Salafy Palembang 🇮🇩
5.89K subscribers
5.41K photos
445 videos
309 files
14.5K links
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Download Telegram
🌻📅🔊 BANYAK BERTAKBIR DI BULAN DZULHIJJAH

Syaikh Ibnu Baz rahimahullah berkata,

"Adapun pada 'Id an Nahr (hari kurban) disunnahkan takbir di awal bulan Dzul Hijjah. Sejak awal bulan Dzul Hijjah hingga akhir hari ke-13 yakni selama 13 hari. Seluruhnya tempat takbir."

📑 Lafadh Takbir:

الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله، الله أكبر الله أكبر ولله الحمد،

atau

الله أكبر الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله، الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد،

atau

الله أكبر كبيرًا، والحمد لله كثيرا، وسبحان الله بكرة وأصيلا

https://binbaz.org.sa/fatwas/15812/%D8%B5%D9%8A%D8%BA%D8%A9-%D8%A7%D9%84%D8%AA%D9%83%D8%A8%D9%8A%D8%B1-%D9%81%D9%8A-%D8%A7%D9%84%D8%B9%D9%8A%D8%AF%D9%8A%D9%86

📖 Fatawa Nurun 'Alaa ad Darb

أما في عيد النحر فيستحب التكبير من أول شهر ذي الحجة، من أول شهر الحجة إلى نهاية اليوم الثالث عشر، ثلاثة عشر يوماً، كلها محل تكبير.

Sumber:
@ukhwh
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
📊📈 AMAL SHALIH AKAN MENINGKAT TAJAM PAHALANYA DALAM BEBERAPA HARI KE DEPAN

Tepatnya, saat memasuki 01 dzulhijjah nanti. Simaklah beberapa hadits berikut ini dengan sedikit ulasannya.

- Dari Abdullah bin 'Abbas radhiyallahu 'anhuma, Rasulullah ﷺ bersabda,

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهِنَّ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ

" Tidak ada hari-hari untuk berbuat amal shalih yang lebih Allah cintai melebihi sepuluh hari pertama bulan dzulhijjah."

Para sahabat bertanya, wahai Rasulullah, sekalipun dibanding Jihad fi sabilillah?

Rasulullah ﷺ menjawab: "Sekalipun jihad fi sabilillah, kecuali seseorang yang pergi berjihad dengan harta dan jiwanya lalu tidak kembali sedikitpun dengan membawa keduanya." HR. Al-Bukhari, Abu Dawud, dan at-Tirmidzi (ini lafazh dalam Jami' at-Tirmidzi)

Hadits ini datang dalam beberapa redaksi, yang secara keseluruhan memberikan faedah akan besarnya pahala amal shalih apapun yang dikerjakan pada sepuluh hari pertama bulan dzulhijjah. Yang bahkan, lebih utama ketimbang jihad sekalipun.

RIWAYAT LAIN YANG SEMISAL HADITS INI

- Dari Abdullah bin 'Abbas radhiyallahu 'anhuma, Rasulullah ﷺ bersabda,

ما من عملٍ أزْكَى عندَ اللهِ عزَّ وجلَّ ولا أعظمَ أجرًا من خيرٍ يعملُهُ في عَشْرِ الأضحَى

"Tidak ada satu amalan pun yang lebih suci di sisi Allah dan lebih besar pahalanya; melebihi amalan yang dilakukan pada sepuluh hari pertama dzulhijjah..." SANADNYA HASAN- (Al-Irwa', III/398) HR. Al-Baihaqi dalam Syu'ab al-Iman

- Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhuma, Rasulullah ﷺ bersabda,

أفضلُ أيامِ الدُّنيا العشرُ – يعني : عشرَ ذي الحِجَّةِ - .  قيل : ولا مثلهنَّ في سبيلِ اللهِ ؟ قال : ولا مثلهنَّ في سبيلِ اللهِ ، إلا رجلٌ عفَّر وجهَه بالتُّرابِ .

"Hari yang paling utama di dunia ialah sepuluh hari pertama dzulhijjah."

Lantas ada yang bertanya pada beliau, 'Tidak juga sebanding jika dengan jihad fi sabilillah?'

"Tetap tidak sebanding dengan jihad fi sabilillah. Kecuali jihadnya orang yang sampai meninggal dunia." -SHAHIH LI GHAIRIHI- (Shahih At-Targhib, 1150) HR. Al-Bazzaar

DAN TAHUKAH KITA SEBESAR APA PAHALA JIHAD ITU?

Bacalah hadits di bawah ini untuk sedikit memberikan gambaran.

- Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, beliau menyatakan,

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقَالَ: دُلَّنِي عَلَى عَمَلٍ يَعْدِلُ الجِهَادَ؟

Ada seseorang yang datang pada Rasulullah ﷺ lalu mengatakan, 'Sampaikanlah pada saya sebuah amalan yang sebanding dengan jihad (pahalanya)?'

Maka Rasulullah ﷺ menjawab,

لاَ أَجِدُه

"Tidak ada."

