TheStudyQuranANewTranslationAndCommentaryBySeyyedHosseinNasr.pdf
17.6 MB
Terjemahan dan Tafsir al-Qur'an karya Syed Hossein Nasr dkk, 3.800 halaman, merujuk pada 40-an kitab tafsir klasik terpilih, ditulis dg pola tafsir tradisional. Buku ini dikerjakan selama 15 tahun.
Ketika Nasr pertama kali diminta utk memimpin proyek ini, dia menolak. Berkali2 dia menolak. Ketika dikatakan bhw proyek penulisan buku ini tak akan dilakukan kecuali dia bersedia jadi editornya, dia pun terpaksa menerima, dg beberapa syarat. Di antaranya, para penulis dan editor harus muslim semuanya. Tulisan juga mesti bergaya klasik, bukan modern. Dan banyak syarat lainnya.
Ketika Nasr pertama kali diminta utk memimpin proyek ini, dia menolak. Berkali2 dia menolak. Ketika dikatakan bhw proyek penulisan buku ini tak akan dilakukan kecuali dia bersedia jadi editornya, dia pun terpaksa menerima, dg beberapa syarat. Di antaranya, para penulis dan editor harus muslim semuanya. Tulisan juga mesti bergaya klasik, bukan modern. Dan banyak syarat lainnya.
DARI MAJELIS ULAMA SURAKARTA MENJADI MAJELIS ULAMA INDONESIA
Foto ini merupakan dokumentasi rakerda (rapat kerja daerah) Majelis Ulama Surakarta tanggal 6 Rajab 1405 atau yang bertepatan dengan tanggal 27 Maret 1985 yang dikirim seorang kawan.
Menurut keterangan bapak saya, mereka yang menghadap kamera dari kiri: KH. Amin Jaiz (Sekretaris Majelis Ulama), KH Habib Anhar (Majelis Tarjih Muhammadiyah), dan KH Ali Darokah (Ketua Umum Majelis Ulama). Yang satunya belum tahu.
Majelis Ulama Surakarta sendiri didirikan pada kisaran tahun 1962. Pendirian Majelis Ulama Surakarta semula diinisiasi oleh KH Saleh Saebani (Kauman), seorang tokoh Sarekat Islam di Surakarta, untuk menghadapi tekanan aktivitas kelompok komunis di kota Surakarta. Hal itu juga dikarenakan pembubaran Masyumi (membubarkan diri) pada tahun 1960an.
Menurut KH. Mansur Suhardi, kepala Jawatan Urusan Surakarta (Kemenag Surakarta), komunisme berkembang sangat pesat di Surakarta. Setelah Masyumi bubar pada tahun 1960, kegiatan Islam apapun di Surakarta selalu dihambat oleh PKI. Di kota Surakarta sendiri, Walikota Surakarta dijabat oleh Utomo Ramelan, seorang guru sekaligus tokoh PKI, sejak tahun 1958 menggantikan M. Saleh
Werdisastro.
Melalui inisiatif KH. Saleh Saebani, diajaklah sejumlah ulama kyai untuk bertemu membicarakan masalah tersebut yang seringnya diadakan di Masjid Agung Kauman Surakarta atau kantor jawatan agama Surakarta. Diantara para ulama dan kyai yang hadir antara lain KH. Saleh Syaebani (Kauman) sendiri, KH. Marwan Ashuri (Tegalsari), KH. A. Ma’ali (Sondakan), KH A. Muslim (Sondakan), H. Abdul Karim Tasyrif (Penumping), KH. Amir Tohar (Jayengan), KH. Imam Ghozali (Begalon), KH. Sahlan Rosyidi (Kepatihan), KH. Abdussomad (Nirbitan), KH. Mufti (Kauman), dan KH. AbdulMufti Handipaningkrat (Kauman). Ringkas cerita, kemudian dibentuklah wadah bersama lembaga fatwa dengan nama Majelis Ulama (MU) Surakarta di rumah KH. A. Ma’ali (Sondakan)pada tanggal 8 Agustus 1962 atau bertepatan dengan 8 Rabi’ul Awal 1382 H.
