*Telah di buka pendaftaran LIPIA*
🎓 I'dad Lughowy ( 30 April 2018 -29 Mei 2018)
Registrasi pendaftaran online : idad.lipia.org
🎓S1 Manajemen Keuangan ( 11 April 2018 - 7 Mei 2018)
Registrasi pendaftaran online : ekonomi.lipia.org
🎓S2 Fiqh & Ushul Fiqh ( 18 April 2018 - 4 Mei 2018)
Registrasi pendaftaran online : s2.lipia.org
🎓 I'dad Lughowy ( 30 April 2018 -29 Mei 2018)
Registrasi pendaftaran online : idad.lipia.org
🎓S1 Manajemen Keuangan ( 11 April 2018 - 7 Mei 2018)
Registrasi pendaftaran online : ekonomi.lipia.org
🎓S2 Fiqh & Ushul Fiqh ( 18 April 2018 - 4 Mei 2018)
Registrasi pendaftaran online : s2.lipia.org
📚 TANYA JAWAB
Jum'at, 27 April 2018
Pertanyaan:
Dilihat dr sejarah penyebaran agama Islam di tanah Jawa ini tak lepas dr tradisi masyarakat,bgmna menurut p.ustadz tentang hal ini...soalnya sekarang itu banyak yg bilang bid ah,syirik,musyrik dll.
Jawaban:
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته،
Islam tidak selalu bertentangan dengan tradisi. Di dalam sejarah penyebaran Islam di Arab pun, Islam bertemu dengan tradisi Arab yang juga sangat kuat dan kental.
Namun, sifat Islam adalah Islamisasi Arab, bukan Islam yang mengalami Arabisasi. Maka saat Islam bertemu dengan budaya Arab, juga budaya negeri lainnya selalu akan terjadi 3 (tiga) proses:
1⃣ Jika bersesuaian dengan ajaran Islam, dilanjutkan;
2⃣ Jika bertentangan dengan ajaran Islam, namun bisa diredefinisikan ulang dengan Islamic Worldview, dilanjutkan;
3⃣ Jika bertentangan dengan Islam dan tidak bisa diredefinisikan ulang, maka tidak dilanjutkan.
Dengan demikian, mengkaji sebuah tradisi, adat istiadat dan budaya membutuhkan kajian komprehensif dan bukan sekedar pendapat 1 atau 2 orang ustadz hari ini.
Bahkan ushul fiqh mengandung kaidah: al-'ādatu muhakkamah, adat itu dapat dijadikan referensi hukum. Hal ini mengapa kita dapati, budaya penduduk Madinah menjadi salah satu referensi Imam Malik dalam mengeluarkan produk Fiqh.
و الله اعلم،
Dr. Wido Supraha
https://telegram.me/supraha
Jum'at, 27 April 2018
Pertanyaan:
Dilihat dr sejarah penyebaran agama Islam di tanah Jawa ini tak lepas dr tradisi masyarakat,bgmna menurut p.ustadz tentang hal ini...soalnya sekarang itu banyak yg bilang bid ah,syirik,musyrik dll.
Jawaban:
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته،
Islam tidak selalu bertentangan dengan tradisi. Di dalam sejarah penyebaran Islam di Arab pun, Islam bertemu dengan tradisi Arab yang juga sangat kuat dan kental.
Namun, sifat Islam adalah Islamisasi Arab, bukan Islam yang mengalami Arabisasi. Maka saat Islam bertemu dengan budaya Arab, juga budaya negeri lainnya selalu akan terjadi 3 (tiga) proses:
1⃣ Jika bersesuaian dengan ajaran Islam, dilanjutkan;
2⃣ Jika bertentangan dengan ajaran Islam, namun bisa diredefinisikan ulang dengan Islamic Worldview, dilanjutkan;
3⃣ Jika bertentangan dengan Islam dan tidak bisa diredefinisikan ulang, maka tidak dilanjutkan.
