💐🌷🌻🌹 PENGERTIAN ZUHUD YANG BENAR
✍🏼 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:
والزهد المشروع هو: ترك الرغبة فيما لا ينفع في الدار الآخرة، وهو: فُضول المباح التي لا يستعان بها على طاعة الله.
"Zuhud yang sesuai dengan syari’at adalah meninggalkan keinginan pada hal-hal yang tidak bermanfaat di negeri akhirat, yaitu hal-hal mubah yang melebihi kebutuhan yang tidak membantu ketaatan kepada Allah."
📚 Majmu’ul Fatawa, jilid 10 hlm. 21
Sumber:
⚪ @forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍🏼 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:
والزهد المشروع هو: ترك الرغبة فيما لا ينفع في الدار الآخرة، وهو: فُضول المباح التي لا يستعان بها على طاعة الله.
"Zuhud yang sesuai dengan syari’at adalah meninggalkan keinginan pada hal-hal yang tidak bermanfaat di negeri akhirat, yaitu hal-hal mubah yang melebihi kebutuhan yang tidak membantu ketaatan kepada Allah."
📚 Majmu’ul Fatawa, jilid 10 hlm. 21
Sumber:
⚪ @forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🖼 🌷💐
potret kesabaran salaf
IBNU 'AUN, SESEORANG MEMBUATNYA MARAH, BELIAU DOAKAN 'BARAKALLAHU FIK'
💺Diriwayatkan dari Al Qa'nabi rahimahullah, beliau mengatakan :
كان ابن عون لا يغضب. فإذا أغضبه رجل قال: بارك الله فيك.
🔥🌧
"Ibnu 'Aun tidak pernah marah. Jika ada seseorang yang membuatnya marah, dia mendoakan 'Barakallahu fik (Semoga berkah ada pada dirimu)'"
📚 Siyar A'lamin Nubala' 6/366
Sumber:
@majalahtashfiyah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
potret kesabaran salaf
IBNU 'AUN, SESEORANG MEMBUATNYA MARAH, BELIAU DOAKAN 'BARAKALLAHU FIK'
💺Diriwayatkan dari Al Qa'nabi rahimahullah, beliau mengatakan :
كان ابن عون لا يغضب. فإذا أغضبه رجل قال: بارك الله فيك.
🔥🌧
"Ibnu 'Aun tidak pernah marah. Jika ada seseorang yang membuatnya marah, dia mendoakan 'Barakallahu fik (Semoga berkah ada pada dirimu)'"
📚 Siyar A'lamin Nubala' 6/366
Sumber:
@majalahtashfiyah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
☝ INGATLAH ASAL PENCIPTAANMU AGAR KAMU TAWADHU
➡ Wajib baginya untuk tidak bersifat sombong, melampaui batas dan berbuat dzalim, bahkan hendaklah dia bersikap adil, istiqamah dan tawadhu'(rendah hati) mengharapkan apa yang ada disisi Allah.
»Baca Selengkapnya di:
https://www.fawaidsolo.com/ingatlah-asal-penciptaanmu-agar-kamu-tawadhu/
Sumber:
@fawaidsolo
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
➡ Wajib baginya untuk tidak bersifat sombong, melampaui batas dan berbuat dzalim, bahkan hendaklah dia bersikap adil, istiqamah dan tawadhu'(rendah hati) mengharapkan apa yang ada disisi Allah.
»Baca Selengkapnya di:
https://www.fawaidsolo.com/ingatlah-asal-penciptaanmu-agar-kamu-tawadhu/
Sumber:
@fawaidsolo
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🌸🌺🌹 KESEMPURNAAN PENGHAMBAAN KEPADA ALLAH
✍ Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :
✅ Siapa saja yang tetap menghambakan diri kepada Allah pada dua keadaan (susah ataupun senang) dan menunaikan hak Allah pada perkara yang dibenci maupun disukainya, maka ia termasuk hamba yang dinyatakan dalam firman-Nya :
أَلَیۡسَ ٱللَّهُ بِكَافٍ عَبۡدَهُ
Bukankah Allah yang akan mencukupi para hamba-Nya.
✅ Maka, sempurnanya kecukupan akan menyertai 'ubudiyyah (penghambaan) yang sempurna. Begitu pula kurangnya kecukupan akan menyertai penghambaan yang kurang.
