Wido Supraha
4.02K subscribers
1.08K photos
159 videos
375 files
1.57K links
Bersama Meniti Jalan Menuju Jannah
Download Telegram
sjid
Seperti halaqah Umar bin Khaththab r.a. di Masjid Madinah (Referensi: Tarikh Madinah Dimasyq, Ibn Asakir), seperti halaqah al-Khatib al-Baghdadi (Referensi: Tarikh Tarbiyah al-Islamiyah, Ahmad Syalabi), dan halaqah lainnya seperti halaqah Jabir bin Abdullah al-Anshari r.a., halaqah Mu'adz bin Jabal di Masjid Damaskus

Metode berbasis masjid ini berkembang seperti Masjid al-Umawi di Damaskus, Masjid Amru bin al-Ash di Fusthath di Mesir, Masjid al-Azhar di Mesir, Masjid Zaituniyah di Tunisia, dan Masjid al-Qarawain (Referensi: Madza Qaddamal Muslimuna lil 'Alam, Raghib as-Sirjani)

4.C.2.3 Metode pendidikan formal mulai dibentuk oleh para ulama sepanjang sejarah dalam kurun peradaban Islam abad 8-15 M, seperti:

4.C.2.3.1 Katatib
Sebagai contoh Ibn Hauqal mendidikan 300 kuttab di satu kota di negeri Shaqilah. (Referensi Min Rawa'i Hadharatina, Musthafa as-Siba'i)

4.C.2.3.2 Sekolah
Model ini mulai ada di abad ke-5 H, karena halaqah semakin memenuhi masjid. Halaqah pertama yang pindah dari masjid ke sekolah adalah Universitas Al-Azhar di tahun 378 H. Sekolah pertama adalah sekolah Shadir bin Abdullah di Damaskus (Referensi: Tarikh Dimasy, Ibn Asakir), dan dilanjutkan dengan banyaknya sekolah-sekolah formal hadir hingga ke Andalusia dan tempat lainnya.

-------------------------------------------------

*5. LANGKAH KELIMA: MENGGABUNGKAN DAN MENGKOMPROMIKAN HINGGA LAHIR KUNCI BERPIKIR*

5.A Liqo ternyata tidak bersifat mengikat, dan bersifat bebas bagi siapapun yang mengejar pendidikan. Namun, secara hakikat tentu ikatan tetap ada yakni ikatan untuk meraih ilmu atau ikatan ingin bersama-sama menyelesaikan masalah atau mendapatkan jawaban

5.B Murobbi ternyata bisa kakak kelas, dan bisa juga adik kelas selama ia menguasai materi yang ingin disampaikan. Murobbi ternyata banyak yang alim dan betul-betul berilmu, bahkan banyak di antara mereka yang berposisi ulama tingkat internasional

5.C. Metode liqo ternyata ruhnya telah dimulai oleh Rasulullah ﷺ di rumah Dar al-Arqam, dan ruh ini kemudian dikembangkan di zaman keemasan Islam mulai dalam wujud Katatib, Pendidikan Berbasis Masjid, hingga tingkat Sekolah dan Universitas. Model pendidikan begitu banyak pilihannya, ada yang formal, informal dan non-formal

-------------------------------------------------

*6. LANGKAH KEENAM: MENCARI HIKMAH DARI SEBUAH KEJAHILAN*

6.A Adab para pendidik hendaknya tidak terburu-buru dalam menyampaikan sesuatu jika belum memiliki fakta yang cukup dan data yang otentik

6.B Adab para pendidik adalah berpikir panjang dan melihat dampak dari kata-katanya sebagai guru kepada murid yang mungkin berdampak luas dan kontra-produktif dengan tujuan besar dakwah Islam

6.C Adab para pendidik harus menyampaikan wawasan secara lengkap dan komprehensif sehingga tidak melahirkan murid yang jahil, statis, tidak mau berpikir dan tidak memiliki metodologi yang sistematis dalam menuntut ilmu

