✍🏻 CARA MENYIKAPI ORANG YANG MELAKUKAN NAMIMAH
🗒️ Siapa saja yang menjumpai namimah(¹) dengan seseorang mengatakan kepadanya:
“Si fulan mencelamu demikian demikian.”
Maka wajib atasnya untuk melakukan 6 perkara:
1⃣. Jangan membenarkan ucapannya, karena orang yang suka melakukan namimah dihukumi sebagai orang yang fasik sehingga beritanya tertolak.
2⃣. Melarangnya dari perbuatan tersebut, menasehatinya, serta mencela perbuatannya.
3⃣. Membencinya karena Allah, karena dia adalah orang yang dibenci di sisi Allah, dan membenci karena Allah hukumnya wajib.
4⃣. Jangan menyangka buruk terhadap orang yang disampaikan berita tersebut darinya. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala:
اجْتَنِبُوا كَثِيْرًا مِنَ الظَّنِ.
“Jauhilah kebanyakan prasangka.”
(QS. Al-Hujuraat: 12)
5️⃣. Apa yang diceritakan kepadanya jangan sampai mendorongnya untuk melakukan tajassus atau tindakan memata-matai dan mencari kebenarannya. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala:
وَلَا تَجَسَّسُوْا.
“Dan janganlah kalian melakukan tindakan memata-matai.”
(QS. Al-Hujuraat: 12)
6️⃣. Jangan sampai dia meridhai kelakuan yang dia melarangnya dari orang yang suka melakukannya, jadi jangan sampai dia menceritakan namimah tersebut.
Ini semua disebutkan oleh An-Nawawy rahimahullah Ta’ala dalam Syarh Shahih Muslim, maka hafalkanlah baik-baik dan jangan engkau lalaikan❗
Lihat: Syarh Muslim karya An-Nawawy penjelasan hadits no. 105 –pent)
📖Saya akhiri dengan salah satu mutiara dari perkataan Al-Imam Asy-Syafi’iy rahimahullah Ta’ala:
من نمَّ لكَ نمَّ بِكَ، وَمَنْ نَقَلَ إِلَيْكَ نَقَلَ عَنْكَ.
“Siapa yang melakukan namimah untuk membela dirimu, maka dia juga akan melakukan namimah dengan menjadikan dirimu sebagai korban. Dan siapa yang mengabarkan keburukan orang lain kepadamu, maka dia juga akan mengabarkan tentang keburukan dirimu kepada orang lain.”
Lihat: Tahdziibul Asmaa’ wal Lughaat, I/56 –pent
✍🏼 Al-Imam Al-Hasan Al-Bashry rahimahullah mengatakan yang semisal ini yaitu:
احْذَرْ مِمَّنْ نَقَلَ إِلَيْكَ حَدَيْثَ غَيْرِكَ، فَإِنَّهُ سَيَنْقُلُ إِلَى غَيْرِكَ حَدِيْثَكَ.
“Waspadailah siapa saja yang menyampaikan ucapan buruk orang lain kepadamu, karena sesungguhnya dia juga akan menyampaikan ucapanmu kepada orang lain.”
Catatan Kaki:
[1] Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah berkata: “Namimah adalah menyampaikan sebuah perkataan diantara manusia dengan tujuan mengadu domba dan merusak hubungan mereka.”
I’aanatul Mustafiid, I/363, terbitan Muasassah Ar-Risalah –pent
📝 Sumber
http://albaidha.net/vb/showthread.php?t=54224
http://forumsalafy.net/cara-menyikapi-orang-yang-melakukan-namimah/
@forumsalafy
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
🗒️ Siapa saja yang menjumpai namimah(¹) dengan seseorang mengatakan kepadanya:
“Si fulan mencelamu demikian demikian.”
Maka wajib atasnya untuk melakukan 6 perkara:
1⃣. Jangan membenarkan ucapannya, karena orang yang suka melakukan namimah dihukumi sebagai orang yang fasik sehingga beritanya tertolak.
