⁉⚠🌷🌸 MEMELIHARA DAN JUAL BELI KUCING
✍🏻 Asy-Syaikh Shalih Fauzan bin Abdillah al-Fauzan hafizhahullah
📬 Pertanyaan:
ما حكم شراء القطط وما حكم اقتنائها في البيت ؟
Apa hukum membeli kucing dan memeliharanya di rumah?
🔓 Jawaban:
اقتناءها في البيت لا بأس به، هي من الطوافين عليكم كما قال الرسول صلى الله عليه وسلم
Adapun memelihara kucing di rumah maka tidak mengapa. Dia termasuk binatang yang biasa hidup di tengah-tengah kalian sebagaimana sabda Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam.
حتى إنها يتوضأ من سؤرها الباقي منها الذي شربت منه يتوضأ منه لأنه ريقها طاهر، ويوكل ما أكلت منه أيضا هذا تخفيف عن العباد بحكم القطط تخلطهم حتى ولو لم يرضوا تسور الجدران وتأتي غصبا عليهم، فالقطط لا بأس باقتنائه
Sampai-sampai beliau pernah berwudhu dari air bekas minum seekor kucing, karena air liur kucing suci. Dan juga dibolehkan makan dari makanan yang dimakan kucing. Ini merupakan keringanan dari syariat terkait kucing yang berada di tengah-tengah manusia. Dan bahkan walaupun kucing tersebut tidak diharapkan kehadirannya dan dia datang ke rumah dengan meloncati pagar dan mencuri makanan. Maka tidak mengapa seseorang untuk memelihara kucing.
إنما بيع القطط حرام لأن النبي صلى الله عليه وسلم نهى عن ثمن السنور: وهو الهر، وعن ثمن الكلب فهو حرام، ما تباع القطط ولا الكلاب.
Akan tetapi, yang dilarang adalah menjual kucing karena Nabi sallallahu alaihi wasallam melarang dari harga jual kucing dan harga jual anjing.
Maka tidak boleh menjual kucing demikian juga anjing.
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
📚 Sumber:
http://alfawzan.af.org.sa/node/14840
🌏 http://forumsalafy.net/hukum-jual-beli-kucing/
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ http://telegram.me/ForumSalafy
✍🏻 Asy-Syaikh Shalih Fauzan bin Abdillah al-Fauzan hafizhahullah
📬 Pertanyaan:
ما حكم شراء القطط وما حكم اقتنائها في البيت ؟
Apa hukum membeli kucing dan memeliharanya di rumah?
🔓 Jawaban:
اقتناءها في البيت لا بأس به، هي من الطوافين عليكم كما قال الرسول صلى الله عليه وسلم
Adapun memelihara kucing di rumah maka tidak mengapa. Dia termasuk binatang yang biasa hidup di tengah-tengah kalian sebagaimana sabda Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam.
حتى إنها يتوضأ من سؤرها الباقي منها الذي شربت منه يتوضأ منه لأنه ريقها طاهر، ويوكل ما أكلت منه أيضا هذا تخفيف عن العباد بحكم القطط تخلطهم حتى ولو لم يرضوا تسور الجدران وتأتي غصبا عليهم، فالقطط لا بأس باقتنائه
Sampai-sampai beliau pernah berwudhu dari air bekas minum seekor kucing, karena air liur kucing suci. Dan juga dibolehkan makan dari makanan yang dimakan kucing. Ini merupakan keringanan dari syariat terkait kucing yang berada di tengah-tengah manusia. Dan bahkan walaupun kucing tersebut tidak diharapkan kehadirannya dan dia datang ke rumah dengan meloncati pagar dan mencuri makanan. Maka tidak mengapa seseorang untuk memelihara kucing.
إنما بيع القطط حرام لأن النبي صلى الله عليه وسلم نهى عن ثمن السنور: وهو الهر، وعن ثمن الكلب فهو حرام، ما تباع القطط ولا الكلاب.
Akan tetapi, yang dilarang adalah menjual kucing karena Nabi sallallahu alaihi wasallam melarang dari harga jual kucing dan harga jual anjing.
Maka tidak boleh menjual kucing demikian juga anjing.
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
📚 Sumber:
http://alfawzan.af.org.sa/node/14840
🌏 http://forumsalafy.net/hukum-jual-beli-kucing/
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ http://telegram.me/ForumSalafy
🔥💦💥 WASPADAI 2 BAHAYA LISAN INI
☝️💬 Berkata Ibnul Qoyyim rahimahullah :
☔️ "Lisan memiliki dua penyakit yang besar (berbahaya). Jika seorang hamba selamat dari salah satunya, maka dia tidak akan selamat dari yang lain.
💯 Penyakit ketika berbicara dan penyakit ketika diam.
🍃 Dan terkadang dosa salah satu dari keduanya lebih besar dari yang lain sesuai kondisi waktunya.
📡 Maka orang yang diam dari kebenaran seperti syaithon yang bisu. Adapun orang yang berucap kebathilan, dia seperti syaithon yang berbicara lagi bermaksiat kepada ALLAH Azza wa jalla.
Sumber :
Al Jawabul Kafi 161
◾️ قال ابن القيم رحمه الله:
✍️ في اللسان آفتان عظيمتان إن خلص العبد من إحداهما لم يخلص من الأخرى:
⬅️ آفة الكلام وآفة السكوت .
💥 وقد يكون كل منهما أعظم إثما من الأخرى في وقتها.