📌 Maka, barang siapa yang mendapatkan kebaikan, hendaklah ia memuji Allah, dan barangsiapa yang mendapatkan selain itu, maka janganlah ia mencela kecuali dirinya sendiri.
📚 Al-Wabilush Shayyib (7)
✍ فال ابن القيم رحمه الله :
✓ فمن كان عبدا لله في الحالتين قائما بحقه في المكروه والمحبوب فذلك الذي تناوله قوله تعالى: ﴿أَلَیۡسَ ٱللَّهُ بِكَافٍ عَبۡدَهُ﴾
✓ فالكفاية التامة مع العبودية التامة والناقصة مع الناقصة، فمن وجد خيرا فليحمد الله ومن وجد غير ذلك فلا يلومن إلا نفسه.
📚 الوابل الصيب (٧)
Sumber:
@salafy_cirebon
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍ Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :
✅ Siapa saja yang tetap menghambakan diri kepada Allah pada dua keadaan (susah ataupun senang) dan menunaikan hak Allah pada perkara yang dibenci maupun disukainya, maka ia termasuk hamba yang dinyatakan dalam firman-Nya :
أَلَیۡسَ ٱللَّهُ بِكَافٍ عَبۡدَهُ
Bukankah Allah yang akan mencukupi para hamba-Nya.
✅ Maka, sempurnanya kecukupan akan menyertai 'ubudiyyah (penghambaan) yang sempurna. Begitu pula kurangnya kecukupan akan menyertai penghambaan yang kurang.
📌 Maka, barang siapa yang mendapatkan kebaikan, hendaklah ia memuji Allah, dan barangsiapa yang mendapatkan selain itu, maka janganlah ia mencela kecuali dirinya sendiri.
📚 Al-Wabilush Shayyib (7)
✍ فال ابن القيم رحمه الله :
✓ فمن كان عبدا لله في الحالتين قائما بحقه في المكروه والمحبوب فذلك الذي تناوله قوله تعالى: ﴿أَلَیۡسَ ٱللَّهُ بِكَافٍ عَبۡدَهُ﴾
✓ فالكفاية التامة مع العبودية التامة والناقصة مع الناقصة، فمن وجد خيرا فليحمد الله ومن وجد غير ذلك فلا يلومن إلا نفسه.
📚 الوابل الصيب (٧)
Sumber:
@salafy_cirebon
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🔥YANG MEMBELA KHAWARIJ DIA ADALAH KHAWARIJ
Asy Syeikh Shalih Al Fauzan hafidzohullah:
(الذي يدافع عن الخوارج ويروج مذهبهم هذا خارجي حكمه حكم الخوارج لأنه رضي بقولهم ونشر ودعى إليه فهو خارجي يعامل معاملة الخوارج، ويحذر منه، نعم)
Yang membela khawarij dan menyebarkan pemahaman mereka maka dia adalah seorang khawarij, dia dihukumi seorang khawarij.
Karena dia ridho dengan ucapan mereka dan menyebarkannya serta menyeru kepadanya maka dia adalah khawarij dan diperlakukan seperti khawarij dan diperingatkan dari mereka, naam.
Sumber:
⚪️ http://www.alfawzan.af.org.sa/ar/node/14223
@berbagiilmuagama
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Asy Syeikh Shalih Al Fauzan hafidzohullah:
(الذي يدافع عن الخوارج ويروج مذهبهم هذا خارجي حكمه حكم الخوارج لأنه رضي بقولهم ونشر ودعى إليه فهو خارجي يعامل معاملة الخوارج، ويحذر منه، نعم)
Yang membela khawarij dan menyebarkan pemahaman mereka maka dia adalah seorang khawarij, dia dihukumi seorang khawarij.
Karena dia ridho dengan ucapan mereka dan menyebarkannya serta menyeru kepadanya maka dia adalah khawarij dan diperlakukan seperti khawarij dan diperingatkan dari mereka, naam.
