💦💯🕌 KOMITMEN ABU BAKR DALAM MENGAMALKAN SUNNAH
☝💬
Abu Bakr Ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu menyatakan,
"Tidaklah aku meninggalkan sesuatupun yang pernah Rasulullah amalkan kecuali pasti akan aku laksanakan. Sungguh, diriku sangatlah khawatir jikalau satu saja perintah beliau aku tinggalkan, aku akan menjadi sesat."
✍ Al-Ibanah Al-Kubra 246/1
قال أبو بكر الصديق رضي الله عنه:
"لست تاركًا شيئًا كان رسول الله ﷺ يعمل به، إلا عملت به، وإني لأخشى إن تركت شيئًا من أمره أن أزيغ"
(الإبانة الكبرى ٢٤٦/١)
Sumber:
@KajianIslamTemanggung
📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU❗ ] Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
☝💬
Abu Bakr Ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu menyatakan,
"Tidaklah aku meninggalkan sesuatupun yang pernah Rasulullah amalkan kecuali pasti akan aku laksanakan. Sungguh, diriku sangatlah khawatir jikalau satu saja perintah beliau aku tinggalkan, aku akan menjadi sesat."
✍ Al-Ibanah Al-Kubra 246/1
قال أبو بكر الصديق رضي الله عنه:
"لست تاركًا شيئًا كان رسول الله ﷺ يعمل به، إلا عملت به، وإني لأخشى إن تركت شيئًا من أمره أن أزيغ"
(الإبانة الكبرى ٢٤٦/١)
Sumber:
@KajianIslamTemanggung
📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU❗ ] Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
💺MENGAJARI ANAK-ANAK MENCINTAI PEMERINTAH MUSLIM
Terkadang secara tak sadar, orang tua menanamkan kepada anak rasa ketidakpuasan terhadap penguasa negerinya. Lewat obrolan dengan orang lain, meluncur ungkapan-ungkapan celaan bahkan hujatan terhadap sang penguasa. Tampaknya hanya sekadar curhat. Namun, tanpa disangka, sepasang telinga kecil menangkap pembicaraan itu, lalu menghunjam di sanubarinya.
Berbekal opini dari orang tuanya terhadap penguasanya yang dipandang penuh kekurangan, tumbuhlah dia sebagai pemuda yang tidak puas dan benci dengan pemerintahnya. Tinggallah orang tua yang terhenyak, saat suatu hari nama anaknya tercatat sebagai anggota teroris. Wal ‘iyadzu billah….
Kita tentu tak pernah berharap hal itu terjadi pada diri kita dan anak-anak kita. Bahkan kita mohon perlindungan kepada Allah ‘azza wa jalla agar dijauhkan dari itu semua.
Selain doa yang kita panjatkan, tentu ada upaya yang harus ditempuh oleh orang tua dalam membimbing anaknya. Kita harus mengetahui bimbingan syariat dalam hal ini. Sembari memohon pertolongan dan taufik dari Allah ‘azza wa jalla, kita akan menelaah masalah ini melalui kitab Tarbiyatul Aulad fi Dhau’il Kitabi was Sunnah.
Dalam poin pembahasan Tarbiyatuhum ‘ala Mahabbatil ‘Ulama wa Wulatil Amr dijelaskan bahwa di antara hal penting yang harus diperhatikan oleh ayah dan ibu adalah mendidik anak-anak untuk mencintai ulama dan pemimpin negerinya.
Baca Selengkapnya di:
http://asysyariah.com/mengajari-anak-mencintai-pemerintah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Terkadang secara tak sadar, orang tua menanamkan kepada anak rasa ketidakpuasan terhadap penguasa negerinya. Lewat obrolan dengan orang lain, meluncur ungkapan-ungkapan celaan bahkan hujatan terhadap sang penguasa. Tampaknya hanya sekadar curhat. Namun, tanpa disangka, sepasang telinga kecil menangkap pembicaraan itu, lalu menghunjam di sanubarinya.
Berbekal opini dari orang tuanya terhadap penguasanya yang dipandang penuh kekurangan, tumbuhlah dia sebagai pemuda yang tidak puas dan benci dengan pemerintahnya. Tinggallah orang tua yang terhenyak, saat suatu hari nama anaknya tercatat sebagai anggota teroris. Wal ‘iyadzu billah….
