Salafy Palembang 🇮🇩
5.86K subscribers
5.45K photos
445 videos
309 files
14.5K links
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Download Telegram
🌍 KEMBALI
KEPADA TAUHID


Syaikh Rabi' bin Hadi al Madkhali hafizhahullah berkata,

"Kembali kepada tauhid wahai sekalian kaum muslimin dan segera menjauh dari syirik

فَفِرُّوْٓا اِلَى اللّٰهِ ۗ

Maka segeralah kembali kepada (menaati) Allah. (Azd Dzariyat:50)

Perkara terbesar yang kita lari darinya, kembali menuju Allah Ta'ala adalah syirik. Jika kita tidak lari dari syirik, lantas dari apa kita akan lari?! Dari apa kita akan lari jika menyepelekan bahaya syirik?
Dosa terbesar kita menyepelekannya, lantas dari hal apa lagi kita akan lari?


Seandainya kita lari dari riba, zina, dan..seterusnya; walaupun ini semua juga segera kembali kepada Allah Tabaraka wa Ta'ala, namun demi Allah, sekali-kali kita tidak akan selamat dari neraka dan tidak berhak mendapat syafaat, karena syafaat Rasulullah 'Alaihi ash Shalatu wa as Salam diperoleh hanyalah dengan tauhid.

Inilah sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu saat ia bertanya: siapa orang yang paling pantas dengan syafaat Anda wahai Rasulullah? Siapa yang paling berhak dengan syafaat Anda wahai Rasulullah? Beliau Shallallahu 'Alaihi wa as Salam bersabda:

“لقد ظننت يا أبا هريرة! أن لا يسألني عن هذا الحديث أحد أول منك لما رأيت من حرصك على الحديث. أسعد الناس بشفاعتي يوم القيامة من قال “لا إله إلا الله خالصا من قلبه أو نفسه.

"Wahai Abû Hurairah! Saya sudah menduga bahwa tidak ada seorangpun yang lebih dahulu menanyakan hadits ini dari kamu, karena saya melihat keantusiasanmu untuk memperoleh hadits. Orang yang paling bahagia dengan syafa’atku pada Hari Kiamat adalah orang yang mengatakan “Tidak ada Tuhan [yang berhak disembah] selain Allah tulus dari kalbu atau jiwanya.
(Hadits riwayat
Imam Bukhari 1/193)


Lantas, orang yang berdoa kepada selain Allah Ta'ala, menyembelih untuk selain Allah, istighatsah kepada selain Allah, thawaf di sekitar kubur, dan meyakini para wali dapat memberi manfaat dan madharat, apakah mengucapkan kalimat Laa ilaaha illallah tulus dari hatinya?! Apakah ia mengucapkannya dengan jujur?

Sekali-kali tidak demi Allah, kemudian sekali-kali tidak demi Allah, tidaklah ia mengucapkannya dengan jujur maupun keluar dengan ikhlas dari kedua bibirnya, karena ia mengucapkan Laa ilaaha illallah sedangkan di sisinya ada fulan yang ia berdoa dan menyembelih untuknya. Ini semua hal yang dapat meruntuhkan makna Laa ilaaha illallah.

📖 Kitab Fadhlul 'Ilm wa al Ulama' hal.103-104

💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
📑 http://t.me/ukhwh

إلى التوحيد ..
إلى التوحيد يا معشر المسلمين ، و فرارا من الشرك :{ فَفِرُّوا إِلَى اللَّهِ} (الذاريات٥٠ ) .

أعظم ما نفر منه إلى الله ، الشرك ، إذا لم نفر من الشرك من ماذا نفر ؟! من ماذا نفر إذا كنا نتهاون بخطورة الشرك ؟
أعظم الذنوب نتهاون فيه فمن أي شيء نفر ؟!

