قال أبو بكر الوراق البلخي رحمه الله:
شهر رجب شهر الزرع، وشعبان شهر السقي للزرع، ورمضان شهر حصاد الزرع
"Bulan Rajab adalah bulan untuk menanam, bulan Sya'ban adalah bulan menyirami tanaman tersebut, dan bulan Ramadhan adalah bulan panen tanaman tersebut ". (Abu Bakar al-Balkhi)
https://twitter.com/supraha/status/977201572345081858?s=19
شهر رجب شهر الزرع، وشعبان شهر السقي للزرع، ورمضان شهر حصاد الزرع
"Bulan Rajab adalah bulan untuk menanam, bulan Sya'ban adalah bulan menyirami tanaman tersebut, dan bulan Ramadhan adalah bulan panen tanaman tersebut ". (Abu Bakar al-Balkhi)
https://twitter.com/supraha/status/977201572345081858?s=19
"شهر رجب مفتاح أشهر الخير والبركة"
“Bulan Rajab adalah kunci bulan-bulan kebaikan dan keberkahan." (Zainuddin Abu al-Faraj Abdurrahman ad-Dimasqy/795 H)
https://twitter.com/supraha/status/977200097397170176?s=19
“Bulan Rajab adalah kunci bulan-bulan kebaikan dan keberkahan." (Zainuddin Abu al-Faraj Abdurrahman ad-Dimasqy/795 H)
https://twitter.com/supraha/status/977200097397170176?s=19
Bagi yang ingin mengkaji novel fiksi 'Ghost Fleet' dan mengapa militer dunia banyak membahasnya, berikut saya siapkan link unduhnya. Hanya sampai 3 (tiga) hari ke depan ya, setelah itu file akan saya hapus. Linknya dapat dilihat di:
https://twitter.com/supraha
@supraha
https://twitter.com/supraha
@supraha
*#IslamIsBeautiful*
📚 *Hidayah adalah Milik Allah, Tugas Kita hanya Da'wah* 📚
Allāh ﷻ berfirman dalam Surat At-Taubah [9] ayat 113:
*مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَىٰ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ*
_Tidak pantas bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memohonkan ampunan (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, sekalipun orang-orang itu kaum kerabat(nya), setelah jelas bagi mereka, bahwa orang-orang musyrik itu penghuni neraka Jahanam._
📌 Hingga menjelang wafatnya Abu Thālib, Nabi Muhammad ﷺ terus menda'wahkan Islam ini dengan penuh cinta:
أيْ عَمّ، قُلْ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ. كَلِمَةٌ أُحَاجُّ لَكَ بِهَا عِنْدَ اللَّهِ، عَزَّ وَجَلَّ
_Hai paman, ucapkanlah, *"Tidak ada Tuhan selain Allah!"* sebagai suatu kalimat yang kelak aku akan membelamu dengannya di hadapan Allah ﷻ._
Demikian pula kaum kuffār, diwakili Abu Jahl dan Abdullāh bin Abi Umayyah pun terus istiqomah menda'wahkan keyakinan mereka:
يَا أَبَا طَالِبٍ، أَتَرْغَبُ عَنْ ملَّة عَبْدِ الْمُطَّلِبِ؟
_Hai Abu Thālib apakah engkau tidak suka dengan agama Abdul Mutthalib?_
Ternyata keputusan Abu Thālib terlihat pada kalimatnya menjelang kematiannya:
عَلَى مِلَّةِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ
_Saya berada pada agama Abdul Muttalib_
Dengan sifat kasihnya Nabi Muhammad ﷺ, beliau mendo'akan ampunan untuk pamannya tercinta tersebut. Beliau ﷺ mengatakan:
لَأَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ مَا لَمْ أُنْهَ عَنْكَ
_Sungguh aku benar-benar akan memohonkan ampun buatmu selagi aku tidak dilarang untuk mendoakanmu._
Inilah _asbābun nuzūl_ dari turunnya ayat di atas, sebagaimana riwayat dari Al-Bukhari dan Muslim. Bahkan turun pula terkait peristiwa ini, Surat Al-Qashash [28] ayat 56:
إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
_Sungguh, engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk._
📌 Pelajaran utama dari ayat ini adalah nasihat agar umat ini bersama-sama menghidupkan da'wah, tidak bersedih dengan hasil yang tidak sesuai harapan, karena tugas manusia hanya da'wah, bukan memastikan manusia kembali ke jalan Islam.
📌 Adapun terkait dengan bagaimana Abu Thālib kelak di Yaumil Hisāb, maka kita kembalikan kepada Allāh saja. Diskursus terjadi di kalangan ulama terkait hal ini. Namun yang jelas, jasanya sangat besar bagi agama ini hingga menjelang wafatnya.