Kita tentu tak pernah berharap hal itu terjadi pada diri kita dan anak-anak kita. Bahkan kita mohon perlindungan kepada Allah ‘azza wa jalla agar dijauhkan dari itu semua.
Selain doa yang kita panjatkan, tentu ada upaya yang harus ditempuh oleh orang tua dalam membimbing anaknya. Kita harus mengetahui bimbingan syariat dalam hal ini. Sembari memohon pertolongan dan taufik dari Allah ‘azza wa jalla, kita akan menelaah masalah ini melalui kitab Tarbiyatul Aulad fi Dhau’il Kitabi was Sunnah.
Dalam poin pembahasan Tarbiyatuhum ‘ala Mahabbatil ‘Ulama wa Wulatil Amr dijelaskan bahwa di antara hal penting yang harus diperhatikan oleh ayah dan ibu adalah mendidik anak-anak untuk mencintai ulama dan pemimpin negerinya.
Baca Selengkapnya di:
http://asysyariah.com/mengajari-anak-mencintai-pemerintah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
💥⚠⛔🔥 HAL-HAL YANG TERMASUK GHIBAH!!
✍🏼 Al-Imam an-Nawawy rahimahullah berkata:
كل ما أفهمت به غيرك نقصان مسلم فهو غيبة محرمة.
"Semua hal yang dengannya engkau membuat orang lain memahami bahwa hal itu adalah celaan terhadap seorang muslim, maka itu adalah ghibah atau menggunjing yang diharamkan."
📚 Al-Adzkar, hlm. 537
Sumber:
WhatsApp Salafy Indonesia
@ForumSalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍🏼 Al-Imam an-Nawawy rahimahullah berkata:
كل ما أفهمت به غيرك نقصان مسلم فهو غيبة محرمة.
"Semua hal yang dengannya engkau membuat orang lain memahami bahwa hal itu adalah celaan terhadap seorang muslim, maka itu adalah ghibah atau menggunjing yang diharamkan."
📚 Al-Adzkar, hlm. 537
Sumber:
WhatsApp Salafy Indonesia
@ForumSalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
‼💎 TERUSLAH INTROSPEKSI DIRI
✍ Al Imam Adz-Dzahaby rahimahullah berkata,
"Sepantasnya bagi seorang yang berilmu untuk berbicara dengan niat dan tujuan yang baik. Apabila ucapannya membuat dirinya terkagum, maka hendaklah dia diam dan apabila diamnya membuatnya dirinya terkagum, maka hendaklah dia berbicara.
Dan janganlah merasa lemah untuk terus mengintrospeksi diri, karena jiwa ini senantiasa menyukai ketenaran dan pujian."
📚 As-Siyar, Jilid 4/494.
قال الإمام الذهبي ـ رحمه الله:
ينبغي للعالم أن يتكلم بنية وحسن قصد ،
فإن أعجبه كلامه فليصمت ،
وإن أعجبه الصمت فلينطق ،
ولا يفتر عن محاسبة نفسه فإنها تحب الظهور والثناء.
📚 السير ٤/٤٩٤
Sumber:
WhatsApp Salafy Cirebon
@salafy_cirebon
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍ Al Imam Adz-Dzahaby rahimahullah berkata,
"Sepantasnya bagi seorang yang berilmu untuk berbicara dengan niat dan tujuan yang baik. Apabila ucapannya membuat dirinya terkagum, maka hendaklah dia diam dan apabila diamnya membuatnya dirinya terkagum, maka hendaklah dia berbicara.
Dan janganlah merasa lemah untuk terus mengintrospeksi diri, karena jiwa ini senantiasa menyukai ketenaran dan pujian."
📚 As-Siyar, Jilid 4/494.
قال الإمام الذهبي ـ رحمه الله:
ينبغي للعالم أن يتكلم بنية وحسن قصد ،
فإن أعجبه كلامه فليصمت ،
وإن أعجبه الصمت فلينطق ،
ولا يفتر عن محاسبة نفسه فإنها تحب الظهور والثناء.