Para ulama yang tergabung di dalam Majelis
Ulama (MU), antara lain berangkat dari tokoh-tokoh Islam di Al Islam, Muhammadiyah, Al-Irsyad, Sarekat Islam, Nahdlotul Ulama, Djama’atoel Chasanah, dan lain-lain. Para ulama dan kyai di Majelis Ulama disupport oleh para mubaligh atau juru dakwah dalam
organisasi dakwah Pelaksana Tabligh di bawah koordinasi Kyai Abdani (Banyuanyar) yang tinggal dekat Masjid Mujahidin. Mubaligh Pelaksana Tabligh mampu mengkoordinasikan sekitar 200 masjid di Surakarta dan sekitarnya.
Majelis Ulama awalnya diketuai oleh KH Mansur Suhardi, kemudian digantikan KH. Sahlan Rosyidi. Setelah KH Sahlan Rosyidi ditetapkan menjadi angota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)provinsi Jawa Tengah, maka kepemimpinan dilanjutkan oleh KH. Ali Darokah sebagai Ketua Umum dan KH.
Amien Jaiz sebagai Sekretaris.
Di kemudian hari, tepatnya tanggal 26 Juli 1975, secara resmi terbentuklah Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan legitimasi dari pemerintahan pusat (Presiden Soeharto). Beberapa ulama di Surakarta menyatakan tidak berkenan untuk bergabung atau ganti nama menjadi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat. Di seluruh kota di Jawa Tengah, hanya kota Surakarta yang tidak mau. Namun kemudian MU Surakarta dipaksa untuk ganti nama dan bergabung dengan MUI Pusat. KH Ali Darokah diangkat sebagai Dewan Pertimbangan MUI Jawa Tengah.
Dimulai pada tahun 1975, sejak KH. Ali Darokah tampil sebagai ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Surakarta. Pergerakan formalistik Islam yang dicita-citakan, berubah menjadi organisasi yang kritis terhadap realitas sosial-keagamaan. MUI Surakarta tidak jarang tampil mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah. Diantara aktivitas MUI Surakarta diwujudkan dalam bentuk seruan dan nasehat kepada pemerintah, seperti misalnya respons MUI Surakarta terhadap UU Perkawinan,
upacara bendera di dalam kelas, pelarangan berjilbab untuk siswi dan kebijakan lainnya.
Sumber utama tulisan Buku MUI dan Dinamika Sosial Keagamaan di Surakarta tulisan Hasan Maftuh, MA dan M. Mustholiq Alwi, M.Pd
Foto ini merupakan dokumentasi rakerda (rapat kerja daerah) Majelis Ulama Surakarta tanggal 6 Rajab 1405 atau yang bertepatan dengan tanggal 27 Maret 1985 yang dikirim seorang kawan.
Menurut keterangan bapak saya, mereka yang menghadap kamera dari kiri: KH. Amin Jaiz (Sekretaris Majelis Ulama), KH Habib Anhar (Majelis Tarjih Muhammadiyah), dan KH Ali Darokah (Ketua Umum Majelis Ulama). Yang satunya belum tahu.
Majelis Ulama Surakarta sendiri didirikan pada kisaran tahun 1962. Pendirian Majelis Ulama Surakarta semula diinisiasi oleh KH Saleh Saebani (Kauman), seorang tokoh Sarekat Islam di Surakarta, untuk menghadapi tekanan aktivitas kelompok komunis di kota Surakarta. Hal itu juga dikarenakan pembubaran Masyumi (membubarkan diri) pada tahun 1960an.
Menurut KH. Mansur Suhardi, kepala Jawatan Urusan Surakarta (Kemenag Surakarta), komunisme berkembang sangat pesat di Surakarta. Setelah Masyumi bubar pada tahun 1960, kegiatan Islam apapun di Surakarta selalu dihambat oleh PKI. Di kota Surakarta sendiri, Walikota Surakarta dijabat oleh Utomo Ramelan, seorang guru sekaligus tokoh PKI, sejak tahun 1958 menggantikan M. Saleh
Werdisastro.
Melalui inisiatif KH. Saleh Saebani, diajaklah sejumlah ulama kyai untuk bertemu membicarakan masalah tersebut yang seringnya diadakan di Masjid Agung Kauman Surakarta atau kantor jawatan agama Surakarta. Diantara para ulama dan kyai yang hadir antara lain KH. Saleh Syaebani (Kauman) sendiri, KH. Marwan Ashuri (Tegalsari), KH. A. Ma’ali (Sondakan), KH A. Muslim (Sondakan), H. Abdul Karim Tasyrif (Penumping), KH. Amir Tohar (Jayengan), KH. Imam Ghozali (Begalon), KH. Sahlan Rosyidi (Kepatihan), KH. Abdussomad (Nirbitan), KH. Mufti (Kauman), dan KH. AbdulMufti Handipaningkrat (Kauman). Ringkas cerita, kemudian dibentuklah wadah bersama lembaga fatwa dengan nama Majelis Ulama (MU) Surakarta di rumah KH. A. Ma’ali (Sondakan)pada tanggal 8 Agustus 1962 atau bertepatan dengan 8 Rabi’ul Awal 1382 H.