2⃣. Melarangnya dari perbuatan tersebut, menasehatinya, serta mencela perbuatannya.
3⃣. Membencinya karena Allah, karena dia adalah orang yang dibenci di sisi Allah, dan membenci karena Allah hukumnya wajib.
4⃣. Jangan menyangka buruk terhadap orang yang disampaikan berita tersebut darinya. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala:
اجْتَنِبُوا كَثِيْرًا مِنَ الظَّنِ.
“Jauhilah kebanyakan prasangka.”
(QS. Al-Hujuraat: 12)
5️⃣. Apa yang diceritakan kepadanya jangan sampai mendorongnya untuk melakukan tajassus atau tindakan memata-matai dan mencari kebenarannya. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala:
وَلَا تَجَسَّسُوْا.
“Dan janganlah kalian melakukan tindakan memata-matai.”
(QS. Al-Hujuraat: 12)
6️⃣. Jangan sampai dia meridhai kelakuan yang dia melarangnya dari orang yang suka melakukannya, jadi jangan sampai dia menceritakan namimah tersebut.
Ini semua disebutkan oleh An-Nawawy rahimahullah Ta’ala dalam Syarh Shahih Muslim, maka hafalkanlah baik-baik dan jangan engkau lalaikan❗
Lihat: Syarh Muslim karya An-Nawawy penjelasan hadits no. 105 –pent)
📖Saya akhiri dengan salah satu mutiara dari perkataan Al-Imam Asy-Syafi’iy rahimahullah Ta’ala:
من نمَّ لكَ نمَّ بِكَ، وَمَنْ نَقَلَ إِلَيْكَ نَقَلَ عَنْكَ.
“Siapa yang melakukan namimah untuk membela dirimu, maka dia juga akan melakukan namimah dengan menjadikan dirimu sebagai korban. Dan siapa yang mengabarkan keburukan orang lain kepadamu, maka dia juga akan mengabarkan tentang keburukan dirimu kepada orang lain.”
Lihat: Tahdziibul Asmaa’ wal Lughaat, I/56 –pent
✍🏼 Al-Imam Al-Hasan Al-Bashry rahimahullah mengatakan yang semisal ini yaitu:
احْذَرْ مِمَّنْ نَقَلَ إِلَيْكَ حَدَيْثَ غَيْرِكَ، فَإِنَّهُ سَيَنْقُلُ إِلَى غَيْرِكَ حَدِيْثَكَ.
“Waspadailah siapa saja yang menyampaikan ucapan buruk orang lain kepadamu, karena sesungguhnya dia juga akan menyampaikan ucapanmu kepada orang lain.”
Catatan Kaki:
[1] Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah berkata: “Namimah adalah menyampaikan sebuah perkataan diantara manusia dengan tujuan mengadu domba dan merusak hubungan mereka.”
I’aanatul Mustafiid, I/363, terbitan Muasassah Ar-Risalah –pent
📝 Sumber
http://albaidha.net/vb/showthread.php?t=54224
http://forumsalafy.net/cara-menyikapi-orang-yang-melakukan-namimah/
@forumsalafy
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
❌ ANCAMAN MENGERIKAN BAGI SIAPA SAJA YANG RIDHA DENGAN KEHIDUPAN DUNIA DAN MELUPAKAN AKHIRAT
✍️Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,
"Sungguh Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengancam dengan ancaman yang sangat mengerikan bagi siapa saja yang rela, ridha, dan merasa puas dengan kehidupan dunia, serta lalai dari tanda-tanda kebesaran-Nya, dan tidak mengharapkan perjumpaan dengan-Nya.
📌 Allah Ta'ala berfirman, "Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami. mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan."
QS. Yunus: 7-8.
📚 Al-Fawaid (jilid 1/ hlm. 96).