📚 السير ٤/٤٩٤
Sumber:
WhatsApp Salafy Cirebon
@salafy_cirebon
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⚠💭❓ JAGA LISANMU KARENA SEMUA AKAN DITANYA
👋🏼 Ar Robii' bin Khutsaim rahimahulloh mendengar seorang lelaki mencerca saudaranya, maka beliau berkata:
"Tahan (lisanmu), jangan engkau berkata kecuali dengan perkataan yang baik, dan jangan engkau katakan kepada saudaramu kecuali apa yang engkau suka untuk mendengarnya dari selainmu, karena seorang hamba akan diminta pertanggungjawaban atas apa yang telah dia ucapkan, semua itu akan dihitung atasnya (Allah akan menghitungnya meskipun mereka melupakannya)."
📒 [Ibnu Abiid Dunyaa fii Kitabis Somti 54-128]
سمع الربيع بن خثيم ، رجلاً يلاحي رجلاً فقال : مه! لا تلفظ إلا بخير ، ولا تقل لأخيك إلا ما تحب أن تسمعه من غيرك ، فإن العبد مسئول عن لفظه ، محصي عليه ذلك كله : {أحصاه الله ونسوه}
(ابن أبي الدنيا في كتاب الصمت٥٤-١٢٨)
Sumber:
@KajianIslamTemanggung
📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU❗ ] Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
👋🏼 Ar Robii' bin Khutsaim rahimahulloh mendengar seorang lelaki mencerca saudaranya, maka beliau berkata:
"Tahan (lisanmu), jangan engkau berkata kecuali dengan perkataan yang baik, dan jangan engkau katakan kepada saudaramu kecuali apa yang engkau suka untuk mendengarnya dari selainmu, karena seorang hamba akan diminta pertanggungjawaban atas apa yang telah dia ucapkan, semua itu akan dihitung atasnya (Allah akan menghitungnya meskipun mereka melupakannya)."
📒 [Ibnu Abiid Dunyaa fii Kitabis Somti 54-128]
سمع الربيع بن خثيم ، رجلاً يلاحي رجلاً فقال : مه! لا تلفظ إلا بخير ، ولا تقل لأخيك إلا ما تحب أن تسمعه من غيرك ، فإن العبد مسئول عن لفظه ، محصي عليه ذلك كله : {أحصاه الله ونسوه}
(ابن أبي الدنيا في كتاب الصمت٥٤-١٢٨)
Sumber:
@KajianIslamTemanggung
📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU❗ ] Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🔎 PERHATIKAN HAL INI SESUDAH BERBUAT KETAATAN
Al-'Allamah Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,
"Perkara (yang seharusnya menjadi fokus dalam) agama ini bukan (sekedar) mendatangkan ketaatan, namun yang perkara (lebih penting dalam) agama ini adalah menjaga ketaatan itu dari perkara yang bisa membatalkannya."
🏷 Uddatush Shabirin 1/66-
قـال العلامـة ابـن القيـِّم رحـمه الـله تعالـﮯ :
" فلـيس الـشَّأن الإتـيان بـالطَّاعـة ؛ إنَّمـا الشَّـأن فـي حفظهـا مـمَّا يبطـلها "
📗عـدة الصـابرين ( ٦٦/١ )
Sumber: https://twitter.com/fzmhm12121/status/1178612908340719616?s=19
@majalahqonitah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Al-'Allamah Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,
"Perkara (yang seharusnya menjadi fokus dalam) agama ini bukan (sekedar) mendatangkan ketaatan, namun yang perkara (lebih penting dalam) agama ini adalah menjaga ketaatan itu dari perkara yang bisa membatalkannya."
