📜✅LEBIH MENYIBUKAN IBADAH DI HARI JUM'AT
◻Berkata Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullahu, menyampaikan diantara kekhususan hari Jum'at:
✅"Bahwasanya hari jum'at, hari yang seseorang disunnahkan padanya untuk memfokuskan dengan berbagai macam ibadah, baik yang wajib ataupun yang sunnah.
🗒Allah subhanahu wa ta'ala menjadikan bagi setiap umat sebuah hari yang mereka lebih fokus ibadah padanya dan meninggalkan dari kesibukan dunia.
🌷Maka hari jum'at adalah hari ibadah, kedudukan hari jum'at dari hari-hari yang ada seperti kedudukan bulan Ramadhan dari bulan-bulan yang lainnya.
🏷Dan waktu mustajab pada hari jum'at, seperti malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan."
📚Zaadul Ma'ad (1/386).
◎ التَّفرُّغ للعبادة يوم الجمعة
❉ﻗﺎﻝاﺑﻦاﻟﻘﻴﻢ-رَﺣِﻤَﮧُاللهُ- وهو يتكلم عن خصائص يوم الجمعة:
ﺃﻧﻪ اﻟﻴﻮﻡ اﻟﺬﻱ ﻳﺴﺘﺤﺐ ﺃﻥ ﻳﺘﻔﺮﻍ ﻓﻴﻪ ﻟﻠﻌﺒﺎﺩﺓ، ﻭﻟﻪ ﻋﻠﻰ ﺳﺎﺋﺮ اﻷﻳﺎﻡ ﻣﺰﻳﺔ ﺑﺄﻧﻮاﻉ ﻣﻦ اﻟﻌﺒﺎﺩاﺕ ﻭاﺟﺒﺔ ﻭﻣﺴﺘﺤﺒﺔ، ﻓﺎﻟﻠﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﺟﻌﻞ ﻷﻫﻞ ﻛﻞ ﻣﻠﺔ ﻳﻮﻣﺎ ﻳﺘﻔﺮﻏﻮﻥ ﻓﻴﻪ ﻟﻠﻌﺒﺎﺩﺓ ﻭﻳﺘﺨﻠﻮﻥ ﻓﻴﻪ ﻋﻦ ﺃﺷﻐﺎﻝ اﻟﺪﻧﻴﺎ، ﻓﻴﻮﻡ اﻟﺠﻤﻌﺔ ﻳﻮﻡ ﻋﺒﺎﺩﺓ، ﻭﻫﻮ ﻓﻲ اﻷﻳﺎﻡ ﻛﺸﻬﺮ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻓﻲ اﻟﺸﻬﻮﺭ، ﻭﺳﺎﻋﺔ اﻹﺟﺎﺑﺔ ﻓﻴﻪ ﻛﻠﻴﻠﺔ اﻟﻘﺪﺭ ﻓﻲ ﺭﻣﻀﺎﻥ.
❒ زاد المعاد ❪٣٨٦/١❫.
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
🔰🌠Forum Salafy Purbalingga
↗ http://telegram.me/ForumSalafyPurbalingga
◻Berkata Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullahu, menyampaikan diantara kekhususan hari Jum'at:
✅"Bahwasanya hari jum'at, hari yang seseorang disunnahkan padanya untuk memfokuskan dengan berbagai macam ibadah, baik yang wajib ataupun yang sunnah.
🗒Allah subhanahu wa ta'ala menjadikan bagi setiap umat sebuah hari yang mereka lebih fokus ibadah padanya dan meninggalkan dari kesibukan dunia.
🌷Maka hari jum'at adalah hari ibadah, kedudukan hari jum'at dari hari-hari yang ada seperti kedudukan bulan Ramadhan dari bulan-bulan yang lainnya.
🏷Dan waktu mustajab pada hari jum'at, seperti malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan."
📚Zaadul Ma'ad (1/386).
◎ التَّفرُّغ للعبادة يوم الجمعة
❉ﻗﺎﻝاﺑﻦاﻟﻘﻴﻢ-رَﺣِﻤَﮧُاللهُ- وهو يتكلم عن خصائص يوم الجمعة:
ﺃﻧﻪ اﻟﻴﻮﻡ اﻟﺬﻱ ﻳﺴﺘﺤﺐ ﺃﻥ ﻳﺘﻔﺮﻍ ﻓﻴﻪ ﻟﻠﻌﺒﺎﺩﺓ، ﻭﻟﻪ ﻋﻠﻰ ﺳﺎﺋﺮ اﻷﻳﺎﻡ ﻣﺰﻳﺔ ﺑﺄﻧﻮاﻉ ﻣﻦ اﻟﻌﺒﺎﺩاﺕ ﻭاﺟﺒﺔ ﻭﻣﺴﺘﺤﺒﺔ، ﻓﺎﻟﻠﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﺟﻌﻞ ﻷﻫﻞ ﻛﻞ ﻣﻠﺔ ﻳﻮﻣﺎ ﻳﺘﻔﺮﻏﻮﻥ ﻓﻴﻪ ﻟﻠﻌﺒﺎﺩﺓ ﻭﻳﺘﺨﻠﻮﻥ ﻓﻴﻪ ﻋﻦ ﺃﺷﻐﺎﻝ اﻟﺪﻧﻴﺎ، ﻓﻴﻮﻡ اﻟﺠﻤﻌﺔ ﻳﻮﻡ ﻋﺒﺎﺩﺓ، ﻭﻫﻮ ﻓﻲ اﻷﻳﺎﻡ ﻛﺸﻬﺮ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻓﻲ اﻟﺸﻬﻮﺭ، ﻭﺳﺎﻋﺔ اﻹﺟﺎﺑﺔ ﻓﻴﻪ ﻛﻠﻴﻠﺔ اﻟﻘﺪﺭ ﻓﻲ ﺭﻣﻀﺎﻥ.
❒ زاد المعاد ❪٣٨٦/١❫.
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
🔰🌠Forum Salafy Purbalingga
↗ http://telegram.me/ForumSalafyPurbalingga
BIMBINGAN SUNNAH
TENTANG I'TIKAF
Bagian ke 1⃣
▪Merupakan sebuah sunnah yang telah banyak ditinggalkan oleh kaum muslimin ketika bulan Ramadhan adalah I’tikaf. Setiap kaum muslimin tentu berharap agar Ramadhan yang dia laksanakan bernilai di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, terutama ketika 10 terakhir Ramadhan yang di dalamnya terdapat Lailatul Qadr malam yang di dalamnya dilipat gandakan amalan seorang hamba lebih baik daripada 1000 bulan.
▪Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam semasa hidupnya telah memberikan contoh kepada umatnya untuk meningkatkan amaliah ibadah ketika memasuki 10 Terakhir Ramadhan tersebut, dan berusaha untuk mencari malam Lailatul Qadr dengan mengerahkan upaya maksimal, sebagaimana hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha :
*كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ*
“Dahulu Rasulullah ketika memasuki 10 Terakhir dari bulan Ramadhan, belia mengencangkan tali sarungnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya”
(HR Al Bukhari no.1884).
