💎 ORANG YANG PALING LAPANG DADANYA DAN PALING LUAS HATINYA
❍ أسبـاب شـرح الصـدور :
قال الإمام ابن القيم رحمه الله تعالى :
"العلـم فإنـه يشرح الصـدر، و يوسّعـه حتـى يكـون أَوسـع من الدنيـا، والجهـلُ يورثـه الضّيـق والحَصـْر والحبس فكلمـا اتَّسـع علـمُ العبـد انشرح صدره واتسـع.
🌅 Al Imam Ibnul Qayyim rahimahullahu ta'ala berkata,
"Sesungguhnya ilmu akan melapangkan dada dan meluaskannya, sampai-sampai bisa lebih luas dari dunia.
Sedangkan kebodohan akan menyempitkan dada, membatasinya dan memenjarakannya.
Oleh karena itu, semakin luas ilmu seorang hamba, maka dadanya akan semakin lapang dan luas.
وليس هذا لكـل علـم، بل للعلـم الموروث عن الرسـول ﷺ وهو العلـمُ النافـع ، فأهلُـه أشرحُ صدراً، و أوسعهـم قلوباً وأحسنُهـم أخلاقـاً وأطيبهـم عيشـا."
[زاد المعـاد صـ ٢٢٤].
Hal ini tidak didapatkan pada semua ilmu. Akan tetapi, hanya pada ilmu yang diwarisi dari Rasulullah ﷺ yang mana inilah yang disebut ilmu yang bermanfaat.
Pemiliknya adalah orang yang paling lapang dadanya, paling luas hatinya, paling baik akhlaknya dan paling baik hidupnya."
📚Zaadul Ma'ad, hal: 224.
Sumber:
https://t.me/selefi_lilhaqq
WhatsApp Salafy Cirebon
@salafy_cirebon
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
❍ أسبـاب شـرح الصـدور :
قال الإمام ابن القيم رحمه الله تعالى :
"العلـم فإنـه يشرح الصـدر، و يوسّعـه حتـى يكـون أَوسـع من الدنيـا، والجهـلُ يورثـه الضّيـق والحَصـْر والحبس فكلمـا اتَّسـع علـمُ العبـد انشرح صدره واتسـع.
🌅 Al Imam Ibnul Qayyim rahimahullahu ta'ala berkata,
"Sesungguhnya ilmu akan melapangkan dada dan meluaskannya, sampai-sampai bisa lebih luas dari dunia.
Sedangkan kebodohan akan menyempitkan dada, membatasinya dan memenjarakannya.
Oleh karena itu, semakin luas ilmu seorang hamba, maka dadanya akan semakin lapang dan luas.
وليس هذا لكـل علـم، بل للعلـم الموروث عن الرسـول ﷺ وهو العلـمُ النافـع ، فأهلُـه أشرحُ صدراً، و أوسعهـم قلوباً وأحسنُهـم أخلاقـاً وأطيبهـم عيشـا."
[زاد المعـاد صـ ٢٢٤].
Hal ini tidak didapatkan pada semua ilmu. Akan tetapi, hanya pada ilmu yang diwarisi dari Rasulullah ﷺ yang mana inilah yang disebut ilmu yang bermanfaat.
Pemiliknya adalah orang yang paling lapang dadanya, paling luas hatinya, paling baik akhlaknya dan paling baik hidupnya."
📚Zaadul Ma'ad, hal: 224.
Sumber:
https://t.me/selefi_lilhaqq
WhatsApp Salafy Cirebon
@salafy_cirebon
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🌹Faedah Ringkas
----------------------------------
"📋 Ikut Andil Lah dalam Berdakwah Walau Hanya sekedar Menyebarkan Info Kajian"
🎙Di sampaikan oleh :
Al-Ustadz Muhammad Assewed Hafizhahullah
Sumber :
Whatsapp Ilmu Syari // WA IS
@CTIS_ChannelTelegramIlmuSyari
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
----------------------------------
"📋 Ikut Andil Lah dalam Berdakwah Walau Hanya sekedar Menyebarkan Info Kajian"
🎙Di sampaikan oleh :
Al-Ustadz Muhammad Assewed Hafizhahullah
Sumber :
Whatsapp Ilmu Syari // WA IS
@CTIS_ChannelTelegramIlmuSyari
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
⛔️❌❗️kekeliruan yang banyak orang terjatuh padanya yaitu mengucapkan "AKU LUPA" terkait hafalan al qur'an
Tidak sepantasnya sesorang mengucapkan aku lupa akan hafalan al qur'an nya, Namun hendaknya dia ucapkan aku dilupakan atau terlupakan
hal ini sebagaimana dalam sebuah hadits dari shahabat Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu'anhu , Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Amatlah buruk salah seorang diantara kalian yang mengatakan aku lupa ayat demikian dan demikian... namun hakikatnya dia dilupakan, maka terus-meneruslah mengingat al quran (muraja'ah / mengulang-ulang) , sungguh dia (hafalan al qur'an ) itu lebih cepat lepasnya dari dada seseorang dibandingkan unta yang lepas dari tali kekangnya." (H.R Bukhari 4744 dan Muslim 790)
dalam riwayat Muslim dengan lafadz :
"janganlah salah seorang diantara kalian mengatakan aku lupa ayat demikian..demikian, namun dia hakikatnya dilupakan (dibuat lupa -pent)."
