🔥 FANATIKUS MUHAMMAD BIN HADI ADALAH PENGEKOR HAWA NAFSU 🔥
Abu Khalid Abdul Lathif al-Maghribi hafizhahullah berkata:
Ketika saya mengunjungi asy-Syaikh Rabi' hafizhahullah beliau bertanya kepada saya tentang keadaan dakwah di Maroko setelah fitnah Musha'fiqah. Maka saya menjawab, "Keadaan tenang dan semua pihak terpisah; para pengikut Muhammad bin Hadi sendiri dan salafiyyun sendiri."
Beliau merasa sedih dan bertanya, "Mereka tidak mau bertaubat walaupun setelah dijatuhkan hukuman kepadanya?!"
Saya jawab, "Tidak, hanya sedikit yang mau bertaubat."
Maka beliau berkata, "Audzu billah, (mereka) ahlul ahwa dan bukan salafiyyun, hawa nafsu membuat buta dan tuli."
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
https://t.me/jujurlahselamanya/992
Abu Khalid Abdul Lathif al-Maghribi hafizhahullah berkata:
Ketika saya mengunjungi asy-Syaikh Rabi' hafizhahullah beliau bertanya kepada saya tentang keadaan dakwah di Maroko setelah fitnah Musha'fiqah. Maka saya menjawab, "Keadaan tenang dan semua pihak terpisah; para pengikut Muhammad bin Hadi sendiri dan salafiyyun sendiri."
Beliau merasa sedih dan bertanya, "Mereka tidak mau bertaubat walaupun setelah dijatuhkan hukuman kepadanya?!"
Saya jawab, "Tidak, hanya sedikit yang mau bertaubat."
Maka beliau berkata, "Audzu billah, (mereka) ahlul ahwa dan bukan salafiyyun, hawa nafsu membuat buta dan tuli."
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
https://t.me/jujurlahselamanya/992
🔥 MENGAJARKAN KEBENARAN TANPA MEMPERINGATKAN DARI KEBATILAN IBARAT MENANAM TANPA MENJAGA TANAMAN 🔥
Asy-Syaikh al-Allamah Dr. Rabi’ bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah
🛑 Pertanyaan: Bagaimana pendapat Anda tentang orang yang memposisikan dirinya untuk membantah para ulama dan para dai, menuntut ilmu, dan mengumpulkan selebaran-selebaran yang tidak ada faedahnya?
✅ Jawaban: Bagaimanapun keadaannya dia ini lebih baik dibandingkan orang-orang yang menampakkan bid'ah dan kesesatan (yang disebut sebagai para ulama dan para dai oleh penanya –pent) bagaimanapun keadaannya. Selama dia memerangi bid'ah, fitnah, dan kesesatan, dan dia menyebarkan kitab-kitab yang bermanfaat bagi manusia dan menjelaskan manhaj-manhaj mereka (orang-orang yang menyimpang) maka ini adalah perkara yang baik.
Hanya saja kita menasehatinya agar meluangkan sebagian waktunya sekitar 20% atau 30% untuk perkara ini. Sedangkan selebihnya untuk menuntut ilmu dan meraih ilmu.
Dahulu manusia membaca kitab-kitab tentang pemikiran-pemikiran menyimpang banyak sekali. Perpustakaan-perpustakaan dipenuhi dengan kitab-kitab sesat dan kitab-kitab bid’ah. Namun tidak ada seorangpun yang berbicara dengan metode seperti ini (menuduh orang yang membantah kesalahan hanya sibuk membantah dan meninggalkan menuntut ilmu –pent).
Namun tatkala umat sudah mulai memiliki perhatian besar terhadap bimbingan al-Kitab dan as-Sunnah serta manhaj as-Salafus Shalih, mereka mendapati ada kitab-kitab yang mentahdzir umat dari bahaya bid’ah dan kesesatan. Maka para pembela dan pengusung kebatilan segera mengatakan, “Janganlah kalian sibuk dengan perkara-perkara ini! Janganlah kalian menyibukkan diri dengan perkara-perkara ini! Jangan meninggalkan ilmu!"
Bantahan-bantahan termasuk ilmu, itu merupakan pengetahuan tentang mana petunjuk dan mana kesesatan, pengetahuan tentang mana yang baik mana yang buruk.
Demi Allah (bantahan-bantahan) termasuk ilmu yang melindungi. Sebagaimana Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu berkata, "Dahulu manusia bertanya kepada Rasulullah tentang kebaikan. Namun saya bertanya kepada beliau tentang keburukan, karena khawatir keburukan itu akan menimpaku."
Jadi seseorang harus mengenal kitab-kitab ahlul bid’ah dan orang-orang sesat, yaitu melalui kitab-kitab yang membantahnya.
