💺🌏 PENGUASA
ADALAH CERMINAN RAKYATNYA
Asy-Syaikh Sholih
Al-'Utsaimin [rohimahulloh] berkata :
[[ Disebutkan bahwa sebagian kholifah Bani Umayyah -aku mengiranya- yaitu Abdul Malik bin Marwan, dia mengumpulkan para pemuka masyarakat ketika dia mendengar bahwa telah banyak orang mulai berbicara mengkritisi kepemimpinannya.
Dia mengumpulkan para pemuka masyarakat dan mengatakan :
"Wahai segenap hadirin, apakah kalian menginginkan kami ini layaknya Abu Bakar dan Umar dalam memimpin kalian?"
Mereka menjawab :
"Ya, kami menghendaki demikian."
Kholifah berkata :
"Kalau begitu, menjadilah kalian seperti rakyat yang Abu Bakar dan Umar memimpin mereka (di masa itu) agar kami bisa seperti Abu Bakar dan Umar (rodhiyallohu 'anhuma)."
Maknanya, sesungguhnya moral rakyat itu selaras dengan kualitas agama (akhlak) para penguasa mereka. Maka jika penguasa berbuat dholim kepada rakyatnya, hal itu seringnya, merupakan buah perbuatan-perbuatan jelek dari rakyat itu sendiri.
Ada seorang laki-laki dari kalangan khowarij mendatangi Ali bin Abi Tholib (rodhiyallohu 'anhu) seraya berkata :
"Orang-orang banyak memprotes anda yang hal itu tidak mereka lakukan terhadap Abu Bakar dan Umar."
Ali (rodhiyallohu 'anhu) menjawab :
"Yang demikian itu karena yang menjadi rakyat Abu Bakar dan Umar adalah aku dan yang semisal aku. Sementara rakyatku adalah kamu dan yang semisal kamu."
Maknanya, bahwa jika rakyat banyak berbuat kedholiman (kemaksiatan), sebagai balasannya, mereka akan dikuasai para pemimpin yang dholim pula.]]
(Syarhu riyaadhish-shoolihiin, 1/325)
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
[•] https://telegram.me/KEUTAMAANILMU
[•] https://telegram.me/SERIAKHLAQULKARIMAH
[•] https://telegram.me/SERIFIRQOHDANALIRAN
ADALAH CERMINAN RAKYATNYA
Asy-Syaikh Sholih
Al-'Utsaimin [rohimahulloh] berkata :
[[ Disebutkan bahwa sebagian kholifah Bani Umayyah -aku mengiranya- yaitu Abdul Malik bin Marwan, dia mengumpulkan para pemuka masyarakat ketika dia mendengar bahwa telah banyak orang mulai berbicara mengkritisi kepemimpinannya.
Dia mengumpulkan para pemuka masyarakat dan mengatakan :
"Wahai segenap hadirin, apakah kalian menginginkan kami ini layaknya Abu Bakar dan Umar dalam memimpin kalian?"
Mereka menjawab :
"Ya, kami menghendaki demikian."
Kholifah berkata :
"Kalau begitu, menjadilah kalian seperti rakyat yang Abu Bakar dan Umar memimpin mereka (di masa itu) agar kami bisa seperti Abu Bakar dan Umar (rodhiyallohu 'anhuma)."
Maknanya, sesungguhnya moral rakyat itu selaras dengan kualitas agama (akhlak) para penguasa mereka. Maka jika penguasa berbuat dholim kepada rakyatnya, hal itu seringnya, merupakan buah perbuatan-perbuatan jelek dari rakyat itu sendiri.
Ada seorang laki-laki dari kalangan khowarij mendatangi Ali bin Abi Tholib (rodhiyallohu 'anhu) seraya berkata :
"Orang-orang banyak memprotes anda yang hal itu tidak mereka lakukan terhadap Abu Bakar dan Umar."
Ali (rodhiyallohu 'anhu) menjawab :
"Yang demikian itu karena yang menjadi rakyat Abu Bakar dan Umar adalah aku dan yang semisal aku. Sementara rakyatku adalah kamu dan yang semisal kamu."
Maknanya, bahwa jika rakyat banyak berbuat kedholiman (kemaksiatan), sebagai balasannya, mereka akan dikuasai para pemimpin yang dholim pula.]]
(Syarhu riyaadhish-shoolihiin, 1/325)
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
[•] https://telegram.me/KEUTAMAANILMU
[•] https://telegram.me/SERIAKHLAQULKARIMAH
[•] https://telegram.me/SERIFIRQOHDANALIRAN
📚📂PELAJARILAH AGAMA DAN BERPEGANG TEGUH DENGANNYA
▫️Berkata Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafidzahullahu:
فعلى المسلم أن يعرف دينه، وأن يتمسك به، وأن يسأل الله الثبات عليه، وأن يموت عليه.
"Maka wajib atas setiap muslim untuk mengetahui agamanya, dan berpegang teguh dengannya.
Dan senantiasa memohon kepada Allah kekokohan, serta diwafatkan di atasnya.
↪️ Dan disebutkan dalam hadits:
((إِنَّ العبد لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُونَ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا وَإِنَّ العبد لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُونَ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا)).
"Sesungguhnya seorang hamba benar-benar beramal dengan amalan penduduk jannah (surga) sehingga jarak antara dia dengan jannah itu tinggal sehasta.
Namun dia didahului oleh al kitab (catatan takdirnya) sehingga dia beramal dengan amalan penduduk neraka, maka diapun masuk ke dalamnya.
Dan sunguh seorang hamba beramal dengan amalan penduduk neraka hingga jarak antara di dengan neraka tinggal satu hasta.
Namun dia didahului oleh catatan takdir, sehingga dia beramal dengan amalan penduduk jannah, maka dia masuk ke dalamnya.”
📂Maka amalan itu tergantung akhirnya. Maka kita memohon kepada Allah husnul khatimah.
🌐Sumber artikel:
https://www.alfawzan.af.org.sa/ar/node/15156
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
🔰🌠Forum Salafy Purbalingga
↗ http://telegram.me/ForumSalafyPurbalingga
▫️Berkata Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafidzahullahu:
فعلى المسلم أن يعرف دينه، وأن يتمسك به، وأن يسأل الله الثبات عليه، وأن يموت عليه.
"Maka wajib atas setiap muslim untuk mengetahui agamanya, dan berpegang teguh dengannya.
Dan senantiasa memohon kepada Allah kekokohan, serta diwafatkan di atasnya.
↪️ Dan disebutkan dalam hadits:
((إِنَّ العبد لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُونَ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا وَإِنَّ العبد لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُونَ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا)).