Para ulama yang tergabung di dalam Majelis
Ulama (MU), antara lain berangkat dari tokoh-tokoh Islam di Al Islam, Muhammadiyah, Al-Irsyad, Sarekat Islam, Nahdlotul Ulama, Djama’atoel Chasanah, dan lain-lain. Para ulama dan kyai di Majelis Ulama disupport oleh para mubaligh atau juru dakwah dalam
organisasi dakwah Pelaksana Tabligh di bawah koordinasi Kyai Abdani (Banyuanyar) yang tinggal dekat Masjid Mujahidin. Mubaligh Pelaksana Tabligh mampu mengkoordinasikan sekitar 200 masjid di Surakarta dan sekitarnya.
Majelis Ulama awalnya diketuai oleh KH Mansur Suhardi, kemudian digantikan KH. Sahlan Rosyidi. Setelah KH Sahlan Rosyidi ditetapkan menjadi angota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)provinsi Jawa Tengah, maka kepemimpinan dilanjutkan oleh KH. Ali Darokah sebagai Ketua Umum dan KH.
Amien Jaiz sebagai Sekretaris.
Di kemudian hari, tepatnya tanggal 26 Juli 1975, secara resmi terbentuklah Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan legitimasi dari pemerintahan pusat (Presiden Soeharto). Beberapa ulama di Surakarta menyatakan tidak berkenan untuk bergabung atau ganti nama menjadi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat. Di seluruh kota di Jawa Tengah, hanya kota Surakarta yang tidak mau. Namun kemudian MU Surakarta dipaksa untuk ganti nama dan bergabung dengan MUI Pusat. KH Ali Darokah diangkat sebagai Dewan Pertimbangan MUI Jawa Tengah.
Dimulai pada tahun 1975, sejak KH. Ali Darokah tampil sebagai ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Surakarta. Pergerakan formalistik Islam yang dicita-citakan, berubah menjadi organisasi yang kritis terhadap realitas sosial-keagamaan. MUI Surakarta tidak jarang tampil mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah. Diantara aktivitas MUI Surakarta diwujudkan dalam bentuk seruan dan nasehat kepada pemerintah, seperti misalnya respons MUI Surakarta terhadap UU Perkawinan,
upacara bendera di dalam kelas, pelarangan berjilbab untuk siswi dan kebijakan lainnya.
Sumber utama tulisan Buku MUI dan Dinamika Sosial Keagamaan di Surakarta tulisan Hasan Maftuh, MA dan M. Mustholiq Alwi, M.Pd
Media is too big
VIEW IN TELEGRAM
Muaddib Sosok Pembelajar Sejati
#adab #adabinsanmulia #sekolahadabinsanmulia #supraha
SekolahAdab.Com | AdabInsanMulia.Org
#adab #adabinsanmulia #sekolahadabinsanmulia #supraha
SekolahAdab.Com | AdabInsanMulia.Org
[Insya Allah, 14-21 Januari 2022, saya akan berada di Medan, untuk pulang kampung. Semoga dapat bersilaturrahim dengan sahabat Channel secara offline juga.]
•••┈┈••••◎◈﷽◈◎••••┈┈•••
▬▬▬▬▬ஜ۩✨۩ஜ▬▬▬▬▬
🍀 Kajian Peradaban Islam 🍀
▬▬▬▬▬ஜ۩✨۩ஜ▬▬▬▬▬
_Kamis, 13 Januari 2022 (12.30 s/d 13.30)_
👤 : Dr. Wido Supraha, M.Si.
