📗 *JANGAN BALAS AIR SUSU DENGAN AIR TUBA*
Berkata Ibn Katsir:
ولا تقابلوا النعم بالعصيان فتسلبوها
_Janganlah kalian cari kenikmatan dengan kemaksiatan, karena engkau hanya akan menghilangkan kenikmatan itu._
🖋 *Penjelasan:*
♦ Allah telah memberikan begitu banyak kenikmatan, maka hendaknya manusia mampu bersyukur dan semakin bersemangat dalam ibadah kepada-Nya.
♦ Apa yang diberikan-Nya jauh lebih tinggi dan mulia daripada sekedar apa yang engkau inginkan dari dunia.
♦ Fokuslah pada tujuan hidup manusia, dan jangan hilang konsentrasimu karena begitu banyak keindahan terlihat di depan matamu dari dunia yang fana ini.
💡 Kalimat ini disampaikan Ibn Katsir di antara tafsirnya pada ayat ke-60 dari surat Al-Baqarah. Semoga nasihat beliau menjadi motivasi bagi kita.
_Wallāhu a'lam,_
Semangat pagi 🌞🌞
🌤🌤🌤
➖➖➖➖➖➖➖➖
👤 Teman Dialog Islami: Dr. Wido Supraha (Wakil Sekretaris Komisi Ukhuwah MUI Pusat | Dosen Sekolah Pascasarjana UIKA Bogor)
Silahkan bergabung dalam Channel Kajian dan Dialog Islami:
🔗 https://chat.whatsapp.com/Ac4qkRlYMjG4d92DZdUSh4
*Terima kasih telah membantu menyebarkan pesan dakwah ini.*
Berkata Ibn Katsir:
ولا تقابلوا النعم بالعصيان فتسلبوها
_Janganlah kalian cari kenikmatan dengan kemaksiatan, karena engkau hanya akan menghilangkan kenikmatan itu._
🖋 *Penjelasan:*
♦ Allah telah memberikan begitu banyak kenikmatan, maka hendaknya manusia mampu bersyukur dan semakin bersemangat dalam ibadah kepada-Nya.
♦ Apa yang diberikan-Nya jauh lebih tinggi dan mulia daripada sekedar apa yang engkau inginkan dari dunia.
♦ Fokuslah pada tujuan hidup manusia, dan jangan hilang konsentrasimu karena begitu banyak keindahan terlihat di depan matamu dari dunia yang fana ini.
💡 Kalimat ini disampaikan Ibn Katsir di antara tafsirnya pada ayat ke-60 dari surat Al-Baqarah. Semoga nasihat beliau menjadi motivasi bagi kita.
_Wallāhu a'lam,_
Semangat pagi 🌞🌞
🌤🌤🌤
➖➖➖➖➖➖➖➖
👤 Teman Dialog Islami: Dr. Wido Supraha (Wakil Sekretaris Komisi Ukhuwah MUI Pusat | Dosen Sekolah Pascasarjana UIKA Bogor)
Silahkan bergabung dalam Channel Kajian dan Dialog Islami:
🔗 https://chat.whatsapp.com/Ac4qkRlYMjG4d92DZdUSh4
*Terima kasih telah membantu menyebarkan pesan dakwah ini.*
WhatsApp.com
Channel Wido Supraha (3)
WhatsApp Group Invite
*BACAAN BASMALAH IMAM TIDAK TERDENGAR?*
📚 *DIALOG ISLAMI*
Ahad, 22 Dzulhijjah 1439 H
▶ *Tema: Fiqih > Shalat*
https://goo.gl/ZuhUAk
📬 *PERTANYAAN*
_Asslamualaikum warahmatullahiwabarakatuh ustad, saya mau tanya tentang bacaan bismillah pada sholat wajib ada yg di syir dan ada yg mengamalkanya dgn di zaharkan,tolong penjelasanya tad...jazakumullah khairan_
📂 *JAWABAN*
*_Sebagian ulama men-‘sir’kan, sebagian men-‘jarh’-kan, namun sebagian tidak membacanya._*
♦ Sebagian ulama membaca basmalah dalam surat Al-Fātihah dengan bacaan yang tidak dikuatkan (sirr), karena meyakininya sebagai bagian dari surat, sebagaimana pendapat yang dipilih dalam madzhab Hanbali, atau karena meyakininya bukan bagian dari surat, sebagaimana pendapat yang dipilih dalam madzhab Hanafi. Namun keduanya bersepakat disunnahkan dibaca dengan sirr Di antara dalil yang dijadikan referensi dalam hal ini adalah:
صَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَأَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ فَلَمْ أَسْمَعْ أَحَدًا مِنْهُمْ يَقْرَأُ (بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
_Aku pernah shalat bersama Rasūlullāh ﷺ, juga bersama Abu Bakr, ‘Umar dan ‘Utsmān, aku tidak pernah mendengar salah seorang dari mereka membaca ‘bismillahirrahmānirrahīm’._
*[HR. Muslim No. 399]*
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَسْتَفْتِحُ الصَّلاَةَ بِالتَّكْبِيرِ وَالْقِرَاءَةَ بِ (الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ)
_Rasūlullāh ﷺ biasa membuka shalatnya dengan takbir lalu membaca Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn._
*[HR. Muslim No. 498]*
Berkata salah seorang ulama dalam madzhab Hanafi, Muhammad Ibn Ahmad Ibn Abi Sahl as-Sarakhsi (sekitar 400-483 H) yang memiliki karya di bidang Fiqh Perbandingan berjudul Al-Mabsuth. Sejatinya kitab ini adalah syarah dari kitab Al-Kafi, yang juga merupakan ringkasan dari Al-Mabsuth karya Muhammad ibn al-Hasan asy-Syaibani (132-189 H):
والمسألة في الحقيقة تنبني على أن التسمية ليست بآية من أول الفاتحة ولا من أوائل السور عندنا
_Dan masalahnya pada hakikatnya dibangun di atas pemahaman bahwa basmalah itu bukan ayat pertama dari surat Al-Fatihah dan juga bukan ayat pertama dari surat-surat menurut kami._
*[As-Sarakhsi, Al-Mabsuth, Jilid 1 hlm. 15]*
Sebagian ulama membaca basmalah dalam surat Al-Fātihah dengan bacaan yang dikuatkan (jahr), sebagaimana pendapat yang dipilih dalam madzhab Syafi’i.
عَنْ قَتَادَةَ قَالَ سُئِلَ أَنَسٌ كَيْفَ كَانَتْ قِرَاءَةُ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ كَانَتْ مَدًّا ثُمَّ قَرَأَ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ يَمُدُّ بِبِسْمِ اللهِ وَيَمُدُّ بِالرَّحْمَنِ وَيَمُدُّ بِالرَّحِيمِ. (رواه البخاري)
_Qatadah berkata: “Anas ditanya tentang bagaimaca cara Nabi ﷺ membaca al-Qur’an?” Ia menjawab: “Nabi ﷺ membacanya dengan panjang”. Lalu Anas membaca bismillahirrahmanirrahim, memanjangkan bismillah, memanjangkan arrahman dan memanjangkan arrahim.”_
*[HR. al-Bukhari No.5046]*
قَالَ الشَّافِعِيُّ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ الآيَاتُ السَّابِعَةُ فَإِنْ تَرَكَهَا أَوْ بَعْضَهَا لَمْ تُجْزِهِ الرَّكْعَةُ الَّتِيْ تَرَكَهَا فِيْهَا
_Imam Syāfi'i berkata: Basmalah merupakan 7 (tujuh) ayat dari surat al-Fātihah. Apabila ditinggalkan atau tidak dibaca sebagian ayatnya, maka raka'atnya tidak cukup._
*[Asy-Syāfi’i, Al-Umm, Juz I, hlm. 129]*
Sebagian ulama justeru tidak membaca basmalah dalam surat Al-Fātihah dikarenakan tidak meyakini basmalah sebagian bagian dari surat Al-Fātihah, sebagaimana pendapat yang dipilih dalam madzhab Maliki, dan tentu kita menyadari bahwa amalan penduduk Madinah menjadi referensi kuat dari madzhab Imam Malik.
وقال مالك: لا يقرأ في الصلاة بسم الله الرحمن الرحيم في المكتوبة لا سرا في نفسه ولا جهرا
_Berkata Imam Malik: "Tidak perlu membaca di dalam shalat bismillāhirrahmānirrahīm dalam shalat-shalat fardhu, tidak sirr dalam hatinya dan tidak juga jahr.”_
*[Malik bin Anas, Al-Mudawwanah, Jilid 1, hlm. 162]*
💡 *Seluruh imam madzhab memiliki sanad ilmu sampai kepada Rasūlullāh ﷺ melalui pendapat dan amalan para sahabat Nabi yang berbeda-beda, khususnya di Makkah, Madinah, dan Irak. Silahkan sahabat lebih cenderung dan tenang dengan amalan yang mana, kare
📚 *DIALOG ISLAMI*
Ahad, 22 Dzulhijjah 1439 H
▶ *Tema: Fiqih > Shalat*
https://goo.gl/ZuhUAk
📬 *PERTANYAAN*
_Asslamualaikum warahmatullahiwabarakatuh ustad, saya mau tanya tentang bacaan bismillah pada sholat wajib ada yg di syir dan ada yg mengamalkanya dgn di zaharkan,tolong penjelasanya tad...jazakumullah khairan_
📂 *JAWABAN*
*_Sebagian ulama men-‘sir’kan, sebagian men-‘jarh’-kan, namun sebagian tidak membacanya._*
♦ Sebagian ulama membaca basmalah dalam surat Al-Fātihah dengan bacaan yang tidak dikuatkan (sirr), karena meyakininya sebagai bagian dari surat, sebagaimana pendapat yang dipilih dalam madzhab Hanbali, atau karena meyakininya bukan bagian dari surat, sebagaimana pendapat yang dipilih dalam madzhab Hanafi. Namun keduanya bersepakat disunnahkan dibaca dengan sirr Di antara dalil yang dijadikan referensi dalam hal ini adalah:
صَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَأَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ فَلَمْ أَسْمَعْ أَحَدًا مِنْهُمْ يَقْرَأُ (بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
_Aku pernah shalat bersama Rasūlullāh ﷺ, juga bersama Abu Bakr, ‘Umar dan ‘Utsmān, aku tidak pernah mendengar salah seorang dari mereka membaca ‘bismillahirrahmānirrahīm’._
*[HR. Muslim No. 399]*
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَسْتَفْتِحُ الصَّلاَةَ بِالتَّكْبِيرِ وَالْقِرَاءَةَ بِ (الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ)
_Rasūlullāh ﷺ biasa membuka shalatnya dengan takbir lalu membaca Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn._
*[HR. Muslim No. 498]*
Berkata salah seorang ulama dalam madzhab Hanafi, Muhammad Ibn Ahmad Ibn Abi Sahl as-Sarakhsi (sekitar 400-483 H) yang memiliki karya di bidang Fiqh Perbandingan berjudul Al-Mabsuth. Sejatinya kitab ini adalah syarah dari kitab Al-Kafi, yang juga merupakan ringkasan dari Al-Mabsuth karya Muhammad ibn al-Hasan asy-Syaibani (132-189 H):
والمسألة في الحقيقة تنبني على أن التسمية ليست بآية من أول الفاتحة ولا من أوائل السور عندنا
_Dan masalahnya pada hakikatnya dibangun di atas pemahaman bahwa basmalah itu bukan ayat pertama dari surat Al-Fatihah dan juga bukan ayat pertama dari surat-surat menurut kami._
*[As-Sarakhsi, Al-Mabsuth, Jilid 1 hlm. 15]*
Sebagian ulama membaca basmalah dalam surat Al-Fātihah dengan bacaan yang dikuatkan (jahr), sebagaimana pendapat yang dipilih dalam madzhab Syafi’i.
