Wido Supraha
4.01K subscribers
1.08K photos
159 videos
375 files
1.57K links
Bersama Meniti Jalan Menuju Jannah
Download Telegram
Sehubungan dengan akan diblokirnya Telegram oleh Pemerintah NKRI, maka link ini sedang direncanakan untuk dimigrasi ke WA. Usulan dari member bisa disampaikan ke +6281398972442
📚 *SERBA-SERBI CINCIN EMAS PERNIKAHAN DI JARI PRIA*

*PERTANYAAN*
Ustadz, bukankah memakai cincin emas itu khilafiyah. Saya masih belum pas dengan tidak dibolehkannya pengantin pria menggunakannya.

*JAWABAN*
Assalamu alaikum Bapak,

1⃣ Khilafiyah bermakna adanya ulama yang membolehkannya dan otoritatif. Dalam masalah cincin emas, belum ditemukan adanya ulama yang membolehkan memakainya, meski hanya sekejap

2⃣ Dahulu Nabi Muhammad ﷺ memang pernah memakai cincin emas, namun setelah turun syariat, beliau segera membuangnya, dan tidak pernah lagi memakainya meski hanya sebentar. Dalil yang digunakan derajatnya shahih, diriwayatkan oleh Imam Muslim. Berikut di antaranya:

*Hadits 01:*
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى خَاتَمًا مِنْ ذَهَبٍ فِي يَدِ رَجُلٍ فَنَزَعَهُ فَطَرَحَهُ وَقَالَ يَعْمِدُ أَحَدُكُمْ إِلَى جَمْرَةٍ مِنْ نَارٍ فَيَجْعَلُهَا فِي يَدِهِ فَقِيلَ لِلرَّجُلِ بَعْدَ مَا ذَهَبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خُذْ خَاتِمَكَ انْتَفِعْ بِهِ قَالَ لَا وَاللَّهِ لَا آخُذُهُ أَبَدًا وَقَدْ طَرَحَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

_Dari Abdullah bin Abbas –radhiyallahu anhu- bahwa Rasulullāh ﷺ melihat cincin dari emas pada tangan seorang laki-laki. Kemudian Nabi mencabutnya dan membuangnya. Beliau ﷺ bersabda: Salah seorang dari kalian memakai bara api di tangannya. Kemudian dikatakan kepada laki-laki itu setelah Rasulullāh ﷺ pergi: Ambillah cincinmu dan ambil manfaat darinya. Ia berkata: Tidak, demi Allah. Aku tidak akan pernah mengambil sesuatu yang telah dibuang oleh Rasulullāh ﷺ._
*(H.R. Muslim)*

*Hadits 02*

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى خَاتَمًا مِنْ ذَهَبٍ فِي يَدِ رَجُلٍ فَنَزَعَهُ فَطَرَحَهُ وَقَالَ يَعْمِدُ أَحَدُكُمْ إِلَى جَمْرَةٍ مِنْ نَارٍ فَيَجْعَلُهَا فِي يَدِهِ فَقِيلَ لِلرَّجُلِ بَعْدَ مَا ذَهَبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خُذْ خَاتِمَكَ انْتَفِعْ بِهِ قَالَ لَا وَاللَّهِ لَا آخُذُهُ أَبَدًا وَقَدْ طَرَحَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

_Dari Abdullah bin Abbas r.a. bahwa Rasulullah ﷺ melihat cincin dari emas pada tangan seorang laki-laki. Kemudian Nabi mencabutnya dan membuangnya. Beliau ﷺ bersabda: Salah seorang dari kalian memakai bara api di tangannya. Kemudian dikatakan kepada laki-laki itu setelah Rasulullah ﷺ pergi: Ambillah cincinmu dan ambil manfaat darinya. Ia berkata: Tidak, demi Allah. Aku tidak akan pernah mengambil sesuatu yang telah dibuang oleh Rasulullah ﷺ._
*(H.R. Muslim)*