6.D Adab para pendidik adalah memperkokoh metodologinya dalam menghayati Islam, karena Islam bukan sekedar hadir untuk dihafalkan namun harus sampai pada mendapatkan hikmah pelajaran-pelajaran intinya. Di antara yang harus dipahaminya adalah bahwa apa yang tidak dilakukan di masa Rasulullah Saw bukan berarti bermakna tidak boleh dilakukan bahkan sampai pada tahap dihukumi bid'ah. Islam 1400 tahun yang lalu tentu menghadapi zaman yang berbeda dengan hari ini, ada yang harus tetap _(tsawabit)_ yakni prinsip-prinsip kunci, dan ada yang harus berubah _(mutaghayyirat)_ karena tuntutan harus berubah pada hal yang tidak prinsip hingga hal yang bersifat teknis. Di antara tujuan ilmu adalah agar lahir manusia yang bisa menempatkan mana yang asasi dan mana yang tidak asasi.

6.E Adab para pendidik adalah memiliki _husnul khuluq,_ akhlak terpuji karena inilah yang paling banyak memasukan manusia ke Jannah

*PENUTUP:*
Demikian uraian ini disampaikan, dapat dikritisi, ditambahkan dan dikoreksi, agar terbangun metodologi standar bagi umat dalam mensikapi setiap tuduhan jahil yang tidak mendasar, dan agar umat tidak seperti buih karena bergantung selalu pada gurunya, padahal tugas guru ad
alah mengantarkan murid untuk dapat menjadi guru seperti dirinya dengan memenuhi seluruh aspek yang wajib ada pada diri seorang guru

Salam Ta'zhim,
Wido Supraha
Join Channel: t.me/supraha
*HIDUP SEBENARNYA*

Allah berfirman dalam Surat Al-Anfāl [8] ayat 24:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ ۖ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

_Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan Rasul, apabila dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan._
📡 *HURUF ALIF DALAM BASMALAH*

*PERTANYAAN*
📬 Mengapa dalam basmalah tidak memiliki huruf alif, tidak seperti dalam Surat Al Alaq.

*JAWABAN*
📮 _Hal ini masuk dalam teknik penulisan yang mengandung banyak rahasia._

1⃣ *Pengulangan teknik penulisan dari ayat yang juga pernah diturunkan kepada Nabi Sulaiman a.s.*

Allāh ﷻ bersabda dalam Surat an-Naml [27] ayat 30:

إِنَّهُ مِنْ سُلَيْمَانَ وَإِنَّهُ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

_Sesungguhnya (surat) itu dari Sulaiman yang isinya, “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang._

Nabi Muhammad ﷺ pernah bersabda,

أُنْزِلَتْ عَلَيَّ آيَةٌ لَمْ تَنْزِلْ عَلَى نَبِيٍّ غَيْرِ سُلَيْمَانَ بْنِ دَاوُدَ وَغَيْرِي، وَهِيَ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

_Telah diturunkan kepadaku suatu ayat yang belum pernah diturunkan kepada seorang nabi pun selain Sulaiman ibnu Daud dan aku sendiri, yaitu *bismillāh ar-Rahmān ar-Rahīm* (Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang)._

2⃣ *Penjagaan 19 huruf di dalamnya yang penuh rahasia*

🔸 Adanya sesuatu yang tidak terjangkau panca indera (Az-Zarkasyi)

🔸 Jumlah Malaikat Zabaniyah ada 19.
Allah ﷻ berfirman dalam Surat Al-Muddatstsir [74] ayat 30:

عَلَيْهَا تِسْعَةَ عَشَرَ

_Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga)._

🔸 Pertimbangan praktis penulisan karena seringnya digunakan dalam keseharian (Al-Qurthubi, Ar-Rāzi, Al-Akbary)

🔸 Agar jumlah huruf di surat Al-Fatihah ayat 1 tetap 19 tidak 20 dengan keindahan bahasa ketika setiap kata di ayat ini dapat dibagi dengan angka 19 (Rasyad Khalifah):

*Allāh*, 2698x (2698:19=142)
*Ar-Rahmān*, sebanyak 57x (57:19=3)
*Ar-Rahīm*, sebanyak 114x (114:19=6)