و لو فررنا من الربا و من الزنا و..الخ هذا فرار إلى الله - تبارك و تعالى - ، و لكن والله لن ننجو من النار و لن نستحق الشفاعة ، شفاعة هذا الرسول - عليه الصلاة و السلام - إلا بالتوحيد ،

هذا أبو هريرة يسأل : من أولى الناس بشفاعتك يا رسول الله ؟ من أحق بشفاعتك يا رسول الله ؟ قال : «لَقَدْ ظَنَنْتُ يا أبا هُرَيْرَةَ أَنْ لَا يَسْأَلَنِي عَنْ هَذا الحَدِيثِ أَحَدٌ أَوَّلَ مِنْكَ، لِـمَا رَأَيْتُ مِنْ حِرْصِكَ عَلى الحديثِ، أَسْعدُ النَّاسِ بِشَفَاعِتي يَوْمَ القِيَامَةِ، مَنْ قَال: لَا إِلَهَ إلَّا اللهُ خَالصًا مِنْ قَلْبِه أو نَفْسِه» (*)

الذي يدعو غير الله ، و يذبح لغير الله ، و يستغيث بغير الله ، و يطوف حول القبور ، و يعتقد في الأولياء أنهم ينفعون و يضرون هل قال لا إله إلا الله خالصا من قلبه ؟!
هل قالها صادقا ؟

كلا واللهِ ، ثم كلا واللهِ ما قالها صادقا ، و لا خرجت خالصة من شفتيه ، لأنه يقول لا إله إلا الله و عنده فلان يُدعى و يُذبح له ، فهذا يهدم معنى لا إله إلا الله .

*◄ [ الإمام ربيع بن هادي عمير المدخلي - حفظه الله - ( كتاب فضل العلم و العلماء ص١٠٣- ١٠٤ )]*

----------------------------------------
(*) : أخرجه البخاريُّ في العلم (99) من طريق سليمان (هو ابن بلال التَّيميُّ مولاهم)، عن عمرو بن أبي عمرو، عن سعيد بن أبي سعيد المَقْبُريّ، عن أبي هريرة، فذكره.
Larangan Kencing di Liang tanah

Soal: Benarkah ada larangan kencing di liang liang tanah ? Jawab: Memang benar ada hadits yang melarang kita kencing di liang yang kita dapatkan di tanah. Diriwayatkan dari Abu Qotadah dari shahabat Abdulloh bin Sarjis,  Rosululloh shollallohu’alaihi wa sallam melarang untuk memgencingi liang (di tanah) . Mereka bertanya kepada abu qotadah, apa yang menjadikan dibencinya…

Baca Selengkapnya di :
https://problematikaumat.com/larangan-kencing-di-liang-tanah/

💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
NGAKU SALAFY
TAPI MASIH
SUKA SELFIE


#salafy
#selfie

Join Us
@salafypalembang
💥🔥 KEMUNAFIKAN DI ATAS KEMUNAFIKAN!!!

✍🏼 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

فمن أظهر للناس خشوعًا فوق ما في قلبه فإنَّمَا هو نفاق على نفاق.

"Siapa yang menampakkan kepada orang lain kekhusyukan melebihi apa yang ada dalam hatinya maka itu merupakan kemunafikan di atas kemunafikan."

📚 Rawai’ut Tafsir, jilid 2 hlm. 11

WhatsApp Salafy Indonesia
http://telegram.me/forumsalafy
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
🔥 BENARKAH MUSYAWARAH ADALAH BID'AH DAN PERBUATAN HIZBIYYAH YANG MENYELISIHI PRINSIP-PRINSIP POKOK AHLUS SUNNAH?!! (3)

ORANG-ORANG YANG BERIMAN DIPUJI KARENA MELAKUKAN MUSYAWARAH

Al-Imam Abu Ja'far Muhammad bin Jarir ath-Thabari rahimahullah berkata:

"Karena orang-orang yang beriman jika mereka bermusyawarah dalam urusan agama mereka dengan mengikuti kebenaran dalam hal itu, maka Allah Azza wa Jalla tidak akan menelantarkan mereka dari kelembutan-Nya dan taufik-Nya untuk terarah kepada pendapat dan ucapan yang benar. Para ulama mengatakan bahwa hal itu sesuai dengan firman-Nya ketika memuji orang-orang yang beriman:

وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ.

"Dan urusan mereka diselesaikan dengan musyawarah diantara mereka."
(Asy-Syura: 38)

📚 Jami'ul Bayan, 6/190

💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
https://t.me/jujurlahselamanya/811
💽🔊 Audio Rekaman
☑️ Kajian Islam Ilmiah Kalibagor

📆 Rabu, 08 Jumadil Akhir 1440 H / 13 Februari 2019 M
📕 Praktek Tata Cara Pengurusan Jenazah
💺 Pemateri :
Al-Ustadz Muhammad Rijal, Lc حفظه الله تعالـﮯ
🕌 Tempat : Masjid An Nuur [Komplek Ma'had Al Faruq As-Salafy Kalibagor - Banyumas]