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بنِ مسعود قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم : ( بِئْسَمَا لأَحَدِهِمْ يَقُولُ نَسِيتُ آيَةَ كَيْتَ وَكَيْتَ بَلْ هُوَ نُسِّيَ ، اسْتَذْكِرُوا الْقُرْآنَ ، فَلَهُوَ أَشَدُّ تَفَصِّيًا مِنْ صُدُورِ الرِّجَالِ مِنَ النَّعَمِ بِعُقُلِهَا )
📚صحيح البخاري ( 4744) 📚
📚صحيح مسلم ( 790 )📚
وفي لفظ لمسلم : ( لاَ يَقُلْ أَحَدُكُمْ نَسِيتُ آيَةَ كَيْتَ وَكَيْتَ بَلْ هُوَ نُسِّيَ )
Sumber:
@murottalq
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Tidak sepantasnya sesorang mengucapkan aku lupa akan hafalan al qur'an nya, Namun hendaknya dia ucapkan aku dilupakan atau terlupakan
hal ini sebagaimana dalam sebuah hadits dari shahabat Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu'anhu , Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Amatlah buruk salah seorang diantara kalian yang mengatakan aku lupa ayat demikian dan demikian... namun hakikatnya dia dilupakan, maka terus-meneruslah mengingat al quran (muraja'ah / mengulang-ulang) , sungguh dia (hafalan al qur'an ) itu lebih cepat lepasnya dari dada seseorang dibandingkan unta yang lepas dari tali kekangnya." (H.R Bukhari 4744 dan Muslim 790)
dalam riwayat Muslim dengan lafadz :
"janganlah salah seorang diantara kalian mengatakan aku lupa ayat demikian..demikian, namun dia hakikatnya dilupakan (dibuat lupa -pent)."
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بنِ مسعود قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم : ( بِئْسَمَا لأَحَدِهِمْ يَقُولُ نَسِيتُ آيَةَ كَيْتَ وَكَيْتَ بَلْ هُوَ نُسِّيَ ، اسْتَذْكِرُوا الْقُرْآنَ ، فَلَهُوَ أَشَدُّ تَفَصِّيًا مِنْ صُدُورِ الرِّجَالِ مِنَ النَّعَمِ بِعُقُلِهَا )
📚صحيح البخاري ( 4744) 📚
📚صحيح مسلم ( 790 )📚
وفي لفظ لمسلم : ( لاَ يَقُلْ أَحَدُكُمْ نَسِيتُ آيَةَ كَيْتَ وَكَيْتَ بَلْ هُوَ نُسِّيَ )
Sumber:
@murottalq
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
══ AUDIO KAJIAN ══
"TABLIGH AKBAR Dari Masjid Al Mubarakah Tenggarong - KUKAR"
💺 Pemateri :
Al Ustadz Muhammad Afifuddin As-Sidawy حفظه الله
✍️ 27 Rabi'ul Awwal 1441H - 24 November 2019M
📡 Tema :
"CARA TERBAIK MENDIDIK ANAK DALAM BINGKAI ISLAM"
Sumber:
@radioislamsamarinda
@RadioIslamIndonesia
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
"TABLIGH AKBAR Dari Masjid Al Mubarakah Tenggarong - KUKAR"
💺 Pemateri :
Al Ustadz Muhammad Afifuddin As-Sidawy حفظه الله
✍️ 27 Rabi'ul Awwal 1441H - 24 November 2019M
📡 Tema :
"CARA TERBAIK MENDIDIK ANAK DALAM BINGKAI ISLAM"
Sumber:
@radioislamsamarinda
@RadioIslamIndonesia
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
🌴🌱 MANFAAT BESAR BERTEMAN DENGAN ORANG MISKIN DAN SEDERHANA
▫ Aun bin Abdillah rahimahullah bercerita,
صحبت الأغنياء فلم يكن أحد أطول غماً مني، فإن رأيت رجلاً أحسن ثياباً مني وأطيب ريحاً مني غمني ذلك، فصحبت الفقراء فاسترحت
"Aku bergaul dengan orang orang kaya dan saat itu tidak ada manusia yang lebih panjang kesedihannya melebihi diriku. Saat aku melihat salah satu mereka yang memakai pakaian lebih baik dariku dan dia lebih wangi daripada aku maka itu membuatku sedih. Kemudian aku bergaul dengan orang orang miskin hingga aku pun merasakan ketenangan."
