Wido Supraha - Manusia Pertemuan 01.pdf
1.9 MB
Wido Supraha - Manusia Pertemuan 01.pdf
📚 *BAGAIMANA CARA BERILMU?*
*Pertanyaan:*
_Bagaimana cara berilmu, mempelajari suatu ilmu namun masih dalam koridor Islam ? Karena hari ini sebagian besar mengharamkan bahkan takut dengan ilmu-ilmu filsafat dan ilmu-ilmu Barat dengan alasan bisa membuat orang meragukan Al-Qur'an dan Hadist. Meski memang ada sih yang mempelajari ilmu-ilmu selain ilmu Islam yang jatuhnya menjadi liberalis bahkan ateis. Mohon pencerahannya ustadz 🙏_ (Tisya Meilina, Ahad, 14 Juni 2020)
*Jawaban:*
Menuntut ilmu adalah dorongan agama Islam, karena itu bagaimana meraihnya telah diajarkan dalam agama. Ketika seseorang mencoba mengambil ilmu tidak dengan bimbingan agama Islam, maka tentu sangat wajar jika manusia terjatuh pada kebingungan _(confusion)_ sebagaimana liberalis atau ateis yang Saudari angkat sebagai contoh. Tahapan menuntut ilmu dalam panduan agama Islam akan membimbing manusia pada keyakinan pada hakikat kebenaran, sehingga terbentuk _worldview_ (pandangan hidup) yang menghadirkan paradigma atau kerangka berpikir yang holistik atau komprehensif.
Sejarah peradaban Islam menjawab pertanyaan Saudari sebenarnya, bagaimana generasi terbaik Muslim di masa awal adalah generasi yang memiliki Islamic Worldview yang kokoh dari tahapan panjang menuntut ilmu, dan menjadikan mereka siap untuk melahap berbagai kekayaan intelektual dari beragam peradaban seperti Yunani, India, China, Persia, dan lain-lain. Setiap informasi yang masuk ke dalam alam pemikiran mereka, mereka islamisasikan. Proses islamisasi ini adalah proses membaca, memilah, mengkoreksi, membuang, menyempurnakan, menambah, menguatkan, hingga jika dibutuhkan mampu menghadirkan sesuatu yang baru yang telah bersih dari berbagai unsur-unsur kekeliruan, kebodohan, khurafat, dan hal-hal yang tidak bermanfaat lainnya.
Tentu saja untuk sampai ke arah sana ada seperangkat cara pandang dalam berilmu yang penting untuk dipahami sebelum dilewati. Di antara yang kami maksudkan adalah:
1. Menghadirkan niat yang benar;
2. Menjadikan Al-Qur'an sebagai sumber primer awal yang ditargetkan pertama kali untuk dipahami;
3. Menjadikan As-Sunnah sebagai sumber primer kedua untuk dipahami untuk menguatkan kepahaman pada Al-Qur'an;
4. Menjadikan karya-karya para ulama sebagai sumber primer ketiga dalam memahami kandungan Al-Qur'an dan As-Sunnah;
5. Menjadikan 3 (tiga) generasi awal ulama sebagai referensi pertama dalam menyusun skala prioritas;
6. Melengkapi ilmu-ilmu alat yang dibutuhkan untuk dapat mencapai target di atas;
7. Memahami bahwa menuntut ilmu adalah proses yang panjang, penuh kesabaran, sehingga harus dilewati dengan penuh penjagaan pada adab;
8. Tidak membatasi pemahaman pada satu referensi semata;
9. Mengaktifkan penalaran akal dalam naungan wahyu dalam membaca, mengamati, meneliti, membandingkan hingga menyimpulkan;
10. Aktif melakukan pengembaraan intelektual (rihlah ilmiah) dalam ragam bentuknya untuk menyempurnakan kepahaman
Demikian jawaban sementara dari kami untuk Saudari. _Wallahu a'lam,_
*Wido Supraha*
_Kepala Pusat Studi Islamisasi Sains Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor_
_Wakil Sekretaris Komisi Ukhuwah MUI Pusat_
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
📡 Telegram: @supraha | 🐦 Twitter: @supraha | 💢 IG: @supraha | 🎥 YouTube: @supraha | 🌐 widosupraha.com
📲 Channel WA: https://chat.whatsapp.com/0fGNS6MLp1ECiCCQU0GQfz
*Pertanyaan:*
_Bagaimana cara berilmu, mempelajari suatu ilmu namun masih dalam koridor Islam ? Karena hari ini sebagian besar mengharamkan bahkan takut dengan ilmu-ilmu filsafat dan ilmu-ilmu Barat dengan alasan bisa membuat orang meragukan Al-Qur'an dan Hadist. Meski memang ada sih yang mempelajari ilmu-ilmu selain ilmu Islam yang jatuhnya menjadi liberalis bahkan ateis. Mohon pencerahannya ustadz 🙏_ (Tisya Meilina, Ahad, 14 Juni 2020)
*Jawaban:*
Menuntut ilmu adalah dorongan agama Islam, karena itu bagaimana meraihnya telah diajarkan dalam agama. Ketika seseorang mencoba mengambil ilmu tidak dengan bimbingan agama Islam, maka tentu sangat wajar jika manusia terjatuh pada kebingungan _(confusion)_ sebagaimana liberalis atau ateis yang Saudari angkat sebagai contoh. Tahapan menuntut ilmu dalam panduan agama Islam akan membimbing manusia pada keyakinan pada hakikat kebenaran, sehingga terbentuk _worldview_ (pandangan hidup) yang menghadirkan paradigma atau kerangka berpikir yang holistik atau komprehensif.