📂 Sesi 1
http://bit.ly/2SLFUgs || 54.07
📂 Sesi 2
http://bit.ly/2UW2RuL || 44.52

🌍 http://alfaruq.net/audio-kajian-islam-ilmiah-kalibagor-praktek-tata-cara-pengurusan-jenazah/

------------------

© Tasjilat Al Faruq As-Salafy Purwokerto
🌍 www.alfaruq.net
💽 Join Telegram @Tasjilat_Al_Faruq
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com

⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
✔️💤DAHULUKANLAH AKHERAT DIBANDING DUNIA

▫️Berkata Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafidzahullahu:

أيُّها الناس، اتقوا الله تعالى، واعملوا أنَّ الله خلق الدنيا والآخرة، وخلق هذا الإنسان وابتلاه بينهما، فإنَّ آثر الدنيا على الآخرة باء بغضبي الله سبحانه وتعالى وعذابه، وإنَّ آثر الآخرة على الدنيا فإنَّه يكونُ رابحاً بدُنياه وآخرته.

📂Wahai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Allah ta'ala...

❗️Ketahuilah bahwa Allah menciptakan dunia dan akherat.

💤Dan Allah menciptakan manusia serta mengujinya dengan keduanya.

💥Apabia ia lebih mementingkan dunia atas akherat, maka ia akan mendapat kemurkaan dan adzab dari Allah subhanallahu wa ta'ala.

✔️Namun apabila ia lebih mementingkan akheratnya, maka ia akan mendapatkan keberuntungan dunia dan akheratnya.

🌐Sumber artikel:
https://www.alfawzan.af.org.sa/ar/node/13667

💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
🔰🌠 Forum Salafy Purbalingga
http://telegram.me/ForumSalafyPurbalingga
📚📜 HUKUM MEMPELAJARI BAHASA INGGRIS DAN BAHASA ASING YANG LAIN

🌴 Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah berkata,

"Pada saat ini, sebagian saudara-saudara kita dari kalangan kaum muslimin, karena lemah keimanan dalam hati, dan lemah kepribadian dalam diri-diri mereka, berbicara dengan bahasa Inggris. Kamu melihat mereka apabila mengajak berbicara temannya dengan bahasa Inggris, lalu temannya tersebut (juga) menjawabnya dengan bahasa Inggris dalam rangka menjawab. Ia merasa bangga, seakan-akan ia telah mendapatkan timur dan barat bumi, karena dia telah berbicara dengan bahasa Inggris.

Dan ketika itu ia menyerupai ucapan seorang penyair,

أنا ابن الجلا وطلاع الثنايا
متى أضع العمامة تعرفوني

'Saya adalah anak orang yang mulia dan anak pendaki (peraih) kehormatan, kapan aku meletakan imamah, kalian mengetahuiku.'

Karena dia mengerti berbicara bahasa Inggris. Bahkan telah sampai kepadaku berita, bahwa sebagian orang–kita berlindung kepada Allah–mengajari anaknya bahasa Inggris. Jika ia ingin mengucapkan perpisahan atau mengucapkan salam kepadanya, dia menggunakan bahasa Inggris. Dia tidak mengucapkan (السلام عليكم) atau (وعليكم السلام). Dan ini adalah perkara buruk dan tercela. Walaupun permasalahannya bukan permasalahan syar'i, namun minimalnya adalah masalah kebangsaan. Aku memilih bahasa negara lain sedangkan aku memiliki bahasa Arab?! Bahasa terfasih adalah bahasa Arab, dan aku malah memilih bahasa-bahasa yang lain?!!

Oleh karena itu, aku berpendapat orang yang mengajari anaknya bahasa Inggris dari kecil akan dihisab pada hari kiamat atas perbuatanya itu. Karena hal itu menyebabkan anak menyukai bahasa tersebut, lebih memilihnya daripada bahasa Arab, kemudian menyebabkan ia menyukai orang yang mengucapkannya dan mencela orang yang berbicara dengan selain bahasa (Inggris) ini.

Adapun orang yang sudah dewasa lalu ia berkata, 'Aku ingin belajar bahasa Inggris atau bahasa asing yang lain untuk berdakwah kepada Allah dengannya.' Maka kita katakan kepadanya, 'Itu hal yang baik, kami membantu dan mendorongmu atas hal tersebut.'