Beliau ﷺ lalu menambahkan,

هَلْ تَسْتَطِيعُ إِذَا خَرَجَ المُجَاهِدُ أَنْ تَدْخُلَ مَسْجِدَكَ فَتَقُومَ وَلاَ تَفْتُرَ، وَتَصُومَ وَلاَ تُفْطِرَ؟

"Sanggupkah kamu jika orang yang berjihad pergi berjihad lantas kamu masuk ke tempat ibadahmu dan shalat tanpa berhenti juga berpuasa tanpa berbuka?"

Orang itu menjawab,

وَمَنْ يَسْتَطِيعُ ذَلِكَ؟ 

"Siapa yang bisa seperti itu..?" HR. Al-Bukhari (2785)

Bersama dengan pahala jihad yang sebesar ini, kita nyatanya diberikan kesempatan oleh Allah untuk bisa meraih pahala yang bahkan lebih besar dari jihad (kecuali jihad yang hingga mati syahid).

Apalagi jika bukan dengan amal shalih yang dikerjakan pada sepuluh hari pertama dzulhijjah. Semoga Allah membantu kita untuk senantiasa berada di atas jalan ketaatan kepada-Nya.

Sumber:
@nasehatetam
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🌏💫 MENGGALI LEBIH DALAM KANDUNGAN HADITS KEUTAMAAN AMAL DI SEPULUH PERTAMA DZULHIJJAH

Sudah lalu bersama kita beberapa lafazh haditsnya. Di antaranya,

ما من عملٍ أزْكَى عندَ اللهِ عزَّ وجلَّ ولا أعظمَ أجرًا من خيرٍ يعملُهُ في عَشْرِ الأضحَى

"Tidak ada satu amalan pun yang lebih suci di sisi Allah dan lebih besar pahalanya; melebihi amalan yang dilakukan pada sepuluh hari pertama dzulhijjah..." SANADNYA HASAN- (Al-Irwa', III/398) HR. Al-Baihaqi dalam Syu'ab al-Iman

Sebagai upaya untuk memaksimalkan hari-hari besok, mari bersama kita kaji lebih dalam kandungannya.

AMAL SHALIH APA YANG KEUTAMAANNYA BERLIPAT BAHKAN MELEBIHI JIHAD ITU?

Dalam riwayat hadits di atas, Nabi ﷺ menyebutkan amal shalih begitu saja, tanpa menerangkan amal shalih jenis apakah itu. Yang itu bermakna, semua amal shalih tanpa terkecuali.

Al-Hafizh Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah berkata,

وقد دل حديث ابن عباس على مضاعفة جميع الأعمال الصالحة في العشر من غير استثناء شيء منها

"Hadits Abdullah bin 'Abbas menunjukkan bahwa pahala seluruh amal shalih yang dikerjakan pada sepuluh hari pertama dzulhijjah jadi berlipat ganda tanpa terkecuali." (Latha-if al-Ma'arif, hlm. 460)

Pun demikian yang diterangkan oleh Asy-Syaikh Al-'Utsaimin rahimahullah, beliau menuturkan,

وقوله العمل الصالح يشمل الصلاة والصدقة والصيام والذكر والتكبير وقراءة القرآن وبر الوالدين وصلة الأرحام والإحسان إلى الخلق وحسن الجوار وغير ذلك ... كل الأعمال الصالحة.

"Sabda Nabi Muhammad ﷺ dalam hadits 'amal shalih' : mencakup amalan shalat, sedekah, puasa, dzikir, takbir, membaca Alquran, berbakti pada kedua orangtua, menyambung silaturrahmi, berbuat baik pada orang lain, pada tetangga, dan lain-lain.. Intinya semua amal shalih."
(Syarah Riyadhus Shalihin, V/303)

APAKAH PUASA JUGA MASUK?

Tentu saja, sebagaimana telah kita lewati bersama keterangan para ulama di atas tentang masuknya semua jenis amal shalih tanpa terkecuali saat dikerjakan pada sepuluh hari pertama bulan dzulhijjah.

Hanya saja memang, untuk syari'at berpuasa tidak sampai tanggal sepuluh dzulhijjah. Sebab itu adalah hari raya, hari yang diharamkan untuk berpuasa padanya.

Imam Nawawi rahimahullah mengatakan,

هِيَ مستحبة استحبابا شديدا لاسيما التَّاسِعُ مِنْهَا وَهُوَ يَوْمُ عَرَفَةَ

"Puasa di sembilan hari pertama dzulhijjah ialah sunnah yang sangat ditekankan. Terlebih lagi tanggal sembilannya, yaitu hari arafah." (Al-Minhaj, VIII/71)

CARA BERPUASA DI SEMBILAN HARI PERTAMA DZULHIJJAH

Sama, seperti puasa pada umumnya. Sunnah-sunnahnya, wajib-wajib, dan rukun-rukunnya sama seperti puasa lain. Untuk masalah niat, cukup dia niatkan dalam hati untuk melaksanakan puasa pada awal dzulhijjah.

