🔊 *https://anchor.fm/widosupraha/episodes/Seputar-Fidyah-2020-ee9n5m*
📚 *SEPUTAR FIDYAH 2020*
*Pertanyaan*
1️⃣ Bolehkah bayar fidyah kepada nenek sendiri yang sudah termasuk fakir?
2️⃣ Bolehkah fidyah dibayarkan kepada orang yang jauh dari kita, misalkan jauhnya antar propinsi dan orang tersebut termasuk fakir?
3️⃣ Samakah besar fidyah puasa yang kita tinggalkan tahun kemarin dengan puasa yang kita tinggalkan 3 tahun yang lalu dan baru bisa dibayar sekarang?
4️⃣ Assalamualaikum ustadz maaf ana dari padabg mau tanya klau bayar fidyah itu kapan waktux ustadz
*Jawaban*
1️⃣ Prinsip dasarnya adalah mengeluarkan fidyah dengan memberikan makan kepada orang miskin. Oleh karena itu selama nenek kita terkategori miskin, maka dipersilahkan membayarkan fidyah kepada beliau, sebagaimana keumuman lafazh Surat Al-Baqarah [2] ayat 184.
2️⃣ Fidyah juga dibolehkan dibayarkan kepada orang yang dekat posisinya dari kita maupun yang jauh, selama ia adalah masuk dalam kategori miskin. Dalam hal ini tidak ada dalil yang membatasi jarak antara seseorang dengan calon penerima fidyah.
3️⃣ Fidyah hendaknya dikeluarkan dalam bentuk makanan pokok dengan standar yang digunakan dalam madzhab Syafi'i sebesar 0,675 kg. Sehingga jika ada 30 hari yang ditinggalkan maka segeralah dikeluarkan sebanyak 30 x 0,675 kg = 20,25 kg beras. Sangat baik dan sempurna sekali jika menambahkannya dengan lauk pauk. Dengan demikian hal ini tidak terkait dengan perbedaan tahun.
Dalam madzhab Hanafi diperbolehkan mengeluarkan dalam bentuk nominal uang, namun dihubungkan dengan 1 sha' kurma atau jewawut atau anggur, sebesar 3.25 kg, atau 1/2 sha' gandum sebesar 1,625 kg.
Dalam SK Ketua BAZNAS No. 27 Tahun 2020 tentang Nilai Zakat Fitrah dan Fidyah untuk wilayah Jabodetabek ditetapkan bahwa nilai nominal yang digunakan tahun ini adalah sebesar IDR 45,000,-/hari yang ditinggalkan.
4️⃣ Fidyah dikeluarkan di bulan Ramadhan, baik pada hari yang dia tinggalkan maupun dikumpulkan sebelum berakhir bulan Ramadhan. Hal ini karena keutamaan beramal di bulan Ramadhan yang besar pahalanya hingga dapat dilipatgandakan 700x lipat. Namun begitu, ia dapat menunaikannya jika belum sanggup, di luar bulan Ramadhan.
_Wallahu a'lam,_
Wido Supraha
📡 Channel Telegram: t.me/supraha
🐦 Twitter.com/supraha
💢 IG: instagram.com/supraha
🎥 YouTube: youtube.com/supraha
📲 Channel *WA*: https://chat.whatsapp.com/IFvHr8kiLHuBtmuIZDc8Tj
📗 LINE: Islamic Worldview: https://line.me/ti/g2/DCARD7NFE6
📧 Pertanyaan: suprahawido@gmail.com
🌐 *widosupraha.com*
📚 *SEPUTAR FIDYAH 2020*
*Pertanyaan*
1️⃣ Bolehkah bayar fidyah kepada nenek sendiri yang sudah termasuk fakir?
2️⃣ Bolehkah fidyah dibayarkan kepada orang yang jauh dari kita, misalkan jauhnya antar propinsi dan orang tersebut termasuk fakir?
3️⃣ Samakah besar fidyah puasa yang kita tinggalkan tahun kemarin dengan puasa yang kita tinggalkan 3 tahun yang lalu dan baru bisa dibayar sekarang?
4️⃣ Assalamualaikum ustadz maaf ana dari padabg mau tanya klau bayar fidyah itu kapan waktux ustadz
*Jawaban*
1️⃣ Prinsip dasarnya adalah mengeluarkan fidyah dengan memberikan makan kepada orang miskin. Oleh karena itu selama nenek kita terkategori miskin, maka dipersilahkan membayarkan fidyah kepada beliau, sebagaimana keumuman lafazh Surat Al-Baqarah [2] ayat 184.
2️⃣ Fidyah juga dibolehkan dibayarkan kepada orang yang dekat posisinya dari kita maupun yang jauh, selama ia adalah masuk dalam kategori miskin. Dalam hal ini tidak ada dalil yang membatasi jarak antara seseorang dengan calon penerima fidyah.
3️⃣ Fidyah hendaknya dikeluarkan dalam bentuk makanan pokok dengan standar yang digunakan dalam madzhab Syafi'i sebesar 0,675 kg. Sehingga jika ada 30 hari yang ditinggalkan maka segeralah dikeluarkan sebanyak 30 x 0,675 kg = 20,25 kg beras. Sangat baik dan sempurna sekali jika menambahkannya dengan lauk pauk. Dengan demikian hal ini tidak terkait dengan perbedaan tahun.