3⃣ Ulama hari ini sering ditanya, apakah boleh menggunakannya hanya untuk pernikahan. Mereka menjawab bahwa adat ini adalah kebiasaan Barat, dan menyerupai mereka dilarang, karena umat Islam punya keunikan tersendiri. Beberapa literatur menyebutkan tradisi ini sejak Yunani Kuno dan Mesir Kuno. Namun menarik melihat ada informasi bahwa Gereja Katolik dahulu awalnya tidak menggunakannya pada pria. Motivasinya adalah jangan sampai kita asing dengan keunikan kita. Berikut saya ambilkan satu fatwa ulama terkait hal ini:

س: هل يجوز استعمال الخاتم الذي على شكل حلقة بمناسبة الزواج؟
ج: لا يجوز لبس الخاتم بمناسبة الزواج؛ لما في ذلك من مشابهة الكفار في عاداتهم؛ لأن ذلك لم يكن شعارا للمسلمين في الزواج، وإنما هو عادة الكفار في الزواج، ثم قلدهم فيه ضعاف الإيمان، وجهلة المسلمين. وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.

Pertanyaan:
Apakah boleh memakai cincin dengan bentuk melingkar untuk keperluan pernikahan?

Jawaban:
_Tidak boleh memakai cincin untuk keperluan pernikahan. Karena yang demikian termasuk penyerupaan dengan orang-orang kafir dalam adat mereka. Dan yang demikian bukanlah syiar kaum muslimin dalam pernikahan. Itu hanyalah adat orang kafir dalam pernikahan, kemudian diikuti oleh orang-orang yang tidak tahu dan lemah iman dari kaum muslimin. Hanya kepada Allahlah kita meminta taufiq, dan semoga sholawat dan salam tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para Sahabatnya._

*(Fatwa al-Lajnah ad-Daaimah No. 5158)*

4⃣ Khilafiyah terjadi bukan pada cincin emas, tapi pada cincin besi. Se
bagian ulama mengharamkannya, dan sebagian membolehkannya, dengan merujuk dalil dari Hadits Bukhari dan Muslim:

_Carilah (sebagai mahr) meski itu adalah cincin dari besi._

5⃣ Pernikahan adalah syariat Islam yang umumnya sekali seumur hidup. Sempurnakanlah tata caranya, ikuti tuntunan Nabi ﷺ, dan jangan ikuti kebiasaan kebanyakan. Ustadz juga bukan standar kebenaran, terkadang mereka kuat dalam satu hal tapi lemah dalam hal lainnya. Menjaga ilmu adalah tugas kita para penuntut ilmu.

5⃣ Para ulama menjelaskan faidah kita teguh dalam masalah yang mungkin sepele bagi kita ini adalah agar kita semakin mencintai Sunnah, karena cinta yang besar akan Islam berawal dari menjaga cinta kita yang kecil-kecil. Selain itu, agar seorang pria semakin kokoh kelelakiannya, dan semakin ta'at. Pria diminta bersabar di dunia agar ia mendapatkan emas di Jannah.

6⃣ Terkait emas putih, ulama banyak menulis tulisan tentang hal ini. Benang merah kesimpulannya, emas putih, jika yg dimaksud adalah wujud emas berwarna putih yang di antara unsurnya adalah emas, meskipun sedikit persentasenya, maka dikembalikan kepada hukum asli emas.

7⃣ Islam dengan keunikannya mendorong lahirnya cinta sejati dan identitas pernikahan bukan dari simbol cincin di jari pria, namun dari ketaqwaannya dalam menjaga hukum-hukum pernikahan.

_Yassirlanā._
@supraha

Join Telegram Channel: t.me/supraha
Saya membuat alternatif Grup Di We Chat. Gunakan QR Code ini
🕋 Mari Berdoa 🕋

*DOA UNTUK KEMENANGAN ISLAM DAN KAUM MUSLIMIN*

اَللَّهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِينَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِينَ وَدَمِّرْ أَعْدَائَكَ أَعْدَاءَ الدِّينَ وَجْمَعْ كَلِمَةَ الْمُسْلِمِينَ عَلَى الْحَقِّ يَا رَبَّ الْعَلَمِينَ

Ya Allah, muliakanlah Islam dan Kaum Muslimin, hinakanlah kesyirikan dan kaum musyrikin, hancurkanlah musuh-Mu musuh agama, himpunkanlah kalimat kaum muslimin di atas kebenaran, wahai Rabb semesta alam.

