleh selama kehidupan berikutnya.
Dalam agama Buddha menyangkal keberadaan jiwa atau diri yang tidak berubah, ajaran agama tersebut meyakini perpindahan karma yang diakumulasikan oleh individu dalam kehidupan.
Karma orang yang meninggal tetap ada dan akan menjadi vijnana (kuman kesadaran) di dalam rahim seorang ibu. Seseorang dapat terbebas dari karma melalui disiplin dan meditasi
Karma orang yang meninggal tetap ada dan akan menjadi vijnana (kuman kesadaran) di dalam rahim seorang ibu. Seseorang dapat terbebas dari karma melalui disiplin dan meditasi
PROSES REINKARNASI::
Pada saat jiwa lahir kembali, roh yang utama kekal namun raga kasarlah yang rusak, sehingga roh harus berpindah ke badan yang baru untuk menikmati hasil perbuatannya. Pada saat memasuki badan yang baru, roh yang utama membawa hasil perbuatan dari kehidupannya yang terdahulu, yang mengakibatkan baik-buruk nasibnya kelak. Roh dan jiwa yang lahir kembali tidak akan mengingat kehidupannya yang terdahulu agar tidak mengenang duka yang bertumpuk-tumpuk di kehidupan lampau. Sebelum mereka bereinkarnasi, biasanya jiwa pergi ke surga atau ke neraka.
Pada saat jiwa lahir kembali, roh yang utama kekal namun raga kasarlah yang rusak, sehingga roh harus berpindah ke badan yang baru untuk menikmati hasil perbuatannya. Pada saat memasuki badan yang baru, roh yang utama membawa hasil perbuatan dari kehidupannya yang terdahulu, yang mengakibatkan baik-buruk nasibnya kelak. Roh dan jiwa yang lahir kembali tidak akan mengingat kehidupannya yang terdahulu agar tidak mengenang duka yang bertumpuk-tumpuk di kehidupan lampau. Sebelum mereka bereinkarnasi, biasanya jiwa pergi ke surga atau ke neraka.
AKHIR PROSES REINKARNASI::
Selama jiwa masih terikat pada hasil perbuatannya yang terdahulu, maka ia tidak akan mencapai kebahagiaan yang tertinggi, yakni lepas dari siklus reinkarnasi. Maka, untuk memperoleh kebahagiaan yang abadi tersebut, roh yang utama melalui badan kasarnya berusaha melepaskan diri dari belenggu duniawi dan harus mengerti hakikat kehidupan yang sebenarnya. Jika tubuh terlepas dari belenggu duniawi dan jiwa sudah mengerti makna hidup yang sesungguhnya, maka perasaan tidak akan pernah duka dan jiwa akan lepas dari siklus kelahiran kembali. Dalam keadaan tersebut, jiwa menyatu dengan Tuhan (Moksha[b]).
Selama jiwa masih terikat pada hasil perbuatannya yang terdahulu, maka ia tidak akan mencapai kebahagiaan yang tertinggi, yakni lepas dari siklus reinkarnasi. Maka, untuk memperoleh kebahagiaan yang abadi tersebut, roh yang utama melalui badan kasarnya berusaha melepaskan diri dari belenggu duniawi dan harus mengerti hakikat kehidupan yang sebenarnya. Jika tubuh terlepas dari belenggu duniawi dan jiwa sudah mengerti makna hidup yang sesungguhnya, maka perasaan tidak akan pernah duka dan jiwa akan lepas dari siklus kelahiran kembali. Dalam keadaan tersebut, jiwa menyatu dengan Tuhan (Moksha[b]).