Salafy Palembang 🇮🇩
5.88K subscribers
5.42K photos
445 videos
309 files
14.5K links
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Download Telegram
💦 JANGAN KAU UBAH FITRAH ITU!

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

لَا تَبۡدِيلَ لِخَلۡقِ ٱللَّهِۚ

“Tidak ada perubahan pada fitrah Allah.” (ar-Rum: 30)

Maksudnya, jangan ada yang berani mengubah ciptaan Allah (yang dimaksud adalah fitrah, pen.) sehingga ia menjadikannya tidak berada pada asal penciptaannya (dengan fitrah yang bersih) yang telah diletakkan oleh Allah. (Tafsir as-Sa’di dengan sedikit penyesuaian)

Janganlah kalian mengubah ciptaan Allah sehingga kalian mengganti fitrah manusia. (Tafsir Ibnu Katsir)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda,

مَا مِنْ مَوْلُودٍ يُولَدُ إِلَّا عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ

“Tidak ada bayi yang dilahirkan melainkan berada di atas fitrah, lalu kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Maka dari itu, jagalah fitrahmu, wahai muslimah….

Waspadalah terhadap bujuk rayu dan iming-iming yang hendak mengeluarkanmu dari fitrahmu sebagai hamba Allah dan sebagai makhluk bernama wanita.

Semua itu bagaikan pintu yang terlihat indah dari luar, tetapi di baliknya, yang ada hanyalah kesengsaraan, kehinaan, dan siksaan, baik di dunia maupun kelak pada hari kiamat.

Kenalilah dirimu sebagai makhluk yang diciptakan oleh Allah untuk mengemban suatu tugas yang tidak mampu dilakukan oleh pria berotot besar sekalipun. Pada tugas tersebutlah terdapat keamanan, kebahagiaan, kemuliaan, ketenangan, dan pahala besar yang menantimu. Ingatlah bahwa Allah tidak akan mengingkari janji-Nya.

📑 Sumber:
https://qonitah.com/jangan-kau-ubah-fitrah-itu/
@salafybaturaja

🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
💡JADILAH ENGKAU ORANG YANG BERAKAL

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu:

فلا يسمى : " عاقلا " إلا :
مَن عرف الخير فطلبه ، والشَّر فتركه ..
ولهذا قال أصحاب النار :
" لَو كُنَّا نَسمَعُ أَو نَعقِلُ مَا كُنَّا في أَصحَابِ السَّعِيرِ " ! ) .


"Tidaklah dinamakan orang yang berakal, kecuali:

"Seorang yang mengetahui kebaikan dan mencarinya.
Dan mengatahui kejelekan, kemudian meninggalkannya.


Oleh karena itu penduduk neraka mereka mengatakan (sebagaimana Allah ta'ala abadikan dalam firman-Nya):

{وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ}

Dan mereka berkata, “Sekiranya (dahulu) kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) tentulah kami tidak termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala.”
QS. Al Mulk: 10

📚Kitabul Iman (hal. 22).

Sumber:
@ForumSalafyPurbalingga
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
💽🔊 Audio Rekaman 🔊💽
☑️ Muhadhoroh Ilmiah Banyumas

📆 Ahad, 04 Dzulqo'dah 1440 H/ 07 Juli 2019 M
💺 Pemateri : Al-Ustadz Muhammad Afifuddin As-Sidawi حفظه الله تعالـﮯ
📚 Tema : PRINSIP PERTEMANAN DALAM ISLAM
[Pembahasan Kitab Adabul 'Isyroh]
🕌 Tempat : Masjid Agung Nur Sulaiman Banyumas

🏢 Penyelenggara : Ma’had Al Faruq As-Salafy Purwokerto
🌍 www.alfaruq.net

----------------------
📂Sesi 1 http://bit.ly/2XTs6D1 || 1.10.07
📂Sesi 2 http://bit.ly/2LI7qY5 || 48.22
📂Sesi Tanya-Jawab http://bit.ly/30kjaEk || 26.14
----------------------

Diperbolehkan Menggandakan/mengcopy Dengan tujuan Berda’wah, Bukan untuk tujuan komersil

Sumber:
© Tasjilat Al Faruq As-Salafy Purwokerto
@Tasjilat_Al_Faruq

⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
💐🌷🌻🌹 PENGERTIAN ZUHUD YANG BENAR

✍🏼 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

والزهد المشروع هو: ترك الرغبة فيما لا ينفع في الدار الآخرة، وهو: فُضول المباح التي لا يستعان بها على طاعة الله.