Dalam madzhab Hanafi diperbolehkan mengeluarkan dalam bentuk nominal uang, namun dihubungkan dengan 1 sha' kurma atau jewawut atau anggur, sebesar 3.25 kg, atau 1/2 sha' gandum sebesar 1,625 kg.
Dalam SK Ketua BAZNAS No. 27 Tahun 2020 tentang Nilai Zakat Fitrah dan Fidyah untuk wilayah Jabodetabek ditetapkan bahwa nilai nominal yang digunakan tahun ini adalah sebesar IDR 45,000,-/hari yang ditinggalkan.
4️⃣ Fidyah dikeluarkan di bulan Ramadhan, baik pada hari yang dia tinggalkan maupun dikumpulkan sebelum berakhir bulan Ramadhan. Hal ini karena keutamaan beramal di bulan Ramadhan yang besar pahalanya hingga dapat dilipatgandakan 700x lipat. Namun begitu, ia dapat menunaikannya jika belum sanggup, di luar bulan Ramadhan.
_Wallahu a'lam,_
Wido Supraha
📡 Channel Telegram: t.me/supraha
🐦 Twitter.com/supraha
💢 IG: instagram.com/supraha
🎥 YouTube: youtube.com/supraha
📲 Channel *WA*: https://chat.whatsapp.com/IFvHr8kiLHuBtmuIZDc8Tj
📗 LINE: Islamic Worldview: https://line.me/ti/g2/DCARD7NFE6
📧 Pertanyaan: suprahawido@gmail.com
🌐 *widosupraha.com*
Anchor
Dr. Wido Supraha (Official Podcast Channel) • A podcast on Anchor
Wido Supraha
Photo
*PARA PEJUANG AKHIRAT*
Betapa ruginya orang yang mengharap pada manusia - makhluk yang lemah, dan mengejar dunia - yang sementara.
Betapa beruntungnya orang yang Allah berikan taufik, hanya mengharap pada Allah yang maha kuasa, dan mengejar akhirat, kehidupan sesungguhnya.
ﻭَﻣَﺎ ﻫَٰﺬِﻩِ ٱﻟْﺤَﻴَﻮٰﺓُ ٱﻟﺪُّﻧْﻴَﺎٓ ﺇِﻻَّ ﻟَﻬْﻮٌ ﻭَﻟَﻌِﺐٌ ۚ ﻭَﺇِﻥَّ ٱﻟﺪَّاﺭَ ٱﻻْءَﺧِﺮَﺓَ ﻟَﻬِﻰَ ٱﻟْﺤَﻴَﻮَاﻥُ ۚ ﻟَﻮْ ﻛَﺎﻧُﻮا۟ ﻳَﻌْﻠَﻤُﻮﻥَ
_Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui. (QS. Al-Ankabut : 64)._
Imam Hasan Al-Bashri juga pernah berkata: _"Tanda kelemahan iman itu saat diri lebih percaya pada apa yg di tangan, dibandingkan apa yang ada di sisi Allah"._
Wahai para pejuang akhirat.. Ramadhan sudah ada di penghujung waktunya.. Jangan sampai kelemahan iman kita, seperti kata Imam Hasan Al-Basri, membuat kita menahan harta kita dari berinfak di jalan Allah. Sungguh balasan di sisi Allah jauh lebih besar.. apalagi di malam ke-28 Ramadhan ini.. malam-malam terakhir kita berharap Lailatul Qodr..
Yuks kita berwakaf demi tabungan akhirat kita..
Yuks kita berwakaf untuk pusat edikasi adab..
⁉️Bagaimana caranya ?
✅ Cara Pertama, Anda meniatkan berwakaf untuk Sekolah Adab Insan Mulia, dan mentransfer sejumlah uang (misal Rp100rb) setiap malam mulai dari malam ke-21 hingga malam ke-30.
*Transfer ke :*
Bank DKI Syariah (kode 111)
71021700003
Yayasan Adab Insan Mulia
Atau bisa juga via *ovo/gopay*.
Cukup scan barcode di bawah ini.
✅ Cara kedua, jika Anda sudah memiliki kencleng Sekolah Adab Insan Mulia, maka masukanlah wakaf secara rutin setiap malam ke kencleng tersebut. Jangan sampai ada malam yang terlewat yaaa!
_--> Mohon konfirmasi jika sudah Transfer agar kami kirimkan Akadnya._
Kunjungi kami di :
🌐 https://adabinsanmulia.org
🏬 https://sekolahadab.com
📲Atau hubungi duta wakaf kami :
Jupriyadi : 0856 97412241
Firman : 0811 1982 68, WA 0815 1331 4240
#sekolahadabinsanmulia
Mohon bantu share kepada saudara, kerabat dan handai tolan.
_Syukron Jazakumullah khayran katsiran_
Betapa ruginya orang yang mengharap pada manusia - makhluk yang lemah, dan mengejar dunia - yang sementara.
Betapa beruntungnya orang yang Allah berikan taufik, hanya mengharap pada Allah yang maha kuasa, dan mengejar akhirat, kehidupan sesungguhnya.
