Wido Supraha
4.02K subscribers
1.08K photos
159 videos
375 files
1.57K links
Bersama Meniti Jalan Menuju Jannah
Download Telegram
Terma 'harus naik' dalam Sirah Nabawiyah tidak hanya digambarkan dengan grafik tidak pernah turun.

Studi kasus perang Uhud.
Grafik kemenangan kaum muslimin berubah dari harusnya menang kepada kondisi minimal, yang penting jama'ah selamat dan tidak terhinakan.

Energi bersegera menyelamatkan jama'ah itu adalah standar performansi sahabat.

Energi turut menghancurkan jama'ah adalah energi kemunafikan, ketidaksabaran, dan juga ketidaktaatan, dengan alasan apa pun.

@supraha
Wido Supraha - Bahaya RUU P-KS (Khutbah).mp3
15.9 MB
Banyak yang mendukung RUU P-KS hanya sekedar melihat judulnya yang baik, dan malas untuk melihat detail pasal-per-pasal-nya bahkan kata-per-kata-nya dan filsafat di balik kata. Berikut ini secuplik saja dari sekian banyak persoalan yang ada dalam tubuh RUU P-KS dimaksud yang kami sampaikan pada khutbah Jum'at hari ini.

Wido Supraha
Channel: https://t.me/supraha
Malam ini berkesempatan silaturrahim ke Kantor Pusat Mathla'ul Anwar di simpang empat Pasar Rebo. Di samping kanan saya, KH. Ahmad Sadeli Karim, Lc. (Ketua Umum), dan di sebelah kiri saya, H. Oke Setiadi, M.Sc. (Sekjend).

Ada yang tertarik menjadi kader kultural di Mathla'ul Anwar?

Untuk mempelajari sejarahnya, klik: https://web.facebook.com/wido.supraha/posts/10215485934074200

atau klik:
https://mathlaulanwar.or.id/sejarah/
*KUMPULAN VIDEO KAJIAN ILMIAH PENOLAKAN RUU P-KS*

1⃣ *Dr. Wido Supraha*
_Wakil Sekretaris Komisi Ukhuwah MUI Pusat_

🔸 *Video 1 Menit:*
_"8 Alasan Ilmiah Tolak RUU Penghapusan Kekerasan Seksual"_
Klik: https://www.instagram.com/p/Bt8QMfqFXpH/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=18wgr2qnzkdv3

🔸 *Video 30 Menit:*
_"Intisari Ilmiah Penolakan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual"_
Klik: https://youtu.be/y7Lpfy12aN0

2⃣ *Dr. Rida Hesti Ratnasari*
_Sekretaris Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI Pusat_

_"RUU P-KS Landasan Ideologis dan Konsekuensi Sosialnya"_
Klik: https://youtu.be/xNoYrAgXW14

3⃣ *Dr. Saiful Bahri*
_Komisi Seni Budaya MUI Pusat_

_"Kajian Antitesa RUU P-KS"_
Klik: https://youtu.be/2lGiLp2GyqQ

#AdabInsanMulia
#TolakRUUP-KS
#SerasiBukanSetara
#WaspadaiFeminisRadikal
#IlmiahTanpaHoax
KITA BUKAN MEREKA
Kita hadir dengan akhlak terbaik, termasuk kepada musuh agama yang berhasil kita kalahkan. Kita hadir bukan untuk melahirkan permusuhan, tapi cinta. Namun musuh yang datang, pantang kita berlari darinya. Salahuddin adalah satu contoh panutan dalam mengelola kemenangan, agar Islam sentiasa menjadi rahmatan lil 'alamin. Inilah beda kita dengan mereka.

