🔬CARA TEPAT MENYINGKAP SYUBHAT
🎙Asy-Syaikh Abdurrahman bin Yahya al-Mu’allimiy –rahimahullah- berkata:
“Sesungguhnya hujjah itu tidak seluruhnya terungkap bagi seorang mukmin pada permulaannya.
💡Tidak lain ia akan mencapai tingkatan itu dengan pemikiran, tadabbur, kecintaan kepada al-haq, dan penyelisihan terhadap hawa nafsu (dalam menerima hujjah dan menepis syubhat).
Dengan sikap ini telah kukuh kejujuran cintanya kepada kebenaran dan mengutamakannya di atas hawa nafsu. Sehingga akan berlanjut untuknya hukum tersebut setelah terkuaknya hujjah(yang benar).”
📖 Al-Qaiyd fi Tash-hihil ‘Aqaid, al-Mu’allimiy, hal. 17.
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
✒️ https://t.me/joinchat/AAAAAETpggfZv9PbbPzFPA
🎙Asy-Syaikh Abdurrahman bin Yahya al-Mu’allimiy –rahimahullah- berkata:
“Sesungguhnya hujjah itu tidak seluruhnya terungkap bagi seorang mukmin pada permulaannya.
💡Tidak lain ia akan mencapai tingkatan itu dengan pemikiran, tadabbur, kecintaan kepada al-haq, dan penyelisihan terhadap hawa nafsu (dalam menerima hujjah dan menepis syubhat).
Dengan sikap ini telah kukuh kejujuran cintanya kepada kebenaran dan mengutamakannya di atas hawa nafsu. Sehingga akan berlanjut untuknya hukum tersebut setelah terkuaknya hujjah(yang benar).”
📖 Al-Qaiyd fi Tash-hihil ‘Aqaid, al-Mu’allimiy, hal. 17.
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
✒️ https://t.me/joinchat/AAAAAETpggfZv9PbbPzFPA
⚔🛡KONSISTEN BERJIHAD MENYINGKAP SYUBHAT
🎙Asy-Syaikh Abdurrahman bin Yahya al-Mu’allimiy –rahimahullah- berkata:
“Sesungguhnya kejelasan hujjah bagi seorang mukmin tidak akan langgeng tanpa ada jihad(mengungkap syubhat).
👉🏻 Sebab syubhat-syubhat itu terus-menerus mengitari seorang mukmin untuk menutupi dan membuatnya ragu dari hujjah. Dan syahwat akan ikut membantunya.
☝🏻Sehingga tegarnya seorang mukmin di atas iman adalah bukti jujurnya ia dalam mencintai dan mendahulukan kebenaran di atas hawa nafsu.”
📖 Al-Qaiyd fi Tash-hihil ‘Aqaid, al-Mu’allimiy, hal. 17.
✍🏻Petikan faidah diantaranya:
▪Selalu berjihad mempertahankan hujjah(argumen yang haq) agar tetap tampak kebenaran di pandangan makhluk.
▪Syubhat -disertai dorongan dan dukungan syahwat- akan terus datang untuk menjauhkan manusia dari kebenaran.
▪Syubhat dan syahwat sebab tergelincirnya manusia dari jalan kebenaran.
▪Kokoh di atas keimanan saat dilanda ujian syubhat dan syahwat adalah pertanda kejujuran dalam mencintai dan mengunggulkan kebenaran.
💽 http://t.me/Salafypalembang
www.salafypalembang.com
✒️ https://t.me/joinchat/AAAAAETpggfZv9PbbPzFPA
🎙Asy-Syaikh Abdurrahman bin Yahya al-Mu’allimiy –rahimahullah- berkata:
“Sesungguhnya kejelasan hujjah bagi seorang mukmin tidak akan langgeng tanpa ada jihad(mengungkap syubhat).
👉🏻 Sebab syubhat-syubhat itu terus-menerus mengitari seorang mukmin untuk menutupi dan membuatnya ragu dari hujjah. Dan syahwat akan ikut membantunya.
☝🏻Sehingga tegarnya seorang mukmin di atas iman adalah bukti jujurnya ia dalam mencintai dan mendahulukan kebenaran di atas hawa nafsu.”
📖 Al-Qaiyd fi Tash-hihil ‘Aqaid, al-Mu’allimiy, hal. 17.
✍🏻Petikan faidah diantaranya:
▪Selalu berjihad mempertahankan hujjah(argumen yang haq) agar tetap tampak kebenaran di pandangan makhluk.
▪Syubhat -disertai dorongan dan dukungan syahwat- akan terus datang untuk menjauhkan manusia dari kebenaran.
▪Syubhat dan syahwat sebab tergelincirnya manusia dari jalan kebenaran.
▪Kokoh di atas keimanan saat dilanda ujian syubhat dan syahwat adalah pertanda kejujuran dalam mencintai dan mengunggulkan kebenaran.
💽 http://t.me/Salafypalembang
www.salafypalembang.com
✒️ https://t.me/joinchat/AAAAAETpggfZv9PbbPzFPA
Transfer dulu Barang Baru Dikirim
Soal: Apakah diperbolehkan secara syariat, transfer uang terlebih dahulu, kemudian barang baru dikirim?