Benarkah itu sudah mencukupi? Ya benar. Tidak ada lafazh niat yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ pada kita saat menjalankan ibadah, ibadah bersuci, shalat, puasa, zakat, dan seterusnya. Intinya ialah yang ada di dalam hati. Rasulullah ﷺ bersabda,

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

"Sesungguhnya tiap amal tergantung niatnya. Dan tiap orang akan mendapatkan sesuai dengan niatnya." HR Al-Bukhari (1) dan Muslim (1907)

Imam Ibnu Qudamah al-Maqdisi rahimahullah, saat menjelaskan makna niat puasa (konteksnya puasa ramadhan namun juga berlaku pada puasa lainnya) menyatakan,

 ومعنى النية القصد، وهو اعتقاد القلب فعل شيء، وعزمه عليه، من غير تردد، فمتى خطر بقلبه في الليل أن غدا من رمضان، وأنه صائم فيه، فقد نوى

"Makna niat adalah bermaksud. Yaitu bertekad dalam hati untuk melakukan sesuatu tanpa keraguan. Jika dia sudah tahu bahwa besok ramadhan dan dia akan berpuasa besok; dengan itu dia telah berniat."
(Al-Mughni, IV/337)

Jadi sebenarnya, berniat bukanlah hal yang sulit. Saat kita tahu besok termasuk sembilan hari pertama dzulhijjah; kemudian kita bertekad untuk puasa maka itulah niat kita.

Meski memang sederhana tapi dia sangat memengaruhi hasil yang didapat seorang hamba.

Jika niatnya ikhlas maka besarlah hasil yang didapatnya. Jika tidak ikhlas; maka sia-sialah amal shalih yang dikerjakannya.

Sumber:
@nasehatetam
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/Sa
APAKAH MESTI SEMBILAN HARI BERTURUT-TURUT?

Tidak. Hukum puasanya adalah sunnah. Sehingga tidak ada keharusan untuk dikerjakan terus-menerus. Fadhilah yang tersebut dalam hadits Ibnu 'Abbas tetap dia dapatkan meskipun dia hanya berpuasa satu atau dua kali saja.

BOLEHKAH MELAKUKAN PUASA ITU DI HARI JUM'AT SAJA

Boleh apabila tujuan dia bukan untuk mengkhususkan hari Jum'at. Tapi sebatas -umpamanya- karena hari Jum'at itulah yang dia bisa luang untuk menjalankan puasa dzulhijjah-nya.

Adapun jika dia menyengaja untuk puasa di hari Jum'at, menganggapnya sebagai hari khusus maka ini tidak boleh. Berdasarkan pada sabda Nabi Muhammad ﷺ,

 لَا تَخْتَصُّوا لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ بِقِيَامٍ مِنْ بَيْنِ اللَّيَالِي، وَلَا تَخُصُّوا يَوْمَ الْجُمُعَةِ بِصِيَامٍ مِنْ بَيْنِ الْأَيَّامِ

"Jangan kalian mengkhususkan malam Jum'at untuk shalat malam sedang malam lainnya tidak. Dan jangan kalian mengkhususkan hari Jum'at untuk puasa sedang hari lainnya tidak." HR. Al-Bukhari (1985) dan Muslim (1144) dan ini lafazh Muslim

Ini dalil bahwa larangan tertuju pada orang yang bermaksud mengkhususkan hari Jum'at. (baca Majmu' Fatawa Ibn Baaz, XV/415)

APAKAH RASULULLAH ﷺ JUGA PUASA PADA SEMBILAN HARI PERTAMA DZULHIJJAH?

Ya. Terdapat riwayat dalam al-Mujtaba (2372) oleh Imam an-Nasa'i, dari hadits sebagian Istri Nabi Muhammad ﷺ yang menyatakan,

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَصُومُ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، وَتِسْعًا مِنْ ذِي الْحِجَّةِ..

"Sesungguhnya Nabi ﷺ biasa puasa asyura dan sembilan hari awal di bulan dzulhijjah..." -SHAHIH- (Shahih An-Nasa'i, 2371) Hadits diriwayatkan juga oleh Abu Dawud (2437)

Tapi bagaimana dengan keberadaan hadits dalam riwayat Muslim berikut ini, dari Aisyah radhiyallahu 'anha,

مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَائِمًا فِي الْعَشْرِ قَطُّ

"Saya tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah ﷺ puasa pada sepuluh hari pertama dzulhijjah." HR. Muslim (1176)

Sepintas hadits ini mengesankan bahwa Nabi ﷺ tidak puasa pada sembilan hari pertama dzulhijjah. Nampak bertentangan dengan hadits sebelumnya.

Imam Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim (VIII/71-72) menerangkan bahwa makna ucapan Aisyah bahwa Nabi tidak berpuasa pada sembilan hari tersebut memiliki beberapa kemungkinan. Seperti:

- Nabi ﷺ tidak puasa disebabkan sakit atau pas sedang safar.

- Atau dikarenakan Aisyah radhiyallahu 'anha tidak melihat Nabi ﷺ berpuasa di waktu tersebut.

Yang mana keterangan dari Aisyah tidaklah berarti bahwa Nabi ﷺ memang tidak berpuasa. Kemungkinan ini bisa kita ambil berdasarkan adanya keterangan jelas bahwa Nabi ﷺ berpuasa pada hari-hari itu (lihat HR. An-Nasa'i 2372 dan Abu Dawud 2437 di atas). Wallahu a'lam bish shawab..