"Sesungguhnya seorang hamba benar-benar beramal dengan amalan penduduk jannah (surga) sehingga jarak antara dia dengan jannah itu tinggal sehasta.
Namun dia didahului oleh al kitab (catatan takdirnya) sehingga dia beramal dengan amalan penduduk neraka, maka diapun masuk ke dalamnya.
Dan sunguh seorang hamba beramal dengan amalan penduduk neraka hingga jarak antara di dengan neraka tinggal satu hasta.
Namun dia didahului oleh catatan takdir, sehingga dia beramal dengan amalan penduduk jannah, maka dia masuk ke dalamnya.”
📂Maka amalan itu tergantung akhirnya. Maka kita memohon kepada Allah husnul khatimah.
🌐Sumber artikel:
https://www.alfawzan.af.org.sa/ar/node/15156
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
🔰🌠Forum Salafy Purbalingga
↗ http://telegram.me/ForumSalafyPurbalingga
⚠🌷
Mau Tidur Ingat Kamu, Mau Makan Ingat Kamu, Sampai Mau Shalat pun Ingat Kamu..
Siapa sih "kamu" itu? Kok istimewa banget..
Ternyata "kamu" itu adalah dunia. Termasuk dunia adalah harta, wanita, tahta dan lainnya yang masuk ke dalam kategori dunia, dan ini tentunya tercela.
Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullahu berkata :
" Kebanyakan manusia telah berlebih-lebihan di dalam mencintai dunia sehingga mereka tersibukkan dari berbuat taat kepada Allah.
Dunia telah menjadi obsesi terbesar baginya dan menjadi labuhan amalannya. Hatinya sibuk (selalu memikirkan) dunia di kala tidurnya, ketika terjaganya, kala makan dan minumnya, di kesendiriannya, di tempat kumpulnya.
Sampai pun ketika ibadah dan shalat, hatinya selalu sibuk dengan dunia ..."
📚(Lihat Adh Dhiyaul Lami-Syaikh Utsaimin, hal. 152, cet. Maktabatush Shafa 2005).
Semoga Allah taala memberikan keistiqamahan kepada kita semua di atas ketaatan dan al haq, amin.
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
💐 Wa Sedikit Faidah Saja (SFS)
💾 Arsip lama terkumpul di catatankajianku.blogspot.com dan di link telegram http://bit.ly/1OMF2xr
●Channel Telegram SedikitFaidahSaja
Mau Tidur Ingat Kamu, Mau Makan Ingat Kamu, Sampai Mau Shalat pun Ingat Kamu..
Siapa sih "kamu" itu? Kok istimewa banget..
Ternyata "kamu" itu adalah dunia. Termasuk dunia adalah harta, wanita, tahta dan lainnya yang masuk ke dalam kategori dunia, dan ini tentunya tercela.
Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullahu berkata :
" Kebanyakan manusia telah berlebih-lebihan di dalam mencintai dunia sehingga mereka tersibukkan dari berbuat taat kepada Allah.
Dunia telah menjadi obsesi terbesar baginya dan menjadi labuhan amalannya. Hatinya sibuk (selalu memikirkan) dunia di kala tidurnya, ketika terjaganya, kala makan dan minumnya, di kesendiriannya, di tempat kumpulnya.
Sampai pun ketika ibadah dan shalat, hatinya selalu sibuk dengan dunia ..."
📚(Lihat Adh Dhiyaul Lami-Syaikh Utsaimin, hal. 152, cet. Maktabatush Shafa 2005).
Semoga Allah taala memberikan keistiqamahan kepada kita semua di atas ketaatan dan al haq, amin.
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
💐 Wa Sedikit Faidah Saja (SFS)
💾 Arsip lama terkumpul di catatankajianku.blogspot.com dan di link telegram http://bit.ly/1OMF2xr
●Channel Telegram SedikitFaidahSaja
✊🏻🥀🌱APAKAH MASIH WAJIB TAAT PADA KEDUA ORANG TUA YANG MENINGGALKAN SHALAT❓
🎙 Assyaikh Al-Allamah Muqbil Ibnu Hadi Al-Wadi'i rahimahullah
Pertanyaan:
Apakah boleh menaati kedua orang tua apabila mereka meninggalkan shalat
Jawaban:
📖 Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:
ا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْروفا
"Pergaulilah mereka didunia dengan baik" (Luqman: 15)
📖 Dan Nabi shallallahu alaihi wa salam bersabda:
إنما الطاعة في المعروف
"Hanyalah ketaatan itu dalam perkara yang ma'ruf (kebaikan)"
Maka kamu taati kedua orang tuamu apabila mereka memerintahkanmu terhadap perkara kebaikan, dan jangan ditaati apabila mereka memerintahkanmu untuk melakukan kemaksiatan kepada Allah.
Sumber:
💻 http://www.muqbel.net/fatwa.php?fatwa_id=840
Alih bahasa:
Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu 'Umar غفرالرحمن له.
Sumber:
https://t.me/alfudhail
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
🎙 Assyaikh Al-Allamah Muqbil Ibnu Hadi Al-Wadi'i rahimahullah
Pertanyaan:
Apakah boleh menaati kedua orang tua apabila mereka meninggalkan shalat
Jawaban:
📖 Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:
ا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْروفا
"Pergaulilah mereka didunia dengan baik" (Luqman: 15)
📖 Dan Nabi shallallahu alaihi wa salam bersabda:
إنما الطاعة في المعروف
"Hanyalah ketaatan itu dalam perkara yang ma'ruf (kebaikan)"
Maka kamu taati kedua orang tuamu apabila mereka memerintahkanmu terhadap perkara kebaikan, dan jangan ditaati apabila mereka memerintahkanmu untuk melakukan kemaksiatan kepada Allah.
Sumber:
💻 http://www.muqbel.net/fatwa.php?fatwa_id=840
Alih bahasa:
Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu 'Umar غفرالرحمن له.
Sumber:
https://t.me/alfudhail
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
📢✋🏻‼💥 INILAH YANG BERMANFAAT BAGIMU
✍🏻 Al-'Allamah Ahmad an-Najmi rahimahullah berkata:
فو الله لا ينفعك عند الله فلان ولا علان، وإنما ينفعك قيامك بالحق ونصرك له ولأهله
"Demi Allah, Fulan dan Allan tidak akan memberimu manfaat di sisi Allah. Yang bermanfaat bagimu (adalah) engkau menegakkan kebenaran, membelanya, dan membela pengusungnya."
📚 Raddul Jawab 54
Sumber:
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ http://telegram.me/ForumSalafy
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
✍🏻 Al-'Allamah Ahmad an-Najmi rahimahullah berkata:
فو الله لا ينفعك عند الله فلان ولا علان، وإنما ينفعك قيامك بالحق ونصرك له ولأهله
"Demi Allah, Fulan dan Allan tidak akan memberimu manfaat di sisi Allah. Yang bermanfaat bagimu (adalah) engkau menegakkan kebenaran, membelanya, dan membela pengusungnya."