▪Di antara yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada 10 Terakhir Ramadhan adalah I’tikaf di masjid.
🔵 Maka berikut ini beberapa hukum ringkas yang terkait dengan permasalahan I’tikaf:
🔹PENGERTIAN I'TIKAF
I’tikaf secara bahasa adalah terus-menerus dalam mengerjakan sesuatu atau menahan diri dari sesuatu. Adapun pengertian I’tikaf secara syar’i adalah tinggal di masjid oleh orang tertentu, dengan sifat tertentu dalam rangka konsentrasi beribadah kepada AllahSubhanahu wa Ta’ala.
🔵 HUKUM I'TIKAF.
I’tikaf merupakan ibadah sunnah yang disyari’atkan sebagaimana yang telah disebutkan di dalam Al-Qur’an, As Sunnah, dan Ijma’.
▫Dalil dari Al-Qur’an, firman AllahSubhanahu wa Ta’ala :
*وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ*
“Dan janganlah kalian mencampuri mereka itu (istri-istri kalian), sedang kalian beri’tikaf”. (Al Baqarah: 187)
▫Dalil dari As Sunnah:
*أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ*
“Bahwasanya Rasulullah dahulu beri’tikaf ketika 10 Terakhir Ramadhan sampai Allah mewafatkan beliau, kemudian beri’tikaflah istri-istri beliau setelah itu”. (Muttafaqun’alaih)
▪Serta para ulama’ bersepakat tentang sunnahnya perkara ini.
▶ BERSAMBUANG...
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
▶https://telegram.me/FadhlulIslam
TENTANG I'TIKAF
Bagian ke 1⃣
▪Merupakan sebuah sunnah yang telah banyak ditinggalkan oleh kaum muslimin ketika bulan Ramadhan adalah I’tikaf. Setiap kaum muslimin tentu berharap agar Ramadhan yang dia laksanakan bernilai di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, terutama ketika 10 terakhir Ramadhan yang di dalamnya terdapat Lailatul Qadr malam yang di dalamnya dilipat gandakan amalan seorang hamba lebih baik daripada 1000 bulan.
▪Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam semasa hidupnya telah memberikan contoh kepada umatnya untuk meningkatkan amaliah ibadah ketika memasuki 10 Terakhir Ramadhan tersebut, dan berusaha untuk mencari malam Lailatul Qadr dengan mengerahkan upaya maksimal, sebagaimana hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha :
*كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ*
“Dahulu Rasulullah ketika memasuki 10 Terakhir dari bulan Ramadhan, belia mengencangkan tali sarungnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya”
(HR Al Bukhari no.1884).
▪Di antara yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada 10 Terakhir Ramadhan adalah I’tikaf di masjid.
🔵 Maka berikut ini beberapa hukum ringkas yang terkait dengan permasalahan I’tikaf:
🔹PENGERTIAN I'TIKAF
I’tikaf secara bahasa adalah terus-menerus dalam mengerjakan sesuatu atau menahan diri dari sesuatu. Adapun pengertian I’tikaf secara syar’i adalah tinggal di masjid oleh orang tertentu, dengan sifat tertentu dalam rangka konsentrasi beribadah kepada AllahSubhanahu wa Ta’ala.
🔵 HUKUM I'TIKAF.
I’tikaf merupakan ibadah sunnah yang disyari’atkan sebagaimana yang telah disebutkan di dalam Al-Qur’an, As Sunnah, dan Ijma’.
▫Dalil dari Al-Qur’an, firman AllahSubhanahu wa Ta’ala :
*وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ*
“Dan janganlah kalian mencampuri mereka itu (istri-istri kalian), sedang kalian beri’tikaf”. (Al Baqarah: 187)
▫Dalil dari As Sunnah:
*أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ*
“Bahwasanya Rasulullah dahulu beri’tikaf ketika 10 Terakhir Ramadhan sampai Allah mewafatkan beliau, kemudian beri’tikaflah istri-istri beliau setelah itu”. (Muttafaqun’alaih)
▪Serta para ulama’ bersepakat tentang sunnahnya perkara ini.
▶ BERSAMBUANG...
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
▶https://telegram.me/FadhlulIslam
*BIMBINGAN SUNNAH
TENTANG I'TIKAF**
Bagian ke 2⃣
🔹TEMPAT I'TIKAF
▪Sebagian ‘ulama berpendapat bahwa i’tikaf hanya bisa dilakukan pada 3 masjid saja, yaitu Al-Masjidil Haram di Makkah, Masjid An-Nabawi di Madinah, dan Masjid Al-Aqsha di Palestina.
▪Jumhur ‘ulama berpendapat bahwa seluruh masjid bisa digunakan untuk beri’tikaf sebagaimana keumuman firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :
*وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ*
“Dan janganlah kalian mencampuri mereka itu (istri-istri kalian), sedang kalian beri’tikaf” (Al Baqarah: 187).
Karena pada ayat di atas sasarannya adalah seluruh kaum muslimin, tidak terbatas pada masjid tertentu. Kaum muslimin kebanyakan tinggal di luar 3 masjid tersebut.
Adapun hadits Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu :
*لااعتكاف إلا في ثلاثة مساجد المسجد الحرام والمسجد الاقصى ومسجد رسول الله صلى الله عليه وسلم*
“Tidak ada I’tikaf kecuali pada 3 masjid (Masjid Al-Haram, Masjid Al-Aqsha, dan Masjid An-Nabawy) **(Riwayat Ibnu Abi Syaibah).**
maka para ulama’ membawanya kepada afdhaliyyah (nilai yang lebih utama), yakni tidak ada I’tikaf yang utama kecuali pada tiga masjid tersebut.
🔹KELUAR SESEORANG KETIKA BERI'TIKA.
▪Jika ada keperluan seperti buang hajat (BAK, BAB), maka para ulama bersepakat tentang bolehnya hal tersebut. Adapun jika selain buang hajat maka disesuaikan dengan kondisi.
▪Al-Imam Ibnu Qudamah rahimahullah berkata : “Dan yang termasuk dalam makna hajat adalah kebutuhan seseorang terhadap makanan dan minuman jika tidak didapati seorang pun yang mengantarkan makanan bagi dia, kemudian jika seseorang ingin muntah maka dia harus menjauh dari masjid, dan seluruh perkara yang mau tidak mau harus dia lakukan namun tidak mungkin dia lakukan di masjid, maka boleh bagi dia untuk keluar dari masjid. Yang demikian tidak membatalkan i’tikafnya dengan catatan tidak berlama-lama. Begitu pula keluar untuk melaksanakan apa-apa yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala seperti seseorang yang beri’tikaf di masjid yang tidak didirikan shalat jum’at maka dia harus keluar untuk menunaikan shalat jum’at dan tidak membatalkan I’tikafnya.
▪Sedangkan jika keluar tanpa ada keperluan (hajat) maka hal tersebut membatalkan I’tikafnya walaupun sebentar, sebagaimana pendapat Al-Imam Asy-Syafi’i, Al-Imam Malik, dan Al-Imam Abu Hanifah.”