ﻭَﻣَﺎ ﻫَٰﺬِﻩِ ٱﻟْﺤَﻴَﻮٰﺓُ ٱﻟﺪُّﻧْﻴَﺎٓ ﺇِﻻَّ ﻟَﻬْﻮٌ ﻭَﻟَﻌِﺐٌ ۚ ﻭَﺇِﻥَّ ٱﻟﺪَّاﺭَ ٱﻻْءَﺧِﺮَﺓَ ﻟَﻬِﻰَ ٱﻟْﺤَﻴَﻮَاﻥُ ۚ ﻟَﻮْ ﻛَﺎﻧُﻮا۟ ﻳَﻌْﻠَﻤُﻮﻥَ
_Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui. (QS. Al-Ankabut : 64)._
Imam Hasan Al-Bashri juga pernah berkata: _"Tanda kelemahan iman itu saat diri lebih percaya pada apa yg di tangan, dibandingkan apa yang ada di sisi Allah"._
Wahai para pejuang akhirat.. Ramadhan sudah ada di penghujung waktunya.. Jangan sampai kelemahan iman kita, seperti kata Imam Hasan Al-Basri, membuat kita menahan harta kita dari berinfak di jalan Allah. Sungguh balasan di sisi Allah jauh lebih besar.. apalagi di malam ke-28 Ramadhan ini.. malam-malam terakhir kita berharap Lailatul Qodr..
Yuks kita berwakaf demi tabungan akhirat kita..
Yuks kita berwakaf untuk pusat edikasi adab..
⁉️Bagaimana caranya ?
✅ Cara Pertama, Anda meniatkan berwakaf untuk Sekolah Adab Insan Mulia, dan mentransfer sejumlah uang (misal Rp100rb) setiap malam mulai dari malam ke-21 hingga malam ke-30.
*Transfer ke :*
Bank DKI Syariah (kode 111)
71021700003
Yayasan Adab Insan Mulia
Atau bisa juga via *ovo/gopay*.
Cukup scan barcode di bawah ini.
✅ Cara kedua, jika Anda sudah memiliki kencleng Sekolah Adab Insan Mulia, maka masukanlah wakaf secara rutin setiap malam ke kencleng tersebut. Jangan sampai ada malam yang terlewat yaaa!
_--> Mohon konfirmasi jika sudah Transfer agar kami kirimkan Akadnya._
Kunjungi kami di :
🌐 https://adabinsanmulia.org
🏬 https://sekolahadab.com
📲Atau hubungi duta wakaf kami :
Jupriyadi : 0856 97412241
Firman : 0811 1982 68, WA 0815 1331 4240
#sekolahadabinsanmulia
Mohon bantu share kepada saudara, kerabat dan handai tolan.
_Syukron Jazakumullah khayran katsiran_
Yayasan Adab Insan Mulia
Home
Wido Supraha - Khutbah Idul Fitri 1441 H.pdf
813 KB
Berikut disampaikan Teks Khutbah 'Idul Fithri 1441 H yang tidak terlalu panjang, untuk menjadi salah satu referensi bagi para Ayah saat besok menjadi khatib di rumah.
Link unduh di Telegram: https://t.me/supraha/2174
Nama File: Wido Supraha - Khutbah Idul Fitri 1441 H.pdf
🌐 widosupraha.com
Link unduh di Telegram: https://t.me/supraha/2174
Nama File: Wido Supraha - Khutbah Idul Fitri 1441 H.pdf
🌐 widosupraha.com
*AMAL PENUTUP*
عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ
أَنَّ رَجُلًا مِنْ أَعْظَمِ الْمُسْلِمِينَ غَنَاءً عَنْ الْمُسْلِمِينَ فِي غَزْوَةٍ غَزَاهَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Dari Sahal bin Sa'd bahwasanya ada seorang muslimin yang gagah berani dalam peperangan ikut serta bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam,
فَنَظَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مَنْ أَحَبَّ أَنْ يَنْظُرَ إِلَى الرَّجُلِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَلْيَنْظُرْ إِلَى هَذَا
kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memperhatikan orang itu dan berujar; "Barangsiapa ingin melihat lelaki penghuni neraka, silakan lihat laki-laki tersebut."
فَاتَّبَعَهُ رَجُلٌ مِنْ الْقَوْمِ وَهُوَ عَلَى تِلْكَ الْحَالِ مِنْ أَشَدِّ النَّاسِ عَلَى الْمُشْرِكِينَ حَتَّى جُرِحَ فَاسْتَعْجَلَ الْمَوْتَ فَجَعَلَ ذُبَابَةَ سَيْفِهِ بَيْنَ ثَدْيَيْهِ حَتَّى خَرَجَ مِنْ بَيْنِ كَتِفَيْهِ
Seorang laki-laki akhirnya menguntitnya, dan rupanya lelaki tersebut merupakan orang yang paling ganas terhadap orang-orang musyrik. akhirnya lelaki tersebut terluka dan dia ingin segera dijemput kematian sebelum waktunya, maka ia ambil pucuk pedangnya dan ia letakkan di dadanya kemudian ia hujamkan hingga tembus diantara kedua lengannya.
فَأَقْبَلَ الرَّجُلُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُسْرِعًا فَقَالَ أَشْهَدُ أَنَّكَ رَسُولُ اللَّهِ
Orang yang menguntit lelaki tersebut langsung menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan berujar; 'Saya bersaksi bahwa engkau utusan Allah.'