📚 Raddul Jawab 54
Sumber:
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ http://telegram.me/ForumSalafy
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
💽 Rekaman – AUDIO KAJIAN DAUROH PAMA
🔰 Kajian Islam Ilmiyyah Bontang
🗓 11-12 Jumadil Akhir 1440 H / 16-17 Februari 2019 M
💺 Pemateri :
Al-Ustadz Muhammad Rijal, Lc حفظه الله تعالى
🔊 Versi 32 Kbps
📚 Tema Kajian 1 : “RASAKAN PAHITNYA KEJUJURAN BUKAN MANISNYA KEBOHONGAN”
🕐 Durasi : 00:39:46 || 9 MB
🕌 Tempat : MASJID NURUL IMAN (PAMA OFFICE)
📚 Tema Kajian 2 : “BIJAK MENGGUNAKAN MEDSOS”
🕐 Durasi : 00:49:27 || 11 MB
🕌 Tempat : MASJID AL HIJRAH (PAMA CAMP 2000)
📚 Tema kajian 3 : "SUDAHKAH ANDA BERSYUKUR ?
🕐 Durasi : 00:28:12 || 6 MB
🕌 Tempat : MASJID AL HIJRAH (PAMA CAMP 2000)
══════ ❁🍁❁ ══════
💿 Rekaman Kajian Ma'had Darus Salaf Al Islamy Bontang, insyaallah dapat di unduh (Download) di : 📥📥📥
📱 Chanel Telgram :
@audiokajianilmiahbontang
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
🔰 Kajian Islam Ilmiyyah Bontang
🗓 11-12 Jumadil Akhir 1440 H / 16-17 Februari 2019 M
💺 Pemateri :
Al-Ustadz Muhammad Rijal, Lc حفظه الله تعالى
🔊 Versi 32 Kbps
📚 Tema Kajian 1 : “RASAKAN PAHITNYA KEJUJURAN BUKAN MANISNYA KEBOHONGAN”
🕐 Durasi : 00:39:46 || 9 MB
🕌 Tempat : MASJID NURUL IMAN (PAMA OFFICE)
📚 Tema Kajian 2 : “BIJAK MENGGUNAKAN MEDSOS”
🕐 Durasi : 00:49:27 || 11 MB
🕌 Tempat : MASJID AL HIJRAH (PAMA CAMP 2000)
📚 Tema kajian 3 : "SUDAHKAH ANDA BERSYUKUR ?
🕐 Durasi : 00:28:12 || 6 MB
🕌 Tempat : MASJID AL HIJRAH (PAMA CAMP 2000)
══════ ❁🍁❁ ══════
💿 Rekaman Kajian Ma'had Darus Salaf Al Islamy Bontang, insyaallah dapat di unduh (Download) di : 📥📥📥
📱 Chanel Telgram :
@audiokajianilmiahbontang
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
🌊🛣 MANUSIA YANG LEMAH
▫ Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al 'Utsaimin rahimahullah berkata,
والعاجز من أتبع نفسه هواها وصار لا يهتمُّ إلا بأمور الدنيا
"Orang yang lemah ialah yang selalu tunduk pada hawa nafsunya. Sehingga yang jadi pikirannya hanya dunia dan dunia." (Syarah Riyadhus Shalihin, I/508)
✍ Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
Hari Ahadi, (09:35) 18 Jumadil Akhir 1440 / 23 Februari 2019
_____________
▶️ Mari ikut berdakwah dengan turut serta membagikan artikel ini, asalkan ikhlas insyaallah dapat pahala.
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
📡 https://t.me/nasehatetam
🖥 www.nasehatetam.net
▫ Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al 'Utsaimin rahimahullah berkata,
والعاجز من أتبع نفسه هواها وصار لا يهتمُّ إلا بأمور الدنيا
"Orang yang lemah ialah yang selalu tunduk pada hawa nafsunya. Sehingga yang jadi pikirannya hanya dunia dan dunia." (Syarah Riyadhus Shalihin, I/508)
✍ Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
Hari Ahadi, (09:35) 18 Jumadil Akhir 1440 / 23 Februari 2019
_____________
▶️ Mari ikut berdakwah dengan turut serta membagikan artikel ini, asalkan ikhlas insyaallah dapat pahala.
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
📡 https://t.me/nasehatetam
🖥 www.nasehatetam.net
TIDAK BOLEH
MENDAHULUKAN
UCAPAN SEORANG
PUN DIATAS
UCAPAN RASULULLAH
Shallallahu 'alahi
wa sallam
#mendahulukan
#ucapan
#rasulullah
Join Us
@salafypalembang
MENDAHULUKAN
UCAPAN SEORANG
PUN DIATAS
UCAPAN RASULULLAH
Shallallahu 'alahi
wa sallam
#mendahulukan
#ucapan
#rasulullah
Join Us
@salafypalembang
TIGA JALAN MENDEKAT KEPADA ALLAH
🎙Al-Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyah rahimahullah berkata :
"Wasilah terdekat menuju Allah :
▪senantiasa di atas Sunnah dan berpihak padanya secara lahir dan batin,
▪selalu merasakan faqir(butuh) kepada Allah,
▪menghendaki wajah-Nya semata dalam segala ucapan dan perbuatan.
☝🏻Tidak seorangpun akan sampai kepada Allah kecuali dengan perantara tiga hal ini.
❗Dan tidak seorang pun terputus dari-Nya kecuali dengan terputusnya ia dari hal-hal tersebut atau dari salah satunya."
📖 Al-Fawaaid, Ibnul Qayyim, hal. 143.
Sumber:
https://t.me/joinchat/AAAAAETpggfZv9PbbPzFPA
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
🎙Al-Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyah rahimahullah berkata :
"Wasilah terdekat menuju Allah :
▪senantiasa di atas Sunnah dan berpihak padanya secara lahir dan batin,
▪selalu merasakan faqir(butuh) kepada Allah,
▪menghendaki wajah-Nya semata dalam segala ucapan dan perbuatan.
☝🏻Tidak seorangpun akan sampai kepada Allah kecuali dengan perantara tiga hal ini.
❗Dan tidak seorang pun terputus dari-Nya kecuali dengan terputusnya ia dari hal-hal tersebut atau dari salah satunya."
📖 Al-Fawaaid, Ibnul Qayyim, hal. 143.
Sumber:
https://t.me/joinchat/AAAAAETpggfZv9PbbPzFPA
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
🌷🛡BUAH DARI KEISTIQOMAHAN
💡Allah ta'ala berfirman:
{إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ}
"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan:
"Rabb kami adalah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan:
"Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu".