Jawab: Transfer uang dahulu baru barang dikirim, diperbolehkan pada sistem jual beli salam, yaitu harga dibayar di muka untuk membayar barang tertentu yang telah disepakati sifatnya, ukurannya, takarannya, timbangannya, dan waktu pelaksanaannya.
Baca Selengkapnya di :
https://problematikaumat.com/transfer-dulu-barang-baru-dikirim/
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Soal: Apakah diperbolehkan secara syariat, transfer uang terlebih dahulu, kemudian barang baru dikirim?
Jawab: Transfer uang dahulu baru barang dikirim, diperbolehkan pada sistem jual beli salam, yaitu harga dibayar di muka untuk membayar barang tertentu yang telah disepakati sifatnya, ukurannya, takarannya, timbangannya, dan waktu pelaksanaannya.
Baca Selengkapnya di :
https://problematikaumat.com/transfer-dulu-barang-baru-dikirim/
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Doa Khusus Ketika Mencuci Anggota Wudhu
Soal :
Adakah doa khusus ketika mencuci anggota anggota-anggota wudhu ? Sebab ada sebagian guru ngaji mengajarkan doa-doa khusus. Misal ketika mencuci wajah berdoa:
اللهم بيض وجهي يوم تبيض وجوه و تسود وجوه
“Ya Alloh putihkan wajahku di hari engkau putihkan wajah wajah sebagian hambamu dan sebagian yang lain engkau hitamkan.”
Jawab :
Tidak ada doa doa…
Baca Selengkapnya di :
https://problematikaumat.com/doa-khusus-ketika-mencuci-anggota-wudhu/
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Soal :
Adakah doa khusus ketika mencuci anggota anggota-anggota wudhu ? Sebab ada sebagian guru ngaji mengajarkan doa-doa khusus. Misal ketika mencuci wajah berdoa:
اللهم بيض وجهي يوم تبيض وجوه و تسود وجوه
“Ya Alloh putihkan wajahku di hari engkau putihkan wajah wajah sebagian hambamu dan sebagian yang lain engkau hitamkan.”
Jawab :
Tidak ada doa doa…
Baca Selengkapnya di :
https://problematikaumat.com/doa-khusus-ketika-mencuci-anggota-wudhu/
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
🏷💥TIGA GOLONGAN YANG CELAKA DAN MERUGI
▫️Dari Abu Dzar Al-Ghifari Radhiyallahu 'anhu, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
((ثَلَاثَةٌ لاَ يُكَلِّمُهُمْ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلاَ يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ قَالَ فَقَرَأَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثَ مِرَارًا قَالَ أَبُو ذَرٍّ خَابُوا وَخَسِرُوا مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الْمُسْبِلُ وَالْمَنَّانُ وَالْمُنَفِّقُ سِلْعَتَهُ بِالْحَلِفِ الْكَاذِبِ))
🏷“Tiga golongan yang Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat, tidak akan melihat mereka, tidak akan mensucikan mereka, dan bagi mereka siksaan yang pedih”.
⚠️Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkannya tiga kali.
↪️Abu Dzarr berkata: “Mereka celaka dan rugi! Siapa mereka itu, wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab:
💥“Musbil (orang yang isbal, menjulurkan pakaiannya di bawah mata kaki),
💥mannan (orang yang banyak mengungkit-ngungkit pemberian atau perbuatan baiknya kepada orang lain),
💥dan orang yang melariskan dagangannya dengan sumpah palsu”.
📚HR Muslim, no. 106; Ahmad; Tirmidzi; an Nasaa-i; Abu Dawud; Ibnu Majah; ad Darimi.
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
🔰🌠Forum Salafy Purbalingga
↗ http://telegram.me/ForumSalafyPurbalingga
▫️Dari Abu Dzar Al-Ghifari Radhiyallahu 'anhu, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
((ثَلَاثَةٌ لاَ يُكَلِّمُهُمْ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلاَ يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ قَالَ فَقَرَأَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثَ مِرَارًا قَالَ أَبُو ذَرٍّ خَابُوا وَخَسِرُوا مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الْمُسْبِلُ وَالْمَنَّانُ وَالْمُنَفِّقُ سِلْعَتَهُ بِالْحَلِفِ الْكَاذِبِ))
🏷“Tiga golongan yang Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat, tidak akan melihat mereka, tidak akan mensucikan mereka, dan bagi mereka siksaan yang pedih”.
⚠️Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkannya tiga kali.
↪️Abu Dzarr berkata: “Mereka celaka dan rugi! Siapa mereka itu, wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab:
💥“Musbil (orang yang isbal, menjulurkan pakaiannya di bawah mata kaki),
💥mannan (orang yang banyak mengungkit-ngungkit pemberian atau perbuatan baiknya kepada orang lain),
💥dan orang yang melariskan dagangannya dengan sumpah palsu”.
📚HR Muslim, no. 106; Ahmad; Tirmidzi; an Nasaa-i; Abu Dawud; Ibnu Majah; ad Darimi.