💫 Jika kaum kuffār begitu istiqomah dalam da'wahnya, sungguh kita lebih wajib untuk istiqomah di jalan da'wah. _Yassirlanā._
🍵 Silahkan disebarkan, semoga sahabat mendapatkan bagian dari pahala jariyah yang tak pernah putus. _Bārakallāh fīkum_. 🍵
✒ Ditulis oleh Dr. Wido Supraha (Komisi Ukhuwah MUI Pusat | Dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor | Departemen Dakwah PUI Pusat)
Channel: t.me/supraha
Tweet: twitter.com/supraha
_Ikuti kajian Sirah Nabawiyah setiap hari Senin, ba'da Zhuhr, pekan ke-4, di Masjid Ar-Rayyān, Kementerian BUMN, Jakarta_
🌹
📚 *Hidayah adalah Milik Allah, Tugas Kita hanya Da'wah* 📚
Allāh ﷻ berfirman dalam Surat At-Taubah [9] ayat 113:
*مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَىٰ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ*
_Tidak pantas bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memohonkan ampunan (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, sekalipun orang-orang itu kaum kerabat(nya), setelah jelas bagi mereka, bahwa orang-orang musyrik itu penghuni neraka Jahanam._
📌 Hingga menjelang wafatnya Abu Thālib, Nabi Muhammad ﷺ terus menda'wahkan Islam ini dengan penuh cinta:
أيْ عَمّ، قُلْ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ. كَلِمَةٌ أُحَاجُّ لَكَ بِهَا عِنْدَ اللَّهِ، عَزَّ وَجَلَّ
_Hai paman, ucapkanlah, *"Tidak ada Tuhan selain Allah!"* sebagai suatu kalimat yang kelak aku akan membelamu dengannya di hadapan Allah ﷻ._
Demikian pula kaum kuffār, diwakili Abu Jahl dan Abdullāh bin Abi Umayyah pun terus istiqomah menda'wahkan keyakinan mereka:
يَا أَبَا طَالِبٍ، أَتَرْغَبُ عَنْ ملَّة عَبْدِ الْمُطَّلِبِ؟
_Hai Abu Thālib apakah engkau tidak suka dengan agama Abdul Mutthalib?_
Ternyata keputusan Abu Thālib terlihat pada kalimatnya menjelang kematiannya:
عَلَى مِلَّةِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ
_Saya berada pada agama Abdul Muttalib_
Dengan sifat kasihnya Nabi Muhammad ﷺ, beliau mendo'akan ampunan untuk pamannya tercinta tersebut. Beliau ﷺ mengatakan:
لَأَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ مَا لَمْ أُنْهَ عَنْكَ
_Sungguh aku benar-benar akan memohonkan ampun buatmu selagi aku tidak dilarang untuk mendoakanmu._
Inilah _asbābun nuzūl_ dari turunnya ayat di atas, sebagaimana riwayat dari Al-Bukhari dan Muslim. Bahkan turun pula terkait peristiwa ini, Surat Al-Qashash [28] ayat 56:
إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
_Sungguh, engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk._
📌 Pelajaran utama dari ayat ini adalah nasihat agar umat ini bersama-sama menghidupkan da'wah, tidak bersedih dengan hasil yang tidak sesuai harapan, karena tugas manusia hanya da'wah, bukan memastikan manusia kembali ke jalan Islam.
📌 Adapun terkait dengan bagaimana Abu Thālib kelak di Yaumil Hisāb, maka kita kembalikan kepada Allāh saja. Diskursus terjadi di kalangan ulama terkait hal ini. Namun yang jelas, jasanya sangat besar bagi agama ini hingga menjelang wafatnya.
💫 Jika kaum kuffār begitu istiqomah dalam da'wahnya, sungguh kita lebih wajib untuk istiqomah di jalan da'wah. _Yassirlanā._
🍵 Silahkan disebarkan, semoga sahabat mendapatkan bagian dari pahala jariyah yang tak pernah putus. _Bārakallāh fīkum_. 🍵
✒ Ditulis oleh Dr. Wido Supraha (Komisi Ukhuwah MUI Pusat | Dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor | Departemen Dakwah PUI Pusat)
Channel: t.me/supraha
Tweet: twitter.com/supraha
_Ikuti kajian Sirah Nabawiyah setiap hari Senin, ba'da Zhuhr, pekan ke-4, di Masjid Ar-Rayyān, Kementerian BUMN, Jakarta_
🌹
Audio
Kuliah Sirah Nabawiyah di Kementerian BUMN dengan tema: 'Ām al-Huzni.