فَقَالَ وَمَا ذَاكَ
'Memangnya kenapa ? ' Tanya Nabi
قَالَ قُلْتَ لِفُلَانٍ مَنْ أَحَبَّ أَنْ يَنْظُرَ إِلَى رَجُلٍ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَلْيَنْظُرْ إِلَيْهِ وَكَانَ مِنْ أَعْظَمِنَا غَنَاءً عَنْ الْمُسْلِمِينَ فَعَرَفْتُ أَنَّهُ لَا يَمُوتُ عَلَى ذَلِكَ فَلَمَّا جُرِحَ اسْتَعْجَلَ الْمَوْتَ فَقَتَلَ نَفْسَهُ
Orang tadi menjawab; 'Engkau berkata terhadap laki-laki tadi ; 'siapa yang ingin melihat penghuni neraka, silakan lihat orang ini, ' orang itu merupakan orang yang paling pemberani diantara kami, kaum muslimin. Lalu aku tahu, ternyata dia mati tidak diatas keIslaman, sebab dikala ia mendapat luka, ia tak sabar menanti kematian, lalu bunuh diri.'
فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنْدَ ذَلِكَ إِنَّ الْعَبْدَ لَيَعْمَلُ عَمَلَ أَهْلِ النَّارِ وَإِنَّهُ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ وَيَعْمَلُ عَمَلَ أَهْلِ الْجَنَّةِ وَإِنَّهُ مِنْ أَهْلِ النَّارِ
Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sungguh ada seorang hamba yang melakukan amalan-amalan penghuni neraka, namun berakhir menjadi penghuni surga, dan ada seorang hamba yang mengamalkan amalan-amalan penghuni surga, namun berakhir menjadi penghuni neraka,
وَإِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ
Sungguh amalan itu ditentukan dengan penutupnya"(HR Bukhari 6117)
--
• Demikianlah orang yang sezaman dengan Nabi, melihat, membersamai bahkan berjihad dengan kekuatan penuh, menebas kedzaliman, namun tanpa hati yang ikhlas dan sabar, berujung suul khatimah.
• Maka penting bagi kita, memohon keikhlasan, kesabaran, dan keistiqomahan hingga menggapai husnul khatimah. Tak ada celah merasa aman, apalagi ujub terhadap amal. Bahkan Nabi yang memilki keutamaan, masih tawadu berdoa "ya muqolibal qulub tsabit qolbi ala dinik", padahal pintu surga tak akan dibuka, kecuali beliau yang pertama mengetuknya.
• Sebagaimana penting bagi kita, sekelam apapun masa lalu, sesering apapun terpelosok mengikuti syetan dan hawa nafsu, masih ada celah bertaubat dan menggapai husnul khatimah. Tak ada putus asa, dalam mengharap rahmat dan ampunanNya.
• Boleh jadi, kita terseok di awal Ramadhan, tertarik gravitasi dunia, daripada menejar akhirat, tertatih menghempas kemalasan, penundaan, berbagai alasan yang membuat 2/3 Ramadhan berlalu tanpa penghayatan dan kesungguhan. Maka inilah saatnya kita mengoptimalkan penutupnya. Agar husnul khatimah, Allah ampuni kesalahan dan kekurangan sebelumnya, Allah berikan taufik dan hidayah untuk memaksimalkan sepenggal sisanya. Dan Allah maha tahu, kesungguhan niat serta amal kita.
• Diantara amal penutup yang bisa kita lakukan, ialah sedekah, infak atau wakaf pada Se
عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ
أَنَّ رَجُلًا مِنْ أَعْظَمِ الْمُسْلِمِينَ غَنَاءً عَنْ الْمُسْلِمِينَ فِي غَزْوَةٍ غَزَاهَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Dari Sahal bin Sa'd bahwasanya ada seorang muslimin yang gagah berani dalam peperangan ikut serta bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam,
فَنَظَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مَنْ أَحَبَّ أَنْ يَنْظُرَ إِلَى الرَّجُلِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَلْيَنْظُرْ إِلَى هَذَا
kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memperhatikan orang itu dan berujar; "Barangsiapa ingin melihat lelaki penghuni neraka, silakan lihat laki-laki tersebut."
فَاتَّبَعَهُ رَجُلٌ مِنْ الْقَوْمِ وَهُوَ عَلَى تِلْكَ الْحَالِ مِنْ أَشَدِّ النَّاسِ عَلَى الْمُشْرِكِينَ حَتَّى جُرِحَ فَاسْتَعْجَلَ الْمَوْتَ فَجَعَلَ ذُبَابَةَ سَيْفِهِ بَيْنَ ثَدْيَيْهِ حَتَّى خَرَجَ مِنْ بَيْنِ كَتِفَيْهِ
Seorang laki-laki akhirnya menguntitnya, dan rupanya lelaki tersebut merupakan orang yang paling ganas terhadap orang-orang musyrik. akhirnya lelaki tersebut terluka dan dia ingin segera dijemput kematian sebelum waktunya, maka ia ambil pucuk pedangnya dan ia letakkan di dadanya kemudian ia hujamkan hingga tembus diantara kedua lengannya.
فَأَقْبَلَ الرَّجُلُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُسْرِعًا فَقَالَ أَشْهَدُ أَنَّكَ رَسُولُ اللَّهِ
Orang yang menguntit lelaki tersebut langsung menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan berujar; 'Saya bersaksi bahwa engkau utusan Allah.'