Sejarah peradaban Islam menjawab pertanyaan Saudari sebenarnya, bagaimana generasi terbaik Muslim di masa awal adalah generasi yang memiliki Islamic Worldview yang kokoh dari tahapan panjang menuntut ilmu, dan menjadikan mereka siap untuk melahap berbagai kekayaan intelektual dari beragam peradaban seperti Yunani, India, China, Persia, dan lain-lain. Setiap informasi yang masuk ke dalam alam pemikiran mereka, mereka islamisasikan. Proses islamisasi ini adalah proses membaca, memilah, mengkoreksi, membuang, menyempurnakan, menambah, menguatkan, hingga jika dibutuhkan mampu menghadirkan sesuatu yang baru yang telah bersih dari berbagai unsur-unsur kekeliruan, kebodohan, khurafat, dan hal-hal yang tidak bermanfaat lainnya.
Tentu saja untuk sampai ke arah sana ada seperangkat cara pandang dalam berilmu yang penting untuk dipahami sebelum dilewati. Di antara yang kami maksudkan adalah:
1. Menghadirkan niat yang benar;
2. Menjadikan Al-Qur'an sebagai sumber primer awal yang ditargetkan pertama kali untuk dipahami;
3. Menjadikan As-Sunnah sebagai sumber primer kedua untuk dipahami untuk menguatkan kepahaman pada Al-Qur'an;
4. Menjadikan karya-karya para ulama sebagai sumber primer ketiga dalam memahami kandungan Al-Qur'an dan As-Sunnah;
5. Menjadikan 3 (tiga) generasi awal ulama sebagai referensi pertama dalam menyusun skala prioritas;
6. Melengkapi ilmu-ilmu alat yang dibutuhkan untuk dapat mencapai target di atas;
7. Memahami bahwa menuntut ilmu adalah proses yang panjang, penuh kesabaran, sehingga harus dilewati dengan penuh penjagaan pada adab;
8. Tidak membatasi pemahaman pada satu referensi semata;
9. Mengaktifkan penalaran akal dalam naungan wahyu dalam membaca, mengamati, meneliti, membandingkan hingga menyimpulkan;
10. Aktif melakukan pengembaraan intelektual (rihlah ilmiah) dalam ragam bentuknya untuk menyempurnakan kepahaman
Demikian jawaban sementara dari kami untuk Saudari. _Wallahu a'lam,_
*Wido Supraha*
_Kepala Pusat Studi Islamisasi Sains Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor_
_Wakil Sekretaris Komisi Ukhuwah MUI Pusat_
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
📡 Telegram: @supraha | 🐦 Twitter: @supraha | 💢 IG: @supraha | 🎥 YouTube: @supraha | 🌐 widosupraha.com
📲 Channel WA: https://chat.whatsapp.com/0fGNS6MLp1ECiCCQU0GQfz
🔗 *https://youtu.be/YlHqTXp3eNs*
Mengapa RUU-HIP harus ditolak?
Apakah bahayanya hanya pada isu komunisme semata?
Berikut rekaman kajian komprehensif RUU-HIP berbasis Islamic Worldview.
Mengapa RUU-HIP harus ditolak?
Apakah bahayanya hanya pada isu komunisme semata?
Berikut rekaman kajian komprehensif RUU-HIP berbasis Islamic Worldview.
🎞️ https://youtu.be/qAcxavrksyI
Sahabat, jika engkau belum lelah di dunia ini, berarti waktumu belum terlalu berarti.
Kejarlah kelelahan, karena ketinggian itu tidak diraih kecuali dengan kelelahan demi kelelahan menapakinya. Siap berlelah-lelah menuju ketinggian?
Sahabat, jika engkau belum lelah di dunia ini, berarti waktumu belum terlalu berarti.
