Wido Supraha
4.02K subscribers
1.08K photos
159 videos
375 files
1.57K links
Bersama Meniti Jalan Menuju Jannah
Download Telegram
Adakah yang tahu aplikasi Channel selain Telegram?
Bismillah....

Karena nnti telegram akan di blokir ( Blokir web, sudah)

Yuk download aplikasi bawahan Telegram
>> Plus Messenger <<

1. Download https://play.google.com/store/apps/details?id=org.telegram.plus
2. Log-in dgn nomor telegram kamu
3. Masukkan kode verifikasi

Maka, smua channel & grup di TG akan ikut pindah ke Plus Messenger
Berikut rangkuman kajian saya tadi malam yg ditulis oleh salah satu jama'ah, semoga bermanfaat untuk sahabat:

🎞 *Kajian Sirah Nabawiyah*
🕌 *Masjid​ Nurul Faizin*
🗓 *15 Juli 2017/22 Syawwal 1438 H*
*18.25-19.10 WIB*
👳🏼 *Dr. Wido Supraha*

📚 Tema: Pasca Perjanjian Hudaibiyah

📌 Perjanjian Hudaibiyah (PH) adalah cara Nabi ﷺ menghormati kaum Quraisy dan memenangkan Islam dengan cara selain peperangan. Hal ini menegaskan, Islam tidak disebarkan dengan pedang tapi dengan ilmu dan kasih.

📌 Babak baru kehidupan kaum Muslimin dimulai setelah PH. Jika awalnya ada 3 (tiga) pihak yang memusuhi Islam yakni kafir Quraisy (Paganis, cinta berhala), Yahudi, dan Ghathafan yang dibujuk Yahudu, maka setelah PH, kekuatan yg tersisa adalah Yahudi yg memusatkan markasnya di Khaibar.

📌 Masa gencatan senjata sejak PH mendorong kaum muslimin melakukan 2 (dua) aktifitas besar:
1⃣ Aktifitas dakwah (menulis surat ke pemimpin2/raja2).
2⃣ Aktifitas kemiliteran, utk persiapan diserang Yahudi karena posisi Khaibar yang dekat dengan kota Yatsrib (Madinah).

📌 Aktifitas dakwah dimulai Nabi ﷺ dengan menginventarisir kerajaan-kerajaan sekitar Madinah yg paling prioritas untuk didakwahi. Prioritas yang dibuat berdasarkan kedekatan keyakinan dengan Islam, yakni keyakinan Nasrani. Ada 8 kerajaan yg disasar. Awal tahun ke-7 Hijriyah dimulai.

📌 Surat pertama ke Raja Najasy (penguasa Habasyah). Sahabat usul cincin stempel. Ada 3 kata dalam stempel: Allah, Rasul, Muhammad (3 kata ini yg ditiru ISIS). Bunyi surat Nabi diawali _"bismillāhirrahmānirrahīm"_, dilanjutkan dengan salam kedamaian kepada siapapun yg mengikuti petunjuk Allah _(man ittaba'a al-huda)_, yg beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dst. Raja Najasy termasuk Raja yang taat kepada syariat Al-Masih.
Kata Nabi dalam surat, "Dan aku mengajakmu dengan seruan untuk kembali kepada Islam. Sesungguhnya aku Rasul Allah dan masuklah ke Islam, maka kamu akan selamat".

📌 Nabi mengajak Raja Najasy kepada kalimat yg sama, jangan menyembah kecuali Allah. Jangan syirik. Jangan ada sebagian manusia menjadikN sebagian manusia lain sbg sesembahan. "Siapapun yg berpaling dr kalimatun sawa (kalimat dg referensi yg sama dr kitab2 Allah) ini, maka prinsip kami, kami akan mengikrarkan _isyhadu bianna muslimun_". Penegasan keunikan kaum Muslimin yang menjadi ciri khas yang tidak boleh lepas. Allah ﷻ berfirman dalam Surat Āli 'Imrān [3] ayat 64:

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَىٰ كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ ۚ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

_Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”_

📌 Raja Najasy menjawab surat dimulai dg _"bismillāhirrahmānirrahīm"._ Dia mengatakan bahwa dia memiliki konsep ttg Isa sama dg Nabi. "Anak pamanmu (Ja'far bin Abi Thalib) dan sahabatmu telah kami tampung", kata Najasy. Saat utusan Nabi datang, Raja Najasy bersyahadat di hadapan Ja'far r.a. dan telah berbaiat kpd Nabi dan Ja'far. Dia telah masuk Islam.