(Tahdzib al-Hilyah, II/95 melalui Hayatus Salaf, hlm. 570)
sumber:
@nasehatetam
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
▫ Aun bin Abdillah rahimahullah bercerita,
صحبت الأغنياء فلم يكن أحد أطول غماً مني، فإن رأيت رجلاً أحسن ثياباً مني وأطيب ريحاً مني غمني ذلك، فصحبت الفقراء فاسترحت
"Aku bergaul dengan orang orang kaya dan saat itu tidak ada manusia yang lebih panjang kesedihannya melebihi diriku. Saat aku melihat salah satu mereka yang memakai pakaian lebih baik dariku dan dia lebih wangi daripada aku maka itu membuatku sedih. Kemudian aku bergaul dengan orang orang miskin hingga aku pun merasakan ketenangan."
(Tahdzib al-Hilyah, II/95 melalui Hayatus Salaf, hlm. 570)
sumber:
@nasehatetam
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⚠️🔊 KEBENARAN DAN KEMENANGAN BUKAN KARENA BANYAKNYA JUMLAH PENGIKUT
📝 Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
وَلَقَدْ نَصَرَكُمُ اللَّهُ بِبَدْرٍ وَأَنْتُمْ أَذِلَّةٌ ۖ فَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
"Sungguh Allah telah menolong kalian dalam pertempuran Badar, padahal kalian adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya."
(QS. Ali Imran: 123)
✅ Ibnu Katsir rahimahullah menerangkan,
أَيْ: قَلِيلٌ عَدَدُكُمْ لِيَعْلَمُوا أَنَّ النَّصْرَ إِنَّمَا هُوَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ، لَا بِكَثْرَةِ العَدَد والعُدَد
"(Padahal kalian adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah) Yaitu sedikitnya jumlah kalian. Agar mereka mengetahui bahwa kemenangan itu berasal dari sisi Allah bukan karena banyaknya jumlah pasukan dan persenjataan."
🌍 Tafsir Ibnu Katsir 2/111
Sumber:
@warisansalaf
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
📝 Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
وَلَقَدْ نَصَرَكُمُ اللَّهُ بِبَدْرٍ وَأَنْتُمْ أَذِلَّةٌ ۖ فَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
"Sungguh Allah telah menolong kalian dalam pertempuran Badar, padahal kalian adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya."
(QS. Ali Imran: 123)
✅ Ibnu Katsir rahimahullah menerangkan,
أَيْ: قَلِيلٌ عَدَدُكُمْ لِيَعْلَمُوا أَنَّ النَّصْرَ إِنَّمَا هُوَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ، لَا بِكَثْرَةِ العَدَد والعُدَد
"(Padahal kalian adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah) Yaitu sedikitnya jumlah kalian. Agar mereka mengetahui bahwa kemenangan itu berasal dari sisi Allah bukan karena banyaknya jumlah pasukan dan persenjataan."
🌍 Tafsir Ibnu Katsir 2/111
Sumber:
@warisansalaf
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✋🏻💐🌹❓ APAKAH REZEKI & JODOH SUDAH TERCATAT?