🏷 Uddatush Shabirin 1/66-
قـال العلامـة ابـن القيـِّم رحـمه الـله تعالـﮯ :
" فلـيس الـشَّأن الإتـيان بـالطَّاعـة ؛ إنَّمـا الشَّـأن فـي حفظهـا مـمَّا يبطـلها "
📗عـدة الصـابرين ( ٦٦/١ )
Sumber: https://twitter.com/fzmhm12121/status/1178612908340719616?s=19
@majalahqonitah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🏥🛏 DI ANTARA ADAB MENJENGUK ORANG SAKIT
▫ Imam Atha' rahimahullah berkata,
من تمام العيادة أن تضع يدك على المريض
"Termasuk kesempurnaan dalam menjenguk ialah kamu meletakkan tanganmu pada orang yang sakit." (Mausu'ah Ibn Abid Dunya, IV/244 melalui Hayatus Salaf)
Sumber:
@nasehatetam
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
▫ Imam Atha' rahimahullah berkata,
من تمام العيادة أن تضع يدك على المريض
"Termasuk kesempurnaan dalam menjenguk ialah kamu meletakkan tanganmu pada orang yang sakit." (Mausu'ah Ibn Abid Dunya, IV/244 melalui Hayatus Salaf)
Sumber:
@nasehatetam
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🚇 INI ALASAN MENGAPA PARA TERORIS KHOWARIJ MENGINCAR APARAT PEMERINTAH SEBAGAI TARGET SASARAN TEROR
....Contoh kedua, dengan sangat mudah kaum teroris menjatuhkan vonis kafir kepada pemerintah muslim.
Mengapa? Karena mereka salah memahami ayat,
وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنزَلَ اللَّهُ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ [المائدة:44]
"Barang siapa tidak berhukum dengan hukum yang Allah turunkan, mereka adalah orang-orang kafir."
(al-Maidah: 44)
Kelompok teroris Khawarij memvonis pemerintah muslim telah kafir karena menilai bahwa pemerintah tidak lagi berhukum dengan hukum Allah.
Padahal orang yang tidak berhukum dengan hukum Allah tidak bisa serta-merta divonis kafir. Ada banyak perincian yang harus dipahami terkait tafsir ayat tersebut.
(Lihat pembahasan makna yang benar tentang makna ayat ini pada hlm. 62).
Akan tetapi, demikianlah keadaannya.
Kaum teroris Khawarij bahkan telah menerapkan ayat tersebut kepada salah satu pemerintahan terbaik, yaitu pemerintahan Amirul Mukminin 'Ali bin Abi Thalib. Jika salah satu pemerintah terbaik telah divonis kafir oleh kaum teroris Khawarij berdasarkan ayat tersebut, lantas bagaimana halnya dengan pemerintah sekarang?!
Karena pemerintah telah dinyatakan kafir, segala perlawanan terhadap pemerintah tersebut adalah sah- menurut kaum teroris. Bahkan, mereka meyakininya sebagai jihad!
Dengan demikian-masih menurut mereka-berbagai aksi teror, baik berupa:
◾️ bom bunuh diri,
◾️ peledakan,
◾️ pembunuhan terhadap aparat pemerintah, dll.,
adalah PERBUATAN YANG LEGAL.
Akibatnya, muncul kekacauan dalam masyarakat, stabilitas pertahanan dan keamanan negara pun terganggu.
📑 Majalah Asy-Syari'ah Edisi Khusus "Mengapa Teroris Tidak Pernah Habis?" hal.5 (Kebodohan Lahan Subur Terorisme) judul dari admin.
Sumber:
@ForumBerbagiFaidah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
....Contoh kedua, dengan sangat mudah kaum teroris menjatuhkan vonis kafir kepada pemerintah muslim.
Mengapa? Karena mereka salah memahami ayat,
وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنزَلَ اللَّهُ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ [المائدة:44]
"Barang siapa tidak berhukum dengan hukum yang Allah turunkan, mereka adalah orang-orang kafir."
(al-Maidah: 44)
Kelompok teroris Khawarij memvonis pemerintah muslim telah kafir karena menilai bahwa pemerintah tidak lagi berhukum dengan hukum Allah.
Padahal orang yang tidak berhukum dengan hukum Allah tidak bisa serta-merta divonis kafir. Ada banyak perincian yang harus dipahami terkait tafsir ayat tersebut.
(Lihat pembahasan makna yang benar tentang makna ayat ini pada hlm. 62).
Akan tetapi, demikianlah keadaannya.