📌 Lalu Nabi ﷺ meminta agar Ja'far yg hijrah ke Najasy utk dikirim ke Madinah. Ja'far pun bertemu dengan Nabi ﷺ di Khaibar. Setelah itu Raja Najasy wafat dan Nabi melaksanakam Shalat Ghaib. Pengganti Raja Najasy belum ada info agamanya Islam atau bukan.

📌 Pelajaran untuk kita adalah berdakwahlah, prioritas kepada sahabat yang hanif agamanya, mengajak orang lain kepada hidayah dengan cara hikmah, dialog dan ilmiah.

_Semoga tdk ada yg salah kutip_
🕌 #TadabburToday
🎞 *SEMUA MENJADI SAKSI SAAT MULUT TERKUNCI*

1⃣ *Paha Kiri kemudian Bahu, Semua Daging dan Tulang Menjadi Saksi*

Al-Imām Ibn Katsīr mengangkat beberapa hadits terkait hal ini:

قَالَ ابْنُ أَبِي حَاتِمٍ، رَحِمَهُ اللَّهُ: حَدَّثَنَا أَبِي، حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ، حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ، حَدَّثَنَا ضَمْضَم بْنُ زُرْعَة عَنْ شُرَيْح بْنِ عُبَيْدٍ، عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ؛ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: "إِنَّ أَوَّلَ عَظْمٍ مِنَ الْإِنْسَانِ يَتَكَلَّمُ يَوْمَ يُختَم عَلَى الْأَفْوَاهِ، فَخذُه مِنَ الرِّجل الْيُسْرَى".

Ibnu Abu Hātim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Hisyam ibnu Ammar, telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Iyasy, telah menceritakan kepada kami Damdam ibnu Zur'ah, dari Syuraih ibnu Ubaid, dari Uqbah ibnu Amir r.a., bahwa ia pernah mendengar Rasulullāh ﷺ bersabda: _Sesungguhnya anggota tubuh manusia yang mula-mula ber­bicara di hari semua mulut dibungkam adalah paha kaki kirinya._

Sufyan ibnu Uyaynah telah menceritakan dari Suhail, dari ayahnya, dari Abu Hurairah r.a., dari Rasulullah Saw. tentang hadis hari kiamat yang cukup panjang, di dalamnya disebutkan bahwa:

"ثُمَّ يَلْقَى الثَّالِثَ فَيَقُولُ: مَا أَنْتَ؟ فَيَقُولُ: أَنَا عَبْدُكَ، آمَنْتُ بِكَ وَبِنَبِيِّكَ وَبِكِتَابِكَ، وَصُمْتُ وَصَلَّيْتُ وَتَصَدَّقْتُ -وَيَثْنِي بِخَيْرٍ مَا اسْتَطَاعَ-قَالَ: فَيُقَالُ لَهُ: أَلَا نَبْعَثُ عَلَيْكَ شَاهِدَنَا ؟ قَالَ: فَيُفَكِّرُ فِي نَفْسِهِ، مِنَ الَّذِي يَشْهَدُ عَلَيْهِ، فيُختَم عَلَى فِيهِ، وَيُقَالُ لِفَخِذِهِ: انْطِقِي. فَتَنْطِقُ فَخِذُهُ وَلَحْمُهُ وَعِظَامُهُ بِمَا كَانَ يَعْمَلُ، وَذَلِكَ الْمُنَافِقُ، وَذَلِكَ لِيُعْذَرَ مِنْ نَفْسِهِ. وَذَلِكَ الَّذِي سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِ".

_Kemudian orang yang ketiga dihadapkan, lalu ditanya, "Amal apakah yang kamu bawa?" Ia menjawab, "Aku adalah hamba­Mu, beriman kepada-Mu dan kepada Nabi-Mu serta Kitab-Mu. Dan aku mengerjakan puasa, salat, dan berzakat," lalu ia mengucapkan pujian yang baik sebatas kemampuannya. Lalu dikatakan kepadanya, "Ingatlah, Aku akan membangkitkan saksi dari Kami terhadapmu." Lalu ia berpikir untuk mencari siapa yang akan menjadi saksi terhadap dirinya. Maka Allah membungkam mulutnya dan dikatakan kepada pahanya, "Berbicaralah!" Maka *pahanya, dagingnya, dan tulangnya berbicara,* menceritakan semua amal perbuatan yang pernah dilakukannya. Demikianlah nasib yang dialami oleh orang munafik, hal itu dilakukan terhadapnya agar alasan Allah kuat, dan itulah yang membuat Allah murka terhadapnya._