Wido Supraha - Anak-anak Sentuhan Rasulullah ﷺ Bagian 01.pdf
2.8 MB
Slide Materi "Anak-anak Sentuhan Rasūlullāh ﷺ Bagian 01".
MARI PERBANYAK DZIKIR MENJELANG SHALAT SUBUH
Telah menceritakan kepada kami Yusuf bin Isa Al Marwazi berkata; telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Idris berkata; Aku mendengar Malik bin Anas dari Abu An Nadlr dari Abu Salamah dari 'Aisyah ia berkata; "Setelah Nabi shallvallahu 'alaihi wasallam selesai shalat dua rakaat sebelum subuh, beliau berbicara denganku jika ada keperluan dan jika tidak maka beliau ke masjid untuk shalat subuh." Abu Isa berkata; "Hadits ini derajatnya hasan shahih. Sebagian ahli ilmu dari kalangan sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan selainnya memakruhkan berbicara setelah terbitnya fajar hingga melaksanakan shalat subuh, kecuali dzikir kepada Allah atau hal-hal yang tidak bisa ditunda. Ini adalah pendapat yang diambil oleh Ahmad dan Ishaq."
HR. Tirmidzi No. 383
Kitab: Shalat
Bab: Doa setelah dua rakaat fajar
#supraha #AdabInsanMulia
Telah menceritakan kepada kami Yusuf bin Isa Al Marwazi berkata; telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Idris berkata; Aku mendengar Malik bin Anas dari Abu An Nadlr dari Abu Salamah dari 'Aisyah ia berkata; "Setelah Nabi shallvallahu 'alaihi wasallam selesai shalat dua rakaat sebelum subuh, beliau berbicara denganku jika ada keperluan dan jika tidak maka beliau ke masjid untuk shalat subuh." Abu Isa berkata; "Hadits ini derajatnya hasan shahih. Sebagian ahli ilmu dari kalangan sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan selainnya memakruhkan berbicara setelah terbitnya fajar hingga melaksanakan shalat subuh, kecuali dzikir kepada Allah atau hal-hal yang tidak bisa ditunda. Ini adalah pendapat yang diambil oleh Ahmad dan Ishaq."
HR. Tirmidzi No. 383
Kitab: Shalat
Bab: Doa setelah dua rakaat fajar
#supraha #AdabInsanMulia
BALADA SALAH SATU KETURUNAN SOEKARNO YANG TIDAK MENGETAHUI SYARIAT AGAMANYA
Kesedihan yang mendalam jika usia kita melewati 40 tahun, namun kita semakin awam atas syariat agama kita.
Kesedihan yang mendalam jika kita lahir sebagai Muslim, namun kita semakin bodoh atas keindahan syariat yang dengannya kita akan dibungkus, dikubur dan dihisab.
Kesedihan yang mendalam jika kita anak tokoh pendiri bangsa, namun kita asing dengan syariat yang telah menjadi ruh para tokoh bangsa membebaskan negeri ini.
Kesedihang yang mendalam jika kita dikaruniai rizki yang besar di dunia, namun tidak digunakan untuk menikmati suara adzan, menggerakan jasad ke masjid, dan justeru berdo'a dan berharap surgawi gemulai tari senandung kidung.
Depok, 17 Rajab 1439 H
@supraha
https://twitter.com/supraha
----------------------
Ibu Indonesia
Aku tak tahu Syariat Islam
Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah
Lebih cantik dari cadar dirimu
Gerai tekukan rambutnya suci
Sesuci kain pembungkus ujudmu
Rasa ciptanya sangatlah beraneka
Menyatu dengan kodrat alam sekitar
Jari jemarinya berbau getah hutan
Peluh tersentuh angin laut
Lihatlah ibu Indonesia
Saat penglihatanmu semakin asing
Supaya kau dapat mengingat
Kecantikan asli dari bangsamu
Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif
Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia
Aku tak tahu syariat Islam
Yang kutahu suara kidung Ibu *Indonesia, sangatlah elok
Lebih merdu dari alunan azan mu
Gemulai gerak tarinya adalah ibadah
Semurni irama puja kepada Illahi
Nafas doanya berpadu cipta
Helai demi helai benang tertenun
Lelehan demi lelehan damar mengalun
Canting menggores ayat ayat alam surgawi
https://m.detik.com/news/berita/3948690/bandingkan-azan-dengan-kidung-ibu-indonesia-puisi-sukmawati-disoal
Kesedihan yang mendalam jika usia kita melewati 40 tahun, namun kita semakin awam atas syariat agama kita.