فَقَالَ وَمَا ذَاكَ
'Memangnya kenapa ? ' Tanya Nabi
قَالَ قُلْتَ لِفُلَانٍ مَنْ أَحَبَّ أَنْ يَنْظُرَ إِلَى رَجُلٍ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَلْيَنْظُرْ إِلَيْهِ وَكَانَ مِنْ أَعْظَمِنَا غَنَاءً عَنْ الْمُسْلِمِينَ فَعَرَفْتُ أَنَّهُ لَا يَمُوتُ عَلَى ذَلِكَ فَلَمَّا جُرِحَ اسْتَعْجَلَ الْمَوْتَ فَقَتَلَ نَفْسَهُ
Orang tadi menjawab; 'Engkau berkata terhadap laki-laki tadi ; 'siapa yang ingin melihat penghuni neraka, silakan lihat orang ini, ' orang itu merupakan orang yang paling pemberani diantara kami, kaum muslimin. Lalu aku tahu, ternyata dia mati tidak diatas keIslaman, sebab dikala ia mendapat luka, ia tak sabar menanti kematian, lalu bunuh diri.'
فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنْدَ ذَلِكَ إِنَّ الْعَبْدَ لَيَعْمَلُ عَمَلَ أَهْلِ النَّارِ وَإِنَّهُ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ وَيَعْمَلُ عَمَلَ أَهْلِ الْجَنَّةِ وَإِنَّهُ مِنْ أَهْلِ النَّارِ
Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sungguh ada seorang hamba yang melakukan amalan-amalan penghuni neraka, namun berakhir menjadi penghuni surga, dan ada seorang hamba yang mengamalkan amalan-amalan penghuni surga, namun berakhir menjadi penghuni neraka,
وَإِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ
Sungguh amalan itu ditentukan dengan penutupnya"(HR Bukhari 6117)
--
• Demikianlah orang yang sezaman dengan Nabi, melihat, membersamai bahkan berjihad dengan kekuatan penuh, menebas kedzaliman, namun tanpa hati yang ikhlas dan sabar, berujung suul khatimah.
• Maka penting bagi kita, memohon keikhlasan, kesabaran, dan keistiqomahan hingga menggapai husnul khatimah. Tak ada celah merasa aman, apalagi ujub terhadap amal. Bahkan Nabi yang memilki keutamaan, masih tawadu berdoa "ya muqolibal qulub tsabit qolbi ala dinik", padahal pintu surga tak akan dibuka, kecuali beliau yang pertama mengetuknya.
• Sebagaimana penting bagi kita, sekelam apapun masa lalu, sesering apapun terpelosok mengikuti syetan dan hawa nafsu, masih ada celah bertaubat dan menggapai husnul khatimah. Tak ada putus asa, dalam mengharap rahmat dan ampunanNya.
• Boleh jadi, kita terseok di awal Ramadhan, tertarik gravitasi dunia, daripada menejar akhirat, tertatih menghempas kemalasan, penundaan, berbagai alasan yang membuat 2/3 Ramadhan berlalu tanpa penghayatan dan kesungguhan. Maka inilah saatnya kita mengoptimalkan penutupnya. Agar husnul khatimah, Allah ampuni kesalahan dan kekurangan sebelumnya, Allah berikan taufik dan hidayah untuk memaksimalkan sepenggal sisanya. Dan Allah maha tahu, kesungguhan niat serta amal kita.
• Diantara amal penutup yang bisa kita lakukan, ialah sedekah, infak atau wakaf pada Se
kolah Adab Insan Mulia.
⁉️Bagaimana caranya ?
✅ Cara Pertama, Anda meniatkan berwakaf untuk Sekolah Adab Insan Mulia, dan mentransfer sejumlah uang (misal Rp100rb) setiap malam mulai dari malam ke-21 hingga malam ke-30.
*Transfer ke :*
Bank DKI Syariah (kode 111)
71021700003
Yayasan Adab Insan Mulia
Atau bisa juga via *ovo/gopay*.
Cukup scan barcode di bawah ini.
✅ Cara kedua, jika Anda sudah memiliki kencleng Sekolah Adab Insan Mulia, maka masukanlah wakaf secara rutin setiap malam ke kencleng tersebut. Jangan sampai ada malam yang terlewat yaaa!
_--> Mohon konfirmasi jika sudah Transfer agar kami kirimkan Akadnya._
Kunjungi kami di :
🌐 https://adabinsanmulia.org
🏬 https://sekolahadab.com
📲Atau hubungi duta wakaf kami :
Jupriyadi : 0856 97412241
Firman : 0811 1982 68, WA 0815 1331 4240
#sekolahadabinsanmulia
Mohon bantu share kepada saudara, kerabat dan handai tolan.
_Syukron Jazakumullah khayran katsiran_
⁉️Bagaimana caranya ?
✅ Cara Pertama, Anda meniatkan berwakaf untuk Sekolah Adab Insan Mulia, dan mentransfer sejumlah uang (misal Rp100rb) setiap malam mulai dari malam ke-21 hingga malam ke-30.
*Transfer ke :*
Bank DKI Syariah (kode 111)
71021700003
Yayasan Adab Insan Mulia
Atau bisa juga via *ovo/gopay*.
Cukup scan barcode di bawah ini.
✅ Cara kedua, jika Anda sudah memiliki kencleng Sekolah Adab Insan Mulia, maka masukanlah wakaf secara rutin setiap malam ke kencleng tersebut. Jangan sampai ada malam yang terlewat yaaa!