Kaum teroris Khawarij bahkan telah menerapkan ayat tersebut kepada salah satu pemerintahan terbaik, yaitu pemerintahan Amirul Mukminin 'Ali bin Abi Thalib. Jika salah satu pemerintah terbaik telah divonis kafir oleh kaum teroris Khawarij berdasarkan ayat tersebut, lantas bagaimana halnya dengan pemerintah sekarang?!
Karena pemerintah telah dinyatakan kafir, segala perlawanan terhadap pemerintah tersebut adalah sah- menurut kaum teroris. Bahkan, mereka meyakininya sebagai jihad!
Dengan demikian-masih menurut mereka-berbagai aksi teror, baik berupa:
◾️ bom bunuh diri,
◾️ peledakan,
◾️ pembunuhan terhadap aparat pemerintah, dll.,
adalah PERBUATAN YANG LEGAL.
Akibatnya, muncul kekacauan dalam masyarakat, stabilitas pertahanan dan keamanan negara pun terganggu.
📑 Majalah Asy-Syari'ah Edisi Khusus "Mengapa Teroris Tidak Pernah Habis?" hal.5 (Kebodohan Lahan Subur Terorisme) judul dari admin.
Sumber:
@ForumBerbagiFaidah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🌋🚨 INILAH ORANG YANG MENDAPATKAN MUSIBAH DI ATAS MUSIBAH
▫ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan,
إذا رأيت العبد يقع في الناس إذا آذوه ولا يرجع إلى نفسه باللوم والاستغفار فاعلم أن مصيبته مصيبة حقيقية
"Jika kamu mendapati orang yang menjelek-jelekkan manusia disebabkan mereka menyakitinya sedang dia tidak mencela dirinya sendiri dan tidak beristighfar maka ketahuilah bahwa musibah yang menimpanya ialah musibah yang sebenar-benar musibah."
(Jami' al-Masa'il, hlm. 169)
Artinya, beliau ingin mengingatkan kita, bahwa saat manusia mengganggu atau menyakiti kita, itu pasti asal permasalahannya dari diri kita sendiri. Karena dosa kita, karena kelalaian kita, hingga Allah pun menimpakan pada kita peringatan atau hukuman melalui tangan makhluk.
وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ
"Dan musibah apa saja yang menimpa kamu maka itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)." QS. Asy-Syuro : 30
Di saat seseorang lupa akan hal ini dan justru menghujat orang yang mengganggunya maka pantas jika dia disebut sebagai orang yang mendapat musibah di atas musibah, karena:
- pertama, dia disakiti oleh orang lain,
- dan kedua, dia tidak bersabar sehingga terhalang dari pahala.
Sumber:
@nasehatetam
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
▫ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan,
إذا رأيت العبد يقع في الناس إذا آذوه ولا يرجع إلى نفسه باللوم والاستغفار فاعلم أن مصيبته مصيبة حقيقية
"Jika kamu mendapati orang yang menjelek-jelekkan manusia disebabkan mereka menyakitinya sedang dia tidak mencela dirinya sendiri dan tidak beristighfar maka ketahuilah bahwa musibah yang menimpanya ialah musibah yang sebenar-benar musibah."
(Jami' al-Masa'il, hlm. 169)
Artinya, beliau ingin mengingatkan kita, bahwa saat manusia mengganggu atau menyakiti kita, itu pasti asal permasalahannya dari diri kita sendiri. Karena dosa kita, karena kelalaian kita, hingga Allah pun menimpakan pada kita peringatan atau hukuman melalui tangan makhluk.
وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ
"Dan musibah apa saja yang menimpa kamu maka itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)." QS. Asy-Syuro : 30
Di saat seseorang lupa akan hal ini dan justru menghujat orang yang mengganggunya maka pantas jika dia disebut sebagai orang yang mendapat musibah di atas musibah, karena:
- pertama, dia disakiti oleh orang lain,
- dan kedua, dia tidak bersabar sehingga terhalang dari pahala.
Sumber:
@nasehatetam
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
💦🔥🎯 LISAN TAK TERKENDALI KOTORI HATI
☝💬
Al Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata,
"Seseorang yang mengumbar lisannya, maka dia akan terhalangi dari kejernihan kalbunya."
