Wido Supraha
4.03K subscribers
1.08K photos
159 videos
375 files
1.57K links
Bersama Meniti Jalan Menuju Jannah
Download Telegram
*KETURUNAN ABU JAHAL PUN MULIA*
Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, ini pepatah yang banyak diyakini manusia. Namun pepatah tetaplah pepatah, ia bukan hadits apalagi kitab suci yang kebenarannya wajib diyakini.

Ibrāhīm a.s. lahir di pusat kemusyrikan, namun ia mampu mengenal Tuhannya, sementara Kan'ān besar dalam didikan Nuh a.s. namun malah menjauhi keridhaan Allāh.

Abu Jahal dikenal istiqamah dalam memusuhi Islam, bahkan kematiannya pun membuat anaknya, Ikrimah, semakin memusuhi Islam. Namun takdir berkehendak lain, Ikrimah bin Abu Jahal pada akhirnya mengucapkan syahadat di hadapan Rasūlullāh ﷺ, mengikuti istrinya, Ummu Hākim, yang telah jauh lebih dahulu beriman.

Hidup Ikrimah pasca syahadat diisi dengan rajin menuntut ilmu dan menegakkan agama. Saat Pasukan Islam yang dipimpin oleh Khalin bin al-Walid mendapatkan serangan hebat dari Romawi, tak menyurutkan semangat Ikrimah. Tercatat 70 anak panah menusuk jasadnya, dan Ikrimah bin Abu Jahal kembali ke pangkuan Ilahi dalam kondisi mulia nan mewangi.

Wahai sahabat, jangan engkau hukumi anak pendosa sudah pasti pendosa.
Wahai Ayah, teruslah semangat mendidik anak dengan proses Nabawi.
Wahai Kakek, doakan cucumu agar kelak membersamaimu di Jannah.

Wido Supraha
_Pembina Sekolah Adab Insan Mulia_
🌐 adabinsanmulia.org

*Join Channel:* https://chat.whatsapp.com/Ac4qkRlYMjG4d92DZdUSh4
__
💠 Facebook: facebook.com/wido.supraha
📷 Instagram: instagram.com/supraha
🐦 Twitter: twitter.com/supraha
📠 Telegram: telegram.me/supraha
🎥 Youtube: youtube.com/supraha
Terlalu lama menggunakan kalender Gregorian dapat berdampak hilangnya energi kalender Hijriyah, yang penuh energi ibadah kepada Allah. Selamat Hari Kemerdekaan RI ke-76 NKRI tercinta.

Wido Supraha
Departemen Dakwah PUI Pusat
URL: puipusat.org
YouTube: Dakwah PUI Pusat
*SHALAT TARAWIH BA’DA ‘ISYA*

📚 *DIALOG ISLAMI*
Rabu, 10 Ramadhan 1440 H

*Tema: Fiqh*
📬 *PERTANYAAN*
_Assalamualaikum,_
_Pak Ustadz Wido, afwan saya mo tanya : apakah Rasulullah sholat taraweh ba'da Isya?_
_<jay*******9@gmail.com>_

📂 *JAWABAN*
_Secara tegas teks hadits tidak menjelaskan bahwa shalat Tarāwīh harus dilaksanakan ba’da ‘Isya, namun jumhur ‘ulama salaf meyakini bahwa shalat Tarāwīh wajib dilakukan ba’da shalat ‘Isya, kecuali sebagian kecil saja yang mengembalikan waktu shalat Tarāwīh dengan waktu malam, dan sehingga waktu Maghrib termasuk waktu malam._

🔸 Ketidaktegasan wajibnya ba’da ‘Isyā tidak terlihat dalam teks hadits yang umum dipakai sebagai dalil.
Rasūlullāh ﷺ pernah bersabda sebagaimana diriwayatkan Abu Hurairah r.a.:
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ
_Sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, Muharram, dan sebaik-baik shalat setelah shalat wajib adalah shalat malam._
*[HR. Muslim No. 1163]*

🔸 Shalat Witir disukai dikerjakan di akhir shalat malam. Hal ini dipahami bahwa rangkaian shalat malam dalam pengertian ‘Tarāwīh’ dilakukan selepas shalat ‘Isya.
Rasūlullāh ﷺ pernah bersabda:
اجْعَلُوا آخِرَ صَلاَتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرً
_Jadikanlah akhir shalat malam kalian adalah shalat Witir._
*[HR. al-Bukhari No. 998 dan Muslim No. 751]*

🔸 Mayoritas fuqahā menegaskan bahwa waktu pelaksanaan shalat Tarāwīh adalah setelah shalat ‘Isyā.
Berkata Ibrahim al-Bajuri:
قوله ووقتها بين صلاة العشاء وطلوع الفجر فهي كالوتر في الوقت ويندب تأخيره عنها
_Perkataan Ibn Qasim, waktu Tarāwīh adalah di antara shalat 'Isyā dan terbitnya fajar, maka Tarāwīh seperti Witir dalam hal waktu, dan mandub mengakhirkan witir dari tarawih._
*[_Hasyiyah al-Bajuri ‘alā Ibni Qāsim,_ Juz 1, hlm. 261]*