Sumber:
⚪️ http://www.alfawzan.af.org.sa/ar/node/14223
@berbagiilmuagama
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
➠➠ MENJELASKAN PENYIMPANGAN AHLUL BID'AH BAGIAN DARI NASIHAT BUKAN TERMASUK GHIBAH
💬 Asy Syaikh Al Allamah Muhammad bin Shalih Al Utsaimin -rahimahullah- berkata :
💡 "Membicarakan ahlul bid'ah dan orang-orang yang memiliki pemikiran yang tidak benar atau manhaj yang tidak lurus. Hal itu merupakan bentuk nasihat dan bukan perkara ghibah. Bahkan ini termasuk dari nasihat untuk Allah, untuk Kitab-Nya, Rasul-nya dan untuk kaum muslimin.
🔭 Maka jika kita melihat seseorang memiliki pemikiran yang menyimpang dari pemahaman Salafus Shalih, wajib bagi kita untuk menjelaskan penyimpangan tersebut hingga masyarakat selamat dari kejelekannya.
🌾 Demikian itu merupakan bagian dari nasihat untuk Allah, untuk Kitab-Nya, Rasul-nya dan untuk pemimpin kaum muslimin dan masyarakatnya. Sama saja apakah pembicaraan tentang ahlul bid'ah itu di kalangan pelajar atau dalam majelis ilmu, maka hal itu bukan perkara ghibah.
🛡 Selama kita mengkhawatirkan tersebarnya kebid'ahan atau pemikiran ini atau manhaj yang menyelisihi manhaj Salafus Shalih ini, maka wajib bagi kita untuk menjelaskannya sehingga manusia tidak tertipu dengan perkara tersebut.
📚 Liqo'ul Babil Maftuh no. 120
قال الشيخ العلآمة محمد بن صالح العثيمين -رحمه الله-:
"الكلام في أهل البدع ومن عندهم أفكار غير سليمة أو منهج غير مستقيم، هذا من النصيحة وليس من الغيبة، بل هو من النصيحة لله ولكتابه ولرسوله وللمسلمين، فإذا رأينا شخصاً عنده أفكار تخالف ما كان عليه السلف، فعلينا ان نبين ذلك حتى يسلم الناس من شره وهذا من باب النصيحة لله ولكتابه ولرسوله ولأئمة المسلمين وعامتهم، وسواء كان الكلام في أهل البدع فيما بين الطلبة أو في المجالس فليس بغيبة، وما دمنا نخشى من انتشار هذه البدعة أو هذا الفكر أو هذا المنهج المخالف لمنهج السلف يجب علينا أن نبين حتى لا يغتر الناس بذلك".
[لقاء الباب المفتوح رقم: 120].
https://t.me/kibarolama/3443
Sumber:
@salafy_cirebon
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
💬 Asy Syaikh Al Allamah Muhammad bin Shalih Al Utsaimin -rahimahullah- berkata :
💡 "Membicarakan ahlul bid'ah dan orang-orang yang memiliki pemikiran yang tidak benar atau manhaj yang tidak lurus. Hal itu merupakan bentuk nasihat dan bukan perkara ghibah. Bahkan ini termasuk dari nasihat untuk Allah, untuk Kitab-Nya, Rasul-nya dan untuk kaum muslimin.
🔭 Maka jika kita melihat seseorang memiliki pemikiran yang menyimpang dari pemahaman Salafus Shalih, wajib bagi kita untuk menjelaskan penyimpangan tersebut hingga masyarakat selamat dari kejelekannya.
🌾 Demikian itu merupakan bagian dari nasihat untuk Allah, untuk Kitab-Nya, Rasul-nya dan untuk pemimpin kaum muslimin dan masyarakatnya. Sama saja apakah pembicaraan tentang ahlul bid'ah itu di kalangan pelajar atau dalam majelis ilmu, maka hal itu bukan perkara ghibah.
🛡 Selama kita mengkhawatirkan tersebarnya kebid'ahan atau pemikiran ini atau manhaj yang menyelisihi manhaj Salafus Shalih ini, maka wajib bagi kita untuk menjelaskannya sehingga manusia tidak tertipu dengan perkara tersebut.