@supraha
Wido Supraha - Tolak RUU P-KS 02.mp3
14.5 MB
Sigap dan cekatannya para aktivis Feminis Radikal menggolkan RUU P-KS membuat para khatib wajib mencerahkan umat tentang bahayanya RUU ini bagi Keluarga Indonesia ke depan. Berikut ini materi yang kami sampaikan hari ini.
📆 Kamis, 16 Jumadil Akhir 1440H / 21 Februari 2019

📚 KELUARGA MUSLIM

📝 Pemateri: Dr. Wido Supraha (@supraha)
_Departemen Dakwah PUI Pusat_

📋 Refleksi Bagi Kami yang Masih Punya Anak Dalam Masa Pertumbuhan

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

1⃣ Shalat Itu Kebutuhanmu Nak

Dalam perspektif kami yang masih punya anak di masa pertumbuhan, terkadang, dengan aktifitas anak di sekolah yang tinggi, sering kita kasihan untuk mengajaknya ke Masjid.

"Kasihan, anak saya sudah lelah seharian di Sekolah. Biarlah dia shalat Subuh dan Isya di rumah. Toh dia belum berkeluarga."

Namun, berawal dari kita coba ubah persepsi bahwa manusia jika terus terbiasa bergerak sesuai arahan Rabbani, ia akan sehat dan kuat, lahirlah ide-ide baru, sehingga shalat di Masjid menjadi menarik bagi generasi muda.

"Ayo nak, bareng Bapak ke Masjid. Karena ini kunci kebaikanmu di dunia dan akhirat. Kamu akan jadi imam berkualitas bagi keluargamu kelak berawal bersama kebiasaan dan kesungguhanmu dalam menjaga shalat di Masjid."

2⃣ Jilbab Itu Pakaianmu Nak

Dulu mungkin kita sering berkeyakinan,

"Ndak apa-apa anakku tidak pakai jilbab, yang penting hatinya berjilbab, yang penting shalatnya rajin, yang penting kalau ke sekolah dia pakai jilbab."

Namun, kita segera tersadar, bahwa mencintai jilbab tidaklah instan, menghayati jilbab sebagai pakaian tidaklah tiba-tiba.

"Anakku tercinta, cintailah jilbab, itulah bagian dari pakaian takwamu di dunia, kebiasaan yang akan membawamu bertemu istri-istri Nabi dan shahabiyah, adab yang akan menjadikanmu makhluk mulia di dunia dan akhirat. Bantulah Ayah agar tidak dihisab-Nya dengan mulai mencintai Jilbab, setiap kali engkau keluar rumah."

3⃣ Kepemimpinan Itu Tugasmu Kelak Nak

Dulu kita berpikir,

"Tidak apa-apa dia menjadi buruh Non-Muslim, biarkanlah dia lebih sering bermain dengan Non-Muslim, biasa saja dia senang menyendiri dan tidak mau berorganisasi."

Namun kita segera tersadar bahwa memiliki jiwa kepemimpinan tidaklah instan, ia membutuhkan pembiasaan dan dorongan aktif selain selalu mendapatkan asupan kisah-kisah pemimpin Islam. Hingga kini kita siap berkata:

"Anakku tersayang, engkau dilahirkan untuk berjiwa khalifah. Engkau punya tugas besar menjadi guru peradaban. Bangunlah bisnismu sendiri, selalulah dekat dengan teman-temanmu yang shalih dengan tetap menjaga hubungan baik dengan Non-Muslim, aktiflah terlibat dalam aktifitas sosial keislaman agar engkau belajar bagaimana nikmatnya memimpin atau dipimpin dalam satu kerja besar mencari ridha Allah."

Wallahu a'lam bish showab

Join Channel: t.me/supraha

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Sebarkan! Raih Pahala

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

Dipersembahkan oleh: manis.id

📱 Info & pendaftaran member: bit.ly/mediamanis

💰Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
a.n Yayasan MANIS,
No Rek BSM 7113816637

Info lebih lanjut: bit.ly/donasidakwahmanis
https://youtu.be/UIO3qxqtffk

*DAMAI INDONESIAKU*

Insyā Allāh pukul 1 siang ini dijadwalkan di acara TVOne. Mohon do'a agar lisan mudah menyampaikan apa-apa yang melahirkan kedamaian jiwa, motivasi, persatuan dan kekuatan umat, khususnya kesepahaman untuk memuliakan wanita dan menolak RUU P-KS.