اَللَّهُمَّ أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Ya Allah, limpahlanlah atas kami kesabaran, kokohkanlah pijakan kami, dan menangkanlah kami atas kaum kafirin.

اَللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ الْمُهَاجِرِينَ وَاْلأَنْصَارِ

Ya Allah, satukanlah hati-hati antar-kami sebagaimana Engkau satukan antara kaum Muhajirin dan Anshar

اَللَّهُمَّ افْتَحْ جِهَادًا فِى بِلاَدِنَا وَفِى كُلِّ مَكَانٍ

Ya Allah, menangkanlah jihad di negeri kami dan di segala penjuru muka bumi.

َاللَّهُمَّ انْصُرْ دِينَكَ وَكِتَابَكَ وَسُنَّةَ نَبِيِّكَ وَعِبَادَكَ الْمُوَحِّدِينَ

Ya Allah, tolonglah (menangkan) agama-Mu, kitab-Mu, sunnah nabi-Mu dan hamba-hamba-Mu para ahli tauhid

َاللَّهُمَّ مُنْزِلَ الْكِتَابِ مُجْرِيَّ السَّحَابِ هَازِمَ اْلأَحْزَابِ سَرِيعَ الْحِسَابِ اِهْزِمْهُمْ وَزَلْزِلْهُمْ يَا قَوِيُّ يَا عَزِيزٌ

Ya Allah, Yang menurunkan Kitab, Yang menggerakkan awan, Yang menghancurkan sekutu-sekutu, Yang cepat perhitungan-Nya, hancurkan dan guncanglah mereka, wahai Yang Mahakuat lagi Maha Perkasa.

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ – وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمِ

Ya Rabb kami, kabulkanlah kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Dan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

َاللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُبِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَبِكَ مِنْكَ لاَ نُحْصِى ثَنَاءًا عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ

Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung dengan keridhoan-Mu dari murka-Mu, dan dengan kemaafan-Mu dari hukuman-Mu, dan dengan-Mu dari-Mu. Tidaklah kami bisa menghitung pujian atas-Mu, Engkau adalah sebagaimana Engkau memuji Diri-Mu sendiri.

وَصَلِّ اللَّهُمَّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ءَالِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَلَمِينَ

Dan sampaikanlah ya Allah, shalawat dan salam kepada Nabi kami Muhammad, serta kepada keluarga dan para sahabatnya. Dan segala puji adalah milik Allah Rabb seru sekalian alam.
#IslamIsBeautiful
Alhamdulillah, kami berhasil untuk kedua kalinya mengumpulkan para pimpinan ormas pemuda Islam untuk duduk bersama. Mohon doanya agar berkelanjutan dan semakin kokoh persatuan umat.
Adakah yang tahu aplikasi Channel selain Telegram?
Bismillah....

Karena nnti telegram akan di blokir ( Blokir web, sudah)

Yuk download aplikasi bawahan Telegram
>> Plus Messenger <<

1. Download https://play.google.com/store/apps/details?id=org.telegram.plus
2. Log-in dgn nomor telegram kamu
3. Masukkan kode verifikasi

Maka, smua channel & grup di TG akan ikut pindah ke Plus Messenger
Berikut rangkuman kajian saya tadi malam yg ditulis oleh salah satu jama'ah, semoga bermanfaat untuk sahabat:

🎞 *Kajian Sirah Nabawiyah*
🕌 *Masjid​ Nurul Faizin*
🗓 *15 Juli 2017/22 Syawwal 1438 H*
*18.25-19.10 WIB*
👳🏼 *Dr. Wido Supraha*

📚 Tema: Pasca Perjanjian Hudaibiyah

📌 Perjanjian Hudaibiyah (PH) adalah cara Nabi ﷺ menghormati kaum Quraisy dan memenangkan Islam dengan cara selain peperangan. Hal ini menegaskan, Islam tidak disebarkan dengan pedang tapi dengan ilmu dan kasih.