Apakah rezeki dan jodoh sudah termaktub di Lauhul Mahfuzh? Apakah telah tercatat bahwa saya akan menikah dengan si Fulanah tertentu misalnya? Adakah rezeki itu ditentukan atau tergantung dengan usaha dan kepayahan seseorang? Apakah dalilnya?
asy-syaikh muhammad bin shalih al-utsaimin rahimahullah menjawab:
“Sejak Allah ‘azza wa jalla menciptakan pena, segala sesuatu sampai hari kiamat sudah tercatat di Lauhul Mahfuzh. Sebab, saat pertama kali menciptakan pena, Allah ‘azza wa jalla berfirman kepada pena,
اُكْتُبْ. قَالَ: رَبِّي وَمَاذَا أَكْتُبُ؟ قَالَ: اُكْتُبْ مَا هُوَ كَاِئنٌ. فَجَرَى فِي تِلْكَ السَّاعَةِ مِمَّا هُوَ كَائِنٌ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.
“Tulislah!”
Pena bertanya, “Wahai Rabbku, apakah yang harus aku tulis?”
Allah ‘azza wa jalla berfirman, “Tulislah apa saja yang akan terjadi.”
Berjalanlah pena pada saat itu menuliskan apa yang akan terjadi sampai hari kiamat.
Ada kabar yang pasti dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa apabila telah berlalu empat bulan dari usia janin dalam rahim ibunya, Allah ‘azza wa jalla mengutus seorang malaikat yang akan meniupkan ruh pada si janin dan menuliskan rezeki, ajal, amal, dan sengsara atau bahagianya.
Rezeki sudah tercatat,tidak bertambah dan tidak berkurang. Akan tetapi, Allah ‘azza wa jalla menjadikan sebab-sebab yang dapat menambah dan mengurangi rezeki. Di antara sebabnya adalah seseorang bekerja untuk mencari rezeki, sebagaimana Allah ‘azza wa jalla berfirman,
هُوَ ٱلَّذِي جَعَلَ لَكُمُ ٱلۡأَرۡضَ ذَلُولٗا فَٱمۡشُواْ فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُواْ مِن رِّزۡقِهِۦۖ وَإِلَيۡهِ ٱلنُّشُورُ ١٥
"Dialah yang menjadikan bumi itu mudah untuk kalian, maka berjalanlah di penjurunya (untuk berusaha) dan makanlah dari rezeki yang Allah karuniakan dan hanya kepada-Nya (kalian) kembali setelah dibangkitkan.” (al-Mulk: 15)
Temasuk sebab pula adalah menyambung hubungan rahim (silaturahim) dalam bentuk birrul walidain (berbuat baik kepada kedua orang tua) dan menyambung hubungan dengan kerabat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
“Siapa yang suka dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaknya dia menyambung rahimnya (silaturahim).”
Temasuk sebab beroleh rezeki adalah bertakwa kepada Allah ‘azza wa jalla. Dia ‘azza wa jalla janjikan dalam firman-Nya,
وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجۡعَل لَّهُۥ مَخۡرَجٗا ٢ وَيَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُۚ
“Siapa yang bertakwa kepada Allah, Allah akan jadikan baginya jalan keluar dan Allah akan beri rezeki dari arah yang tidak dia sangka.” (ath-Thalaq: 2—3)
Namun janganlah dikatakan bahwa rezeki sudah tercatat dan sudah ditentukan sehingga kita tidak perlu melakukan sebab-sebab (upaya) yang bisa menyampaikan kepada rezeki tersebut. Sebab, sikap seperti itu termasuk kelemahan. Sikap yang cerdas dan menunjukkan kekokohan adalah kita berusaha menempuh sebab yang mengantarkan menuju rezeki kita dan melakukan hal yang bermanfaat dalam urusan agama dan dunia.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ، وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسُهُ هَوَاهَا وَتَمَنَّى عَلَى اللهِ الْأَمَانِي
“Orang yang cerdas adalah yang menundukkan jiwanya dan beramal untuk persiapan kehidupan setelah mati. Adapun orang yang lemah adalah yang mengikuti keinginan hawa nafsunya lantas mengharapkan dari Allah angan-angannya.”
Sebagaimana rezeki telah tercatat dan ditakdirkan dengan sebab-sebabnya, demikian pula jodoh. Ia telah tercatat dan ditakdirkan dengan sebab-sebabnya. Setiap orang telah tercatat pasangan hidupnya, telah ditentukan dengan siapa dia akan menikah. Tidaklah tersembunyi bagi Allah ‘azza wa jalla sesuatu pun yang ada di bumi dan yang ada di langit.