عَنْ قَتَادَةَ قَالَ سُئِلَ أَنَسٌ كَيْفَ كَانَتْ قِرَاءَةُ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ كَانَتْ مَدًّا ثُمَّ قَرَأَ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ يَمُدُّ بِبِسْمِ اللهِ وَيَمُدُّ بِالرَّحْمَنِ وَيَمُدُّ بِالرَّحِيمِ. (رواه البخاري)
_Qatadah berkata: “Anas ditanya tentang bagaimaca cara Nabi ﷺ membaca al-Qur’an?” Ia menjawab: “Nabi ﷺ membacanya dengan panjang”. Lalu Anas membaca bismillahirrahmanirrahim, memanjangkan bismillah, memanjangkan arrahman dan memanjangkan arrahim.”_
*[HR. al-Bukhari No.5046]*
قَالَ الشَّافِعِيُّ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ الآيَاتُ السَّابِعَةُ فَإِنْ تَرَكَهَا أَوْ بَعْضَهَا لَمْ تُجْزِهِ الرَّكْعَةُ الَّتِيْ تَرَكَهَا فِيْهَا
_Imam Syāfi'i berkata: Basmalah merupakan 7 (tujuh) ayat dari surat al-Fātihah. Apabila ditinggalkan atau tidak dibaca sebagian ayatnya, maka raka'atnya tidak cukup._
*[Asy-Syāfi’i, Al-Umm, Juz I, hlm. 129]*
Sebagian ulama justeru tidak membaca basmalah dalam surat Al-Fātihah dikarenakan tidak meyakini basmalah sebagian bagian dari surat Al-Fātihah, sebagaimana pendapat yang dipilih dalam madzhab Maliki, dan tentu kita menyadari bahwa amalan penduduk Madinah menjadi referensi kuat dari madzhab Imam Malik.
وقال مالك: لا يقرأ في الصلاة بسم الله الرحمن الرحيم في المكتوبة لا سرا في نفسه ولا جهرا
_Berkata Imam Malik: "Tidak perlu membaca di dalam shalat bismillāhirrahmānirrahīm dalam shalat-shalat fardhu, tidak sirr dalam hatinya dan tidak juga jahr.”_
*[Malik bin Anas, Al-Mudawwanah, Jilid 1, hlm. 162]*
💡 *Seluruh imam madzhab memiliki sanad ilmu sampai kepada Rasūlullāh ﷺ melalui pendapat dan amalan para sahabat Nabi yang berbeda-beda, khususnya di Makkah, Madinah, dan Irak. Silahkan sahabat lebih cenderung dan tenang dengan amalan yang mana, kare
na tujuan ibadah adalah ketenangan dan kedamaian jiwa, sekaligus mendorong lahirnya energi positif di antaranya energi persatuan ummat. Kami kutipkan pendapat Ibn Qayyim al-Jauziyyah yang mencoba menggabungkan semua pendapat yang berbeda tersebut:*
والإِنصاف الذي يرتضيه العالم المنصف، أنه صلى الله عليه وسلم جهر، وأسر، وقنت، وترك، وكان إسرارُه أكثَر من جهره، وتركه القنوتَ أكثر من فعله
_Pendapat yang bijak _(al-inshaf)_ yang dibenarkan oleh para ulama yang objektif adalah bahwa Rasūlullāh ﷺ pernah membaca secara keras dan pelan, pernah berqunut dan pernah meninggalkannya. Hanya saja memelankannya lebih banyak dibanding mengeraskannya, dan meninggalkan qunut lebih banyak dibanding melakukannya._
*[Ibn al-Qayyim al-Jauziyyah, Zād al-Ma’ad, 1/272, Cet. 3, 1406H, Beirut: Muasasah Ar Risalah]*
_Wallāhu a'lam,_
Semangat Pagi. 🌞🌞
🌤🌤🌤
➖➖➖➖➖➖➖➖
👤 Sahabat Muslim Ummah: Dr. Wido Supraha
والإِنصاف الذي يرتضيه العالم المنصف، أنه صلى الله عليه وسلم جهر، وأسر، وقنت، وترك، وكان إسرارُه أكثَر من جهره، وتركه القنوتَ أكثر من فعله
_Pendapat yang bijak _(al-inshaf)_ yang dibenarkan oleh para ulama yang objektif adalah bahwa Rasūlullāh ﷺ pernah membaca secara keras dan pelan, pernah berqunut dan pernah meninggalkannya. Hanya saja memelankannya lebih banyak dibanding mengeraskannya, dan meninggalkan qunut lebih banyak dibanding melakukannya._
*[Ibn al-Qayyim al-Jauziyyah, Zād al-Ma’ad, 1/272, Cet. 3, 1406H, Beirut: Muasasah Ar Risalah]*
_Wallāhu a'lam,_
Semangat Pagi. 🌞🌞
🌤🌤🌤
➖➖➖➖➖➖➖➖
👤 Sahabat Muslim Ummah: Dr. Wido Supraha
MEMAKMURKAN MASJID BAGI WANITA
📚 DIALOG ISLAMI
Senin, 23 Dzulhijjah 1439 H
▶ Tema: Fiqih
📬 PERTANYAAN
Ustadz Wido. Apakah bagi perempuan salah satu memakmurkan masjid dengan menghadiri taklim di masjid? Apakah bagi perempuan yg menghadiri taklim di masjid sama dengan sholat subuh nya laki² berjama'ah di masjid. Mohon pencerahan nya... Jazakallah 🙏
📂 JAWABAN
Setiap amalan ada keutamaannya. Laki-laki dan perempuan, masing-masing juga memiliki keutamaannya, dan berpotensi saling mendahului dalam ketaqwaan di hadapan Allah dalam cara-cara yang belum tentu harus sama.
♦ Memakmurkan masjid sebagaimana surat At-Taubah [9] ayat 18 adalah amalan yang dapat dikerjakan oleh laki-laki maupun wanita yang tergerak di atas iman mereka kepada Allah dan Hari Akhir, sebagaimana keumuman kalimat-Nya:
Allāh ﷻ berfirman dalam surat At-Taubah [9] ayat 18:
إِنَّمَا يَعۡمُرُ مَسَٰجِدَ ٱللَّهِ مَنۡ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ وَأَقَامَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَى ٱلزَّكَوٰةَ وَلَمۡ يَخۡشَ إِلَّا ٱللَّهَۖ فَعَسَىٰٓ أُوْلَٰٓئِكَ أَن يَكُونُواْ مِنَ ٱلۡمُهۡتَدِينَ
18. Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.
♦ Bentuk awal memakmurkan masjid adalah dengan mensukseskan salah satu fungsi utama masjid yakni shalat berjama’ah. Oleh karenanya, di antara cara seorang wanita untuk menggenapkan agama suaminya sebagaimana keutamaan pernikahan, adalah dengan mendorong suami untuk selalu shalat berjama’ah tepat waktu di masjid, rumah-Nya Allah.
إِذَا تَزَوَّجَ العَبْدُ فَقَدْ كَمَّلَ نَصْفَ الدِّيْنِ ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِي النِّصْفِ البَاقِي
Jika menikah seorang hamba, maka sungguh telah sempurna separuh agama, maka carilah bentuk ketakwaan kepada Allah pada separuh yang tersisa.
[HR. al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Īmān]
♦ Bentuk lainnya dari memakmurkan masjid dikembalikan pada fungsi masjid, dimana ada 3 (tiga) pilar masjid yakni: fungsi ibadah, pendidikan dan sosial kemasyarakatan. Dalam mensukseskan ketiga pilar tersebut, ada sebagian hal yang hanya akan lebih optimal jika dilakukan oleh wanita, seperti misalkan pendidikan anak-anak wanita, atau pembinaan ibu-ibu majelis ta’lim, atau kegiatan-kegiatan sosial yang lebih tepat jika dikerjakan oleh sosok wanita. Oleh karenanya, keberadaan wanita di setiap masjid sangat dibutuhkan untuk menjadikan sebuah masjid makmur dalam pengertian yang holistik atau komprefensif. Hal ini karena ketiga pilar masjid berjalan dengan sebagaimana mestinya. Namun begitu, kehadiran wanita di Masjid tetaplah diwajibkan dengan seizin suami, dalam hal ini Nabi Muhammmad pernah berpesan:
لاَ تَمْنَعُوا نِسَاءَكُمُ الْمَسَاجِدَ إِذَا اسْتَأْذَنَّكُمْ إِلَيْهَا
Janganlah kalian menghalangi istri-istri kalian untuk ke masjid. Jika mereka meminta izin pada kalian maka izinkanlah dia.