Jika tidak, maka tidaklah tersesat banyak dari para pemuda kecuali ketika mereka kehilangan kitab-kitab yang melindungi mereka (dari kesesatan) semacam ini. Jadi kitab-kitab ini padanya terdapat perlindungan bagi para pemuda.
Asy-Syaikh al-Allamah Dr. Rabi’ bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah
🛑 Pertanyaan: Bagaimana pendapat Anda tentang orang yang memposisikan dirinya untuk membantah para ulama dan para dai, menuntut ilmu, dan mengumpulkan selebaran-selebaran yang tidak ada faedahnya?
✅ Jawaban: Bagaimanapun keadaannya dia ini lebih baik dibandingkan orang-orang yang menampakkan bid'ah dan kesesatan (yang disebut sebagai para ulama dan para dai oleh penanya –pent) bagaimanapun keadaannya. Selama dia memerangi bid'ah, fitnah, dan kesesatan, dan dia menyebarkan kitab-kitab yang bermanfaat bagi manusia dan menjelaskan manhaj-manhaj mereka (orang-orang yang menyimpang) maka ini adalah perkara yang baik.
Hanya saja kita menasehatinya agar meluangkan sebagian waktunya sekitar 20% atau 30% untuk perkara ini. Sedangkan selebihnya untuk menuntut ilmu dan meraih ilmu.
Dahulu manusia membaca kitab-kitab tentang pemikiran-pemikiran menyimpang banyak sekali. Perpustakaan-perpustakaan dipenuhi dengan kitab-kitab sesat dan kitab-kitab bid’ah. Namun tidak ada seorangpun yang berbicara dengan metode seperti ini (menuduh orang yang membantah kesalahan hanya sibuk membantah dan meninggalkan menuntut ilmu –pent).
Namun tatkala umat sudah mulai memiliki perhatian besar terhadap bimbingan al-Kitab dan as-Sunnah serta manhaj as-Salafus Shalih, mereka mendapati ada kitab-kitab yang mentahdzir umat dari bahaya bid’ah dan kesesatan. Maka para pembela dan pengusung kebatilan segera mengatakan, “Janganlah kalian sibuk dengan perkara-perkara ini! Janganlah kalian menyibukkan diri dengan perkara-perkara ini! Jangan meninggalkan ilmu!"
Bantahan-bantahan termasuk ilmu, itu merupakan pengetahuan tentang mana petunjuk dan mana kesesatan, pengetahuan tentang mana yang baik mana yang buruk.
Demi Allah (bantahan-bantahan) termasuk ilmu yang melindungi. Sebagaimana Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu berkata, "Dahulu manusia bertanya kepada Rasulullah tentang kebaikan. Namun saya bertanya kepada beliau tentang keburukan, karena khawatir keburukan itu akan menimpaku."
Jadi seseorang harus mengenal kitab-kitab ahlul bid’ah dan orang-orang sesat, yaitu melalui kitab-kitab yang membantahnya.
Jika tidak, maka tidaklah tersesat banyak dari para pemuda kecuali ketika mereka kehilangan kitab-kitab yang melindungi mereka (dari kesesatan) semacam ini. Jadi kitab-kitab ini padanya terdapat perlindungan bagi para pemuda.
Saya mempermisalkan orang yang melakukan tarbiyah (mendidik), namun tidak membentengi dan tidak meletakkan perlindungan bagi para pemuda, dia seperti orang yang menanam kemudian didatangi oleh hewan-hewan, serangga, serigala, dan yang lainnya lalu memakan habis tanaman tersebut. Jadi jika tidak ada pagar dan tidak ada perlindungan –yaitu memperingatkan bahaya bid’ah– maka manusia akan tersesat.
Oleh karena itu para salaf meraih kesuksesan yang sangat besar tatkala mereka menggunakan metode memperingatkan bahaya ahlul bid’ah. Mereka berhasil menjaga as-Sunnah dan menjaga persatuan.
Namun ketika pagar ini dirobohkan, dan semakin berkurang perhatian terhadap upaya melindungi masyarakat Ahlus Sunnah dari serangan ahlul bid’ah, maka ahlul bid’ah pun melancarkan serangannya dan berhasil menguasai mereka (Ahlus Sunnah). Sehingga tersebarlah kuburan-kuburan (yang dikeramatkan), khurafat, dan yang lainnya.
Dahulu di sini di negeri ini (Arab Saudi), terdapat perlindungan yang baik dari bahaya ahlul bid’ah. Kemudian mereka (ahlul bid’ah) mengenakan pakaian as-Sunnah, sehingga mereka berhasil menipu kita, dan mereka tidak menjumpai ada perlindungan lagi, maka merekapun mengambil para pemuda kita.