"Zuhud yang sesuai dengan syari’at adalah meninggalkan keinginan pada hal-hal yang tidak bermanfaat di negeri akhirat, yaitu hal-hal mubah yang melebihi kebutuhan yang tidak membantu ketaatan kepada Allah."

📚 Majmu’ul Fatawa, jilid 10 hlm. 21

Sumber:
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🖼 🌷💐
potret kesabaran salaf

IBNU 'AUN, SESEORANG MEMBUATNYA MARAH, BELIAU DOAKAN 'BARAKALLAHU FIK'

💺Diriwayatkan dari Al Qa'nabi rahimahullah, beliau mengatakan :

كان ابن عون لا يغضب. فإذا أغضبه رجل قال: بارك الله فيك.

🔥🌧
"Ibnu 'Aun tidak pernah marah. Jika ada seseorang yang membuatnya marah, dia mendoakan 'Barakallahu fik (Semoga berkah ada pada dirimu)'"

📚 Siyar A'lamin Nubala' 6/366

Sumber:
@majalahtashfiyah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
INGATLAH ASAL PENCIPTAANMU AGAR KAMU TAWADHU

Wajib baginya untuk tidak bersifat sombong, melampaui batas dan berbuat dzalim, bahkan hendaklah dia bersikap adil, istiqamah dan tawadhu'(rendah hati) mengharapkan apa yang ada disisi Allah.

»Baca Selengkapnya di:
https://www.fawaidsolo.com/ingatlah-asal-penciptaanmu-agar-kamu-tawadhu/

Sumber:
@fawaidsolo
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🌸🌺🌹 KESEMPURNAAN PENGHAMBAAN KEPADA ALLAH

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :

Siapa saja yang tetap menghambakan diri kepada Allah pada dua keadaan (susah ataupun senang) dan menunaikan hak Allah pada perkara yang dibenci maupun disukainya, maka ia termasuk hamba yang dinyatakan dalam firman-Nya :

أَلَیۡسَ ٱللَّهُ بِكَافٍ عَبۡدَهُ

Bukankah Allah yang akan mencukupi para hamba-Nya.

Maka, sempurnanya kecukupan akan menyertai 'ubudiyyah (penghambaan) yang sempurna. Begitu pula kurangnya kecukupan akan menyertai penghambaan yang kurang.

📌 Maka, barang siapa yang mendapatkan kebaikan, hendaklah ia memuji Allah, dan barangsiapa yang mendapatkan selain itu, maka janganlah ia mencela kecuali dirinya sendiri.

📚 Al-Wabilush Shayyib (7)

فال ابن القيم رحمه الله :
✓ فمن كان عبدا لله في الحالتين قائما بحقه في المكروه والمحبوب فذلك الذي تناوله قوله تعالى: ﴿أَلَیۡسَ ٱللَّهُ بِكَافٍ عَبۡدَهُ﴾
✓ فالكفاية التامة مع العبودية التامة والناقصة مع الناقصة، فمن وجد خيرا فليحمد الله ومن وجد غير ذلك فلا يلومن إلا نفسه.

📚 الوابل الصيب (٧)


Sumber:
@salafy_cirebon
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🔥YANG MEMBELA KHAWARIJ DIA ADALAH KHAWARIJ

Asy Syeikh Shalih Al Fauzan hafidzohullah:

(الذي يدافع عن الخوارج ويروج مذهبهم هذا خارجي حكمه حكم الخوارج لأنه رضي بقولهم ونشر ودعى إليه فهو خارجي يعامل معاملة الخوارج، ويحذر منه، نعم)

Yang membela khawarij dan menyebarkan pemahaman mereka maka dia adalah seorang khawarij, dia dihukumi seorang khawarij.

Karena dia ridho dengan ucapan mereka dan menyebarkannya serta menyeru kepadanya maka dia adalah khawarij dan diperlakukan seperti khawarij dan diperingatkan dari mereka, naam.

Sumber:
⚪️ http://www.alfawzan.af.org.sa/ar/node/14223
@berbagiilmuagama
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
➠➠ MENJELASKAN PENYIMPANGAN AHLUL BID'AH BAGIAN DARI NASIHAT BUKAN TERMASUK GHIBAH

💬 Asy Syaikh Al Allamah Muhammad bin Shalih Al Utsaimin -rahimahullah- berkata :

💡 "Membicarakan ahlul bid'ah dan orang-orang yang memiliki pemikiran yang tidak benar atau manhaj yang tidak lurus. Hal itu merupakan bentuk nasihat dan bukan perkara ghibah. Bahkan ini termasuk dari nasihat untuk Allah, untuk Kitab-Nya, Rasul-nya dan untuk kaum muslimin.