[HR. Muslim No. 442 dari Salim bin ‘Abdullah bin ‘Umar r.a.]
إنما النساء شقائق الرجال
Wanita adalah bagian dari pria.
[HR. Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi]
♦ Shalat berjama’ah di Masjid termasuk shalat Subuh memiliki keutamaan besar bagi pengamalnya, sebagaimana menuntut ilmu di majelis ilmu pun memiliki keutamaannya tersendiri, sehingga banyak wanita yang juga ingin dan telah mengerjakannya sejak dahulu. Menuntut ilmu bagi seorang wanita pun adalah kewajiban yang setara dengan kewajiban yang dibebankan kepada seorang pria. Dua kebaikan ini hendaknya dapat dilaksanakan oleh laki-laki dan wanita dengan cara yang baik, sehingga berbuah kebaikan sentiasa.
Ketika Nabi ﷺ pernah berpesan bahwa shalat seorang wanita di rumahnya adalah lebih baik, tentunya Allah ﷻ insya Allah, tidak akan mengurangi nilai pahala motivasi seorang hamba yang ingin menjaga kehormatannya. Seorang wanita dapat mengerjakan amal-amal besar lain yang diizinkan syari’at yang mungkin tidak dapat dikerjakan pria. Oleh karenanya, wanita tetap dibolehkan mengerjakan Shalat Subuh untuk memperoleh keutamaannya, selama da
📚 DIALOG ISLAMI
Senin, 23 Dzulhijjah 1439 H
▶ Tema: Fiqih
📬 PERTANYAAN
Ustadz Wido. Apakah bagi perempuan salah satu memakmurkan masjid dengan menghadiri taklim di masjid? Apakah bagi perempuan yg menghadiri taklim di masjid sama dengan sholat subuh nya laki² berjama'ah di masjid. Mohon pencerahan nya... Jazakallah 🙏
📂 JAWABAN
Setiap amalan ada keutamaannya. Laki-laki dan perempuan, masing-masing juga memiliki keutamaannya, dan berpotensi saling mendahului dalam ketaqwaan di hadapan Allah dalam cara-cara yang belum tentu harus sama.
♦ Memakmurkan masjid sebagaimana surat At-Taubah [9] ayat 18 adalah amalan yang dapat dikerjakan oleh laki-laki maupun wanita yang tergerak di atas iman mereka kepada Allah dan Hari Akhir, sebagaimana keumuman kalimat-Nya:
Allāh ﷻ berfirman dalam surat At-Taubah [9] ayat 18:
إِنَّمَا يَعۡمُرُ مَسَٰجِدَ ٱللَّهِ مَنۡ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ وَأَقَامَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَى ٱلزَّكَوٰةَ وَلَمۡ يَخۡشَ إِلَّا ٱللَّهَۖ فَعَسَىٰٓ أُوْلَٰٓئِكَ أَن يَكُونُواْ مِنَ ٱلۡمُهۡتَدِينَ
18. Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.
♦ Bentuk awal memakmurkan masjid adalah dengan mensukseskan salah satu fungsi utama masjid yakni shalat berjama’ah. Oleh karenanya, di antara cara seorang wanita untuk menggenapkan agama suaminya sebagaimana keutamaan pernikahan, adalah dengan mendorong suami untuk selalu shalat berjama’ah tepat waktu di masjid, rumah-Nya Allah.
إِذَا تَزَوَّجَ العَبْدُ فَقَدْ كَمَّلَ نَصْفَ الدِّيْنِ ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِي النِّصْفِ البَاقِي
Jika menikah seorang hamba, maka sungguh telah sempurna separuh agama, maka carilah bentuk ketakwaan kepada Allah pada separuh yang tersisa.
[HR. al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Īmān]
♦ Bentuk lainnya dari memakmurkan masjid dikembalikan pada fungsi masjid, dimana ada 3 (tiga) pilar masjid yakni: fungsi ibadah, pendidikan dan sosial kemasyarakatan. Dalam mensukseskan ketiga pilar tersebut, ada sebagian hal yang hanya akan lebih optimal jika dilakukan oleh wanita, seperti misalkan pendidikan anak-anak wanita, atau pembinaan ibu-ibu majelis ta’lim, atau kegiatan-kegiatan sosial yang lebih tepat jika dikerjakan oleh sosok wanita. Oleh karenanya, keberadaan wanita di setiap masjid sangat dibutuhkan untuk menjadikan sebuah masjid makmur dalam pengertian yang holistik atau komprefensif. Hal ini karena ketiga pilar masjid berjalan dengan sebagaimana mestinya. Namun begitu, kehadiran wanita di Masjid tetaplah diwajibkan dengan seizin suami, dalam hal ini Nabi Muhammmad pernah berpesan:
لاَ تَمْنَعُوا نِسَاءَكُمُ الْمَسَاجِدَ إِذَا اسْتَأْذَنَّكُمْ إِلَيْهَا
Janganlah kalian menghalangi istri-istri kalian untuk ke masjid. Jika mereka meminta izin pada kalian maka izinkanlah dia.
[HR. Muslim No. 442 dari Salim bin ‘Abdullah bin ‘Umar r.a.]
إنما النساء شقائق الرجال
Wanita adalah bagian dari pria.
[HR. Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi]
♦ Shalat berjama’ah di Masjid termasuk shalat Subuh memiliki keutamaan besar bagi pengamalnya, sebagaimana menuntut ilmu di majelis ilmu pun memiliki keutamaannya tersendiri, sehingga banyak wanita yang juga ingin dan telah mengerjakannya sejak dahulu. Menuntut ilmu bagi seorang wanita pun adalah kewajiban yang setara dengan kewajiban yang dibebankan kepada seorang pria. Dua kebaikan ini hendaknya dapat dilaksanakan oleh laki-laki dan wanita dengan cara yang baik, sehingga berbuah kebaikan sentiasa.
Ketika Nabi ﷺ pernah berpesan bahwa shalat seorang wanita di rumahnya adalah lebih baik, tentunya Allah ﷻ insya Allah, tidak akan mengurangi nilai pahala motivasi seorang hamba yang ingin menjaga kehormatannya. Seorang wanita dapat mengerjakan amal-amal besar lain yang diizinkan syari’at yang mungkin tidak dapat dikerjakan pria. Oleh karenanya, wanita tetap dibolehkan mengerjakan Shalat Subuh untuk memperoleh keutamaannya, selama da
lam perjalanan dan proses selama di Masjid selalu menjaga adab-adabnya, seperti dalam hal penggunaan parfum, rias wajah, mencegah pencampuran (ikhthilāth) di ruangan masjid, dan wanita keluar rumah selalu tidak sendirian, melainkan bersama mahram-nya. Namun jika ia tidak diizinkan, insya Allah ia mendapatkan pahala dalam kesabaran dan komitmennya sebagai seorang wanita mukminah yang ta’at.
💡 Memakmurkan masjid adalah pekerjaan besar sekaligus mulia, maka ia hanya dapat dikerjakan oleh orang-orang yang bervisi besar, dan siap saling bersinergi bekerjasama untuk memberikan persembahan terbesar untuk Allah ﷻ.
Wallāhu a'lam,
Semangat Pagi. 🌞🌞
🌤🌤🌤
➖➖➖➖➖➖➖➖
👤 Teman Dialog Islami: Dr. Wido Supraha (Wakil Sekretaris Komisi Ukhuwah MUI Pusat | Dosen Sekolah Pascasarjana UIKA Bogor)
Silahkan bergabung dalam Channel Dialog Islami: https://chat.whatsapp.com/Ac4qkRlYMjG4d92DZdUSh4
Terima kasih telah membantu menyebarkan pesan dakwah ini
💡 Memakmurkan masjid adalah pekerjaan besar sekaligus mulia, maka ia hanya dapat dikerjakan oleh orang-orang yang bervisi besar, dan siap saling bersinergi bekerjasama untuk memberikan persembahan terbesar untuk Allah ﷻ.
Wallāhu a'lam,
Semangat Pagi. 🌞🌞
🌤🌤🌤
➖➖➖➖➖➖➖➖
👤 Teman Dialog Islami: Dr. Wido Supraha (Wakil Sekretaris Komisi Ukhuwah MUI Pusat | Dosen Sekolah Pascasarjana UIKA Bogor)
Silahkan bergabung dalam Channel Dialog Islami: https://chat.whatsapp.com/Ac4qkRlYMjG4d92DZdUSh4
Terima kasih telah membantu menyebarkan pesan dakwah ini
WhatsApp.com
Channel Wido Supraha (3)
WhatsApp Group Invite
*BOLEHKAH MAKAN DAGING AQIQAH?*
📚 *DIALOG ISLAMI*
Senin, 23 Dzulhijjah 1439 H
▶ *Tema: Fiqih*
📬 *PERTANYAAN*
_Assalamualaikum Ustadz @Wido Supraha, Bolehkah kita memakan daging kambing aqiqah dari anak kita ?ustadz_
📂 *JAWABAN*
*_Secara umum apa yang ditemukan pada hukum berkurban juga berlaku pada hukum aqiqah termasuk dalam penggunaan dagingnya, kecuali adanya pembatasan khusus._*
Allāh ﷻ berfirman dalam surat Al-Hajj [22] ayat 28:
لِّيَشۡهَدُواْ مَنَٰفِعَ لَهُمۡ وَيَذۡكُرُواْ ٱسۡمَ ٱللَّهِ فِيٓ أَيَّامٖ مَّعۡلُومَٰتٍ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّنۢ بَهِيمَةِ ٱلۡأَنۡعَٰمِۖ فَكُلُواْ مِنۡهَا وَأَطۡعِمُواْ ٱلۡبَآئِسَ ٱلۡفَقِيرَ
_28. supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir._
♦ Dalam kitab _Hasyiyah al-Bajuri_ Juz II hlm. 572, disebutkan:
(و الاكل منه) فلا يأ كل من العقيقة المنذورة و يأ كل من العقيقة المتطوع بها
_(Memakan daging aqiqah). Maka tidak boleh memakan daging aqiqah yang dinadzarkan dan orang yang beraqiqah boleh memakan daging aqiqah yang sunnah._
♦ Dalam _Musnad Ishaq bin Rahuyah_ No. 1292 terdapat penjelasan dari Ummul Mukminin, ‘Aisyah r.a.:
السُنّةُ عَنِ الغُلَامِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَان وَعَنِ الجَارِيَةِ شَاةٌ يُطْبَخُ جُدُولًا وَلَا يُكسَرُ لَهَا عَظْمٌ فَيَأكُلُ وَيُطْعِمُ وَيَتَصَدَّقُ
_Yang menjadi sunnah dalam perkara yang terkait anak (Aqiqah), untuk anak lelaki 2 kambing, dan untuk anak perempuan seekor kambing. Dimasak utuh tulangnya, tidak dipecah tulangnya, dimakan sendiri, diberikan ke orang lain, dan disedekahkan._
♦ Dalam Kitab _al-Mughni_ (11/120), berkata Ibn Qudamah:
وسبيلها في الأكل والهدية والصدقة سبيلها ـ يعني سبيل العقيقة كسبيل الأضحية .. وبهذا قال الشافعي .