Atau ia berkata, 'Saya membutuhkan bahasa selain bahasa Arab, karena saya terbiasa berdagang dengan mereka (orang yang berbicara bahasa Inggris–pent). Aku ingin bisa berbicara (dengan selain bahasa Arab agar aku bisa menguasai pekerjaanku).' Maka kita katakan, "Itu tidak mengapa, itu adalah tindakan yang memiliki tujuan, dan tujuannya benar."

Adapun ia melakukan itu (belajar bahasa Inggris atau yang lainnya) karena mengagumi atau mencintainya, mengagumi orang-orangnya, dan lebih memilihnya daripada bahasa Arab, maka itu adalah sebuah kesalahan."

📚 [Dinukil dari kitab asy-Syarh al-Mumti', jilid 12, hlm. 43–44]

Alih bahasa:
Ustadz Abul Abbas Shalih bin Zainal Abidin حفظه الله


🕌 “Tetap hadir di majelis ilmu syar'i (tempat pengajian) untuk meraih pahala dan berkah lebih banyak dan lebih besar, insyaallah.”

💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
📚 telegram.me/Riyadhus_Salafiyyin
🌊HIKMAH DIJADIKANNYA AIR LAUTAN ITU ASIN

🍃Al Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata,

"Lautan di seluruh bumi itu dan semua aspek yang tumbuh darinya rasanya asin pahit. Sifat air laut yang seperti ini memiliki hikmah yang besar untuk kesehatan udara. Karena seandainya laut itu rasanya manis, akan bau dan rusak udara dikarenakan hewan-hewan yang mati di dalamnya sehingga akan mengakibatkan kematian manusia. Akan tetapi hikmah yang mendalam menetapkan lautan di atas sifat ini untuk suatu kemanfaatan. Oleh karenanya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam saat ditanya tentang laut. Beliau bersabda: air laut itu suci, dan halal bangkainya."

📘Juz 1 Kitab al Bidayah wa an Nihayah

💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
📱http://t.me/ukhwh

الحكمة من جعل ماء بحر المحيط مالحاً

قال الامام القدوة الحافظ ابو الفداء اسماعيل بن كثير - رحمه الله - :
( فالبحر المحيط بسائر أرجاء الأرض وما ينبت منه في جوانبها الجميع مالح الطعم مر وفي هذا حكمة عظيمة لصحة الهواء إذ لو كان حلوالأنتن الجو وفسد الهواء بسبب ما يموت فيه من الحيوانات فكان يؤدي إلى تفاني بني آدم ولكن اقتضت الحكمة البالغة أن يكون على هذه الصفة لهذه المصلحة ولهذا لما سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم عن البحر، قال:" هو الطهور ماؤه الحل ميتته".اهـ

------------------------

من الجزء الاول من كتاب : البداية والنهاية
🌷🍏 JADILAH SEORANG
MUSLIM YANG PRODUKTIF,
TINGGALKAN HAL-HAL
YANG TIDAK BERMANFAAT


🌿 Dari Abu Huroiroh (rodhiyallohu 'anhu), ia berkata : Rosululloh (shollallohu 'alaihi wasallam) bersabda :

{ مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ
مَا لَا يَعْنِيهِ }

"Termasuk bagusnya Islam seseorang adalah dia meninggalkan hal-hal yang tidak berguna bagi dirinya."

(Shohih Ibni Maajah lil-Albaaniy, Hadits No. : 3211)

🌵 Asy-Syaikh Al-'Utsaimin (rohimahulloh) berkata :

"Kamu dapati orang yang tekun, yang perhatiannya tiada lain adalah untuk kebaikan (kesholihan) dan hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya, kamu dapati dia sebagai orang yang produktif, membuahkan dan menghasilkan (kebaikan).

Diapun mendapatkan ketenangan pikiran, hati dan badan."

[Syarhu Riyaadhish-sholihiin, 1/269]

💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
[•] https://telegram.me/KEUTAMAANILMU
[•] https://telegram.me/SERIAKHLAQULKARIMAH
JANGAN ENGKAU
SIA-SIAKAN
HIDUPMU
KAWAN..


#siasiakan
#hidupmu

Join Us
@salafypalembang
💐💰💵🌹 HARTAMU YANG SESUNGGUHNYA ADALAH YANG ENGKAU BELANJAKAN DI JALAN ALLAH

✍🏼 Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:

فالذي أحب مِن إخواني المسلمين ألا يظنوا أن الصدقات أو الزكوات تذهب جفاءً، بل هي خير، فليس لك من مالك إلا ما أنفقته لله، والباقي سيكون لغيرك.