📚 Liqo'ul Babil Maftuh no. 120
قال الشيخ العلآمة محمد بن صالح العثيمين -رحمه الله-:
"الكلام في أهل البدع ومن عندهم أفكار غير سليمة أو منهج غير مستقيم، هذا من النصيحة وليس من الغيبة، بل هو من النصيحة لله ولكتابه ولرسوله وللمسلمين، فإذا رأينا شخصاً عنده أفكار تخالف ما كان عليه السلف، فعلينا ان نبين ذلك حتى يسلم الناس من شره وهذا من باب النصيحة لله ولكتابه ولرسوله ولأئمة المسلمين وعامتهم، وسواء كان الكلام في أهل البدع فيما بين الطلبة أو في المجالس فليس بغيبة، وما دمنا نخشى من انتشار هذه البدعة أو هذا الفكر أو هذا المنهج المخالف لمنهج السلف يجب علينا أن نبين حتى لا يغتر الناس بذلك".
[لقاء الباب المفتوح رقم: 120].
https://t.me/kibarolama/3443
Sumber:
@salafy_cirebon
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🔰 MENDIDIK ANAK DAN PEMUDA
Berilah anak-anak kalian arahan yang lurus. Didiklah mereka dengan baik. Jadikan diri kalian sebagai teladan yang baik bagi diri kalian sehingga mereka dapat meneladani kalian.
Bersihkan rumah-rumah kalian dari hal-hal yang tidak pantas. Hilangkan sarana yang mengantarkan kepada api kejelekan di dalam rumah sehingga menjadi “steril”. Artinya, hal-hal yang menjadi perantara menyimpangnya anak-anak kalian tidak boleh masuk ke dalamnya.
Para ayah menanggung amanat terkait urusan anak-anak mereka. Apabila orang tua dapat menunaikan kewajiban yang Allah subhanahu wa ta’ala bebankan kepada mereka, niscaya Allah subhanahu wa ta’ala akan memberikan pahala kepada mereka.
Orang tua hendaknya menjadi sebab kebaikan bagi anak-anak mereka sehingga anak-anak bisa menjadi qurratu a’yun bagi mereka di dunia dan di akhirat. Kelak di dalam surga, jika anak-anak itu saleh karena usaha ayah mereka —dengan izin Allah— ketika hidup di dunia, Allah subhanahu wa ta’ala akan mengumpulkan mereka di tempat yang sama di dalam surga.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَٱتَّبَعَتۡهُمۡ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَٰنٍ أَلۡحَقۡنَا بِهِمۡ ذُرِّيَّتَهُمۡ وَمَآ أَلَتۡنَٰهُم مِّنۡ عَمَلِهِم مِّن شَيۡءٖۚ
“Orang-orang yang beriman dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, maka Kami gabungkan anak keturunan mereka dengan mereka dan Kami tiada mengurangi sedikit pun dari pahala amal mereka.”
(ath-Thur: 21)
Mendidik anak membutuhkan kesabaran dan kemauan menanggung kesulitan dari para orang tua. Ia membutuhkan kesungguhan total dari para orang tua. Terkhusus pada zaman ini, saat gelombang keburukan bergejolak dari segala arah. Gelombang keburukan tersebut mengakibatkan para pemuda menjadi seperti kambing-kambing di daerah yang dipenuhi hewan buas yang berbahaya.
Karena itu, para ayah harus mengupayakan agar anak-anak mereka tumbuh di atas ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
»Baca Selengkapnya di:
http://asysyariah.com/mendidik-anak-dan-pemuda/
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Berilah anak-anak kalian arahan yang lurus. Didiklah mereka dengan baik. Jadikan diri kalian sebagai teladan yang baik bagi diri kalian sehingga mereka dapat meneladani kalian.
Bersihkan rumah-rumah kalian dari hal-hal yang tidak pantas. Hilangkan sarana yang mengantarkan kepada api kejelekan di dalam rumah sehingga menjadi “steril”. Artinya, hal-hal yang menjadi perantara menyimpangnya anak-anak kalian tidak boleh masuk ke dalamnya.
Para ayah menanggung amanat terkait urusan anak-anak mereka. Apabila orang tua dapat menunaikan kewajiban yang Allah subhanahu wa ta’ala bebankan kepada mereka, niscaya Allah subhanahu wa ta’ala akan memberikan pahala kepada mereka.