Wakil Ketua Komisi Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan MUI Pusat
📖 : Sejarah Perkembangan Islam di Nusantara: Perjuangan Ulama Nusantara
🗓 : Kamis, 10 Jumadil Akhir1443 H / 13 Januari 2022
⏰ : Pukul 12.15 WIB s/d 13.30 WIB
ZOOM: https://bit.ly/KPi10ROIS
Mohon mencantumkan penulisan Nama dengan format: PUI-Nama Lengkap
@supraha
•┈┈┈┈••❁🍀☘🍀❁••┈┈┈┈•
▬▬▬▬▬ஜ۩✨۩ஜ▬▬▬▬▬
🍀 Kajian Peradaban Islam 🍀
▬▬▬▬▬ஜ۩✨۩ஜ▬▬▬▬▬
_Kamis, 13 Januari 2022 (12.30 s/d 13.30)_
👤 : Dr. Wido Supraha, M.Si.
Wakil Ketua Komisi Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan MUI Pusat
📖 : Sejarah Perkembangan Islam di Nusantara: Perjuangan Ulama Nusantara
🗓 : Kamis, 10 Jumadil Akhir1443 H / 13 Januari 2022
⏰ : Pukul 12.15 WIB s/d 13.30 WIB
ZOOM: https://bit.ly/KPi10ROIS
Mohon mencantumkan penulisan Nama dengan format: PUI-Nama Lengkap
@supraha
•┈┈┈┈••❁🍀☘🍀❁••┈┈┈┈•
*SIKAP KITA ATAS GEMPA*
♾️ https://widosupraha.com/2022/01/14/sikap-kita-pada-gempa/
📲 Channel WA: https://chat.whatsapp.com/CNBBob5Lj6f6iHNyJDF10y
_Alhamdulillah_ baru mendarat di Kuala Namu. Namun banyak pesan masuk: Apakah merasakan gempa?
Ternyata, telah terjadi gempa bersumber di Banten dengan skala cukup tinggi: 6.7 SR.
Semoga, Allah menjaga kita semua. Sungguh, lipatan tanah di bumi terus bergerak. Namun, sujud dan syukur kitalah yang menahan gerakannya yang membahayakan penduduk nya.
Allāh SWT berfirman dalam Surat Al-Isrā [17] ayat 59:
وَمَا نُرْسِلُ بِالآيَاتِ إِلا تَخْوِيفًا
_Dan tidaklah Kami berikan dengan tanda-tanda melainkan untuk menakut-nakuti._
Dikisahkan bahwa:
زلزلت المدينة على عهد عمر فقال : أيها الناس ، ما هذا ؟ ما أسرع ما أحدثتم . لئن عادت لا تجدوني فيها
_Pernah terjadi gempa di kota Madinah, di zaman Umar bin Khatab. Maka Umar berceramah, “Wahai manusia, apa yang kalian lakukan? Betapa cepatnya maksiat yang kalian lakukan. Jika terjadi gempa bumi lagi, kalian tidak akan menemuiku lagi di Madinah.”_
Disebutkan pula dalam _Al-Jawab al-Kafi,_ hlm. 87–88, bahwa dahulu Sayyidah 'Aisyah r.a. pernah menjelaskan bahwa jika zina dan khamr sudah dibiarkan berkembang bahkan difasilitasi dengan seperangkat UU (dalam konteks hari ini), maka:
فقال للأرض : تزلزلي بهم ، فإن تابوا ونزعوا ، وإلا أهدمها عليهم
_Allah perintahkan kepada bumi: ‘Berguncanglah, jika mereka bertaubat dan meninggalkan maksiat, berhentilah. Jika tidak, hancurkan mereka’.”_
_Seseorang bertanya lagi, “Wahai Ummul Mukminin, apakah itu siksa untuk mereka?”_
Sayyidah menjawab,
بل موعظة ورحمة للمؤمنين ، ونكالاً وعذاباً وسخطاً على الكافرين ..