"Yang saya inginkan dari saudara-saudara saya kaum muslimin adalah mereka jangan menyangka bahwa sedekah atau zakat akan hilang sia-sia. Hal itu justru merupakan kebaikan. Sebab, hartamu hanyalah yang engkau belanjakan di jalan Allah, sedangkan sisanya akan menjadi milik orang lain (ahli waris)."

📼 Liqa' Babil Maftuh, no. 22

WhatsApp Salafy Indonesia
http://telegram.me/forumsalafy
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
🛏🏚 SIKAP YANG TEPAT JIKA MELIHAT KENALAN YANG MALAS SHALAT

Al Allamah Muhammad Al 'Utsaimin rahimahullah menyatakan,

يجب على من رأى شخصًا مُتهاونًا فيها أن ينصحه بعزيمة وجد

"Wajib bagi siapa saja yang melihat orang yang mengabaikan shalat; untuk menasihatinya secara serius dan sungguh-sungguh." (Syarah Riyadhus Shalihin, I/411)

Namun tetap dengan mengedepankan nilai-nilai kesantunan dan kelemahan lembutan tentunya.

Jalur Masjid Agung @ Kota Raja Hari Ahadi, (09:40) 11 Jumadil Akhir 1440 / 16 Februari 2019
_____________

▶️ Mari ikut berdakwah dengan turut serta membagikan artikel ini, asalkan ikhlas insyaallah dapat pahala.

•••
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
📡 https://t.me/nasehatetam
🖥 www.nasehatetam.net
🌿🌏 MENGENAL SOSOK
ULAMA AHLUSSUNNAH
DI MASA KINI


[Biografi Ringkas Syaikh Rabi’ bin Hadi ‘Umair Al-Madkhaliy
[hafidhohullohu ta'aala]


🌽 NAMA
DAN NASAB BELIAU


Beliau adalah Asy-Syaikh Al-‘Allamah Al-Muhaddits Rabi’ bin Hadi bin Muhammad ‘Umair Al-Madkhali, berasal dari suku Al-Madakhilah yang terkenal di Jaazaan, sebuah daerah di sebelah selatan Kerajaan Arab Saudi. Suku ini termasuk keluarga Bani Syubail, sedangkan Syubail adalah anak keturunan Yasyjub bin Qahthan.

🌽 KELAHIRAN BELIAU

Syaikh Rabi’ dilahirkan di desa Al-Jaradiyah, sebuah desa kecil di sebelah barat kota Shamithah sejauh kurang lebih tiga kilometer dan sekarang telah terhubungkan dengan kota tersebut. Beliau dilahirkan pada akhir tahun 1351 H. Ayah beliau meninggal ketika beliau masih berumur sekitar satu setengah tahun, beliau tumbuh berkembang di pangkuan sang ibu -semoga Allah Ta’ala merahmatinya. Sang ibu membimbing dan mendidik beliau dengan sebaik-baiknya, mengajarkan kepada beliau akhlak yang terpuji, berupa kejujuran maupun sifat amanah, juga memotivasi putranya untuk menunaikan shalat dan meminta beliau menepati penunaian ibadah tersebut. Selain pengasuhan ibunya, beliau diawasi dan dibimbing pula oleh pamannya (dari pihak ayah).

🌽 PERKEMBANGAN
ILMU BELIAU


Perkembangan Keilmuan
Ketika Syaikh Rabi’ berusia delapan tahun, beliau masuk sekolah yang ada di desanya. Di sekolah tersebut beliau belajar membaca dan menulis. Termasuk guru yang membimbing beliau dalam belajar menulis adalah Asy-Syaikh Syaiban Al-‘Uraisyi, Al-Qadli Ahmad bin Muhammad Jabir Al-Madkhali dan dari seseorang yang bernama Muhammad bin Husain Makki yang berasal dari kota Shibya’. Syaikh Rabi’ mempelajari Al Qur`an di bawah bimbingan Asy-Syaikh Muhammad bin Muhammad Jabir Al-Madkhali disamping belajar ilmu tauhid dan tajwid.