Disebutkan di dalam Kitab _al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyah_:
ذهب جمهور الفقهاء إلى أن وقت صلاة التراويح من بعد صلاة العشاء، وقبل الوتر إلى طلوع الفجر؛ لنقل الخلف عن السلف، ولأنها عرفت بفعل الصحابة فكان وقتها ما صلوا فيه، وهم صلوا بعد العشاء قبل الوتر؛ ولأنها سنة تبع للعشاء فكان وقتها قبل الوتر.
_Madzhab mayoritas fuqaha’, bahwa waktu shalat Tarāwīh sejak setelah shalat 'Isyā, dan sebelum witir, sampai terbit fajar, karena ulama khalaf telah menaqalnya dari salaf, dan karena telah diketahui berdasarkan perbuatan sahabat, sehingga waktu shalat tarawih sebagaimana para sahabat shalat pada waktu tersebut. Dan mereka shalat setelah 'Isyā sebelum witir, karena shalat Tarāwīh sunnah mengiringi 'Isyā sehingga waktunya sebelum witir._

🔸 Adapun shalat Tarāwīh yang dikerjakan sebelum ‘Isyā, maka mayoritas tidak mensahkannya.
Berkata Syaikh Kamaluddin ad-Damiri:
ووقتها وقت الوتر، وفي جوازها قبل العشاء خلاف، والأصح: المنع.وقال الحليمي: لا يدخل وقتها إلا بعد مضي ربع الليل فصاعدا
_Dan waktu shalat Tarāwīh adalah waktu shalat witir. Tentang kebolehan pelaksanaan tarawih sebelum Isya terdapat khilaf, dan pendapat yang lebih shahih adalah dicegah. Berkata Imam al-Halimi: tidak masuk waktu Tarāwīh kecuali setelah melewati seperempat malam ke atas._
*[_Al-Najm al-Wahhāj fī Syarh al-Minhāj,_ Juz 2, hlm. 310]

Ditegaskan dalam _al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyah_:
ولو صلاها بعد المغرب وقبل العشاء فجمهور الفقهاء وهو الأصح عند الحنفية على أنها لا تجزئ عن التراويح، وتكون نافلة عند المالكية، ومقابل الأصح عند الحنفية أنها تصح؛ لأن جميع الليل إلى طلوع الفجر قبل العشاء وبعدها وقت للتراويح؛ لأنها سميت قيام الليل فكان وقتها الليل.
_Jika shalat Tarāwīh tersebut dilakukan setelah Maghrib dan sebelum ‘Isyā, maka mayoritas ulama sekaligus yang paling shahih menurut madzhab Hanafiyah adalah tidak sah, dan dihukumi shalat sunnah biasa dalam mazhab Malikiyah. Namun terdapat pendapat yang mensahkan dari sebagian Hanafiyah adalah sah saja, karena menganggap seluruh malam sampai terbit fajar, sebelum Isya’ dan sesudahnya adalah waktu untuk shalat Tarāwīh, dan karena dinamakan pula shalat malam karena waktunya adalah malam hari._

وعلل الحنابلة عدم الصحة بأنها تفعل بعد مكتوبة وهي العشاء فلم تصح قبلها كسنة العشاء، وقالوا: إن التراويح تصل
ى بعد صلاة العشاء وبعد سنتها، قال المجد: لأن سنة العشاء يكره تأخيرها عن وقت العشاء المختار، فكان إتباعها لها أولى.
_Dan menurut madzhab Hanabilah dengan tegas memutuskan tidak sah-nya shalat Tarāwīh sebelum ‘Isyā karena seharusnya shalat Tarāwīh dilakukan setelah setelah shalat ‘Isyā, maka tidak sah dilaksanakan sebelumnya, sebagaimana pula shalat ba’diyah ‘Isyā. Mereka berkata: Sesungguhnya Tarāwīh dilakukan setelah shalat ‘Isyā dan setelah sunnah-sunnahnya. Al-Majd berkata: karena sunnah ‘Isyā dimakruhkan mengakhirkannya dari waktu ‘Isyā yang terpilih, sehingga mengiringi shalat ‘Isyā itu lebih utama._

🔸 Adapun jika didapati jama’ah sedang melakukan shalat Tarāwīh, sementara Anda belum shalat ‘Isya, maka Anda dibolehkan untuk terlebih dahulu shalat ‘Isyā, di belakang imam yang berniat shalat Tarāwīh.
Berkata Imam Nawawi dalam _al-Majmū’_:
ولو صلى العشاء خلف التراويح جاز فإذا سلم الإمام قام إلى ركعتيه الباقيتين
_Dan kalau shalat ‘Isyā dibelakang shalat Tarāwīh, boleh. Maka jika imam telah salam, makmum berdiri untuk menyelesaikan dua raka’at tersisa._