Dengan demikian, mengkaji sebuah tradisi, adat istiadat dan budaya membutuhkan kajian komprehensif dan bukan sekedar pendapat 1 atau 2 orang ustadz hari ini.
Bahkan ushul fiqh mengandung kaidah: al-'ādatu muhakkamah, adat itu dapat dijadikan referensi hukum. Hal ini mengapa kita dapati, budaya penduduk Madinah menjadi salah satu referensi Imam Malik dalam mengeluarkan produk Fiqh.
و الله اعلم،
Dr. Wido Supraha
https://telegram.me/supraha
Telegram
Wido Supraha
Bersama Meniti Jalan Menuju Jannah
📚 TANYA JAWAB
Jum'at, 11 Sya'bān 1439 H
🔘 Pertanyaan:
Seringkali jika sebuah perkara tidak ada dalam Al-Qur'an dan hadits dikatakan bid'ah... bagaimana pemahaman kita terhadap hal ini?
🔑 Jawaban:
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته،
Berislam hari ini tidak cukup hanya dengan Al-Qur'ān dan As-Sunnah, namun sebagai referensi primer para penuntut ilmu hendaknya menambahkan dengan Ijma' dan Qiyas. Nanti diperkaya dengan sumber referensi lain seperti istihsan, istishkah, saddu dzariah, mashalih mursalah, syar'u man qablana.
Terakhir, sesuatu boleh jadi realitasnya bid'ah, namun tidak serta merta apa yang tidak ada dalam Al-Qur'ān dan As-Sunnah maka terhukumi bid'ah secara syari'at. Hukum bid'ah memiliki konsekuensi berat bagi pelakunya, dan karenanya membutuhkan kajian komprehensif para ulama shalih.
و الله اعلم،
Wido Supraha
https://telegram.me/supraha
Jum'at, 11 Sya'bān 1439 H
🔘 Pertanyaan:
Seringkali jika sebuah perkara tidak ada dalam Al-Qur'an dan hadits dikatakan bid'ah... bagaimana pemahaman kita terhadap hal ini?
🔑 Jawaban:
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته،
Berislam hari ini tidak cukup hanya dengan Al-Qur'ān dan As-Sunnah, namun sebagai referensi primer para penuntut ilmu hendaknya menambahkan dengan Ijma' dan Qiyas. Nanti diperkaya dengan sumber referensi lain seperti istihsan, istishkah, saddu dzariah, mashalih mursalah, syar'u man qablana.
Terakhir, sesuatu boleh jadi realitasnya bid'ah, namun tidak serta merta apa yang tidak ada dalam Al-Qur'ān dan As-Sunnah maka terhukumi bid'ah secara syari'at. Hukum bid'ah memiliki konsekuensi berat bagi pelakunya, dan karenanya membutuhkan kajian komprehensif para ulama shalih.
و الله اعلم،
Wido Supraha
https://telegram.me/supraha
📚 TANYA JAWAB
Jum'at, 11 Sya'bān 1439 H
🔘 PERTANYAAN:
Assalamualaikum ustadz.. saya ada teman.. dia selalu bilang bahwa membangun kuburan itu bid'ah, tahlilan itu bid'ah.. nah.. kemudian saya cari tahu dan saya melihat ceramah ust abdul somad yg dikirim kk saya bahwa tahlilan itu boleh.. tp kata dr. Zakir naik itu bid'ah..
Nah saya kirim video (ust abdul somad) itu ke teman saya.. dan katanya.. jangan menambahkan sesuatu yg tidak dilakukan Rasulullah..
Benarkah seperti itu ustadz? Dan apa yg harus saya lakukan..
🔑 JAWABAN:
Membangun kuburan tetap memiliki dalil baik dari Al-Qur'an, As-Sunnah, maupun atsar para sahabat.