Salam Ta'zhim,
Wido Supraha
🌏 t.me/supraha
عرض تسلسلي لحكام العالم الإسلامي عبر التاريخ !
*أولاً:الخلفاءالراشدون*
١ / أبوبكر الصديق من ١١ إلى ١٣ هجريا
٢ / عمر بن الخطاب من ١٣ إلى ٢٣ هجريا
٣ /عثمان بن عفان من ٢٣ إلى ٣٥ هجريا
٤ / علي بن أبي طالب من ٣٥ إلى ٤٠ هجريا
5 / الحسن بن علي من ٤٠ إلى ٤١ هجريا

*ثانياً:الدولة الأموية* ١٤ خليفة
١ / معاوية بن أبي سفيان من ٤١ إلى ٦٠هجريا
٢ / يزيد بن معاوية من ٦٠ إلى ٦٤ هجريا
٣ / معاوية بن يزيد '' عدة شهور ''
٤ / مروان بن الحكم من ٦٤ إلى ٦٥ هجريا
٥ / عبدالملك بن مروان من ٦٥ إلى ٨٦ هجريا
٦ / الوليد بن عبدالملك من ٨٦ إلى ٩٦ هجريا
٧ / سليمان بن عبد الملك من ٩٦ إلى ٩٩ هجريا
٨ / عمر بن عبدالعزيز من ٩٩ إلى ١٠١ هجريا
٩ / يزيد بن عبدالملك من ١٠١ إلى ١٠٥ هجريا
١٠ /هشام بن عبدالملك من ١٠٥ إلى ١٢٥ هجريا
١١ / الوليد بن يزيد من ١٢٥ إلى ١٢٦ هجريا
١٢ / يزيد بن الوليد '' عدة شهور ''
١٣ / إبراهيم بن الوليد من ١٢٦ إلى ١٢٧ هجريا
١٤ / مروان بن محمد من ١٢٧ إلى ١٣٢ هجريا
*ثالثاً:الدولة العباسية* ٣٧ خليفة ''
١ / أبوالعباس من ١٣٢ إلى ١٣٦ هجريا
٢ / أبوجعفر المنصور من ١٣٦ إلى ١٥٨ هجريا
٣ / أبوعبدالله المهدي من ١٥٨ إلى ١٦٩ هجريا
٤/ موسى الهادي من ١٦٩ إلى ١٧٠ هجريا
٥ / هارون الرشيد من ١٧٠ إلى ١٩٣ هجريا
٦ / الأمين بن هارون من ١٩٣ إلى ١٩٨ هجريا
٧ / المأمون بن هارون من ١٩٨ إلى ٢١٨ هجريا
٨ / المعتصم بن هارون من ٢١٨ إلى ٢٢٧ هجريا
٩ / الواثق بالله من ٢٢٧ إلى ٢٣٢ هجريا
١٠ / المتوكل على الله من ٢٣٢ إلى ٢٤٧ هجريا
١١ / المنتصر بالله من ٢٤٧ إلى ٢٤٨ هجريا
١٢ / المستعين بالله من ٢٤٨ إلى ٢٥٢ هجريا
١٣ / المعتز بالله من ٢٥٢ إلى ٢٥٥ هجريا
١٤ / أبواسحاق المهدي من ٢٥٥ إلى ٢٥٦ هجريا
١٥ / أبو العباس المعتمد من ٢٥٦ إلى ٢٧٩ هجريا
١٦ / المعتضد بالله من ٢٧٩ إلى ٢٨٩ هجريا
١٧ / المكتفي بالله من ٢٨٩ إلى ٢٩٥ هجريا
١٨ / المقتدر بالله من ٢٩٥ إلى ٣١٧ هجريا
١٩ / ابو الفضل من ٣١٧ إلى ٣٢٠ هجريا
٢٠ / أبو منصور القاهر من ٣٢٠ إلى ٣٢٢ هجريا
٢١ / الراضي بالله من ٣٢٢ إلى ٣٢٩ هجريا
٢٢ / أبوالعباس المتقي بالله من ٣٢٩ -٣٣٣ هجريا
٢٣ / المطيع لله من ٣٣٤ إلى ٣٦٣هجريا
٢٤ / الطائع لله من ٣٦٣ إلى ٣٨١ هجريا
٢٥ / القادر بالله من ٣٨١ إلى ٤٢٢ هجريا
٢٦ / القائم بأمر الله من ٤٢٢ إلى ٤٦٧ هجريا
٢٧/ المقتدي بالله من ٤٦٧ إلى ٤٨٧ هجريا
٢٨ / المستظهر بالله من ٤٨٧ إلى ٥١٢ هجريا
٢٩ / المسترشد بالله من ٥١٢ إلى ٥٢٩ هجريا
٣٠ / الراشد بالله من ٥٢٩ إلى ٥٣٠ هجريا
٣١ / المتقي لأمر الله من ٥٣٠ إلى ٥٥٥ هجريا
٣٢ / المستجير بالله من ٥٥٥ إلى ٥٦٦ هجريا