(Fatawa asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, 2/752)
Sumber: https://asysyariah.com/apakah-rezeki-jodoh-sudah-tercatat/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Apakah rezeki dan jodoh sudah termaktub di Lauhul Mahfuzh? Apakah telah tercatat bahwa saya akan menikah dengan si Fulanah tertentu misalnya? Adakah rezeki itu ditentukan atau tergantung dengan usaha dan kepayahan seseorang? Apakah dalilnya?
asy-syaikh muhammad bin shalih al-utsaimin rahimahullah menjawab:
“Sejak Allah ‘azza wa jalla menciptakan pena, segala sesuatu sampai hari kiamat sudah tercatat di Lauhul Mahfuzh. Sebab, saat pertama kali menciptakan pena, Allah ‘azza wa jalla berfirman kepada pena,
اُكْتُبْ. قَالَ: رَبِّي وَمَاذَا أَكْتُبُ؟ قَالَ: اُكْتُبْ مَا هُوَ كَاِئنٌ. فَجَرَى فِي تِلْكَ السَّاعَةِ مِمَّا هُوَ كَائِنٌ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.
“Tulislah!”
Pena bertanya, “Wahai Rabbku, apakah yang harus aku tulis?”
Allah ‘azza wa jalla berfirman, “Tulislah apa saja yang akan terjadi.”
Berjalanlah pena pada saat itu menuliskan apa yang akan terjadi sampai hari kiamat.
Ada kabar yang pasti dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa apabila telah berlalu empat bulan dari usia janin dalam rahim ibunya, Allah ‘azza wa jalla mengutus seorang malaikat yang akan meniupkan ruh pada si janin dan menuliskan rezeki, ajal, amal, dan sengsara atau bahagianya.
Rezeki sudah tercatat,tidak bertambah dan tidak berkurang. Akan tetapi, Allah ‘azza wa jalla menjadikan sebab-sebab yang dapat menambah dan mengurangi rezeki. Di antara sebabnya adalah seseorang bekerja untuk mencari rezeki, sebagaimana Allah ‘azza wa jalla berfirman,
هُوَ ٱلَّذِي جَعَلَ لَكُمُ ٱلۡأَرۡضَ ذَلُولٗا فَٱمۡشُواْ فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُواْ مِن رِّزۡقِهِۦۖ وَإِلَيۡهِ ٱلنُّشُورُ ١٥
"Dialah yang menjadikan bumi itu mudah untuk kalian, maka berjalanlah di penjurunya (untuk berusaha) dan makanlah dari rezeki yang Allah karuniakan dan hanya kepada-Nya (kalian) kembali setelah dibangkitkan.” (al-Mulk: 15)
Temasuk sebab pula adalah menyambung hubungan rahim (silaturahim) dalam bentuk birrul walidain (berbuat baik kepada kedua orang tua) dan menyambung hubungan dengan kerabat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
“Siapa yang suka dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaknya dia menyambung rahimnya (silaturahim).”
Temasuk sebab beroleh rezeki adalah bertakwa kepada Allah ‘azza wa jalla. Dia ‘azza wa jalla janjikan dalam firman-Nya,
وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجۡعَل لَّهُۥ مَخۡرَجٗا ٢ وَيَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُۚ
“Siapa yang bertakwa kepada Allah, Allah akan jadikan baginya jalan keluar dan Allah akan beri rezeki dari arah yang tidak dia sangka.” (ath-Thalaq: 2—3)
Namun janganlah dikatakan bahwa rezeki sudah tercatat dan sudah ditentukan sehingga kita tidak perlu melakukan sebab-sebab (upaya) yang bisa menyampaikan kepada rezeki tersebut. Sebab, sikap seperti itu termasuk kelemahan. Sikap yang cerdas dan menunjukkan kekokohan adalah kita berusaha menempuh sebab yang mengantarkan menuju rezeki kita dan melakukan hal yang bermanfaat dalam urusan agama dan dunia.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ، وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسُهُ هَوَاهَا وَتَمَنَّى عَلَى اللهِ الْأَمَانِي
“Orang yang cerdas adalah yang menundukkan jiwanya dan beramal untuk persiapan kehidupan setelah mati. Adapun orang yang lemah adalah yang mengikuti keinginan hawa nafsunya lantas mengharapkan dari Allah angan-angannya.”
Sebagaimana rezeki telah tercatat dan ditakdirkan dengan sebab-sebabnya, demikian pula jodoh. Ia telah tercatat dan ditakdirkan dengan sebab-sebabnya. Setiap orang telah tercatat pasangan hidupnya, telah ditentukan dengan siapa dia akan menikah. Tidaklah tersembunyi bagi Allah ‘azza wa jalla sesuatu pun yang ada di bumi dan yang ada di langit.