_Daging aqiqah boleh dimakan, dihadiahkan, disedekahnkan, yakni seperti qurban… dan inilah menurut asy-Syāfi’ī._
والأشبه قياسها على الأضحية لأنها نسيكة مشروعة غير واجبة فأشبهت الأضحية ولأنها أشبهتها في صفاتها وسنها وقدرها وشروطها فأشبهتها في مصرفها
_Yang lebih mendekati, aqiqah diqiyaskan dengan berqurban (al-udhiyyah), dikarenakan ini ibadah yang disyariatkan dan tidak wajib. Maka sama seperti qurban, karena kesamaan sifatnya, sunah-sunahnya, ukurannya, dan syaratnya, maka juga dalam aturan penyalurannya._
💡 *Muliakanlah kelahiran anak dengan aqiqah, semoga ia tumbuh besar penuh motivasi dan dijauhkan dari kelemahan dan penyakit.*
_Wallāhu a'lam,_
Semangat Pagi. 🌞🌞
🌤🌤🌤
➖➖➖➖➖➖➖➖
👤 Teman Dialog Islami: Dr. Wido Supraha (Wakil Sekretaris Komisi Ukhuwah MUI Pusat | Dosen Sekolah Pascasarjana UIKA Bogor)
Silahkan bergabung dalam Channel Dialog Islami: https://chat.whatsapp.com/Ac4qkRlYMjG4d92DZdUSh4
*Terima kasih telah membantu menyebarkan pesan dakwah ini.*
📚 *DIALOG ISLAMI*
Senin, 23 Dzulhijjah 1439 H
▶ *Tema: Fiqih*
📬 *PERTANYAAN*
_Assalamualaikum Ustadz @Wido Supraha, Bolehkah kita memakan daging kambing aqiqah dari anak kita ?ustadz_
📂 *JAWABAN*
*_Secara umum apa yang ditemukan pada hukum berkurban juga berlaku pada hukum aqiqah termasuk dalam penggunaan dagingnya, kecuali adanya pembatasan khusus._*
Allāh ﷻ berfirman dalam surat Al-Hajj [22] ayat 28:
لِّيَشۡهَدُواْ مَنَٰفِعَ لَهُمۡ وَيَذۡكُرُواْ ٱسۡمَ ٱللَّهِ فِيٓ أَيَّامٖ مَّعۡلُومَٰتٍ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّنۢ بَهِيمَةِ ٱلۡأَنۡعَٰمِۖ فَكُلُواْ مِنۡهَا وَأَطۡعِمُواْ ٱلۡبَآئِسَ ٱلۡفَقِيرَ
_28. supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir._
♦ Dalam kitab _Hasyiyah al-Bajuri_ Juz II hlm. 572, disebutkan:
(و الاكل منه) فلا يأ كل من العقيقة المنذورة و يأ كل من العقيقة المتطوع بها
_(Memakan daging aqiqah). Maka tidak boleh memakan daging aqiqah yang dinadzarkan dan orang yang beraqiqah boleh memakan daging aqiqah yang sunnah._
♦ Dalam _Musnad Ishaq bin Rahuyah_ No. 1292 terdapat penjelasan dari Ummul Mukminin, ‘Aisyah r.a.:
السُنّةُ عَنِ الغُلَامِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَان وَعَنِ الجَارِيَةِ شَاةٌ يُطْبَخُ جُدُولًا وَلَا يُكسَرُ لَهَا عَظْمٌ فَيَأكُلُ وَيُطْعِمُ وَيَتَصَدَّقُ
_Yang menjadi sunnah dalam perkara yang terkait anak (Aqiqah), untuk anak lelaki 2 kambing, dan untuk anak perempuan seekor kambing. Dimasak utuh tulangnya, tidak dipecah tulangnya, dimakan sendiri, diberikan ke orang lain, dan disedekahkan._
♦ Dalam Kitab _al-Mughni_ (11/120), berkata Ibn Qudamah:
وسبيلها في الأكل والهدية والصدقة سبيلها ـ يعني سبيل العقيقة كسبيل الأضحية .. وبهذا قال الشافعي .
_Daging aqiqah boleh dimakan, dihadiahkan, disedekahnkan, yakni seperti qurban… dan inilah menurut asy-Syāfi’ī._
والأشبه قياسها على الأضحية لأنها نسيكة مشروعة غير واجبة فأشبهت الأضحية ولأنها أشبهتها في صفاتها وسنها وقدرها وشروطها فأشبهتها في مصرفها
_Yang lebih mendekati, aqiqah diqiyaskan dengan berqurban (al-udhiyyah), dikarenakan ini ibadah yang disyariatkan dan tidak wajib. Maka sama seperti qurban, karena kesamaan sifatnya, sunah-sunahnya, ukurannya, dan syaratnya, maka juga dalam aturan penyalurannya._
💡 *Muliakanlah kelahiran anak dengan aqiqah, semoga ia tumbuh besar penuh motivasi dan dijauhkan dari kelemahan dan penyakit.*
_Wallāhu a'lam,_
Semangat Pagi. 🌞🌞
🌤🌤🌤
➖➖➖➖➖➖➖➖
👤 Teman Dialog Islami: Dr. Wido Supraha (Wakil Sekretaris Komisi Ukhuwah MUI Pusat | Dosen Sekolah Pascasarjana UIKA Bogor)
Silahkan bergabung dalam Channel Dialog Islami: https://chat.whatsapp.com/Ac4qkRlYMjG4d92DZdUSh4
*Terima kasih telah membantu menyebarkan pesan dakwah ini.*
WhatsApp.com
Channel Wido Supraha (3)
WhatsApp Group Invite
📗 *IMAN DAN AMAL SHĀLIH*
https://goo.gl/y17kig
Iman adalah perasaan aman akan sebuah konsep sehingga kita siap hidup di atas konsep itu. Konsep yang membuat Muslim aman adalah bahwa Allāh itu Esa, Satu. Ini sesuai dengan nalar manusia. JIka hati telah merasa aman, makan akan hadir ketenangan dan kedamaian. Pada saat itu jiwa siap dilesatkan menuju pekerjaan terberat apapun, karena tidak ada lagi berat bagi orang yang telah merasa tenang dengan konsep yang diyakininya.
Inilah mengapa ilmu yang pertama kali, sekaligus menjadi sebaik-baik dzikir adalah:
فَٱعۡلَمۡ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَٱسۡتَغۡفِرۡ لِذَنۢبِكَ وَلِلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتِۗ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ مُتَقَلَّبَكُمۡ وَمَثۡوَىٰكُمۡ
_19. Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal._
*[Q.S. Muhammad [47] ayat 19]*
Iman itu digerakkan dengan awal keyakinan dalam hati, namun juga harus dilanjutkan dengan penegasan dengan kalimat di lisan, dan dibuktikan dengan amal perbuatan.
Yang menarik, terma iman diulang beberapa kali bersama amal shālih di dalam Al-Qur'ān, seperti rangkaian surat ke-2 sampai ke 4 sbb.:
*2:25*
وَبَشِّرِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أَنَّ لَهُمۡ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُۖ كُلَّمَا رُزِقُواْ مِنۡهَا مِن ثَمَرَةٖ رِّزۡقٗا قَالُواْ هَٰذَا ٱلَّذِي رُزِقۡنَا مِن قَبۡلُۖ وَأُتُواْ بِهِۦ مُتَشَٰبِهٗاۖ وَلَهُمۡ فِيهَآ أَزۡوَٰجٞ مُّطَهَّرَةٞۖ وَهُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ
_25. Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu". Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya._
*2:82*
وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلۡجَنَّةِۖ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ
_82. Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya._
*3:57*
وَأَمَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ فَيُوَفِّيهِمۡ أُجُورَهُمۡۗ وَٱللَّهُ لَا يُحِبُّ ٱلظَّٰلِمِينَ
_57. Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang saleh, maka Allah akan memberikan kepada mereka dengan sempurna pahala amalan-amalan mereka; dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim._
*4:122*
وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ سَنُدۡخِلُهُمۡ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدٗاۖ وَعۡدَ ٱللَّهِ حَقّٗاۚ وَمَنۡ أَصۡدَقُ مِنَ ٱللَّهِ قِيلٗا
_122. Orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan saleh, kelak akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah telah membuat suatu janji yang benar. Dan siapakah yang lebih benar perkataannya dari pada Allah?_
*4:124*
وَمَن يَعۡمَلۡ مِنَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ مِن ذَكَرٍ أَوۡ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤۡمِنٞ فَأُوْلَٰٓئِكَ يَدۡخُلُونَ ٱلۡجَنَّةَ وَلَا يُظۡلَمُونَ نَقِيرٗا
_124. Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun._
Dari contoh ayat-ayat di atas yang menggabungkan iman dan amal shālih, menjadi nyata bagi kita, bahwa iman itu harus dibuktikan atau disandingkan dengan amal shalih. Untuk mempertegas hal ini, Imam al-Bukhari sampai bertanya kepada 1000 ulama, apakah iman itu juga amal shālih? Dijawab iya.