Dalil dari Al-Qur'an yang dimaksud dapat merujuk pada surat Al-Kahfi ayat ke-21, dimana orang-orang beriman pada saat itu membangun masjid di atas kuburan atau gua Ashhabul Kahfi.
Dalil dari As-Sunnah adalah apa yang dilakukan oleh Abu Jandal yang memakamkan Abu Bashir dan kemudian membangun masjid di atas makamnya.
Dalil dari Atsar para sahabat ketika sahabat mengusulkan agar jenazah Nabi dimakamkan di mimbarnya, dan mimbar tentu di masjid, dan tidak ada yang mengingkari hal ini dari kalangan para sahabat yang mulia.
Demikian pula persetujuan 7 ulama fikih Madinah atas usulah memasukkan kamar makam Nabi ke dalam bagian masjid di masa Umar bin Abdul Aziz.
Adapun terkait tahlilan, jika yang dimaksud adalah ta'ziyah maka hukumnya sunnah. Jika yang dimaksud membaca Al-Qur'an dan Dzikir maka itupun Sunnah. Jika yang dimaksud mendengarkan ceramah tentang kematian maka itupun masuk dalam Sunnatan Hasanatan. Tentunya dalam hal ini membutuhkan dalil yang kuat sampai menghukumi tahlilan sebagai bid'ah yang tercela.
Terkait tentang pernyataan dr. Zakir Naik bahwa itu bid'ah yang tercela, maka perlu dipahami bahwa setiap manusia memiliki kompetensi masing-masing, dan dr. Zakir sangat kompeten di bidang perbandingan kitab suci.
و الله اعلم،
Wido Supraha
https://t.me/supraha
Jum'at, 11 Sya'bān 1439 H
🔘 PERTANYAAN:
Assalamualaikum ustadz.. saya ada teman.. dia selalu bilang bahwa membangun kuburan itu bid'ah, tahlilan itu bid'ah.. nah.. kemudian saya cari tahu dan saya melihat ceramah ust abdul somad yg dikirim kk saya bahwa tahlilan itu boleh.. tp kata dr. Zakir naik itu bid'ah..
Nah saya kirim video (ust abdul somad) itu ke teman saya.. dan katanya.. jangan menambahkan sesuatu yg tidak dilakukan Rasulullah..
Benarkah seperti itu ustadz? Dan apa yg harus saya lakukan..
🔑 JAWABAN:
Membangun kuburan tetap memiliki dalil baik dari Al-Qur'an, As-Sunnah, maupun atsar para sahabat.
Dalil dari Al-Qur'an yang dimaksud dapat merujuk pada surat Al-Kahfi ayat ke-21, dimana orang-orang beriman pada saat itu membangun masjid di atas kuburan atau gua Ashhabul Kahfi.
Dalil dari As-Sunnah adalah apa yang dilakukan oleh Abu Jandal yang memakamkan Abu Bashir dan kemudian membangun masjid di atas makamnya.
Dalil dari Atsar para sahabat ketika sahabat mengusulkan agar jenazah Nabi dimakamkan di mimbarnya, dan mimbar tentu di masjid, dan tidak ada yang mengingkari hal ini dari kalangan para sahabat yang mulia.
Demikian pula persetujuan 7 ulama fikih Madinah atas usulah memasukkan kamar makam Nabi ke dalam bagian masjid di masa Umar bin Abdul Aziz.
Adapun terkait tahlilan, jika yang dimaksud adalah ta'ziyah maka hukumnya sunnah. Jika yang dimaksud membaca Al-Qur'an dan Dzikir maka itupun Sunnah. Jika yang dimaksud mendengarkan ceramah tentang kematian maka itupun masuk dalam Sunnatan Hasanatan. Tentunya dalam hal ini membutuhkan dalil yang kuat sampai menghukumi tahlilan sebagai bid'ah yang tercela.
