Wido Supraha
3.86K subscribers
1.09K photos
160 videos
378 files
1.57K links
Bersama Meniti Jalan Menuju Jannah
Download Telegram
๐Ÿ“š *#MewaspadaiAliranEkstrim 01*
Benarkah jika seseorang beribadah dengan sesuatu yang Nabi Muhammad ๏ทบ tidak pernah melakukannya maka ibadah yang dilakukannya *PASTI* terhukumi _bid'ah_ ?

Abdullah bin Ahmad bin Hanbal menceritakan kebiasaan ayahnya,

ูƒุงู† ุฃุจูŠ ูŠุตู„ูŠ ููŠ ูƒู„ ูŠูˆู… ูˆู„ูŠู„ุฉ ุซู„ุงุซ ู…ุฆุฉ ุฑูƒุนุฉ. ูู„ู…ุง ู…ุฑุถ ู…ู† ุชู„ูƒ ุงู„ุฃุณูˆุงุท ุฃุถุนูุชู‡ุŒ ููƒุงู† ูŠุตู„ูŠ ููŠ ูƒู„ ูŠูˆู… ูˆู„ูŠู„ุฉ ู…ุฆุฉ ูˆุฎู…ุณูŠู† ุฑูƒุนุฉุŒ ูˆู‚ุฏ ูƒุงู† ู‚ุฑุจ ู…ู† ุงู„ุซู…ุงู†ูŠู†

_Adalah Ayahku shalat dalam sehari semalam total sebanyak 300 rakaat. Maka tatkala beliau sakit akibat dicambuk penguasa zhalim menjadikannya mulai lemah, beliau hanya bisa shalat dalam sehari semalam 150 rakaat, dan sungguh usia beliau saat itu telah mendekati 80 tahun._

(Ibnu Rajab al-Hanbali, _Mukhtashar Tarikh Dimasyq,_)

Mengapa Imam Ahmad bin Hanbal shalat 300 rakaat sehari, sementara Nabi Muhammad ๏ทบ tidak ditemukan pernah shalat sebanyak itu? Hal itu karena beliau mengikuti keumuman dalil dalam mewujudkan cintanya kepada Allah ๏ทป, dalam bentuk shalat, amal yang dicintainya. Kembali kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah yang benar adalah dengan mengumpulkan seluruh dalil yang ada dan mengambil ushul fiqh daripadanya, karena tiada fiqh kecuali berawal dari memahami kaidah ushul yang telah disusun oleh para ulama.

Salam Ta'zhim,
Wido Supraha
t.me/supraha
๐Ÿ“š *#MewaspadaiAliranEkstrim 02*
Benarkah jika seseorang beribadah dengan sesuatu yang Nabi Muhammad ๏ทบ tidak pernah melakukannya maka ibadah yang dilakukannya *PASTI* terhukumi _bid'ah_ ?

Nabi Muhammad ๏ทบ diketahui belum pernah melakukan shalat Ayat Takhwif, apakah kita boleh mengerjakannya? Mengetahui hakikatnya pun kita belum tahu ya.

Shalat ini dikerjakan saat kondisi ketakutan seperti karena perubahan alam yang ekstrim, sehingga disamakan dengan shalat gerhana.

Berkata asy-Syaikh Muhammad ibn Shฤlih al-'Utsaimin (w. 1421 H) rahimahullahu ta'ala:

ุงู„ู‚ูˆู„ ุงู„ุซุงู„ุซ: ูŠุตู„ู‰ ู„ูƒู„ ุขูŠุฉ ุชุฎูˆูŠู... ูˆู‡ุฐุง ุงู„ุฃุฎูŠุฑ ู‡ูˆ ุงุฎุชูŠุงุฑ ุดูŠุฎ ุงู„ุฅุณู„ุงู… ุงุจู† ุชูŠู…ูŠุฉ ู€ ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ ู€ุŒ ู„ู‡ ู‚ูˆุฉ ุนุธูŠู…ุฉ. ูˆู‡ุฐุง ู‡ูˆ ุงู„ุฑุงุฌุญ. (ุงู„ุดุฑุญ ุงู„ู…ู…ุชุน ุนู„ู‰ ุฒุงุฏ ุงู„ู…ุณุชู‚ู†ุนุŒ ู…ุญู…ุฏ ุจู† ุตุงู„ุญ ุจู† ู…ุญู…ุฏ ุงู„ุนุซูŠู…ูŠู† (ุงู„ู…ุชูˆูู‰: 1421ู‡ู€)ุŒ 5/ 194)