⚠️فالساكت عن الحق شيطان أخرس
والمتكلم بالباطل شيطان ناطق عاص لله
📚 الجواب الكافي 161
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
🌐📲 https://t.me/KajianIslamTemanggung
📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU❗️ ] Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2
☝️💬 Berkata Ibnul Qoyyim rahimahullah :
☔️ "Lisan memiliki dua penyakit yang besar (berbahaya). Jika seorang hamba selamat dari salah satunya, maka dia tidak akan selamat dari yang lain.
💯 Penyakit ketika berbicara dan penyakit ketika diam.
🍃 Dan terkadang dosa salah satu dari keduanya lebih besar dari yang lain sesuai kondisi waktunya.
📡 Maka orang yang diam dari kebenaran seperti syaithon yang bisu. Adapun orang yang berucap kebathilan, dia seperti syaithon yang berbicara lagi bermaksiat kepada ALLAH Azza wa jalla.
Sumber :
Al Jawabul Kafi 161
◾️ قال ابن القيم رحمه الله:
✍️ في اللسان آفتان عظيمتان إن خلص العبد من إحداهما لم يخلص من الأخرى:
⬅️ آفة الكلام وآفة السكوت .
💥 وقد يكون كل منهما أعظم إثما من الأخرى في وقتها.
⚠️فالساكت عن الحق شيطان أخرس
والمتكلم بالباطل شيطان ناطق عاص لله
📚 الجواب الكافي 161
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
🌐📲 https://t.me/KajianIslamTemanggung
📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU❗️ ] Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2
✍📖📢KEPADA PENYERU KEAJAIBAN ILMIAH AL QUR'AN
🍃Syaikh Ibnu 'Utsaimin rahimahullah berkata:
"Mukjizat atau keajaiban ilmiah yang ada dalam al Qur'an sebenarnya kami tidak menyangkalnya, kami tidak menyangkal bahwa dalam Alquran ada hal-hal yang muncul penjelasannya pada zaman ini, tetapi beberapa orang melebih-lebihkan tentang keajaiban ilmiah yang ada dalam al Qur'an, sampai-sampai kami melihat adanya orang yang menjadikan Alquran sebagai buku olahraga, dan ini adalah kesalahan.
Maka, kami mengatakan bahwa tidak semestinya berlebihan dalam membuktikan keajaiban ilmiah, karena ini mungkin didasarkan pada teori sedangkan teori itu sendiri sifatnya berbeda-beda. Sehingga jika kita menjadikan Al-Qur'an itu sebagai dalil atas teori ini, kemudian setelah itu ternyata teori ini salah, maka artinya pendalilan Al Qur'an juga salah. Ini tentunya masalah yang sangat berbahaya.
Inilah sebabnya dalam ajaran Al-Qur'an dan Sunnah lebih menitikberatkan kepada penjelasan apa yang bermanfaat bagi manusia berupa ibadah, muamalah, yang sangat kecilnya dan yang sangat besarnya, bahkan adab makan, duduk, masuk, dan lainnya. Tetapi ilmu pengetahuan alam semesta tidak disebutkan secara rinci.
Karena itu, saya khawatir dengan sibuknya orang-orang terhadap keajaiban ilmiah dan membuat mereka sibuk dari perkara yang jauh lebih penting. Sesungguhnya hal yang jauh penting adalah merealisasikan ibadah. Karena Alquran turun dengan tujuan ini, Allah Ta'ala berfirman,
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. (Adz Dzariyat:58).
📚Majmu' Fatawa Wa Rasail Ibnu Utsaimin" (26/28)
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
📱http://t.me/ukhwh
🚫 إلى دعاة الإعجاز العلمي 🚫
يقول الشيخ ابن عثيمين رحمه الله :
الإعجاز العلمي في الحقيقة لا ننكره ، لا ننكر أن في القرآن أشياء ظهر بيانها في الأزمنة المتأخرة ، لكن غالى بعض الناس في الإعجاز العلمي ، حتى رأينا من جعل القرآن كأنه كتاب رياضة ، وهذا خطأ .
فنقول : إن المغالاة في إثبات الإعجاز العلمي لا تنبغي ؛ لأن هذه قد تكون مبنية على نظريات ، والنظريات تختلف ، فإذا جعلنا القرآن دالاًّ على هذه النظرية ثم تبين بعد أن هذه النظرية خطأ ، معنى ذلك أن دلالة القرآن صارت خاطئة ، وهذه مسألة خطيرة جدًّا .
ولهذا اعتني في الكتاب والسنة ببيان ما ينفع الناس من العبادات والمعاملات ، وبين دقيقها وجليلها حتى آداب الأكل والجلوس والدخول وغيرها ، لكن علم الكون لم يأتِ على سبيل التفصيل .
ولذلك فأنا أخشى من انهماك الناس في الإعجاز العلمي وأن يشتغلوا به عما هو أهم ، إن الشيء الأهم هو تحقيق العبادة ؛ لأن القرآن نزل بهذا ، قال الله تعالى : ( وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ ) اهـ .
المصـــ📜ــــدر: 【 مجموع فتاوى ورسائل ابن عثيمين (26/ 28) 】 .
🍃Syaikh Ibnu 'Utsaimin rahimahullah berkata:
"Mukjizat atau keajaiban ilmiah yang ada dalam al Qur'an sebenarnya kami tidak menyangkalnya, kami tidak menyangkal bahwa dalam Alquran ada hal-hal yang muncul penjelasannya pada zaman ini, tetapi beberapa orang melebih-lebihkan tentang keajaiban ilmiah yang ada dalam al Qur'an, sampai-sampai kami melihat adanya orang yang menjadikan Alquran sebagai buku olahraga, dan ini adalah kesalahan.