▪Sebagian ‘ulama menganjurkan agar i’tikaf dilakukan di masjid yang ditegakkan shalat Jum’at padanya.
▪Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al‘Utsaimin rahimahullah berkata : “Adapun keluar dari masjid jika sebagian badannya maka tidak mengapa. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari shahabat ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata :
*كان النبي صلى الله عليه وسلم يخرج رأسه من المسجد وهو معتكف، فأغسله وأنا حائض – وفي رواية – كانت ترجل رأس النبي صلى الله عليه وسلم وهي حائض*
“Dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengeluarkan kepalanya dari masjid ketika beliau sedang beri’tikaf. Maka aku (‘Aisyah) mencucinya dalam keadaan aku haidh.”
Dalam riwayat lain : __“Aisyah menyisir kepala Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam padahal dia (‘Aisyah) sedang haidh.”__
▪Kalau keluarnya dengan seluruh badannya, maka ada tiga kondisi :
▫Pertama : Keluar karena urusan yang tidak bisa tidak, maka secara tabi’at maupun secara syar’i. Seperti buang hajat kencing ataupun buang air besar, wudhu’, mandi janabah, atau selainnya: makan, minum, maka itu semua boleh jika memang tidak mungkin dilakukan di masjid. Namun jika memungkinkan dilakukan di masjid, maka tidak boleh keluar dari masjid. Misalnya, jika di masjid terdapat kamar mandi sehingga memungkinkan baginya untuk buang hajat atau mandi di situ. Atau jika ada orang yang mengantarkan kepadanya makanan dan minumnya. Maka dalam kondisi tersebut tidak boleh keluar dari masjid karena tidak ada hal yang mengharuskannya untuk keluar.
TENTANG I'TIKAF**
Bagian ke 2⃣
🔹TEMPAT I'TIKAF
▪Sebagian ‘ulama berpendapat bahwa i’tikaf hanya bisa dilakukan pada 3 masjid saja, yaitu Al-Masjidil Haram di Makkah, Masjid An-Nabawi di Madinah, dan Masjid Al-Aqsha di Palestina.
▪Jumhur ‘ulama berpendapat bahwa seluruh masjid bisa digunakan untuk beri’tikaf sebagaimana keumuman firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :
*وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ*
“Dan janganlah kalian mencampuri mereka itu (istri-istri kalian), sedang kalian beri’tikaf” (Al Baqarah: 187).
Karena pada ayat di atas sasarannya adalah seluruh kaum muslimin, tidak terbatas pada masjid tertentu. Kaum muslimin kebanyakan tinggal di luar 3 masjid tersebut.
Adapun hadits Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu :
*لااعتكاف إلا في ثلاثة مساجد المسجد الحرام والمسجد الاقصى ومسجد رسول الله صلى الله عليه وسلم*
“Tidak ada I’tikaf kecuali pada 3 masjid (Masjid Al-Haram, Masjid Al-Aqsha, dan Masjid An-Nabawy) **(Riwayat Ibnu Abi Syaibah).**
maka para ulama’ membawanya kepada afdhaliyyah (nilai yang lebih utama), yakni tidak ada I’tikaf yang utama kecuali pada tiga masjid tersebut.
🔹KELUAR SESEORANG KETIKA BERI'TIKA.
▪Jika ada keperluan seperti buang hajat (BAK, BAB), maka para ulama bersepakat tentang bolehnya hal tersebut. Adapun jika selain buang hajat maka disesuaikan dengan kondisi.
▪Al-Imam Ibnu Qudamah rahimahullah berkata : “Dan yang termasuk dalam makna hajat adalah kebutuhan seseorang terhadap makanan dan minuman jika tidak didapati seorang pun yang mengantarkan makanan bagi dia, kemudian jika seseorang ingin muntah maka dia harus menjauh dari masjid, dan seluruh perkara yang mau tidak mau harus dia lakukan namun tidak mungkin dia lakukan di masjid, maka boleh bagi dia untuk keluar dari masjid. Yang demikian tidak membatalkan i’tikafnya dengan catatan tidak berlama-lama. Begitu pula keluar untuk melaksanakan apa-apa yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala seperti seseorang yang beri’tikaf di masjid yang tidak didirikan shalat jum’at maka dia harus keluar untuk menunaikan shalat jum’at dan tidak membatalkan I’tikafnya.
▪Sedangkan jika keluar tanpa ada keperluan (hajat) maka hal tersebut membatalkan I’tikafnya walaupun sebentar, sebagaimana pendapat Al-Imam Asy-Syafi’i, Al-Imam Malik, dan Al-Imam Abu Hanifah.”
▪Sebagian ‘ulama menganjurkan agar i’tikaf dilakukan di masjid yang ditegakkan shalat Jum’at padanya.
▪Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al‘Utsaimin rahimahullah berkata : “Adapun keluar dari masjid jika sebagian badannya maka tidak mengapa. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari shahabat ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata :
*كان النبي صلى الله عليه وسلم يخرج رأسه من المسجد وهو معتكف، فأغسله وأنا حائض – وفي رواية – كانت ترجل رأس النبي صلى الله عليه وسلم وهي حائض*
“Dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengeluarkan kepalanya dari masjid ketika beliau sedang beri’tikaf. Maka aku (‘Aisyah) mencucinya dalam keadaan aku haidh.”
Dalam riwayat lain : __“Aisyah menyisir kepala Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam padahal dia (‘Aisyah) sedang haidh.”__
▪Kalau keluarnya dengan seluruh badannya, maka ada tiga kondisi :
▫Pertama : Keluar karena urusan yang tidak bisa tidak, maka secara tabi’at maupun secara syar’i. Seperti buang hajat kencing ataupun buang air besar, wudhu’, mandi janabah, atau selainnya: makan, minum, maka itu semua boleh jika memang tidak mungkin dilakukan di masjid. Namun jika memungkinkan dilakukan di masjid, maka tidak boleh keluar dari masjid. Misalnya, jika di masjid terdapat kamar mandi sehingga memungkinkan baginya untuk buang hajat atau mandi di situ. Atau jika ada orang yang mengantarkan kepadanya makanan dan minumnya. Maka dalam kondisi tersebut tidak boleh keluar dari masjid karena tidak ada hal yang mengharuskannya untuk keluar.
▫Kedua: Keluar karena urusan ketaatan yang tidak wajib atasnya, seperti menjenguk orang sakit, menghadiri jenazah, dan lainnya maka tidak boleh. Kecuali jika ia mempersyaratkannya sejak awal i’tikafnya. Misalnya jika di keluarnya ada orang sakit yang mesti ia jenguk, atau dikhawatirkan wafat, maka dia mempersyarakat sejak awal i’tikaf bahwa ia hendak keluar untuk keperluan tersebut, maka tidak mengapa baginya keluar.
▫Ketiga: Keluar untuk sesuatu yang menafikan i’tikafnya, seperti keluar untuk jual beli, berjima’ dengan istrinya, dan semisalnya, maka ini tidak boleh, baik ia mempersyarakat sejak awal maupun tidak. Karena perbuatan tersebut membatalkan i’tikaf dan menafikan tujuannya. “ (Majalis Syahri Ramadhan).