2⃣ *Tangan dan Kaki Menjadi Saksi*

Allāh ﷻ berfirman dalam Surat Yā-Sīn [36] ayat 65:

الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

_“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.”_

3⃣ *Kulit Menjadi Saksi*

Allāh ﷻ berfirman dalam Surat Fushshilāt [41] ayat 20-22:

حَتَّى إِذَا مَا جَاءُوهَا شَهِدَ عَلَيْهِمْ سَمْعُهُمْ وَأَبْصَارُهُمْ وَجُلُودُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (20) وَقَالُوا لِجُلُودِهِمْ لِمَ شَهِدْتُمْ عَلَيْنَا قَالُوا أَنْطَقَنَا اللَّهُ الَّذِي أَنْطَقَ كُلَّ شَيْءٍ وَهُوَ خَلَقَكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ (21) وَمَا كُنْتُمْ تَسْتَتِرُونَ أَنْ يَشْهَدَ عَلَيْكُمْ سَمْعُكُمْ وَلَا أَبْصَارُكُمْ وَلَا جُلُودُكُمْ وَلَكِنْ ظَنَنْتُمْ أَنَّ اللَّهَ لَا يَعْلَمُ كَثِيرًا مِمَّا تَعْمَلُونَ (22)

_“Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan dan kulit mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan. Dan mereka berkata kepada kulit mereka: “Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?” Kulit mereka menjawab: “Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata, dan Dia-lah yang menciptakan kamu pada kali pertama dan hanya kepada-Nya lah kamu dikembalikan.” Kamu sekali-sekali tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan dan kulitmu kepadamu bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak meng
etahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan.”_

4⃣ *Bumi Menjadi Saksi*

Allāh ﷻ berfirman dalam Surat al-Zalzalah [99] ayat 4:

يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا

_“Pada hari itu bumi menceritakan beritanya.”_

Rasulullāh ﷺ bersabda dalam HR. Tirmidzi No. 2429:

إِنَّ أَخْبَارَهَا أَنْ تَشْهَدَ عَلَى كُلِّ عَبْدٍ أَوْ أَمَةٍ بِمَا عَمِلَ عَلَى ظَهْرِهَا أَنْ تَقُولَ عَمِلَ كَذَا وَكَذَا يَوْمَ كَذَا وَكَذَا قَالَ فَهَذِهِ أَخْبَارُهَا

“Sesungguhnya yang diberitakan oleh bumi adalah bumi jadi saksi terhadap semua perbuatan manusia, baik laki-laki maupun perempuan yang telah mereka perbuat di muka bumi. Bumi itu akan berkata, “Manusia telah berbuat begini dan begitu, pada hari ini dan hari itu.” Inilah yang diberitakan oleh bumi.

📌 Ternyata seluruh makhluk yang saat ini kita anggap diam, semuanya merekam seluruh kejadian yang terkait dengan kita atau yang terkena dampak karena keberadaan kita. Tanpa sadar kita selama ini mungkin banyak berbuat _zhalim_ terhadap mereka. Mungkin kita senang mengganggu binatang, merusak pepohonan, membuang sampah sembarangan, meludah di tempat yang tidak seharusnya, merusaknya, menjadikannya sakit, dan banyak lagi hal lainnya.

📌 Manusia tersadarkan bahwa kaki, tangan, kulit seluruhnya adalah titipan Allah yang bersifat fana. Kemana dan untuk apa kita menggunakannya? Pernahkah kita bertanya apakah mereka ridho melakukan perintah ruh kita?
Pernahkah pula kita berfikir, boleh jadi mereka ingin sekali digerakkan ke tempat-tempat kebaikan seperti Masjid, Tempat Kerja Halal, dan Aktivitas Sosial, namun ruh kita menahannya?

💡Mari bersama kita hisab diri sebelum dihisab oleh *Māliki Yaum ad-Dīn*

Jakarta, 23 Syawwal 1438 H
@supraha
Join Channel: t.me/supraha
http://www.facebook.com/suprahawido

Tulisan kami juga selalu kami posting di FB yang alamatnya di atas. Alamat di atas khusus posting tulisan kami. Dapat dimanfaatkan, jika ada faidahnya, semoga jadi jariyah.