✍ Shoidul Khothir hal. 66
️قال الإمام ابن الجوزي رحمه الله:
أطلق لسانه فحرم صفاء قلبه، ».
[صيد الخاطر (ص ٦٦)].
Sumber:
@KajianIslamTemanggung
📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU❗ ] Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
☝💬
Al Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata,
"Seseorang yang mengumbar lisannya, maka dia akan terhalangi dari kejernihan kalbunya."
✍ Shoidul Khothir hal. 66
️قال الإمام ابن الجوزي رحمه الله:
أطلق لسانه فحرم صفاء قلبه، ».
[صيد الخاطر (ص ٦٦)].
Sumber:
@KajianIslamTemanggung
📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU❗ ] Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
💐🌷🌻🌹 TIDAK BOLEH MENOLAK POLIGAMI DENGAN MENSYARATKAN KETIKA AKAD NIKAH
✍🏻 Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata:
«لا يجوز للمرأة أن تشترط عند العقد أن لا يعدد عليها، لكن تشترط عليه العدل»
"Seorang wanita ketika akad nikah tidak boleh untuk mensyaratkan agar suaminya tidak menikah lagi, tetapi dia boleh mensyaratkan agar suaminya bersikap adil."
🔊 Ighatsatul Lahafan, 29-01-1438 H
Sumber: https://twitter.com/SFawzaan/status/813655780226465792
WhatsApp Salafy Indonesia
@ForumSalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍🏻 Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata:
«لا يجوز للمرأة أن تشترط عند العقد أن لا يعدد عليها، لكن تشترط عليه العدل»
"Seorang wanita ketika akad nikah tidak boleh untuk mensyaratkan agar suaminya tidak menikah lagi, tetapi dia boleh mensyaratkan agar suaminya bersikap adil."
🔊 Ighatsatul Lahafan, 29-01-1438 H
Sumber: https://twitter.com/SFawzaan/status/813655780226465792
WhatsApp Salafy Indonesia
@ForumSalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🌺💡💥💐 HIJAB ADALAH IBADAH DAN BUKAN ADAT ORANG ARAB
✍🏻 Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:
الحجاب ﻋﺒﺎﺩﺓ ﻭﺗﺪﻳﻦ ﻭﺗﻘﺮﺏ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ، ﻭﻟﻴﺲ ﻣﻦ ﺑﺎﺏ ﺍﻟﻌﺎﺩﺍﺕ ﻭﺍﻟﺘﻘﺎﻟﻴﺪ، ﺑﻞ ﻫﻮ ﻣﻦ ﺑﺎﺏ ﺍﻷﻭﺍﻣﺮ ﺍﻟﺘﻲ ﺃﻣﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻬﺎ ﻭﺭﺳﻮﻟﻪ، ﻓﻴﻜﻮﻥ ﻓﻌﻠﻪ ﻗﺮﺑﺔ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ.
"Hijab adalah ibadah, menjalankan ajaran agama, dan mendekatkan diri kepada Allah Azza wa Jalla, dan bukan termasuk adat dan taqlid (ikut-ikutan nenek moyang), bahkan itu termasuk salah satu perintah yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya, sehingga melakukannya merupakan bentuk mendekatkan diri kepada Allah Azza wa Jalla."
Sumber: http://binothaimeen.net/content/502
WhatsApp Salafy Indonesia
@ForumSalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍🏻 Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:
الحجاب ﻋﺒﺎﺩﺓ ﻭﺗﺪﻳﻦ ﻭﺗﻘﺮﺏ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ، ﻭﻟﻴﺲ ﻣﻦ ﺑﺎﺏ ﺍﻟﻌﺎﺩﺍﺕ ﻭﺍﻟﺘﻘﺎﻟﻴﺪ، ﺑﻞ ﻫﻮ ﻣﻦ ﺑﺎﺏ ﺍﻷﻭﺍﻣﺮ ﺍﻟﺘﻲ ﺃﻣﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻬﺎ ﻭﺭﺳﻮﻟﻪ، ﻓﻴﻜﻮﻥ ﻓﻌﻠﻪ ﻗﺮﺑﺔ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ.
