Beliau pun melanjutkan penjelasannya bahwa pemikiran mu’tazilah mulai tersebar luas awal tahun 260 H, dan di awal abad ke 4 H, umat ini dihadirkan dua tokoh pembela Ahlus Sunnah yakni Imam Al-Asy’ari dan Imam Maturidi. Kedua ulama ini tidak membuat konsep Aqidah baru, namun keduanya memformulasikan dari ajaran Nabi ﷺ dengan sanad yang shahih kepada para sahabat. Mereka menuliskan dalil-dalil aqli dan naqli dan sekaligus bantahan terhadap kelompok-kelompok di luar Ahlus Sunnah. Inilah mengapa terma Ahlus Sunnah dinisbatkan kepada kedua ulama ini, sehingga Imam as-Sayyid al-Murtadha al-Husaini az-Zabidi al-Hanafi dalam Ithaf Sadat al-Muttaqin bi Syarhi Asrar Ihya’ Ulumuddin menggelari keduanya sebagai Khatim al-Lughawiyyin. Sejak saat itulah muai banyak buku yang ditulis tentang tema-tema Aqidah, dan umumnya para penulisnya adalah seorang pendukung Asy’ari dan Maturidi.
Alhamdulillah, kembali Grha Muallaf menerima kembalinya seorang wanita ke jalan Islam.
Bantuan pembinaan dan santunan untuk yg baru kembali dan mengawal terus keimanan mereka yg sudah kembali agar tetap istiqomah melalui berbagai aktivitas santunan dan kajian dapat disampaikan melalui rekening WIDO SUPRAHA BSM 0030057185 (Nama, Donatur, dan nilai agar disampaikan secara detail)
Pelaporan jg akan disampaikan kepada para donatur. Pagi Yang Cerah, Selamat Beraktivitas.
Bantuan pembinaan dan santunan untuk yg baru kembali dan mengawal terus keimanan mereka yg sudah kembali agar tetap istiqomah melalui berbagai aktivitas santunan dan kajian dapat disampaikan melalui rekening WIDO SUPRAHA BSM 0030057185 (Nama, Donatur, dan nilai agar disampaikan secara detail)
Pelaporan jg akan disampaikan kepada para donatur. Pagi Yang Cerah, Selamat Beraktivitas.
#SaveGhazza
Semangat Belajar bangsa ini begitu tinggi meski Zionis memborbardirnya.
Semangat Belajar bangsa ini begitu tinggi meski Zionis memborbardirnya.
#IslamisasiSains
Gontor melakukan terobosan yg patut diapresiasi, menggabungkan semangat intelektualitas Utrecht dan Gontor, dengan alat Islamisasi Sains yg tentunya telahbdisiapkan oleh Dr. Hamid.
Gontor melakukan terobosan yg patut diapresiasi, menggabungkan semangat intelektualitas Utrecht dan Gontor, dengan alat Islamisasi Sains yg tentunya telahbdisiapkan oleh Dr. Hamid.