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
🔰🌠Forum Salafy Purbalingga
↗ http://telegram.me/ForumSalafyPurbalingga
🚇 MEMBERSIHKAN HATI DARI KESYIRIKAN DAN RIYA'
🎙Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin – semoga Allah merahmatinya – berkata :
“Kesyirikan, sucikanlah hatimu darinya!
Bagaimana aku membersihkan jiwaku darinya?
Aku bersihkan hatiku dengan mengatakan kepada jiwaku:
“Sesungguhnya manusia itu tidak memberi manfaat kepadaku apabila aku bermaksiat kepada Allah dan mereka tidak meloloskanku dari adzab-Nya. Apabila aku menaati Allah, mereka tidak memberi pahala kepadaku.”
✍🏻 Karena pemberi pahala dan pelindung dari adzab hanyalah Allah.
‼💥 Jika permasalahannya demikian, maka kenapa kamu mempersekutukan Allah ‘Azza wa Jalla?! Mengapa kamu meniatkan ibadahmu untuk mendekatkan diri kepada makhluk?!
❗Oleh karenanya, siapa yang mendekatkan diri kepada makhluk dengan sesuatu yang seharusnya dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah, Allah pasti menjauh darinya dan makhluk juga menjauhinya.”
📖 Syarhu Riyaadhis Shaalihin, Syaikh al – Utsaimin, 1/ 30.
📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah
••••
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
🎙Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin – semoga Allah merahmatinya – berkata :
“Kesyirikan, sucikanlah hatimu darinya!
Bagaimana aku membersihkan jiwaku darinya?
Aku bersihkan hatiku dengan mengatakan kepada jiwaku:
“Sesungguhnya manusia itu tidak memberi manfaat kepadaku apabila aku bermaksiat kepada Allah dan mereka tidak meloloskanku dari adzab-Nya. Apabila aku menaati Allah, mereka tidak memberi pahala kepadaku.”
✍🏻 Karena pemberi pahala dan pelindung dari adzab hanyalah Allah.
‼💥 Jika permasalahannya demikian, maka kenapa kamu mempersekutukan Allah ‘Azza wa Jalla?! Mengapa kamu meniatkan ibadahmu untuk mendekatkan diri kepada makhluk?!
❗Oleh karenanya, siapa yang mendekatkan diri kepada makhluk dengan sesuatu yang seharusnya dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah, Allah pasti menjauh darinya dan makhluk juga menjauhinya.”
📖 Syarhu Riyaadhis Shaalihin, Syaikh al – Utsaimin, 1/ 30.
📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah
••••
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
💦🍀 KARAKTER MU'MIN SEJATI YANG HARUS KITA UPAYAKAN ADA PADA DIRI KITA
🗒️ Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi Al Madkhali hafizhahullah mengatakan :
المؤمن الحق يعظم الله حق تعظيمه، ويدرك أنه سبحانه يسمع كل ما يقول، ويعلم كل ما يتحدث به، ويحدث به نفسه، وأن لله [ كِرَامًا كَاتِبِينَ يَعْلَمُونَ مَا تَفْعَلُونَ ]
فإذا وجد هذا الشعور النبيل في نفس المؤمن حصل عنده ملكة التقوى التي يجتنب بها المعاصي والشرك والبدع والخرافات
"Seorang mu'min sejati akan mengagungkan Allah dengan sebenar-benarnya pengagungan. Dia menyadari bahwa Allah subhanahu wa ta'ala mendengar semua yang dia ucapkan, mengetahui segala yang dia bicarakan, dan bahkan Allah mengetahui pembicaraan hatinya.
Dia yakin bahwa Allah memiliki 'Malaikat-malaikat yang mulia di sisi-Nya. Dan mencatat (amalan para hamba). Mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.' QS. Al Infithar : 11-12
Apabila rasa semacam ini ada dalam diri seorang mu'min; maka akan lahirlah kekuatan takwa yang dengan itulah dia mampu menjauhi beragam kemaksiatan, kesyirikan, bid'ah, dan khurafat-khurafat."
(Al Hats 'alal Mawaddah dalam Majmu' Mu'allafat Asy-Syaikh, I/470)
✍️ Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
Hari Ahadi, (21:40) 27 Shafar 1440 / 04 November 2018
〰〰➰〰〰
▶️ Mari ikut berdakwah dengan turut serta membagikan artikel ini, asalkan ikhlas insyaallah dapat pahala.
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Channel Telegram https://t.me/nasehatetam
🗒️ Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi Al Madkhali hafizhahullah mengatakan :
المؤمن الحق يعظم الله حق تعظيمه، ويدرك أنه سبحانه يسمع كل ما يقول، ويعلم كل ما يتحدث به، ويحدث به نفسه، وأن لله [ كِرَامًا كَاتِبِينَ يَعْلَمُونَ مَا تَفْعَلُونَ ]
فإذا وجد هذا الشعور النبيل في نفس المؤمن حصل عنده ملكة التقوى التي يجتنب بها المعاصي والشرك والبدع والخرافات
"Seorang mu'min sejati akan mengagungkan Allah dengan sebenar-benarnya pengagungan. Dia menyadari bahwa Allah subhanahu wa ta'ala mendengar semua yang dia ucapkan, mengetahui segala yang dia bicarakan, dan bahkan Allah mengetahui pembicaraan hatinya.