Q.S Fushilat: 30
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
🔰🌠Forum Salafy Purbalingga
↗ http://telegram.me/ForumSalafyPurbalingga
💡Allah ta'ala berfirman:
{إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ}
"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan:
"Rabb kami adalah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan:
"Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu".
Q.S Fushilat: 30
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
🔰🌠Forum Salafy Purbalingga
↗ http://telegram.me/ForumSalafyPurbalingga
Rahasia Dibalik Tongkat Imam Asy Syafi'i
Ditanyakan kepada Imam Asy Syafi'i Rohimahullah Taa'la :
Mengapa engkau senantiasa memengang tongkat padahal engkau tidaklah lemah
Beliau menjawab :
Agar aku selalu ingat bahwa aku adalah seorang musafir di dunia ini
Beliau berkata :
Barangsiapa yang menyaksikan kelemahan dirinya maka dia akan meraih keistiqomahan.
📚Al Majmu' Syarhul Muhadzab 1/31
وقيل للشافعي : مالك تدمن إمساك العصا ، ولست بضعيف ؟ فقال : لأذكر أني مسافر يعني في الدنيا ، وقال : من شهد الضعف من نفسه نال الاستقامة
المجموع شرح المهذب ١/٣١
19 Jumadil Akhir 1440
Daarul Hadits Al Bayyinah
Sidayu Gresik
Harrosahallah
Sumber:
Channel Telegram Ukhuwah Imaniyah :
http://bit.ly/uimusy
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Ditanyakan kepada Imam Asy Syafi'i Rohimahullah Taa'la :
Mengapa engkau senantiasa memengang tongkat padahal engkau tidaklah lemah
Beliau menjawab :
Agar aku selalu ingat bahwa aku adalah seorang musafir di dunia ini
Beliau berkata :
Barangsiapa yang menyaksikan kelemahan dirinya maka dia akan meraih keistiqomahan.
📚Al Majmu' Syarhul Muhadzab 1/31
وقيل للشافعي : مالك تدمن إمساك العصا ، ولست بضعيف ؟ فقال : لأذكر أني مسافر يعني في الدنيا ، وقال : من شهد الضعف من نفسه نال الاستقامة
المجموع شرح المهذب ١/٣١
19 Jumadil Akhir 1440
Daarul Hadits Al Bayyinah
Sidayu Gresik
Harrosahallah
Sumber:
Channel Telegram Ukhuwah Imaniyah :
http://bit.ly/uimusy
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Bukan Semangat Kaleng-Kaleng
Thalabul ilmi atau ngaji adalah ciri khasnya seorang yang mengaku salafy ahlussunnah wal jamaah, karena mereka tidak boleh ridha dengan kebodohan. Oleh karena itu, dia harus semangat untuk datang ke majelis taklim agar bisa mendengar ilmu dan tidak menjadi orang yang bodoh terhadap agamanya.
Lihatlah para ulama salaf! Mereka adalah teladan di dalam mencari ilmu, karena semangat mereka bukan semangat kaleng-kaleng. Ini buktinya:
Sampai rela menginap agar dapat tempat di depan majelis
Al Hafizh Ja'far ibn Durustuwiyah, salah seorang murid dari Al Imam Ali ibnul Madini al Bashri rahimahullahu pernah mengisahkan tentang majelis syaikhnya, Ali ibnul Madini. Beliau bercerita, "Dahulu jika ingin bermajelis di majelisnya Imam Ibnul Madini, kami akan mendatanginya di waktu ashar, padahal majelis akan dibuka pada esok harinya. Kami pun duduk menunggu sepanjang malam di tempat kami karena khawatir jika tidak melakukan hal ini niscaya kami besok tidak mendapat tempat untuk mendengar hadits-hadits dari syaikh."
(Al Jamiu li Akhlaqir Rawi-Khathib al Baghdadi 2/138 dan Al Adabusy Syariah-Ibnu Muflih 2/148).
Mengulang pelajaran sampai 100 kali, 70 kali dan 50 kali Ibnul Jauzi rahimahullahu menyebutkan, "Dahulu Abu Ishaq asy Syairazi mengulang-ulang pelajarannya sebanyak 100 kali, sedangkan Al Kiya (salah seorang ulama Asy Syafi'iyah) mengulang-ulang pelajarannya sebanyak 70 kali. Al Hasan ibn Abi Bakr an Naisaburi al Faqih berkata kepada kami, Tidaklah tercapai hafalanku seperti ini (kuat) sampai diulang sebanyak 50 kali.
(Al Hatsu ala Hifzhil Ilmi-Ibnul Jauzi, dinukil dari Al Jami fil Hatsi ala Hifzhil Ilmi, hal. 254, Maktabah Ibni Taimiyyah 1991).
Lebih suka ilmu dibanding keluarga Sufyan ibn Uyainah berkata bahwa Mutharrif rahimahullahu pernah mengatakan, "Aku lebih menyukai duduk-duduk dengan kalian (para ahlul hadits) dibandingkan aku bersama keluargaku."
(Sanadnya shahih, dinukil dari Syarafu Ashabil Hadits-Khathib al Baghdadi, hal. 132, cet. Darul Furqan 2008).
Menuntut ilmu lebih disuka dibanding bersedekah dengan seluruh isi dunia Al Hasan rahimahullahu berkata, "Sesungguhnya aku belajar satu bab dari permasalahan ilmu, kemudian aku ajarkan kepada seorang muslim, maka itu lebih aku sukai dibandingkan dengan mendapatkan dunia seluruhnya yang aku salurkan di jalan Allah."
(Sanadnya shahih, lihat Shahih Al Faqih wal Mutafaqqih li Khathib al Baghdadi, hal. 13, cet. Darul Wathan 1997).
Belajar tak kenal batas waktu dan tempat Abu Hilal Al Hasan ibn Abdillah al Askari rahimahullahu berkata, "Abu Bakr al Khiyath an Nahwi selalu belajar di setiap waktunya, sampaipun ketika di jalan. Teradang dia sampai terjungkal ke tebing atau menabrak ketika berkendaraan dengan hewannya.
(Al Hatsu ala Thalabil Ilmi wal Ijtihadi fi Jam'ihi- Abu Hilal Al Hasan ibn Abdillah al Askari, hal. 40, cet. Maktabah Ibni Taimiyyah 1991)
Umur bukan halangan tuk belajar Imam Adz Dzahabi rahimahullah berkata tentang Imam Abu Bakr al Qaffal, Abdullah ibn Ahmad al Khurasani rahimahullahu (termasuk dari ulama asy syafi'iyyah), "Beliau memulai belajar ilmu padahal umurnya sudah 30 tahun. Beliau pun tinggalkan pekerjaannya untuk memfokuskan diri kepada ilmu (pekerjaannya ketika itu adalah tukang kunci).