Orang tua hendaknya menjadi sebab kebaikan bagi anak-anak mereka sehingga anak-anak bisa menjadi qurratu a’yun bagi mereka di dunia dan di akhirat. Kelak di dalam surga, jika anak-anak itu saleh karena usaha ayah mereka —dengan izin Allah— ketika hidup di dunia, Allah subhanahu wa ta’ala akan mengumpulkan mereka di tempat yang sama di dalam surga.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَٱتَّبَعَتۡهُمۡ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَٰنٍ أَلۡحَقۡنَا بِهِمۡ ذُرِّيَّتَهُمۡ وَمَآ أَلَتۡنَٰهُم مِّنۡ عَمَلِهِم مِّن شَيۡءٖۚ
“Orang-orang yang beriman dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, maka Kami gabungkan anak keturunan mereka dengan mereka dan Kami tiada mengurangi sedikit pun dari pahala amal mereka.”
(ath-Thur: 21)
Mendidik anak membutuhkan kesabaran dan kemauan menanggung kesulitan dari para orang tua. Ia membutuhkan kesungguhan total dari para orang tua. Terkhusus pada zaman ini, saat gelombang keburukan bergejolak dari segala arah. Gelombang keburukan tersebut mengakibatkan para pemuda menjadi seperti kambing-kambing di daerah yang dipenuhi hewan buas yang berbahaya.
Karena itu, para ayah harus mengupayakan agar anak-anak mereka tumbuh di atas ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
»Baca Selengkapnya di:
http://asysyariah.com/mendidik-anak-dan-pemuda/
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🔎💦💥 PERBEDAAN ANTARA ذنوب (dzunuub) DENGAN سيئات (sayyiaat) DALAM AL QUR'AN
🎙 Al imam Ibnul Qayyim rahimahulloh berkata,
"Dimanapun datang kata Dzunuub (Dosa) di dalam Al Quran maka yang dimaksud dengannya adalah dosa besar. Dan dimana disebut kata As Sayyiaat (kejelekan), maka yang dimaksud dengannya adalah dosa kecil."
📒 Madarijus salikiin Jilid 1 hal. 318
قال الإمام ابن القيم :
حيثما ﻭﺭﺩﺕ "ﺍﻟﺬﻧﻮﺏ" ﻓﻲ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻓﺎﻟﻤﺮﺍﺩ ﺑﻬﺎ ﺍﻟﻜﺒﺎﺋﺮ،
- وحيثما ﻭﺭﺩﺕ "ﺍﻟﺴﻴﺌﺎﺕ" ﻓﺎﻟﻤﺮﺍﺩ ﺑﻬﺎ ﺍﻟﺼﻐﺎﺋﺮ.
ﻣﺪﺍﺭﺝ ﺍﻟﺴﺎﻟﻜﻴﻦ ٣١٧/١
Sumber:
🌐📲 @KajianIslamTemanggung
📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU❗️ ] Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🎙 Al imam Ibnul Qayyim rahimahulloh berkata,
"Dimanapun datang kata Dzunuub (Dosa) di dalam Al Quran maka yang dimaksud dengannya adalah dosa besar. Dan dimana disebut kata As Sayyiaat (kejelekan), maka yang dimaksud dengannya adalah dosa kecil."
📒 Madarijus salikiin Jilid 1 hal. 318
قال الإمام ابن القيم :
حيثما ﻭﺭﺩﺕ "ﺍﻟﺬﻧﻮﺏ" ﻓﻲ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻓﺎﻟﻤﺮﺍﺩ ﺑﻬﺎ ﺍﻟﻜﺒﺎﺋﺮ،
- وحيثما ﻭﺭﺩﺕ "ﺍﻟﺴﻴﺌﺎﺕ" ﻓﺎﻟﻤﺮﺍﺩ ﺑﻬﺎ ﺍﻟﺼﻐﺎﺋﺮ.
ﻣﺪﺍﺭﺝ ﺍﻟﺴﺎﻟﻜﻴﻦ ٣١٧/١
Sumber:
🌐📲 @KajianIslamTemanggung
📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU❗️ ] Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
‼⛔💥⚠ JANGAN MENGOLOK-OLOK SEORANG MUSLIM
✍🏻 Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata:
"لا يجوز الاستهزاء بالمسلم، وإذا استهزأ بالدين؛ صار كافرا،فالاستهزاء باللحى،أو غير المسبلين؛ردة عن الإسلام".