💡 *Tarawih adalah bentuk _qiyām al-lail_ di bulan Ramadhan, dikerjakan selepas shalat ‘Isyā, ditutup dengan shalat Witir.*

_Wallāhu a'lam,_

Semangat pagi🌞🌞

🌤🌤🌤

👤 Pemateri: Dr. Wido Supraha (Wakil Sekretaris Komisi Ukhuwah MUI Pusat | Dosen Sekolah Pascasarjana UIKA Bogor)

Silahkan bergabung dalam Channel Dialog Islami: https://chat.whatsapp.com/IFvHr8kiLHuBtmuIZDc8Tj

Wallāhu a'lam,
__
💠 Facebook: facebook.com/wido.supraha
📷 Instagram: instagram.com/supraha
🐦 Twitter: twitter.com/supraha
📠 Telegram: telegram.me/supraha
🎥 Youtube: youtube.com/supraha
🌐 URL: widosupraha.com

*Terima kasih telah membantu menyebarkan pesan dakwah ini. Pertanyaan sahabat silahkan dikirimkan melalui e-Mail: suprahawido@gmail.com, dan jawaban akan diberikan Channel WA.*
E-book gratis Positive Islamic Psychology (PIP), bahasa Indonesia.

Selengkapnya di:
http://islamicpsychology.net/

POSITIVE ISLAMIC PSYCHOLOGY: A NEW INTEGRATED ISLAMIC PSYCHOLOGICAL MODEL TO HEAL THE UMMAH

This book introduces a new integrated Positive Islamic Psychology model highlighting the developmental aspects of behavior, including the application of the model using an adapted version of Cognitive Behavior Therapy (CBT), one of the secular behavior modification modalities. We call our approach Pi-CBT i.e. Positive Islamic Cognitive Behavior Therapy (Pi-CBT).

The Greeks defined psychology as the study of the psyche. The word „psyche‟ in Latin refers to the soul or spirit. In essence, the early definition of psychology was the study of the human self- including the soul/spirit, i.e. the transcendent nature of the human self.

In philosophy, transcendent is something that is beyond common thought or experience; mystical, spiritual, or supernatural. Islamic Psychology therefore is the study of the highest potential of a human being, in order to recognize, understand, and realize his full potential at his spiritual, emotional, mental and physical (SEMP) domains.

This new transcendent model to achieve peace, happiness and success in the 21st century represents a breathtaking attempt to approach psychology from an Islamic perspective in light of traditional Islamic and contemporary knowledge.
the authors believe that psychology is one of the fields of human sciences that could be revolutionized by integrating inputs
from both the scientific and Islamic perspectives. This can be done by reviewing the framework for the understanding of the true nature of human existence. This includes the inherent potentials and the observable traits of the human self in the light of the teachings of the Qur‟an, the Prophetic traditions and the latest scientific discoveries. Similarly, the authors have rejected the behaviorist school of psychology that reduces the human intrinsic nature to a mere physical existence based on atheistic material science.

Our endeavor is to match the underlying principles of Islam in the context of the modern psychological research, application, modalities and therapies. Similarly, we need to reframe the findings of prominent Muslim scholars of the past and scientifically validate their concepts and make them relevant to the contemporary problems of the humanity. We intend to adopt an holistic approach; believing that human being is not just a physical being but an holistic multidimensional being that has the aspects of spirit (i.e ruh), heart/emotion (i.e. qalb), mind/brain (i.e. aqal) and lastly the physical body (i.e.jasad). We will try to elucidate these ideas in a way that will be acceptable to and compatible with contemporary psychology.
4 TRADISI TURKI DI BULAN RAMADHAN
1. Membayarkan hutang orang-orang miskin;
2. Membuka pintu lebar-lebar bagi pejalan kaki berbuka di rumahnya;
3. Membelikan anak-anak baju baru lebaran;
4. Menggantungkan zakat di pohon untuk diambil siapapun yang masih membutuhkannya.

Wido Supraha
Channel Telegram: @supraha
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Indahnya Tradisi Ramadhan di masa Kekhilafahan Turki Usmani...
*ZAKAT RAMADHAN 1440 H*

Seperti biasa, bagi Bapak/Ibu yang ingin menitipkan zakat fitrah/zakat mal/infaq/shadaqah bulan ini via saya, akan disalurkan melalui LAZ Zakat Sukses di Depok.

Saya bantu menerima dan menyampaikannya, 18-19 Mei 2019, maksimal tanggal 20 pagi, karena setelah itu ada agenda lain, sehingga sebelum berangkat rencana tugas pengumpulan akan saya selesaikan.

Teknisnya, rincian dapat dijapri, dan dana ditransfer bisa via rekeningku *BSM 0030057185* atau bisa langsung ke rekening LAZ tapi harus konfirmasi dulu, dan nanti kwitansi LAZ Zakat Sukses, saya buat dan difoto ke japri.

Demikian,
@supraha