(Siyar Alamun Nubala 17/407).
Semoga ini bisa bermanfaat buat saya selaku penulis dan kaum muslimin pada umumnya, amin.
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
💐 Sedikit Faidah Saja (SFS)
💾 Arsip lama terkumpul di catatankajianku.blogspot.com dan di link telegram http://bit.ly/1OMF2xr
@SedikitFaidahSaja
#ilmu
Thalabul ilmi atau ngaji adalah ciri khasnya seorang yang mengaku salafy ahlussunnah wal jamaah, karena mereka tidak boleh ridha dengan kebodohan. Oleh karena itu, dia harus semangat untuk datang ke majelis taklim agar bisa mendengar ilmu dan tidak menjadi orang yang bodoh terhadap agamanya.
Lihatlah para ulama salaf! Mereka adalah teladan di dalam mencari ilmu, karena semangat mereka bukan semangat kaleng-kaleng. Ini buktinya:
Sampai rela menginap agar dapat tempat di depan majelis
Al Hafizh Ja'far ibn Durustuwiyah, salah seorang murid dari Al Imam Ali ibnul Madini al Bashri rahimahullahu pernah mengisahkan tentang majelis syaikhnya, Ali ibnul Madini. Beliau bercerita, "Dahulu jika ingin bermajelis di majelisnya Imam Ibnul Madini, kami akan mendatanginya di waktu ashar, padahal majelis akan dibuka pada esok harinya. Kami pun duduk menunggu sepanjang malam di tempat kami karena khawatir jika tidak melakukan hal ini niscaya kami besok tidak mendapat tempat untuk mendengar hadits-hadits dari syaikh."
(Al Jamiu li Akhlaqir Rawi-Khathib al Baghdadi 2/138 dan Al Adabusy Syariah-Ibnu Muflih 2/148).
Mengulang pelajaran sampai 100 kali, 70 kali dan 50 kali Ibnul Jauzi rahimahullahu menyebutkan, "Dahulu Abu Ishaq asy Syairazi mengulang-ulang pelajarannya sebanyak 100 kali, sedangkan Al Kiya (salah seorang ulama Asy Syafi'iyah) mengulang-ulang pelajarannya sebanyak 70 kali. Al Hasan ibn Abi Bakr an Naisaburi al Faqih berkata kepada kami, Tidaklah tercapai hafalanku seperti ini (kuat) sampai diulang sebanyak 50 kali.
(Al Hatsu ala Hifzhil Ilmi-Ibnul Jauzi, dinukil dari Al Jami fil Hatsi ala Hifzhil Ilmi, hal. 254, Maktabah Ibni Taimiyyah 1991).
Lebih suka ilmu dibanding keluarga Sufyan ibn Uyainah berkata bahwa Mutharrif rahimahullahu pernah mengatakan, "Aku lebih menyukai duduk-duduk dengan kalian (para ahlul hadits) dibandingkan aku bersama keluargaku."
(Sanadnya shahih, dinukil dari Syarafu Ashabil Hadits-Khathib al Baghdadi, hal. 132, cet. Darul Furqan 2008).
Menuntut ilmu lebih disuka dibanding bersedekah dengan seluruh isi dunia Al Hasan rahimahullahu berkata, "Sesungguhnya aku belajar satu bab dari permasalahan ilmu, kemudian aku ajarkan kepada seorang muslim, maka itu lebih aku sukai dibandingkan dengan mendapatkan dunia seluruhnya yang aku salurkan di jalan Allah."
(Sanadnya shahih, lihat Shahih Al Faqih wal Mutafaqqih li Khathib al Baghdadi, hal. 13, cet. Darul Wathan 1997).
Belajar tak kenal batas waktu dan tempat Abu Hilal Al Hasan ibn Abdillah al Askari rahimahullahu berkata, "Abu Bakr al Khiyath an Nahwi selalu belajar di setiap waktunya, sampaipun ketika di jalan. Teradang dia sampai terjungkal ke tebing atau menabrak ketika berkendaraan dengan hewannya.
(Al Hatsu ala Thalabil Ilmi wal Ijtihadi fi Jam'ihi- Abu Hilal Al Hasan ibn Abdillah al Askari, hal. 40, cet. Maktabah Ibni Taimiyyah 1991)
Umur bukan halangan tuk belajar Imam Adz Dzahabi rahimahullah berkata tentang Imam Abu Bakr al Qaffal, Abdullah ibn Ahmad al Khurasani rahimahullahu (termasuk dari ulama asy syafi'iyyah), "Beliau memulai belajar ilmu padahal umurnya sudah 30 tahun. Beliau pun tinggalkan pekerjaannya untuk memfokuskan diri kepada ilmu (pekerjaannya ketika itu adalah tukang kunci).
(Siyar Alamun Nubala 17/407).
Semoga ini bisa bermanfaat buat saya selaku penulis dan kaum muslimin pada umumnya, amin.
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
💐 Sedikit Faidah Saja (SFS)
💾 Arsip lama terkumpul di catatankajianku.blogspot.com dan di link telegram http://bit.ly/1OMF2xr
@SedikitFaidahSaja
#ilmu
🗓🔎🕰SEBERAPA JAUH KEBENARAN KALENDER TAHUNAN DAN APA HUKUMNYA MENGANDALKANNYA DALAM PENENTUAN WAKTU SHOLAT
📜Mufti: Syaikh Ibnu Baz rahimahullah
Pertanyaan:
Kalender tahunan di mana tanggal dan waktu shalat tertulis di muka. Apakah orang yang menulisnya di muka itu tahu waktu shalat, padahal tidak ada yang tahu hal yang ghaib kecuali Allah? Apakah penggunaan kalender ini haram, dan apa hukum orang yang beramal dengan kalender?
Jawab:
Kalender hal yang sudah diketahui, memiliki metode yang diketahui, dan hitungan yang diketahui, dan bukan termasuk ilmu yang ghaib. Kalender memiliki hitungan yang diketahui dalam ketepatan kapan masuknya bulan, dan keluarnya bulan, dan ketepatan hari dan malam dalam menit dan jam. Semuanya ini diketahui, memiliki metode perhitungan yang diketahui, bukan termasuk ilmu ghaib, sehingga Anda tidak semestinya menganggap bahwa itu adalah termasuk ilmu ghaib- wahai penanya- - tetapi hal-hal ini diketahui memiliki metode dan telah diketahui hitungan yang menjadi dasar ahli hisab, dan mereka tahu maksudnya. Maka, di dalamnya tidak terkandung ilmu ghaib."