Kesedihan yang mendalam jika kita lahir sebagai Muslim, namun kita semakin bodoh atas keindahan syariat yang dengannya kita akan dibungkus, dikubur dan dihisab.
Kesedihan yang mendalam jika kita anak tokoh pendiri bangsa, namun kita asing dengan syariat yang telah menjadi ruh para tokoh bangsa membebaskan negeri ini.
Kesedihang yang mendalam jika kita dikaruniai rizki yang besar di dunia, namun tidak digunakan untuk menikmati suara adzan, menggerakan jasad ke masjid, dan justeru berdo'a dan berharap surgawi gemulai tari senandung kidung.
Depok, 17 Rajab 1439 H
@supraha
https://twitter.com/supraha
----------------------
Ibu Indonesia
Aku tak tahu Syariat Islam
Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah
Lebih cantik dari cadar dirimu
Gerai tekukan rambutnya suci
Sesuci kain pembungkus ujudmu
Rasa ciptanya sangatlah beraneka
Menyatu dengan kodrat alam sekitar
Jari jemarinya berbau getah hutan
Peluh tersentuh angin laut
Lihatlah ibu Indonesia
Saat penglihatanmu semakin asing
Supaya kau dapat mengingat
Kecantikan asli dari bangsamu
Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif
Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia
Aku tak tahu syariat Islam
Yang kutahu suara kidung Ibu *Indonesia, sangatlah elok
Lebih merdu dari alunan azan mu
Gemulai gerak tarinya adalah ibadah
Semurni irama puja kepada Illahi
Nafas doanya berpadu cipta
Helai demi helai benang tertenun
Lelehan demi lelehan damar mengalun
Canting menggores ayat ayat alam surgawi
https://m.detik.com/news/berita/3948690/bandingkan-azan-dengan-kidung-ibu-indonesia-puisi-sukmawati-disoal
AYAH BUNDA, JADIKAN ANAK KITA MENCINTAI SYARIAT ISLAM
Kita sering bangga jika nilai pelajaran agama anak kita 9, tapi apakah aqidah, ibadah dan akhlaknya di kehidupan sehari-hari juga bernilai 9?
Kita sangat bahagia bahkan meneteskan air mata jika anak kita sukses meraih capaian-capaian dunia, tapi apakah kita juga meneteskan air mata bahagia jika anak kita sukses meraih capaian-capaian kehidupan sesudah dunia?
Kita selalu menyiapkan dana besar untuk pendidikan dan keterampilan duniawi anak kita, namun sudahkah kita menyiapkan dana besar untuk pendidikan akhirat mereka?
Kita tanpa sadar memprogramkan pelajaran syariat selain Islam kepada ananda tercinta, entah syariat sekular, syariat kapitalis, syariat atheis, syariat apatis, syariat pragmatis, tapi kita lupa potensi kesombongan manusia, sehingga ia pun asing, tidak mencintai bahkan memusuhi syari'at Islam.
Ayah Bunda, jadikan anak kita mencintai Syariat Islam, karena itu wasiat Ayahanda Ibrahim dan Ya'qub, dan itulah pelajaran inti Ayah dan Bunda kepada ananda di dunia.
Catatan Ayah di Depok, 17 Rajab 1439 H
Wido Supraha
https://instagram.com/supraha
Kita sering bangga jika nilai pelajaran agama anak kita 9, tapi apakah aqidah, ibadah dan akhlaknya di kehidupan sehari-hari juga bernilai 9?
Kita sangat bahagia bahkan meneteskan air mata jika anak kita sukses meraih capaian-capaian dunia, tapi apakah kita juga meneteskan air mata bahagia jika anak kita sukses meraih capaian-capaian kehidupan sesudah dunia?
Kita selalu menyiapkan dana besar untuk pendidikan dan keterampilan duniawi anak kita, namun sudahkah kita menyiapkan dana besar untuk pendidikan akhirat mereka?
Kita tanpa sadar memprogramkan pelajaran syariat selain Islam kepada ananda tercinta, entah syariat sekular, syariat kapitalis, syariat atheis, syariat apatis, syariat pragmatis, tapi kita lupa potensi kesombongan manusia, sehingga ia pun asing, tidak mencintai bahkan memusuhi syari'at Islam.
Ayah Bunda, jadikan anak kita mencintai Syariat Islam, karena itu wasiat Ayahanda Ibrahim dan Ya'qub, dan itulah pelajaran inti Ayah dan Bunda kepada ananda di dunia.
Catatan Ayah di Depok, 17 Rajab 1439 H
Wido Supraha
https://instagram.com/supraha