Menjadi terang bagi kita mengapa sampai urusan makanan pun diingatkan agar berakhir dengan amal shalih, bukan tidur pules atau sakit kekenyangan, atau badan ketambunan. Perhatikan firman-Nya dalam surat Al-Mukminūn [2] ayat 51:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلرُّسُلُ كُلُواْ مِنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ وَٱعۡمَلُواْ صَٰلِحًاۖ إِنِّي بِمَا تَعۡمَلُونَ عَلِيمٞ
_51. Hai
https://goo.gl/y17kig
Iman adalah perasaan aman akan sebuah konsep sehingga kita siap hidup di atas konsep itu. Konsep yang membuat Muslim aman adalah bahwa Allāh itu Esa, Satu. Ini sesuai dengan nalar manusia. JIka hati telah merasa aman, makan akan hadir ketenangan dan kedamaian. Pada saat itu jiwa siap dilesatkan menuju pekerjaan terberat apapun, karena tidak ada lagi berat bagi orang yang telah merasa tenang dengan konsep yang diyakininya.
Inilah mengapa ilmu yang pertama kali, sekaligus menjadi sebaik-baik dzikir adalah:
فَٱعۡلَمۡ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَٱسۡتَغۡفِرۡ لِذَنۢبِكَ وَلِلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتِۗ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ مُتَقَلَّبَكُمۡ وَمَثۡوَىٰكُمۡ
_19. Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal._
*[Q.S. Muhammad [47] ayat 19]*
Iman itu digerakkan dengan awal keyakinan dalam hati, namun juga harus dilanjutkan dengan penegasan dengan kalimat di lisan, dan dibuktikan dengan amal perbuatan.
Yang menarik, terma iman diulang beberapa kali bersama amal shālih di dalam Al-Qur'ān, seperti rangkaian surat ke-2 sampai ke 4 sbb.:
*2:25*
وَبَشِّرِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أَنَّ لَهُمۡ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُۖ كُلَّمَا رُزِقُواْ مِنۡهَا مِن ثَمَرَةٖ رِّزۡقٗا قَالُواْ هَٰذَا ٱلَّذِي رُزِقۡنَا مِن قَبۡلُۖ وَأُتُواْ بِهِۦ مُتَشَٰبِهٗاۖ وَلَهُمۡ فِيهَآ أَزۡوَٰجٞ مُّطَهَّرَةٞۖ وَهُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ
_25. Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu". Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya._
*2:82*
وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلۡجَنَّةِۖ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ
_82. Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya._
*3:57*
وَأَمَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ فَيُوَفِّيهِمۡ أُجُورَهُمۡۗ وَٱللَّهُ لَا يُحِبُّ ٱلظَّٰلِمِينَ
_57. Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang saleh, maka Allah akan memberikan kepada mereka dengan sempurna pahala amalan-amalan mereka; dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim._
*4:122*
وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ سَنُدۡخِلُهُمۡ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدٗاۖ وَعۡدَ ٱللَّهِ حَقّٗاۚ وَمَنۡ أَصۡدَقُ مِنَ ٱللَّهِ قِيلٗا
_122. Orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan saleh, kelak akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah telah membuat suatu janji yang benar. Dan siapakah yang lebih benar perkataannya dari pada Allah?_
*4:124*
وَمَن يَعۡمَلۡ مِنَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ مِن ذَكَرٍ أَوۡ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤۡمِنٞ فَأُوْلَٰٓئِكَ يَدۡخُلُونَ ٱلۡجَنَّةَ وَلَا يُظۡلَمُونَ نَقِيرٗا
_124. Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun._
Dari contoh ayat-ayat di atas yang menggabungkan iman dan amal shālih, menjadi nyata bagi kita, bahwa iman itu harus dibuktikan atau disandingkan dengan amal shalih. Untuk mempertegas hal ini, Imam al-Bukhari sampai bertanya kepada 1000 ulama, apakah iman itu juga amal shālih? Dijawab iya.
Menjadi terang bagi kita mengapa sampai urusan makanan pun diingatkan agar berakhir dengan amal shalih, bukan tidur pules atau sakit kekenyangan, atau badan ketambunan. Perhatikan firman-Nya dalam surat Al-Mukminūn [2] ayat 51:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلرُّسُلُ كُلُواْ مِنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ وَٱعۡمَلُواْ صَٰلِحًاۖ إِنِّي بِمَا تَعۡمَلُونَ عَلِيمٞ
_51. Hai
rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan._
Perhatikan ayatnya, pemimpin orang-orang beriman saja diperintahkan untuk makan, dan kalau makan hanya yang baik-baik, karena yang baik-baik itu yang akan mendorong manusia mudah mengerjakan amal shālih.
Yuk kita refleksi:
1⃣ *Mengapa kita malas melahirkan amal shalih?*
2⃣ *Adakah pengaruh makanan yang kita makan?*
*Pertanyaannya kemudian, apa korelasi iman dengan amal shālih?*
Jika kita lihat iman itu ternyata sebagaimana kata Nabi ﷺ, memiliki 60-70 cabang, dan seluruhnya adalah amal shālih:
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الإِيمَانِ
_Dari Abu Hurairah radhiyallāhu ‘anhu ia berkata: Rasūlullāh shallallāhu ‘alaihi wa sallam, bersabda, “Iman itu ada tujuh puluh atau enam puluh cabang lebih, yang paling utama adalah ucapan ‘Lā ilāha illallāh’, sedangkan yang paling rendahnya adalah menyingkirkan sesuatu yang mengganggu dari jalan, dan malu itu salah satu cabang keimanan.”_
*[HR. Bukhari dan Muslim]*
Saya pribadi mengkhawatirkan diri jika melihat sesuatu yang membahayakan di jalan, namun tangan tidak bersegera dalam amal 'menyingkirkannya', jangan-jangan bahkan pintu iman yang paling kecil pun saya belum pantas memasukinya.
Dari sini, mukmin didorong untuk merealisasikan ke 60-70 cabang iman itu, agar imannya menjadi sempurna, dan seluruhnya menyempurnakan amal shālih.
*Pertanyaan kemudian, apa itu amal shalih?*
Sebagaimana bahasanya, amal shalih itu maknanya amal yang jika dikerjakan memperbaiki diri, keluarga, masyarakat bahkan alam semesta. Lawannya adalah amal fāsid, amal yang jika dikerjakan akan merusak diri, keluarga, masyarakat bahkan alam semesta.
Amal shālih itu amal yang bisa diawali dengan _Basmalah_ diawalnya, bisa ditutup dengan _hamdalah_ di akhirnya, dan bisa diperkaya dengan _dzikr_ di tengah-tengahnya.
Amal shālih itu ada akan membawa jiwa pengamalnya menjadi orang-orang yang juga shālih. Allāh berfirman dalam surat Āli 'Imrān [3] ayat 114:
يُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ وَيَأۡمُرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَيَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ وَيُسَٰرِعُونَ فِي ٱلۡخَيۡرَٰتِۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ مِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ
_114. Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh._
Dalam mengerjakan amal shalih tersebut, manusia akan terus terdorong menjadi sosok yang shalih, hal ini karena seluruh amal shālih mendorongnya mencintai unsur-unsur keshalihan yakni: _thayyib, khair, ma'rūf, hingga ihsān._
Nabi Muhammad ﷺ saat ditanya Jibrīl tentang Ihsān:
قَالَ : فَأَخْبِرْنِي عَنِ الإِحْسَانِ , قَالَ ” أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ , فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ
_Orang itu berkata lagi, “Beritahukan kepadaku tentang Ihsān.” Rasūlullāh shallallāhu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihatnya, sesungguhnya Dia pasti melihatmu.”_
Jika setiap orang sentiasa memilih amal shālih daripada amal fāsid, bukankah akhir hidupnya insya ALlāh sebagai orang shālih, bukan orang fāsid.
Mohon do'anya agar yang menulis ini dapat wafat dalam kondisi sebagaimana orang shālih dan dikumpulkan bersama orang-orang shālih, sebagaimana tafsir dari do'a kita di surat Al-Fātihah, yang ditegaskan dalam surat An-Nisā [4] ayat 69:
وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ فَأُوْلَٰٓئِكَ مَعَ ٱلَّذِينَ أَنۡعَمَ ٱللَّهُ عَلَيۡهِم مِّنَ ٱلنَّبِيِّۧنَ وَٱلصِّدِّيقِينَ وَٱلشُّهَدَآءِ وَٱلصَّٰلِحِينَۚ وَحَسُنَ أُوْلَٰٓئِكَ رَفِيقٗا
_69. Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati s
Perhatikan ayatnya, pemimpin orang-orang beriman saja diperintahkan untuk makan, dan kalau makan hanya yang baik-baik, karena yang baik-baik itu yang akan mendorong manusia mudah mengerjakan amal shālih.
Yuk kita refleksi:
1⃣ *Mengapa kita malas melahirkan amal shalih?*
2⃣ *Adakah pengaruh makanan yang kita makan?*
*Pertanyaannya kemudian, apa korelasi iman dengan amal shālih?*
Jika kita lihat iman itu ternyata sebagaimana kata Nabi ﷺ, memiliki 60-70 cabang, dan seluruhnya adalah amal shālih:
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الإِيمَانِ
_Dari Abu Hurairah radhiyallāhu ‘anhu ia berkata: Rasūlullāh shallallāhu ‘alaihi wa sallam, bersabda, “Iman itu ada tujuh puluh atau enam puluh cabang lebih, yang paling utama adalah ucapan ‘Lā ilāha illallāh’, sedangkan yang paling rendahnya adalah menyingkirkan sesuatu yang mengganggu dari jalan, dan malu itu salah satu cabang keimanan.”_
*[HR. Bukhari dan Muslim]*
Saya pribadi mengkhawatirkan diri jika melihat sesuatu yang membahayakan di jalan, namun tangan tidak bersegera dalam amal 'menyingkirkannya', jangan-jangan bahkan pintu iman yang paling kecil pun saya belum pantas memasukinya.