📌 Babak baru kehidupan kaum Muslimin dimulai setelah PH. Jika awalnya ada 3 (tiga) pihak yang memusuhi Islam yakni kafir Quraisy (Paganis, cinta berhala), Yahudi, dan Ghathafan yang dibujuk Yahudu, maka setelah PH, kekuatan yg tersisa adalah Yahudi yg memusatkan markasnya di Khaibar.

📌 Masa gencatan senjata sejak PH mendorong kaum muslimin melakukan 2 (dua) aktifitas besar:
1⃣ Aktifitas dakwah (menulis surat ke pemimpin2/raja2).
2⃣ Aktifitas kemiliteran, utk persiapan diserang Yahudi karena posisi Khaibar yang dekat dengan kota Yatsrib (Madinah).

📌 Aktifitas dakwah dimulai Nabi ﷺ dengan menginventarisir kerajaan-kerajaan sekitar Madinah yg paling prioritas untuk didakwahi. Prioritas yang dibuat berdasarkan kedekatan keyakinan dengan Islam, yakni keyakinan Nasrani. Ada 8 kerajaan yg disasar. Awal tahun ke-7 Hijriyah dimulai.

📌 Surat pertama ke Raja Najasy (penguasa Habasyah). Sahabat usul cincin stempel. Ada 3 kata dalam stempel: Allah, Rasul, Muhammad (3 kata ini yg ditiru ISIS). Bunyi surat Nabi diawali _"bismillāhirrahmānirrahīm"_, dilanjutkan dengan salam kedamaian kepada siapapun yg mengikuti petunjuk Allah _(man ittaba'a al-huda)_, yg beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dst. Raja Najasy termasuk Raja yang taat kepada syariat Al-Masih.
Kata Nabi dalam surat, "Dan aku mengajakmu dengan seruan untuk kembali kepada Islam. Sesungguhnya aku Rasul Allah dan masuklah ke Islam, maka kamu akan selamat".

📌 Nabi mengajak Raja Najasy kepada kalimat yg sama, jangan menyembah kecuali Allah. Jangan syirik. Jangan ada sebagian manusia menjadikN sebagian manusia lain sbg sesembahan. "Siapapun yg berpaling dr kalimatun sawa (kalimat dg referensi yg sama dr kitab2 Allah) ini, maka prinsip kami, kami akan mengikrarkan _isyhadu bianna muslimun_". Penegasan keunikan kaum Muslimin yang menjadi ciri khas yang tidak boleh lepas. Allah ﷻ berfirman dalam Surat Āli 'Imrān [3] ayat 64:

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَىٰ كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ ۚ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

_Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”_

📌 Raja Najasy menjawab surat dimulai dg _"bismillāhirrahmānirrahīm"._ Dia mengatakan bahwa dia memiliki konsep ttg Isa sama dg Nabi. "Anak pamanmu (Ja'far bin Abi Thalib) dan sahabatmu telah kami tampung", kata Najasy. Saat utusan Nabi datang, Raja Najasy bersyahadat di hadapan Ja'far r.a. dan telah berbaiat kpd Nabi dan Ja'far. Dia telah masuk Islam.

📌 Lalu Nabi ﷺ meminta agar Ja'far yg hijrah ke Najasy utk dikirim ke Madinah. Ja'far pun bertemu dengan Nabi ﷺ di Khaibar. Setelah itu Raja Najasy wafat dan Nabi melaksanakam Shalat Ghaib. Pengganti Raja Najasy belum ada info agamanya Islam atau bukan.

📌 Pelajaran untuk kita adalah berdakwahlah, prioritas kepada sahabat yang hanif agamanya, mengajak orang lain kepada hidayah dengan cara hikmah, dialog dan ilmiah.