Dia yakin bahwa Allah memiliki 'Malaikat-malaikat yang mulia di sisi-Nya. Dan mencatat (amalan para hamba). Mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.' QS. Al Infithar : 11-12
Apabila rasa semacam ini ada dalam diri seorang mu'min; maka akan lahirlah kekuatan takwa yang dengan itulah dia mampu menjauhi beragam kemaksiatan, kesyirikan, bid'ah, dan khurafat-khurafat."
(Al Hats 'alal Mawaddah dalam Majmu' Mu'allafat Asy-Syaikh, I/470)
✍️ Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
Hari Ahadi, (21:40) 27 Shafar 1440 / 04 November 2018
〰〰➰〰〰
▶️ Mari ikut berdakwah dengan turut serta membagikan artikel ini, asalkan ikhlas insyaallah dapat pahala.
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Channel Telegram https://t.me/nasehatetam
💥⚠⛔🔥 BANYAK ORANG YANG MENGAJAK UNTUK BERTAKWA, NAMUN MEREKA SENDIRI TIDAK MENGAMALKANNYA!!
Al-Imam Umar bin Abdul Aziz rahimahullah berkata ketika menulis surat kepada salah seorang pegawainya:
اتَّقِ اللهَ فَإِنَّ التَّقْوَى هِيَ الَّتِي لَا يَقْبَلُ غَيْرَهَا، وَلا يَرْحَمُ إِلا أَهْلَهَا، وَلا يُثِيْبُ إِِلّا عَلَيْهَا، فَإِنَّ الْوَاعِظِيْنَ بِهَا كَثِيُرٌ، وَالْعَامِلِيْنَ بِهَا قَلِيْلٌ.
"Bertakwalah kepada Allah, karena takwa adalah sesuatu yang Allah tidak menerima selainnya, tidak merahmati kecuali orang yang memilikinya, dan tidak memberi pahala kecuali amal yang dibangun di atasnya, karena sesungguhnya orang-orang yang menasehati dengannya banyak, namun orang-orang yang mengamalkannya sedikit."
📚 Tadzkiratul Huffazh, jilid 4 hlm. 1402
🌍 Sumber || https://twitter.com/AlahmadiZahrani/status/1018991321468588038?s=19
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ http://telegram.me/forumsalafy
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Al-Imam Umar bin Abdul Aziz rahimahullah berkata ketika menulis surat kepada salah seorang pegawainya:
اتَّقِ اللهَ فَإِنَّ التَّقْوَى هِيَ الَّتِي لَا يَقْبَلُ غَيْرَهَا، وَلا يَرْحَمُ إِلا أَهْلَهَا، وَلا يُثِيْبُ إِِلّا عَلَيْهَا، فَإِنَّ الْوَاعِظِيْنَ بِهَا كَثِيُرٌ، وَالْعَامِلِيْنَ بِهَا قَلِيْلٌ.
"Bertakwalah kepada Allah, karena takwa adalah sesuatu yang Allah tidak menerima selainnya, tidak merahmati kecuali orang yang memilikinya, dan tidak memberi pahala kecuali amal yang dibangun di atasnya, karena sesungguhnya orang-orang yang menasehati dengannya banyak, namun orang-orang yang mengamalkannya sedikit."
📚 Tadzkiratul Huffazh, jilid 4 hlm. 1402
🌍 Sumber || https://twitter.com/AlahmadiZahrani/status/1018991321468588038?s=19
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ http://telegram.me/forumsalafy
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
🏝🕌 DOA PERMOHONAN AGAR ISTIQAMAH DI ATAS SUNNAH
Seringnya permohonan terhadap sesuatu menunjukkan besarnya hajat terhadap hal tersebut.
Rasanya tidak berlebihan jika kita mengatakan bahwa permohonan yang paling layak untuk diulangi dan terus diminta ialah permohonan untuk kokoh di atas hidayah Islam.
- Siapa kah kita? Bahkan Rasulullah ﷺ pun dikatakan oleh Anas bin Malik :
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُكْثِرُ أَنْ يَقُولَ : " يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ "
Sesungguhnya Rasulullah ﷺ seringkali memanjatkan doa :
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
Yaa muqollibal quluub, tsabbit qolbii 'alaa diinik
"Wahai Dzat yang membolak-balik hati, kokohkan lah hati hamba di atas agama-Mu." -SHAHIH- (Syaikh Nashir) HR. At Tirmidzi (2140)
- Bukan hanya Anas! Pernyataan serupa juga disampaikan oleh istri tercinta Baginda Nabi ﷺ, 'Aisyah radhiyallahu 'anha :
دَعَوَاتٌ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُكْثِرُ يَدْعُو بِهَا : " يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ ".
Rangkaian doa yang seringkali dipanjatkan oleh Rasulullah ﷺ ialah
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
Yaa muqollibal quluub, tsabbit qolbii 'alaa diinik
"Wahai Dzat yang membolak-balik hati, kokohkan lah hati hamba di atas agama-Mu."