Sumber:
@nasehatetam
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🚇BANYAK BERTAKBIR DARI AWAL BULAN DZULHJIJJAH

[ Tanya ]
Apakah benar disyariatkan untuk banyak bertakbir mulai dari awal bulan Dzulhijjah hingga akhir hari-hari tasyriq? Apa yang dimaksud dengan takbir mutlak dan muqayyad serta pelaksanaannya?

[ Jawab ]

(※) Takbir Mutlak
— adalah bertakbir kapan saja selain seusai shalat dan di mana saja selain tempat yang terlarang (toilet/WC).

(※) Takbir Muqayyad
— adalah bertakbir setelah shalat lima waktu (termasuk shalat Jum’at).

√- Bertakbir di malam dan hari ‘Idul Adha (10 Dzulhijjah), hal itu adalah ijma’ (kesepakatan) ulama. [1]

√- Adapun disyariatkan takbir mutlak pada tanggal 1—9 Dzulhijjah adalah menurut mazhab Ahmad.

Pendapat ini yang dirajihkan (dikuatkan) oleh Ibnu Qudamah, Ibnu Taimiyah, Ibnu Baz, dan al-‘Utsaimin. Yang masyhur pada mazhab Hanbali, disyariatkan bertakbir meskipun seseorang tidak melihat hewan-hewan kurban yang akan disembelih.

Baca faedah selengkapnya di:
http://forumsalafy.net/banyak-bertakbir-dari-awal-dzulhijjah/

Sumber:
@ForumSalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🌸INFO KHUSUS KAJIAN
UMMAHAT & AKHWAT