▶ BERSAMBUNG...
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
📊 https://telegram.me/FadhlulIslam
▫Ketiga: Keluar untuk sesuatu yang menafikan i’tikafnya, seperti keluar untuk jual beli, berjima’ dengan istrinya, dan semisalnya, maka ini tidak boleh, baik ia mempersyarakat sejak awal maupun tidak. Karena perbuatan tersebut membatalkan i’tikaf dan menafikan tujuannya. “ (Majalis Syahri Ramadhan).
▶ BERSAMBUNG...
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
📊 https://telegram.me/FadhlulIslam
✋🏻⁉🌅🕌 KAPAN DIMULAINYA 'ITIKAF DAN KAPAN WAKTU BERAKHIRNYA??
✍🏻 Asy-Syaikh Shalih Fauzan bin Abdillah al-Fauzan hafizhahullah
📬 Pertanyaan:
متى يبدأ وقت الاعتكاف ومتى ينتهي؟
Kapankah waktu dimulainya 'itikaf dan kapan berakhirnya?
🔓 Jawaban:
وقت الاعتكاف يبتدئ بالمدة التي عيَّنها ، المدة التي عيَّنها ، فإذا نوى أن يعتكف العشر الأواخر فإنه يبدأ الاعتكاف من بداية الليلة الحادية والعشرين ، من بداية الليلة الحادية والعشرين وينتهي بنهاية الشهر.
Waktu 'itikaf dimulai sesuai waktu yang telah dia pilih dan tentukan. Kalau dia berniat 'itikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, maka dia memulai 'itikafnya pada awal malam dua puluh satu dan berakhir di penghujung bulan Ramadhan.
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
📚 Sumber http://www.alfawzan.af.org.sa/node/14891
🌏 http://bit.ly/2s8k3jC
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ http://telegram.me/ForumSalafy
✍🏻 Asy-Syaikh Shalih Fauzan bin Abdillah al-Fauzan hafizhahullah
📬 Pertanyaan:
متى يبدأ وقت الاعتكاف ومتى ينتهي؟
Kapankah waktu dimulainya 'itikaf dan kapan berakhirnya?
🔓 Jawaban:
وقت الاعتكاف يبتدئ بالمدة التي عيَّنها ، المدة التي عيَّنها ، فإذا نوى أن يعتكف العشر الأواخر فإنه يبدأ الاعتكاف من بداية الليلة الحادية والعشرين ، من بداية الليلة الحادية والعشرين وينتهي بنهاية الشهر.
Waktu 'itikaf dimulai sesuai waktu yang telah dia pilih dan tentukan. Kalau dia berniat 'itikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, maka dia memulai 'itikafnya pada awal malam dua puluh satu dan berakhir di penghujung bulan Ramadhan.
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
📚 Sumber http://www.alfawzan.af.org.sa/node/14891
🌏 http://bit.ly/2s8k3jC
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ http://telegram.me/ForumSalafy
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
V04. APA BACAAN SETELAH DUA RAKAAT SHALAT TARAWIH...? #poster #postersunnah #videokajian #video #salafy #salafypalangka #salafy_palangkaraya #palangkaraya #kalteng #kalimantantengah #salafyIndonesia #manhajsalaf
JOIN AND SHARE:
@beranda_sunnah
JOIN AND SHARE:
@beranda_sunnah
📢🌅💡🌹 NASEHAT MENGHADAPI AKHIR RAMADHAN
✍🏻 Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata:
«من كان مفرطاً في الأيام الماضية فليحسن في بقية هذا الشهر والأعمال بالخواتيم»
Barangsiapa menyia-nyiakan hari-hari yang telah lewat, maka hendaklah dia memperbaiki pada sisa bulan ini, dan amal-amal itu tergantung kepada kesudahannya."
📚 Liqa' Ramadhani, tanggal 19 Ramadhan 1437
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
🌍 Sumber:
https://twitter.com/SFawzaan/status/747174657464340481
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia__
⏩ http://telegram.me/ForumSalafy
✍🏻 Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata:
«من كان مفرطاً في الأيام الماضية فليحسن في بقية هذا الشهر والأعمال بالخواتيم»
Barangsiapa menyia-nyiakan hari-hari yang telah lewat, maka hendaklah dia memperbaiki pada sisa bulan ini, dan amal-amal itu tergantung kepada kesudahannya."
📚 Liqa' Ramadhani, tanggal 19 Ramadhan 1437
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
🌍 Sumber:
https://twitter.com/SFawzaan/status/747174657464340481
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia__
⏩ http://telegram.me/ForumSalafy
✅🌔🕌 BERDOA UNTUK ORANG TUA DI BULAN RAMADHAN
☝🗯 Berkata al-Allamah Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rohimahullah:
💺 Hendaknya para penuntut ilmu menjelaskan kepada kaum muslimin secara umum bahwasannya malam bersama kedua orang tua di bulan Ramadhan bukanlah segalanya.
💯🕌 Namun doa yang kamu panjatkan untuk orang tuamu ketika shalat tarawih atau shalat tahajjud itu jauh lebih utama dibanding kamu menyembelihkan untuknya 10 ekor unta.
🖥 Sumber:
Liqaa' Baab al-Maftuuh 115
💥قال العلامة الفقيه محمد بن صالح العثيمين - رحمه الله تعالى - :
✍ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﻟﻄﻠﺒﺔ اﻟﻌﻠﻢ ﺃﻥ ﻳﻨﺸﺮﻭا ﺑﻴﻦ اﻟﻌﺎﻣﺔ ﺃﻥ ﻋﺸﺎء اﻟﻮاﻟﺪﻳﻦ اﻟﺬﻱ ﻳﻜﻮﻥ ﻓﻲ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻟﻴﺲ ﻫﻮ ﻛﻞ ﺷﻲء! ﺩﻋﺎءﻙ ﻟﻮاﻟﺪﻙ ﻓﻲ ﺻﻼﺓ اﻟﺘﺮاﻭﻳﺢ ﺃﻭ ﺻﻼﺓ اﻟﺘﻬﺠﺪ ﺃﻓﻀﻞ ﺑﻜﺜﻴﺮ ﻣﻦ ﺃﻥ ﺗﺬﺑﺢ ﻟﻪ ﻋﺸﺮ ﻧﻮﻕ.
📚 لقاء الباب المفتوح (115) 📚
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
🌐📲 https://bit.ly/KajianIslamTemanggung
☝🗯 Berkata al-Allamah Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rohimahullah:
💺 Hendaknya para penuntut ilmu menjelaskan kepada kaum muslimin secara umum bahwasannya malam bersama kedua orang tua di bulan Ramadhan bukanlah segalanya.
💯🕌 Namun doa yang kamu panjatkan untuk orang tuamu ketika shalat tarawih atau shalat tahajjud itu jauh lebih utama dibanding kamu menyembelihkan untuknya 10 ekor unta.