"Tidak diperbolehkan istihza' (mengolok-olok) seorang muslim. Jika ada seseorang beristihza' terhadap Agama Islam, maka dia menjadi kafir. Maka beristihza' dengan jenggot atau muslim yang tidak isbal (kain yang cingkrang), ini merupakan bentuk kemurtadan dari Islam."
(Nur 'ala ad-Darb. 4/172)
Sumber:
⚪ @forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍🏻 Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata:
"لا يجوز الاستهزاء بالمسلم، وإذا استهزأ بالدين؛ صار كافرا،فالاستهزاء باللحى،أو غير المسبلين؛ردة عن الإسلام".
"Tidak diperbolehkan istihza' (mengolok-olok) seorang muslim. Jika ada seseorang beristihza' terhadap Agama Islam, maka dia menjadi kafir. Maka beristihza' dengan jenggot atau muslim yang tidak isbal (kain yang cingkrang), ini merupakan bentuk kemurtadan dari Islam."
(Nur 'ala ad-Darb. 4/172)
Sumber:
⚪ @forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
🍑🍑🍑 DUA HAL YANG PALING BERMANFAAT BAGI SEORANG HAMBA
قال الشيخ عبد الرحمن بن ناصر السعدي رحمه الله تعالى:
فلا أنفع للعبد من جعل الإخلاص والمتابعة نصب عينيه في كل ما يأتي وما يذر وفي كل ما يقول ويفعل؛ حتى يكون الإخلاص له نعتًا والمتابعة له وصفًا،
🌄 Asy Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa'di rahimahullahu ta'ala berkata,
🛣 "Tidak ada perkara yang lebih bermanfaat bagi seorang hamba, selain menjadikan keikhlasan dan ittiba' (mengikuti Rasulullah ﷺ) sebagai tolak ukur dalam semua hal yang dikerjakan atau ditinggalkannya, dan dalam segala yang diucapkan atau yang diamalkannya. Sehingga keikhlasan dan ittiba' menjadi sifat yang melekat pada dirinya.
وتضمحل عن قلبه جميع المقاصد والأغراض المنافية للإخلاص، ويدع البدع الاعتقادية والبدع الفعلية إيثارًا للمتابعة.
✅ Sehingga akan sirna dari hatinya semua maksud dan tujuan yang bertentangan dengan keikhlasan serta meninggalkan kebid'ahan*, baik yang berupa keyakinan maupun amalan, karena lebih mengutamakan ittiba'."
📚📚 Majmu'ul Fawaid Waqtinashul Awabid, hal: 13.
----------
Kebid'ahan ialah perkara baru yang diada-adakan dalam urusan agama, bukan urusan dunia.
Sumber:
🌎 @salafy_cirebon
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
قال الشيخ عبد الرحمن بن ناصر السعدي رحمه الله تعالى:
فلا أنفع للعبد من جعل الإخلاص والمتابعة نصب عينيه في كل ما يأتي وما يذر وفي كل ما يقول ويفعل؛ حتى يكون الإخلاص له نعتًا والمتابعة له وصفًا،
🌄 Asy Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa'di rahimahullahu ta'ala berkata,
🛣 "Tidak ada perkara yang lebih bermanfaat bagi seorang hamba, selain menjadikan keikhlasan dan ittiba' (mengikuti Rasulullah ﷺ) sebagai tolak ukur dalam semua hal yang dikerjakan atau ditinggalkannya, dan dalam segala yang diucapkan atau yang diamalkannya. Sehingga keikhlasan dan ittiba' menjadi sifat yang melekat pada dirinya.
وتضمحل عن قلبه جميع المقاصد والأغراض المنافية للإخلاص، ويدع البدع الاعتقادية والبدع الفعلية إيثارًا للمتابعة.
✅ Sehingga akan sirna dari hatinya semua maksud dan tujuan yang bertentangan dengan keikhlasan serta meninggalkan kebid'ahan*, baik yang berupa keyakinan maupun amalan, karena lebih mengutamakan ittiba'."
📚📚 Majmu'ul Fawaid Waqtinashul Awabid, hal: 13.
----------
Kebid'ahan ialah perkara baru yang diada-adakan dalam urusan agama, bukan urusan dunia.