Terkait tentang pernyataan dr. Zakir Naik bahwa itu bid'ah yang tercela, maka perlu dipahami bahwa setiap manusia memiliki kompetensi masing-masing, dan dr. Zakir sangat kompeten di bidang perbandingan kitab suci.
و الله اعلم،
Wido Supraha
https://t.me/supraha
📚 *Kepemimpinan dalam Islam*
Disusun oleh: Dr. Wido Supraha
📌 Imamah dari kata kerja أم, mendahului. Terma الإمام bermakna sosok yang diikuti, dicontoh, dijadikan referensi, jalan yang lapang. Jamaknya الأئمة
📌 Imamah itu menggantikan tugas kenabian (Mawardi), kepemimpinan umum (Al-Juwaini), dan wakil Rasul menegakkan agama (an-Nafasi). Boleh disebut _khalīfah_, _imām_, dan _amīr al-mukminīn_ (an-Nawawi)
📌 Terma _al-imām_ dalam Al-Qur'an ada dalam Q.S. 2:124, 25:74, dan bentuk jama' dalam Q.S. 21:73, 28:5. Terma _al-imām_ dengan nisbah keburukan ada pada Q.S. 9:12, 28:41
📌 Terma _al-imām_ dalam As-Sunnah di antaranya _al-imām al-a'zham_. Terma ini untuk membedakan dengan imam shalat
📌 Imamah wajib untuk menegakkan syi'ar Islam dan memberikan keadilan sebagaimana Q.S. 4:59; As-Sunnah Qauliyah seperti: hadits tentang baiat dari Ibn 'Umar, hadits tentang safar dari al-Khudri, hadits tentang terburainya Islam perlahan-lahan dari al-Bahili, juga hadits perselisihan dari ibn Sariyah; As-Sunnah Fi'liyah dari aktivitas Nabi membangun pemerintahan dan politik Islam pertama di Madinah; Ijma'; Kaidah Ushul Fiqh; Mencegah kekacauan; dan tuntutan fitrah dan tradisi
📌 Tujuan Imamah untuk _Iqāmah ad-Dīn_ dan menata dunia dengan Ad-Dīn
📌 Imāmah al-'Uzhma telah berhasil menyatukan sejak zaman Nabi Muhammad ﷺ, dilanjutkan Khulafā ar-Rāsyidūn, Umawiyah, Abbasiyah di Mesir. Ketika Tartar menyerang, kembali berdiri tiga kekuatan: Abbasiyah di Timur berpusat di Baghdad, Ubaidiyah di Mesir berpusat di Kairo, Umawiyah di Barat berpusat di Cordova, berlanjut era Daulah Mamalik, hingga nanti Khalifah Abbasiyah terakhir mundur di Kairo dan menyerahkan khilafah kepada Sultan Utsmaniyah, Sultan Salim I, hingga 1924 H
Sumber: Kitab Imāmah al-'Uzhma
t.me/supraha
Disusun oleh: Dr. Wido Supraha
📌 Imamah dari kata kerja أم, mendahului. Terma الإمام bermakna sosok yang diikuti, dicontoh, dijadikan referensi, jalan yang lapang. Jamaknya الأئمة
📌 Imamah itu menggantikan tugas kenabian (Mawardi), kepemimpinan umum (Al-Juwaini), dan wakil Rasul menegakkan agama (an-Nafasi). Boleh disebut _khalīfah_, _imām_, dan _amīr al-mukminīn_ (an-Nawawi)
📌 Terma _al-imām_ dalam Al-Qur'an ada dalam Q.S. 2:124, 25:74, dan bentuk jama' dalam Q.S. 21:73, 28:5. Terma _al-imām_ dengan nisbah keburukan ada pada Q.S. 9:12, 28:41
📌 Terma _al-imām_ dalam As-Sunnah di antaranya _al-imām al-a'zham_. Terma ini untuk membedakan dengan imam shalat