Ibunda kita, Aisyah pun menanyakan sabab-musabab dari hal itu, maka Beliau ﷺ menyatakan :
إِنَّ قَلْبَ الْآدَمِيِّ بَيْنَ أُصْبُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ، فَإِذَا شَاءَ أَزَاغَهُ، وَإِذَا شَاءَ أَقَامَهُ
"Sesungguhnya hati manusia berada di antara dua Jari dari Jemari Allah. Bila Allah ingin; Allah simpangkan dia. Dan bila Allah ingin; Allah kokohkan hatinya." -SHAHIH LI GHAIRIH- (Tahqiq Musnad) HR. Ahmad
☑️ Sebagai penutup dari tulisan ringkas ini, simaklah ucapan dari Imam Al Baghawi rahimahullah berikut :
"Dalam riwayat ini terdapat penjelasan bahwa seorang hamba tidak sedikitpun memiliki peranan dalam urusan bahagia dan sengsaranya.
Bahkan, saat dia dapat hidayah itu karena Allah memberinya hidayah. Saat dia kokoh di atas iman maka karena Allah mengokohkan imannya. Dan demikian pula, saat dia tersesat itu dikarenakan Allah memalingkannya dari petunjuk.
Allah ta'ala berfirman :
بَلِ اللَّهُ يَمُنُّ عَلَيْكُمْ أَنْ هَدَاكُمْ لِلْإِيمَانِ
"Bahkan Allah yang berjasa atas kalian saat Dia memberikan hidayah menuju iman."
(QS. Al Hujurat : 17)
Dan Dia juga berfirman saat mengisahkan tentang ucapan pujian penduduk surga :
وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ ۖ
"Segala pujian bagi Allah yang telah menunjuki kami jalan menuju surga. Tidak mungkin kami mendapatkan hidayah jika Allah tidak memberi kami hidayah." (QS. Al A'raaf : 43)
Dan Allah ta'ala berfirman :
يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ ۖ
"Allah mengokohkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang kokoh di kehidupan dunia dan akhirat."
(QS. Ibrahim : 27) -Syarhus Sunnah oleh Imam Al Baghawi, I/167-
📜 Bahan Bacaan:
[ Fiqh Al Ad'iyah wa Al Adkar hlm. 906-907 ]
✍🏼 Muara Badak @ Kutai Kartanegara
Hari Ahadi, Jelang Pulang 01 Jumadil Awal 1439 / 18 Januari 2018
_
▶️ Mari ikut berdakwah dengan turut serta membagikan artikel ini, asalkan ikhlas insyaallah dapat pahala.
•••
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
📡 https://t.me/nasehatetam
🖥 www.nasehatetam.com
Seringnya permohonan terhadap sesuatu menunjukkan besarnya hajat terhadap hal tersebut.
Rasanya tidak berlebihan jika kita mengatakan bahwa permohonan yang paling layak untuk diulangi dan terus diminta ialah permohonan untuk kokoh di atas hidayah Islam.
- Siapa kah kita? Bahkan Rasulullah ﷺ pun dikatakan oleh Anas bin Malik :
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُكْثِرُ أَنْ يَقُولَ : " يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ "
Sesungguhnya Rasulullah ﷺ seringkali memanjatkan doa :
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
Yaa muqollibal quluub, tsabbit qolbii 'alaa diinik
"Wahai Dzat yang membolak-balik hati, kokohkan lah hati hamba di atas agama-Mu." -SHAHIH- (Syaikh Nashir) HR. At Tirmidzi (2140)
- Bukan hanya Anas! Pernyataan serupa juga disampaikan oleh istri tercinta Baginda Nabi ﷺ, 'Aisyah radhiyallahu 'anha :
دَعَوَاتٌ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُكْثِرُ يَدْعُو بِهَا : " يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ ".
Rangkaian doa yang seringkali dipanjatkan oleh Rasulullah ﷺ ialah
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
Yaa muqollibal quluub, tsabbit qolbii 'alaa diinik
"Wahai Dzat yang membolak-balik hati, kokohkan lah hati hamba di atas agama-Mu."
Ibunda kita, Aisyah pun menanyakan sabab-musabab dari hal itu, maka Beliau ﷺ menyatakan :
إِنَّ قَلْبَ الْآدَمِيِّ بَيْنَ أُصْبُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ، فَإِذَا شَاءَ أَزَاغَهُ، وَإِذَا شَاءَ أَقَامَهُ
"Sesungguhnya hati manusia berada di antara dua Jari dari Jemari Allah. Bila Allah ingin; Allah simpangkan dia. Dan bila Allah ingin; Allah kokohkan hatinya." -SHAHIH LI GHAIRIH- (Tahqiq Musnad) HR. Ahmad
☑️ Sebagai penutup dari tulisan ringkas ini, simaklah ucapan dari Imam Al Baghawi rahimahullah berikut :
"Dalam riwayat ini terdapat penjelasan bahwa seorang hamba tidak sedikitpun memiliki peranan dalam urusan bahagia dan sengsaranya.