Setelah lulus, beliau melanjutkan studi ke Madrasah As-Salafiyyah di kota Shamithah. Termasuk guru beliau di madrasah tersebut adalah Asy-Syaikh Al-‘Alim Al-Faqih Nashir Khalufah Thayyasy Mubaraki rahimahullah, seorang alim kenamaan yang termasuk salah satu murid besar Asy-Syaikh Al-Qar’awi rahimahullah. Di bawah bimbingannya, Syaikh Rabi’ mempelajari kitab Bulughul Maram dan Nuzhatun Nadhar karya Al-Hafidh Ibnu Hajar rahimahullah Ta’ala.
Kemudian beliau belajar di Ma’had Al-‘Ilmi di Shamithah kepada sejumlah ulama terkemuka, yang paling terkenal adalah Asy-Syaikh Al-‘Allamah Al-Masyhur Hafidh bin Ahmad Al-Hakami rahimahullah Ta’ala dan saudaranya Fadlilatusy Syaikh Muhammad bin Ahmad Al-Hakami, juga kepada Asy-Syaikh Al-‘Allamah Al-Muhaddits Ahmad bin Yahya An-Najmi hafidhahullah. Di ma’had tersebut beliau belajar akidah kepada Asy-Syaikh Al-’Allamah Doktor Muhammad Amman bin ‘Ali Al-Jami. Demikian pula kepada Asy-Syaikh Al-Faqih Muhammad Shaghir Khamisi, beliau mempelajari ilmu fikih dengan kitab Zaadul Mustaqni’ dan kepada beberapa orang lagi selain mereka, di mana Syaikh mempelajari ilmu bahasa Arab, adab, ilmu Balaghah dan ilmu ‘Arudl (cabang-cabang ilmu bahasa Arab-pent.)


Tahun 1380 H seusai ujian penentuan akhir, beliau lulus dari Ma’had Al-‘Ilmi di kota Shamithah dan di awal tahun 1381 H beliau masuk ke Fakultas Syari’ah di Riyadl selama beberapa waktu lamanya, sekitar satu bulan, satu setengah atau dua bulan saja. Ketika Universitas Islam Madinah berdiri, beliau pindah ke sana dan bergabung di Fakultas Syari’ah. Beliau belajar di Universitas tersebut selama empat tahun dan lulus darinya pada tahun 1384 H dengan predikat cumlaude.

Bersambung...

(Dinukil dari Mauqi’ Asy-Syaikh Rabi’ hafidzahullah dengan sedikit perubahan) >>>
(Dikutip dari terjemah buku karya Syaikh Abu ‘Abdillah Khalid bin Dlahwi Adz-Dzufairi, edisi Bahasa Indonesia Mengenal Lebih Dekat Asy Syaikh Rabi’ Bin Haadi al Madkhali, Sosok Ulama Pembela Sunnah Nabi. Diterjemahkan Ummu Affan, penerbit Media Ahlus Sunnah, Purwokerto)


http://darussalaf.or.id/biografi/biografi-ringkas-syaikh-rabi-bin-hadi-umair-al-madkhali/

💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
🌿🌏 MENGENAL SOSOK
ULAMA AHLUSSUNNAH
DI MASA KINI


[Biografi Ringkas Syaikh Rabi’ bin Hadi ‘Umair Al-Madkhaliy
[hafidhohullohu ta'aala]

Bagian 2

🌽 DIANTARA
GURU-GURU BELIAU


Diantara guru-guru beliau di Universitas Islam Madinah adalah:

• Mufti besar Kerajaan Arab Saudi, Samahatusy Syaikh Al-‘Allamah ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah Ta’ala, kepada beliau Syaikh Rabi’ mempelajari Aqidah Thahawiyah.
• Fadlilatusy Syaikh Al-‘Allamah Muhammad Nashiruddin Al-Albani, mempelajari bidang ilmu hadits dan sanad.
• Fadlilatusy Syaikh Al-‘Allamah ‘Abdul Muhsin Al-‘Abbad, mempelajari ilmu fikih tiga tahun lamanya dengan kitab Bidayatul Mujtahid.
• Fadlilatusy Syaikh Al-‘Allamah Al-Hafidh Al-Mufassir Al-Muhaddits Al-Ushuli An-Nahwi wal Lughawi Al-Faqih Al-Bari’ Muhammad Al-Amin Asy-Syinqithi, penulis tafsir Adlwaul Bayan, kepada beliau Syaikh Rabi’ mempelajari ilmu tafsir dan ushul fikih selama empat tahun.
• Asy-Syaikh Shalih Al-‘Iraqi, belajar akidah.
• Asy-Syaikh Al-Muhaddits ‘Abdul Ghafar Hasan Al-Hindi, belajar ilmu hadits dan mushthalah.
Setelah lulus, beliau menjadi dosen di almamater beliau di Universitas Islam Madinah selama beberapa waktu, kemudian beliau melanjutkan studi ke tingkat pasca sarjana dan berhasil meraih gelar master di bidang ilmu hadits dari Universitas Al-Malik ‘Abdul ‘Aziz cabang Mekkah pada tahun 1397 H dengan disertasi beliau yang terkenal, berjudul Bainal Imamain Muslim wad Daruquthni. Pada tahun 1400 H beliau berhasil menyelesaikan program doktornya di Universitas yang sama, dengan predikat cum laude setelah beliau menyelesaikan tahqiq (penelitian, komentar –pent.) atas kitab An-Nukat ‘ala Kitab Ibni Ash-Shalah, karya Al-Hafidh Ibnu Hajar rahimahullahu Ta’ala.


Syaikh Rabi’ kemudian kembali ke Universitas Islam Madinah dan menjadi dosen di Fakultas Hadits. Beliau mengajar ilmu hadits dengan segala bentuk dan cabangnya, serta berkali-kali menjadi ketua jurusan Qismus Sunnah pada program pasca sarjana dan sekarang beliau menjabat sebagai dosen tinggi.

Semoga Allah menganugerahkan kepada beliau kenikmatan berupa kesehatan dan penjagaan dalam beramal kebaikan.

🌽 SIFAT
DAN AKHLAK BELIAU


Syaikh Rabi’ hafidzahullah Ta’ala memiliki keistimewaan berupa sifat sangat rendah hati dihadapan saudara-saudaranya, murid-muridnya maupun kepada para tamunya. Beliau seorang yang sangat sederhana dalam hal tempat tinggal, pakaian maupun kendaraan, beliau tidak menyukai kemewahan dalam semua urusan ini.

Beliau adalah seorang yang selalu ceria, berseri-seri wajahnya dan sangat ramah, membuat teman duduk beliau tidak merasa bosan dengan kata-kata. Majelis beliau senantiasa dipenuhi dengan pembacaan hadits dan Sunnah serta tahdzir (peringatan-pent.) dari kebid’ahan dan para pelakunya, sehingga orang yang belum mengenal beliau akan menyangka bahwa tidak ada lagi kesibukan beliau selain hal tersebut.

Syaikh Rabi’ sangat mencintai salafiyyin penuntut ilmu, beliau menghormati dan memuliakan mereka. Beliau berusaha untuk dapat memenuhi kebutuhan mereka sesuai kemampuan beliau, baik dengan diri sendiri maupun dengan harta. Rumah beliau selalu terbuka untuk para penuntut ilmu, sampai-sampai hampir tidak beliau menyantap sarapan pagi makan siang maupun makan malam sendirian, karena selalu saja ada pelajar yang mengunjungi beliau. Beliau menanyakan keadaan mereka dan membantu mereka.

Syaikh Rabi’ termasuk ulama yang sangat bersemangat menyeru kepada Al-Kitab dan As-Sunnah serta akidah salaf, penuh semangat dalam mendakwahkannya dan beliau adalah pedang Sunnah dan akidah salaf yang amat tajam, yang amat sedikit bandingannya di masa sekarang. Beliau adalah pembela Sunnah dan kehormatan salafus salih di jaman kita ini, siang dan malam, secara rahasia maupun terang-terangan yang tidak terpengaruh oleh celaan orang-orang yang suka mencela.

Bersambung..
(Dinukil dari Mauqi’ Asy-Syaikh Rabi’ hafidzahullah dengan sedikit perubahan) >>>
(Dikutip dari terjemah buku karya Syaikh Abu ‘Abdillah Khalid bin Dlahwi Adz-Dzufairi, edisi Bahasa Indonesia Mengenal Lebih Dekat Asy Syaikh Rabi’ Bin Haadi al Madkhali, Sosok Ulama Pembela Sunnah Nabi. Diterjemahkan Ummu Affan, penerbit Media Ahlus Sunnah, Purwokerto)


http://darussalaf.or.id/biografi/biografi-ringkas-syaikh-rabi-bin-hadi-umair-al-madkhali/

💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com