_Akan tetapi pelajaran dan rahmat bagi kaum mukminin, serta hukuman, adzab, dan murka untuk orang kafir._
Goncangan gempa akan semakin banyak di Akhir Zaman, sebagaimana Al-Bukhari meriwayatkan sebuah pesan Nabi SAW dari Abu Hurairah r.a.:
لا تقوم الساعة حتى يقبض العلم ويتقارب الزمان وتكثر الزلازل ، وتظهر الفتن ، ويكثر الهرج ” قيل وما الهرج يا رسول الله ؟ قال : القتل القتل
_“Tidak akan terjadi kiamat, sampai ilmu itu diangkat, waktu semakin pendek, banyak gempa bumi, fitnah merajalela, dan banyak terjadi al-haraj.” Sahabat bertanya, apa itu al-haraj? Beliau menjawab: “Pembunuhan, pembunuhan”._
Setiap tanda yang datang dari Allah sejatinya adalah untuk menegur kita. Ibn al-Qayyim al-Jauziyyah pernah mengatakan:
إن ربكم يستعتبكم
_Sesungguhnya Tuhan kalian menegur kalian._
Ketika dahulu terjadi gempa di masa kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz, dengan sigap beliau langsung mengirim surat ke berbagai wilayah kekuasaannya, sbb.:
أما بعد فإن هذا الرجف شيء يعاتب الله عز وجل به العباد ، وقد كتبت إلى سائر الأمصار أن يخرجوا في يوم كذا ، فمن كان عنده شيء فليتصدق به فإن الله عز وجل قال : (قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى* وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى) وقولوا كما قال آدم : (( قَالا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ) وقولوا كما قال نوح : (( وإلا تغفر لي وترحمني أكن من الخاسرين )) وقولوا كما قال يونس : (( لا إله إلا أنت سبحانك إني كنت من الظالمين ))
_Amma ba’du, sesungguhnya gempa yang terjadi ini merupakan teguran dari Allah kepada hamba-Nya. Saya telah mengirim surat ke berbagai daerah untuk keluar pada hari tertentu. Siapa yang memiliki sesuatu, hendaknya dia sedekahkan. Karena Allah berfirman,_
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى* وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى
_Sungguh beruntung orang yang mengeluarkan zakat. Dia mengingat nama Tuhannya kemudian shalat._
Dan aku perintahkan mereka untuk mengatakan sebagaimana yang diucapkan Nabi Adam a.s.:
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
_Ya Allah, kami telah menzalimi diri kami, jika Engkau tidak mengampuni kami dan merahmati kami, tentu kami akan menjaid orang yang rugi._
_Aku juga perintahkan agar mereka mengucapkan sebagaimana yang dikatakan Nabi Yunus a.s.:_
لا إله إلا أنت سبحانك إني كنت من الظالمين
_Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka, sesungguhnya aku termasuk orang yang zalim._
♾️ https://widosupraha.com/2022/01/14/sikap-kita-pada-gempa/
📲 Channel WA: https://chat.whatsapp.com/CNBBob5Lj6f6iHNyJDF10y
_Alhamdulillah_ baru mendarat di Kuala Namu. Namun banyak pesan masuk: Apakah merasakan gempa?
Ternyata, telah terjadi gempa bersumber di Banten dengan skala cukup tinggi: 6.7 SR.
Semoga, Allah menjaga kita semua. Sungguh, lipatan tanah di bumi terus bergerak. Namun, sujud dan syukur kitalah yang menahan gerakannya yang membahayakan penduduk nya.
Allāh SWT berfirman dalam Surat Al-Isrā [17] ayat 59:
وَمَا نُرْسِلُ بِالآيَاتِ إِلا تَخْوِيفًا
_Dan tidaklah Kami berikan dengan tanda-tanda melainkan untuk menakut-nakuti._
Dikisahkan bahwa:
زلزلت المدينة على عهد عمر فقال : أيها الناس ، ما هذا ؟ ما أسرع ما أحدثتم . لئن عادت لا تجدوني فيها
_Pernah terjadi gempa di kota Madinah, di zaman Umar bin Khatab. Maka Umar berceramah, “Wahai manusia, apa yang kalian lakukan? Betapa cepatnya maksiat yang kalian lakukan. Jika terjadi gempa bumi lagi, kalian tidak akan menemuiku lagi di Madinah.”_
Disebutkan pula dalam _Al-Jawab al-Kafi,_ hlm. 87–88, bahwa dahulu Sayyidah 'Aisyah r.a. pernah menjelaskan bahwa jika zina dan khamr sudah dibiarkan berkembang bahkan difasilitasi dengan seperangkat UU (dalam konteks hari ini), maka:
فقال للأرض : تزلزلي بهم ، فإن تابوا ونزعوا ، وإلا أهدمها عليهم
_Allah perintahkan kepada bumi: ‘Berguncanglah, jika mereka bertaubat dan meninggalkan maksiat, berhentilah. Jika tidak, hancurkan mereka’.”_
_Seseorang bertanya lagi, “Wahai Ummul Mukminin, apakah itu siksa untuk mereka?”_
Sayyidah menjawab,
بل موعظة ورحمة للمؤمنين ، ونكالاً وعذاباً وسخطاً على الكافرين ..