Maka, kami mengatakan bahwa tidak semestinya berlebihan dalam membuktikan keajaiban ilmiah, karena ini mungkin didasarkan pada teori sedangkan teori itu sendiri sifatnya berbeda-beda. Sehingga jika kita menjadikan Al-Qur'an itu sebagai dalil atas teori ini, kemudian setelah itu ternyata teori ini salah, maka artinya pendalilan Al Qur'an juga salah. Ini tentunya masalah yang sangat berbahaya.
Inilah sebabnya dalam ajaran Al-Qur'an dan Sunnah lebih menitikberatkan kepada penjelasan apa yang bermanfaat bagi manusia berupa ibadah, muamalah, yang sangat kecilnya dan yang sangat besarnya, bahkan adab makan, duduk, masuk, dan lainnya. Tetapi ilmu pengetahuan alam semesta tidak disebutkan secara rinci.
Karena itu, saya khawatir dengan sibuknya orang-orang terhadap keajaiban ilmiah dan membuat mereka sibuk dari perkara yang jauh lebih penting. Sesungguhnya hal yang jauh penting adalah merealisasikan ibadah. Karena Alquran turun dengan tujuan ini, Allah Ta'ala berfirman,
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. (Adz Dzariyat:58).
📚Majmu' Fatawa Wa Rasail Ibnu Utsaimin" (26/28)
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
📱http://t.me/ukhwh
🚫 إلى دعاة الإعجاز العلمي 🚫
يقول الشيخ ابن عثيمين رحمه الله :
الإعجاز العلمي في الحقيقة لا ننكره ، لا ننكر أن في القرآن أشياء ظهر بيانها في الأزمنة المتأخرة ، لكن غالى بعض الناس في الإعجاز العلمي ، حتى رأينا من جعل القرآن كأنه كتاب رياضة ، وهذا خطأ .
فنقول : إن المغالاة في إثبات الإعجاز العلمي لا تنبغي ؛ لأن هذه قد تكون مبنية على نظريات ، والنظريات تختلف ، فإذا جعلنا القرآن دالاًّ على هذه النظرية ثم تبين بعد أن هذه النظرية خطأ ، معنى ذلك أن دلالة القرآن صارت خاطئة ، وهذه مسألة خطيرة جدًّا .
ولهذا اعتني في الكتاب والسنة ببيان ما ينفع الناس من العبادات والمعاملات ، وبين دقيقها وجليلها حتى آداب الأكل والجلوس والدخول وغيرها ، لكن علم الكون لم يأتِ على سبيل التفصيل .
ولذلك فأنا أخشى من انهماك الناس في الإعجاز العلمي وأن يشتغلوا به عما هو أهم ، إن الشيء الأهم هو تحقيق العبادة ؛ لأن القرآن نزل بهذا ، قال الله تعالى : ( وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ ) اهـ .
المصـــ📜ــــدر: 【 مجموع فتاوى ورسائل ابن عثيمين (26/ 28) 】 .
📖🔬HIKMAH SERUPANYA AYAT-AYAT DALAM AL QUR'AN
🇸🇦Syaikh Ibnu 'Utsaimin rahimahullah berkata,
"Hikmah serupanya ayat-ayat dalam al Qur'anul Karim dari segi lafadh adalah mengulang-ulang apa maksud ayat-ayat ini dalam memberikan faedah kepada jiwa, agar dengannya menarik perhatian seseorang. Oleh karenanya engkau dapati sebagian surat, sebuah ayat diulang beberapa kali di dalamnya. Contohnya: dalam surat ar Rahman diulang-ulang Firman Allah Ta'ala:
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? (Ar Rahman:13)
lebih dari tiga puluh kali.
Contohnya lainnya dalam surat al Mursalat, diulang-ulang Firman-Nya Ta'ala:
وَيْلٌ يَّوْمَىِٕذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَ
Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran). (Al Mursalat:15)
Ini semua dengan tujuan untuk menarik perhatian dan kepedulian terhadap perkara ini."
🏡Liqa' al Bab al Maftuh 42
http://binothaimeen.net/content/2876
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
📱http://t.me/ukhwh
الحكمة من تشابه الآيات في القرآن الكريم من ناحية اللفظ هو: تكرار ما تفيد هذه الآيات من المعاني على النفوس، من أجل أن يهتم بها الإنسان، ولهذا تجد بعض السور تتكرر فيها الآية الواحدة عدة مرات، مثلاً:في سورة الرحمن كُرِّر قولُه تعالى: {فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ} [الرحمن:13] عدة مرات، أكثر من ثلاثين مرة، وفي سورة المرسلات كُرِّر قولُه تعالى: {وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ}[المرسلات:15] ، وذلك من أجل الاهتمام والعناية بهذا الأمر.
🇸🇦Syaikh Ibnu 'Utsaimin rahimahullah berkata,
"Hikmah serupanya ayat-ayat dalam al Qur'anul Karim dari segi lafadh adalah mengulang-ulang apa maksud ayat-ayat ini dalam memberikan faedah kepada jiwa, agar dengannya menarik perhatian seseorang. Oleh karenanya engkau dapati sebagian surat, sebuah ayat diulang beberapa kali di dalamnya. Contohnya: dalam surat ar Rahman diulang-ulang Firman Allah Ta'ala:
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? (Ar Rahman:13)
lebih dari tiga puluh kali.