_--> Mohon konfirmasi jika sudah Transfer agar kami kirimkan Akadnya._
Kunjungi kami di :
🌐 https://adabinsanmulia.org
🏬 https://sekolahadab.com
📲Atau hubungi duta wakaf kami :
Jupriyadi : 0856 97412241
Firman : 0811 1982 68, WA 0815 1331 4240
#sekolahadabinsanmulia
Mohon bantu share kepada saudara, kerabat dan handai tolan.
_Syukron Jazakumullah khayran katsiran_
Wido Supraha
Photo
Untuk Seluruh Sahabat yang tak pernah lelah dalam Meraih Ilmu dan Menghadirkan Amal,
تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّا وَمنِْكُمْ.
كُلُّ عَامٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ.
اَللّهُمَّ اجْعَلْنَا وَإِيَّاكُمْ
مِنَ العَاءِدِيْنَ وَالفَاءِزِيْن
Tiada Persatuan Tanpa Ukhuwwah
Tiada Ukhuwwah Tanpa Cinta
Tiada Cinta Tanpa Saling Memaafkan
Semoga Allah SWT
Menerima Seluruh Pengorbanan dalam Menuntut Ilmu
dan Seluruh Keikhlasan Amal di atas Ilmu
Dikumpulkan di Jannah Melalui _Bāb Ar-Rayyān_
*Selamat Hari Raya Idul Fithri 1441 H*
*Wido Supraha dan Keluarga*
📡 Channel Telegram: t.me/supraha
🐦 Twitter: @supraha
💢 IG: @supraha
🎥 YouTube: @supraha
📲 Channel *WA*: https://chat.whatsapp.com/7usudoA84QPHuaJq6b2wsk
📗 LINE: Islamic Worldview: https://line.me/ti/g2/DCARD7NFE6
📧 Pertanyaan: suprahawido@gmail.com
🌐 *widosupraha.com*
تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّا وَمنِْكُمْ.
كُلُّ عَامٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ.
اَللّهُمَّ اجْعَلْنَا وَإِيَّاكُمْ
مِنَ العَاءِدِيْنَ وَالفَاءِزِيْن
Tiada Persatuan Tanpa Ukhuwwah
Tiada Ukhuwwah Tanpa Cinta
Tiada Cinta Tanpa Saling Memaafkan
Semoga Allah SWT
Menerima Seluruh Pengorbanan dalam Menuntut Ilmu
dan Seluruh Keikhlasan Amal di atas Ilmu
Dikumpulkan di Jannah Melalui _Bāb Ar-Rayyān_
*Selamat Hari Raya Idul Fithri 1441 H*
*Wido Supraha dan Keluarga*
📡 Channel Telegram: t.me/supraha
🐦 Twitter: @supraha
💢 IG: @supraha
🎥 YouTube: @supraha
📲 Channel *WA*: https://chat.whatsapp.com/7usudoA84QPHuaJq6b2wsk
📗 LINE: Islamic Worldview: https://line.me/ti/g2/DCARD7NFE6
📧 Pertanyaan: suprahawido@gmail.com
🌐 *widosupraha.com*
https://mui.or.id/berita/28103/hoax-surat-rapid-test-modus-operandi-pki/
*BERITA HOAX PERTAMA DI BULAN LEBARAN*
Bersama ini disampaikan bahwa selebaran digital di hari pertama lebaran yang membawa nama MUI adalah HOAX. Para sahabat harus terbiasa juga menganalisa pola penyajian berita dikorelasikan dengan konteks, perkembangan dan kebiasaan dari MUI Pusat, sehingga tidak terburu-buru menyampaikannya ke umat karena akan menghadirkan respon yang berbeda-beda.
Wido Supraha
Tim Satgas Covid-19 MUI Pusat
Channel WA: https://chat.whatsapp.com/F8Es7TJzyj89XZOdX0yzwl
🌐 *widosupraha.com*
*BERITA HOAX PERTAMA DI BULAN LEBARAN*
Bersama ini disampaikan bahwa selebaran digital di hari pertama lebaran yang membawa nama MUI adalah HOAX. Para sahabat harus terbiasa juga menganalisa pola penyajian berita dikorelasikan dengan konteks, perkembangan dan kebiasaan dari MUI Pusat, sehingga tidak terburu-buru menyampaikannya ke umat karena akan menghadirkan respon yang berbeda-beda.
Wido Supraha
Tim Satgas Covid-19 MUI Pusat
Channel WA: https://chat.whatsapp.com/F8Es7TJzyj89XZOdX0yzwl
🌐 *widosupraha.com*
Wido Supraha
Photo
🔗 Link Tipe Pendengar (Auditori):
https://anchor.fm/widosupraha/episodes/Pelajaran-Idul-Fithri-adalah-Melanjutkan-Ketaatan-dalam-Ketakwaan-eehebm
🔗 Link Tipe Pembaca (Literasi Baca):
https://widosupraha.com/2020/05/24/mari-tegakkan-substansi-id-al-fithri-melanjutkan-ketaatan-dalam-ketaqwaan/
📚 *MARI TEGAKKAN SUBSTANSI 'ID AL-FITHRI: MELANJUTKAN KETAATAN DALAM KETAQWAAN*
▪️ Kata ‘Īd diambil dari kata _i’tiyād_ (kebiasaan), atau _‘āda_ (kembali) menurut Ibn Faris, atau penuh kebahagiaan dan pemenuhan kenyamanan (فإن العيد يشعر بالفرح واستيفاء اللذة) menurut Imam Waliyullah ad-Dahlawi (1703-1762 M) dalam _Hujjatullāh al-Bālighah_ hlm. 528, atau kegembiraan baru yang terus berulang (سمي العِيدُ عيداً لأَنه يعود كل سنة بِفَرَحٍ مُجَدَّد) dalam _Lisān al-'Arab_, 3/315. Demikian tinjauan dari kumpulan makna bahasa (ma’ājim lughawiyyah).
