Wido Supraha
4.03K subscribers
1.08K photos
159 videos
375 files
1.57K links
Bersama Meniti Jalan Menuju Jannah
Download Telegram
*Pesan Rasulullah SAW saat Menyambut Ramadhan*

Dalam sebuah hadits shahih menurut Ibn Khuzaimah dan dimasukkan dalam Kitab _Syu'abul Iman_ al-Baihaqi, di penghujung bulan Sya'ban, Rasulullah SAW sempat berkhutbah dan memberikan pesan-pesan substantif untuk menjadi motivasi amal bagi kita dalam mengisi Ramadhan. Apa saja poin-poin penting pesan beliau SAW?

♾️ Klik: https://www.youtube.com/watch?v=I-l42T9gy0s

@supraha | t.me/supraha
*Rubu' ke-26 Tadabbur Al-Qur'an al-Karim*
Oleh: Dr. Wido Supraha, M.Si.

Rubu' ke-26 adalah Al-Qur'an Surat Ali 'Imran [3] ayat 113-132 pada halaman 64-66 dari Mushaf Utsmani. Sebagaimana ciri Surat Madaniyah, pada Rubu' ini, Allah SWT sentiasa mengkorelasikan antara keimanan dan amal shalih, dan menegaskan bahwa setiap amal shalih hendaknya dibangun di atas pondasi keimanan. Amal yang tidak dibangun di atas keimanan akan berakhir pada kesia-siaan.

Selengkapnya klik: https://sekolahadab.com/2021/06/26/rubu-ke-26-tadabbur-al-quran-al-karim/

*Baca Juga:*
▪️ *Al-Qur’an Jamuan Adab dari Allah SWT*
https://sekolahadab.com/2020/01/01/membangun-adab-dengan-tadabbur-al-quran-01/

▪️ *Tadabbur Dasar Kurikulum Adab*
https://sekolahadab.com/2020/02/01/membangun-adab-dengan-tadabbur-al-quran-02/

*Sekolah Adab Untuk Tingkat Dasar*
▪️ Informasi Pendaftaran: https://online.fliphtml5.com/lmgfp/brum/#p=1
▪️ Testimoni Orang Tua: https://www.youtube.com/watch?v=nW0VapH6MAo
▪️ Penjelasan Kurikulum: https://sekolahadab.com/2022/02/06/kurikulum-sekolah-adab-insan-mulia/
▪️ Pesan-pesan Dinding: https://www.instagram.com/p/Cam3-mvhWp9/
▪️ Kondisi Lokasi Pembelajaran: https://www.youtube.com/watch?v=Q7ZZVY2kkLo&t=1061s
▪️ Lokasi: https://goo.gl/maps/PyBTBifHK8e5DhVJ8
▪️ Kontak: https://wa.me/6287726541098

💢 IG: https://instagram.com/sekolahadabinsanmulia
🌐 *https://sekolahadab.com*
Menikah bukanlah sekedar mencari suami bagi diri kita, tapi juga mencari Ayah yang Shalih bagi anak keturunan kita yang akan membahagiakan Rasūlullāh SAW. Demikian pula sebaliknya.

https://vt.tiktok.com/ZSd8JX6BK/?k=1
Wido Supraha
Photo
*Program Guru Bahagia Menjelang Ramadhan 1434 H*

Ayah Bunda dan Sahabat Tercinta, _assalamu 'alaikum warahmatullah,_

Yayasan Adab Insan Mulia kembali menginisiasi program Guru Bahagia, kali ini dalam edisi Menjelang Ramadhan 1434 H dengan merencanakan pemberian paket sembako senilai IDR 100,000,- per guru yang berisi: 1 Karung Beras 5Kg + Minyak 2 Liter + Gula. Target Pemberian adalah 300 Guru di daerah-daerah. Dengan segala keterbatasan mereka, semoga menjelang Ramadhan ini para Guru Bahagia.

Saya mengundang Bapak/Ibu untuk bersinergi dan terlibat melalui dana ZIS (Zakat atau Infak atau Shadaqah). Saya do'akan mengalir amal jariyah pahala para Guru dan murid yang diajarkan untuk Bapak/Ibu semua yang saya cintai.

Bantuan langsung dishare kepada rekening Yayasan Adab Insan Mulia Bank BSI: 2171 7000 36 a.n. Yayasan Adab Insan Mulia. Bukti transfer mohon disampaikan melalui Panitia (087726541098) atau klik WA: wa.me/6287726541098. Bapak/Ibu yang tidak melakukan konfirmasi, maka dana akan dimasukkan ke dalam wakaf Yayasan Adab Insan Mulia. Nama pengkonfirmasi mohon izin akan kami publikasikan di website Yayasan Adab Insan Mulia, untuk transparansi.