Contohnya lainnya dalam surat al Mursalat, diulang-ulang Firman-Nya Ta'ala:
وَيْلٌ يَّوْمَىِٕذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَ
Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran). (Al Mursalat:15)
Ini semua dengan tujuan untuk menarik perhatian dan kepedulian terhadap perkara ini."
🏡Liqa' al Bab al Maftuh 42
http://binothaimeen.net/content/2876
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
📱http://t.me/ukhwh
الحكمة من تشابه الآيات في القرآن الكريم من ناحية اللفظ هو: تكرار ما تفيد هذه الآيات من المعاني على النفوس، من أجل أن يهتم بها الإنسان، ولهذا تجد بعض السور تتكرر فيها الآية الواحدة عدة مرات، مثلاً:في سورة الرحمن كُرِّر قولُه تعالى: {فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ} [الرحمن:13] عدة مرات، أكثر من ثلاثين مرة، وفي سورة المرسلات كُرِّر قولُه تعالى: {وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ}[المرسلات:15] ، وذلك من أجل الاهتمام والعناية بهذا الأمر.
⚖💰🏦 HUKUM PEMANFAATAN UANG RIBA SEBELUM MENGETAHUI HUKUMNYA
🔊 Berkata Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin rahimahullah,
📝 Riba yang diambil oleh seseorang sebelum dia mengetahui bahwa hukumnya haram adalah halal baginya. Dengan syarat dia bertaubat dan berhenti (dari praktek ribanya).
📖 Tafsir Surat Al Baqarah 3/377
قال الشيخ العثيمين – رحمه الله - :
أن ما أخذه الإنسان من الربا قبل العلم بالتحريم : فهو حلال له ، بشرط أن يتوب وينتهي .
" تفسير سورة البقرة " ( 3 / 377 ) .
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
🌐📲 https://t.me/KajianIslamTemanggung
📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU❗ ] Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2
🔊 Berkata Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin rahimahullah,
📝 Riba yang diambil oleh seseorang sebelum dia mengetahui bahwa hukumnya haram adalah halal baginya. Dengan syarat dia bertaubat dan berhenti (dari praktek ribanya).
📖 Tafsir Surat Al Baqarah 3/377
قال الشيخ العثيمين – رحمه الله - :
أن ما أخذه الإنسان من الربا قبل العلم بالتحريم : فهو حلال له ، بشرط أن يتوب وينتهي .
" تفسير سورة البقرة " ( 3 / 377 ) .
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
🌐📲 https://t.me/KajianIslamTemanggung
📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU❗ ] Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
.:
Ⓜ BOLEHKAH MENGAMBIL DAKWAH DARI MEDIA TELEVISI/ TV ? SUPAYA ORANG LEBIH YAKIN DAN MERASA NYAMAN
🎙Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Usamah Mahri -hafizhahullah-
🗓 TJ Taushiyah malam : "Sejarah Kelam Ikhwanul Muslimin" | Ahad 15 Sya'ban 1437 H / 22 Mei 2016 di Masjid Aisyah binti Abi Bakr Asshidiq, Ma'had AlManshuroh Brobot Purbalingga, Jateng
➰ (1,2 MB) - Durasi [00:04:24]
#tivi #sepertiga_dunia #materialisme #albany #suara
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
📶 @ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
Ⓜ BOLEHKAH MENGAMBIL DAKWAH DARI MEDIA TELEVISI/ TV ? SUPAYA ORANG LEBIH YAKIN DAN MERASA NYAMAN
🎙Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Usamah Mahri -hafizhahullah-
🗓 TJ Taushiyah malam : "Sejarah Kelam Ikhwanul Muslimin" | Ahad 15 Sya'ban 1437 H / 22 Mei 2016 di Masjid Aisyah binti Abi Bakr Asshidiq, Ma'had AlManshuroh Brobot Purbalingga, Jateng
➰ (1,2 MB) - Durasi [00:04:24]
#tivi #sepertiga_dunia #materialisme #albany #suara
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
📶 @ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
🚇 HUKUM MENUNDA PEMBAYARAN HUTANG PUASA HINGGA TIBA RAMADHAN TAHUN BERIKUTNYA
🅾 Pertanyaan :
Seseorang memiliki tanggungan/hutang beberapa hari puasa Ramadhan. Namun hingga datang bulan Ramadhan tahun berikutnya ternyata ia belum juga mengqodho’ (mengganti kewajiban/membayar) hutang puasanya tersebut. Bagaimana seharusnya yang ia lakukan? Apakah ia berdosa, dan apakah gugur kewajibannya?
✍ Jawab :
Sesungguhnya Allah berfirman dalam Al-Qur`anul Karim :
(( فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ , وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا أَوْ عَلى سَفَرٍ فَعِدَّةٍ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ))
“Barangsiapa diantara kalian yang mendapati bulan (Ramadhan) maka hendaklah ia berpuasa, dan barangsiapa yang sakit atau berpergian (lalu ia tidak berpuasa) maka (wajib baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya di hari yang lain.” [Al Baqorah : 185.]
Sehingga seseorang diperbolehkan untuk tidak berpuasa jika ada alasan syar’i, kemudian ia berkewajiban untuk menggantinya pada hari-hari lain, serta tidak menundanya sampai datang bulan Ramadhan berikutnya, dengan dasar ucapan ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha (istri Rasulullah), ia berkata :
كَانَ يَكُوْنُ عَلَيَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ فَمَا أَسْتَطِيْعُ أَنْ أَقْضِيَهُ إِلاَّ فِي شَعْبَانَ .