قال الإمام ابن القيم رحمه الله :
ﻭﻗﺪ ﺗﻮﻋﺪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﺃﻋﻈﻢ اﻟﻮﻋﻴﺪ ﻟﻤﻦ ﺭﺿﻲ ﺑﺎﻟﺤﻴﺎﺓ اﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭاﻃﻤﺄﻥ ﺑﻬﺎ ﻭﻏﻔﻞ ﻋﻦ ﺁﻳﺎﺗﻪ ﻭﻟﻢ ﻳﺮﺝ ﻟﻘﺎءﻩ ﻓﻘﺎﻝ *:{ﺇﻥ اﻟﺬﻳﻦ ﻻ ﻳﺮﺟﻮﻥ ﻟﻘﺎءﻧﺎ ﻭﺭﺿﻮا ﺑﺎﻟﺤﻴﺎﺓ اﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭاﻃﻤﺄﻧﻮا ﺑﻬﺎ ﻭاﻟﺬﻳﻦ ﻫﻢ ﻋﻦ ﺁﻳﺎﺗﻨﺎ ﻏﺎﻓﻠﻮﻥ ﺃﻭﻟﺌﻚ ﻣﺄﻭاﻫﻢ اﻟﻨﺎﺭ ﺑﻤﺎ ﻛﺎﻧﻮا ﻳﻜﺴﺒﻮﻥ}*.
📚 الفوائد (٩٦/١).
📝 Sumber:
@salafy_cirebon
www.salafycirebon.com
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
✍️Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,
"Sungguh Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengancam dengan ancaman yang sangat mengerikan bagi siapa saja yang rela, ridha, dan merasa puas dengan kehidupan dunia, serta lalai dari tanda-tanda kebesaran-Nya, dan tidak mengharapkan perjumpaan dengan-Nya.
📌 Allah Ta'ala berfirman, "Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami. mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan."
QS. Yunus: 7-8.
📚 Al-Fawaid (jilid 1/ hlm. 96).
قال الإمام ابن القيم رحمه الله :
ﻭﻗﺪ ﺗﻮﻋﺪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﺃﻋﻈﻢ اﻟﻮﻋﻴﺪ ﻟﻤﻦ ﺭﺿﻲ ﺑﺎﻟﺤﻴﺎﺓ اﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭاﻃﻤﺄﻥ ﺑﻬﺎ ﻭﻏﻔﻞ ﻋﻦ ﺁﻳﺎﺗﻪ ﻭﻟﻢ ﻳﺮﺝ ﻟﻘﺎءﻩ ﻓﻘﺎﻝ *:{ﺇﻥ اﻟﺬﻳﻦ ﻻ ﻳﺮﺟﻮﻥ ﻟﻘﺎءﻧﺎ ﻭﺭﺿﻮا ﺑﺎﻟﺤﻴﺎﺓ اﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭاﻃﻤﺄﻧﻮا ﺑﻬﺎ ﻭاﻟﺬﻳﻦ ﻫﻢ ﻋﻦ ﺁﻳﺎﺗﻨﺎ ﻏﺎﻓﻠﻮﻥ ﺃﻭﻟﺌﻚ ﻣﺄﻭاﻫﻢ اﻟﻨﺎﺭ ﺑﻤﺎ ﻛﺎﻧﻮا ﻳﻜﺴﺒﻮﻥ}*.
📚 الفوائد (٩٦/١).
📝 Sumber:
@salafy_cirebon
www.salafycirebon.com
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
🔊PERKATAAN YANG INDAH KETIKA MENSIFATI AKIDAH ISLAMIYYAH SALAFIYYAH
🎙️Berkata Al Allamah Aman Al Jami rahimahullah:
إنَّ العقيدة الإسلامية السلفية تسير سيرا حثيثا وهادئا، وهي في تقدم مطرد، ولا يكاد يرجع عنها من دخل فيها، رغبة عنها إذا عرفها على حقيقتها، سماؤها تمطر دون بروق أو رعود مزعجة، بل تمطر ديمًا، ذلك المطر الذي ينزل في هدوء تام ويدوم ولكنه لا يجرح الأرض ولا يحفرها، بل يروي الأرض حتى تخصب وتنبت وتعطي خيرها.