Pendapat ketiga: shalat setiap ada tanda atau fenomena alam yang menakutkan. Pendapat ini adalah pilihan dari Ibnu Taimiyyah (w. 728 H), dalilnya kuat dan inilah pendapat yang rajih. (Muhammad bin Shalih al-Utsaimin w. 1421 H, as-Syarh al-Mumtiโ€™, h. 5/ 194)

Mengapa Syaikh Utsaimin membolehkannya? Karena beliau melakukan Istidlal dengan salah satu sumber hukum dalam Islam yang dapat dijadikan pijakan dan landasan berpikir.

Mengerjakannya sama seperti tata cara shalat Gerhana.

Salam Ta'zhim,
Wido Supraha
Join Channel: t.me/supraha
๐Ÿ‚๐ŸŒพ Tanya Jawab Metodologi Studi Islam

๐Ÿ”ด #MewaspadaiAliranEkstrim 0โƒฃ3โƒฃ

๐Ÿ‘ณ๐Ÿผ Oleh: Dr. Wido Supraha
โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–

๐Ÿง•โ™‚Pertanyaan:

Benarkah jika seseorang beribadah dengan sesuatu yang Nabi Muhammad ๏ทบ tidak pernah melakukannya maka ibadah yang dilakukannya *PASTI* terhukumi _bid'ah_ ?

๐Ÿœ Jawaban

โ™ป Wa 'alaikumussalฤm wa rahmatullฤh,

Berikut jawaban saya untuk pertanyaan yang sama dengan dalil ketiga.

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจูู‰ ุณูŽุนููŠุฏู ุงู„ู’ุฎูุฏู’ุฑูู‰ูู‘ ุฃูŽู†ูŽู‘ ู†ูŽุงุณู‹ุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจู ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ูƒูŽุงู†ููˆุง ูู‰ ุณูŽููŽุฑู ููŽู…ูŽุฑูู‘ูˆุง ุจูุญูŽู‰ูู‘ ู…ูู†ู’ ุฃูŽุญู’ูŠูŽุงุกู ุงู„ู’ุนูŽุฑูŽุจู ููŽุงุณู’ุชูŽุถูŽุงูููˆู‡ูู…ู’ ููŽู„ูŽู…ู’ ูŠูุถููŠูููˆู‡ูู…ู’. ููŽู‚ูŽุงู„ููˆุง ู„ูŽู‡ูู…ู’ ู‡ูŽู„ู’ ูููŠูƒูู…ู’ ุฑูŽุงู‚ู ููŽุฅูู†ูŽู‘ ุณูŽูŠูู‘ุฏูŽ ุงู„ู’ุญูŽู‰ูู‘ ู„ูŽุฏููŠุบูŒ ุฃูŽูˆู’ ู…ูุตูŽุงุจูŒ. ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุฌูู„ูŒ ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ู†ูŽุนูŽู…ู’ ููŽุฃูŽุชูŽุงู‡ู ููŽุฑูŽู‚ูŽุงู‡ู ุจูููŽุงุชูุญูŽุฉู ุงู„ู’ูƒูุชูŽุงุจู ููŽุจูŽุฑูŽุฃูŽ ุงู„ุฑูŽู‘ุฌูู„ู ููŽุฃูุนู’ุทูู‰ูŽ ู‚ูŽุทููŠุนู‹ุง ู…ูู†ู’ ุบูŽู†ูŽู…ู ููŽุฃูŽุจูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽู‚ู’ุจูŽู„ูŽู‡ูŽุง. ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ุฃูŽุฐู’ูƒูุฑูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ู„ูู„ู†ูŽู‘ุจูู‰ูู‘ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…-. ููŽุฃูŽุชูŽู‰ ุงู„ู†ูŽู‘ุจูู‰ูŽู‘ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ููŽุฐูŽูƒูŽุฑูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ู„ูŽู‡ู. ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู…ูŽุง ุฑูŽู‚ูŽูŠู’ุชู ุฅูู„ุงูŽู‘ ุจูููŽุงุชูุญูŽุฉู ุงู„ู’ูƒูุชูŽุงุจู. ููŽุชูŽุจูŽุณูŽู‘ู…ูŽ ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ยซ ูˆูŽู…ูŽุง ุฃูŽุฏู’ุฑูŽุงูƒูŽ ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ูŽุง ุฑูู‚ู’ูŠูŽุฉูŒ ยป. ุซูู…ูŽู‘ ู‚ูŽุงู„ูŽ ยซ ุฎูุฐููˆุง ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽุงุถู’ุฑูุจููˆุง ู„ูู‰ ุจูุณูŽู‡ู’ู…ู ู…ูŽุนูŽูƒูู…ู’ ยป