Kejarlah kelelahan, karena ketinggian itu tidak diraih kecuali dengan kelelahan demi kelelahan menapakinya. Siap berlelah-lelah menuju ketinggian?
YouTube
Kejarlah Kelelahan Menuju Ketinggian | Dr. Wido Supraha, M.Si.
Dr. Wido Supraha - Kejarlah Kelelahan Menuju Ketinggian
Mari salurkan donasi wakaf anda ke Yayasan Adab Insan Mulia
@adabinsanmulia, melalui rekening
Bank Syariah Indonesia :
2171 7000 36 (a.n. Yayasan Adab Insan Mulia)
No. HP: 0877 2654 1098
Kunjungi…
Mari salurkan donasi wakaf anda ke Yayasan Adab Insan Mulia
@adabinsanmulia, melalui rekening
Bank Syariah Indonesia :
2171 7000 36 (a.n. Yayasan Adab Insan Mulia)
No. HP: 0877 2654 1098
Kunjungi…
Alhamdulillah salah satu sahabat kita baru saja melahirkan, saat ini berada di rumah sakit. Namun beliau ditakdirkan Allah SWT ditinggalkan suaminya tanpa tanggung jawab di kontrakan, sehingga harus mencari nafkah sendiri dalam kondisi kehamilan dan sekarang sedang kebingungan dengan kelahiran. Untuk itu, sebagai bentuk ukhuwah kita, mari sahabat yang bersedia, silahkan kita bantu donasi semampu kita ya. Saat ini sudah terkumpul IDR 1,5 jt. Ana targetkan di IDR 15jt, insya Allah.
Donasi dibuka sampai besok 17 Juni 2020 ya, hanya 1 hari saja. Silahkan dapat dikumpulkan ke nomor rekening ana, nanti kita transfer total besok malam ke rekening si Ibu. Atau bisa juga ke nomor rekening ibunya langsung, tapi kalau bisa saya diinformasikan juga, sehingga bisa direkap sebagai satu kesatuan.
Nomor rekening ana: BSM 0030057185 (Wido)
Nomor rekening beliau: Mandiri 1030006797043 (Regia)
Yassirlana.
Donasi dibuka sampai besok 17 Juni 2020 ya, hanya 1 hari saja. Silahkan dapat dikumpulkan ke nomor rekening ana, nanti kita transfer total besok malam ke rekening si Ibu. Atau bisa juga ke nomor rekening ibunya langsung, tapi kalau bisa saya diinformasikan juga, sehingga bisa direkap sebagai satu kesatuan.
Nomor rekening ana: BSM 0030057185 (Wido)
Nomor rekening beliau: Mandiri 1030006797043 (Regia)
Yassirlana.
Wido Supraha
Alhamdulillah salah satu sahabat kita baru saja melahirkan, saat ini berada di rumah sakit. Namun beliau ditakdirkan Allah SWT ditinggalkan suaminya tanpa tanggung jawab di kontrakan, sehingga harus mencari nafkah sendiri dalam kondisi kehamilan dan sekarang…
Bagi Bapak/Ibu yg ingin konfirmasi bisa langsung ke ana ya, agar tidak ada transfer yg ana tidak tahu pengirimnya: 08158912522
http://adabinsanmulia.org/kumpulan-testimoni-peserta-sekolah-adab-untuk-guru-sagu-tingkat-1/
Berikut ini adalah testimoni dari sebagian peserta Angkatan Perdana dari Sekolah Adab Untuk Guru (SAGU) Tingkat 1.
Bagi Bapak/Ibu yang tertarik mengikuti Kurikulum SAGU Tingkat 1 ini, disampaikan bahwa hari ini adalah terakhir pendaftaran untuk Angkatan II.
Berikut ini adalah testimoni dari sebagian peserta Angkatan Perdana dari Sekolah Adab Untuk Guru (SAGU) Tingkat 1.
Bagi Bapak/Ibu yang tertarik mengikuti Kurikulum SAGU Tingkat 1 ini, disampaikan bahwa hari ini adalah terakhir pendaftaran untuk Angkatan II.
Kebijakan_Mendikbud_dalam_PJJ_sebagai_New_Normal_Sesdirjendikti.pdf
2.6 MB
Kebijakan Mendikbud dalam PJJ sebagai New Normal - Sesdirjendikti Kemendikbud.pdf
se revisi 12jun2020.pdf
772.5 KB
Surat Edaran 12 Juni 2020 Dinas Ketahanan Pangan DKI tentang Pemotongan Hewan Kurban di Masa Covid-19.pdf
*Angkatan II Sekolah Adab Untuk Guru Tingkat Dasar*
Alhamdulillah, hingga malam ini, 42 peserta siap mengikuti 12 sesi pengadaban untuk saling berdiskusi tentang bagaimana mengembangkan diri menjadi Guru Adab. Peserta tidak saja dari kalangan guru, tapi juga ternyata diminati oleh masyarakat umum yang ingin mendalami konsep pendidikan Islam. Masih terbuka bagi Bapak/Ibu yang tertarik mengikutinya.