@supraha
Wido Supraha - Wanita Islam dan Barat 01.mp3
16.6 MB
https://t.me/supraha/1594

Berikut materi yang kami sampaikan sebagai pengantar keserasian wanita dan pria dalam kesetaraan menuju Allāh.

Wido Supraha
instagram.com/supraha
https://youtu.be/caGG4QaSwaw

Berikut ini rekaman dari diskusi kami di acara Apa Kabar Malam Indonesia TVOne, bertemakan seputar 'Diksi Kafir dalam Islam', Ahad, 03 Maret 2019, pukul 19.00 WIB.

Semoga bermanfa'at untuk menguatkan umat terhadap diksi 'kafir', dan terima kasih untuk _share_ ke komunitas sahabat.

@supraha
instagram.com/supraha
*DIBUKA KELAS TADABBUR ONLINE*
Sahabat semua, dari beberapa lama mengisi kajian Tadabbur Al-Qur'an ini, saya berinisiatif membuat Kelas Tadabbur Online Gratis. Silahkan yang tertarik bergabung dapat install: *Google Classroom*, dan masuk ke Room Code: ojm91z.

Wido Supraha
@supraha
instagram.com/supraha
https://www.instagram.com/p/BuqA8XolctE/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=19n8tpqqwdveh

JILBAB DI EROPA 100 TAHUN YANG LALU
Vanessa Toulmin, seorang Sejarawan Barat, menyatakan bahwa Barat telah kehilangan budaya asalnya, dimana semua rambut wanita di masa itu tertutup. 100 tahun yang lalu, wanita tidak bisa berjalan-jalan di Lancashire dengan rambut terbuka.

Dalam dokumentasi rekaman tahun 1901, video dokumenter Edwardian Britain in Colour yang ditayangkan channel My5 Inggris, terlihat sejumlah wanita di bagian Inggris Utara di tahun 1901 mengenakan jilbab.
Wanita pekerja di pabrik Alfred Butterworth di Manchester.

Sampai titik ini, mulai terlihat kesamaan antara budaya di awal abad 20 antara di Inggris dan setidaknya di sebagian wilayah di Indonesia, dimana tampak jilbab yang rapih dan rapat menutupi dada mereka.

Masya Allah, Tabarakallah.
Wido Supraha
@supraha
instagram.com/supraha
Piagam Madinah adalah piagam pertama yang mengatur urusan berbangsa dan bernegara. Sebelumnya ada Hammurabi-nya Nebukadnezar, namun tidak sampai pada urusan keberagamaan. Dalam piagam ini, diatur tidak saja urusan internal umat Islam yang beriman, namun juga dengan orang-orang kafir di masa itu (Lihat: Pasal 14).

Wido Supraha
@supraha
instagram.com/supraha
***

صحيفة المدينة
(Piagam Madinah)

بسم الله الرحمن الرحيم
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang

هذا كتاب من محمد النبي صلىی الله عليه وسلم بين المؤمنين والمسلمين من قريش ويثرب ومن تبعهم فلحق بهم وجاهد معهم.
Ini adalah piagam dari Muhammad Rasūlullāh ﷺ, di kalangan mukminin dan muslimin (yang berasal dari) Quraisy dan Yatsrib (Madinah), dan yang mengikuti mereka, menggabungkan diri dan berjuang bersama mereka

١. انهم امة واحدة من دون الناس.
Pasal 1 Sesungguhnya mereka satu umat, lain dari (komunitas) manusia lain