Sumber:
🌎 @salafy_cirebon
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
🕋 HIKMAH DIJADIKANNYA KA'BAH DI LEMBAH YANG TIDAK MEMILIKI TANAM-TANAMAN
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,
"Diantara hikmah Allah Ta'ala menjadikan Baitullah (Ka'bah) di lembah yang tidak memiliki tanam-tanaman adalah agar tidak ada di sisi Baitullah pribadi-pribadi yang hanya menginginkan perkara dunia, sehingga ibadah haji mereka hanya untuk meraih perkara dunia, bukan untuk meraih ridha Allah."
📖 Al-Jawab Ash Shahih Liman Baddala Din al Masih 6/436
🇸🇦 Arabic
فائدة: قال ابن تيمية رحمه الله: "واللهُ مِنْ حِكْمَتِهِ جَعْلُ بَيْتِهِ بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ لِئَلَّا يَكُونَ عِنْدَهُ مَا تَرْغَبُ النُّفُوسُ فِيهِ مِنَ الدُّنْيَا فَيَكُونَ حَجُّهُمْ لِلدُّنْيَا لَا لله". [الجواب الصحيح لمن بدّل دين المسيح (٤٣٦/٦)].
Sumber:
http://bit.ly/2YKBuGt
@ukhwh
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,
"Diantara hikmah Allah Ta'ala menjadikan Baitullah (Ka'bah) di lembah yang tidak memiliki tanam-tanaman adalah agar tidak ada di sisi Baitullah pribadi-pribadi yang hanya menginginkan perkara dunia, sehingga ibadah haji mereka hanya untuk meraih perkara dunia, bukan untuk meraih ridha Allah."
📖 Al-Jawab Ash Shahih Liman Baddala Din al Masih 6/436
🇸🇦 Arabic
فائدة: قال ابن تيمية رحمه الله: "واللهُ مِنْ حِكْمَتِهِ جَعْلُ بَيْتِهِ بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ لِئَلَّا يَكُونَ عِنْدَهُ مَا تَرْغَبُ النُّفُوسُ فِيهِ مِنَ الدُّنْيَا فَيَكُونَ حَجُّهُمْ لِلدُّنْيَا لَا لله". [الجواب الصحيح لمن بدّل دين المسيح (٤٣٦/٦)].
Sumber:
http://bit.ly/2YKBuGt
@ukhwh
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
📕❌ ❎ BUKU PENDIDIKAN TULISAN ORANG KAFIR
Tentang buku-buku pendidikan dan kesehatan yang ditulis oleh orang kafir, dan tidak menyelisihi syariat kita, apakah boleh kita mengambil faedah dari buku-buku tersebut dalam hal mendidik anak-anak kita dan memerhatikan kesehatan selama tidak menyelisihi syariat yang lurus ini?
Asy-Syaikh Abdullah al-Bukhari hafizhahullah menjawab,
Buku-buku atau artikel-artikel yang ditulis dalam bab ini - tentang pendidikan- ada dua macam. Ada yang bermanfaat, ada yang bermadarat.
Tidak diragukan lagi, yang bermadarat tentu saja dijauhi. Bisa jadi, madaratnya ada pada tulisan, bisa jadi pula pada penulisnya. Maksudnya, penulisnya diketahui memiliki penyimpangan atau kesesatan. Apabila demikian, tentu tidak dirasa aman bahwa dalam tulisannya yang tampak baik dia menyusupkan ungkapan-ungkapan yang membekas, lantas bercokol dalam kalbu seorang mukmin. Akhirnya hal itu menjadi syubhat, kemudian berubah menjadi pemikiran atau akidah. Oleh karena itu, kami katakan bahwa jenis yang ini dijauhi sama sekali.
Jenis yang kedua adalah (tulisan) yang bermanfaat, yaitu yang mengandung kebaikan dan bisa dibaca oleh manusia. Akan tetapi, pertanyaannya adalah hal apa yang ada pada orang kafir dan tidak dimiliki oleh pemeluk kebenaran?
Pertanyaan ini wajib dilontarkan, atau sebagaimana dikatakan: terlontar dengan sendirinya. Kebenaran mana yang mereka miliki dan tidak kita punyai?
Sungguh, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak meninggalkan sebuah solusi dan jalan (melainkan telah beliau jelaskan). Sejak dahulu, para ulama pun telah menyusun berbagai tulisan terkait dengan anak-anak dan tarbiyah mereka.