Kitab-kitab bantahan ini barangsiapa yang menginginkan kebenaran, maka sungguh –demi Allah– dengan membacanya dia akan mendapati di dalamnya pembeda antara kebenaran dan kebatilan. Dan ketika itu dia akan mendapati penjagaan dan perlindungan dari penyakit-penyakit ini (kesesatan).
Sebagaimana kita memberikan kekebalan dan imunisasi pada bayi-bayi kita dari penyakit dan kita memiliki perhatian yang sangat besar terhadapnya, maka demikian pula wajib atas kita untuk memberikan perhatikan terhadap akal anak-anak kita dengan cara melindunginya dan menyampaikan peringatan kepadanya, serta memberikan pemahaman kepadanya, sehingga akal mereka mampu memilah mana yang baik dan mana yang buruk.
📚 Majmu’ Kutub wa Rasa’il wa Fatawa asy-Syaikh Rabi’ 14/282-283
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
https://t.me/jujurlahselamanya
Oleh karena itu para salaf meraih kesuksesan yang sangat besar tatkala mereka menggunakan metode memperingatkan bahaya ahlul bid’ah. Mereka berhasil menjaga as-Sunnah dan menjaga persatuan.
Namun ketika pagar ini dirobohkan, dan semakin berkurang perhatian terhadap upaya melindungi masyarakat Ahlus Sunnah dari serangan ahlul bid’ah, maka ahlul bid’ah pun melancarkan serangannya dan berhasil menguasai mereka (Ahlus Sunnah). Sehingga tersebarlah kuburan-kuburan (yang dikeramatkan), khurafat, dan yang lainnya.
Dahulu di sini di negeri ini (Arab Saudi), terdapat perlindungan yang baik dari bahaya ahlul bid’ah. Kemudian mereka (ahlul bid’ah) mengenakan pakaian as-Sunnah, sehingga mereka berhasil menipu kita, dan mereka tidak menjumpai ada perlindungan lagi, maka merekapun mengambil para pemuda kita.
Kitab-kitab bantahan ini barangsiapa yang menginginkan kebenaran, maka sungguh –demi Allah– dengan membacanya dia akan mendapati di dalamnya pembeda antara kebenaran dan kebatilan. Dan ketika itu dia akan mendapati penjagaan dan perlindungan dari penyakit-penyakit ini (kesesatan).
Sebagaimana kita memberikan kekebalan dan imunisasi pada bayi-bayi kita dari penyakit dan kita memiliki perhatian yang sangat besar terhadapnya, maka demikian pula wajib atas kita untuk memberikan perhatikan terhadap akal anak-anak kita dengan cara melindunginya dan menyampaikan peringatan kepadanya, serta memberikan pemahaman kepadanya, sehingga akal mereka mampu memilah mana yang baik dan mana yang buruk.
📚 Majmu’ Kutub wa Rasa’il wa Fatawa asy-Syaikh Rabi’ 14/282-283
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
https://t.me/jujurlahselamanya
🔥☄جديد 🔥☄
[السبت 16 - رجب - 1440 هـ]
العلامة حسن بن عبدالوهاب البنا حفظه الله وشفاه وعافاه "ءامين"
كلام العلامة ربيع مُقدّم على كلامي في الجرح والتعديل
ونحن تبع له (في الحق) وبالدليل.
____
[ والقادم يثلج الصدور] بإذن الله
ويُخرس الألسن الشداد الحداد، على أهل السنّة والرشاد
http://t.me/chohab_mohrika
[السبت 16 - رجب - 1440 هـ]
العلامة حسن بن عبدالوهاب البنا حفظه الله وشفاه وعافاه "ءامين"
كلام العلامة ربيع مُقدّم على كلامي في الجرح والتعديل
ونحن تبع له (في الحق) وبالدليل.
____
[ والقادم يثلج الصدور] بإذن الله
ويُخرس الألسن الشداد الحداد، على أهل السنّة والرشاد
http://t.me/chohab_mohrika
🔥 TIDAK AKAN MENGAKUI KEUTAMAAN ORANG BESAR KECUALI ORANG BESAR PULA 🔥
Al-Allamah Hasan bin Abdul Wahhab al-Banna hafizhahullah berkata:
"Perkataan al-Allamah Rabi' didahulukan atas perkataan saya dalam masalah jarh wa ta'dil, dan kita mengikuti beliau (dalam kebenaran) dan berdasarkan dalil."