http://adabinsanmulia.org/daftar-nama-angkatan-ii-sekolah-adab-untuk-guru-sagu-tingkat-1/
Alhamdulillah, hingga malam ini, 42 peserta siap mengikuti 12 sesi pengadaban untuk saling berdiskusi tentang bagaimana mengembangkan diri menjadi Guru Adab. Peserta tidak saja dari kalangan guru, tapi juga ternyata diminati oleh masyarakat umum yang ingin mendalami konsep pendidikan Islam. Masih terbuka bagi Bapak/Ibu yang tertarik mengikutinya.
http://adabinsanmulia.org/daftar-nama-angkatan-ii-sekolah-adab-untuk-guru-sagu-tingkat-1/
🔊 DIBUKA ANGKATAN IV SEKOLAH ISLAMISASI SAINS (SIS) TINGKAT I 2020
🔗 Detil Informasi dan Pendaftaran:
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScH94XYBjYkCiYgzc9ejGA8yfX0JwKvhsEIdBQUuclm2ttTEQ/viewform?usp=sf_link
Alhamdulillah, Angkatan III SIS berjalan dengan baik dan mendapatkan respon positif.
Bagi Bapak/Ibu yang tertarik mendalami Islamisasi Sains mulai dari tingkat Dasar, dapat langsung klik link di atas.
🌐 ppsuika.ac.id
📲 https://chat.whatsapp.com/DNkKN2GIJbJ0liuGeapAxI
🔗 Detil Informasi dan Pendaftaran:
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScH94XYBjYkCiYgzc9ejGA8yfX0JwKvhsEIdBQUuclm2ttTEQ/viewform?usp=sf_link
Alhamdulillah, Angkatan III SIS berjalan dengan baik dan mendapatkan respon positif.
Bagi Bapak/Ibu yang tertarik mendalami Islamisasi Sains mulai dari tingkat Dasar, dapat langsung klik link di atas.
🌐 ppsuika.ac.id
📲 https://chat.whatsapp.com/DNkKN2GIJbJ0liuGeapAxI
Google Docs
Registrasi Angkatan IV Pendaftaran Sekolah Islamisasi Sains Tingkat I
Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor
Jl. K.H. Sholeh Iskandar KM. 2 Bogor 16162
Telp. +62 251 755 9354
Jl. K.H. Sholeh Iskandar KM. 2 Bogor 16162
Telp. +62 251 755 9354
📚 *Menegakkan Ribath*
Jum’at, 04 Dzulqa’dah 1441 H
📬 *PERTANYAAN*
_Di dalam Surat Ali ‘Imran [3] ayat 200 terdapat kalimat ‘wa rabithu’, yang disandingkan bersama kata sabar. Apakah hakikat makna ‘wa rabithu’ di sana?_
Jawaban selengkapnya klik: https://widosupraha.com/2020/06/26/soal-23-menegakkan-ribath/
Kumpulan Tanya Jawab: https://widosupraha.com/category/tanya-jawab/
t.me/supraha
Jum’at, 04 Dzulqa’dah 1441 H
📬 *PERTANYAAN*
_Di dalam Surat Ali ‘Imran [3] ayat 200 terdapat kalimat ‘wa rabithu’, yang disandingkan bersama kata sabar. Apakah hakikat makna ‘wa rabithu’ di sana?_
Jawaban selengkapnya klik: https://widosupraha.com/2020/06/26/soal-23-menegakkan-ribath/
Kumpulan Tanya Jawab: https://widosupraha.com/category/tanya-jawab/
t.me/supraha
Wido Q Supraha
Soal 23: Menegakkan Ribath
Menegakkan Ribath Jum’at, 04 Dzulqa’dah 1441 H 📬 PERTANYAAN Di dalam Surat Ali ‘Imran [3] ayat 200 terdapat kalimat ‘wa rabithu’, yang disandingkan bersama kata sabar. Apakah hakikat makna ‘wa rabi…
https://m.youtube.com/watch?v=dfemo0oVMjo&feature=youtu.be#dialog
📚 Bagaimana karakter orang-orang yang beriman?
🔗 t.me/supraha
📚 Bagaimana karakter orang-orang yang beriman?
🔗 t.me/supraha
YouTube
Karakter Orang Beriman | Dr. Wido Supraha
Radio I-Dream 1044 AM | Streaming di : www.idreamradio.idSUBSCRIBE iDream TV Youtube Channel: https://www.youtube.com/iDreamtvID?sub_confirmation=1=========...