٣٣ / المستضيئ بالله من ٥٦٦ إلى ٥٧٥ هجريا
٣٤ / الناصر لدين الله من ٥٧٥ إلى ٦٢٢ هجريا
٣٥ /الظاهربأمر الله من ٦٢٢ إلى ٦٢٣ هجريا
٣٦ / المستنصر بالله من ٦٢٣ إلى ٦٤٠ هجريا
٣٧ / المستعصم بالله من ٦٤٠ إلى ٦٥٦ هجريا
*رابعاً:الدولة العثمانية* ٣٧ خليفة ''
١/ عثمان غازي بن أرطغرل من ٦٩٨ - ٧٢٦ هجريا
٢/ أورخان غازي بن عثمان من ٧٢٦ -٧٦٣ هجريا
٣/ مراد الأول بن أورخان من ٧٦٣ - ٧٩١ هجريا
٤/بايازيد الأول من ٧٩١ إلى ٨٠٤ هجريا
٥/ محمد جلبي الأول من ٨١٦ إلى ٨٢٤ هجريا
٦/ مراد الثاني من ٨٢٤ إلى ٨٥٥ هجريا
٧/ محمد الثاني '' الفاتح '' من ٨٥٥ - ٨٨٦ هجريا
٨ / بايازيد الثاني من ٨٨٦ إلى٩١٨ هجريا
٩ / سليم الأول من ٩١٨ إلى ٩٢٦ هجريا
١٠ / سليمان القانوني من ٩٢٦ إلى ٩٧٤ هجريا
١١ / سليم الثاني من ٩٧٤ إلى ٩٨٢ هجريا
١٢/ مراد الثالث من ٩٨٢ إلى ١٠٠٣ هجريا
١٣ / محمد الثالث من ١٠٠٣ إلى ١٠١٢ هجريا
١٤ / أحمد الأول من ١٠١٢ إلى ١٠٢٦ هجريا
١٥ / مصطفى الأول من ١٠٢٦ إلى ١٠٢٧ هجريا
١٦ / عثمان الثاني من ١٠٢٧ إلى ١٠٣١ هجريا
١٧ / مراد الرابع من ١٠٣٢ إلى ١٠٤٩ هجريا
١٨ / إبراهيم عصبي من ١٠٤٩ إلى ١٠٥٨ هجريا
١٩ / محمد الرابع من ١٠٥٨ إلى ١٠٩٩ هجريا
٢٠ / سليمان الثاني من ١٠٩٩ إلى ١١٠٢ هجريا
٢١ / أحمد الثاني من ١١٠٢ إلى ١١٠٦ هجريا
٢٢ / مصطفى الثاني من ١١٠٦ إلى ١١١٥ هجريا
٢٣ / أحمد الثالث من ١١١٥ إلى ١١٤٣ هجريا
٢٤ / محمود الأ
ول من ١١٤٣ إلى ١١٦٨ هجريا
٢٥ / عثمان الثالث من ١١٦٨ إلى ١١٧١ هجريا
٢٦ / مصطفى الثالث من ١١٧١ إلى ١١٨٧ هجريا
٢٧ / عبدالحميد الأول من ١١٨٧ إلى ١٢٠٣ هجريا
٢٨ / سليم الثالث من ١٢٠٣ إلى ١٢٢٢ هجريا
٢٩ / مصطفى الرابع من ١٢٢٢ إلى ١٢٢٣ هجريا
٣٠ / محمود الثاني من ١٢٢٣ إلى ١٢٥٥ هجريا
٣١ / عبدالمجيد الأول من ١٢٥٥ إلى ١٢٧٧ هجريا
٣٢ / عبدالعزيز الشهيد من ١٢٧٧-١٢٩٣ هجريا
٣٣ / مراد الخامس من ١٢٩٣ إلى ١٢٩٣ هجريا
٣٤ / عبدالحميد الثاني من ١٢٩٣ -١٣٢٧ هجريا
٣٥ / محمد رشاد الثاني من ١٣٢٧-١٣٣٦ هجريا
٣٦ / محمد وحيد السادس من ١٣٣٦-١٣٤١هجريا
٣٧ / عبدالمجيد الثاني '' آخر خلفاء الإسلام ''
من ١٣٤١ إلى ١٣٤٢ هجريا
وبسقوط الخلافة العثمانية دخل العالم الاسلامي تحت الاستعمار واستقلت بعدها وظهور دول جديده وتفرقت الأمة الاسلامية الى دويلات وبقيت على وضعها الحالي.
🍃🍃🍃🍃
#IslamisasiSains | Bantu disebarkan ya, sahabat.
Syed Al Attas menegaskan bahwa kemunduran umat Islam akan terjadi jika terjadi 'the loss of adab'. Maka kembali tekun menguatkan adab, dan kemudian mengambil keberkahan dari pelajaran-pelajaran agama, akan membawa manusia meraih solusi atas setiap krisis.