📆 Sabtu, 16 Rajab 1440 H / 23 Maret 2019
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
https://t.me/jujurlahselamanya/1000
Al-Allamah Hasan bin Abdul Wahhab al-Banna hafizhahullah berkata:
"Perkataan al-Allamah Rabi' didahulukan atas perkataan saya dalam masalah jarh wa ta'dil, dan kita mengikuti beliau (dalam kebenaran) dan berdasarkan dalil."
📆 Sabtu, 16 Rajab 1440 H / 23 Maret 2019
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
https://t.me/jujurlahselamanya/1000
🔘💽 Audio Kajian Islam Ilmiyyah
BAROKAH DUDUK
DI MAJELIS ILMU
(Nasehat Bagi Yang Melalaikannya)
📨 Disampaikan oleh:
al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf حفظه اللّه
🗓 Jum'at sore, 15 Sya'ban 1438H - 12 Mei 2017M | Masjid Agung al-Ishlah Talaga Majalengka
🔊 Link: http://bit.ly/2qhEYj0
📊 (16,8MB) - [durasi 97:34]
🔂🔄 Update audio:
http://www.salafymajalengka.com/2017/03/audio-kajian-al-ustadz-abu-hamzah-yusuf.html
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
🕌🏡 al-Atsary Majalengka
📟 t.me/salafymajalengka
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
BAROKAH DUDUK
DI MAJELIS ILMU
(Nasehat Bagi Yang Melalaikannya)
📨 Disampaikan oleh:
al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf حفظه اللّه
🗓 Jum'at sore, 15 Sya'ban 1438H - 12 Mei 2017M | Masjid Agung al-Ishlah Talaga Majalengka
🔊 Link: http://bit.ly/2qhEYj0
📊 (16,8MB) - [durasi 97:34]
🔂🔄 Update audio:
http://www.salafymajalengka.com/2017/03/audio-kajian-al-ustadz-abu-hamzah-yusuf.html
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
🕌🏡 al-Atsary Majalengka
📟 t.me/salafymajalengka
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
💥 BARU 💥
🔥NASEHAT AL-ALLAMAH HASAN BIN ABDUL WAHHAB AL-BANNA HAFIZHAHULLAH KEPADA SALAFIYYUN ALJAZAIR 🔥
Al-Akh Abu Mu'awiyah Taufiq hafizhahullah berkata:
Saya menghubungi guru kami al-Allamah Hasan bin Abdul Wahhab al-Banna hafizhahullah dan saya mengatakan kepada beliau, "Syaikh kami, apa yang Anda nasehatkan kepada anak-anak Anda di Aljazair?"
Maka beliau mengatakan kepada saya,"Hendaklah engkau mengikuti masyayikh yang tergabung dalam majalah al-Ishlah, karena mereka bersama para ulama besar, dan kebenaran bersama al-Allamah Rabi' hafizhahullah."
🛑 Keterangan: Masyayikh al-Ishlah adalah:
1. Asy-Syaikh Abdul Ghani Ausat.
2. Asy-Syaikh Izzuddin Ramadhani.
3. Asy-Syaikh Abdul Hakim Dahhas.
4. Asy-Syaikh Ridha Busamah.
5. Asy-Syaikh Abdul Haq Madhi.
6. Asy-Syaikh Umar al-Hajj Mas'ud.
7. Asy-Syaikh Utsman 'Isi.
8. Asy-Syaikh Taufiq Amruni.
(pent)
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
https://t.me/jujurlahselamanya/1008
🔥NASEHAT AL-ALLAMAH HASAN BIN ABDUL WAHHAB AL-BANNA HAFIZHAHULLAH KEPADA SALAFIYYUN ALJAZAIR 🔥
Al-Akh Abu Mu'awiyah Taufiq hafizhahullah berkata:
Saya menghubungi guru kami al-Allamah Hasan bin Abdul Wahhab al-Banna hafizhahullah dan saya mengatakan kepada beliau, "Syaikh kami, apa yang Anda nasehatkan kepada anak-anak Anda di Aljazair?"
Maka beliau mengatakan kepada saya,"Hendaklah engkau mengikuti masyayikh yang tergabung dalam majalah al-Ishlah, karena mereka bersama para ulama besar, dan kebenaran bersama al-Allamah Rabi' hafizhahullah."
🛑 Keterangan: Masyayikh al-Ishlah adalah:
1. Asy-Syaikh Abdul Ghani Ausat.
2. Asy-Syaikh Izzuddin Ramadhani.
3. Asy-Syaikh Abdul Hakim Dahhas.
4. Asy-Syaikh Ridha Busamah.
5. Asy-Syaikh Abdul Haq Madhi.
6. Asy-Syaikh Umar al-Hajj Mas'ud.
7. Asy-Syaikh Utsman 'Isi.
8. Asy-Syaikh Taufiq Amruni.
(pent)
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
https://t.me/jujurlahselamanya/1008
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
📚Agar tidak menyimpang tertipu oleh Syubhat
🔊 Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al Atsary hafizahullah
🔊 Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al Atsary hafizahullah
🏷💤HUKUM TERTAWA DALAM SHALAT
▫️Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullahu
❓ Pertanyaan:
Apa hukum tertawa dalam shalat?Apakah seorang yang tertawa dalam shalatnya, ia mengulangi shalatnya?
