Wido Supraha
4.02K subscribers
1.08K photos
159 videos
375 files
1.57K links
Bersama Meniti Jalan Menuju Jannah
Download Telegram
*KITA DA'I, BUKAN HAKIM*

فَإِنَّما عَلَيْكَ الْبَلاغُ وَعَلَيْنَا الْحِسابُ

_Maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan saja, sedangkan Kamilah yang menghisab (amalan mereka)._

[Ar-Ra'd: 40]

Mari belajar menjadi da'i, bersama akhlak da'i, yang memahami peta persoalan, sekaligus memiliki cara mengatasi persoalan, yang faham sebab perpecahan dan tahu bagaimana menyatukan. Kita terus bergerak hingga berharap menjadi bagian dari _ar-rāsikhūna fi al-'ilm_.

Abu 'Abdurrahman al-Maidani
instagram.com/supraha
telegram.com/supraha
Wido Supraha:
Ada 7 (tujuh) tahapan membangun Sumber Daya Manusia:
1. Literasi
2. Knowledge
3. Tool
4. Methode
5. Habit
6. Culture
7. Wisdom

Prosesnya:
Awali dengan peningkatan kualitas SDM dengan literasi teori dan enpericap, hingga menghasilkan knowledge, sebagai dasar bertindak, dan TOOL setiap aktifitas. Efektifitas Tool akan menjadi METODE. Jika metode digunakan terus menerus akan melahirkan HABIT, yang jika berketerusan akan menjadi CULTURE, dan berakhir dengan WISDOM.

@supraha
Semakin lama kita mengaji harus semakin ingin menguatkan diri bersama jama'ah, bahkan aktif menyatukan umat.

Adapun, jika semakin lama kita mengaji justru menguat keinginan ingin berkelompok sendiri, evaluasi segera, boleh jadi ada metode studi Islam yang tidak kita lewati dengan tahapan yang sesuai.

@supraha
Terma 'harus naik' dalam Sirah Nabawiyah tidak hanya digambarkan dengan grafik tidak pernah turun.

Studi kasus perang Uhud.
Grafik kemenangan kaum muslimin berubah dari harusnya menang kepada kondisi minimal, yang penting jama'ah selamat dan tidak terhinakan.

Energi bersegera menyelamatkan jama'ah itu adalah standar performansi sahabat.

Energi turut menghancurkan jama'ah adalah energi kemunafikan, ketidaksabaran, dan juga ketidaktaatan, dengan alasan apa pun.

@supraha
Wido Supraha - Bahaya RUU P-KS (Khutbah).mp3
15.9 MB
Banyak yang mendukung RUU P-KS hanya sekedar melihat judulnya yang baik, dan malas untuk melihat detail pasal-per-pasal-nya bahkan kata-per-kata-nya dan filsafat di balik kata. Berikut ini secuplik saja dari sekian banyak persoalan yang ada dalam tubuh RUU P-KS dimaksud yang kami sampaikan pada khutbah Jum'at hari ini.

Wido Supraha
Channel: https://t.me/supraha
Malam ini berkesempatan silaturrahim ke Kantor Pusat Mathla'ul Anwar di simpang empat Pasar Rebo. Di samping kanan saya, KH. Ahmad Sadeli Karim, Lc. (Ketua Umum), dan di sebelah kiri saya, H. Oke Setiadi, M.Sc. (Sekjend).

Ada yang tertarik menjadi kader kultural di Mathla'ul Anwar?

Untuk mempelajari sejarahnya, klik: https://web.facebook.com/wido.supraha/posts/10215485934074200

atau klik:
https://mathlaulanwar.or.id/sejarah/
*KUMPULAN VIDEO KAJIAN ILMIAH PENOLAKAN RUU P-KS*

1⃣ *Dr. Wido Supraha*
_Wakil Sekretaris Komisi Ukhuwah MUI Pusat_

🔸 *Video 1 Menit:*
_"8 Alasan Ilmiah Tolak RUU Penghapusan Kekerasan Seksual"_
Klik: https://www.instagram.com/p/Bt8QMfqFXpH/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=18wgr2qnzkdv3

🔸 *Video 30 Menit:*
_"Intisari Ilmiah Penolakan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual"_
Klik: https://youtu.be/y7Lpfy12aN0

2⃣ *Dr. Rida Hesti Ratnasari*
_Sekretaris Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI Pusat_

_"RUU P-KS Landasan Ideologis dan Konsekuensi Sosialnya"_
Klik: https://youtu.be/xNoYrAgXW14

3⃣ *Dr. Saiful Bahri*
_Komisi Seni Budaya MUI Pusat_

_"Kajian Antitesa RUU P-KS"_
Klik: https://youtu.be/2lGiLp2GyqQ

#AdabInsanMulia
#TolakRUUP-KS
#SerasiBukanSetara
#WaspadaiFeminisRadikal
#IlmiahTanpaHoax
KITA BUKAN MEREKA
Kita hadir dengan akhlak terbaik, termasuk kepada musuh agama yang berhasil kita kalahkan. Kita hadir bukan untuk melahirkan permusuhan, tapi cinta. Namun musuh yang datang, pantang kita berlari darinya. Salahuddin adalah satu contoh panutan dalam mengelola kemenangan, agar Islam sentiasa menjadi rahmatan lil 'alamin. Inilah beda kita dengan mereka.