🖥 Sumber:
Liqaa' Baab al-Maftuuh 115
💥قال العلامة الفقيه محمد بن صالح العثيمين - رحمه الله تعالى - :
✍ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﻟﻄﻠﺒﺔ اﻟﻌﻠﻢ ﺃﻥ ﻳﻨﺸﺮﻭا ﺑﻴﻦ اﻟﻌﺎﻣﺔ ﺃﻥ ﻋﺸﺎء اﻟﻮاﻟﺪﻳﻦ اﻟﺬﻱ ﻳﻜﻮﻥ ﻓﻲ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻟﻴﺲ ﻫﻮ ﻛﻞ ﺷﻲء! ﺩﻋﺎءﻙ ﻟﻮاﻟﺪﻙ ﻓﻲ ﺻﻼﺓ اﻟﺘﺮاﻭﻳﺢ ﺃﻭ ﺻﻼﺓ اﻟﺘﻬﺠﺪ ﺃﻓﻀﻞ ﺑﻜﺜﻴﺮ ﻣﻦ ﺃﻥ ﺗﺬﺑﺢ ﻟﻪ ﻋﺸﺮ ﻧﻮﻕ.
📚 لقاء الباب المفتوح (115) 📚
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
🌐📲 https://bit.ly/KajianIslamTemanggung
📚📝📝📚
Silsilah Nasehat Asy Syaikh Rabi' Hafizhahullah.
5. Malu dan takutlah kepada Allah wahai ahlus sunnah dengan cara jujur dan ikhlas ketika menjalankan perintah dan meninggalkan larangan-Nya.
📌 Sepantasnya bagi seorang mukmin untuk memiliki sikap malu kepada Allah tabaraka wa ta'ala. Dan juga merasa takut terhadap hukuman-Nya subhanahu wa ta'ala.
✋ Dimasukkan kedalam neraka bukan perkara yang ringan.
Di dunia saja, ketika engkau mendapatkan ancaman masuk penjara, pasti engkau akan merasakan ketakutan, malam demi malam akan engkau jalani dengan bayang-bayang rasa takut.
Bagaimana dengan penjara neraka ❓❓
Semoga Allah melindungi kita semua.
Aamiin ya Rabbal 'Alamin.
—————
قال العلامة ربيع بن هادي المدخلي حفظه الله:
فينبغي للمؤمن أن يستحي من الله - تبارك وتعالى -، وأن يخاف عقابه سبحانه وتعالى ، ودخوله النار ليس بالأمر السهل، الآن في الدنيا لو هُدِدت بالسجن لارتعدت من الخوف ولسهرت ليالي خوفاً من السجن ، كيف بالسجن في النار والعياذ بالله ؟!
[المجموع- شرح عقيدة السلف (٢/١٨٩-١٩٠)]
🎯 قناة الشيخ ربيع بن هادي
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
📚 Sumber:
Al Majmu' - Syarah Aqidah Salaf https://goo.gl/3P66Bx
» Kunjungi https://www.fawaidsolo.com/malu-dan-takutlah-kepada-allah-wahai-ahlussunnah-dengan-cara-jujur-dan-ikhlas-ketika-menjalankan-perintah-dan-meninggalkan-larangan-nya/
⏳ alihbahasa:
Ustadz Abu Falah Hafizhahullah
Silsilah Nasehat Asy Syaikh Rabi' Hafizhahullah.
5. Malu dan takutlah kepada Allah wahai ahlus sunnah dengan cara jujur dan ikhlas ketika menjalankan perintah dan meninggalkan larangan-Nya.
📌 Sepantasnya bagi seorang mukmin untuk memiliki sikap malu kepada Allah tabaraka wa ta'ala. Dan juga merasa takut terhadap hukuman-Nya subhanahu wa ta'ala.
✋ Dimasukkan kedalam neraka bukan perkara yang ringan.
Di dunia saja, ketika engkau mendapatkan ancaman masuk penjara, pasti engkau akan merasakan ketakutan, malam demi malam akan engkau jalani dengan bayang-bayang rasa takut.
Bagaimana dengan penjara neraka ❓❓
Semoga Allah melindungi kita semua.
Aamiin ya Rabbal 'Alamin.
—————
قال العلامة ربيع بن هادي المدخلي حفظه الله:
فينبغي للمؤمن أن يستحي من الله - تبارك وتعالى -، وأن يخاف عقابه سبحانه وتعالى ، ودخوله النار ليس بالأمر السهل، الآن في الدنيا لو هُدِدت بالسجن لارتعدت من الخوف ولسهرت ليالي خوفاً من السجن ، كيف بالسجن في النار والعياذ بالله ؟!
[المجموع- شرح عقيدة السلف (٢/١٨٩-١٩٠)]
🎯 قناة الشيخ ربيع بن هادي
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
📚 Sumber:
Al Majmu' - Syarah Aqidah Salaf https://goo.gl/3P66Bx
» Kunjungi https://www.fawaidsolo.com/malu-dan-takutlah-kepada-allah-wahai-ahlussunnah-dengan-cara-jujur-dan-ikhlas-ketika-menjalankan-perintah-dan-meninggalkan-larangan-nya/
⏳ alihbahasa:
Ustadz Abu Falah Hafizhahullah
🔥🌟🎁🎉 PERINGATAN
NUZULUL QUR'AN
ADALAH BID'AH
[Nukilan fatwa Syaikh Muhammad bin Ibrohim Aalusy-syaikh -rohimahulloh :
"Peringatan Nuzulul-Qur'an : Bid'ah" ]
📮 " .... adapun pembahasan yang kedua : yaitu (apakah) boleh menjadikan hari turunnya Al-Qur'an (Nuzulul-Qur'an) sebagai 'ied (hari raya) yang diperingati secara berulang setiap tahunnya?
Maka hal ini meskipun penyeleggaranya berniat baik, namun jika hal itu :
✂️. tidak disyari'atkan dan TIDAK PERNAH diajarkan oleh Nabi -shollallohu 'alaihi wasallam-,
✂️. tidak pula pernah diajarkan oleh salah seorang kholifah beliau dari khlulafaa'ur-rosyidin,
✂️. serta tidak pernah diamalkan oleh seluruh sahabat maupun generasi berikutnya yang mengikuti mereka dengan baik.
✂️. Tidak pernah pula diajarkan oleh para imam yang empat
(yaitu) : Malik, Abu Hanifah, Asy-Syafi'i dan Ahmad bin Hambal (rohimahumulloh).
✂️. Serta tidak pernah pula diajarkan oleh selain mereka dari ulama' lainnya yang meneladani mereka, baik dari ulama' terdahulu maupun yang kemudian.
⚔. Jika hal itu tidak disyariatkan dan tidak pula diajarkan oleh mereka yang telah disebutkan, MAKA HARUS DIPERINGATKAN bahwa (peringatan) semacam itu TIDAK BOLEH SECARA SYAR'I.
Karena (peringatan itu) TIDAK ADA ASALNYA DALAM AGAMA dan BUKAN AMALAN KAUM MUSLIMIN....................................
Wallohul-muwaffiq,
Wassalaam.