Program ini ditutup malam ini: Senin, 28 Maret 2021.

Demikian, bersinergi menuju Hari Akhir dengan variasi amal unggulan kita. Berkah dan Bahagia Selalu.

_Wassalamu 'alaikum warahmatullah,_

Dr. Wido Supraha, M.Si.
Pembina Yayasan Adab Insan Mulia

instagram.com/adabinsanmulia
🌐 *adabinsanmulia.org*
*RUU TPKS KEMBALI DIPERJUANGKAN DAN AKAN DIPAKSA DISAHKAN DENGAN PENUH NAFSU DAN TERBURU-BURU*

Setelah RUU TPKS dijadikan RUU Inisiatif DPR dari Badan Legislatif, kini perjalanannya sudah di tangan pemerintah. Pemerintah sudah membuat DIM dari RUU TPKS yang diserahkan DPR, dan hasilnya dasar agama malah dihapus, dan makna kekerasan seksual kembali dibuat khas pemikiran feminis radikal Barat yang penuh dengan muatan paradigma _sexual consent._

RUU TPKS juga cermin pengabaian atas amanah MK 2017 untuk memperluas cakupan pasal 284, 285, 292 KUHP yang menguatkan anti-perzinahan dan anti-LGBT yang seharusnya ditindaklanjuti Pemerintah dengan segera, sebagaimana semangat pemerintah yang begitu cepat dalam memperbaiki Omnibus Law dan IKN. Namun, Amanah MK 2017 agar Pemerintah dan DPR segera merevisinya, sampai pagi ini, terkesan tidak digubris. Padahal, amanah tersebut dapat dengan mudah diselesaikan seandainya ada _good will_ melalui:
1. Mengganti RUU TPKS (Tindak Pidana Kekerasan Seksual) menjadi RUU Tindak Pidana Kejahatan Seksual
2. Segera mensahkan RUU KUHP (Kitab Undah-undang Hukum Pidana) yang terakhir mandeg hanya karena perlu perbaikan pada pasal penghinaan Presiden.

Untuk itu, mari umat kembali bangkit dan mengawal keselamatan moralitas generasi bangsa di masa depan, mengingat dampaknya yang begitu luar biasa bagi Ketahanan Keluarga dan Kebebasan Seksual di NKRI, dengan cara, membuat berbagai bentuk kebisingan ilmiah di media sosial untuk:
1. Mendukung disegerakan RUU KUHP yang baru oleh Komisi III DPR-RI
2. Menolak langkah DPR-RI dan Mayoritas Fraksi di DPR-RI untuk mensahkan RUU TPKS jika tidak diganti menjadi RUU Tindak Pidana Kejahatan Seksual, karena muatan pertarungan paradigma antara paradigma Feminisme Radikal dan Pancasila sangat kental, antara Kekerasan Seksual dan Kejahatan Seksual.

Ingat, definisi Kekerasan Seksual masih sangat kuat muatan _sexual consent_ dan inilah paradigma yang sangat bertentangan dengan Pancasila.

Semoga Allah SWT menggerakkan jiwa para pejuang keadilan, manusia yang adil dan beradab, karena Berketuhanan Yang Maha Esa, untuk menyadarkan hati para pembuat RUU dari kalangan pemerintah dan DPR-RI. Sementara belum disahkan, masih ada waktu untuk berjuang. Waktu tinggal sedikit, target Pemerintah dan DPR-RI adalah Selasa depan disahkan.

Siap kembali bergerak dengan waktu yang terbatas?

@supraha
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Ya Allah berkahilah kami di penghujung Sya'ban | @supraha
Maklumat-Ramadhan-1443-H-2022-M.pdf
1.4 MB
Maklumat-Ramadhan-1443-H-2022-M.pdf
*Kuliah Ramadhan Hari 01: Taqwa dan Adab*
Oleh: Dr. Wido Supraha, M.Si. (Institut Adab Insan Mulia)

Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan (syahrul mubarak). Sebagaimana kata 'berkah' yang bermakna bertambahnya kebaikan (ziyadatul khair), maka segala fasilitas yang Allah sediakan di bulan Ramadhan sejatinya akan mendorong orang-orang beriman untuk semakin meningkatkan kebaikan yang telah ia lakukan dan mendorong lahirnya variasi kebaikan baru dari dirinya.