🌎 https://binbaz.org.sa/old/32867
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
📱http://t.me/ukhwh
ما مدى صحة التقويم السنوي وما حكم الاعتماد عليه في مواعيد الصلوات
السؤال
التقويم السنوي الذي يكتب فيه التاريخ ومواعيد الصلاة مقدماً، هل من يكتبه يعلم بالمواعيد مقدماً ولا يعلم الغيب إلا الله، وهل استعمال التقويم حرام، وما حكم من يعمل التقويم؟
الجواب
التقاويم معروفة ، لها طرق معروفة، وحساب معروف، وما هو من علم الغيب، لها حساب معروف في ضبط متى دخول الشهر، وخروج الشهر ، وضبط الأيام والليالي بالدقائق والساعات كل هذا شيء معروف، له طر ق حسابية معروفة، ليست من علم الغيب، فلا ينبغي أن تظن أنه من علم الغيب - أيها السائل- ، بل هذه أمور معروفة لها طرق ولها حسابات معروفة يسير عليها الحاسبون ، ويدركون معناها، فليس فيها من علم الغيب شيء.
📜Mufti: Syaikh Ibnu Baz rahimahullah
Pertanyaan:
Kalender tahunan di mana tanggal dan waktu shalat tertulis di muka. Apakah orang yang menulisnya di muka itu tahu waktu shalat, padahal tidak ada yang tahu hal yang ghaib kecuali Allah? Apakah penggunaan kalender ini haram, dan apa hukum orang yang beramal dengan kalender?
Jawab:
Kalender hal yang sudah diketahui, memiliki metode yang diketahui, dan hitungan yang diketahui, dan bukan termasuk ilmu yang ghaib. Kalender memiliki hitungan yang diketahui dalam ketepatan kapan masuknya bulan, dan keluarnya bulan, dan ketepatan hari dan malam dalam menit dan jam. Semuanya ini diketahui, memiliki metode perhitungan yang diketahui, bukan termasuk ilmu ghaib, sehingga Anda tidak semestinya menganggap bahwa itu adalah termasuk ilmu ghaib- wahai penanya- - tetapi hal-hal ini diketahui memiliki metode dan telah diketahui hitungan yang menjadi dasar ahli hisab, dan mereka tahu maksudnya. Maka, di dalamnya tidak terkandung ilmu ghaib."
🌎 https://binbaz.org.sa/old/32867
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
📱http://t.me/ukhwh
ما مدى صحة التقويم السنوي وما حكم الاعتماد عليه في مواعيد الصلوات
السؤال
التقويم السنوي الذي يكتب فيه التاريخ ومواعيد الصلاة مقدماً، هل من يكتبه يعلم بالمواعيد مقدماً ولا يعلم الغيب إلا الله، وهل استعمال التقويم حرام، وما حكم من يعمل التقويم؟
الجواب
التقاويم معروفة ، لها طرق معروفة، وحساب معروف، وما هو من علم الغيب، لها حساب معروف في ضبط متى دخول الشهر، وخروج الشهر ، وضبط الأيام والليالي بالدقائق والساعات كل هذا شيء معروف، له طر ق حسابية معروفة، ليست من علم الغيب، فلا ينبغي أن تظن أنه من علم الغيب - أيها السائل- ، بل هذه أمور معروفة لها طرق ولها حسابات معروفة يسير عليها الحاسبون ، ويدركون معناها، فليس فيها من علم الغيب شيء.
🔬🌾🗓HUKUM SHALAT SEBELUM WAKTU YANG DITENTUKAN DALAM KALENDER
💎Mufti: Syaikh Ibnu Baz rahimahullah
Pertanyaan:
Dia mengajukan pertanyaan lain, dan dia berkata: “Saya mendengar dari seseorang yang berkata:“ Boleh bagi seorang Muslim untuk shalat 'Isya sebelum waktu yang ditentukan dalam kalender. Apakah ini benar, dan jika itu benar, apa dalilnya?Mohon beri tahu kami, barakallahu fykum
Jawaban:
Tidak diperbolehkan bagi siapa pun untuk sholat lima waktu sebelum kalender shalat, sebelum waktunya, tetapi ia harus mematuhi kalender yang ditentukan sehingga sholat tidak dilakukan bukan pada waktunya, kecuali ia tahu bahwa penentuan waktu itu bertentangan dengan waktu syar'i, seperti saat di padang pasir ia melihat waktu shubuh telah terbit--fajar shadiq--sebelum waktu di kalender, maka ia shalat. Atau dia melihat matahari terbenam saat ia di padang pasir, maka ia shalat jika matahari terbenam dan ia tidak berpegang dengan waktu shalat kalender.
Tetapi jika dia tidak memiliki pengetahuan, dia terikat oleh kalender, karena kalender telah diupayakan dengan sungguh-sungguh oleh sebuah komite dan telah diurus untuk kepentingan umat Islam dan untuk kenyamanan mereka. Ini wajib untuk dipatuhi pada seluruh waktunya kecuali dalam kasus seseorang yang mengetahui bahwa waktu shalat telah masuk sebelum waktu kalender. Sebagaimana yang kami contohkan, seperti seseorang yang ada di padang pasir saat bepergian dan ia memiliki jadwal shalat, namun ia melihat waktu shubuh telah jelas sebelum waktu kalender, atau ia melihat waktu kalender lebih awal dan waktu shubuh belum tampak, maka jangan berpegang dengan kalender tetapi ia bersandar dengan tanda waktu shubuh. Jika waktu kalender lebih awal menunjukkan waktu Shubuh sedangkan ia berada di padang pasir, maka jangan shalat sampai jelas tanda shubuh. Sebaliknya jika kalender waktu shalat Shubuh lebih lambat dan ia melihat tanda waktu Shubuh bertentangan dengan kalender dan telah tampak jelas cahaya yakni waktu shubuh sebenarnya, maka ia berpegang dengan apa yang ia lihat dan jangan ia mempedulikan kalender. Demikian pula saat Maghrib, Zhuhur, dan Ashar, jika ia melihat matahari telah tergelincir dari tengah langit sebelum kalender, maka berpeganglah dengannya. Atau ia melihat matahari telah tenggelam sebelum kalender, ia melihatnya dengan pandangannya, berpeganglah dengannya.Ya.
Pembawa acara: Semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan.