"Hijab adalah ibadah, menjalankan ajaran agama, dan mendekatkan diri kepada Allah Azza wa Jalla, dan bukan termasuk adat dan taqlid (ikut-ikutan nenek moyang), bahkan itu termasuk salah satu perintah yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya, sehingga melakukannya merupakan bentuk mendekatkan diri kepada Allah Azza wa Jalla."
Sumber: http://binothaimeen.net/content/502
WhatsApp Salafy Indonesia
@ForumSalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🔊JANGAN CEPAT PUAS DAN LUPA KADAR DIRI
🎙 Al-Imam Al-'Allaamah Nashiruddin al-Albaniy rahimahullah berkata:
« آفة الشباب المسلم في العصر الحاضر، هو أنهم لمجرد أن يشعروا بأنهم عرفوا شيئا من العلم لم يكونوا من قبل على علم به ؛ رفعوا به رؤوسهم، وظنوا أنهم قد أحاطوا بكل شيء علما، فتسلط عليهم الغرور والعجب » .
"Kesalahan para pemuda muslim di masa kini adalah mereka sekadar merasa telah mengetahui suatu ilmu, yang sebelumnya mereka belum pernah mengilmuinya, mereka pun mendongakkan kepala mereka dan menyangka mereka telah menguasai seluruh ilmu, MAKA terkecoh dan 'ujub menguasai mereka.
📼 Al-Huda wan Nuur, 861.
Sumber:
https://t.me/kibarolama
Minhaajussalaf @minhaajussalaf
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🎙 Al-Imam Al-'Allaamah Nashiruddin al-Albaniy rahimahullah berkata:
« آفة الشباب المسلم في العصر الحاضر، هو أنهم لمجرد أن يشعروا بأنهم عرفوا شيئا من العلم لم يكونوا من قبل على علم به ؛ رفعوا به رؤوسهم، وظنوا أنهم قد أحاطوا بكل شيء علما، فتسلط عليهم الغرور والعجب » .
"Kesalahan para pemuda muslim di masa kini adalah mereka sekadar merasa telah mengetahui suatu ilmu, yang sebelumnya mereka belum pernah mengilmuinya, mereka pun mendongakkan kepala mereka dan menyangka mereka telah menguasai seluruh ilmu, MAKA terkecoh dan 'ujub menguasai mereka.
📼 Al-Huda wan Nuur, 861.
Sumber:
https://t.me/kibarolama
Minhaajussalaf @minhaajussalaf
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
☑️🔊 DOAKANLAH KEDUA ORANG TUAMU!!
📝 Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah berkata,
"Aku mengimbau saudara-saudaraku agar memperbanyak mendoakan kedua orang tua mereka yang masih hidup atau yang sudah meninggal. Karena itulah jalannya anak-anak saleh yang mengamalkan firman Allah Ta'ala,__
وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
"Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Rabbku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".** (QS. Al-Isra: 24)
🌎 Fatawa Nuur 'ala ad-Darb 1/270
Sumber:
@warisansalaf
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
📝 Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah berkata,
"Aku mengimbau saudara-saudaraku agar memperbanyak mendoakan kedua orang tua mereka yang masih hidup atau yang sudah meninggal. Karena itulah jalannya anak-anak saleh yang mengamalkan firman Allah Ta'ala,__
وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
"Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Rabbku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".** (QS. Al-Isra: 24)
🌎 Fatawa Nuur 'ala ad-Darb 1/270
Sumber:
@warisansalaf
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🌴🌷💎 MENDIDIK ANAK DAN PEMUDA
Berilah anak-anak kalian arahan yang lurus. Didiklah mereka dengan baik. Jadikan diri kalian sebagai teladan yang baik bagi diri kalian sehingga mereka dapat meneladani kalian.
Bersihkan rumah-rumah kalian dari hal-hal yang tidak pantas. Hilangkan sarana yang mengantarkan kepada api kejelekan di dalam rumah sehingga menjadi “steril”. Artinya, hal-hal yang menjadi perantara menyimpangnya anak-anak kalian tidak boleh masuk ke dalamnya.
Para ayah menanggung amanat terkait urusan anak-anak mereka. Apabila orang tua dapat menunaikan kewajiban yang Allah subhanahu wa ta’ala bebankan kepada mereka, niscaya Allah subhanahu wa ta’ala akan memberikan pahala kepada mereka.