Ramadhan membiasakan orang-orang beriman untuk memiliki cita-cita yang tinggi, dan menyusun rencana yang matang, bertahap dan sistematis untuk mencapainya. Tingginya cita-cita tersebut membutuhkan kesadaran penuh, kesabaran ekstra, dan kedisiplinan tinggi untuk melewati setiap tahapannya, bahkan dengan jiwa yang penuh diliputi kebahagiaan.

Selengkapnya, klik: https://adabinsanmulia.org/kuliah-ramadhan-01-taqwa-dan-adab/
Wido Supraha
*Kuliah Ramadhan Hari 01: Taqwa dan Adab* Oleh: Dr. Wido Supraha, M.Si. (Institut Adab Insan Mulia) Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan (syahrul mubarak). Sebagaimana kata 'berkah' yang bermakna bertambahnya kebaikan (ziyadatul khair), maka segala…
*Kuliah Ramadhan Hari 02: Bertahap Meraih Kesuksesan*
Oleh: Dr. Wido Supraha, M.Si. (Direktur Institut Adab Insan Mulia | Founder Sekolah Adab)

Kesuksesan hakiki Ramadhan adalah ketika para pengamal di bulan tersebut dianugerahkan gelar ketakwaan dari Allah SWT. Tidak ada kebahagiaan selain mendapatkan pengakuan dari Allah SWT semata, karena pada saat itu kita tidak lagi membutuhkan pengakuan dari selain-Nya, karena selain-Nya hanyalah makhluk. Nabi SAW menyampaikan firman Allah SWT sebagaimana hadits Qudsi riwayat al-Bukhari no. 1904 dan 5927:

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى

_"Allah Ta’ala berfirman, “Kecuali puasa. Amalan puasa hanya untuk-Ku, Aku sendiri yang akan membalasnya. Hal ini karena dia telah meninggalkan syahwat dan makanan hanya karena Aku."_

Selengkapnya klik: https://adabinsanmulia.org/kuliah-ramadhan-hari-02-bertahap-meraih-kesuksesan/

Simak juga tulisan sebelumnya:
*Kuliah Ramadhan Hari 01: Taqwa dan Adab*
https://adabinsanmulia.org/kuliah-ramadhan-01-taqwa-dan-adab/

Channel WA @supraha: https://chat.whatsapp.com/LE5DEiWjqCp24F6csSIFNU

_Jazakumullahu khairan sudah membantu mensyiarkan dakwah via tulisan ini ke sahabat-sahabat lainnya. Baarakallahufik._
Wido Supraha
*Kuliah Ramadhan Hari 02: Bertahap Meraih Kesuksesan* Oleh: Dr. Wido Supraha, M.Si. (Direktur Institut Adab Insan Mulia | Founder Sekolah Adab) Kesuksesan hakiki Ramadhan adalah ketika para pengamal di bulan tersebut dianugerahkan gelar ketakwaan dari Allah…
*Kuliah Ramadhan Hari 03: Kedisiplinan itu Adab*
Oleh: Dr. Wido Supraha, M.Si. (Direktur Institut Adab Insan Mulia | Founder Sekolah Adab)

Kedisiplinan itu adalah Adab, dan Ramadhan mendidik seorang mukmin untuk mencintai kedisiplinan. Bentuk pendidikan adab (ta'dib) selama bulan Ramadhan mencakup pada kedisiplinan dalam menyempurnakan jumlah hari dalam berpuasa, mengakhirkan sahur, menyegerakan berbuka, dan memilih makanan yang sehat dengan ukurang yang tepat. Tidak sempurna sebuah amalan tanpa penegakan kedisiplinan dari hal-hal yang paling terkecil sekalipun yang sering diremehkan oleh banyak orang.

*Tulisan ini cukup panjang, selengkapnya langsung saja klik:* https://adabinsanmulia.org/kuliah-ramadhan-hari-03-kedisiplinan-itu-adab/

•••┈••┈••••◎◈﷽◈◎••••┈••┈•••
*Simak juga tulisan sebelumnya:*
▪️ *Kuliah Ramadhan Hari 01: Taqwa dan Adab*
https://adabinsanmulia.org/kuliah-ramadhan-01-taqwa-dan-adab/

▪️ *Kuliah Ramadhan Hari 02: Bertahap Meraih Kesuksesan*
https://adabinsanmulia.org/kuliah-ramadhan-hari-02-bertahap-meraih-kesuksesan/