🔭 Maka jika kita melihat seseorang memiliki pemikiran yang menyimpang dari pemahaman Salafus Shalih, wajib bagi kita untuk menjelaskan penyimpangan tersebut hingga masyarakat selamat dari kejelekannya.

🌾 Demikian itu merupakan bagian dari nasihat untuk Allah, untuk Kitab-Nya, Rasul-nya dan untuk pemimpin kaum muslimin dan masyarakatnya. Sama saja apakah pembicaraan tentang ahlul bid'ah itu di kalangan pelajar atau dalam majelis ilmu, maka hal itu bukan perkara ghibah.

🛡 Selama kita mengkhawatirkan tersebarnya kebid'ahan atau pemikiran ini atau manhaj yang menyelisihi manhaj Salafus Shalih ini, maka wajib bagi kita untuk menjelaskannya sehingga manusia tidak tertipu dengan perkara tersebut.

📚 Liqo'ul Babil Maftuh no. 120


قال الشيخ العلآمة محمد بن صالح العثيمين -رحمه الله-:
"الكلام في أهل البدع ومن عندهم أفكار غير سليمة أو منهج غير مستقيم، هذا من النصيحة وليس من الغيبة، بل هو من النصيحة لله ولكتابه ولرسوله وللمسلمين، فإذا رأينا شخصاً عنده أفكار تخالف ما كان عليه السلف، فعلينا ان نبين ذلك حتى يسلم الناس من شره وهذا من باب النصيحة لله ولكتابه ولرسوله ولأئمة المسلمين وعامتهم، وسواء كان الكلام في أهل البدع فيما بين الطلبة أو في المجالس فليس بغيبة، وما دمنا نخشى من انتشار هذه البدعة أو هذا الفكر أو هذا المنهج المخالف لمنهج السلف يجب علينا أن نبين حتى لا يغتر الناس بذلك".
[لقاء الباب المفتوح رقم: 120].

https://t.me/kibarolama/3443

Sumber:
@salafy_cirebon
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
🔰 MENDIDIK ANAK DAN PEMUDA

Berilah anak-anak kalian arahan yang lurus. Didiklah mereka dengan baik. Jadikan diri kalian sebagai teladan yang baik bagi diri kalian sehingga mereka dapat meneladani kalian.

Bersihkan rumah-rumah kalian dari hal-hal yang tidak pantas. Hilangkan sarana yang mengantarkan kepada api kejelekan di dalam rumah sehingga menjadi “steril”. Artinya, hal-hal yang menjadi perantara menyimpangnya anak-anak kalian tidak boleh masuk ke dalamnya.

Para ayah menanggung amanat terkait urusan anak-anak mereka. Apabila orang tua dapat menunaikan kewajiban yang Allah subhanahu wa ta’ala bebankan kepada mereka, niscaya Allah subhanahu wa ta’ala akan memberikan pahala kepada mereka.

Orang tua hendaknya menjadi sebab kebaikan bagi anak-anak mereka sehingga anak-anak bisa menjadi qurratu a’yun bagi mereka di dunia dan di akhirat. Kelak di dalam surga, jika anak-anak itu saleh karena usaha ayah mereka —dengan izin Allah— ketika hidup di dunia, Allah subhanahu wa ta’ala akan mengumpulkan mereka di tempat yang sama di dalam surga.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

          وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَٱتَّبَعَتۡهُمۡ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَٰنٍ أَلۡحَقۡنَا بِهِمۡ ذُرِّيَّتَهُمۡ وَمَآ أَلَتۡنَٰهُم مِّنۡ عَمَلِهِم مِّن شَيۡءٖۚ

“Orang-orang yang beriman dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, maka Kami gabungkan anak keturunan mereka dengan mereka dan Kami tiada mengurangi sedikit pun dari pahala amal mereka.”
(ath-Thur: 21)

Mendidik anak membutuhkan kesabaran dan kemauan menanggung kesulitan dari para orang tua. Ia membutuhkan kesungguhan total dari para orang tua. Terkhusus pada zaman ini, saat gelombang keburukan bergejolak dari segala arah. Gelombang keburukan tersebut mengakibatkan para pemuda menjadi seperti kambing-kambing di daerah yang dipenuhi hewan buas yang berbahaya.

Karena itu, para ayah harus mengupayakan agar anak-anak mereka tumbuh di atas ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

»Baca Selengkapnya di:
http://asysyariah.com/mendidik-anak-dan-pemuda/

🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com