Dari sini, mukmin didorong untuk merealisasikan ke 60-70 cabang iman itu, agar imannya menjadi sempurna, dan seluruhnya menyempurnakan amal shālih.
*Pertanyaan kemudian, apa itu amal shalih?*
Sebagaimana bahasanya, amal shalih itu maknanya amal yang jika dikerjakan memperbaiki diri, keluarga, masyarakat bahkan alam semesta. Lawannya adalah amal fāsid, amal yang jika dikerjakan akan merusak diri, keluarga, masyarakat bahkan alam semesta.
Amal shālih itu amal yang bisa diawali dengan _Basmalah_ diawalnya, bisa ditutup dengan _hamdalah_ di akhirnya, dan bisa diperkaya dengan _dzikr_ di tengah-tengahnya.
Amal shālih itu ada akan membawa jiwa pengamalnya menjadi orang-orang yang juga shālih. Allāh berfirman dalam surat Āli 'Imrān [3] ayat 114:
يُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ وَيَأۡمُرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَيَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ وَيُسَٰرِعُونَ فِي ٱلۡخَيۡرَٰتِۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ مِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ
_114. Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh._
Dalam mengerjakan amal shalih tersebut, manusia akan terus terdorong menjadi sosok yang shalih, hal ini karena seluruh amal shālih mendorongnya mencintai unsur-unsur keshalihan yakni: _thayyib, khair, ma'rūf, hingga ihsān._
Nabi Muhammad ﷺ saat ditanya Jibrīl tentang Ihsān:
قَالَ : فَأَخْبِرْنِي عَنِ الإِحْسَانِ , قَالَ ” أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ , فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ
_Orang itu berkata lagi, “Beritahukan kepadaku tentang Ihsān.” Rasūlullāh shallallāhu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihatnya, sesungguhnya Dia pasti melihatmu.”_
Jika setiap orang sentiasa memilih amal shālih daripada amal fāsid, bukankah akhir hidupnya insya ALlāh sebagai orang shālih, bukan orang fāsid.
Mohon do'anya agar yang menulis ini dapat wafat dalam kondisi sebagaimana orang shālih dan dikumpulkan bersama orang-orang shālih, sebagaimana tafsir dari do'a kita di surat Al-Fātihah, yang ditegaskan dalam surat An-Nisā [4] ayat 69:
وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ فَأُوْلَٰٓئِكَ مَعَ ٱلَّذِينَ أَنۡعَمَ ٱللَّهُ عَلَيۡهِم مِّنَ ٱلنَّبِيِّۧنَ وَٱلصِّدِّيقِينَ وَٱلشُّهَدَآءِ وَٱلصَّٰلِحِينَۚ وَحَسُنَ أُوْلَٰٓئِكَ رَفِيقٗا
_69. Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati s
yahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya._
_Āmīn yā Rabb al-'Ālamīn,_
@supraha
*My Channel:*
https://chat.whatsapp.com/Ac4qkRlYMjG4d92DZdUSh4
☘🌷☘🌷☘🌷☘🌷☘🌷☘
*REKAPAN TANYA JAWAB*
1⃣ Indah
_Ustad amal fasid itu amalan seperti apa contohnya?_
*JAWABAN:*
1. Jika kita lihat terma fāsid pertama akan ditemukan di dalam Al-Qur'ān surat Al-Baqarah [2] ayat 11-12:
وَإِذَا قِيلَ لَهُمۡ لَا تُفۡسِدُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ قَالُوٓاْ إِنَّمَا نَحۡنُ مُصۡلِحُونَ أَلَآ إِنَّهُمۡ هُمُ ٱلۡمُفۡسِدُونَ وَلَٰكِن لَّا يَشۡعُرُونَ
_11. Dan bila dikatakan kepada mereka: "Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi". Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan"._
_12. Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar._
Amal fāsid ini lawan dari amal shālih.
Contoh kasus: Merokok, amal fāsid atau shālih?
Jawabannya lihat dari instrumen yang saya gunakan di atas:
1. Apakah merokok merusak diri, keluarga, lingkungan dan masyarakat?
2. Apakah bisa diawali dengan basmalah?
Demikian jawaban sementara.
*📝 PERTANYAAN:*
•••••••✿❀✿❀✿•••••••
2⃣ Mustika_Jakarta
_Assalamu'alaikum ustadz, izin bertanya.. Bagaimana agar kita bisa istiqomah dlm mengerjakan amal shalih.._ 🙇🏻♀
*🗣 JAWABAN:*
••••✿❀✿❀✿••••
Baca ulang Surat 47 ayat 19, maknai, dan berdzikir dengannya karena ia _afdhaludzdzikri,_ dan baguskan tauhid.
Kemudian mulai sekarang pilihlah makanan. Roti 'O' misalkan, halal atau haram? Tidak ada logo halal MUI-nya?
Sementara Roti 'B' ada logo halal MUI namun kurang diminati. Ini contoh sederhana agar sentiasa memperhatikan makanan kita yang akan menjadi daging, darah, dan akal manusia.
Kemudian berjama'ahlah bersama sahabat-sahabat yang gemar beramal shalih, karena jika engkau kendor, sahabatmu tidak akan kasih kendor.
Kemudian, muliakan amal-amal yang sedikit tapi kontinu, karena itu akan membuatmu tetap sibuk beramal.
أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
_”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.”_
Bunda ’Āisyah pun ketika melakukan suatu amalan selalu berkeinginan keras untuk merutinkannya.
يَا عَبْدَ اللَّهِ ، لاَ تَكُنْ مِثْلَ فُلاَنٍ ، كَانَ يَقُومُ اللَّيْلَ فَتَرَكَ قِيَامَ اللَّيْلِ
_”Wahai ‘Abdullāh, janganlah engkau seperti si fulan. Dulu dia biasa mengerjakan shalat malam, namun sekarang dia tidak mengerjakannya lagi.”_
*📝 PERTANYAAN:*
•••••••✿❀✿❀✿•••••••
3⃣ _Assalamu'alaikum. Iman kitakan naik turun naik turun. Apa yg mesti kita lakukan ketika naik dan apa yg mesti kita lakukan ketika turun iman ini.._
*🗣 JAWABAN:*
••••✿❀✿❀✿••••
Naiknya iman dengan ketaatan, turunnya iman dengan kemaksiatan. Maka saat naik iman, jaga ritmenya, jangan terlalu tinggi karena akan cepat lelah. Namun saat turun iman segera istighfār jangan larut, dan segera _dzikrul maut_ dan dekati Al-Qur'an, nikmati bacaannya, pelajari maknanya, ia menjadi obat bagi jiwamu.
Allāh berfirman dalam surat Al-Anfāl [8] ayat 2:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا
_Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya)._
Dekati ilmu dan majelisnya, sebagaimana dahulu 'Umar r.a. pernah mengajak sahabatnya:
هَلُمُّوْا نَزْدَادُ إِيْمَانًا
_Marilah kita menambah iman kita._
Segera minta nasihat dari sahabat terbaik yang shālih:
الرَّجُلُ عَلَى دِيْنِ خَلِيْلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
_Seorang itu berada di atas agama kekasihnya, maka hendaknya salah seorang kalian melihat siapa yang menjadi kekasihnya._
*📝 PERTANYAAN:*
•••••••✿❀✿❀✿•••••••
4⃣ _Assalamu'alaikum, mau bertanya kalau kita awalnya muslim kemudian kita pindah akidah karena sesuatu hal kemudian pindah akidah lagi ke Islam apa itu diterima oleh Allah?? Syukron 🙇🏻♂_
*🗣 JAWABAN:*
••••✿❀✿❀✿••••
Sangat diterima dan agar disegerakan. Allah terus menunggu pe
_Āmīn yā Rabb al-'Ālamīn,_
@supraha
*My Channel:*
https://chat.whatsapp.com/Ac4qkRlYMjG4d92DZdUSh4
☘🌷☘🌷☘🌷☘🌷☘🌷☘
*REKAPAN TANYA JAWAB*
1⃣ Indah
_Ustad amal fasid itu amalan seperti apa contohnya?_
*JAWABAN:*
1. Jika kita lihat terma fāsid pertama akan ditemukan di dalam Al-Qur'ān surat Al-Baqarah [2] ayat 11-12:
وَإِذَا قِيلَ لَهُمۡ لَا تُفۡسِدُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ قَالُوٓاْ إِنَّمَا نَحۡنُ مُصۡلِحُونَ أَلَآ إِنَّهُمۡ هُمُ ٱلۡمُفۡسِدُونَ وَلَٰكِن لَّا يَشۡعُرُونَ
_11. Dan bila dikatakan kepada mereka: "Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi". Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan"._
_12. Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar._
Amal fāsid ini lawan dari amal shālih.
Contoh kasus: Merokok, amal fāsid atau shālih?
Jawabannya lihat dari instrumen yang saya gunakan di atas:
1. Apakah merokok merusak diri, keluarga, lingkungan dan masyarakat?
2. Apakah bisa diawali dengan basmalah?
Demikian jawaban sementara.
*📝 PERTANYAAN:*
•••••••✿❀✿❀✿•••••••
2⃣ Mustika_Jakarta
_Assalamu'alaikum ustadz, izin bertanya.. Bagaimana agar kita bisa istiqomah dlm mengerjakan amal shalih.._ 🙇🏻♀
*🗣 JAWABAN:*
••••✿❀✿❀✿••••
Baca ulang Surat 47 ayat 19, maknai, dan berdzikir dengannya karena ia _afdhaludzdzikri,_ dan baguskan tauhid.