Muftil-bilad As-Su'udiyyah (saabiqon)
(ص- ف 1313 - 1 قي 6/5/ 1386 ه)
"................أما البحث الثاني : هو جواز اتخاذ يوم نزول القرآن عيدا يتكرر بتكرر الأعوام ، فهذا وإن كان قصد صاحبه حسنا إلا أنه لما لم يكن مشروعا ، ولم يرد عن النبي صلى الله عليه وسلم ، ولا عن أحد من خلفائه الراشدين وسائر صحابته والتابعين لهم بإحسان ،
(الجزء رقم : 76، الصفحة رقم: 33)
ولا عن أحد من الأئمة الأربعة : مالك وأبي حنيفة والشافعي وأحمد بن حنبل ، ولا عن غيرهم من الأئمة المقتدى بهم سلفا وخلفا ، فلما لم يكن مشروعا ولا ورد عن أحد ممن ذكر تعين التنبيه على أن مثل هذا لا يجوز شرعا ؛ لأنه لا أصل له في الدين ، ولم يكن من عمل المسلمين ، .................
والله الموفق ، والسلام .
مفتي البلاد السعودية
( ص - ف 1313 - 1 في 6/ 5 / 1386هـ .
💽. Sumber :
http://www.alifta.net/Fatawa/FatawaSubjects.aspx?languagename=ar&View=Page&HajjEntryID=0&HajjEntryName=&RamadanEntryID=0&RamadanEntryName=&NodeID=9816&PageID=11122&SectionID=2&SubjectPageTitlesID=17684&MarkIndex=6&0
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
📇 Sumber:
🔘 http://telegram.me/KEUTAMAANILMU
🔘 http://telegram.me/SERIFIRQOHDANALIRAN
NUZULUL QUR'AN
ADALAH BID'AH
[Nukilan fatwa Syaikh Muhammad bin Ibrohim Aalusy-syaikh -rohimahulloh :
"Peringatan Nuzulul-Qur'an : Bid'ah" ]
📮 " .... adapun pembahasan yang kedua : yaitu (apakah) boleh menjadikan hari turunnya Al-Qur'an (Nuzulul-Qur'an) sebagai 'ied (hari raya) yang diperingati secara berulang setiap tahunnya?
Maka hal ini meskipun penyeleggaranya berniat baik, namun jika hal itu :
✂️. tidak disyari'atkan dan TIDAK PERNAH diajarkan oleh Nabi -shollallohu 'alaihi wasallam-,
✂️. tidak pula pernah diajarkan oleh salah seorang kholifah beliau dari khlulafaa'ur-rosyidin,
✂️. serta tidak pernah diamalkan oleh seluruh sahabat maupun generasi berikutnya yang mengikuti mereka dengan baik.
✂️. Tidak pernah pula diajarkan oleh para imam yang empat
(yaitu) : Malik, Abu Hanifah, Asy-Syafi'i dan Ahmad bin Hambal (rohimahumulloh).
✂️. Serta tidak pernah pula diajarkan oleh selain mereka dari ulama' lainnya yang meneladani mereka, baik dari ulama' terdahulu maupun yang kemudian.
⚔. Jika hal itu tidak disyariatkan dan tidak pula diajarkan oleh mereka yang telah disebutkan, MAKA HARUS DIPERINGATKAN bahwa (peringatan) semacam itu TIDAK BOLEH SECARA SYAR'I.
Karena (peringatan itu) TIDAK ADA ASALNYA DALAM AGAMA dan BUKAN AMALAN KAUM MUSLIMIN....................................
Wallohul-muwaffiq,
Wassalaam.
Muftil-bilad As-Su'udiyyah (saabiqon)
(ص- ف 1313 - 1 قي 6/5/ 1386 ه)
"................أما البحث الثاني : هو جواز اتخاذ يوم نزول القرآن عيدا يتكرر بتكرر الأعوام ، فهذا وإن كان قصد صاحبه حسنا إلا أنه لما لم يكن مشروعا ، ولم يرد عن النبي صلى الله عليه وسلم ، ولا عن أحد من خلفائه الراشدين وسائر صحابته والتابعين لهم بإحسان ،
(الجزء رقم : 76، الصفحة رقم: 33)
ولا عن أحد من الأئمة الأربعة : مالك وأبي حنيفة والشافعي وأحمد بن حنبل ، ولا عن غيرهم من الأئمة المقتدى بهم سلفا وخلفا ، فلما لم يكن مشروعا ولا ورد عن أحد ممن ذكر تعين التنبيه على أن مثل هذا لا يجوز شرعا ؛ لأنه لا أصل له في الدين ، ولم يكن من عمل المسلمين ، .................
والله الموفق ، والسلام .
مفتي البلاد السعودية
( ص - ف 1313 - 1 في 6/ 5 / 1386هـ .
💽. Sumber :
http://www.alifta.net/Fatawa/FatawaSubjects.aspx?languagename=ar&View=Page&HajjEntryID=0&HajjEntryName=&RamadanEntryID=0&RamadanEntryName=&NodeID=9816&PageID=11122&SectionID=2&SubjectPageTitlesID=17684&MarkIndex=6&0
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
📇 Sumber:
🔘 http://telegram.me/KEUTAMAANILMU
🔘 http://telegram.me/SERIFIRQOHDANALIRAN
👍🏼👣🍽 SEBAIK BAIKNYA ORANG YANG BERPUASA
🎙 Al'allamah ibnul Qayyim rahimahulloh mengatakan :
☝🏼 Paling afdhalnya orang yang berpuasa adalah mereka yang paling banyak berdzikir kepada Allah dalam puasa mereka.
📒 Sumber:
Alwabilus shayyib 153
قــال العلامــة ابــن القيــم رحمــه الله :
فأفضــل الصائميــن
أكثرهــم ذكــراً لله عــز وجــل فــي صومهــم
الوابــل الصيــب ص ١٥٣
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
🌐📲 https://t.me/KajianIslamTemanggung
📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU❗ ] Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2
🎙 Al'allamah ibnul Qayyim rahimahulloh mengatakan :
☝🏼 Paling afdhalnya orang yang berpuasa adalah mereka yang paling banyak berdzikir kepada Allah dalam puasa mereka.
📒 Sumber:
Alwabilus shayyib 153
قــال العلامــة ابــن القيــم رحمــه الله :
فأفضــل الصائميــن
أكثرهــم ذكــراً لله عــز وجــل فــي صومهــم
الوابــل الصيــب ص ١٥٣
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
🌐📲 https://t.me/KajianIslamTemanggung
📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU❗ ] Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2
🌙⭐ MAKNA LAILATUL QODAR LEBIH BAIK DARI SERIBU BULAN
🖊 Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah
💬 Syaikh:
Penjelasan tentang firman Allah ta'ala:
{Malam Lailatul Qodar lebih baik dari seribu bulan} adalah bahwa Allah subhanahu wa ta'ala dengan keutamaan dan kemuliaan-Nya menjadikan malam lailatul qodar secara keutamaan dan banyaknya pahala amalan di dalamnya, lebih baik daripada seribu bulan. Dengan makna, bahwa seseorang seandainya mengerjakan amal saleh selama seribu bulan yang tidak ada lailatul qodar di dalamnya, maka lailatul qodar lebih baik dari pada itu karena di dalamnya terdapat pahala yang besar nan tinggi, kebaikan dan barakah.