Bahkan, saat dia dapat hidayah itu karena Allah memberinya hidayah. Saat dia kokoh di atas iman maka karena Allah mengokohkan imannya. Dan demikian pula, saat dia tersesat itu dikarenakan Allah memalingkannya dari petunjuk.
Allah ta'ala berfirman :
بَلِ اللَّهُ يَمُنُّ عَلَيْكُمْ أَنْ هَدَاكُمْ لِلْإِيمَانِ
"Bahkan Allah yang berjasa atas kalian saat Dia memberikan hidayah menuju iman."
(QS. Al Hujurat : 17)
Dan Dia juga berfirman saat mengisahkan tentang ucapan pujian penduduk surga :
وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ ۖ
"Segala pujian bagi Allah yang telah menunjuki kami jalan menuju surga. Tidak mungkin kami mendapatkan hidayah jika Allah tidak memberi kami hidayah." (QS. Al A'raaf : 43)
Dan Allah ta'ala berfirman :
يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ ۖ
"Allah mengokohkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang kokoh di kehidupan dunia dan akhirat."
(QS. Ibrahim : 27) -Syarhus Sunnah oleh Imam Al Baghawi, I/167-
📜 Bahan Bacaan:
[ Fiqh Al Ad'iyah wa Al Adkar hlm. 906-907 ]
✍🏼 Muara Badak @ Kutai Kartanegara
Hari Ahadi, Jelang Pulang 01 Jumadil Awal 1439 / 18 Januari 2018
_
▶️ Mari ikut berdakwah dengan turut serta membagikan artikel ini, asalkan ikhlas insyaallah dapat pahala.
•••
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
📡 https://t.me/nasehatetam
🖥 www.nasehatetam.com
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
📹 Jangan merasa aman dari penyimpangan ⚡️🔥
🎙 Al Ustadz Abdul mu'thi Lc Hafizahullah
Join Us
@salafypalembang
@NasehatSyabab
https://t.me/NasehatSyabab
🎙 Al Ustadz Abdul mu'thi Lc Hafizahullah
Join Us
@salafypalembang
@NasehatSyabab
https://t.me/NasehatSyabab
💥⛔❌🔥 ORANG MATI YANG MASIH BERJALAN DI MUKA BUMI
✍🏻 Al-Imam Ibnul Jauzy rahimahullah berkata:
ليس الميت من خرجت روحه من جنبيه، وإنما الميت من لا يفقه ماذا لربه من الحقوق عليه.
"Orang yang mati bukanlah orang yang ruhnya keluar dari tubuhnya, tetapi orang yang mati adalah orang yang tidak memahami apa hak-hak Allah terhadap dirinya."
📚 At-Tadzkirah, hlm. 18
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ http://telegram.me/ForumSalafy
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
✍🏻 Al-Imam Ibnul Jauzy rahimahullah berkata:
ليس الميت من خرجت روحه من جنبيه، وإنما الميت من لا يفقه ماذا لربه من الحقوق عليه.
"Orang yang mati bukanlah orang yang ruhnya keluar dari tubuhnya, tetapi orang yang mati adalah orang yang tidak memahami apa hak-hak Allah terhadap dirinya."
📚 At-Tadzkirah, hlm. 18
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ http://telegram.me/ForumSalafy
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
✋🏻🌺⭕💥 SEORANG HAMBA MEMBUTUHKAN HIDAYAH SETIAP SAAT
✍🏻 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:
الذنوب من لوازم نفس الإنسان وهو محتاج إلى الهدى في كل لحظة، وهو إلى الهدى أحوج منه إلى الأكل والشرب.
"Dosa-dosa termasuk hal-hal yang pasti muncul dari jiwa manusia, dan dia membutuhkan hidayah setiap saat, dan kebutuhannya kepada hidayah lebih besar dibandingkan kebutuhannya kepada makan dan minum."
📚 Majmu'ul Fatawa, jilid 8 hlm. 216
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ http://telegram.me/ForumSalafy
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
✍🏻 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:
الذنوب من لوازم نفس الإنسان وهو محتاج إلى الهدى في كل لحظة، وهو إلى الهدى أحوج منه إلى الأكل والشرب.
"Dosa-dosa termasuk hal-hal yang pasti muncul dari jiwa manusia, dan dia membutuhkan hidayah setiap saat, dan kebutuhannya kepada hidayah lebih besar dibandingkan kebutuhannya kepada makan dan minum."
📚 Majmu'ul Fatawa, jilid 8 hlm. 216
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ http://telegram.me/ForumSalafy
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
✋🏻📑💐🌷ILMU YANG MATANG DALAM KITAB RUDUD (BANTAHAN)
Ketika menyebutkan ucapan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah, “Orang yang membantah bid’ah-bid’ah adalah mujahid,”
Al-‘Allamah Al-Mujahid Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullah wa ra’ahu mengatakan,
“Dan demi Allah, sungguh, aku melihat ilmu yang matang dalam kitab-kitab rudud (bantahan). Oleh karena itulah, sebagian besar kitab-kitab Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah adalah bantahan. Allah pun memberi manfaat kepada umat ini dengan bantahan-bantahan (beliau) tersebut.