▪️Idul Fithri adalah Hari Raya Kemenangan bagi Mukmin yang dengan penuh keimanan dan _ihtisāban_, melakukan ibadah _shiyām_ (berpuasa), _qiyām_ (shalat malam), dan mengeluarkan Zakat Fithri di bulan Ramadhan
▪️Idul Fithri adalah hari untuk pertama kalinya orang-orang beriman kembali berbuka, makan dan minum seperti biasa setelah sebulan penuh berpuasa di siang hari, sebagaimana di dalam kamus al-Ma'āni, اَليَوْمُ اْلأوَّلُ الَّذِي يَبْدَأُ بِهِ الإفْطَارُ لِلصَّائِمِيْنَ.
▪️Idul Fithri bermula di bulan Syawwāl, bulan yang bermakna peningkatan amal, sebagaimana kata _'Syawwal'_ (شَوَّالُ) yang berasal dari kata _'syāla'_ (شَالَ) dan bermakna _'irtafa'a'_ (اِرْتَفَعَ). Sebagaimana dalam _Nihāyah al-Zain fī Irsyād al-Mubtadi’īn_ yang ditulis oleh Muhammad bin Umar an-Nawawi al-Bantani (1813-1897 M), bahwa peningkatan terlihat jika Mukmin dapat melanjutkan amaliah Ramadhan di bulan-bulan berikutnya dengan istiqamah.
▪️Fitrah manusia adalah bertauhid (menuhankan Allah Yang Satu), beribadah (mengekspresikan cinta kepada Allah Yang Satu), dan berakhlak mulia (menegakkan adab makhluk kepada Allah Sang Khalik). Kesucian jiwanya di hadapan Allah _(hablun min Allāh)_ yang paripurna akan mendorongnya untuk melahirkan kesucian jiwa di hadapan manusia _(hablun min an-nās)._
▪️Banyak manusia yang gemar menumpuk amal shalih, namun tidak sedikit yang tidak mampu merawat tumpukan amalnya, bahkan banyak yang akhirnya menjadi sosok yang bangkrut _(al-muflis)_. Hal ini karena jiwanya tidak terdorong untuk menyelesaikan muamalah sesama manusia, baik melalui lisannya, perbuatannya, hingga akad-akadnya yang pernah dibuatnya.
▪️Substansi harus lebih diperhatikan daripada sekedar tampak luarnya semata (العبرة بالجوهر لا بالمظهر). Pelajaran Idul Fithri adalah pelajaran untuk memelihara ketaqwaan dan melanjutkan ketaatan, maka jangan terlalu bergembira hingga meninggalkan kebaikan yang telah kita mulai selama Ramadhan. Di antara balasan kebaikan adalah lahirnya kebaikan berikutnya dan di antara balasan keburukan adalah lahirnya keburukan selanjutnya. (مِنْ ثَوَابِ الحَسَنَةِ الحَسَنَةُ بَعْدَهَا، وَمِنْ جَزَاءِ السَّيِّئَةِ السَّيِّئَةُ بَعْدَهَا), kaidah yang diambil ulama dari Q.S. Ar-Rahmān [55] ayat 60 dan Q.S. Asy-Syūrā [42] ayat 40.
▪️Semoga Allah SWT menerima Amal Ibadah Kita Semua _(taqabbalallāhu minnā wa minkum)_, Selamat Hari Raya dan Meraih Kemenangan _(min al-'Āidīn wa al-Fāizīn)_, Sugeng Riyadi (Selamat Berlebaran), _'Īdukum Mubārak, 'Idukum Sa'īd._
*Wido Supraha*
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
📡 Telegram: @supraha | 🐦 Twitter: @supraha | 💢 IG: @supraha | 🎥 YouTube: @supraha | 🌐 *widosupraha.com*
📲 Channel *WA*: https://chat.whatsapp.com/F8Es7TJzyj89XZOdX0yzwl
https://anchor.fm/widosupraha/episodes/Pelajaran-Idul-Fithri-adalah-Melanjutkan-Ketaatan-dalam-Ketakwaan-eehebm
🔗 Link Tipe Pembaca (Literasi Baca):
https://widosupraha.com/2020/05/24/mari-tegakkan-substansi-id-al-fithri-melanjutkan-ketaatan-dalam-ketaqwaan/
📚 *MARI TEGAKKAN SUBSTANSI 'ID AL-FITHRI: MELANJUTKAN KETAATAN DALAM KETAQWAAN*
▪️ Kata ‘Īd diambil dari kata _i’tiyād_ (kebiasaan), atau _‘āda_ (kembali) menurut Ibn Faris, atau penuh kebahagiaan dan pemenuhan kenyamanan (فإن العيد يشعر بالفرح واستيفاء اللذة) menurut Imam Waliyullah ad-Dahlawi (1703-1762 M) dalam _Hujjatullāh al-Bālighah_ hlm. 528, atau kegembiraan baru yang terus berulang (سمي العِيدُ عيداً لأَنه يعود كل سنة بِفَرَحٍ مُجَدَّد) dalam _Lisān al-'Arab_, 3/315. Demikian tinjauan dari kumpulan makna bahasa (ma’ājim lughawiyyah).