📌 Imamah wajib untuk menegakkan syi'ar Islam dan memberikan keadilan sebagaimana Q.S. 4:59; As-Sunnah Qauliyah seperti: hadits tentang baiat dari Ibn 'Umar, hadits tentang safar dari al-Khudri, hadits tentang terburainya Islam perlahan-lahan dari al-Bahili, juga hadits perselisihan dari ibn Sariyah; As-Sunnah Fi'liyah dari aktivitas Nabi membangun pemerintahan dan politik Islam pertama di Madinah; Ijma'; Kaidah Ushul Fiqh; Mencegah kekacauan; dan tuntutan fitrah dan tradisi
📌 Tujuan Imamah untuk _Iqāmah ad-Dīn_ dan menata dunia dengan Ad-Dīn
📌 Imāmah al-'Uzhma telah berhasil menyatukan sejak zaman Nabi Muhammad ﷺ, dilanjutkan Khulafā ar-Rāsyidūn, Umawiyah, Abbasiyah di Mesir. Ketika Tartar menyerang, kembali berdiri tiga kekuatan: Abbasiyah di Timur berpusat di Baghdad, Ubaidiyah di Mesir berpusat di Kairo, Umawiyah di Barat berpusat di Cordova, berlanjut era Daulah Mamalik, hingga nanti Khalifah Abbasiyah terakhir mundur di Kairo dan menyerahkan khilafah kepada Sultan Utsmaniyah, Sultan Salim I, hingga 1924 H
Sumber: Kitab Imāmah al-'Uzhma
t.me/supraha
Telegram
Wido Supraha
Bersama Meniti Jalan Menuju Jannah
📆 Sabtu , 12 Sya'ban 1439H / 28 April 2018
📚 *TADABBUR AL QUR'AN*
📝 Pemateri: Dr. Wido Supraha
📋 *DO’A-DO’A DALAM AL-QUR’ĀN*
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🌹
✅ _Serial tulisan ini sesuai tema, mentadabburi do’a-do’a yang ada di dalam Al-Qur’an. Tema ini penting karena teks do’a dalam Al-Qur’an menjadi lebih prioritas untuk kita hayati, pahami dan amalkan, hingga hadir inspirasi dan keberkahan darinya. Semoga bermanfaat._
1⃣ *DO’A IFTITAH DALAM SHALAT*
Allah ﷻ berfirman dalam Surat Al-An’ām [6] ayat 71:
إِنِّي وَجَّهۡتُ وَجۡهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ حَنِيفٗاۖ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ
_Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan._
📌 Kalimat dalam ayat-Nya ini diucapkan oleh Nabi Ibrahim a.s. setelah proses pengembaraan akalnya mencari kebenaran yang menentramkan jiwanya tentang siapa dan bagaimana Tuhan yang pantas disembah, apakah bintang, bulan, matahari ataukah yang menciptakan semua itu, termasuk langit dan bumi.
📌 Kalimat dalam ayat-Nya ini diucapkan oleh Nabi Ibrahim a.s. untuk menegaskan dan melugaskan keyakinan dalam hatinya akan kebenaran yang sesungguhnya, karena Iman tidak sekedar pembenaran dalam hati _(at-tashdiq)_, namun juga harus dilafazhkan dalam perkataan _(al-qaul)_, dan dibuktikan dengan amal. Dalam hal ini, Nabi Ibrahim a.s. membuktikan keyakinannya dengan mengumumkan kepada publik bahwa beliau berlepas diri dari kemusyrikan yang ada di sekitarnya:
يَٰقَوۡمِ إِنِّي بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُشۡرِكُونَ
_“Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.”_
💡 Di atas pemahaman utuh akan ayat yang mulia ini, Rasulullah ﷺ mengajarkan Sunnahnya kepada kita untuk membacanya sebelum Al-Fātihah di dalam shalat-shalat kita. Marilah do'a ini selalu dibaca dengan penuh penghayatan, tidak terburu-buru tanpa makna, agar iman semakin kokoh bersama kesyahduan dan kemuliaan Shalat.