Kemudian mulai sekarang pilihlah makanan. Roti 'O' misalkan, halal atau haram? Tidak ada logo halal MUI-nya?
Sementara Roti 'B' ada logo halal MUI namun kurang diminati. Ini contoh sederhana agar sentiasa memperhatikan makanan kita yang akan menjadi daging, darah, dan akal manusia.
Kemudian berjama'ahlah bersama sahabat-sahabat yang gemar beramal shalih, karena jika engkau kendor, sahabatmu tidak akan kasih kendor.
Kemudian, muliakan amal-amal yang sedikit tapi kontinu, karena itu akan membuatmu tetap sibuk beramal.
أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
_”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.”_
Bunda ’Āisyah pun ketika melakukan suatu amalan selalu berkeinginan keras untuk merutinkannya.
يَا عَبْدَ اللَّهِ ، لاَ تَكُنْ مِثْلَ فُلاَنٍ ، كَانَ يَقُومُ اللَّيْلَ فَتَرَكَ قِيَامَ اللَّيْلِ
_”Wahai ‘Abdullāh, janganlah engkau seperti si fulan. Dulu dia biasa mengerjakan shalat malam, namun sekarang dia tidak mengerjakannya lagi.”_
*📝 PERTANYAAN:*
•••••••✿❀✿❀✿•••••••
3⃣ _Assalamu'alaikum. Iman kitakan naik turun naik turun. Apa yg mesti kita lakukan ketika naik dan apa yg mesti kita lakukan ketika turun iman ini.._
*🗣 JAWABAN:*
••••✿❀✿❀✿••••
Naiknya iman dengan ketaatan, turunnya iman dengan kemaksiatan. Maka saat naik iman, jaga ritmenya, jangan terlalu tinggi karena akan cepat lelah. Namun saat turun iman segera istighfār jangan larut, dan segera _dzikrul maut_ dan dekati Al-Qur'an, nikmati bacaannya, pelajari maknanya, ia menjadi obat bagi jiwamu.
Allāh berfirman dalam surat Al-Anfāl [8] ayat 2:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا
_Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya)._
Dekati ilmu dan majelisnya, sebagaimana dahulu 'Umar r.a. pernah mengajak sahabatnya:
هَلُمُّوْا نَزْدَادُ إِيْمَانًا
_Marilah kita menambah iman kita._
Segera minta nasihat dari sahabat terbaik yang shālih:
الرَّجُلُ عَلَى دِيْنِ خَلِيْلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
_Seorang itu berada di atas agama kekasihnya, maka hendaknya salah seorang kalian melihat siapa yang menjadi kekasihnya._
*📝 PERTANYAAN:*
•••••••✿❀✿❀✿•••••••
4⃣ _Assalamu'alaikum, mau bertanya kalau kita awalnya muslim kemudian kita pindah akidah karena sesuatu hal kemudian pindah akidah lagi ke Islam apa itu diterima oleh Allah?? Syukron 🙇🏻♂_
*🗣 JAWABAN:*
••••✿❀✿❀✿••••
Sangat diterima dan agar disegerakan. Allah terus menunggu pe
rtaubatan hamba-Nya selama ia masih sehat atau dalam kondisi paripurna.
Allah berfirman dalam surat Āli 'Imrān [3] ayat 110:
وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رَحِيمًا
_Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang._
Justru merasa putus asa dari rahmat Allāh pun bagian dari dosa besar:
عن بن مسعود قال أكبر الكبائر الإشراك بالله والأمن من مكر الله والقنوط من رحمة الله واليأس من روح الله
_Dari Ibn Mas’ud r.a., ia berkata bahwa di antara dosa besar yang terbesar adalah berbuat syirik pada Allāh, merasa aman dari murka Allah dan merasa putus asa dan putus harapan dari ampunan Allāh._
*[HR. 'Abd ar-Razzāq, 10:460]*
5⃣Ria_cianjur
_Assalamu'alaikum ustadz... Saya pernah dengar bahwa ketika kita ingin melihat baik atau buruknya diri sendiri. kita lihat teman kita. Jika teman trsebut baik dan selalu mengajak kedalam kebaikan berarti baik pula diri kita... Apakah benar ustadz Mohon penjelasannya ustadz.. Terimakasih._
*Jawaban:*
Benar sebagaimana jawaban di atas.
الرَّجُلُ عَلَى دِيْنِ خَلِيْلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
_Seorang itu berada di atas agama kekasihnya, maka hendaknya salah seorang kalian melihat siapa yang menjadi kekasihnya._
*📝 PERTANYAAN:*
•••••••✿❀✿❀✿•••••••
6⃣ _Assalamualaikum ustdz. Ana aisyah dri polman. Apakah tdk mmbayar hutang adalah salah satu ciri lemahnya iman atau gmna ustdz?_
🗣 *JAWABAN:*
••••✿❀✿❀✿••••
6⃣ Jika seseorang tidak membayarkan hutangnya padahal ia tahu bahwa jiwanya tidak akan memasuki Surga-Nya jika meninggalkan hutang yang sengaja tidak mau dibayarkannya, maka tentu imannya tidak terwujudkan dengan amal shalih.
أَيُّمَا رَجُلٍ يَدَيَّنُ دَيْنًا وَهُوَ مُجْمِعٌ أَنْ لاَ يُوَفِّيَهُ إِيَّاهُ لَقِىَ اللَّهَ سَارِقًا
_Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allāh (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri._
*[HR. Ibnu Majah No. 2410.]*
7⃣Risa
_Assalamualaikum ustadz mati syahid itu apa ustadz_
*Jawaban:*
Mati dalam kondisi sedang berjihad di jalan Allah dengan niat Lillāhi ta'āla, mencari ridha Allah, diizinkan orang tua, dan memiliki ilmu.
Namun begitu, jika kesempatan mulia itu belum diberikan Allah kepada-Nya, tetaplah bersemangat memperjuangkan agama Allāh dengan cara-cara yang lain. Bahkan Allāh menganugerahkan syahid insya Allāh dalam kondisi-kondisi kematian tertentu, seperti seorang wanita, misalkan, yang wafat saat melahirkan atau saat nifas, dikategorikan mati sebagai syuhadā, insyā ALlāh.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
*Follow & Join*
Facebook: @suprahawido
Instagram: @supraha
Twitter: @supraha
YouTube: @supraha
Telegram: @supraha
www.supraha.com
Allah berfirman dalam surat Āli 'Imrān [3] ayat 110:
وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رَحِيمًا
_Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang._
Justru merasa putus asa dari rahmat Allāh pun bagian dari dosa besar:
عن بن مسعود قال أكبر الكبائر الإشراك بالله والأمن من مكر الله والقنوط من رحمة الله واليأس من روح الله
_Dari Ibn Mas’ud r.a., ia berkata bahwa di antara dosa besar yang terbesar adalah berbuat syirik pada Allāh, merasa aman dari murka Allah dan merasa putus asa dan putus harapan dari ampunan Allāh._
*[HR. 'Abd ar-Razzāq, 10:460]*
5⃣Ria_cianjur
_Assalamu'alaikum ustadz... Saya pernah dengar bahwa ketika kita ingin melihat baik atau buruknya diri sendiri. kita lihat teman kita. Jika teman trsebut baik dan selalu mengajak kedalam kebaikan berarti baik pula diri kita... Apakah benar ustadz Mohon penjelasannya ustadz.. Terimakasih._
*Jawaban:*
Benar sebagaimana jawaban di atas.
الرَّجُلُ عَلَى دِيْنِ خَلِيْلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
_Seorang itu berada di atas agama kekasihnya, maka hendaknya salah seorang kalian melihat siapa yang menjadi kekasihnya._
*📝 PERTANYAAN:*
•••••••✿❀✿❀✿•••••••
6⃣ _Assalamualaikum ustdz. Ana aisyah dri polman. Apakah tdk mmbayar hutang adalah salah satu ciri lemahnya iman atau gmna ustdz?_
🗣 *JAWABAN:*
••••✿❀✿❀✿••••
6⃣ Jika seseorang tidak membayarkan hutangnya padahal ia tahu bahwa jiwanya tidak akan memasuki Surga-Nya jika meninggalkan hutang yang sengaja tidak mau dibayarkannya, maka tentu imannya tidak terwujudkan dengan amal shalih.
أَيُّمَا رَجُلٍ يَدَيَّنُ دَيْنًا وَهُوَ مُجْمِعٌ أَنْ لاَ يُوَفِّيَهُ إِيَّاهُ لَقِىَ اللَّهَ سَارِقًا
_Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allāh (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri._
*[HR. Ibnu Majah No. 2410.]*
7⃣Risa
_Assalamualaikum ustadz mati syahid itu apa ustadz_
*Jawaban:*
Mati dalam kondisi sedang berjihad di jalan Allah dengan niat Lillāhi ta'āla, mencari ridha Allah, diizinkan orang tua, dan memiliki ilmu.
Namun begitu, jika kesempatan mulia itu belum diberikan Allah kepada-Nya, tetaplah bersemangat memperjuangkan agama Allāh dengan cara-cara yang lain. Bahkan Allāh menganugerahkan syahid insya Allāh dalam kondisi-kondisi kematian tertentu, seperti seorang wanita, misalkan, yang wafat saat melahirkan atau saat nifas, dikategorikan mati sebagai syuhadā, insyā ALlāh.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
*Follow & Join*
Facebook: @suprahawido
Instagram: @supraha
Twitter: @supraha
YouTube: @supraha
Telegram: @supraha
www.supraha.com
🌞 *SEMANGAT PAGI*
📙 NIKMAT KONFLIK DALAM MUAMALAH
Sahabat,
Konsep dalam bermu'āmalah, yang tua menyayangi yang muda, yang muda menghormati yang tua.
Berkumpul bersama manusia, termasuk bersama orang-orang beriman berpotensi besar terjadi konflik.
Islam hadir bukan untuk meniadakan konflik, namun memberikan bimbingan manajemen konflik.