''Dahulu kami memiliki tanggungan/hutang puasa Ramadhan, dan tidaklah aku sempat mengqodho’nya (yakni terus tertunda) kecuali setelah sampai bulan Sya’ban (yakni terus tertunda hingga tiba bulan Sya’ban berikutnya)'' [HR. Al-Bukhari, Bab Kapan Menunaikan Qodho’ Puasa, no.1950]
‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha tidak sempat mengqodho’ puasanya hingga tiba bulan Sya’ban (berikutnya) karena keadaan beliau di sisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam .
Adapun perkataan Aisyah : “dan tidaklah aku sempat mengqodho’nya kecuali setelah sampai bulan Sya’ban”, adalah dalil wajibnya mengqodho’ puasa Ramadhan sebelum datang bulan Ramadhan berikutnya.
☝️🏼Namun apabila qodho’nya diakhirkan/ditunda-tunda hingga datang bulan Ramadhan tahun berikutnya maka ia berkewajiban untuk beristighfar dan meminta ampun kepada Allah, serta menyesal dan mencela perbuatannya menunda-nunda qodho’ puasa.
Namun ia tetap berkewajiban mengqodho’ puasanya yang ia tinggalkan, karena kewajiban mengqodho’ tidak gugur dengan sebab diakhirkan/ditunda.
❗️Maka ia tetap wajib menggantinya walaupun setelah bulan Ramadhan tahun berikutnya, Wallahul Muwaffiq.
📑 Fatawa Arkanul Islam oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin, halaman 489, pertanyaan yang ke – 439 | Sumber: http://bit.ly/1XmyfzT
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
🅾 Pertanyaan :
Seseorang memiliki tanggungan/hutang beberapa hari puasa Ramadhan. Namun hingga datang bulan Ramadhan tahun berikutnya ternyata ia belum juga mengqodho’ (mengganti kewajiban/membayar) hutang puasanya tersebut. Bagaimana seharusnya yang ia lakukan? Apakah ia berdosa, dan apakah gugur kewajibannya?
✍ Jawab :
Sesungguhnya Allah berfirman dalam Al-Qur`anul Karim :
(( فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ , وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا أَوْ عَلى سَفَرٍ فَعِدَّةٍ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ))
“Barangsiapa diantara kalian yang mendapati bulan (Ramadhan) maka hendaklah ia berpuasa, dan barangsiapa yang sakit atau berpergian (lalu ia tidak berpuasa) maka (wajib baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya di hari yang lain.” [Al Baqorah : 185.]
Sehingga seseorang diperbolehkan untuk tidak berpuasa jika ada alasan syar’i, kemudian ia berkewajiban untuk menggantinya pada hari-hari lain, serta tidak menundanya sampai datang bulan Ramadhan berikutnya, dengan dasar ucapan ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha (istri Rasulullah), ia berkata :
كَانَ يَكُوْنُ عَلَيَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ فَمَا أَسْتَطِيْعُ أَنْ أَقْضِيَهُ إِلاَّ فِي شَعْبَانَ .
''Dahulu kami memiliki tanggungan/hutang puasa Ramadhan, dan tidaklah aku sempat mengqodho’nya (yakni terus tertunda) kecuali setelah sampai bulan Sya’ban (yakni terus tertunda hingga tiba bulan Sya’ban berikutnya)'' [HR. Al-Bukhari, Bab Kapan Menunaikan Qodho’ Puasa, no.1950]
‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha tidak sempat mengqodho’ puasanya hingga tiba bulan Sya’ban (berikutnya) karena keadaan beliau di sisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam .
Adapun perkataan Aisyah : “dan tidaklah aku sempat mengqodho’nya kecuali setelah sampai bulan Sya’ban”, adalah dalil wajibnya mengqodho’ puasa Ramadhan sebelum datang bulan Ramadhan berikutnya.
☝️🏼Namun apabila qodho’nya diakhirkan/ditunda-tunda hingga datang bulan Ramadhan tahun berikutnya maka ia berkewajiban untuk beristighfar dan meminta ampun kepada Allah, serta menyesal dan mencela perbuatannya menunda-nunda qodho’ puasa.
Namun ia tetap berkewajiban mengqodho’ puasanya yang ia tinggalkan, karena kewajiban mengqodho’ tidak gugur dengan sebab diakhirkan/ditunda.
❗️Maka ia tetap wajib menggantinya walaupun setelah bulan Ramadhan tahun berikutnya, Wallahul Muwaffiq.
📑 Fatawa Arkanul Islam oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin, halaman 489, pertanyaan yang ke – 439 | Sumber: http://bit.ly/1XmyfzT
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
✋🏻🌺🌸🌷 KIAT MEMILIH CALON ISTRI
✍🏻 Imam Ahmad rahimahullah berkata:
"إذَا خَطَبَ رَجُلٌ امْرَأَةً سَأَلَ عَنْ جَمَالِهَا أَوَّلًا، فَإِنْ حُمِدَ، سَأَلَ عَنْ دِينِهَا. فَإِنْ حُمِدَ: تَزَوَّجَ، وَإِنْ لَمْ يُحْمَدْ : يَكُونُ رَدُّهُ لِأَجْلِ الدِّينِ.