(Fatawa asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, 2/752)
Sumber: https://asysyariah.com/apakah-rezeki-jodoh-sudah-tercatat/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
💦💐MAJLIS ILMU SEBAGAI SEBAB PENGHAPUS DOSA
Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu anhu berkata :
Sesungguhnya ada seorang yg keluar dari rumahnya dalam keadaan ia memiliki dosa sebesar gunung Tihaamah. Maka tatkala ia mendengar ilmu, ia pun takut (kepada Allah) dan bertaubat. Lalu ia pulang ke rumahnya dalam keadaan tiada memiliki dosa lagi. Maka janganlah kalian memisahkan diri dari majlis-majlisnya ulama.
📝 Miftah Daar As-Sa'adah 1/77
💎 قال عمر بن الْخطاب رضى الله عَنهُ؛ :
إن الرجل ليخرج من منزله وَعَلِيهِ من الذُّنُوب مثل جبال تهَامَة فَإِذا سمع الْعلم خَافَ وَرجع وَتَابَ فَانْصَرف الى منزله وَلَيْسَ عَلَيْهِ ذَنْب فلاتفارقوا مجَالِس الْعلمَاء
💎 مفتاح دار السعادة لابن القيّم (٧٧/١)
Sumber:
Whatsapp Ma'had Ar-Ridhwan Poso
@ahlussunnahposo
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu anhu berkata :
Sesungguhnya ada seorang yg keluar dari rumahnya dalam keadaan ia memiliki dosa sebesar gunung Tihaamah. Maka tatkala ia mendengar ilmu, ia pun takut (kepada Allah) dan bertaubat. Lalu ia pulang ke rumahnya dalam keadaan tiada memiliki dosa lagi. Maka janganlah kalian memisahkan diri dari majlis-majlisnya ulama.
📝 Miftah Daar As-Sa'adah 1/77
💎 قال عمر بن الْخطاب رضى الله عَنهُ؛ :
إن الرجل ليخرج من منزله وَعَلِيهِ من الذُّنُوب مثل جبال تهَامَة فَإِذا سمع الْعلم خَافَ وَرجع وَتَابَ فَانْصَرف الى منزله وَلَيْسَ عَلَيْهِ ذَنْب فلاتفارقوا مجَالِس الْعلمَاء
💎 مفتاح دار السعادة لابن القيّم (٧٧/١)
Sumber:
Whatsapp Ma'had Ar-Ridhwan Poso
@ahlussunnahposo
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Tetaplah istiqomah di jalanNya dengan senantiasa meminta ampunan dan bertaubat.
فَاسْتَقِيمُوا إِلَيْهِ وَاسْتَغْفِرُوهُ ۗ
Dijalannya maksudnya adalah peringatan untuk ikhlas. Ketika beramal tujuan dan tedensinya karena Allah semata, agar mendapatkan surgaNya.
Amalan sholih yang ikhlaslah yang sah dan bermanfaat. Sebaliknya, hilangnya keikhlasan akan menjadikan amalan tidak sah.
Dan sesungguhnya seorang hamba yang berusaha dan bersungguh-sungguh untuk istoqomah, pasti ada kekurangan yang dia lakukan.
Baik kurang sempurna dalam menjalankankan perintah atau terjatuh dalam dosa dan pelanggaran.
Oleh karenanya Allah memerintahkan untuk menyertai upaya istiqomah tersebut dengan senantiasa meminta ampunan dan bertaubat kepadaNya.
وفي قوله: { إِلَيْهِ } تنبيه على الإخلاص، وأن العامل ينبغي له أن يجعل مقصوده وغايته، التي يعمل لأجلها، الوصول إلى اللّه، وإلى دار كرامته، فبذلك يكون عمله خالصًا صالحًا نافعًا، وبفواته، يكون عمله باطلاً.
ولما كان العبد، -ولو حرص على الاستقامة- لا بد أن يحصل منه خلل بتقصير بمأمور، أو ارتكاب منهي، أمره بدواء ذلك بالاستغفار المتضمن للتوبة فقال: { وَاسْتَغْفِرُوهُ }
📕Tafsir Assidy Fushilat 6
Sumber:
@fawaidsolo
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
فَاسْتَقِيمُوا إِلَيْهِ وَاسْتَغْفِرُوهُ ۗ
Dijalannya maksudnya adalah peringatan untuk ikhlas. Ketika beramal tujuan dan tedensinya karena Allah semata, agar mendapatkan surgaNya.