Klik Like di link FB tersebut jika sahabat hendak mendapatkan notifikasi tulisan terbaru.

_Barakallahulana wa lakum._
Berikut ini tulisan khusus dari salah satu guru kami, semoga bermanfaat:

*Worldview Pancasila*

Oleh: Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi

Pancasila sebenarnya bukan hanya sekedar dasar Negara atau bernegara, tapi filosofi dasar dari Negara dan bernegara. Soekarno menyebut Pancasila sebagai philosophische grondslag” (filosofi dasar). Filosofi dasar sebenarnya tidak lain dari “Weltanschauung” (pandangan hidup) atau bahasa Inggeris-nya Worldview.

Worldview atau Weltanschauung adalah kepercayaan, perasaan dan apa-apa yang terdapat dalam pikiran orang yang berfungsi sebagai motor bagi keberlangsungan dan perubahan sosial dan moral (Ninian Smart). Secara praktis worldview berarti asas setiap perilaku manusia, sebab setiap aktifitas manusia mencerminkan pandangan hidupnya. (Alparslan Acikgence). Worldview dapat pula disejajarkan dengan paradigm yaitu seperangkat keyakinan mendasar yang memandu tindakan kita, baik tindakan keseharian maupun dalam penyelidikan Ilmiyah (Thomas Kuhn).

Jika Pancasila adalah sebuah worldview bangsa Indonesia, maka ia harus berfungsi menjadi motor bagi keberlangsungan dan perubahan sosial dan moral. Pancasila harus menjadi asas setiap perilaku bangsa Indonesia. Jika menjadi paradigma maka Pancasila harus memandu tindakan keseharian bangsa Indonesia.

Namun perlu diingat bahwa sebagai worldview Pancasila perlu meminjam penjelasan kepada agama-agama. Sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, misalnya, maksudnya adalah Tuhan dalam konsepsi agama-agama. Bukan sembarang Tuhan, bukan tuhan para penganut diest, atau theist, Tuhan orang-orang komunis atau tuhan aliran-aliran spiritual apapun. Jika tidak meminjam kepada agama-agama, Pancasila sendiri akan menjadi agama. Ini bertentangan dengan konsep awalnya.

Bagi Muslim sila kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa berarti tauhid. Seorang Muslim yang beriman kepada Tuhan Allah adalah seorang mukmin. Dalam teori worldview, keimanan kepada Tuhan berimplikasi kepada seluruh kehidupan seseorang. Maka dari itu, menjadi Mukmin dapat menjamin seseorang menjadi seorang Pancasilais sejati. Sebab iman dalam Islam adalah induk kebaikan. Implikasi dan implementasi serta bukti dari keimanan dalam Islam adalah berbuat baik kepada sesama manusia.

Nabi Muhammad saw menyatakan bahwa keimanan dibuktikan dengan 77 cabang jenis amal-amal ritual dan sosial. Seorang mukmin, misalnya, harus menghormati tetangga dan tamunya, berbuat baik pada siapapun, menyantuni fakir miskin, menghindarkan mara bahaya bagi orang lain, menyambung hubungan persaudaraan dan persahabatan; berkata yang baik-baik pada orang lain atau diam dan masih banyak lagi yang lainnya.

Jika semua cabang iman yang berjumlah 77 itu diperinci, maka keempat sila, selain yang pertama, hanyalah cabang-cabang dari keimanan seorang Muslim. Seorang yang telah mencapai tingkat mukmin pasti tidak akan melakukan tindak kekerasan, penganiayaan apalagi pembunuhan yang tanpa sebab. Al-Qur’an mengajarkan bahwa membunuh seorang manusia tanpa sebab maka seakan-akan ia telah membunuh seluruh umat manusia. Sebaliknya memelihara seorang manusia sama darajatnya dengan memelihara kehidupan manusia semuanya (al-Maidah 32). Maka tidak sejalan dengan teori worldview jika seorang Mukmin dituduh teroris, dan orang-orang atheis mengklaim Pancasilais.

Seorang Mukmin itu pasti berilmu dan berakhlaq. Ia mempunyai ilmu tentang mana yang benar (haqq) dan mana yang salah (batil). Ilmu seorang mukmin selalu disertai amal baik yang berbasis akhlaq. Maka dengan ilmunya itu seorang mukmin akan bersikap adil dan beradab dalam segala tindakannya menghadapi masalah politik, ekonomi social dan budaya. Disini sila kemanusiaan yang adil dan beradab sudah pasti menjadi amalan seorang mukmin.