t.me/supraha
Berikut saya share tulisan dari guru saya, Dr. Hamid Fahmy, pimpinan Gontor. Semoga berfaidah untuk saya dan sahabat semua:

MENGETAHUI
Oleh: Dr Hamid Fahmy Zarkasyi

Suatu ketika al-Ghazzali melakukan perjalanan panjang. Dalam perjalanannya itu ia membawa serta seluruh buku bacaannya. Konon di tengah jalan tiba-tiba datang segerombolan orang merampok seluruh bawaan al-Ghazzali, termasuk buku-bukunya. Padahal ia belum membaca seluruh isi buku itu. Yang telah ia baca pun belum seluruhnya dihafal.

Kejadian itu benar-benar telah menyadarkan al-Ghazzali, bahwa ilmu itu ada di dalam dada dan bukan dalam tulisan (al-‘ilm fi-s-sudur la fi-s-sutur). Sejak kejadian itu al-Ghazzali bertekad untuk selalu mengingat apa yang telah ia baca. Yang menarik tentu bukan peristiwa perampokannya, tapi kesimpulan al-Ghazzali tentang letak ilmu. Benarkah mengetahui dan pengetahuan itu ada di dalam dada? Apa bedanya ilmu dari ma’rifah.

Bicara ilmu adalah bicara obyeknya (realitas atau wujud) dan luas obyek ilmu adalah seluas realitas atau wujud. Maka dari itu realitas bagi Ghazzali dan juga para ulama adalah empiris dan non-empiris. Realitas empiris pun dibagi sekurangnya menjadi tiga : realitas individual, realitas pembicaraan, dan realitas pikiran. Yang pertama adalah wujud yang riel dan empiris, yang kedua adalah wujud dalam pembicaraan yang bersifat verbal dan indikatif, dan yang ketiga adalah wujud dalam pikiran yang bersifat kognitif dan formal. Diatas dari segala realitas tersebut diatas adalah Realitas Mutlak atau Wujud Mutlak.

Lalu bagaimana proses mengetahuinya? Bagi al-Ghazzali untuk realitas empiris dimulai dari kajian terhadap hal-hal yang khusus yang dapat dipahami dan dikomunikasikan dengan bahasa. Ketika wujud individual difahami oleh akal kita, bentuk (surah) dari realitas individual tersebut tercetak dalam mata, lalu pada imaginasi kita dan kemudian menjadi wujud dalam pikiran kita. Ketika bentuk realitas atau wujud individual itu hadir dalam pikiran, ia menjadi ilmu, sebab obyek yang diketahui berhubungan dengan representasi dalam pikiran tersebut, persis seperti bayangan kita yang tercermin dalam kaca.