Orang tua hendaknya menjadi sebab kebaikan bagi anak-anak mereka sehingga anak-anak bisa menjadi qurratu a’yun bagi mereka di dunia dan di akhirat. Kelak di dalam surga, jika anak-anak itu saleh karena usaha ayah mereka —dengan izin Allah— ketika hidup di dunia, Allah subhanahu wa ta’ala akan mengumpulkan mereka di tempat yang sama di dalam surga.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَٱتَّبَعَتۡهُمۡ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَٰنٍ أَلۡحَقۡنَا بِهِمۡ ذُرِّيَّتَهُمۡ وَمَآ أَلَتۡنَٰهُم مِّنۡ عَمَلِهِم مِّن شَيۡءٖۚ
“Orang-orang yang beriman dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, maka Kami gabungkan anak keturunan mereka dengan mereka dan Kami tiada mengurangi sedikit pun dari pahala amal mereka.” (ath-Thur: 21)
Mendidik anak membutuhkan kesabaran dan kemauan menanggung kesulitan dari para orang tua. Ia membutuhkan kesungguhan total dari para orang tua. Terkhusus pada zaman ini, saat gelombang keburukan bergejolak dari segala arah. Gelombang keburukan tersebut mengakibatkan para pemuda menjadi seperti kambing-kambing di daerah yang dipenuhi hewan buas yang berbahaya.
Karena itu, para ayah harus mengupayakan agar anak-anak mereka tumbuh di atas ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
»Baca Selengkapnya di:
http://asysyariah.com/mendidik-anak-dan-pemuda/
Sumber:
@fawaidsolo
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Berilah anak-anak kalian arahan yang lurus. Didiklah mereka dengan baik. Jadikan diri kalian sebagai teladan yang baik bagi diri kalian sehingga mereka dapat meneladani kalian.
Bersihkan rumah-rumah kalian dari hal-hal yang tidak pantas. Hilangkan sarana yang mengantarkan kepada api kejelekan di dalam rumah sehingga menjadi “steril”. Artinya, hal-hal yang menjadi perantara menyimpangnya anak-anak kalian tidak boleh masuk ke dalamnya.
Para ayah menanggung amanat terkait urusan anak-anak mereka. Apabila orang tua dapat menunaikan kewajiban yang Allah subhanahu wa ta’ala bebankan kepada mereka, niscaya Allah subhanahu wa ta’ala akan memberikan pahala kepada mereka.
Orang tua hendaknya menjadi sebab kebaikan bagi anak-anak mereka sehingga anak-anak bisa menjadi qurratu a’yun bagi mereka di dunia dan di akhirat. Kelak di dalam surga, jika anak-anak itu saleh karena usaha ayah mereka —dengan izin Allah— ketika hidup di dunia, Allah subhanahu wa ta’ala akan mengumpulkan mereka di tempat yang sama di dalam surga.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَٱتَّبَعَتۡهُمۡ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَٰنٍ أَلۡحَقۡنَا بِهِمۡ ذُرِّيَّتَهُمۡ وَمَآ أَلَتۡنَٰهُم مِّنۡ عَمَلِهِم مِّن شَيۡءٖۚ
“Orang-orang yang beriman dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, maka Kami gabungkan anak keturunan mereka dengan mereka dan Kami tiada mengurangi sedikit pun dari pahala amal mereka.” (ath-Thur: 21)
Mendidik anak membutuhkan kesabaran dan kemauan menanggung kesulitan dari para orang tua. Ia membutuhkan kesungguhan total dari para orang tua. Terkhusus pada zaman ini, saat gelombang keburukan bergejolak dari segala arah. Gelombang keburukan tersebut mengakibatkan para pemuda menjadi seperti kambing-kambing di daerah yang dipenuhi hewan buas yang berbahaya.
Karena itu, para ayah harus mengupayakan agar anak-anak mereka tumbuh di atas ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
»Baca Selengkapnya di:
http://asysyariah.com/mendidik-anak-dan-pemuda/
Sumber:
@fawaidsolo
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com