Amalan sholih yang ikhlaslah yang sah dan bermanfaat. Sebaliknya, hilangnya keikhlasan akan menjadikan amalan tidak sah.
Dan sesungguhnya seorang hamba yang berusaha dan bersungguh-sungguh untuk istoqomah, pasti ada kekurangan yang dia lakukan.
Baik kurang sempurna dalam menjalankankan perintah atau terjatuh dalam dosa dan pelanggaran.
Oleh karenanya Allah memerintahkan untuk menyertai upaya istiqomah tersebut dengan senantiasa meminta ampunan dan bertaubat kepadaNya.
وفي قوله: { إِلَيْهِ } تنبيه على الإخلاص، وأن العامل ينبغي له أن يجعل مقصوده وغايته، التي يعمل لأجلها، الوصول إلى اللّه، وإلى دار كرامته، فبذلك يكون عمله خالصًا صالحًا نافعًا، وبفواته، يكون عمله باطلاً.
ولما كان العبد، -ولو حرص على الاستقامة- لا بد أن يحصل منه خلل بتقصير بمأمور، أو ارتكاب منهي، أمره بدواء ذلك بالاستغفار المتضمن للتوبة فقال: { وَاسْتَغْفِرُوهُ }
📕Tafsir Assidy Fushilat 6
Sumber:
@fawaidsolo
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🔊💽 PERINGATAN BAHAYA GHIBAH
Bersama:
💺Al-Ustadz Usamah Mahri حفظه الله
📥 Silahkan download audio rakaman di bawah (9.2MB) – Durasi [09:10] atau dari :
https://bit.ly/32QWuMQ
Sumber
@thoriqussalaf
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
Bersama:
💺Al-Ustadz Usamah Mahri حفظه الله
📥 Silahkan download audio rakaman di bawah (9.2MB) – Durasi [09:10] atau dari :
https://bit.ly/32QWuMQ
Sumber
@thoriqussalaf
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
💫 HADITS HARI INI
📖 BAB : MENCUCI DARAH HAID
Dari Asma' binti Abi Bakr, bahwa beliau berkata : Seorang perempuan bertanya kepada Rasulullah ﷺ dia mengatakan : Wahai Rasulullah, bagaimana menurutmu apabila salah seorang dari kami, bajunya terkena darah haid, apa yang harus dia lakukan? Maka Rasulullah ﷺ bersabda : "Apabila baju salah seorang dari kalian terkena darah haid, hendaknya dia mengeriknya, lalu menuangkan air padanya, kemudian silakan dia sholat dengan baju tersebut."
📚 Shahih Al Bukhari : 307
💫 حديث اليوم💫
📖 بَابُ غَسْلِ دَمِ الْمَحِيضِ.
🌹 عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ ، أَنَّهَا قَالَتْ : سَأَلَتِ امْرَأَةٌ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَتْ : يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَرَأَيْتَ إِحْدَانَا إِذَا أَصَابَ ثَوْبَهَا الدَّمُ مِنَ الْحَيْضَةِ، كَيْفَ تَصْنَعُ ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " إِذَا أَصَابَ ثَوْبَ إِحْدَاكُنَّ الدَّمُ مِنَ الْحَيْضَةِ فَلْتَقْرُصْهُ، ثُمَّ لِتَنْضَحْهُ بِمَاءٍ، ثُمَّ لِتُصَلِّي فِيهِ ".
📚 *صحيح البخاري : ٣٠٧*
Sumber:
🌎 WhatsApp Salafy Cirebon
@salafy_cirebon
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
📖 BAB : MENCUCI DARAH HAID
Dari Asma' binti Abi Bakr, bahwa beliau berkata : Seorang perempuan bertanya kepada Rasulullah ﷺ dia mengatakan : Wahai Rasulullah, bagaimana menurutmu apabila salah seorang dari kami, bajunya terkena darah haid, apa yang harus dia lakukan? Maka Rasulullah ﷺ bersabda : "Apabila baju salah seorang dari kalian terkena darah haid, hendaknya dia mengeriknya, lalu menuangkan air padanya, kemudian silakan dia sholat dengan baju tersebut."
📚 Shahih Al Bukhari : 307
💫 حديث اليوم💫
📖 بَابُ غَسْلِ دَمِ الْمَحِيضِ.