🌎 https://binbaz.org.sa/fatwas/15636/%D8%AD%D9%83%D9%85-%D8%A7%D9%84%D8%B5%D9%84%D8%A7%D8%A9-%D9%82%D8%A8%D9%84-%D8%A7%D9%84%D9%88%D9%82%D8%AA-%D8%A7%D9%84%D9%85%D8%AD%D8%AF%D8%AF-%D9%81%D9%8A-%D8%A7%D9%84%D8%AA%D9%82%D9%88%D9%8A%D9%85
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
📱http://t.me/ukhwh
السؤال:
يسأل سؤالًا آخر فيقول: سمعت من أحد الأشخاص قولًا، وهو: يجوز للمسلم أن يصلي صلاة العشاء قبل الوقت المحدد لها في التقويم، فهل هذا صحيح، وإن كان صحيحًا فما هو الدليل على ذلك؟ أفيدونا بارك الله فيكم.
الجواب:
ليس لأحد أن يصلي الصلوات الخمس قبل التقويم، قبل الوقت، بل عليه أن يتقيد بالتقويم الموضوع؛ حتى لا يوقع الصلاة في غير وقتها، إلا إذا علم أن التوقيت مخالف للوقت الشرعي كالذي في الصحراء مثلًا، ورأى الصبح قد طلع -الصبح الصادق- قبل التقويم يصلي، أو رأى الشمس غربت قبل التقويم وهو في الصحراء يصلي إذا غربت الشمس ولا عليه من التقويم. أما إذا كان ما عنده علم يتقيد بالتقويم؛ لأن التقويم قد اجتهدت به لجنة واعتنت به لمصلحة المسلمين، ولراحتهم، فالواجب التقيد به في جميع الأوقات، إلا في حق من علم أن الوقت قد دخل قبل التقويم، كما مثلنا كالذي مثلًا في الصحراء في السفر ومعه التقويم؛ لكن رأى الصبح قد بان واتضح قبل التقويم، أو رأى التقويم مبكر والصبح ما بعد خرج، فلا يعتمد التقويم، بل يعتمد الصبح، فإذا كان التقويم قد بكر وهو في الصحراء يشوف الصبح؛ لا يصلي حتى يتضح الصبح، وإذا كان التقويم قد تأخر، ورأى الصبح خالف التقويم وطلع ضوء بين، الصبح الصادق يعتمد ما رآه، ولا يهمه التقويم، كذلك في الغروب والظهر والعصر إذا رأى أن الشمس قد زالت قبل التقويم؛ اعتمد ذلك، أو رآها قد غربت قبل التقويم، يراها بعينه اعتمد ذلك، لا بأس. نعم.
المقدم: جزاكم الله خيرًا.
💎Mufti: Syaikh Ibnu Baz rahimahullah
Pertanyaan:
Dia mengajukan pertanyaan lain, dan dia berkata: “Saya mendengar dari seseorang yang berkata:“ Boleh bagi seorang Muslim untuk shalat 'Isya sebelum waktu yang ditentukan dalam kalender. Apakah ini benar, dan jika itu benar, apa dalilnya?Mohon beri tahu kami, barakallahu fykum
Jawaban:
Tidak diperbolehkan bagi siapa pun untuk sholat lima waktu sebelum kalender shalat, sebelum waktunya, tetapi ia harus mematuhi kalender yang ditentukan sehingga sholat tidak dilakukan bukan pada waktunya, kecuali ia tahu bahwa penentuan waktu itu bertentangan dengan waktu syar'i, seperti saat di padang pasir ia melihat waktu shubuh telah terbit--fajar shadiq--sebelum waktu di kalender, maka ia shalat. Atau dia melihat matahari terbenam saat ia di padang pasir, maka ia shalat jika matahari terbenam dan ia tidak berpegang dengan waktu shalat kalender.
Tetapi jika dia tidak memiliki pengetahuan, dia terikat oleh kalender, karena kalender telah diupayakan dengan sungguh-sungguh oleh sebuah komite dan telah diurus untuk kepentingan umat Islam dan untuk kenyamanan mereka. Ini wajib untuk dipatuhi pada seluruh waktunya kecuali dalam kasus seseorang yang mengetahui bahwa waktu shalat telah masuk sebelum waktu kalender. Sebagaimana yang kami contohkan, seperti seseorang yang ada di padang pasir saat bepergian dan ia memiliki jadwal shalat, namun ia melihat waktu shubuh telah jelas sebelum waktu kalender, atau ia melihat waktu kalender lebih awal dan waktu shubuh belum tampak, maka jangan berpegang dengan kalender tetapi ia bersandar dengan tanda waktu shubuh. Jika waktu kalender lebih awal menunjukkan waktu Shubuh sedangkan ia berada di padang pasir, maka jangan shalat sampai jelas tanda shubuh. Sebaliknya jika kalender waktu shalat Shubuh lebih lambat dan ia melihat tanda waktu Shubuh bertentangan dengan kalender dan telah tampak jelas cahaya yakni waktu shubuh sebenarnya, maka ia berpegang dengan apa yang ia lihat dan jangan ia mempedulikan kalender. Demikian pula saat Maghrib, Zhuhur, dan Ashar, jika ia melihat matahari telah tergelincir dari tengah langit sebelum kalender, maka berpeganglah dengannya. Atau ia melihat matahari telah tenggelam sebelum kalender, ia melihatnya dengan pandangannya, berpeganglah dengannya.Ya.
Pembawa acara: Semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan.
🌎 https://binbaz.org.sa/fatwas/15636/%D8%AD%D9%83%D9%85-%D8%A7%D9%84%D8%B5%D9%84%D8%A7%D8%A9-%D9%82%D8%A8%D9%84-%D8%A7%D9%84%D9%88%D9%82%D8%AA-%D8%A7%D9%84%D9%85%D8%AD%D8%AF%D8%AF-%D9%81%D9%8A-%D8%A7%D9%84%D8%AA%D9%82%D9%88%D9%8A%D9%85
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
📱http://t.me/ukhwh
السؤال:
يسأل سؤالًا آخر فيقول: سمعت من أحد الأشخاص قولًا، وهو: يجوز للمسلم أن يصلي صلاة العشاء قبل الوقت المحدد لها في التقويم، فهل هذا صحيح، وإن كان صحيحًا فما هو الدليل على ذلك؟ أفيدونا بارك الله فيكم.