🔐Jawaban:
Tertawa dalam shalat, membatalkan shalat menurut ijma para ulama.
❌Maka apabila seseorang tertawa dalam shalat, maka batal shalatnya.
❌Demikian pula apabila seorang berbicara dengan sengaja, batal shalatnya.
⚠️Kecuali apabila seorang lupa atau tidak mengetahuinya hukumnya, maka seorang yang melakukannya karena lupa atau tidak mengetahui hukumnya, shalatnya tidak batal.
💤Walaupun tertawa dalam shalat membatalkan shalat secara mutlak, karena ini termasuk bentuk meremehkan dan melalaikan shalat."
📚Majmu' Fatawa (29/344).
💡ﺣﻜﻢ اﻟﻀﺤﻚ ﻓﻲ اﻟﺼﻼﺓ ؟
📍للعلامة عبدالعزيز بن باز رحمه الله:
📌 السؤال :
✍ ﻣﺎ ﺣﻜﻢ اﻟﻀﺤﻚ ﻓﻲ اﻟﺼﻼﺓ، ﻭﻫﻞ ﻣﻦ ﺿﺤﻚ ﻓﻲ اﻟﺼﻼﺓ، ﻫﻞ ﻋﻠﻴﻪ ﺇﻋﺎﺩﺓ؟
☑ الجواب :
👈🏾 اﻟﻀﺤﻚ ﻓﻲ اﻟﺼﻼﺓ ﻳﺒﻄﻠﻬﺎ ﺑﺈﺟﻤﺎﻉ ﺃﻫﻞ اﻟﻌﻠﻢ، ﻓﺈﺫا ﺿﺤﻚ ﻓﻲ اﻟﺼﻼﺓ ﺑﻄﻠﺖ، ﻭﻫﻜﺬا ﻟﻮ ﺗﻜﻠﻢ ﻋﻤﺪا ﺑﻄﻠﺖ ﺻﻼﺗﻪ، ﺇﻻ ﺇﺫا ﻛﺎﻥ ﻧﺎﺳﻴﺎ ﺃﻭ ﺟﺎﻫﻼ ﻓﻼ ﺗﺒﻄﻞ ﺻﻼﺓ اﻟﻨﺎﺳﻲ ﻭاﻟﺠﺎﻫﻞ،
👈🏾 ﻟﻜﻦ اﻟﻀﺤﻚ ﻳﺒﻄﻞ ﻣﻄﻠﻘﺎ؛ ﻷﻧﻪ اﺳﺘﺨﻔﺎﻑ ﺑﺎﻟﺼﻼﺓ ﻭﺗﻬﺎﻭﻥ ﺑﻬﺎ.
📜مجموع الفتاوى (29/344)
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
🔰🌠Forum Salafy Purbalingga
↗ http://telegram.me/ForumSalafyPurbalingga
▫️Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullahu
❓ Pertanyaan:
Apa hukum tertawa dalam shalat?Apakah seorang yang tertawa dalam shalatnya, ia mengulangi shalatnya?
🔐Jawaban:
Tertawa dalam shalat, membatalkan shalat menurut ijma para ulama.
❌Maka apabila seseorang tertawa dalam shalat, maka batal shalatnya.
❌Demikian pula apabila seorang berbicara dengan sengaja, batal shalatnya.
⚠️Kecuali apabila seorang lupa atau tidak mengetahuinya hukumnya, maka seorang yang melakukannya karena lupa atau tidak mengetahui hukumnya, shalatnya tidak batal.
💤Walaupun tertawa dalam shalat membatalkan shalat secara mutlak, karena ini termasuk bentuk meremehkan dan melalaikan shalat."
📚Majmu' Fatawa (29/344).