Seorang mukmin adalah orang yang menghargai orang lain, menyambung hubungan silaturrahmi dengan sesama, menolong orang yang dalam kesusahan dan sebagainya. Oleh karena itu seorang mukmin tidak perlu diragukan lagi rasa persatuan, kesatuan dan persaudaraannya. Sejarah telah membuktikan bahwa persatuan nusantara tidak lepas dari peran para ulama.

Untuk sila keempat yang sangat
tipikal mendasari sistim kenegaraan Indonesia adalah asas kerakyatan dan permusyawaratan serta perwakilan. Musyawarah adalah ajaran Islam untuk menyelesaikan masalah. (QS Ali Imran 159; al-Syura 38). Tafsir dari ajaran ini meliputi sikap-sikap menghargai pendapat lain, komitmen melaksanakan hasil musyawarah, bersikap lembah lembut dalam bermusyawarah dan lain sebagainya.

Para founding father negeri ini dikenal dengan tradisi bermusyawarah untuk mencapai kompromi. Susunan sila-sila Pancasila sekalipun merupakan hasil musyawarah mereka. Bahkan negeri ini berdiri tegak merdeka hasil dari musyawarah.

Sila terakhir, keadilan social pun telah tercakup dalam rukun Islam. Rukun Islam yang ritualistik itu sebenarnya berdimensi sosial yang tinggi. Shalat bertujuan untuk mengelakkan perbuatan munkar; puasa untuk menekan nafsu syahwat hewani, zakat untuk memberi solusi problem sosial dari 8 jenis masyarakat. Ritual haji yang mabrur menghasilkan manusia tanpa cacat dosa pada Tuhan maupun dosa pada manusia.

Disini dapat dikatakan bahwa di dalam Pancasila terkandung worldview Islam. Bahkan tidak tidak berlebihan jika dikatakan bahwa bahasa kehidupan bangsa Indonesia adalah bahasa Islam atau bahasa Arab. Istilah kunci (technical term) di dalam Pancasila seperti “adil”, “adab”, “rakyat”, “musyawarah” dan “wakil” adalah bahasa Islam dan secara konseptual harus dilacak dari bahasa Islam.

Maka bukti apakah seseorang itu Pancasilais atau tidak, dapat dilacak terutamanya dari sila pertama. Seorang yang melakukan kejahatan seperti korupsi, membunuh, berzina, menipu dan lain-lain adalah orang yang melecehkan sila pertama Pancasila. Jadi orang yang tidak mengamalkan sila pertama itu tidak religius sekaligus tidak Pancasilais. Sebab orang yang sanggup meninggalkan sila pertama akan dengan mudah meninggalkan sila-sila yang lain.

Sebaliknya barangsiapa yang percaya pada Tuhan Yang Maha Esa, pasti akan menjalankan kepercayaannya itu dengan konsekuen. Orang yang mengaku dirinya Pancasilais mestinya religius. Dalam Islam orang yang percaya pada Tuhan Yang Maha Esa disebut orang yang beriman (Mukmin). Seorang yang telah mencapai derajat Mukmin ia pasti mengamalkan sila-sila kehidupan ini dengan sangat baik, apalagi sila-sila dalam Pancasila. Maka seorang Mukmin adalah seorang Pancasilais sejati. Wallahu a’lam.
*CARA SALING MENGHORMATI*

*PERTANYAAN*
_Dalam memandang perbedaan firqoh bgmn pak ust supaya bisa saling menghormati ya.. terkait wasathiyah itu agar tdk ada lg perdebatan.._

*JAWABAN*

📌 Hormat kepada seseorang dalam perkara ilmu hadir karena seseorang memiliki referensi yang jelas, metodologi yang benar, dan kesempurnaan adab dalam menuntut ilmu

📌 Hormat hadir karena saling memahami, sementara pemahaman hadir jika saling bertemu dan berbagi

📌 Hormat hadir karena keyakinan bahwa _'ashabiyyah hizbiyyah_, _ananiyah_, adalah sumber utama kerusakan adab dalam menuntut ilmu

📌 Hormat hadir karena kecintaan akan ilmu, keindahan keluasan khazanah, dan kerinduan kekuatan _tsaqafah_

📌 Hormat hadir karena keridhoan Allah adalah tujuan utama

_Wallāhu a'lam,_
@supraha
*REFLEKSI BAGI KAMI YANG MASIH PUNYA ANAK DALAM MASA PERTUMBUHAN*

1⃣ *SHALAT ITU KEBUTUHANMU NAK*

Dalam perspektif kami yang masih punya anak di masa pertumbuhan, terkadang, dengan aktifitas anak di sekolah yang tinggi, sering kita kasihan untuk mengajaknya ke Masjid.