الجواب:
ليس لأحد أن يصلي الصلوات الخمس قبل التقويم، قبل الوقت، بل عليه أن يتقيد بالتقويم الموضوع؛ حتى لا يوقع الصلاة في غير وقتها، إلا إذا علم أن التوقيت مخالف للوقت الشرعي كالذي في الصحراء مثلًا، ورأى الصبح قد طلع -الصبح الصادق- قبل التقويم يصلي، أو رأى الشمس غربت قبل التقويم وهو في الصحراء يصلي إذا غربت الشمس ولا عليه من التقويم. أما إذا كان ما عنده علم يتقيد بالتقويم؛ لأن التقويم قد اجتهدت به لجنة واعتنت به لمصلحة المسلمين، ولراحتهم، فالواجب التقيد به في جميع الأوقات، إلا في حق من علم أن الوقت قد دخل قبل التقويم، كما مثلنا كالذي مثلًا في الصحراء في السفر ومعه التقويم؛ لكن رأى الصبح قد بان واتضح قبل التقويم، أو رأى التقويم مبكر والصبح ما بعد خرج، فلا يعتمد التقويم، بل يعتمد الصبح، فإذا كان التقويم قد بكر وهو في الصحراء يشوف الصبح؛ لا يصلي حتى يتضح الصبح، وإذا كان التقويم قد تأخر، ورأى الصبح خالف التقويم وطلع ضوء بين، الصبح الصادق يعتمد ما رآه، ولا يهمه التقويم، كذلك في الغروب والظهر والعصر إذا رأى أن الشمس قد زالت قبل التقويم؛ اعتمد ذلك، أو رآها قد غربت قبل التقويم، يراها بعينه اعتمد ذلك، لا بأس. نعم.
المقدم: جزاكم الله خيرًا.
🏕🥗 DIANJURKAN BAGI ORANG YANG JUNUB UNTUK BERWUDHU TERLEBIH DAHULU SEBELUM MAKAN ATAU TIDUR
🗒️ Dari Ummul Mu'minin 'Aisyah radhiyallahu 'anha mengatakan,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ جُنُبًا فَأَرَادَ أَنْ يَأْكُلَ أَوْ يَنَامَ يَتَوَضَّأُ
"Apabila Rasulullah ﷺ dalam kondisi junub, dan beliau ingin makan atau tidur, maka beliau pun berwudhu terlebih dahulu."
(Sahih; diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf, no. 675 dan Ahmad, no. 24949)
🗒️ Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma berkata,
إِذَا أَرَادَ الْجُنُبُ أَنْ يَأْكُلَ أَوْ يَشْرَبَ أَوْ يَنَامَ تَوَضَّأَ
"Jika seorang yang junub ingin makan, minum, atau tidur, hendaknya ia berwudhu terlebih dahulu."
(Sahih; diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf, no. 679)
🗒️ Muhammad bin Sirin rahimahullah menyatakan,
إِذَا أَرَادَ الْجُنُبُ أَنْ يَأْكُلَ أَوْ يَنَامَ فَلْيَتَوَضَّأْ وَضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ
"Apabila orang yang junub ingin makan atau tidur, selayaknya ia berwudhu terlebih dahulu seperti wudhunya ketika akan shalat."
(Diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf, no. 669)
🗒️ Al-Hafizh an-Nawawi rahimahullah mengatakan,
وَقَدْ نَصَّ أَصْحَابُنَا أَنَّهُ يُكْرَهُ النَّوْمُ وَالْأَكْلُ وَالشُّرْبُ وَالْجِمَاعُ قَبْلَ الْوُضُوءِ وَهَذِهِ الْأَحَادِيثُ تَدُلُّ عَلَيْهِ وَلَا خِلَافَ عِنْدَنَا أَنَّ هَذَا الْوُضُوءَ لَيْسَ بِوَاجِبٍ وَبِهَذَا قَالَ مالك والجمهور
"Ulama madzhab kami menegaskan bahwa makruh bagi orang yang junub untuk tidur, makan, minum, atau berhubungan kembali sebelum ia berwudhu. Yang mana itu ditunjukkan dalam sejumlah hadis. Tidak ada silang pendapat di antara kami bahwa wudhu ini tidak wajib. Malik dan mayoritas ulama lainnya juga berpendapat demikian."
(al-Minhaj, III/217)
Wal 'ilmu 'indallaah. Semoga bisa diterapkan.
✍🏼 Ustadz Hari Ahadi حفظه الله
🕌 “Tetap hadir di majelis ilmu syar'i (tempat pengajian) untuk meraih pahala dan berkah lebih banyak dan lebih besar, insyaallah.”
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
📚 telegram.me/Riyadhus_Salafiyyin
🗒️ Dari Ummul Mu'minin 'Aisyah radhiyallahu 'anha mengatakan,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ جُنُبًا فَأَرَادَ أَنْ يَأْكُلَ أَوْ يَنَامَ يَتَوَضَّأُ
"Apabila Rasulullah ﷺ dalam kondisi junub, dan beliau ingin makan atau tidur, maka beliau pun berwudhu terlebih dahulu."
(Sahih; diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf, no. 675 dan Ahmad, no. 24949)
🗒️ Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma berkata,
إِذَا أَرَادَ الْجُنُبُ أَنْ يَأْكُلَ أَوْ يَشْرَبَ أَوْ يَنَامَ تَوَضَّأَ
"Jika seorang yang junub ingin makan, minum, atau tidur, hendaknya ia berwudhu terlebih dahulu."
(Sahih; diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf, no. 679)
🗒️ Muhammad bin Sirin rahimahullah menyatakan,
إِذَا أَرَادَ الْجُنُبُ أَنْ يَأْكُلَ أَوْ يَنَامَ فَلْيَتَوَضَّأْ وَضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ
"Apabila orang yang junub ingin makan atau tidur, selayaknya ia berwudhu terlebih dahulu seperti wudhunya ketika akan shalat."
(Diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf, no. 669)
🗒️ Al-Hafizh an-Nawawi rahimahullah mengatakan,
وَقَدْ نَصَّ أَصْحَابُنَا أَنَّهُ يُكْرَهُ النَّوْمُ وَالْأَكْلُ وَالشُّرْبُ وَالْجِمَاعُ قَبْلَ الْوُضُوءِ وَهَذِهِ الْأَحَادِيثُ تَدُلُّ عَلَيْهِ وَلَا خِلَافَ عِنْدَنَا أَنَّ هَذَا الْوُضُوءَ لَيْسَ بِوَاجِبٍ وَبِهَذَا قَالَ مالك والجمهور
"Ulama madzhab kami menegaskan bahwa makruh bagi orang yang junub untuk tidur, makan, minum, atau berhubungan kembali sebelum ia berwudhu. Yang mana itu ditunjukkan dalam sejumlah hadis. Tidak ada silang pendapat di antara kami bahwa wudhu ini tidak wajib. Malik dan mayoritas ulama lainnya juga berpendapat demikian."
(al-Minhaj, III/217)
Wal 'ilmu 'indallaah. Semoga bisa diterapkan.
✍🏼 Ustadz Hari Ahadi حفظه الله
🕌 “Tetap hadir di majelis ilmu syar'i (tempat pengajian) untuk meraih pahala dan berkah lebih banyak dan lebih besar, insyaallah.”
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
📚 telegram.me/Riyadhus_Salafiyyin