*CATATAN:*
Terdapat 12 redaksi do’a Iftitah sebelum Al-Fātihah yang berbeda dari Rasulullah ﷺ. Adalah hal yang disukai untuk membacanya bergantian dalam setiap shalat kita, dan maknai pula seluruh teks yang dibaca, karena Iftitah adalah awal untuk menyelami kondisi khusyu’ di dalam Shalat, setelah _takbiratul ihram._
*Bersambung ...*
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
Sebarkan! Raih Pahala
🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃
Dipersembahkan oleh: manis.id
📱 Info & pendaftaran member: bit.ly/mediamanis
💰Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
a.n Yayasan MANIS,
No Rek BSM 7113816637
Info lebih lanjut: bit.ly/donasidakwahmanis
📚 *TADABBUR AL QUR'AN*
📝 Pemateri: Dr. Wido Supraha
📋 *DO’A-DO’A DALAM AL-QUR’ĀN*
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🌹
✅ _Serial tulisan ini sesuai tema, mentadabburi do’a-do’a yang ada di dalam Al-Qur’an. Tema ini penting karena teks do’a dalam Al-Qur’an menjadi lebih prioritas untuk kita hayati, pahami dan amalkan, hingga hadir inspirasi dan keberkahan darinya. Semoga bermanfaat._
1⃣ *DO’A IFTITAH DALAM SHALAT*
Allah ﷻ berfirman dalam Surat Al-An’ām [6] ayat 71:
إِنِّي وَجَّهۡتُ وَجۡهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ حَنِيفٗاۖ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ
_Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan._
📌 Kalimat dalam ayat-Nya ini diucapkan oleh Nabi Ibrahim a.s. setelah proses pengembaraan akalnya mencari kebenaran yang menentramkan jiwanya tentang siapa dan bagaimana Tuhan yang pantas disembah, apakah bintang, bulan, matahari ataukah yang menciptakan semua itu, termasuk langit dan bumi.
📌 Kalimat dalam ayat-Nya ini diucapkan oleh Nabi Ibrahim a.s. untuk menegaskan dan melugaskan keyakinan dalam hatinya akan kebenaran yang sesungguhnya, karena Iman tidak sekedar pembenaran dalam hati _(at-tashdiq)_, namun juga harus dilafazhkan dalam perkataan _(al-qaul)_, dan dibuktikan dengan amal. Dalam hal ini, Nabi Ibrahim a.s. membuktikan keyakinannya dengan mengumumkan kepada publik bahwa beliau berlepas diri dari kemusyrikan yang ada di sekitarnya:
يَٰقَوۡمِ إِنِّي بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُشۡرِكُونَ
_“Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.”_
💡 Di atas pemahaman utuh akan ayat yang mulia ini, Rasulullah ﷺ mengajarkan Sunnahnya kepada kita untuk membacanya sebelum Al-Fātihah di dalam shalat-shalat kita. Marilah do'a ini selalu dibaca dengan penuh penghayatan, tidak terburu-buru tanpa makna, agar iman semakin kokoh bersama kesyahduan dan kemuliaan Shalat.
*CATATAN:*
Terdapat 12 redaksi do’a Iftitah sebelum Al-Fātihah yang berbeda dari Rasulullah ﷺ. Adalah hal yang disukai untuk membacanya bergantian dalam setiap shalat kita, dan maknai pula seluruh teks yang dibaca, karena Iftitah adalah awal untuk menyelami kondisi khusyu’ di dalam Shalat, setelah _takbiratul ihram._
*Bersambung ...*
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
Sebarkan! Raih Pahala
🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃
Dipersembahkan oleh: manis.id
📱 Info & pendaftaran member: bit.ly/mediamanis
💰Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
a.n Yayasan MANIS,
No Rek BSM 7113816637
Info lebih lanjut: bit.ly/donasidakwahmanis
#KajianIslamviaLINE
Saya mulai Room Islamic Worldview - Room Diskusi Pandangan Hidup Islam berbasiskan Al-Qur'ān dan As-Sunnah dengan Manhaj Salaf Metode Wasathiyah.