٢. المهاجرون من قر يش على ربعتهم يتعاقلون بينهم اخذالدية واعطائها وهم يفدون عانيهم بالمعروف والقسط بين المؤمنين
Pasal 2 Kaum muhajirin dari Quraisy sesuai keadaan (kebiasaan) mereka bahu membahu membayar diat di antara mereka dan mereka membayar tebusan tawanan dengan cara baik dan adil di antara mukminin

٣. وبنوعوف على ربعتهم يتعاقلون معاقلهم الاولى وكل طائفة تفدى عانيها بالمعروف والقسط بين المؤمنين
Pasal 3 Banu Auf sesuai dengan keadaan (kebiasaan) mereka bahu membahu membayar diat di antara mereka seperti semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan baik dan adil di antara mukminin

٤. وبنوساعدة علىربعتهم يتعاقلون معاقلهم الاولى وكل طائفة منهم تفدى عانيها بالمعروف والقسط بين المؤمنين
Pasal 4 Banu Sa’idah sesuai dengan keadaan (kebiasaan) mereka bahu membahu membayar diat di antara mereka seperti semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan baik dan adil di antara mukminin

٥. وبنو الحرث على ربعتهم يتعاقلون الاولى وكل طائفة منهم تفدى عانيها بالمعروف والقسط بين المؤمنين
Pasal 5 Banu Al-Hars sesuai dengan keadaan (kebiasaan) mereka bahu membahu membayar diat di antara mereka seperti semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan baik dan adil di antara mukminin

٦. وبنوجشم علىربعتهم يتعاقلون معاقلهم الاولى وكل طائفة منهم تفدى عانيها بالمعروف والقسط بين المؤمنين
Pasal 6 Banu Jusyam sesuai dengan keadaan (kebiasaan) mereka bahu membahu membayar diat di antara mereka seperti semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan baik dan adil di antara mukminin

٧. وبنو النجار علىربعتهم يتعاقلون معاقلهم الاولى وكل طائفة منهم تفدى عانيها بالمعروف والقسط بين المؤمنين
Pasal 7 Banu An-Najjar sesuai dengan keadaan (kebiasaan) mereka bahu membahu membayar diat di antara mereka seperti semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan baik dan adil di antara mukminin

٨. وبنو عمرو بن عوف علىربعتهم يتعاقلون معاقلهم الاولى وكل طائفة منهم تفدى عانيها بالمعروف والقسط بين المؤمنين
Pasal 8 Banu ‘Amr bin ‘Awf sesuai dengan keadaan (kebiasaan) mereka bahu membahu membayar diat di antara mereka seperti semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan baik dan adil di antara mukminin

٩. وبنو النبيت علىربعتهم يتعاقلون معاقلهم الاولى وكل طائفة منهم تفدى عانيها بالمعروف والقسط بين المؤمنين
Pasal 9 Banu Al-Nabit sesuai dengan keadaan (kebiasaan) mereka bahu membahu membayar diat di antara mereka seperti semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan baik dan adil di antara mukminin

١٠. وبنو الاوس علىربعتهم يتعاقلون معاقلهم الاولى وكل طائفة منهم تفدى عانيها بالمعروف والقسط بين المؤمنين
Pasal 10 Banu Al-‘Aws sesuai dengan keadaan (kebiasaan) mereka bahu membahu membayar diat di antara mereka seperti semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan baik dan adil di antara mukminin

١١. وان المؤمنين لايتركون مفرجا بينهم ان يعطوه بالمعروف فى فداء اوعقل.
Pasal 11 Sesungguhnya mukminin tidak boleh membiarkan orang yang berat menanggung utang di antara mereka tetapi membantunya dengan baik dalam poembayaran tebusan atau diat

١٢. ولا يحالـف مؤمن مولى مؤمن دونه.
Pasal 12 Seorang mukmin tidak diperbolehkan membuat persekutuan dengan sekutu mukmin lainnya tanpa persetujuan dari padanya

١٣. وان المؤمنين الم