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

بـــــسم اللّــــە الرّحمن الرّحيــــم

📚 H A D I R I L A H
~~~~~~~~~~~~~~~~
kajian Rutin Islam Ilmiyah Ahlus Sunnah Salafiyyin kota palembang dan sekitarnya..

🕰 BESOK ...!
SABTU PAGI

Mulai jam10.00-
11.30 WIB


Tema:
~~~~~~~~~~~~~~~~
🌺"BILA WANITA BAIK
SEJAHTERALAH DUNIA

~~~~~~~~~~~~~~~~

InsyaAllah, bersama:
🎙AL-USTADZ MUHAMMAD
DAWAM Hafizhahullah


🏠 Tempat :
RUMAH BELAJAR MUSLIMAH
Kenten City, Komp. Kenten indah blok F13,
https://goo.gl/maps/UAJsVPktvxJ2

📌 Peserta :
UMUM, KHUSUS UMMAHAT/AKHAWAT, GRATIS

✍🏻 Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:

لتعلم كل امرأة أنها لن تصل إلى الصلاح إﻻ بالعلم، وما أعنيه بالعلم هو العلم الشرعي.

"Hendaklah semua wanita mengetahui bahwa dia tidak akan bisa mencapai keshalihan (tidak mungkin menjadi wanita shalihah) kecuali dengan ilmu, dan yang saya maksud dengan ilmu adalah ilmu syar'i."
(Dauratul Mar'ah, hal. 7.)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

📜 Rasulullah ﷺ bersabda :

َمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فيه عِلْمًا سَهَّلَ الله له بِهِ طَرِيقًا إلى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang menempuh satu jalan untuk mendapatkan ilmu, maka Allah memudahkan baginya jalan menuju jannah.”
(HR.Muslim,2699)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

🔇Himbauan untuk menyampaikan informasi ini kepada saudara saudara kita yang belum mengetahui

📜 Rasulullah ﷺ bersabda :

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِه

"Barang siapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka dia mendapatkan pahala semisal dengan orang yang melakukannya."
(Shahih, HR.Muslim dalam Shahihnya)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Info kajian :
081271627766
📮Telegram kita:
t.me/salafypalembang
🌏 Website kita :
www.salafypalembang.com
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

📂Penyelenggara :
Yayasan Mutiara Ilmu
Syar'i Palembang


Baarakallahu fiikum
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Bismillah..

JANGAN LUPA BESOK...!
KAJIAN RUTIN KHUSUS MUSLIMAH


Penyelenggara:
YAYASAN MUTIARA
ILMU SYAR'I PALEMBANG

@salafypalembang
🔥📷 JAS MERAH || INILAH BUKTI-BUKTI LENGKAP DOKUMEN², GAMBAR², KLIPING² KEJAHATAN MANHAJ IHYA' AT-TURATS AL-HIZBI
(Jangan Tertipu Oleh Bualan Dusta Centeng Ihya' at-Turats, Sururi Ikhwani Halabi Rodjai Iarsyadi Firanda Andirja)

👍🎁🌷

📥Link Unduhan:

1⃣📎 Box:
http://bit.ly/2wvB6gq

2⃣📎 Archive
http://bit.ly/2uchTzH (file.exe)
http://bit.ly/2v8mcyH (file.zip)

📎Disarankan file .exe/.zip untuk diarsipkan/disimpan dan dibuka di komputer/laptop.

3⃣📎 File PDF
- Resolusi tinggi (gambar² bukti) - 36Mb : http://bit.ly/2vvBRt9
- Resolusi rendah - 17Mb : http://bit.ly/2vFEs3T

🌴📌 وَشَهِدَ شَاهِدٌ مِنْ أَهْلِهَا
Padanya terdapat pembahasan singkat, padat dan lengkap dari berbagai sisi kesesatan, kejahatan dan makar Ihya' at-Turats, semisal persekongkolannya dengan Syiah Rafidhah, sokongannya terhadap milisi-milisi Khawarij Pemberontak dari sumber² mereka (dan kawan²nya) sendiri.

🌴📌 وَشَهِدَ شَاهِدٌ مِنْ أَهْلِهَا
Berbagai paparan ringkas kejahatan manhaj sesat Ihya' at-Turats tersebut juga dilampiri berbagai dokumen sebagai penguat, bukti-bukti gambar, kliping-kliping majalah, baik dari para pembesar Ihya' sendiri maupun dari komplotan Ihya' at-Turats dari kalangan Teroris Ikhwanul Muslimin, Syiah Rafidhah dan sekte menyimpang lainnya.

🌴📌 وَشَهِدَ شَاهِدٌ مِنْ أَهْلِهَا
Bahwa senjata utama Hizbiyyin adalah dusta, makar dan tipu daya, berhilah serta bersilat lidah Oleh karena itulah salah satu cara ulama kita untuk membungkamnya, membantahnya, menyingkap, membuktikan dan mengungkap kejahatan-kejahatan mereka adalah dengan menggunakan gambar², foto², dokumen² serta kliping yang dipublikasikan oleh Hizbiyyin itu sendiri atau kawan-kawan mereka sebagaimana dokumen yang disusun oleh Asy-Syaikh Khalid Azh-Zhafiri hafizhahullah.

🌴📌 وَشَهِدَ شَاهِدٌ مِنْ أَهْلِهَا
Sungguh dengan bukti-bukti gambar, foto-foto kliping, dokumen-dokumen, adalah arsip sejarah yang nyata tak terbantahkan yang tiada celah bagi para centeng Ihya'ut Turats untuk mengelabui orang-orang yang masih dikarunia akal sehat dengan senandung dusta "Khilafiyah Ijtihadiyah". Walhamdulillah

🌴📌 وَشَهِدَ شَاهِدٌ مِنْ أَهْلِهَا
Dengan menyadari bahwa tidak banyak orang yang tahu mengenai keberadaan Arsip "data" tak ternilai harganya ini yang telah lebih 10 tahun kita simpan tentulah bukan barang kadaluarsa karena dengannya justru menjadi bukti nyata yang membongkar dan menelanjangi kejahatan para Hizbi pembela Ihya'ut Turats yang selama ini menghiasi dakwahnya dengan kepalsuan, dusta dan penipuan.