💡ﺣﻜﻢ اﻟﻀﺤﻚ ﻓﻲ اﻟﺼﻼﺓ ؟
📍للعلامة عبدالعزيز بن باز رحمه الله:
📌 السؤال :
✍ ﻣﺎ ﺣﻜﻢ اﻟﻀﺤﻚ ﻓﻲ اﻟﺼﻼﺓ، ﻭﻫﻞ ﻣﻦ ﺿﺤﻚ ﻓﻲ اﻟﺼﻼﺓ، ﻫﻞ ﻋﻠﻴﻪ ﺇﻋﺎﺩﺓ؟
☑ الجواب :
👈🏾 اﻟﻀﺤﻚ ﻓﻲ اﻟﺼﻼﺓ ﻳﺒﻄﻠﻬﺎ ﺑﺈﺟﻤﺎﻉ ﺃﻫﻞ اﻟﻌﻠﻢ، ﻓﺈﺫا ﺿﺤﻚ ﻓﻲ اﻟﺼﻼﺓ ﺑﻄﻠﺖ، ﻭﻫﻜﺬا ﻟﻮ ﺗﻜﻠﻢ ﻋﻤﺪا ﺑﻄﻠﺖ ﺻﻼﺗﻪ، ﺇﻻ ﺇﺫا ﻛﺎﻥ ﻧﺎﺳﻴﺎ ﺃﻭ ﺟﺎﻫﻼ ﻓﻼ ﺗﺒﻄﻞ ﺻﻼﺓ اﻟﻨﺎﺳﻲ ﻭاﻟﺠﺎﻫﻞ،
👈🏾 ﻟﻜﻦ اﻟﻀﺤﻚ ﻳﺒﻄﻞ ﻣﻄﻠﻘﺎ؛ ﻷﻧﻪ اﺳﺘﺨﻔﺎﻑ ﺑﺎﻟﺼﻼﺓ ﻭﺗﻬﺎﻭﻥ ﺑﻬﺎ.
📜مجموع الفتاوى (29/344)
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
🔰🌠Forum Salafy Purbalingga
↗ http://telegram.me/ForumSalafyPurbalingga
🔴↔ DARAH YANG KELUAR DARI SELAIN 2 JALAN TIDAK MEMBATALKAN WUDHU
✒ Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah
❓ Pertanyaan:
Wahai Syaikh yang mulia: Apakah darah yang keluar dalam jumlah banyak bisa membatalkan wudhu?
🗝 Jawaban:
Darah yang keluar dalam jumlah banyak selain dari 2 jalan tidaklah membatalkan wudhu.
Sama saja apakah keluar dari hidung, luka, kepala, atau anggota tubuh lainnya selain dari 2 jalan. Hal ini dikarenakan tidak ada dalil bahwa keluarnya darah selain dari 2 jalan dapat membatalkan wudhu.
Sedangkan 2 jalan itu adalah qubul (kelamin) dan dubur.
📚 Liqo Al Bab Al Maftuh: 29
📁 السؤال:
فضيلة الشيخ: هل الدم الكثير يبطل الوضوء؟
الجواب:
الدم الكثير الخارج من غير السبيلين لا ينقض الوضوء، سواء خرج من الأنف، أو من جرح، أو من الرأس، أو من أي مكان من البدن، إلا ما خرج من السبيلين، وذلك لأنه لا دليل على أن خروج الدم من غير السبيلين ينقض الوضوء، والسبيلان هما: القبل والدبر.
📁 المصدر: سلسلة لقاءات الباب المفتوح > لقاء الباب المفتوح [29]
الطهارة > نواقض الوضوء
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
🌎 WhatsApp Salafy Cirebon
⏯ https://t.me/salafy_cirebon
🖥 www.salafycirebon.com
✒ Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah
❓ Pertanyaan:
Wahai Syaikh yang mulia: Apakah darah yang keluar dalam jumlah banyak bisa membatalkan wudhu?
🗝 Jawaban:
Darah yang keluar dalam jumlah banyak selain dari 2 jalan tidaklah membatalkan wudhu.
Sama saja apakah keluar dari hidung, luka, kepala, atau anggota tubuh lainnya selain dari 2 jalan. Hal ini dikarenakan tidak ada dalil bahwa keluarnya darah selain dari 2 jalan dapat membatalkan wudhu.
Sedangkan 2 jalan itu adalah qubul (kelamin) dan dubur.
📚 Liqo Al Bab Al Maftuh: 29
📁 السؤال:
فضيلة الشيخ: هل الدم الكثير يبطل الوضوء؟
الجواب:
الدم الكثير الخارج من غير السبيلين لا ينقض الوضوء، سواء خرج من الأنف، أو من جرح، أو من الرأس، أو من أي مكان من البدن، إلا ما خرج من السبيلين، وذلك لأنه لا دليل على أن خروج الدم من غير السبيلين ينقض الوضوء، والسبيلان هما: القبل والدبر.