"Jika seorang laki-laki hendak melamar seorang wanita, hendaknya ia terlebih dulu bertanya tentang kecantikannya, kalau ia cantik, baru dia bertanya tentang agamanya. Jika bagus (agamanya) maka iapun menikahinya, jika jelek (ia tidak jadi menikahinya), berarti dia menolak wanita tersebut karena alasan agama.
وَلَا يَسْأَلُ أَوَّلًا عَنْ الدِّينِ، فَإِنْ حُمِدَ سَأَلَ عَنْ الْجَمَالِ. فَإِنْ لَمْ يُحْمَدْ رَدَّهَا، فَيَكُونُ رَدُّهُ لِلْجَمَالِ لَا لِلدِّينِ".
"Dan janganlah ia menanyakan agamanya terlebih dahulu. Jika bagus agamanya, diapun menanyakan kecantikannya, jika tidak cantik, ia menolaknya. Maka ia menolak menikahinya karena alasan kecantikan bukan alasan agama.
📚 [Al-Inshaaf Juz 12/206]
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
🌎 Sumber:
https://www.sahab.net/forums/index.php?app=forums&module=forums&controller=topic&id=139876
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ http://telegram.me/ForumSalafy
✍🏻 Imam Ahmad rahimahullah berkata:
"إذَا خَطَبَ رَجُلٌ امْرَأَةً سَأَلَ عَنْ جَمَالِهَا أَوَّلًا، فَإِنْ حُمِدَ، سَأَلَ عَنْ دِينِهَا. فَإِنْ حُمِدَ: تَزَوَّجَ، وَإِنْ لَمْ يُحْمَدْ : يَكُونُ رَدُّهُ لِأَجْلِ الدِّينِ.
"Jika seorang laki-laki hendak melamar seorang wanita, hendaknya ia terlebih dulu bertanya tentang kecantikannya, kalau ia cantik, baru dia bertanya tentang agamanya. Jika bagus (agamanya) maka iapun menikahinya, jika jelek (ia tidak jadi menikahinya), berarti dia menolak wanita tersebut karena alasan agama.
وَلَا يَسْأَلُ أَوَّلًا عَنْ الدِّينِ، فَإِنْ حُمِدَ سَأَلَ عَنْ الْجَمَالِ. فَإِنْ لَمْ يُحْمَدْ رَدَّهَا، فَيَكُونُ رَدُّهُ لِلْجَمَالِ لَا لِلدِّينِ".
"Dan janganlah ia menanyakan agamanya terlebih dahulu. Jika bagus agamanya, diapun menanyakan kecantikannya, jika tidak cantik, ia menolaknya. Maka ia menolak menikahinya karena alasan kecantikan bukan alasan agama.
📚 [Al-Inshaaf Juz 12/206]
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
🌎 Sumber:
https://www.sahab.net/forums/index.php?app=forums&module=forums&controller=topic&id=139876
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ http://telegram.me/ForumSalafy
🔥💤💧WAHAI SAUDARAKU, TAHANLAH AMARAHMU...!!
▫️Dari Sahl bin Mu'adz dari Ayahnya radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
« مـَنْ كَــظَمَ غَيْــظاً وَهُوَ قـَادِرٌ عَلَى أَنْ يُنــْفِذَهُ ، دَعـَاهُ اللهُ تَــبَاَرَكَ وتــَعَالَىَ عَلَى رُؤُوسِ الْخــَلَائِقِ ، حَـتَّى يُخــَيِّرَهُ مِنْ أَيِّ الْحــُورِ شــَاءَ »
"Barangsiapa yang menahan amarahnya dalam keadaan ia mampu untuk melampiaskannya, maka Allah tabaroka wa ta'ala akan memanggilnya (pada hari kiamat) di atas kepala manusia sampai ia memilih dari bidadari yang ia inginkan."
▫️Berkata Asy-Syaikh Rabi' bin Hadiy al-Madkhaliy hafidzahullahu:
"Maka terkadang membuatmu marah orang yang bodoh atau musuh,
Lalu apa yang dituntut darimu? Yang dituntut adalah engkau menahan amarahmu, sampai engkau digolongkan menjadi orang-orang yang baik.
Bahkan yang dituntut darimu lebih dari pada itu, yaitu memaafkan.
Dikarenakan tatkala engkau menahan amarah, masih tersisa pada dirimu sesuatu dari perasaan kecewa, sakit hati.
Akan tetapi dengan memaafkan, akan hilang bersamanya segala perasaan (yang jelek), hati akan menjadi lapang dan bahagia.
Maka ini perkara yang terpuji di sisi Allah tabaroka wa ta'ala, dan termasuk dari sifatnya al muqorobun dan orang yang baik.
Oleh karena ini Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:
{وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ}
"Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan."
-Surat Ali 'Imran, Ayat 134.
Yaitu orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan dari manusia, maka mereka termasuk orang-orang yang berbuat baik.
📚Al Majmu' Ar Ra'iq hal. 62.