@supraha
Wido Supraha - Tolak RUU P-KS 02.mp3
14.5 MB
Sigap dan cekatannya para aktivis Feminis Radikal menggolkan RUU P-KS membuat para khatib wajib mencerahkan umat tentang bahayanya RUU ini bagi Keluarga Indonesia ke depan. Berikut ini materi yang kami sampaikan hari ini.
📆 Kamis, 16 Jumadil Akhir 1440H / 21 Februari 2019

📚 KELUARGA MUSLIM

📝 Pemateri: Dr. Wido Supraha (@supraha)
_Departemen Dakwah PUI Pusat_

📋 Refleksi Bagi Kami yang Masih Punya Anak Dalam Masa Pertumbuhan

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

1⃣ Shalat Itu Kebutuhanmu Nak

Dalam perspektif kami yang masih punya anak di masa pertumbuhan, terkadang, dengan aktifitas anak di sekolah yang tinggi, sering kita kasihan untuk mengajaknya ke Masjid.

"Kasihan, anak saya sudah lelah seharian di Sekolah. Biarlah dia shalat Subuh dan Isya di rumah. Toh dia belum berkeluarga."

Namun, berawal dari kita coba ubah persepsi bahwa manusia jika terus terbiasa bergerak sesuai arahan Rabbani, ia akan sehat dan kuat, lahirlah ide-ide baru, sehingga shalat di Masjid menjadi menarik bagi generasi muda.

"Ayo nak, bareng Bapak ke Masjid. Karena ini kunci kebaikanmu di dunia dan akhirat. Kamu akan jadi imam berkualitas bagi keluargamu kelak berawal bersama kebiasaan dan kesungguhanmu dalam menjaga shalat di Masjid."

2⃣ Jilbab Itu Pakaianmu Nak

Dulu mungkin kita sering berkeyakinan,

"Ndak apa-apa anakku tidak pakai jilbab, yang penting hatinya berjilbab, yang penting shalatnya rajin, yang penting kalau ke sekolah dia pakai jilbab."

Namun, kita segera tersadar, bahwa mencintai jilbab tidaklah instan, menghayati jilbab sebagai pakaian tidaklah tiba-tiba.

"Anakku tercinta, cintailah jilbab, itulah bagian dari pakaian takwamu di dunia, kebiasaan yang akan membawamu bertemu istri-istri Nabi dan shahabiyah, adab yang akan menjadikanmu makhluk mulia di dunia dan akhirat. Bantulah Ayah agar tidak dihisab-Nya dengan mulai mencintai Jilbab, setiap kali engkau keluar rumah."

3⃣ Kepemimpinan Itu Tugasmu Kelak Nak

Dulu kita berpikir,

"Tidak apa-apa dia menjadi buruh Non-Muslim, biarkanlah dia lebih sering bermain dengan Non-Muslim, biasa saja dia senang menyendiri dan tidak mau berorganisasi."

Namun kita segera tersadar bahwa memiliki jiwa kepemimpinan tidaklah instan, ia membutuhkan pembiasaan dan dorongan aktif selain selalu mendapatkan asupan kisah-kisah pemimpin Islam. Hingga kini kita siap berkata:

"Anakku tersayang, engkau dilahirkan untuk berjiwa khalifah. Engkau punya tugas besar menjadi guru peradaban. Bangunlah bisnismu sendiri, selalulah dekat dengan teman-temanmu yang shalih dengan tetap menjaga hubungan baik dengan Non-Muslim, aktiflah terlibat dalam aktifitas sosial keislaman agar engkau belajar bagaimana nikmatnya memimpin atau dipimpin dalam satu kerja besar mencari ridha Allah."

Wallahu a'lam bish showab

Join Channel: t.me/supraha

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Sebarkan! Raih Pahala

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

Dipersembahkan oleh: manis.id

📱 Info & pendaftaran member: bit.ly/mediamanis

💰Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
a.n Yayasan MANIS,
No Rek BSM 7113816637

Info lebih lanjut: bit.ly/donasidakwahmanis
https://youtu.be/UIO3qxqtffk

*DAMAI INDONESIAKU*

Insyā Allāh pukul 1 siang ini dijadwalkan di acara TVOne. Mohon do'a agar lisan mudah menyampaikan apa-apa yang melahirkan kedamaian jiwa, motivasi, persatuan dan kekuatan umat, khususnya kesepahaman untuk memuliakan wanita dan menolak RUU P-KS.

@supraha