_Akan tetapi pelajaran dan rahmat bagi kaum mukminin, serta hukuman, adzab, dan murka untuk orang kafir._
Goncangan gempa akan semakin banyak di Akhir Zaman, sebagaimana Al-Bukhari meriwayatkan sebuah pesan Nabi SAW dari Abu Hurairah r.a.:
لا تقوم الساعة حتى يقبض العلم ويتقارب الزمان وتكثر الزلازل ، وتظهر الفتن ، ويكثر الهرج ” قيل وما الهرج يا رسول الله ؟ قال : القتل القتل
_“Tidak akan terjadi kiamat, sampai ilmu itu diangkat, waktu semakin pendek, banyak gempa bumi, fitnah merajalela, dan banyak terjadi al-haraj.” Sahabat bertanya, apa itu al-haraj? Beliau menjawab: “Pembunuhan, pembunuhan”._
Setiap tanda yang datang dari Allah sejatinya adalah untuk menegur kita. Ibn al-Qayyim al-Jauziyyah pernah mengatakan:
إن ربكم يستعتبكم
_Sesungguhnya Tuhan kalian menegur kalian._
Ketika dahulu terjadi gempa di masa kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz, dengan sigap beliau langsung mengirim surat ke berbagai wilayah kekuasaannya, sbb.:
أما بعد فإن هذا الرجف شيء يعاتب الله عز وجل به العباد ، وقد كتبت إلى سائر الأمصار أن يخرجوا في يوم كذا ، فمن كان عنده شيء فليتصدق به فإن الله عز وجل قال : (قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى* وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى) وقولوا كما قال آدم : (( قَالا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ) وقولوا كما قال نوح : (( وإلا تغفر لي وترحمني أكن من الخاسرين )) وقولوا كما قال يونس : (( لا إله إلا أنت سبحانك إني كنت من الظالمين ))
_Amma ba’du, sesungguhnya gempa yang terjadi ini merupakan teguran dari Allah kepada hamba-Nya. Saya telah mengirim surat ke berbagai daerah untuk keluar pada hari tertentu. Siapa yang memiliki sesuatu, hendaknya dia sedekahkan. Karena Allah berfirman,_
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى* وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى
_Sungguh beruntung orang yang mengeluarkan zakat. Dia mengingat nama Tuhannya kemudian shalat._
Dan aku perintahkan mereka untuk mengatakan sebagaimana yang diucapkan Nabi Adam a.s.:
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
_Ya Allah, kami telah menzalimi diri kami, jika Engkau tidak mengampuni kami dan merahmati kami, tentu kami akan menjaid orang yang rugi._
_Aku juga perintahkan agar mereka mengucapkan sebagaimana yang dikatakan Nabi Yunus a.s.:_
لا إله إلا أنت سبحانك إني كنت من الظالمين
_Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka, sesungguhnya aku termasuk orang yang zalim._
Wido Q Supraha
Sikap Kita Pada Gempa
Alhamdulillah baru mendarat di Kuala Namu. Namun banyak pesan masuk: Apakah merasakan gempa? Semoga, Allah menjaga kita semua. Sungguh, lipatan tanah di bumi terus bergerak. Namun, sujud dan syukur…
Demikian sikap para pendahulu kita dalam mensikapi gempa. Maka sejatinya, yang pertama harus kita hadirkan adalah perasaan takut, introspeksi kualitas ketundukan kita kepada-Nya, dan bersegera menyatukan langkah untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan kita dan mengingatkan para pemimpin kita.
Oleh: Dr. Wido Supraha (Direktur Institut Adab Insan Mulia)
*@supraha | t.me/supraha | widosupraha.com*
Oleh: Dr. Wido Supraha (Direktur Institut Adab Insan Mulia)
*@supraha | t.me/supraha | widosupraha.com*
Telegram
Wido Supraha
Bersama Meniti Jalan Menuju Jannah
Alhamdulillah, untuk mengoptimalkan Gedung Wakaf Adab Insan Mulia yang digunakan di pagi hari untuk penyelenggaraan Sekolah Adab usia SD, maka agar gedung ini lebih bermanfaat untuk ummat, di sore hari akan diselenggarakan program Markaz Al-Qur'ān. Silahkan Ananda yang ingin menambah keadabannya dengan Al-Qur'ān dapat segera mendaftarkan dirinya untuk Pebruari 2022.