Jadi proses mengetahui mengharuskan adanya tiga hal yaitu: obyek ilmu pengetahuan, penerima dan proses kognisinya yang melibatkan penginderaan. Ketika realitas atau wujud empiris ada dalam pikiran ia tetap bernama realitas. Demikian pula keimanan yang tidak empiris di dalam dada itu dapat disebut realitas juga. Jika realitas empiris – melalui proses – dapat tercermin dalam pikiran, maka Realitas Mutlak atau Wujud Mutlak, yaitu Tuhan dapat pula tercermin dalam diri manusia.

Dengan jalan empiris saja manusia telah dapat mengetahui dirinya sendiri, alam semesta dan Tuhannya. Wujud Tuhan dapat diketahui secara indukif dari ciptaanNya. Ilmu-ilmu empiris itu tentang ciptaan Tuhan itu merupakan aspek-aspek yang saling berhubungan dan membentuk kesatuan. Pada maqam yang tertinggi orang akan sampai pada pandangan bahwa realitas dan kebenaran itu hanya satu dan tidak plural. Artinya dalam akalnya hanya ada satu realitas atau wujud, yaitu Wujud Mutlak, Aktor (fa’il) dari segala wujud yang plural yang nisbi.

Jikapun tidak dengan jalan empiris Tuhan dapat diketahui dengan mata hati. Sebab dalam diri manusia telah terdapat naluri (fitrah) mengenal tuhan (ma’rifatullah). Naluri itu diciptakan oleh Tuhan sebelum manusia lahir melalui syahadah awal (mithaq). Syahadah inilah bekal manusia memperoleh ma’rifah. Nietzsche menuduh fitrah ini hanya pikiran dan khayalan. Dan khayalan itu, menurutnya, harus dibunuh agar orang dapat berfikir saintifik. God is dead artinya fitrah itu telah mati. Memang pengetahuan tentang ini bagi al-Ghazzali tidak dimiliki orang awam, termasuk Nietzsche. Pengetahuan tentang Tuhan dengan jalan non-empiris dicapai dengan mata hati yang penuh cinta. Dalam Ihya ia menyatakan:”…metode terbaik untuk memperoleh kebenaran dan sekaligus kecintaan pada Allah adalah dengan metode deduktif dari ma’rifah tentang Allah kepada pengetahuan tentang realitas. Tapi ini adalah metode yang rumit dan tidak difahami orang awam
” (Ihya’ hal. 2619, vol. IV).

Jadi ternyata tempat ‘ilm dan ma’rifah adalah sama, yaitu di dalam hati, di dada. Berarti tempat aktifitas zikir, fikir, ‘ilm, iman, amal, cinta dan akhlaq adalah sama. Jika semua aktifitas itu seimbang maka sampailah seseorang itu kederajat yaqin. Bangunan trilogi iman, ilmu amal adalah paradigm keilmuan Islam yang kuat. Karena itu ilmu dalam Islam berdimensi amal dan amal berdimensi ilmu, keduanya bersumber pada iman. Maka al-Ghazzali tegas “ilmu tanpa amal adalah gila dan amal tanpa ilmu adalah sombong”. Jadi, Muslim yang mengatakan “hatinya di Mekkah otaknya di Jerman atau di New York”, berarti imannya tanpa ilmu, ilmunya tanpa iman. Hatinya berzikir tapi pikirannya - boleh jadi – sekuler-liberal. Wallahu a’lam.
PRESENTASI KPK_FORUM REKTOR_PP MUHAMMADIYAH.pdf
📚 *DO'A PEMIMPIN UMAT*

Allāh ﷻ berfirman dalam Surat Al-Furqān [25] ayat 74:

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

_*(Rabbanā hablanā min azwājinā wa dzurriyyātinā qurrata a’yun waj’alnā lilmuttaqīna imāma)*_