Konflik adalah cara Allāh untuk mematangkan kedewasaan, meningkatkan derajat ketakwaan, dan pintu mengalirnya banyak kebaikan, yang kesemuanya akan didapat jika bimbingan-Nya diikuti.
Teruslah kejar kebersamaan bersama orang-orang beriman, nikmati namun bersabarlah bersama mereka, bagaimanapun kebersamaan dengan orang-orang beriman jauh lebih baik.
Allāh berfirman dalam surat At-Taubah [9] ayat 119:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ
_"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allāh, dan hendaklah kalian bersama orang-orang yang jujur (benar)."_
Siapapun yang dihina, bersabarlah, karena sabar itu penyebab turunnya kebersamaan Allāh. Membatasi kesabaran sama dengan membatasi kesabaran Allāh. Allāh berfirman dalam surat Al-Baqarah [2] ayat 153:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ (١٥٣)
_"Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar."_
Siapapun yang dicela, balaslah dengan kebaikan. Termasuk keburukan yang terlanjur dilakukan segera ikuti dengan kebaikan, karena kebaikanmu akan menghapus keburukanmu dengan izin-Nya.
Nabi Muhammad ﷺ pernah berpesan kepada kita, umatnya, sebagaimana diriwayatkan kembali oleh Imām at-Turmudzi:
اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
_"Bertaqwalah kepada Allāh di mana saja engkau berada dan susullah sesuatu perbuatan dosa dengan kebaikan, pasti akan menghapuskannya dan bergaullah sesama manusia dengan akhlaq yang baik”._
Siapapun yang difitnah, luruskanlah dengan akhlak terbaikmu, sehingga yang bengkok menjadi lurus.
Allāh berfirman dalam surat An-Nahl [16] ayat 125:
وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ
_"... debatlah mereka dengan cara yang baik."_
Berbicaralah secukupnya di dunia ini, namun keluarkanlah kalimat dari susunan kata terbaik yang diniatkan menghadirkan cinta. Jadikanlah setiap perkataanmu, antara dzikir, do'a, nasihat, motivasi, dan penyejuk jiwa seluruh manusia manusia di sekitarmu, termasuk jangan lupakan jiwamu.
Berkejaranlah menyambung yang terputus, karena yang tersambung akan mengalirkan rahmat-Nya, berupa rizki dan keberkahan hidup.
Sungguh, teori ini sulit untuk dikerjakan kecuali bagi mereka yang merindukan wajah-Nya dan berharap dibangunkan Surga baginya.
Nabi Muhammad ﷺ meninggalkan ilmunya:
مَا مِنْ قَوْمٍ اجْتَمَعُوا يَذْكُرُونَ اللَّهَ لاَ يُرِيدُونَ بِذَلِكَ إِلاَّ وَجْهَهُ ، إِلاَّ نَادَاهُمْ مُنَادٍ مِنَ السَّمَاءِ أَنْ قُومُوا مَغْفُورًا لَكُمْ قَدْ بُدِّلَتْ سَيِّئَاتُكُمْ حَسَنَاتٍ
_"Tidaklah suatu kaum berkumpul mengingat Allah, tidak menginginkan kecuali Wajah-Nya, kecuali akan ada penyeru dari langit:”Bangkitlah dalam keadaan diampuni, keburukan-keburukan kalian telah diganti dengan kebaikan."_
*[HR. Ahmad]*
أَنَا زَعِيْمُ بَيْتٍ فِي أَعْلَى اْلجَنَّةِ لِمَنْ حَسُنَ خُلُقُهُ
_“Aku menjamin rumah di bagian surga yang tertinggi bagi orang yang baik akhlaqnya.”_
*[HR. Abu Dawūd]*
_Yassirlanā,_
*Pembina Yayasan Adab Insan Mulia*
Wido Supraha
@supraha
https://chat.whatsapp.com/Ac4qkRlYMjG4d92DZdUSh4
📙 NIKMAT KONFLIK DALAM MUAMALAH
Sahabat,
Konsep dalam bermu'āmalah, yang tua menyayangi yang muda, yang muda menghormati yang tua.
Berkumpul bersama manusia, termasuk bersama orang-orang beriman berpotensi besar terjadi konflik.
Islam hadir bukan untuk meniadakan konflik, namun memberikan bimbingan manajemen konflik.
Konflik adalah cara Allāh untuk mematangkan kedewasaan, meningkatkan derajat ketakwaan, dan pintu mengalirnya banyak kebaikan, yang kesemuanya akan didapat jika bimbingan-Nya diikuti.
Teruslah kejar kebersamaan bersama orang-orang beriman, nikmati namun bersabarlah bersama mereka, bagaimanapun kebersamaan dengan orang-orang beriman jauh lebih baik.
Allāh berfirman dalam surat At-Taubah [9] ayat 119:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ
_"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allāh, dan hendaklah kalian bersama orang-orang yang jujur (benar)."_
Siapapun yang dihina, bersabarlah, karena sabar itu penyebab turunnya kebersamaan Allāh. Membatasi kesabaran sama dengan membatasi kesabaran Allāh. Allāh berfirman dalam surat Al-Baqarah [2] ayat 153:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ (١٥٣)
_"Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar."_
Siapapun yang dicela, balaslah dengan kebaikan. Termasuk keburukan yang terlanjur dilakukan segera ikuti dengan kebaikan, karena kebaikanmu akan menghapus keburukanmu dengan izin-Nya.
Nabi Muhammad ﷺ pernah berpesan kepada kita, umatnya, sebagaimana diriwayatkan kembali oleh Imām at-Turmudzi:
اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
_"Bertaqwalah kepada Allāh di mana saja engkau berada dan susullah sesuatu perbuatan dosa dengan kebaikan, pasti akan menghapuskannya dan bergaullah sesama manusia dengan akhlaq yang baik”._
Siapapun yang difitnah, luruskanlah dengan akhlak terbaikmu, sehingga yang bengkok menjadi lurus.
Allāh berfirman dalam surat An-Nahl [16] ayat 125:
وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ
_"... debatlah mereka dengan cara yang baik."_
Berbicaralah secukupnya di dunia ini, namun keluarkanlah kalimat dari susunan kata terbaik yang diniatkan menghadirkan cinta. Jadikanlah setiap perkataanmu, antara dzikir, do'a, nasihat, motivasi, dan penyejuk jiwa seluruh manusia manusia di sekitarmu, termasuk jangan lupakan jiwamu.
Berkejaranlah menyambung yang terputus, karena yang tersambung akan mengalirkan rahmat-Nya, berupa rizki dan keberkahan hidup.
Sungguh, teori ini sulit untuk dikerjakan kecuali bagi mereka yang merindukan wajah-Nya dan berharap dibangunkan Surga baginya.
Nabi Muhammad ﷺ meninggalkan ilmunya:
مَا مِنْ قَوْمٍ اجْتَمَعُوا يَذْكُرُونَ اللَّهَ لاَ يُرِيدُونَ بِذَلِكَ إِلاَّ وَجْهَهُ ، إِلاَّ نَادَاهُمْ مُنَادٍ مِنَ السَّمَاءِ أَنْ قُومُوا مَغْفُورًا لَكُمْ قَدْ بُدِّلَتْ سَيِّئَاتُكُمْ حَسَنَاتٍ
_"Tidaklah suatu kaum berkumpul mengingat Allah, tidak menginginkan kecuali Wajah-Nya, kecuali akan ada penyeru dari langit:”Bangkitlah dalam keadaan diampuni, keburukan-keburukan kalian telah diganti dengan kebaikan."_
*[HR. Ahmad]*
أَنَا زَعِيْمُ بَيْتٍ فِي أَعْلَى اْلجَنَّةِ لِمَنْ حَسُنَ خُلُقُهُ
_“Aku menjamin rumah di bagian surga yang tertinggi bagi orang yang baik akhlaqnya.”_
*[HR. Abu Dawūd]*
_Yassirlanā,_
*Pembina Yayasan Adab Insan Mulia*
Wido Supraha
@supraha
https://chat.whatsapp.com/Ac4qkRlYMjG4d92DZdUSh4
Berikut saya share rekaman audio kajian tadabbur surat Al-Fātihah ayat 6-7 siang ini.
* Jangan didownload jika kuota pulsa nya terbatas.
* Jangan didownload jika kuota pulsa nya terbatas.
📗 *BAGAIMANA JIKA ANDA TAKUT RIYA SAAT INGIN BERAMAL?*
Berkata al-Fudhail bin 'Iyadh (726-803 M):
تَرْكُ الْعَمَلِ لِأَجْلِ النَّاسِ رِيَاءٌ وَالْعَمَلُ لِأَجْلِ النَّاسِ شِرْكٌ
_Meninggalkan amal karena manusia termasuk riya', dan beramal karena manusia termasuk syirik._
*[Majmu' al-Fatawa Ibn Taimiyah, 23:174]*
💡 Jika sahabat hendak mengerjakan sesuatu, namun khawatir riya, maka hendaknya istighfar, ta'awudz (berlindung kepada Allah), perbaharui niat, dan tetaplah lanjutkan amal tersebut.
@supraha
🔗 https://chat.whatsapp.com/Ac4qkRlYMjG4d92DZdUSh4
Berkata al-Fudhail bin 'Iyadh (726-803 M):
تَرْكُ الْعَمَلِ لِأَجْلِ النَّاسِ رِيَاءٌ وَالْعَمَلُ لِأَجْلِ النَّاسِ شِرْكٌ
_Meninggalkan amal karena manusia termasuk riya', dan beramal karena manusia termasuk syirik._
*[Majmu' al-Fatawa Ibn Taimiyah, 23:174]*
💡 Jika sahabat hendak mengerjakan sesuatu, namun khawatir riya, maka hendaknya istighfar, ta'awudz (berlindung kepada Allah), perbaharui niat, dan tetaplah lanjutkan amal tersebut.
@supraha
🔗 https://chat.whatsapp.com/Ac4qkRlYMjG4d92DZdUSh4
WhatsApp.com
Channel Wido Supraha (3)
WhatsApp Group Invite