_"Kasihan, anak saya sudah lelah seharian di Sekolah. Biarlah dia shalat Subuh dan Isya di rumah. Toh dia belum berkeluarga."_

Namun, berawal dari kita coba ubah persepsi bahwa manusia jika terus terbiasa bergerak sesuai arahan Rabbani, ia akan sehat dan kuat, lahirlah ide-ide baru, sehingga shalat di Masjid menjadi menarik bagi generasi muda.

_"Ayuh nak, bareng Bapak ke Masjid. Karena ini kunci kebaikanmu di dunia dan akhirat. Kamu akan jadi imam berkualitas bagi keluargamu kelak berawal bersama kebiasaan dan kesungguhanmu dalam menjaga shalat di Masjid."_

2⃣ *JILBAB ITU PAKAIANMU NAK*

Dulu mungkin kita sering berkeyakinan,

_"Ndak apa-apa anakku tidak pakai jilbab, yang penting hatinya berjilbab, yang penting shalatnya rajin, yang penting kalau ke sekolah dia pakai jilbab."_

Namun, kita segera tersadar, bahwa mencintai jilbab tidaklah instan, menghayati jilbab sebagai pakaian tidaklah tiba-tiba.

_"Anakku tercinta, cintailah jilbab, itulah bagian dari pakaian takwamu di dunia, kebiasaan yang akan membawamu bertemu istri-istri Nabi dan shahabiyah, adab yang akan menjadikanmu makhluk mulia di dunia dan akhirat. Bantulah Ayah agar tidak dihisab-Nya dengan mulai mencintai Jilbab, setiap kali engkau keluar rumah."_

3⃣ *KEPEMIMPINAN ITU TUGASMU KELAK NAK*

Dulu kita berpikir,

_"Tidak apa-apa dia menjadi buruh Non-Muslim, biarkanlah dia lebih sering bermain dengan Non-Muslim, biasa saja dia senang menyendiri dan tidak mau berorganisasi."_

Namun kita segera tersadar bahwa memiliki jiwa kepemimpinan tidaklah instan, ia membutuhkan pembiasaan dan dorongan aktif selain selalu mendapatkan asupan kisah-kisah pemimpin Islam. Hingga kini kita siap berkata:

_"Anakku tersayang, engkau dilahirkan untuk berjiwa khalifah. Engkau punya tugas besar menjadi guru peradaban. Bangunlah bisnismu sendiri, selalulah dekat dengan teman-temanmu yang shalih dengan tetap menjaga hubungan baik dengan Non-Muslim, aktiflah terlibat dalam aktifitas sosial keislaman agar engkau belajar bagaimana nikmatnya memimpin atau dipimpin dalam satu kerja besar mencari ridha Allah."_

Depok, 26 Syawwal 1438H
@supraha

Join Channel: t.me/supraha
*[HADIRILAH!!]*

_"Bagaimana bisa aku tersenyum dan bagaimana aku bisa makan dan minum dengan enak ketika Masjid Al-Aqsha ada di tangan orang-orang kafir!"_ (Shalahuddin Al-Ayyubi)

_Bebaskan Al-Aqsa.._
_Bebaskan Al-Aqsa.._
_Bebaskan Al-Aqsa.._


_Untuk pertama kalinya, umat muslim di Palestina *dilarang sholat Jum'at* yang disusul pelarangan shalat 5 waktu juga pengumandangan adzan di Masjid Al-Aqsa._

Untuk itu, Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) mengajak seluruh Umat Muslim untuk menghadiri acara *TABLIGH AKBAR* yang akan dilaksanakan pada:

Hari, tanggal: Jum'at, 21 Juli 2017
Waktu : 13.00-16.00 WIB
Tempat : Masjid Sunda Kelapa
(Jl. Taman Sunda Kelapa No. 16 Menteng, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia)