📁 المصدر: سلسلة لقاءات الباب المفتوح > لقاء الباب المفتوح [29]
الطهارة > نواقض الوضوء
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
🌎 WhatsApp Salafy Cirebon
⏯ https://t.me/salafy_cirebon
🖥 www.salafycirebon.com
HUKUM MENDIRIKAN BANGUNAN DI SERAMBI MASJID
Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah
PERTANYAAN :
"Apa hukum membuat bangunan di serambi masjid untuk tempat tinggal padanya, perlu diketahui bahwa serambi ini bagian dari hall masjid dan dilaksanakan padanya shalat jama'ah. Dan apabila telah rampung pembangunan ini maka apa yang wajib dilakukan oleh pengurus masjid?"
JAWABAN:
"Tidak dibangun suatu apapun di tanah masjid, apabila tanah itu mengikuti bagian masjid.
❗Maka tidak dibangun sesuatu padanya. Bahkan ia tetap demikian untuk perluasan masjid, yang orang-orang shalat padanya ketika jama'ah banyak (membludak).
☝🏻Dan apabila ingin suatu bangunan diperuntukkan bagi imam atau muadzdzin atau perpustakaan atau pengembangan sarana yang dibutuhkan masjid maka dijadikan di luar masjid. Dibangun di luar (batasan) masjid.
👉🏻Jika diperoleh sesuatu atau dibeli tanah dan dijadikan bangunan itu di sana dengan perantara bantuan donatur.
✍🏻 Maksudnya bahwa: serambi masjid dan hall-nya tetap untuk perluasannya.
🌏 Sumber :
https://binbaz.org.sa/old/33062
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
Minhaajussalaf || Mengamalkan Islam Di Atas Manhaj Salaf
https://t.me/joinchat/AAAAAETpggfZv9PbbPzFPA
Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah
PERTANYAAN :
"Apa hukum membuat bangunan di serambi masjid untuk tempat tinggal padanya, perlu diketahui bahwa serambi ini bagian dari hall masjid dan dilaksanakan padanya shalat jama'ah. Dan apabila telah rampung pembangunan ini maka apa yang wajib dilakukan oleh pengurus masjid?"
JAWABAN:
"Tidak dibangun suatu apapun di tanah masjid, apabila tanah itu mengikuti bagian masjid.
❗Maka tidak dibangun sesuatu padanya. Bahkan ia tetap demikian untuk perluasan masjid, yang orang-orang shalat padanya ketika jama'ah banyak (membludak).
☝🏻Dan apabila ingin suatu bangunan diperuntukkan bagi imam atau muadzdzin atau perpustakaan atau pengembangan sarana yang dibutuhkan masjid maka dijadikan di luar masjid. Dibangun di luar (batasan) masjid.
👉🏻Jika diperoleh sesuatu atau dibeli tanah dan dijadikan bangunan itu di sana dengan perantara bantuan donatur.
✍🏻 Maksudnya bahwa: serambi masjid dan hall-nya tetap untuk perluasannya.
🌏 Sumber :
https://binbaz.org.sa/old/33062
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
Minhaajussalaf || Mengamalkan Islam Di Atas Manhaj Salaf
https://t.me/joinchat/AAAAAETpggfZv9PbbPzFPA
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
📚 Status Makanan Dari Acara Bid'ah
🔊 Al Ustadz Muhammad Afifuddin as Sidawy hafizahullah
🔊 Al Ustadz Muhammad Afifuddin as Sidawy hafizahullah
🔊 SEKILAS INFO
~~~~~~~~~~~~~
Bismillah...
Afwan... untuk kajian Rutin malam ini, senin malam selasa, di masjid Baitul Mi'raj, PT.Telkom,..
~~~~~~~~~~
DILIBURKAN
~~~~~~~~~~
Dikarenakan kondisi cuaca yang tidak memungkinkan
Demikian informasi yang bisa kami sampaikan...
Jazaakumullahu khoiron wa Baarakallahu fiikum
~~~~~~~~~~~~~
Bismillah...
Afwan... untuk kajian Rutin malam ini, senin malam selasa, di masjid Baitul Mi'raj, PT.Telkom,..
~~~~~~~~~~
DILIBURKAN
~~~~~~~~~~
Dikarenakan kondisi cuaca yang tidak memungkinkan
Demikian informasi yang bisa kami sampaikan...
Jazaakumullahu khoiron wa Baarakallahu fiikum
💥💰🛏 SIBUK MENCARI DUNIA PADAHAL KEMATIAN SEMAKIN DEKAT
🎙 Berkata Syumaith bin Ajlan rahimahullah,
📢 Setiap hari berkurang masa hidupmu sementara engkau tidak merasa sedih.
☝🏻 Setiap hari rezekimu tertunaikan dan sungguh engkau telah diberi rezeki yang mencukupimu.
💦 Namun engkau justru mencari (dunia) yang membuatmu melampaui batas.
💰 Yang sedikitnya tidak membuatmu merasa puas dan banyaknya tidak akan membuatmu kenyang.