Dari Abu Saโ€™id al-Khudri r.a., bahwa ada sekelompok sahabat Rasลซlullฤh ๏ทบ dahulu berada dalam perjalanan, lalu melewati suatu perkampungan 'Arab. Saat itu mereka meminta untuk dijamu, namun penduduk kampung tersebut enggan untuk menjamu. Penduduk kampung tersebut lantas berkata pada para  sahabat yang mampir, โ€œApakah di antara kalian ada yang bisa meruqyah, karena pembesar kampung tersebut tersengat binatang atau terserang demam.โ€
Di antara para sahabat lantas berkata, โ€œAda.โ€ Lalu ia pun mendatangi pembesar tersebut dan ia meruqyahnya dengan membaca surat Al-Fatihah. Akhirnya, pembesar tersebut sembuh. Lalu yang membacakan ruqyah tadi diberikan seekor kambing, namun ia enggan menerimanya. Ia mau menerima, sampai kisah tadi diceritakan pada Nabi ๏ทบ. Lalu ia mendatangi Nabi ๏ทบ dan menceritakan kisahnya tadi pada beliau. Ia berkata, โ€œYa Rasลซlullฤh, aku tidaklah meruqyah kecuali dengan membaca surat Al Fatihah.โ€ Rasลซlullฤh ๏ทบ lantas tersenyum dan berkata, โ€œBagaimana engkau bisa tahu Al Fatihah adalah ruqyah?โ€
Beliau pun bersabda, โ€œAmbil kambing tersebut dari mereka dan potongkan untukku sebagiannya bersama kalian.โ€[1]

โ™ฆ๏ธ Perhatikanlah bahwa sahabat Nabi ber-Islam dengan metodologi yang benar. Ia terbiasa tadabbur Al-Qur'ฤn sehingga mendapatkan prinsip-prinsip ushul yang menjadikan sahabat berani melakukan sesuatu yang tidak pernah diketahuinya pernah dilakukan oleh Nabiuhammad ๏ทบ

โ™ฆ๏ธ Hasil tadabbur-nya mendorongnya di atas keyakinan yang kuat bahwa Surat al-Fatihah, Ummul Kitฤb, Ummul Qur'ฤn, sebagai surat yang paling prioritas dijadikan sebagai ayat ruqyah

โ™ฆ๏ธ Hal ini dengan sangat jelas terlihat dari pertanyaan Nabi ๏ทบ:
โ€œBagaimana engkau bisa tahu Al Fatihah adalah ruqyah?โ€

โ™ฆ๏ธ Sahabat khawatir bukan pada perkara baru yang dibuatnya dalam persoalan ibadah, namun justeru yang dikhawatirkannya ada pada persoalan mu'amalah, hubungan manusia dengan manusia, dalam konteks ini terkait kebolehan menerima hadiah yang dianggap upah atas ruqyahnya

โœจ Wallฤhu a'lam,

๐Ÿ“š Referensi
๐Ÿ“• HR. Bukhari No. 5736 dan Muslim No. 2201
__
๐Ÿ’  Facebook: www.facebook.com/wido.supraha
๐Ÿ“ท Instagram: www.instagram.com/supraha
๐Ÿฆ Twitter: www.twitter.com/supraha
๐Ÿ“  Telegram: telegram.me/supraha