_Semoga tdk ada yg salah kutip_
🕌 #TadabburToday
🎞 *SEMUA MENJADI SAKSI SAAT MULUT TERKUNCI*

1⃣ *Paha Kiri kemudian Bahu, Semua Daging dan Tulang Menjadi Saksi*

Al-Imām Ibn Katsīr mengangkat beberapa hadits terkait hal ini:

قَالَ ابْنُ أَبِي حَاتِمٍ، رَحِمَهُ اللَّهُ: حَدَّثَنَا أَبِي، حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ، حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ، حَدَّثَنَا ضَمْضَم بْنُ زُرْعَة عَنْ شُرَيْح بْنِ عُبَيْدٍ، عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ؛ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: "إِنَّ أَوَّلَ عَظْمٍ مِنَ الْإِنْسَانِ يَتَكَلَّمُ يَوْمَ يُختَم عَلَى الْأَفْوَاهِ، فَخذُه مِنَ الرِّجل الْيُسْرَى".

Ibnu Abu Hātim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Hisyam ibnu Ammar, telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Iyasy, telah menceritakan kepada kami Damdam ibnu Zur'ah, dari Syuraih ibnu Ubaid, dari Uqbah ibnu Amir r.a., bahwa ia pernah mendengar Rasulullāh ﷺ bersabda: _Sesungguhnya anggota tubuh manusia yang mula-mula ber­bicara di hari semua mulut dibungkam adalah paha kaki kirinya._

Sufyan ibnu Uyaynah telah menceritakan dari Suhail, dari ayahnya, dari Abu Hurairah r.a., dari Rasulullah Saw. tentang hadis hari kiamat yang cukup panjang, di dalamnya disebutkan bahwa:

"ثُمَّ يَلْقَى الثَّالِثَ فَيَقُولُ: مَا أَنْتَ؟ فَيَقُولُ: أَنَا عَبْدُكَ، آمَنْتُ بِكَ وَبِنَبِيِّكَ وَبِكِتَابِكَ، وَصُمْتُ وَصَلَّيْتُ وَتَصَدَّقْتُ -وَيَثْنِي بِخَيْرٍ مَا اسْتَطَاعَ-قَالَ: فَيُقَالُ لَهُ: أَلَا نَبْعَثُ عَلَيْكَ شَاهِدَنَا ؟ قَالَ: فَيُفَكِّرُ فِي نَفْسِهِ، مِنَ الَّذِي يَشْهَدُ عَلَيْهِ، فيُختَم عَلَى فِيهِ، وَيُقَالُ لِفَخِذِهِ: انْطِقِي. فَتَنْطِقُ فَخِذُهُ وَلَحْمُهُ وَعِظَامُهُ بِمَا كَانَ يَعْمَلُ، وَذَلِكَ الْمُنَافِقُ، وَذَلِكَ لِيُعْذَرَ مِنْ نَفْسِهِ. وَذَلِكَ الَّذِي سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِ".

_Kemudian orang yang ketiga dihadapkan, lalu ditanya, "Amal apakah yang kamu bawa?" Ia menjawab, "Aku adalah hamba­Mu, beriman kepada-Mu dan kepada Nabi-Mu serta Kitab-Mu. Dan aku mengerjakan puasa, salat, dan berzakat," lalu ia mengucapkan pujian yang baik sebatas kemampuannya. Lalu dikatakan kepadanya, "Ingatlah, Aku akan membangkitkan saksi dari Kami terhadapmu." Lalu ia berpikir untuk mencari siapa yang akan menjadi saksi terhadap dirinya. Maka Allah membungkam mulutnya dan dikatakan kepada pahanya, "Berbicaralah!" Maka *pahanya, dagingnya, dan tulangnya berbicara,* menceritakan semua amal perbuatan yang pernah dilakukannya. Demikianlah nasib yang dialami oleh orang munafik, hal itu dilakukan terhadapnya agar alasan Allah kuat, dan itulah yang membuat Allah murka terhadapnya._

2⃣ *Tangan dan Kaki Menjadi Saksi*

Allāh ﷻ berfirman dalam Surat Yā-Sīn [36] ayat 65:

الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

_“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.”_

3⃣ *Kulit Menjadi Saksi*

Allāh ﷻ berfirman dalam Surat Fushshilāt [41] ayat 20-22:

حَتَّى إِذَا مَا جَاءُوهَا شَهِدَ عَلَيْهِمْ سَمْعُهُمْ وَأَبْصَارُهُمْ وَجُلُودُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (20) وَقَالُوا لِجُلُودِهِمْ لِمَ شَهِدْتُمْ عَلَيْنَا قَالُوا أَنْطَقَنَا اللَّهُ الَّذِي أَنْطَقَ كُلَّ شَيْءٍ وَهُوَ خَلَقَكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ (21) وَمَا كُنْتُمْ تَسْتَتِرُونَ أَنْ يَشْهَدَ عَلَيْكُمْ سَمْعُكُمْ وَلَا أَبْصَارُكُمْ وَلَا جُلُودُكُمْ وَلَكِنْ ظَنَنْتُمْ أَنَّ اللَّهَ لَا يَعْلَمُ كَثِيرًا مِمَّا تَعْمَلُونَ (22)

_“Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan dan kulit mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan. Dan mereka berkata kepada kulit mereka: “Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?” Kulit mereka menjawab: “Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata, dan Dia-lah yang menciptakan kamu pada kali pertama dan hanya kepada-Nya lah kamu dikembalikan.” Kamu sekali-sekali tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan dan kulitmu kepadamu bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak meng
etahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan.”_

4⃣ *Bumi Menjadi Saksi*

Allāh ﷻ berfirman dalam Surat al-Zalzalah [99] ayat 4:

يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا

_“Pada hari itu bumi menceritakan beritanya.”_

Rasulullāh ﷺ bersabda dalam HR. Tirmidzi No. 2429:

إِنَّ أَخْبَارَهَا أَنْ تَشْهَدَ عَلَى كُلِّ عَبْدٍ أَوْ أَمَةٍ بِمَا عَمِلَ عَلَى ظَهْرِهَا أَنْ تَقُولَ عَمِلَ كَذَا وَكَذَا يَوْمَ كَذَا وَكَذَا قَالَ فَهَذِهِ أَخْبَارُهَا

“Sesungguhnya yang diberitakan oleh bumi adalah bumi jadi saksi terhadap semua perbuatan manusia, baik laki-laki maupun perempuan yang telah mereka perbuat di muka bumi. Bumi itu akan berkata, “Manusia telah berbuat begini dan begitu, pada hari ini dan hari itu.” Inilah yang diberitakan oleh bumi.

📌 Ternyata seluruh makhluk yang saat ini kita anggap diam, semuanya merekam seluruh kejadian yang terkait dengan kita atau yang terkena dampak karena keberadaan kita. Tanpa sadar kita selama ini mungkin banyak berbuat _zhalim_ terhadap mereka. Mungkin kita senang mengganggu binatang, merusak pepohonan, membuang sampah sembarangan, meludah di tempat yang tidak seharusnya, merusaknya, menjadikannya sakit, dan banyak lagi hal lainnya.

📌 Manusia tersadarkan bahwa kaki, tangan, kulit seluruhnya adalah titipan Allah yang bersifat fana. Kemana dan untuk apa kita menggunakannya? Pernahkah kita bertanya apakah mereka ridho melakukan perintah ruh kita?
Pernahkah pula kita berfikir, boleh jadi mereka ingin sekali digerakkan ke tempat-tempat kebaikan seperti Masjid, Tempat Kerja Halal, dan Aktivitas Sosial, namun ruh kita menahannya?

💡Mari bersama kita hisab diri sebelum dihisab oleh *Māliki Yaum ad-Dīn*

Jakarta, 23 Syawwal 1438 H
@supraha
Join Channel: t.me/supraha
http://www.facebook.com/suprahawido

Tulisan kami juga selalu kami posting di FB yang alamatnya di atas. Alamat di atas khusus posting tulisan kami. Dapat dimanfaatkan, jika ada faidahnya, semoga jadi jariyah.

Klik Like di link FB tersebut jika sahabat hendak mendapatkan notifikasi tulisan terbaru.

_Barakallahulana wa lakum._