Wido Supraha
4.03K subscribers
1.08K photos
159 videos
375 files
1.57K links
Bersama Meniti Jalan Menuju Jannah
Download Telegram
Mengapa Perlu Islamisasi Sains?

Islamisasi adalah serangkaian proses dalam memberikan nilai-nilai Islami kepada sesuatu. Dalam konteks pendidikan sebagai ‘proses meneteskan sesuatu ke dalam jiwa manusia’, maka dunia pendidikan harus sangat memperhatikan apakah sesuatu yang akan diteteskan ke dalam jiwa manusia tersebut. Hal ini karena secara umum, ‘sesuatu’ itu tidaklah bebas dari nilai (value-free), akan tetapi sangat terikat dengan nilai (value-laden) yang dianut oleh setiap manusia yang meneteskannya. Sesuatu yang dimaksud tentulah ilmu, dan sains adalah bagian dari makna ilmu, sebagaimana ilmu itu sendiri dimaknai sebagai ‘sampainya makna ke dalam minda, dan sampainya minda kepada makna’.

Pada faktanya Islamisasi menjadi sebuah keniscayaan di masa hari ini ketika Barat mengambil alih kepemimpinan dunia, baik secara narasi sampai kepada kekuatan militer. Berikut ini beberapa alasan mengapa Islamisasi menjadi sesuatu yang sangat penting untuk dilakukan hari ini:

Selengkapnya: https://adabinsanmulia.org/mengapa-perlu-islamisasi-sains/

Dialog: https://chat.whatsapp.com/IJB9zrfcYhR0AijTO7aTk3
Prasyarat Individu Dalam Islamisasi
Oleh: Dr. Wido Supraha, M.Si. | Kepala Pusat Studi Islamisasi Sains SPS-UIKA Bogor

Islamisasi bukanlah sekedar labelisasi apalagi ayatisasi, melainkan sebuah proses serius yang sampai menyentuh pada pondasi yang paling primer, menyentuh aspek epistemologis. Terlebih ketika ilmu dalam pandangan hidup Islam (Islamic Worldview), tidaklah pernah terpisah dari Tuhan dan bimbingan-Nya. Islamisasi dengan demikian dilakukan dengan usaha penuh untuk membebaskan manusia dari unsur animisme, mitologis, magis, dan lepas dari pengaruh apapun dari budaya liberal dan sekular serta budaya yang bertentangan dengan nilai-nilai Islami.

Selengkapnya: https://adabinsanmulia.org/prasyarat-individu-dalam-islamisasi/

Dialog: https://chat.whatsapp.com/IJB9zrfcYhR0AijTO7aTk3
Adab Dalam Mensyukuri Bulan Sya'ban
Oleh: Dr. Wido Supraha, M.Si. | Institut Adab Insan Mulia

Bagi seorang Muslim, ketika diberikan kesempatan bertemu dengan bulan Sya'ban, tentu hal yang pertama harus dilakukan adalah: bersyukur. Bersyukur karena Allah SWT masih memberikan kesempatan untuk bertaubat, memperbaiki diri, membayar hutang kepada Allah SWT dan kemudian kepada sesama manusia, dan mempersiapkan amal yang lebih baik lagi untuk hari sesudah kematian. Rasa syukur itu sendiri menunjukkan tegaknya adab dalam diri manusia, sebuah bentuk kedisiplinan dalam akal, jiwa dan jasad. Di antara adab yang hendaknya ditegakkan dalam mensyukuri bulan Sya'ban adalah sebagai berikut:

Selengkapnya: https://adabinsanmulia.org/adab-dalam-mensyukuri-bulan-syaban/

Dialog: https://chat.whatsapp.com/IJB9zrfcYhR0AijTO7aTk3
Update Jadwal Ramadhan 2023

Mari sambut dengan bahagia, kuatkan stamina, isi waktu demi waktu dengan hal yang bermanfaat (ilmu dan amal), semoga hidup kita sentiasa dalam keberkahan dan perlindungan Allah SWT.

Undangan hadir dalam majelis Ramadhan sesuai jadwal terlampir, untuk sahabat.

@supraha | t.me/supraha | instagram.com/supraha
Sekolah bukan sekedar lembaga pendidikan, tapi juga lembaga perjuangan. Maka bergeraklah dengan semangat laksana pejuang. | *adabinsanmulia.org*
MUI: "Jangan ada celah sedikitpun dengan alasan apapun untuk mengkhianati amanat Pembukaan UUD 1945 dan merusak komitmen presiden sehingga membuka ruang bagi Israel untuk masuk ke Indonesia melalui jalur apapun, termasuk jalur Piala Dunia sepakbola U-20!"

https://sport.detik.com/sepakbola/liga-indonesia/d-6617619/israel-akan-berlaga-di-piala-dunia-u-20-di-indonesia-ini-sikap-mui!
SARAT | Menyusun Visi dan Misi Keluarga | Dr. Wido Supraha, M.Si.

Jika sebuah keluarga Muslim memiliki visi yang sama dengan keluarga selain Muslim, maka mengapa ia harus menjadi seorang Muslim? Atau, jika keluarga selain Muslim ternyata lebih produktif daripada keluarga Muslim, dimanakah kesalahannya? Apakah Al-Qur’an yang mendorong keluarga Muslim tidak produktif, ataukah keluarga itu yang hanya menjadikan Al-Qur’an simbol keislaman semata. Sejatinya, keluarga yang tidak memiliki visi, itulah wujud visinya, yaitu visi tanpa visi.