🌹 عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ ، أَنَّهَا قَالَتْ : سَأَلَتِ امْرَأَةٌ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَتْ : يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَرَأَيْتَ إِحْدَانَا إِذَا أَصَابَ ثَوْبَهَا الدَّمُ مِنَ الْحَيْضَةِ، كَيْفَ تَصْنَعُ ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " إِذَا أَصَابَ ثَوْبَ إِحْدَاكُنَّ الدَّمُ مِنَ الْحَيْضَةِ فَلْتَقْرُصْهُ، ثُمَّ لِتَنْضَحْهُ بِمَاءٍ، ثُمَّ لِتُصَلِّي فِيهِ ".
📚 *صحيح البخاري : ٣٠٧*
Sumber:
🌎 WhatsApp Salafy Cirebon
@salafy_cirebon
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🏛📚 Daftar Penerbit Ahlussunnah wal Jama’ah as-Salafiyyun
(Update: Rabi’ul Awwal 1441 H / November 2019 M)
------------------©-----------------
▪Susunan berdasarkan abjad.
1. Al-Abror Media
2. Al-Humaira
3. Al-Husna
4. Al-Qamar Media
5. An-Nisa
6. An-Nur Media
7. As-Salam Group
8. As-Shaf Media
9. Attuqa
10. Cahaya Ilmu Press
11. Cahaya Sunnah
12. Cahaya Tauhid Press
13. Cendekia
14. Daar Ibnu Abbas
15. Daar Ilmi
16. El-Fouz Publishing
17. El-Kautsar Media
18. Gema Ilmu
19. Hikmah Ahlus Sunnah
20. Hikmah Anak Shalih
21. Lentera Keluarga Bahagia
22. Maktabah adz-Dzahabi
23. Maktabah al-Ghuroba
24. Maktabah al-Huda
25. Maktabah al-Minhaj
26. Marwah Media
27. MBF Media Islami
28. Naufal Media
29. Nisa as-Sunnah
30. Nurani Bunda
31. Oase Media
32. Pena Hikmah Pustaka Sunnah
33. Penerbit Media Tashfiyah
34. Pustaka al-Haura
35. Pustaka Amanah
36. Pustaka an-Najah
37. Pustaka Hudaya
38. Pustaka Ibnul Jazari
39. Pustaka Mutiara Salafiyyah
40. Pustaka Qabail
41. Pustaka Salafiyah
42. Qonitah Media
43. Sketsi Publishing
44. Thalibun Shalih
45. Toobagus Publishing
46. Warasatul Anbiya Press
📝 Jika ada penerbit yang belum tercantum, kami persilakan untuk memberi informasi ke admin agar data diperbarui kembali, insya Allah.
Sumber:
✍🌾 Admin GBS.
@galeribukusalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
(Update: Rabi’ul Awwal 1441 H / November 2019 M)
------------------©-----------------
▪Susunan berdasarkan abjad.
1. Al-Abror Media
2. Al-Humaira
3. Al-Husna
4. Al-Qamar Media
5. An-Nisa
6. An-Nur Media
7. As-Salam Group
8. As-Shaf Media
9. Attuqa
10. Cahaya Ilmu Press
11. Cahaya Sunnah
12. Cahaya Tauhid Press
13. Cendekia
14. Daar Ibnu Abbas
15. Daar Ilmi
16. El-Fouz Publishing
17. El-Kautsar Media
18. Gema Ilmu
19. Hikmah Ahlus Sunnah
20. Hikmah Anak Shalih
21. Lentera Keluarga Bahagia
22. Maktabah adz-Dzahabi
23. Maktabah al-Ghuroba
24. Maktabah al-Huda
25. Maktabah al-Minhaj
26. Marwah Media
27. MBF Media Islami
28. Naufal Media
29. Nisa as-Sunnah
30. Nurani Bunda
31. Oase Media
32. Pena Hikmah Pustaka Sunnah
33. Penerbit Media Tashfiyah
34. Pustaka al-Haura
35. Pustaka Amanah
36. Pustaka an-Najah
37. Pustaka Hudaya
38. Pustaka Ibnul Jazari
39. Pustaka Mutiara Salafiyyah
40. Pustaka Qabail
41. Pustaka Salafiyah
42. Qonitah Media
43. Sketsi Publishing
44. Thalibun Shalih
45. Toobagus Publishing
46. Warasatul Anbiya Press
📝 Jika ada penerbit yang belum tercantum, kami persilakan untuk memberi informasi ke admin agar data diperbarui kembali, insya Allah.
Sumber:
✍🌾 Admin GBS.
@galeribukusalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com