Wido Supraha
4.02K subscribers
1.08K photos
159 videos
375 files
1.57K links
Bersama Meniti Jalan Menuju Jannah
Download Telegram
Selanjutnya jika ada di antara sahabat yang hendak memberikan masukannya dapat mengirimkan message via WA/Telegram ke +628158912522.
Di Al Hikam saat ini diselenggarakan kajian kitab Aqidah paling awal dari Madzhab Abu Hanifah. Yang hadir mendapatkan matan gratis.

Kitab Al-Fiqh Al-Akbar adalah kitab Aqidah fenomenal, ditulis oleh Al-Imām Abu Hanīfah r.a. (80-150 H), menjadi kitab Aqidah tertua yang pernah ditulis dalam sejarah peradaban Islam. Kitab ini ditulis tentunya dikarenakan di masa tabi’in mulai muncul penyimpangan Aqidah khususnya dari kelompok-kelompok sempalan Khawarij, Qadariyah dan Murjiah. Al-Imam Abu Hanifah hadir di garda terdepan untuk membela Aqidah Ahlus Sunnah wa al-Jāma’ah dari berbagai syubhat.
Menurut Syaikh Al Husaini saat mengawali pembacaan kitab Al Fiqh Al Akbar dengan menjelaskan prinsip-prinsip mendasar akan aqidah Ahlus Sunnah wa al-Jāma’ah. Menurutnya, periode paling mu’tamad ada pada 3 abad pertama (periode Sahābat, Tābi’in dan Atba’ut Tābi’īn). Kata ‘qarn’ menurut Ibn Asakir bermakna 100 tahun (1 abad). Syaikh juga menerangkan tentang hadits perpecahan 73 golongan dari umat Islam, dimana kalaupun 72 golongan yang masuk ke nerakanya Allah Swt itu berhimpun, totalnya masih sangat kecil dibandingkan golongan yang ke-73. Golongan ke-73 inilah golongan yang selamat, firqah an-nājiyah, yang jumlahnya sangat besar, as-sawādul a’zham, dan di dalamnya Nabi Muhammad ﷺ dan para sahabat berada. Al-Imam Ibn Hajar al-Atsqalāni menerangkan tentang hal ini juga dalam Kitabnya Al-Kāfi Asy-Syāfi fi Takhrij Ahādits al-Kasyyāf.
Beliau pun melanjutkan penjelasannya bahwa pemikiran mu’tazilah mulai tersebar luas awal tahun 260 H, dan di awal abad ke 4 H, umat ini dihadirkan dua tokoh pembela Ahlus Sunnah yakni Imam Al-Asy’ari dan Imam Maturidi. Kedua ulama ini tidak membuat konsep Aqidah baru, namun keduanya memformulasikan dari ajaran Nabi ﷺ dengan sanad yang shahih kepada para sahabat. Mereka menuliskan dalil-dalil aqli dan naqli dan sekaligus bantahan terhadap kelompok-kelompok di luar Ahlus Sunnah. Inilah mengapa terma Ahlus Sunnah dinisbatkan kepada kedua ulama ini, sehingga Imam as-Sayyid al-Murtadha al-Husaini az-Zabidi al-Hanafi dalam Ithaf Sadat al-Muttaqin bi Syarhi Asrar Ihya’ Ulumuddin menggelari keduanya sebagai Khatim al-Lughawiyyin. Sejak saat itulah muai banyak buku yang ditulis tentang tema-tema Aqidah, dan umumnya para penulisnya adalah seorang pendukung Asy’ari dan Maturidi.
Alhamdulillah, kembali Grha Muallaf menerima kembalinya seorang wanita ke jalan Islam.

Bantuan pembinaan dan santunan untuk yg baru kembali dan mengawal terus keimanan mereka yg sudah kembali agar tetap istiqomah melalui berbagai aktivitas santunan dan kajian dapat disampaikan melalui rekening WIDO SUPRAHA BSM 0030057185 (Nama, Donatur, dan nilai agar disampaikan secara detail)

Pelaporan jg akan disampaikan kepada para donatur. Pagi Yang Cerah, Selamat Beraktivitas.
#SaveGhazza
Semangat Belajar bangsa ini begitu tinggi meski Zionis memborbardirnya.
#IslamisasiSains
Gontor melakukan terobosan yg patut diapresiasi, menggabungkan semangat intelektualitas Utrecht dan Gontor, dengan alat Islamisasi Sains yg tentunya telahbdisiapkan oleh Dr. Hamid.
Expo Kehidupan Rasul Saw sedang berlangsung di Madinah saat ini