👉🏽 Selengkapnya: https://adabinsanmulia.org/menyusun-visi-misi-keluarga/

🌐 t.me/supraha | instagram.com/supraha | widosupraha.com

Dialog Iman: https://chat.whatsapp.com/IJB9zrfcYhR0AijTO7aTk3
🔰 Kuliah Ramadhan 01: Perbaharui Imanmu, Tingkatkan Takwamu

Oleh: Dr. Wido Supraha, M.Si. (Direktur Institut Adab Insan Mulia)

Ilmu yang seharusnya pertama kali ditanamkan adalah ilmu tentang Allah. Ilmu ini akan melahirkan pemahaman yang mendalam mengapa harus bahagia bersama Allah. Kebahagiaan yang mendorong orientasi seluruh amal manusia ditujukan hanya karena Allah semata.

Selengkapnya: https://adabinsanmulia.org/kuliah-ramadhan-01-perbaharui-imanmu-tingkatkan-takwamu/
Wido Supraha
🔰 Kuliah Ramadhan 01: Perbaharui Imanmu, Tingkatkan Takwamu Oleh: Dr. Wido Supraha, M.Si. (Direktur Institut Adab Insan Mulia) Ilmu yang seharusnya pertama kali ditanamkan adalah ilmu tentang Allah. Ilmu ini akan melahirkan pemahaman yang mendalam mengapa…
🔰 Kuliah Ramadhan 02: Kewajibanmu Adalah Ekspresi Cintamu
Oleh: Dr. Wido Supraha, M.Si. (Direktur Institut Adab Insan Mulia)

Kata ‘kutiba‘ dalam perintah berpuasa Ramadhan di Surat Al-Baqarah [2] ayat 183 sebenarnya secara harfiah bermakna ‘telah dituliskan’. Diterjemahkan menjadi ‘telah diwajibkan’ atau ‘furidha‘ karena kewajibannya telah dituliskan sejak di Lauh Mahfuzh. Sesiapapun yang mencintai Allah, pasti ingin mengekspresikan cintanya kepada Allah. Pada akhirnya, sebuah kewajiban jika direnungkan secara mendalam akan berubah pemaknaannya menjadi kebutuhan.

Selengkapnya: https://adabinsanmulia.org/kuliah-ramadhan-02-kewajibanmu-adalah-ekspresi-cintamu/
Dialog dan Tanya Jawab: https://chat.whatsapp.com/IJB9zrfcYhR0AijTO7aTk3
Selamat Milad ke-80 NKRI | 09 Ramadhan 1444 H

Bersama kita wujudkan Pondok Pesantren Adab Insan Mulia yang fokus melahirkan Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab (wakafbareng.id)
🔰 Kuliah Ramadhan 03: Puasamu, Memasukkanmu Dalam Lingkaran Orang-orang Shalih
Oleh: Dr. Wido Supraha, M.Si. (Direktur Institut Adab Insan Mulia)

Puasa Ramadhan bukanlah bentuk puasa pertama dalam sejarah peradaban, karena orang-orang shalih sejak dahulu telah mengenal puasa sebagai salah satu bentuk ibadah. Hal ini karena puasa adalah salah satu sarana efektif dalam meningkatkan takwa dan menurunkan fujur.

Selengkapnya: https://adabinsanmulia.org/kuliah-ramadhan-03-puasamu-memasukkanmu-dalam-lingkaran-orang-orang-shalih/
*Dialog dan Tanya Jawab:* https://chat.whatsapp.com/IJB9zrfcYhR0AijTO7aTk3o
Wido Supraha
🔰 Kuliah Ramadhan 03: Puasamu, Memasukkanmu Dalam Lingkaran Orang-orang Shalih Oleh: Dr. Wido Supraha, M.Si. (Direktur Institut Adab Insan Mulia) Puasa Ramadhan bukanlah bentuk puasa pertama dalam sejarah peradaban, karena orang-orang shalih sejak dahulu…
🔰 Kuliah Ramadhan 04: Jadilah Yang Terbaik Bersama Amal-amalmu
Oleh: Dr. Wido Supraha, M.Si. (Persatuan Ummat Islam)

Ramadhan memberikan inspirasi untuk tidak sekedar menjadi Mukmin yang baik, tapi berusaha menjadi Mukmin yang terbaik. Hal tersebut ditunjukkan dengan amalannya yang bukan amalan orang-orang kebanyakan pada umumnya (‘awwam), namun bahkan bahagia mengamalkan amalan-amalan khusus di antara orang-orang yang khusus (khawwash al-khawwas). Surga yang terbaik akan menjadi bagi seluruh Mukmin yang terbaik dalam amal-amal mereka di dunia.

Selengkapnya: https://adabinsanmulia.org/kuliah-ramadhan-04-jadilah-yang-terbaik-bersama-amal-amalmu/
Supervisi Hafalan Murid Sekolah Adab Kelas 2 | Dr. Wido Supraha, M.Si.

Sekolah Adab yang dibangun berbasis wakaf sahabat semua, menargetkan beberapa capaian mulia, khususnya Islamisasi Sains dan Penghafalan Al-Qur'an 7-30 Juz berbasis Tadabbur. Untuk murid kelas 2, ditargetkan hafalan Juz 29 dengan tadabbur. Video ini sebenarnya tidak direncanakan, karena murid yang ditargetkan ternyata sedang sakit. Maka sebagai penggantinya, mendadak Ananda Mahir al-Habib diminta menggantikan tanpa persiapan. Qadarallah, ternyata meskipun baru berjalan satu semester, Ananda Mahir al-Habib sudah mampu menyelesaikan hafalannya di Juz 29, sehingga tinggal memperkuat tadabbur ayatnya. Berikut rekamannya:
https://www.youtube.com/watch?v=zzABgBl6xQY

🌐 sekolahadab.com