📝 فَــضْل كـظْمِ الغَــيْظِ
➢ عــنْ ســَهلٍ بنِ مُــعَاذٍ عنْ أبـيهِ - رَضِـيَ اللهُ عـنهُ - : أَنَّ رَســُولَ اللهِ ﷺ قَــال َ:
« مـَنْ كَــظَمَ غَيْــظاً وَهُوَ قـَادِرٌ عَلَى أَنْ يُنــْفِذَهُ ، دَعـَاهُ اللهُ تَــبَاَرَكَ وتــَعَالَىَ عَلَى رُؤُوسِ الْخــَلَائِقِ ، حَـتَّى يُخــَيِّرَهُ مِنْ أَيِّ الْحــُورِ شــَاءَ »
📓•|[ المُسـْند (١٥٦٣٧) / حـسنٌ ]|•
••━═══ ❁❍❁ ═══━••
📝 قــال شيــخنا العــلاَّمةُ ربيــعٌ المـْدْخـليُّ
- حــَفِـظَہٌ الله تـعالــﮯَ -
" قــدْ يُـغضـِبُكَ السَّــفيهُ والــعَدوُّ ، فــمَا هوَ المَطـلوبُ مـِنكَ؟ المطـلوبُ مِنـكَ كَــظْمُ الغــِيظِ حـتَى تـكونَ مِنَ الأبــرارِ ،
✪ بـل المطـلوبُ مِنـكَ أكــثرُ مِنْ ذلـِكَ ؛ وهـوَ العــَفوْ لأِنَّ الغــَيْظَ تكظـُمَهَ ، ولــكنْ يبـقَى فِي نَفــسِكَ شـيءٌ مِنَ الأَلـمِ ،
⇦ لـكنْ العَــفوْ يَذهـبُ مــعهُ كـُلُّ شـيءٍ ؛ ســَمَاحةٌ ، طِيـبٌ فِي النَــفسِ ؛ هـذا أمـرٌ محــمودٌ عـِندَ اللهِ تَبـاركَ وتـعَالَىَ ، ومِـنْ صِــفاتِ المُــقَرَّبيـنَ والأبــرَارِ ؛
✪ ولــهَذا قـال سُبــحَانهُ :﴿واللهُ يُــحِبُّ المُـحْسِنِـينَ﴾ يعــني : الـكَاظِمـينَ الغــَيْظَ والعَـافِيـنَ عِـنِ النــَّاسِ مِنَ المُـحْسِنِــينَ "
📓•|[ "المجــموع الرائــق" صـ (٦٢) ]|•
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
🔰🌠Forum Salafy Purbalingga
↗ http://telegram.me/ForumSalafyPurbalingga
▫️Dari Sahl bin Mu'adz dari Ayahnya radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
« مـَنْ كَــظَمَ غَيْــظاً وَهُوَ قـَادِرٌ عَلَى أَنْ يُنــْفِذَهُ ، دَعـَاهُ اللهُ تَــبَاَرَكَ وتــَعَالَىَ عَلَى رُؤُوسِ الْخــَلَائِقِ ، حَـتَّى يُخــَيِّرَهُ مِنْ أَيِّ الْحــُورِ شــَاءَ »
"Barangsiapa yang menahan amarahnya dalam keadaan ia mampu untuk melampiaskannya, maka Allah tabaroka wa ta'ala akan memanggilnya (pada hari kiamat) di atas kepala manusia sampai ia memilih dari bidadari yang ia inginkan."
▫️Berkata Asy-Syaikh Rabi' bin Hadiy al-Madkhaliy hafidzahullahu:
"Maka terkadang membuatmu marah orang yang bodoh atau musuh,
Lalu apa yang dituntut darimu? Yang dituntut adalah engkau menahan amarahmu, sampai engkau digolongkan menjadi orang-orang yang baik.
Bahkan yang dituntut darimu lebih dari pada itu, yaitu memaafkan.
Dikarenakan tatkala engkau menahan amarah, masih tersisa pada dirimu sesuatu dari perasaan kecewa, sakit hati.
Akan tetapi dengan memaafkan, akan hilang bersamanya segala perasaan (yang jelek), hati akan menjadi lapang dan bahagia.
Maka ini perkara yang terpuji di sisi Allah tabaroka wa ta'ala, dan termasuk dari sifatnya al muqorobun dan orang yang baik.
Oleh karena ini Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:
{وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ}
"Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan."
-Surat Ali 'Imran, Ayat 134.
Yaitu orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan dari manusia, maka mereka termasuk orang-orang yang berbuat baik.
📚Al Majmu' Ar Ra'iq hal. 62.