🌴📌 وَشَهِدَ شَاهِدٌ مِنْ أَهْلِهَا
Dari bukti-bukti publikasi gambar, dokumen² nampak jelas para pembesar Ihya' at-Turats bersama para petinggi kesesatan lainnya dari media-media mereka sendiri, tanpa mereka mampu untuk menuding bahwa itu semua adalah hasil rekayasa Salafiyun. Senyuman adalah salah satu bukti tak terbantahkan bahwa persekongkolan manhaj yang dilakukan benar-benar atas dasar kesadaran penuh, "suka sama suka", tiada unsur paksaan sama sekali bahkan pada saat para Mujahirin ini berterang muka mempublikasikan dukungannya terhadap kelompok² Khawarij bersenjata.

🌴📌Jazahumullahu khairan katsiran kepada Asy-Syaikh Khalid Azh-Zhafiri hafizhahullah dan para ikhwah yang membantu bersama beliau, yang telah bersusah payah mengumpulkan satu demi satu berbagai bukti kejahatan Ihya'ut Turats yang berserakan di berbagai tempat dan sumber lalu menyusunnya dengan rapi dan tertib agar bisa dijadikan sebagai bukti pegangan oleh Salafiyun. Sungguh ini adalah amalan mulia yang tidak semua orang mau dan sanggup melakukannya.

🌴📌Demikian pula kita sampaikan ucapan jazahumullahu khairan kepada situs Sahab as-Salafiyah yang (2006) mempublikasikan bukti-bukti berharga ini.

JAS MERAH || JAngan Sekali-kali MEngelabui sejaRAH

#firanda #rodja #ihya_atturats #hizbi #sururi #ikhwani #ikhwanul_muslimin #syiah #rafidhah #khawarij #takfiri #teroris

Sumber:
@tp_alhaq
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🔥 http://tukpencarialhaq.com/wp-content/uploads/2013/07/beking-beking-dakwahnya.jpg 🔥

https://t.me/tp_alhaq/4706
⬆️ JAS MERAH || Halabiyun Abdurrahman at-Tamimi dkk. adalah Pembesar Hizbul Irsyad yang menjadi beking dakwah "Buku Emas" Ihyaut Turats karya Pembesar Hizbi Sururi Rodjai Turatsi Firanda Andirja yang berisi pembelaan total terhadap Jum'iyah Hizbiyah Ihya'ut Turats Kuwait. ⬇️

JAS MERAH || JAngan Sekali-kali MEngelabui sejaRAH

#firanda #rodja #ihya_atturats #hizbi #sururi #ikhwani #ikhwanul_muslimin #syiah #rafidhah #khawarij #takfiri #teroris
BISMILLAH..

JANGAN LUPA BESOK..!
KAJIAN RUTIN AHAD PAGI
Kota Palembang

Penyelenggara:
YAYASAN MUTIARA
ILMU SYAR'I PALEMBANG

@salafypalembang
PENTINGNYA KAJIAN MANHAJ

Sebenarnya, kajian manhaj adalah kajian secara menyeluruh untuk semua aspek dalam Dien ini, mencakup akidah, akhlak, fiqh, dan sebagainya. Namun, secara khusus, terminologi kajian manhaj lebih banyak dimaksudkan pada kajian ciri khas / karakteristik Ahlussunnah yang membedakan dengan Ahlul Bid’ah.

Dalam kajian tersebut PASTI TIDAK LUPUT dari pembahasan tentang bahaya kebid’ahan dan tokoh-tokoh kebid’ahan.

Di masa Nabi shollallahu alaihi wasallam semua kaum muslimin yang secara lahiriah menjalankan syariat-syariat Islam terbagi menjadi 2, yaitu:

1⃣ Muslim yang hakiki, sesuai antara lahiriah dan batiniahnya. Mereka ini adalah para Sahabat Nabi. Generasi terbaik umat Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam.

2⃣ Kaum munafik.
Mereka menampakkan Islam secara lahir, namun secara batin membenci Islam dan kaum muslimin. Akidah mereka adalah kekafiran, tapi menampakkan diri sebagai muslim. ⚠️ Mereka adalah musuh internal Islam. Karena mereka adalah musuh internal, bahayanya lebih besar dibandingkan musuh eksternal yaitu orang-orang Kafir yang sudah sangat jelas kekafirannya._Golongan kaum munafik ini dinyatakan dalam al-Quran sebagai penghuni dasar Jahannam (Q.S anNisaa’ ayat 145).

Kedudukan mereka di Jahannam tersebut kata Syaikh Abdurrahman as-Sa’di -rahimahullah- lebih rendah dibandingkan seluruh orang-orang kafir. Mengapa orang munafik akbar adzabnya lebih dahsyat dan kedudukannya lebih rendah dari orang-orang kafir? Karena selain mereka (orang munafik itu) kafir terhadap Allah dan memerangi RasulNya, ditambah lagi mereka membuat makar dan berbagai permusuhan terhadap kaum muslimin dalam bentuk yang tidak nampak/ samar (disarikan dari Tafsir as-Sa’di thd surat anNisaa’ ayat 145).

Di masa Nabi shollallahu alaihi wasallam belum ditemui adanya bid’ah sama sekali. Namun, hampir pada setiap memulai khutbah Jumat ataupun khutbah lainnya Nabi selalu memulai dengan pujian kepada Allah dan PERINGATAN KERAS dari bahaya bid’ah. Bahkan, saat Nabi memberikan nasehat – nasehat yang dianggap sebagai pertemuan perpisahan, beliau menyampaikan wasiat yang di dalamnya terdapat peringatan keras dari bahaya kebid’ahan dan perintah berpegang teguh dengan Sunnah (hadits Irbadh bin Saariyah riwayat Ashaabus Sunan).

Kebid’ahan tidak ada di masa Nabi, tidak pula di masa Abu Bakr dan Umar radhiyallahu anhuma. Kebid’ahan pertama baru muncul saat pemerintahan 'Utsman bin Affan yang juga menjadi sebab terbunuhnya beliau. Kebid’ahan pertama adalah kebid’ahan khawarij.