*Channel WA @supraha:* https://chat.whatsapp.com/D91ZzlmbRGwJ7e3k97rHGu

_Jazakumullahu khairan sudah membantu mensyiarkan dakwah via tulisan ini ke sahabat-sahabat lainnya. Baarakallahufik._
Wido Supraha
*Kuliah Ramadhan Hari 03: Kedisiplinan itu Adab* Oleh: Dr. Wido Supraha, M.Si. (Direktur Institut Adab Insan Mulia | Founder Sekolah Adab) Kedisiplinan itu adalah Adab, dan Ramadhan mendidik seorang mukmin untuk mencintai kedisiplinan. Bentuk pendidikan adab…
*Kuliah Ramadhan Hari 05: Puasa Sarana Penyucian Jiwa*
Oleh: Dr. Wido Supraha, M.Si. (Direktur Institut Adab Insan Mulia | Founder Sekolah Adab)

Mendidik jiwa agar terawat kesuciannya dan sentiasa mencintai kebaikan bukanlah proses yang sebentar. Hal ini karena begitu banyak debu-debu kemunafikan, debu-debu kemaksiatan, debu-debu riba, atau debu-debu lainnya yang telah menempel sebulan terakhir. Membersihkannya tidak cukup sehari, maka Allah SWT menyiapkan hingga 29-30 hari atau sebulan lamanya (ayyaaman ma'duudaat). Sucinya jiwa adalah bagian dari standar tegaknya adab.

*Selengkapnya:* https://adabinsanmulia.org/kuliah-ramadhan-hari-05-puasa-sarana-penyucian-jiwa/

•••┈••┈••••◎◈﷽◈◎••••┈••┈•••
*Simak juga tulisan sebelumnya:*
▪️ *Kuliah Ramadhan Hari 01: Taqwa dan Adab*
https://adabinsanmulia.org/kuliah-ramadhan-01-taqwa-dan-adab/

▪️ *Kuliah Ramadhan Hari 02: Bertahap Meraih Kesuksesan*
https://adabinsanmulia.org/kuliah-ramadhan-hari-02-bertahap-meraih-kesuksesan/

▪️ *Kuliah Ramadhan Hari 03: Kedisiplinan itu Adab*
https://adabinsanmulia.org/kuliah-ramadhan-hari-03-kedisiplinan-itu-adab/

▪️ *Kuliah Ramadhan Hari 04: Mudah Tapi Tidak Bermudah-mudah*
https://adabinsanmulia.org/kuliah-ramadhan-hari-04-mudah-tapi-tidak-bermudah-mudah/

*Channel WA @supraha:* https://chat.whatsapp.com/D91ZzlmbRGwJ7e3k97rHGu

_Jazakumullahu khairan_ sudah membantu mensyiarkan dakwah via tulisan ini ke sahabat-sahabat lainnya. _Baarakallahufik._
📚 *FIDYAH BAGI IBU HAMIL*

*PERTANYAAN*
_Afwan ustadz. Mau tanyak ustd bagaimana cara membayar fidyah bagi ibu hamil?_

*JAWABAN*
_Bismillah._
Ibu hamil tidak membayar fidyah jika beliau tidak berpuasa karena khawatir karena kesehatan dirinya sendiri. Adapun jika ibu hamil tidak berpuasa karena khawatir kesehatan anak yang dikandungnya, maka ia tetap wajib menggantinya di hari yang lain, dan kemudian sebagai kafaratnya, membayar fidyah.

Besaran fidyah adalah sebesar 1 mud dari setiap hari yang ditinggalkan, sekitar 0,6 kg atau bisa dibulatkan 1 kg beras untuk 1 hari yang ditinggalkan.

Referensi: Matan Abu Syuja' Asy-Syafi'i
وَالحَامِلُ وَالمُرْضِعُ : إِذَا خَافَتَا عَلَى أَنْفُسِهِمَا أَفْطَرَتَا وَعَلَيْهِمَا القَضَاءُ وَإِنْ خَافَتَا عَلَى أَوْلاَدِهِمَا أَفْطَرَتَا وَعَلَيْهِمَا القَضَاءُ وَالكَفَّارَةُ عَنْ كُلِّ يَوْمٍ مُدٌّ وَهُوَ : رِطْلٌ وَثُلُثٌ بِالعِرَاقِي

_Wallaahu a'lam,_ @supraha

Wido Supraha
♾️ *Telegram:* https://t.me/supraha | *BIP:* https://groups.bip.ai/share/9nlPDJdYODleT885T4ei745ynGenzdLy

📞 Pertanyaan baru disampaikan ke Admin: wa.me/6287726541098
https://wakafbareng.id

📚 *QADHA HUTANG PUASA RAMADHAN*

*PERTANYAAN*
_Bismillahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum warahmatullohi wabarakatuh._
_Ustadz, izin bertanya, istri ana yang punya hutang puasa tahun lalu, sampai Ramadhan tahun ini belum selesai mengqodho, dan Qodarullah istri hamil lagi padahal tinggal 9 hari lagi._