📚 Silsilah Fatawa Nur a'lad Darb: kaset no.154
📁 الشيخ: توضيح قوله تعالى: ﴿ليلة القدر خير من ألف شهر﴾ أن الله سبحانه وتعالى بفضله وكرمه جعل هذه الليلة في فضلها وكثرة ثواب العمل فيها خيراً من ألف شهر، بمعنى أن الإنسان لو عمل عملاً صالحاً ألف شهر، ليس فيه ليلة القدر، كانت ليلة القدر خيراً منه، لما فيها من الثواب العظيم الجليل والخير والبركات.
📁 المصدر: سلسلة فتاوى نور على الدرب > الشريط رقم [154]
القرآن وعلومه > التفسير
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
🌎 WhatsApp Salafy Cirebon
⏯ https://t.me/salafy_cirebon
www.salafycirebon.com
🖊 Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah
💬 Syaikh:
Penjelasan tentang firman Allah ta'ala:
{Malam Lailatul Qodar lebih baik dari seribu bulan} adalah bahwa Allah subhanahu wa ta'ala dengan keutamaan dan kemuliaan-Nya menjadikan malam lailatul qodar secara keutamaan dan banyaknya pahala amalan di dalamnya, lebih baik daripada seribu bulan. Dengan makna, bahwa seseorang seandainya mengerjakan amal saleh selama seribu bulan yang tidak ada lailatul qodar di dalamnya, maka lailatul qodar lebih baik dari pada itu karena di dalamnya terdapat pahala yang besar nan tinggi, kebaikan dan barakah.
📚 Silsilah Fatawa Nur a'lad Darb: kaset no.154
📁 الشيخ: توضيح قوله تعالى: ﴿ليلة القدر خير من ألف شهر﴾ أن الله سبحانه وتعالى بفضله وكرمه جعل هذه الليلة في فضلها وكثرة ثواب العمل فيها خيراً من ألف شهر، بمعنى أن الإنسان لو عمل عملاً صالحاً ألف شهر، ليس فيه ليلة القدر، كانت ليلة القدر خيراً منه، لما فيها من الثواب العظيم الجليل والخير والبركات.
📁 المصدر: سلسلة فتاوى نور على الدرب > الشريط رقم [154]
القرآن وعلومه > التفسير
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
🌎 WhatsApp Salafy Cirebon
⏯ https://t.me/salafy_cirebon
www.salafycirebon.com
🚇 SETENGAH DARI RAMADHAN BERLALU MENINGGALKAN KITA
Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah mengatakan,
"Hamba Allah! Bulan Ramadhan telah berlalu setengahnya!
❱ Siapakah diantara kalian yang telah me-muhasabah dirinya (menghitung seberapa amalannya) pada bulan itu dengan jujur?!
❱ Siapakah diantara kalian yang telah melaksanakan hak bulan Ramadhan ini sebagaimana yang telah diketahuinya?!
❱ Siapakah di antara kalian yang bertekad -sebelum pintu surga ditutup- untuk membangun kamar di atas kamar di dalam surga?!
Ketahuilah, bulan kalian ini mulai berkurang, maka tambahlah amalan kalian! Jangan sampai kalian menyangka masih di dalam bulan itu, ternyata telah berlalu!
فكل شهر فعسى أن يكون منه خلف و أما شهر رمضان فمن أين لكم منه خلف
"Setiap bulan, mungkin saja ada penggantinya, tapi bulan Ramadhan, di mana ada gantinya?!"
📚 Sumber:
Lathaiful Ma'arif hlm. 196
Tak terasa, Ramadhan telah berlalu setengahnya. Tak terasa, kita melaluinya dengan lalai dan lupa.
Sekarang ini waktunya, Susul ketertinggalan kita.. Semangat! Jangan lemah! Ayo perbanyak amal dan pahala, sebelum Ramadhan meninggalkan kita, tanpa kita membawa apa-apa!
@tashfiyah
🚇 HATI-HATI ENGKAU DARI LALAI, DAN LALAI DARI MEMBIMBING ANAK-ANAKMU DI SEPULUH HARI TERAKHIR BULAN RAMADHAN
Al-‘Allamah Asy-Syaikh Shalih Fauzan hafizhahullah berkata :
Dan sungguh kebanyakan manusia lalai dari (membimbing) anak-anaknya. Mereka membiarkan anak-anaknya pergi tidak jelas di jalan-jalan, dan begadang di malam harinya hanya untuk bermain-main dan melakukan perbuatan sia-sia, serta tidak menghormati malam-malam (10 hari akhir Ramadhan) ini.
Dan tidak ada kedudukan yang istimewa malam-malam tersebut dalam diri-diri mereka..
Ini adalah termasuk jeleknya pendidikan, dan ini sungguh merupakan larangan yang jelas, dan kerugian yang nyata..
Waktu malam-malam (yang utama) akan tiba dan kemudian akan berakhir sedangkan manusia dalam keadaan lalai lagi berpaling, tidak perhatian terhadapnya, dan tidak memanfaatkan darinya.
Mereka begadang sepanjang malam atau sebagian besarnya dengan melakukan sesuatu yang tidak ada faidahnya, atau dengan sesuatu yang berfaidah tapi terbatas yang mungkin bisa dikerjakan pada waktu yang lain, kemudian meninggalkan malam-malam tersebut dari amalan yang dikhususkan untuk dikerjakan pada saat itu.
Jika datang waktu sholat mereka tidur, dan terluputkan begitu saja diri-diri mereka dari kebaikan yang banyak..
Bisa jadi mereka tidak akan mendapati (malam-malam itu) di tahun yang akan datang.
Dan sungguh mereka telah membawa diri-diri mereka, keluarga dan anak-anaknya kepada dosa-dosa yang berat yang tidak terpikirkan kejelekan dampaknya.
📚Sumber :
Majalis Syahri Ramadhan, hal.240 https://t.me/c/1004595431/7459 @makkahindonesia
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah mengatakan,
"Hamba Allah! Bulan Ramadhan telah berlalu setengahnya!
❱ Siapakah diantara kalian yang telah me-muhasabah dirinya (menghitung seberapa amalannya) pada bulan itu dengan jujur?!
❱ Siapakah diantara kalian yang telah melaksanakan hak bulan Ramadhan ini sebagaimana yang telah diketahuinya?!
❱ Siapakah di antara kalian yang bertekad -sebelum pintu surga ditutup- untuk membangun kamar di atas kamar di dalam surga?!
Ketahuilah, bulan kalian ini mulai berkurang, maka tambahlah amalan kalian! Jangan sampai kalian menyangka masih di dalam bulan itu, ternyata telah berlalu!
فكل شهر فعسى أن يكون منه خلف و أما شهر رمضان فمن أين لكم منه خلف
"Setiap bulan, mungkin saja ada penggantinya, tapi bulan Ramadhan, di mana ada gantinya?!"