Menghadirkan orasi dari:
1. Fahrudin Alwi (Ketua FSLDK Indonesia)
2. Said Aldi Alaydrus (BKPRMI)
3. Yosse Hayatullah (Ketua JPRMI)
4. Muhammad Syukron Muchtar (FSLDK JADEBEK)
5. Fahmy Bahreisy (Ketua Al Irsyad)
6. Azzam Raizal Arifin (Ketua PUI)
7. Mujahid Rabbani (Ketua LDK Salim UNJ)
8. Kartika Nurrahman (Ketua KAMMI)
9. Ust. Suhartono (KNRP)
10. Ustz. Nurjannah (ADARA)
11. Ustz. Neno Warisman
12. Ustz. Oki Setiana Dewi

_Kami, pemuda Islam turut serta melawan penista Israel terkait penutupan Al-Aqsa. *Allahu Akbar!!*_

Didukung oleh:
©BKPRMI
©JPRMI
©FSLDK JADEBEK
©Al Irsyad
©PUI
©LDK Salim UNJ
©KAMMI
©KNRP
©ADARA


Web: www.fsldkindonesia.org
Fanspage: FSLDK Indonesia
Instagram: @fsldkindonesia
Twitter: @fsldkindonesia
Line@: @yok1532s
Youtube: FSLDK Indonesia
Google+: FSLDK Indonesia
Email: info@fsldkindonesia.org

©FSLDK Indonesia
*Apa Yang Terjadi Di Masjid Al-Aqsha?*

Hari Jumat (14/07/2017) tentara Israel menutup Al-Aqsha secara keseluruhan untuk pertama kalinya setelah kurun waktu 50 tahun penjajahan mereka. Dengan memakai dalih "Operasi Fedae" yang sengaja dilakukan di dalam Al-aqsha mereka menutup masjid sampai hari Ahad (16/07/2017). Dengan demikian penjaga maupun petugas Al-aqsha tidak diperkenankan utk memasukinya.

*Apakah Masjid Al-Aqsha masih ditutup?*

Atas perintah langsung dari Netanyahu, Al-aqsha sudah kembali dibuka sejak hari Ahad. Akan tetapi mereka telah memasang gerbang-gerbang elektronik/pagar detektor dengan alasan utk meningkatkan keamanan. Padahal kondisi tsb membuat Al-aqsha tak ubahnya seperti barak militer.

*Mengapa rakyat Palestina tidak dapat memasuki Masjid Al-Aqsha?*

Para Murabithun (Penjaga Al-Aqsha) menolak masuk Al-aqsha melalui pintu detektor. Sebab mereka menilai penguasaan Israel thd Al-aqsha semakin menguat. Jika mereka masuk ke masjid maka akan menunjukkan bahwa mereka menerima Al-aqsha dikuasai Yahudi.

*Mengapa para Murabitun/penjaga Al-Aqsha bersikap demikian?*

Sebab mereka sudah punya pengalaman serupa sebagaimana yang terjadi di Masjid Jericho yang sekarang sudah dikuasai penuh oleh Zionis. Posisi Al-Aqsha sebenarnya berada dibawah Jordanian Islamic Endowment, badan yang berwenang mengatur pintu keluar dan masuknya orang-orang di Al-aqsha. Sehingga aksi penutupan ini sungguh merusak kebebasan ritual ibadah umat Islam.

*Apa tujuan dibalik pembuatan pintu elektronik?*

Penekanan agar masjid Al-aqsha dapat segera dikuasai penuh sehingga dapat dilakukan yahudisasi secara bertahap serta untuk mempermalukan umat Islam.

*Apa yang diinginkan umat Islam Di Palestina?*

Mengembalikan persoalan ini ke kondisi awalnya di mana mereka dapat kembali mengontrol Al-Aqsha, menghilangkan pintu2 elektronik dan memelihara status Al-aqsha sesuai keaslian sejarahnya.

*Apa yang diinginkan umat Islam di Palestina dari warga dunia?*

Penghargaan dan penghormatan terhadap mesjid Al-aqsha. Juga bangkitnya kesadaran umat Islam akan pentingnya Al-aqsha dan dukungan terhadap para pejuang Al-quds. Serta tersebarnya kesadaran pada semua pihak tentang apa yang sesungguhnya terjadi di Masjid Al-aqsha.

Sumber: www.osmanlimirasi.org

~diterjemahkan oleh: Vienna, Adara Relief International