Bahkan, karena agungnya urusan anak, sebagian ulama menulis kitab untuk menyabarkan para orang tua ketika anak mereka tiada karena meninggal atau yang semacamnya.
Ibnul Jauzi rahimahullah menulis kitab Laftul Kabid ‘inda Faqdil Walad. Ibnu Nashiruddin ad-Dimasyqi rahimahullah menulis kitab Bardul Akbad ‘inda Faqdil Aulad. Demikian pula ulama selain mereka berdua.
Apabila pada buku tersebut ada hal-hal yang tidak ada di sisi pemeluk kebenaran, dilihat. Jika yang mereka tulis tidak menyelisihi syariat kita dan pokok-pokoknya, tidak mengapa mengambil faedah darinya. Bahkan, terkadang harus, apabila ada kebutuhan yang mendesak. Hanya saja, untuk menentukan harus atau tidaknya, dikembalikan kepada para ulama. Wallahu a’lam.
📚Huququl Aulad ‘ala Aba wal Ummahat, hlm. 53—54
Sumber:
https://asysyariah.com/buku-pendidikan-tulisan-orang-kafir/
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Tentang buku-buku pendidikan dan kesehatan yang ditulis oleh orang kafir, dan tidak menyelisihi syariat kita, apakah boleh kita mengambil faedah dari buku-buku tersebut dalam hal mendidik anak-anak kita dan memerhatikan kesehatan selama tidak menyelisihi syariat yang lurus ini?
Asy-Syaikh Abdullah al-Bukhari hafizhahullah menjawab,
Buku-buku atau artikel-artikel yang ditulis dalam bab ini - tentang pendidikan- ada dua macam. Ada yang bermanfaat, ada yang bermadarat.
Tidak diragukan lagi, yang bermadarat tentu saja dijauhi. Bisa jadi, madaratnya ada pada tulisan, bisa jadi pula pada penulisnya. Maksudnya, penulisnya diketahui memiliki penyimpangan atau kesesatan. Apabila demikian, tentu tidak dirasa aman bahwa dalam tulisannya yang tampak baik dia menyusupkan ungkapan-ungkapan yang membekas, lantas bercokol dalam kalbu seorang mukmin. Akhirnya hal itu menjadi syubhat, kemudian berubah menjadi pemikiran atau akidah. Oleh karena itu, kami katakan bahwa jenis yang ini dijauhi sama sekali.
Jenis yang kedua adalah (tulisan) yang bermanfaat, yaitu yang mengandung kebaikan dan bisa dibaca oleh manusia. Akan tetapi, pertanyaannya adalah hal apa yang ada pada orang kafir dan tidak dimiliki oleh pemeluk kebenaran?
Pertanyaan ini wajib dilontarkan, atau sebagaimana dikatakan: terlontar dengan sendirinya. Kebenaran mana yang mereka miliki dan tidak kita punyai?
Sungguh, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak meninggalkan sebuah solusi dan jalan (melainkan telah beliau jelaskan). Sejak dahulu, para ulama pun telah menyusun berbagai tulisan terkait dengan anak-anak dan tarbiyah mereka.
Bahkan, karena agungnya urusan anak, sebagian ulama menulis kitab untuk menyabarkan para orang tua ketika anak mereka tiada karena meninggal atau yang semacamnya.
Ibnul Jauzi rahimahullah menulis kitab Laftul Kabid ‘inda Faqdil Walad. Ibnu Nashiruddin ad-Dimasyqi rahimahullah menulis kitab Bardul Akbad ‘inda Faqdil Aulad. Demikian pula ulama selain mereka berdua.
Apabila pada buku tersebut ada hal-hal yang tidak ada di sisi pemeluk kebenaran, dilihat. Jika yang mereka tulis tidak menyelisihi syariat kita dan pokok-pokoknya, tidak mengapa mengambil faedah darinya. Bahkan, terkadang harus, apabila ada kebutuhan yang mendesak. Hanya saja, untuk menentukan harus atau tidaknya, dikembalikan kepada para ulama. Wallahu a’lam.
📚Huququl Aulad ‘ala Aba wal Ummahat, hlm. 53—54
Sumber:
https://asysyariah.com/buku-pendidikan-tulisan-orang-kafir/
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com