📚 Sumber:
Lathaiful Ma'arif hlm. 196
Tak terasa, Ramadhan telah berlalu setengahnya. Tak terasa, kita melaluinya dengan lalai dan lupa.
Sekarang ini waktunya, Susul ketertinggalan kita.. Semangat! Jangan lemah! Ayo perbanyak amal dan pahala, sebelum Ramadhan meninggalkan kita, tanpa kita membawa apa-apa!
@tashfiyah
🚇 HATI-HATI ENGKAU DARI LALAI, DAN LALAI DARI MEMBIMBING ANAK-ANAKMU DI SEPULUH HARI TERAKHIR BULAN RAMADHAN
Al-‘Allamah Asy-Syaikh Shalih Fauzan hafizhahullah berkata :
Dan sungguh kebanyakan manusia lalai dari (membimbing) anak-anaknya. Mereka membiarkan anak-anaknya pergi tidak jelas di jalan-jalan, dan begadang di malam harinya hanya untuk bermain-main dan melakukan perbuatan sia-sia, serta tidak menghormati malam-malam (10 hari akhir Ramadhan) ini.
Dan tidak ada kedudukan yang istimewa malam-malam tersebut dalam diri-diri mereka..
Ini adalah termasuk jeleknya pendidikan, dan ini sungguh merupakan larangan yang jelas, dan kerugian yang nyata..
Waktu malam-malam (yang utama) akan tiba dan kemudian akan berakhir sedangkan manusia dalam keadaan lalai lagi berpaling, tidak perhatian terhadapnya, dan tidak memanfaatkan darinya.
Mereka begadang sepanjang malam atau sebagian besarnya dengan melakukan sesuatu yang tidak ada faidahnya, atau dengan sesuatu yang berfaidah tapi terbatas yang mungkin bisa dikerjakan pada waktu yang lain, kemudian meninggalkan malam-malam tersebut dari amalan yang dikhususkan untuk dikerjakan pada saat itu.
Jika datang waktu sholat mereka tidur, dan terluputkan begitu saja diri-diri mereka dari kebaikan yang banyak..
Bisa jadi mereka tidak akan mendapati (malam-malam itu) di tahun yang akan datang.
Dan sungguh mereka telah membawa diri-diri mereka, keluarga dan anak-anaknya kepada dosa-dosa yang berat yang tidak terpikirkan kejelekan dampaknya.
📚Sumber :
Majalis Syahri Ramadhan, hal.240 https://t.me/c/1004595431/7459 @makkahindonesia
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️
Murattal Anak
Metode Talqin
(Guru ditirukan murid)
QS. Al Fath
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
t.me/BacalahAlQuran
Murattal Anak
Metode Talqin
(Guru ditirukan murid)
QS. Al Fath
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
t.me/BacalahAlQuran
✋🏻🕌🌅🌸 PENGETAHUAN PENTING YANG TIDAK DIKETAHUI OLEH BANYAK ORANG
إذا تعذر عليك أن تعتكف العشر الأواخر من رمضان كاملة، لماذا لا تعتكف في المسجد ولو لساعة واحدة أو يوما واحدا إن استطعت أو من العشاء إلى الفجر.
Jika anda tidak bisa untuk melakukan itikaf selama 10 hari terakhir dari bulan Ramadhan secara keseluruhan, mengapa anda tidak melakukan itikaf di masjid walaupun hanya satu jam saja atau satu hari saja jika anda mampu, atau dari waktu isya' hingga fajar.
كل يوم نذهب إلى المسجد لنصلي العشاء والقيام، فلماذا لا تنوي الإعتكاف ولو من العشاء إلى صلاة القيام أو حتى إلى صلاة الفجر، ثم تذهب لعلها توافق ليلة القدر فتفوز فوزا عظيما.
Setiap hari kita pergi ke masjid untuk mengerjakan shalat isya' dan tarawih, maka mengapa anda tidak meniatkan itikaf, walaupun hanya dari waktu isya' sampai shalat tarawih, atau hingga shalat shubuh, kemudian anda pergi. Mudah-mudahan siapa tahu anda bertepatan mendapatkan malam lailatul qadar, sehingga anda bisa meraih keberuntungan yang sangat besar.
وهذه فتوى للشيخ صالح الفوزان أنه يجوز الإعتكاف ولو لساعة واحدة.
Dan berikut ini fatwa asy-Syaikh Shalih al-Fauzan yang menjelaskan bahwa boleh melakukan i'tikaf, walaupun hanya sesaat saja ⬇
📹 http://safeshare.tv/v/EJkW2w4DNvI
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
🌍 Sumber:
https://telegram.me/fawaz_almadkali
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ http://telegram.me/ForumSalafy
إذا تعذر عليك أن تعتكف العشر الأواخر من رمضان كاملة، لماذا لا تعتكف في المسجد ولو لساعة واحدة أو يوما واحدا إن استطعت أو من العشاء إلى الفجر.
Jika anda tidak bisa untuk melakukan itikaf selama 10 hari terakhir dari bulan Ramadhan secara keseluruhan, mengapa anda tidak melakukan itikaf di masjid walaupun hanya satu jam saja atau satu hari saja jika anda mampu, atau dari waktu isya' hingga fajar.
كل يوم نذهب إلى المسجد لنصلي العشاء والقيام، فلماذا لا تنوي الإعتكاف ولو من العشاء إلى صلاة القيام أو حتى إلى صلاة الفجر، ثم تذهب لعلها توافق ليلة القدر فتفوز فوزا عظيما.
Setiap hari kita pergi ke masjid untuk mengerjakan shalat isya' dan tarawih, maka mengapa anda tidak meniatkan itikaf, walaupun hanya dari waktu isya' sampai shalat tarawih, atau hingga shalat shubuh, kemudian anda pergi. Mudah-mudahan siapa tahu anda bertepatan mendapatkan malam lailatul qadar, sehingga anda bisa meraih keberuntungan yang sangat besar.
وهذه فتوى للشيخ صالح الفوزان أنه يجوز الإعتكاف ولو لساعة واحدة.
Dan berikut ini fatwa asy-Syaikh Shalih al-Fauzan yang menjelaskan bahwa boleh melakukan i'tikaf, walaupun hanya sesaat saja ⬇
📹 http://safeshare.tv/v/EJkW2w4DNvI
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
🌍 Sumber:
https://telegram.me/fawaz_almadkali
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ http://telegram.me/ForumSalafy
Ⓜ I'TIKAF DAN LAILATUL QADAR (PEMBAHASAN RINGKAS)
◾️Al-Ustadz Muhammad Afifuddin as Sidawy -hafizhahullah-
◾️Al-Ustadz Abdullah Al-Jakarty -hafizhahullah-
💽 http://t.me/SalafPalembang
www.salafyPalembang.com
Sumber:
📶 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
◾️Al-Ustadz Muhammad Afifuddin as Sidawy -hafizhahullah-
◾️Al-Ustadz Abdullah Al-Jakarty -hafizhahullah-
💽 http://t.me/SalafPalembang
www.salafyPalembang.com
Sumber:
📶 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️