Maka sejak munculnya kebid’ahan itu terjadilah 2 kutub pada orang-orang yang secara lahiriah muslim, yaitu: Ahlussunnah dan Ahlul Bid’ah.

Perhatikanlah penafsiran al-Quran dari Sahabat Nabi Ibnu Abbas, anda akan mendapati bahwa beliau sudah mulai membagi pihak menjadi 2, yaitu Ahlussunnah dengan Ahlul Bid’ah saat menafsirkan Ali Imron ayat 106.

Para 'Ulama menjelaskan bahwa kebid’ahan itu terbagi menjadi 2, yaitu kebid’ahan yang sudah sampai pada taraf kafir, dan kebid’ahan yang belum sampai pada taraf kafir. Namun bagaimanapun, kebid’ahan itu adalah pos menuju pada kekafiran, sebagaimana penjelasan Syaikhul Islam Ibn Taimiyyah dalam Majmu’ Fataawa.

Ahlul Bid’ah itu permisalannya adalah seperti permisalan orang-orang munafik, demikian dijelaskan oleh Abu Qilabah 💥 (seorang tabi’in yang sudah pernah kita baca biografinya pada group WA ini). Karena itu bahayanya SANGAT BESAR. Bahaya kebid’ahan seringkali mendapat porsi pembahasan yang lebih banyak dibandingkan pembahasan terhadap bahaya makar orang-orang kafir, karena bahaya kebid’ahan LEBIH BESAR dibandingkan bahaya kekafiran. Dalam hal, demikian samar dan tersembunyinya masalah ini. Beda dengan sesuatu yang jelas-jelas kekafiran, kaum muslimin akan segera menjauh darinya. Sebagaimana hadits-hadits Nabi tentang bahaya kebid’ahan ini lebih banyak dibandingkan bahaya-bahaya kekafiran yang nyata.

__Alhamdulillah, atas rahmat dari Allah, pada setiap zaman akan selalu ada 'Ulama-'Ulama yang memperingatkan umat dari bahaya kebid’ahan dan
waidsolo

🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✋🏻💥 JIKA TUNDUK KEPADA HAWA NAFSU

✍🏻 Al-'Allamah al-Mu'allimi rahimahullah mengatakan,

"فأمّا من كره الحقّ ، واستسلم للهوى؛ فإنّما يستحق أن يزيده الله تعالى ضلالاً "

"Adapun orang yang membenci kebenaran dan tunduk kepada hawa nafsu, dia hanyalah pantas untuk ditambah kesesatannya oleh Allah."

(At-Tankil 2/304)

Sumber :
https://twitter.com/fzmhm12121/status/1055036888015355904?s=08
@forumsalafy

🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
📒 HARI-HARI YANG PALING UTAMA DI DUNIA INI

📌 bersabda Rasulullah shollahu 'alaihi wa sallam

"hari-hari yang paling utama di dunia adalah sepuluh hari, yaitu sepuluh hari di (awal) bulan dzulhijjah" shahih al-jami' 1133

📌 bersabda Rasulullah shollahu 'alaihi wa sallam

"hari yang paling utama di dunia ini adalah hari yang sepuluh, (maksudnya : sepuluh hari di awal bulan dzulhijjah)." di katakan kepada beliau : "tidakkah menyamainya jihad di jalan Allah?" Kata beliau : "dan tidaklah bisa menyamainya jihad di jalan Allah, keculi seorang laki-laki yang menggulingkan wajahnya ke tanah (mati syahid -ed)." Shahih at-Targhib wa at-Tarhib 1150

📌 bersabda Rasulullah shollahu 'alaihi wa sallam

"tidaklah ada hari yang amal kebajikan padanya lebih di cintai oleh Allah daripada hari yang sepuluh ini" para sahabat bertanya : "wahai Rasulullah, tidak pula jihad di jalan Allah" beliau menjawab : "tidak pula jihad di jalan Allah kecuali seseorang yang keluar (berjihad) dengan raganya, hartanya, lalu tidak kembali darinya sedikit sesuatu apapun" shahih Ibnu Hibban 324

ِ *🍃|[ أفضل أيام الدنيا ]|🍃*

● قَال رسول الله صلى الله عليه وسلم:

*《 أفضل أيام الدنيا أيام الْعشر ، يعْنِي عشر ذي الحجة 》.*

📓📔 |[ صحيح الجامع (1133) ]|

● قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :

*《 أفضل أيام الدنيا العشر – يعني : عشر ذي الحجة – قيل : ولا مثلهن في سبيل الله ؟ قال : ولا مثلهن في سبيل الله ، إلاّ رجل عفر وجهه بالتراب 》.*

📓📔 |[ صحيح الترغيب والترهيب (1150) ]|

● قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :

*《 ما مِن أيَّامٍ العملُ الصَّالحُ فيها أحبُّ إلى اللهِ مِن هذه الأيَّامِ العَشْرِ قالوا : يا رسولَ اللهِ ولا الجهادُ في سبيلِ اللهِ ؟ قال : ولا الجهادُ في سبيلِ اللهِ إلَّا رجلٌ خرَج بنفسِه ومالِه ثمَّ لم يرجِعْ مِن ذلك بشيءٍ 》.*

📓📔 |[ صحيح ابن حبان (٣٢٤) ]|


Sumber:
@faedahislamiyahslogohimo
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
🌔📛🌺 HADITS PALSU TENTANG KEUTAMAAN PUASA SEPULUH HARI PERTAMA (DZULHIJJAH)

📫 Soal:
Ada sebuah selebaran yang di dalamnya memuat sebuah hadits mengenai keutamaan puasa pada sepuluh hari (Dzulhijjah), bunyinya:

Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas dari Nabi shallallaah alaihi wasallam bahwa beliau bersabda:

● Hari dimana Allah mengampuni Adam ‘alaihis salaam adalah hari pertama dari bulan Dzulhijjah; barangsiapa berpuasa pada hari itu, niscaya Allah akan mengampuninya dari semua dosa.