📖 Hilyatul Auliyaa' 3/129
عن شميط بن عجلان قال: كل يوم ينقص من أجلك وأنت لا تحزن، وكل يوم تستوفى من رزقك؛ قد أعطيت ما يكفيك، وأنت تطلب ما يطغيك؛ لا بقليل تقنع، ولا من كثير تشبع
حلية الأولياء(3/ 129)
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
🌐📲 https://t.me/KajianIslamTemanggung
📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU❗ ] Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2
🎙 Berkata Syumaith bin Ajlan rahimahullah,
📢 Setiap hari berkurang masa hidupmu sementara engkau tidak merasa sedih.
☝🏻 Setiap hari rezekimu tertunaikan dan sungguh engkau telah diberi rezeki yang mencukupimu.
💦 Namun engkau justru mencari (dunia) yang membuatmu melampaui batas.
💰 Yang sedikitnya tidak membuatmu merasa puas dan banyaknya tidak akan membuatmu kenyang.
📖 Hilyatul Auliyaa' 3/129
عن شميط بن عجلان قال: كل يوم ينقص من أجلك وأنت لا تحزن، وكل يوم تستوفى من رزقك؛ قد أعطيت ما يكفيك، وأنت تطلب ما يطغيك؛ لا بقليل تقنع، ولا من كثير تشبع
حلية الأولياء(3/ 129)
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
🌐📲 https://t.me/KajianIslamTemanggung
📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU❗ ] Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2
📚🏠🚿 SAAT MUNCUL KERAGUAN KETIKA TELAH BERWUDHU
✍ Dijawab oleh Ustadz Zuhair Syarif Hafizhahullah
❓ Pertanyaan:
Assalamu alaikum warohmatullahi wabarokatuh
Saya mau bertanya. Tadi waktu mau ke masjid shalat subuh, saya sudah wudhu di rumah. Lalu sampai ke masjid saya berniat wudhu lagi karrna saya sering ragu padahal saya kadang kadang yakin wudhu blum batal. Untuk menghilangkan rasa was-was saya berwudhu lagi. Ketika saya mau berwudhu laga di masjid, sudah niat dan sudah selesai pergelangan tangan, tiba-tiba air mati. Kemudian saya tidak jadi berwudhu. Apakah wudhu saya yang di rumah tadi masih sah untuk shalat apa tidak?
Mohon nasehatnya ustadz.
💡 Jawaban :
🏚 Segala sesuatu di bangun pada asalnya dan dibangun di atas keyakinan.
🌺 Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:
اذا وجد احدكم في بطنه شيئا اخرج منه شيء ام لا فلا يخرجن من المسجد حتى يسمع صوتا او يجد ريحا
"Apabila salah seorang kalian mendapati diperutnya sesuatu apakah keluar darinya atau tidak, maka jangan sekali-kali dia keluar dari masjid sampai dia mendengar suara( kentut) atau mendapati baunya".
🚿 Jika seorang sudah berwudhu di rumah dan yakin belum batal, maka Janganlah ragu-ragu, karena dia tetap diatas thaharoh.
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
⏩ http://t.me/qowwamussunnah
✍ Dijawab oleh Ustadz Zuhair Syarif Hafizhahullah
❓ Pertanyaan:
Assalamu alaikum warohmatullahi wabarokatuh
Saya mau bertanya. Tadi waktu mau ke masjid shalat subuh, saya sudah wudhu di rumah. Lalu sampai ke masjid saya berniat wudhu lagi karrna saya sering ragu padahal saya kadang kadang yakin wudhu blum batal. Untuk menghilangkan rasa was-was saya berwudhu lagi. Ketika saya mau berwudhu laga di masjid, sudah niat dan sudah selesai pergelangan tangan, tiba-tiba air mati. Kemudian saya tidak jadi berwudhu. Apakah wudhu saya yang di rumah tadi masih sah untuk shalat apa tidak?
Mohon nasehatnya ustadz.
💡 Jawaban :
🏚 Segala sesuatu di bangun pada asalnya dan dibangun di atas keyakinan.
🌺 Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:
اذا وجد احدكم في بطنه شيئا اخرج منه شيء ام لا فلا يخرجن من المسجد حتى يسمع صوتا او يجد ريحا
"Apabila salah seorang kalian mendapati diperutnya sesuatu apakah keluar darinya atau tidak, maka jangan sekali-kali dia keluar dari masjid sampai dia mendengar suara( kentut) atau mendapati baunya".
🚿 Jika seorang sudah berwudhu di rumah dan yakin belum batal, maka Janganlah ragu-ragu, karena dia tetap diatas thaharoh.
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
⏩ http://t.me/qowwamussunnah