*Let's Join Online Islamic Studies !*
🗓️ Senin, 17 Januari 2022
⏰ 12:30-13:30 WIB
*👤Narasumber: Dr. Wido Supraha, M.Si*
*📖Tema: Serial Ayat-ayat Motivasi Dalam Al Qur'an, Sesi ke - 08*
*📽️ Live Zoom :*
http://bit.ly/Onlineislamicstudies
ID Meeting : 3141906121
Password : SKIIndosat
*Bantu Sebarkan Informasi Kajian ini & semoga mendapat kebaikan yg berlipat ganda & Rahmat Allah!*
🗓️ Senin, 17 Januari 2022
⏰ 12:30-13:30 WIB
*👤Narasumber: Dr. Wido Supraha, M.Si*
*📖Tema: Serial Ayat-ayat Motivasi Dalam Al Qur'an, Sesi ke - 08*
*📽️ Live Zoom :*
http://bit.ly/Onlineislamicstudies
ID Meeting : 3141906121
Password : SKIIndosat
*Bantu Sebarkan Informasi Kajian ini & semoga mendapat kebaikan yg berlipat ganda & Rahmat Allah!*
IBN AL-HAYTHAM AND SCIENTIFIC METHOD.pdf
1.7 MB
IBN AL-HAYTHAM AND SCIENTIFIC METHOD.pdf
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
https://www.instagram.com/reel/CY2-y-AOpzK/?utm_medium=copy_link
Semakin berisi, semakin merunduk.
Semakin berilmu, semakin tawadhu.
@supraha
#adab #supraha #sekolahadab #adabinsanmulia
Semakin berisi, semakin merunduk.
Semakin berilmu, semakin tawadhu.
@supraha
#adab #supraha #sekolahadab #adabinsanmulia
Pagi ini saya menyusun satu kurikulum pengembangan guru (Muaddib) Tahun Pertama, untuk sebuah yayasan di Makassar, sbb.:
*Program Pengembangan Guru*
_Setiap Sabtu, pukul 13.30-15.00 WITA_
*Kurikulum Tahun I*
*1. 29 Januari 2022*
_Memahami Problematika Pendidikan di Indonesia_
*2. 26 Pebruari 2022*
_The Worldview of Islam_
*3. 26 Maret 2022*
_Konsep Ilmu_
*4. 23 April 2022*
_Konsep Manusia_
*5. 28 Mei 2022*
_Pendidikan Adab_
*6. 25 Juni 2022*
_Adab Muaddib_
*7. 23 Juli 2022*
_Manajemen Kelas dalam Kitab-kitab Adab_
*8. 27 Agustus 2022*
_Metode Pendidikan dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah 1_
*9. 24 September 2022*
_Metode Pendidikan dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah 2_
*10. 22 Oktober 2022*
_Pengembangan Nalaria Islami_
*11. 26 November 2022*
_Islamisasi Ilmu-ilmu Sosial_
*12. 24 Desember 2022*
_Islamisasi Ilmu-ilmu Alam_
🌐 *adabinsanmulia.org*
*Program Pengembangan Guru*
_Setiap Sabtu, pukul 13.30-15.00 WITA_
*Kurikulum Tahun I*
*1. 29 Januari 2022*
_Memahami Problematika Pendidikan di Indonesia_
*2. 26 Pebruari 2022*
_The Worldview of Islam_
*3. 26 Maret 2022*
_Konsep Ilmu_
*4. 23 April 2022*
_Konsep Manusia_
*5. 28 Mei 2022*
_Pendidikan Adab_
*6. 25 Juni 2022*
_Adab Muaddib_
*7. 23 Juli 2022*
_Manajemen Kelas dalam Kitab-kitab Adab_
*8. 27 Agustus 2022*
_Metode Pendidikan dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah 1_
*9. 24 September 2022*
_Metode Pendidikan dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah 2_
*10. 22 Oktober 2022*
_Pengembangan Nalaria Islami_
*11. 26 November 2022*
_Islamisasi Ilmu-ilmu Sosial_
*12. 24 Desember 2022*
_Islamisasi Ilmu-ilmu Alam_
🌐 *adabinsanmulia.org*