_Pertanyaannya. Hutang puasa 9 hari itu apakah bayar fidyah atau mengQodho setelah ramadhan ini?_
+62897***

*JAWABAN*
_Bismillah._
Secara umum, setiap hari dari puasa yang ditinggalkan tetap wajib di-qadha dengan segera selama seseorang itu masih hidup. Adapun terkait mengeluarkan fidyah, maka mayoritas ulama berpendapat keharusan mengeluarkan fidyah ini bagi seseorang yang belum sempat meng-qadha puasanya hingga bertemu kembali bulan Ramadhan berikutnya. Di antara pendapat yang dapat dirujuk dalam hal ini adalah Ibn Abd al-Barr al-Maliki (w. 463 H) dalam _Al-Kafi fi Fiqhi Ahlil Madinah,_ an-Nawawi asy-Syafi'i (w. 676 H) dalam _Raudhatu At-Thalibin wa Umdatu Al-Muftiyyin - Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab,_ Ibn Qudamah (w. 620 H) dalam _Al-Mughni,_ dan al-Mardawi (w. 885 H) dalam _Al-Inshaf fi Ma'rifati ar-Rajih min al-Khilaf._

Berkata Imam asy-Syaukani (1759-1834 M) dalam _Nail al-Authar_ (4/278):
وقوله صلى الله عليه وسلم: “ويطعم كل يوم مسكينًا”: استدل به وبما ورد في معناه مَن قال: بأنها تلزم الفدية من لم يصم ما فات عليه في رمضان حتى حال عليه رمضان آخر، وهم الجمهور، ورُوي عن جماعة من الصحابة؛ منهم: ابن عمر، وابن عباس، وأبو هريرة. وقال الطحاوي عن يحيى بن أكثم قال: وجدته عن ستة من الصحابة، لا أعلم لهم مخالفًا
_Perkataan Nabi SAW, “Dan dia mengeluarkan fidyah untuk setiap hari yang ditinggalkan dengan memberi makan orang miskin”, maka berdalil dengan hadits ini dan hadits semisalnya, ulama yang berpendapat bahwa wajib membayar fidyah bagi orang yang belum mengqadha puasa Ramadhan, hingga masuk Ramadhan berikutnya. Dan ini adalah pendapat mayoritas ulama, dan pendapat yang diriwayatkan dari beberapa sahabat, diantaranya Ibn 'Umar, Ibn 'Abbas, dan Abu Hurairah r.a. Berkata ath-Thahawi:_

وجدته عن ستة من الصحابة، لا أعلم لهم مخالفًا
_Aku jumpai pendapat ini dari 6 sahabat, dan aku tidak mengetahui adanya sahabat lain yang mengingkarinya._

Adapun sebagian ulama berpandangan tidak wajib meng-qadha, seperti pendapat An-Nakha'i, Abu Hanifah, dengan berdalil Surat Al-Baqarah [2] ayat 184. Begitu juga ulama Hanafiyah lainnya seperti al-Kasani (w. 587 H) dalam karyanya _Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai',_ Ibn al-Humam (w. 681 H) dalam _Fathul Qadir,_ dan az-Zaila'i dalam _Tabyin Al-Haqaiq Syarh Kanzu Ad-Daqaiq._

_Wallaahu a'lam._ (@supraha)

Wido Supraha

♾️ *Telegram:* https://t.me/supraha | *BIP:* https://groups.bip.ai/share/9nlPDJdYODleT885T4ei745ynGenzdLy

📞 Pertanyaan baru disampaikan ke Admin: wa.me/6287726541098

Berwakaf di bulan Ramadhan? *www.wakafbareng.id* saja.
Kita bangun Madrasah, Rumah Qur'an, Pusat Adab untuk melahirkan generasi Beradab.

*Bank Syariah Indonesia (BSI)* No.Rek: 2171 7000 36
*Bank DKI Syariah* No.Rek : 7102 1700 003
Semua atas nama: _Yayasan Adab Insan Mulia_

Mohon Konfirmasi Wakaf ke: wa.me/62811198268
📚 *Janganlah sia-siakan waktumu*

♾️ https://vt.tiktok.com/ZSdBLa497/

Agar waktumu tidak sia-sia, selalu pastikan bahwa setiap waktu yang terlewat adalah waktu terbaik untuk menambah pahala kebaikan, harta yang berkah dan ilmu yang bermanfaat.

*@widosupraha*