_Artinya: “Wahai Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.”_

Islam mendorong manusia untuk mengawali ke-Islam-annya dengan memperbaiki dirinya dan keluarganya, membentuk pribadi Muslim sejati dan membangun Keluarga Islami seutuhnya

Keteguhan individu dan kekuatan keluarga adalah modal awal kepemimpinan

Seorang pria tidak dilahirkan sekedar menjadi pemimpin diri dan keluarga, karena tanpa diskenariokan ia tetap keniscayaan

Pria mukmin sejati dihadirkan untuk menjadi pemimpin umat, pemimpin orang-orang yang bertaqwa

Islam mendorong mukmin untuk dapat memberikan kemanfaatan dirinya atas kebanyakan manusia dengan terbiasa mengkonsolidasikan kekuatan orang-orang shalih di sekitarnya sehingga lahir amal jama'i

Sebuah amal akan melahirkan daya dobrak luar biasa jika dikerjakan bersama-sama manusia yang mencintai pekerjaan dalam persatuan

Mukmin dengan demikian perlu terus meningkatkan kapasitas individunya sebagai pemimpin agar suatu saat ia diminta memimpin atau harus memimpin ia telah memiliki kafaah mencukupi sehingga lahirlah tsiqah dari umat berpadu dengan keikhlasannya

Bogor, 12 Shafar 1438 H
Wido Supraha [ *@supraha* ]
📡 t.me/supraha
beasiswa madinah.pdf
Untuk pemesanan silahkan klik: http://bit.ly/pesanbukusarton
atau WA *+628561745172* (Rumaisha)
#IslamIsBeautiful
Alhamdulillah dalam ziarah ke Cikarang Utara berkenalan dengan KH. Hidayatullah Nawawi (adik Ust. Najiyullah). Beliau menshare keragaman pusat-pusat ilmu ....
#IslamIsBeautiful
Alhamdulillah dalam ziarah ke Cikarang Utara berkenalan dengan KH. Hidayatullah Nawawi (adik Ust. Najiyullah). Beliau menshare keragaman pusat-pusat ilmu di Bekasi Utara dimana ada 3 (tiga) pesantren besar yakni: [1] _Bāqiyātushshālihāt_ di Cibarusa, terkenal dengan keahlian di bidang ilmu Falak; [2] _At-Taqwa_, KH. Nur Ali terkenal dengan Kepahlawanan-nya; [3] _Al-Hidayah_ Pulo Muru, Kyai Nawawi al-Marzuki, Pesantren Plamunan, di Kecamatan Kramat Watu di Banten. Pesantren Plamunan adalah pesantren tempat Kyai Ma'ruf belajar.

Yang menarik di Cikarang Utara ini kebanyakan muridnya Kyai Nawawi, namun awal Ramadhan, perhitungan harinya seringkali sama dengan perhitungan Muhammadiyah.

Semoga persatuan umat Islam semakin kokoh bersama Islam Wasathiyah.

t.me/supraha
🍭Ikuti Kajian Iman dan Islam🍭
🍩(Kajian MANIS)🍩

Simak melalui streaming di

http://stream.suararadio.com:8000/idream1044

🗓Setiap senin s.d Jumat.
live streaming pukul 05.00-06.00 WIB (pukul 09.00 waktu Canbie)

siaran ulang pukul 16.30-17.30 WIB

Jadwal kajian
🖼Senin: Inspirasi Alquran oleh Ustadz Amang Syafrudin, Lc
🖼Selasa: Kajian Fiqih Imam Syafi'i oleh Ustadz Muchtar Sudibyo, Lc MA
🖼Rabu: Kajian Hadits oleh Ustadz Hilman Rosyad, Lc
🖼Kamis: Kajian Islam Tematik oleh
Dr.Ahzami Samiun Jazuli, MA
Ustadz Amir Faisho Fath, MA
Ustadz Farid Nu'man, Lc

🖼Jumat: Kajian Sirah Nabawiyah oleh Ustadz M.Said, M.Hum

Follow social media
twitter @idreamradio1044
instagram @idreamradio1044
fb: idream radio 1044AM