📝 فَــضْل كـظْمِ الغَــيْظِ
➢ عــنْ ســَهلٍ بنِ مُــعَاذٍ عنْ أبـيهِ - رَضِـيَ اللهُ عـنهُ - : أَنَّ رَســُولَ اللهِ ﷺ قَــال َ:
« مـَنْ كَــظَمَ غَيْــظاً وَهُوَ قـَادِرٌ عَلَى أَنْ يُنــْفِذَهُ ، دَعـَاهُ اللهُ تَــبَاَرَكَ وتــَعَالَىَ عَلَى رُؤُوسِ الْخــَلَائِقِ ، حَـتَّى يُخــَيِّرَهُ مِنْ أَيِّ الْحــُورِ شــَاءَ »
📓•|[ المُسـْند (١٥٦٣٧) / حـسنٌ ]|•
••━═══ ❁❍❁ ═══━••
📝 قــال شيــخنا العــلاَّمةُ ربيــعٌ المـْدْخـليُّ
- حــَفِـظَہٌ الله تـعالــﮯَ -
" قــدْ يُـغضـِبُكَ السَّــفيهُ والــعَدوُّ ، فــمَا هوَ المَطـلوبُ مـِنكَ؟ المطـلوبُ مِنـكَ كَــظْمُ الغــِيظِ حـتَى تـكونَ مِنَ الأبــرارِ ،
✪ بـل المطـلوبُ مِنـكَ أكــثرُ مِنْ ذلـِكَ ؛ وهـوَ العــَفوْ لأِنَّ الغــَيْظَ تكظـُمَهَ ، ولــكنْ يبـقَى فِي نَفــسِكَ شـيءٌ مِنَ الأَلـمِ ،
⇦ لـكنْ العَــفوْ يَذهـبُ مــعهُ كـُلُّ شـيءٍ ؛ ســَمَاحةٌ ، طِيـبٌ فِي النَــفسِ ؛ هـذا أمـرٌ محــمودٌ عـِندَ اللهِ تَبـاركَ وتـعَالَىَ ، ومِـنْ صِــفاتِ المُــقَرَّبيـنَ والأبــرَارِ ؛
✪ ولــهَذا قـال سُبــحَانهُ :﴿واللهُ يُــحِبُّ المُـحْسِنِـينَ﴾ يعــني : الـكَاظِمـينَ الغــَيْظَ والعَـافِيـنَ عِـنِ النــَّاسِ مِنَ المُـحْسِنِــينَ "
📓•|[ "المجــموع الرائــق" صـ (٦٢) ]|•
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
🔰🌠Forum Salafy Purbalingga
↗ http://telegram.me/ForumSalafyPurbalingga
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
💐🌻🌷🌹 KEBAIKAN YANG SEMPURNA BAGI SEORANG MUKMIN
✍🏻 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:
فالمؤمن الذي مَنَّ الله عليه بالشكر والصبر يكون جميع القضاء خيرًا له، بخلاف من لم يشكر ولم يصبر.
"Seorang mukmin yang dikaruniai oleh Allah berupa syukur dan sabar maka semua taqdir menjadi kebaikan baginya, berbeda dengan orang yang tidak bersyukur dan tidak bersabar."
📚 Jami’ul Masail, jilid 4 hlm. 284
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
🌍 Sumber:
https://twitter.com/Arafatbinhassan/status/845752126924083201
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ http://telegram.me/ForumSalafy
✍🏻 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:
فالمؤمن الذي مَنَّ الله عليه بالشكر والصبر يكون جميع القضاء خيرًا له، بخلاف من لم يشكر ولم يصبر.
"Seorang mukmin yang dikaruniai oleh Allah berupa syukur dan sabar maka semua taqdir menjadi kebaikan baginya, berbeda dengan orang yang tidak bersyukur dan tidak bersabar."
📚 Jami’ul Masail, jilid 4 hlm. 284
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
🌍 Sumber:
https://twitter.com/Arafatbinhassan/status/845752126924083201
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ http://telegram.me/ForumSalafy
📖🌨KEBUTUHAN ILMU SYAR'I BAGI SEORANG HAMBA
✍Al 'Allamah Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,
"Butuhnya para hamba kepada ilmu syar'i seperti butuhnya mereka kepada air hujan, bahkan lebih besar lagi. Karena mereka jika kehilangan ilmu, maka mereka seperti bumi yang tiada turun hujan."
📚Miftah Daar as Sa'adah 98
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
📱http://t.me/ukhwh
قال العلامة ابن القيم رحمه الله :
حاجة العباد إلى العلم كحاجتهم إلى المطر بل أعظم
وإنهم إذا فقدوا العلم فهم بمنزلة الأرض التي فقدت الغيث
[ مفتاح دار السعادةص٩٨ ]
✍Al 'Allamah Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,
"Butuhnya para hamba kepada ilmu syar'i seperti butuhnya mereka kepada air hujan, bahkan lebih besar lagi. Karena mereka jika kehilangan ilmu, maka mereka seperti bumi yang tiada turun hujan."
📚Miftah Daar as Sa'adah 98
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
📱http://t.me/ukhwh
قال العلامة ابن القيم رحمه الله :
حاجة العباد إلى العلم كحاجتهم إلى المطر بل أعظم
وإنهم إذا فقدوا العلم فهم بمنزلة الأرض التي فقدت الغيث
[ مفتاح دار السعادةص٩٨ ]
Melatih Anak Berpuasa Ketika Mumayyiz
Memerintahkan anak mumayyiz untuk berpuasa
Soal: Apakah anak-anak yang berusia tamyiz diperintahkan untuk puasa? Dan apakah puasa tersebut dianggap (sah) apabila ia baru baligh ditengah-tengah puasa?
Jawab: Anak-anak laki-laki atau perempuan, apabila telah berusia tujuh tahun atau lebih, mereka diperintahkan (oleh orang tuanya) untuk berpuasa agar mereka terbiasa. Wajib atas wali-wali mereka untuk memerintahkan itu…
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Baca Selengkapnya di :
🌐 https://problematikaumat.com/melatih-anak-berpuasa-ketika-mumayyiz/
Sumber:
🏷 @problematikaumat
Memerintahkan anak mumayyiz untuk berpuasa
Soal: Apakah anak-anak yang berusia tamyiz diperintahkan untuk puasa? Dan apakah puasa tersebut dianggap (sah) apabila ia baru baligh ditengah-tengah puasa?
Jawab: Anak-anak laki-laki atau perempuan, apabila telah berusia tujuh tahun atau lebih, mereka diperintahkan (oleh orang tuanya) untuk berpuasa agar mereka terbiasa. Wajib atas wali-wali mereka untuk memerintahkan itu…
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Baca Selengkapnya di :
🌐 https://problematikaumat.com/melatih-anak-berpuasa-ketika-mumayyiz/
Sumber:
🏷 @problematikaumat