Dalam banyak kitabnya,
● Beliau membantah Asy’ariyah
● Beliau membantah Rafidhah
● Beliau membantah agama Nasrani
● Beliau membantah agama Yahudi
● Beliau membantah berbagai aliran dan pemahaman (menyimpang).
Allah memberikan manfaat kepada umat dengan bantahan-bantahan (beliau) tersebut.
Pada masa sekarang, (kitab) rudud termasuk kitab yang paling bermanfaat. Banyak manusia yang tidak bisa menjaga dirinya sendiri kecuali setelah membaca kitab-kitab rudud. Seseorang tidak akan memahami realitas dari berbagai (kelompok) dakwah yang rusak dan menyimpang kecuali setelah membaca kitab-kitab rudud.
Dalam kitab-kitab rudud terdapat:
● Fiqih yang benar;
● Akidah yang benar
● Penjelasan tentang berbagai manhaj.
Akan tetapi, mereka menghendaki agar para pemuda hidup dalam kegelapan. Mereka ingin menggiring para pemuda sebagaimana mereka menggiring binatang ternak. Wal ‘iyadzu billah.
Oleh karena itu, engkau melihat banyak pemuda seperti makanan bagi binatang ternak. Mereka digiring seperti itu hingga dijerat dengan jaring laba-laba, sangat menyedihkan.
Engkau lihat banyak pemuda tidak membedakan:
● Antara sunnah dan bid’ah
● Antara kebenaran dan kebatilan
● Antara kesesatan dan petunjuk.
Jika Allah kebaikan untuk mereka, niscaya mereka membaca kitab-kitab rudud. Mereka akan mengetahui realitas orang-orang yang memberikan talbis (pencampuran adukan antara kebenaran dan kebatilan) terhadap mereka, yang meletakkan penghalang dan penutup sehingga mereka tidak bisa mengenali kebenaran melalui kitab-kitab rudud.
📚 Sumber
Al-Lubab min Majmu’ wa Nasha’ih Asy-Syaikh Rabi’ li Asy-Syabab hlm. 491—492
🌏 Kunjungi || http://forumsalafy.net/ilmu-yang-matang-dalam-kitab-rudud/
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ http://telegram.me/forumsalafy
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Ketika menyebutkan ucapan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah, “Orang yang membantah bid’ah-bid’ah adalah mujahid,”
Al-‘Allamah Al-Mujahid Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullah wa ra’ahu mengatakan,
“Dan demi Allah, sungguh, aku melihat ilmu yang matang dalam kitab-kitab rudud (bantahan). Oleh karena itulah, sebagian besar kitab-kitab Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah adalah bantahan. Allah pun memberi manfaat kepada umat ini dengan bantahan-bantahan (beliau) tersebut.
Dalam banyak kitabnya,
● Beliau membantah Asy’ariyah
● Beliau membantah Rafidhah
● Beliau membantah agama Nasrani
● Beliau membantah agama Yahudi
● Beliau membantah berbagai aliran dan pemahaman (menyimpang).
Allah memberikan manfaat kepada umat dengan bantahan-bantahan (beliau) tersebut.
Pada masa sekarang, (kitab) rudud termasuk kitab yang paling bermanfaat. Banyak manusia yang tidak bisa menjaga dirinya sendiri kecuali setelah membaca kitab-kitab rudud. Seseorang tidak akan memahami realitas dari berbagai (kelompok) dakwah yang rusak dan menyimpang kecuali setelah membaca kitab-kitab rudud.
Dalam kitab-kitab rudud terdapat:
● Fiqih yang benar;
● Akidah yang benar
● Penjelasan tentang berbagai manhaj.
Akan tetapi, mereka menghendaki agar para pemuda hidup dalam kegelapan. Mereka ingin menggiring para pemuda sebagaimana mereka menggiring binatang ternak. Wal ‘iyadzu billah.
Oleh karena itu, engkau melihat banyak pemuda seperti makanan bagi binatang ternak. Mereka digiring seperti itu hingga dijerat dengan jaring laba-laba, sangat menyedihkan.
Engkau lihat banyak pemuda tidak membedakan:
● Antara sunnah dan bid’ah
● Antara kebenaran dan kebatilan
● Antara kesesatan dan petunjuk.
Jika Allah kebaikan untuk mereka, niscaya mereka membaca kitab-kitab rudud. Mereka akan mengetahui realitas orang-orang yang memberikan talbis (pencampuran adukan antara kebenaran dan kebatilan) terhadap mereka, yang meletakkan penghalang dan penutup sehingga mereka tidak bisa mengenali kebenaran melalui kitab-kitab rudud.
📚 Sumber
Al-Lubab min Majmu’ wa Nasha’ih Asy-Syaikh Rabi’ li Asy-Syabab hlm. 491—492
🌏 Kunjungi || http://forumsalafy.net/ilmu-yang-matang-dalam-kitab-rudud/
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ http://telegram.me/forumsalafy
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
⚠ JAWAB DUA PERTANYAAN INI SEBELUM BERAMAL SHALIH...⁉
🎙Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:
Sebagian salaf berkata: “Tidak didapati suatu perbuatan -walaupun kecil- KECUALI ditebar padanya dua catatan: kenapa dan bagaimana?