● Hari kedua adalah hari dimana Allah mengabulkan doa Yunus ‘alaihis salaam dan mengeluarkannya dari perut ikan paus; barangsiapa berpuasa padanya, maka ia seperti orang yang terus beribadah kepada Allah selama setahun penuh tanpa bermaksiat sekejap pun dalam ibadahnya tersebut.

● Hari ketiga adalah hari dimana Allah mengabulkan doa Zakaria alaihis salaam; maka barangsiapa yang berpuasa di hari itu niscaya Allah juga akan mengabulkan doanya.

● Hari keempat adalah hari dilahirkannya Isa alaihissalaam; maka barangsiapa berpuasa pada hari itu, niscaya Allah akan menepis musibah dan kemiskinan darinya, dan ia akan dibangkitkan di hari kiamat bersama para malaikat yang mulia.

● Hari kelima adalah hari dilahirkannya Musa ‘alaihissalaam; maka barangsiapa berpuasa pada hari itu, niscaya ia akan terbebas dari kemunafikan dan bebas dari siksa kubur.

● Hari keenam adalah hari dimana Allah memenangkan nabi-Nya dalam perang Khaibar; maka barangsiapa berpuasa padanya, niscaya Allah akan melihatnya dengan penuh rahmat sehingga ia tidak akan disiksa selamanya.

● Hari ketujuh adalah hari ditutupnya pintu-pintu Jahannam dan tidak akan dibuka hingga selesai sepuluh hari tersebut (Dzulhijjah); maka barangsiapa yang berpuasa padanya, niscaya Allah akan menutupkan tiga-puluh pintu kesulitan darinya serta membukakan tiga-puluh pintu kemudahan baginya.

● Hari kedelapan adalah hari yang disebut hari Tarwiyah, maka barangsiapa yang berpuasa padanya, niscaya ia akan diberi pahala yang tidak diketahui siapapun kecuali hanya Allah ta’ala.

● Hari kesembilan adalah hari yang disebut hari ‘Arafah, maka barangsiapa yang berpuasa padanya, niscaya akan menjadi tebusan atas dosanya selama setahun yang telah lalu dan setahun yang akan datang, dan itu juga merupakan hari diturunkannya ayat: “Pada hari ini telah Aku sempurnakan agama bagi kalian, Aku sempurnakan nikmat-Ku untuk kalian, dan Aku ridhai Islam sebagai agama bagi kalian”.

● Hari kesepuluh adalah hari ‘Idul Adha; maka barangsiapa yang berqurban padanya, niscaya pada setiap tetes darahnya akan Allah ampuni setiap dosanya dan keluarganya, dan barangsiapa yang memberi makan seorang mukmin ataupun bersedekah di hari itu, niscaya Allah akan membangkitkannya pada hari kiamat dalam keadaan aman dan timbangan amalnya menjadi lebih berat dibanding bukit Uhud”.

🔓 Jawaban:
Hadits ini; TIDAK KAMI KETAHUI ASALNYA. Adapun mengenai keutamaan beramal pada sepuluh hari (pertama) Dzulhijjah, maka ini memang benar ada dalam beberapa hadits yang shahih, seperti hadits Ibnu ‘Abbas -radhiyallaahu ‘anhuma-, beliau berkata: Bersabda Rasulullah shallallaah alaihi wa sallam:

“Tidaklah ada hari-hari dimana beramal-shalih padanya lebih dicintai Allah dibandingkan hari-hari ini -yakni sepuluh hari Dzulhijjah-“.
Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, sekalipun berjihad di jalan Allah?” Beliau menjawab: “Sekalipun (dibandingkan) jihad di jalan Allah, kecuali seorang yang maju (berjihad) dengan jiwa-raganya dan seluruh hartanya hingga tidak kembali dengan sedikitpun darinya”.

Berkata al-Majd dalam “al-Muntaqa”; diriwayatkan oleh Jama’ah selain Muslim dan an-Nasaa’i (HR. Bukhari, Abu Dawud, Tirmidzi & Ibnu Majah)

Wa billahit taufiq, wa shallallaah ala nabiyyina Muhammad wa aalihi wa shahbihi wa sallam.

(Fatwa al-Lajnah ad-Daaimah lil Buhuuts al-‘Ilmiah wal Iftaa’, jilid 3, hal. 251-252, no. 20.803)

Sumber:
http://forumsalafy.net/hadits-palsu-tentan-keutamaan-puasa-sepuluh-hari-pertama-dzulhijjah/
@ForumSalafy

🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🌹🗯 BISA TIDAKNYA MENGUCAP SYAHADAT TERGANTUNG PENGGUNAAN LISAN SAAT HIDUP

Yang mampu mengucap laa ilaaha illallaah saat meninggal memang akan mendapat janji yang bukan main besarnya, surga.

Ada korelasi yang tidak bisa dipisah antara penggunaan lisan saat masih sehat dengan kemampuan mengucap kalimat tauhid di penghujung usia.

Ibnul Jauzi rahimahullah menjelaskan itu dalam ucapannya :

فمَن حفظَ لسانهُ لأجلِ الله تعالى في الدنيا؛ أطلقَ اللهُ لسانهُ بالشهادة عندَ الموتِ ولقاءِ الله تعالى . ومَن سَرَّح لسانهُ في أعراضِ المسلمين ، واتبعَ عَوراتهم؛ أمسكَ اللهُ لسانهُ عن الشهادةِ عند الموت .

"Orang yang menjaga ucapannya karena Allah saat hidup; niscaya Allah akan mudahkan lisannya berucap kalimat syahadat saat maut menjemput.

Dan siapa saja yang membiarkan lisannya bebas dalam menjatuhkan kehormatan saudaranya dan mencari-cari kekurangan mereka; niscaya Allah akan mengunci mulutnya dari ucapan syahadat jelang kematiannya."

Ini hukum umum yang banyak terjadi. Semoga Allah memudahkan kita semuanya untuk melafazhkan kalimat tauhid jelang berpisah dengan dunia.

📚 Bahrud Dumuu', hlm. 124

Sumber:
@berbagi-ilmu
www.nasehatetam.com
@nasehatetam

🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com