▪️Idul Fithri adalah Hari Raya Kemenangan bagi Mukmin yang dengan penuh keimanan dan _ihtisāban_, melakukan ibadah _shiyām_ (berpuasa), _qiyām_ (shalat malam), dan mengeluarkan Zakat Fithri di bulan Ramadhan
▪️Idul Fithri adalah hari untuk pertama kalinya orang-orang beriman kembali berbuka, makan dan minum seperti biasa setelah sebulan penuh berpuasa di siang hari, sebagaimana di dalam kamus al-Ma'āni, اَليَوْمُ اْلأوَّلُ الَّذِي يَبْدَأُ بِهِ الإفْطَارُ لِلصَّائِمِيْنَ.
▪️Idul Fithri bermula di bulan Syawwāl, bulan yang bermakna peningkatan amal, sebagaimana kata _'Syawwal'_ (شَوَّالُ) yang berasal dari kata _'syāla'_ (شَالَ) dan bermakna _'irtafa'a'_ (اِرْتَفَعَ). Sebagaimana dalam _Nihāyah al-Zain fī Irsyād al-Mubtadi’īn_ yang ditulis oleh Muhammad bin Umar an-Nawawi al-Bantani (1813-1897 M), bahwa peningkatan terlihat jika Mukmin dapat melanjutkan amaliah Ramadhan di bulan-bulan berikutnya dengan istiqamah.
▪️Fitrah manusia adalah bertauhid (menuhankan Allah Yang Satu), beribadah (mengekspresikan cinta kepada Allah Yang Satu), dan berakhlak mulia (menegakkan adab makhluk kepada Allah Sang Khalik). Kesucian jiwanya di hadapan Allah _(hablun min Allāh)_ yang paripurna akan mendorongnya untuk melahirkan kesucian jiwa di hadapan manusia _(hablun min an-nās)._
▪️Banyak manusia yang gemar menumpuk amal shalih, namun tidak sedikit yang tidak mampu merawat tumpukan amalnya, bahkan banyak yang akhirnya menjadi sosok yang bangkrut _(al-muflis)_. Hal ini karena jiwanya tidak terdorong untuk menyelesaikan muamalah sesama manusia, baik melalui lisannya, perbuatannya, hingga akad-akadnya yang pernah dibuatnya.
▪️Substansi harus lebih diperhatikan daripada sekedar tampak luarnya semata (العبرة بالجوهر لا بالمظهر). Pelajaran Idul Fithri adalah pelajaran untuk memelihara ketaqwaan dan melanjutkan ketaatan, maka jangan terlalu bergembira hingga meninggalkan kebaikan yang telah kita mulai selama Ramadhan. Di antara balasan kebaikan adalah lahirnya kebaikan berikutnya dan di antara balasan keburukan adalah lahirnya keburukan selanjutnya. (مِنْ ثَوَابِ الحَسَنَةِ الحَسَنَةُ بَعْدَهَا، وَمِنْ جَزَاءِ السَّيِّئَةِ السَّيِّئَةُ بَعْدَهَا), kaidah yang diambil ulama dari Q.S. Ar-Rahmān [55] ayat 60 dan Q.S. Asy-Syūrā [42] ayat 40.
▪️Semoga Allah SWT menerima Amal Ibadah Kita Semua _(taqabbalallāhu minnā wa minkum)_, Selamat Hari Raya dan Meraih Kemenangan _(min al-'Āidīn wa al-Fāizīn)_, Sugeng Riyadi (Selamat Berlebaran), _'Īdukum Mubārak, 'Idukum Sa'īd._
*Wido Supraha*
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
📡 Telegram: @supraha | 🐦 Twitter: @supraha | 💢 IG: @supraha | 🎥 YouTube: @supraha | 🌐 *widosupraha.com*
📲 Channel *WA*: https://chat.whatsapp.com/F8Es7TJzyj89XZOdX0yzwl
Anchor
#4 Pelajaran Idul Fithri adalah Melanjutkan Ketaatan dalam Ketakwaan by Dr. Wido Supraha (Official Podcast Channel)
Dalam episode ini kita akan merenungi:
01. Apakah makna Id secara bahasa?
02. Apakah makna Fithr secara bahasa?
03. Apakah substansi Idul Fithri sebenarnya?
*Wido Supraha*
▫️ ▫️ ▫️ ▫️ ▫️ ▫️ ▫️ ▫️ ▫️
📡 Telegram: @supraha | 🐦 Twitter: @supraha | 💢 IG: @supraha…
01. Apakah makna Id secara bahasa?
02. Apakah makna Fithr secara bahasa?
03. Apakah substansi Idul Fithri sebenarnya?
*Wido Supraha*
▫️ ▫️ ▫️ ▫️ ▫️ ▫️ ▫️ ▫️ ▫️
📡 Telegram: @supraha | 🐦 Twitter: @supraha | 💢 IG: @supraha…
surat tabayyun kabar hoaks covid-19.pdf
270.1 KB
Dokumen MUI Pusat
Nama File: surat tabayyun kabar hoaks covid-19.pdf
Nama File: surat tabayyun kabar hoaks covid-19.pdf