Yaitu:
❓▪Untuk apa kamu melakukannya?
❓▪Dan bagaimana kamu mengamalkannya?
🔳 YANG PERTAMA: pertanyaan tentang alasan dari perbuatan, pemicu, dan penyerunya;
▪apakah itu karena bagian kenikmatan yang dekat datangnya untuk yang beramal dan muncul dari tujuan-tujuan duniawi dalam hal cinta pujian manusia atau takut celaan mereka? Atau amalan itu untuk meraih sesuatu yang dicintai dengan segera atau menghindari hal yang dibenci dalam waktu dekat?
▪Ataukah pembangkit untuk berbuat itu dalam rangka menegakkan ‘ubudiyah(penghambaan), mencari kecintaan dan kedekatan kepada Rabb Yang Maha Suci dan Maha Tinggi, dan menjadikannya perantara untuk mendekat kepada-Nya?
☝🏻Dan duduk permasalahan dari pertanyaan ini adalah:
⁉Apakah kamu melakukan perbuatan ini karena Maula-mu(Allah) atau kamu melaksanakannya demi bagian kesenangan dan hawa nafsumu?
🔳 YANG KEDUA: pertanyaan tentang mengikuti Rasul – shalallahu ‘alaihi wasallam – dalam amalan ibadah itu.
Yaitu: apakah amalan itu termasuk yang disyariatkan melalui lisan Rasul-Ku atau amalan itu tidak Aku syariatkan dan ridhai?
👉🏻 SEHINGGA pertanyaan pertama tentang ikhlash, yang kedua tentang mutaba’ah.
💡Karena sungguh Allah tidak menerima suatu amalan kecuali dengan keduanya.
🚪Oleh karenanya, pintu keluar dari pertanyaan pertama dengan memurnikan ikhlas. Dan jalan keluar dari pertanyaan kedua dengan menerapkan mutaba’ah/ pengikutan kepada Rasulullah disertai keselamatan hati dari menentang untuk ikhlas dan selamat dari hawa nafsu yang melawan ittiba’(pengikutan kepada Rasulullah).
✍🏻 Maka, inilah hakikat hati yang selamat yang terkandung padanya keberhasilan dan kebahagiaan (di dunia dan akhirat).
📖 Ighaatsatul Lahfaan min Mashaidisy Syaithan, Ibnul Qayyim, hal. 26 – 27.
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
✒️ https://t.me/joinchat/AAAAAETpggfZv9PbbPzFPA
🎙Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:
Sebagian salaf berkata: “Tidak didapati suatu perbuatan -walaupun kecil- KECUALI ditebar padanya dua catatan: kenapa dan bagaimana?
Yaitu:
❓▪Untuk apa kamu melakukannya?
❓▪Dan bagaimana kamu mengamalkannya?
🔳 YANG PERTAMA: pertanyaan tentang alasan dari perbuatan, pemicu, dan penyerunya;
▪apakah itu karena bagian kenikmatan yang dekat datangnya untuk yang beramal dan muncul dari tujuan-tujuan duniawi dalam hal cinta pujian manusia atau takut celaan mereka? Atau amalan itu untuk meraih sesuatu yang dicintai dengan segera atau menghindari hal yang dibenci dalam waktu dekat?
▪Ataukah pembangkit untuk berbuat itu dalam rangka menegakkan ‘ubudiyah(penghambaan), mencari kecintaan dan kedekatan kepada Rabb Yang Maha Suci dan Maha Tinggi, dan menjadikannya perantara untuk mendekat kepada-Nya?
☝🏻Dan duduk permasalahan dari pertanyaan ini adalah:
⁉Apakah kamu melakukan perbuatan ini karena Maula-mu(Allah) atau kamu melaksanakannya demi bagian kesenangan dan hawa nafsumu?
🔳 YANG KEDUA: pertanyaan tentang mengikuti Rasul – shalallahu ‘alaihi wasallam – dalam amalan ibadah itu.
Yaitu: apakah amalan itu termasuk yang disyariatkan melalui lisan Rasul-Ku atau amalan itu tidak Aku syariatkan dan ridhai?
👉🏻 SEHINGGA pertanyaan pertama tentang ikhlash, yang kedua tentang mutaba’ah.
💡Karena sungguh Allah tidak menerima suatu amalan kecuali dengan keduanya.
🚪Oleh karenanya, pintu keluar dari pertanyaan pertama dengan memurnikan ikhlas. Dan jalan keluar dari pertanyaan kedua dengan menerapkan mutaba’ah/ pengikutan kepada Rasulullah disertai keselamatan hati dari menentang untuk ikhlas dan selamat dari hawa nafsu yang melawan ittiba’(pengikutan kepada Rasulullah).
✍🏻 Maka, inilah hakikat hati yang selamat yang terkandung padanya keberhasilan dan kebahagiaan (di dunia dan akhirat).
📖 Ighaatsatul Lahfaan min Mashaidisy Syaithan, Ibnul Qayyim, hal. 26 – 27.
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
✒️ https://t.me/joinchat/AAAAAETpggfZv9PbbPzFPA