Grup ini dibawah supervisi saya langsung untuk tema kuliah ini.
Seluruh peserta dapat menyampaikan pertanyaan, gagasan, dan sharing metode guna memperkokoh pandangan hidup Islam seorang Muslim, namun dilarang sharing artikel dari luar, jual-beli, yang nanti akan dibuat grup terpisah untuk kepentingan tersebut.
Room ini bersifat publik, namun Ikhwan (Pria) dan Akhwat (Wanita) dipisahkan grupnya.
Link Ikhwan:
https://line.me/ti/g2/PvdgSsOuDMVP-zmvMbAYmACyp649HNdOu_sFzba3-BSi14S4RLjZ7DF8NdW1moNz
Link Akhwat:
https://line.me/ti/g2/i_4_kF_16-C7x4ntKiBgJ0nSNVhp1MO7qRbM82KMEhCOAk-G_gwdIu6LISE6tLln
Wassalam,
Dr. Wido Supraha
Komisi Ukhuwah MUI Pusat | Dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor | Dosen Sekolah Pemikiran Islam Indonesia Tanpa JIL
t.me/supraha
twitter.com/supraha
instagram.com/supraha
youtube.com/supraha
Saya mulai Room Islamic Worldview - Room Diskusi Pandangan Hidup Islam berbasiskan Al-Qur'ān dan As-Sunnah dengan Manhaj Salaf Metode Wasathiyah.
Grup ini dibawah supervisi saya langsung untuk tema kuliah ini.
Seluruh peserta dapat menyampaikan pertanyaan, gagasan, dan sharing metode guna memperkokoh pandangan hidup Islam seorang Muslim, namun dilarang sharing artikel dari luar, jual-beli, yang nanti akan dibuat grup terpisah untuk kepentingan tersebut.
Room ini bersifat publik, namun Ikhwan (Pria) dan Akhwat (Wanita) dipisahkan grupnya.
Link Ikhwan:
https://line.me/ti/g2/PvdgSsOuDMVP-zmvMbAYmACyp649HNdOu_sFzba3-BSi14S4RLjZ7DF8NdW1moNz
Link Akhwat:
https://line.me/ti/g2/i_4_kF_16-C7x4ntKiBgJ0nSNVhp1MO7qRbM82KMEhCOAk-G_gwdIu6LISE6tLln
Wassalam,
Dr. Wido Supraha
Komisi Ukhuwah MUI Pusat | Dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor | Dosen Sekolah Pemikiran Islam Indonesia Tanpa JIL
t.me/supraha
twitter.com/supraha
instagram.com/supraha
youtube.com/supraha
line.me
Islamic Worldview
Pandangan Hidup Islam berbasiskan Al-Qur'ān dan As-Sunnah dengan Manhaj Salaf Metode Wasathiyah
Nasihat guru kami, pagi ini, Syaikh Musyaffa Ahmad Rahim:
Prof. DR. Khalid bin Mansor Alderes: "diam itu hikmah, kecuali dalam jalinan hubungan suami istri, sebab obrolan antara suami istri = hidupnya jalinan hubungan cinta mereka, sedangkan diamnya = kematiannya. Jadi ngobrol lah kalian, agar mata air cinta kalian tidak mengering".
Prof. DR. Khalid bin Mansor Alderes: "diam itu hikmah, kecuali dalam jalinan hubungan suami istri, sebab obrolan antara suami istri = hidupnya jalinan hubungan cinta mereka, sedangkan diamnya = kematiannya. Jadi ngobrol lah kalian, agar mata air cinta kalian tidak mengering".