وأصحاب هذه العقيدة لا يحملون الطبول معهم حين يعملون في نشرها وحين يُبلّغون، وإنما يُعرف عملهم بنتائجه وثمراته، ويصدق على هذه العقيدة وسيرها قول القائل: مالي بمثل سيرك المتمهل تمشي رويدا وتأتي الأول.
📓 المصدر : [ "العقيدة الاسلامية وتاريخها" صـ (١٤٧/١٤٦) ]
"Sesungguhnya perjalanan akidah islamiyyah sedari dulu melaju dan berkembang begitu pesat. Di masa awal kedatangannya ditolak banyak kalangan, namun hampir tiada didapati orang yang telah memeluknya dan mengetahui hakikat keindahannya keluar dan berpaling darinya.
Ia laksana langit yang menurunkan bulir hujan tanpa ada petir dan guntur yang menakutkan, bahkan hujan yang nikmat. Hujan itu datang langgeng membawa kedamaian yang sempurna lagi abadi, ia terus mengucur namun tiada melukai bumi atau melubanginya bahkan mengairi bumi, membuatnya subur, tumbuh beragam tumbuhan dan juga berbagai kebaikan.
Para pemeluknya tidak menabuh genderang saat datang menyeru dan menyebarkan keyakinan ini, bahkan mereka dikenal karena hasil jerih payah mereka. Mereka jalani keyakinan ini dengan penuh kejujuran hati sebagaimana terlukis dalam sebuah pepatah kata:
"Diriku tidaklah sebanding perjalanan hidupmu yang telah kau lewati, engkau jalan begitu tenang namun datang lebih awal."
📚Al Aqidah Al Islamiyyah Wa Taarikhihaa, hal. 146-147
@aljjarhwata3dil/42946
📝 Sumber:
@salafy_sorowako
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
🎙️Berkata Al Allamah Aman Al Jami rahimahullah:
إنَّ العقيدة الإسلامية السلفية تسير سيرا حثيثا وهادئا، وهي في تقدم مطرد، ولا يكاد يرجع عنها من دخل فيها، رغبة عنها إذا عرفها على حقيقتها، سماؤها تمطر دون بروق أو رعود مزعجة، بل تمطر ديمًا، ذلك المطر الذي ينزل في هدوء تام ويدوم ولكنه لا يجرح الأرض ولا يحفرها، بل يروي الأرض حتى تخصب وتنبت وتعطي خيرها.
وأصحاب هذه العقيدة لا يحملون الطبول معهم حين يعملون في نشرها وحين يُبلّغون، وإنما يُعرف عملهم بنتائجه وثمراته، ويصدق على هذه العقيدة وسيرها قول القائل: مالي بمثل سيرك المتمهل تمشي رويدا وتأتي الأول.
📓 المصدر : [ "العقيدة الاسلامية وتاريخها" صـ (١٤٧/١٤٦) ]
"Sesungguhnya perjalanan akidah islamiyyah sedari dulu melaju dan berkembang begitu pesat. Di masa awal kedatangannya ditolak banyak kalangan, namun hampir tiada didapati orang yang telah memeluknya dan mengetahui hakikat keindahannya keluar dan berpaling darinya.
Ia laksana langit yang menurunkan bulir hujan tanpa ada petir dan guntur yang menakutkan, bahkan hujan yang nikmat. Hujan itu datang langgeng membawa kedamaian yang sempurna lagi abadi, ia terus mengucur namun tiada melukai bumi atau melubanginya bahkan mengairi bumi, membuatnya subur, tumbuh beragam tumbuhan dan juga berbagai kebaikan.
Para pemeluknya tidak menabuh genderang saat datang menyeru dan menyebarkan keyakinan ini, bahkan mereka dikenal karena hasil jerih payah mereka. Mereka jalani keyakinan ini dengan penuh kejujuran hati sebagaimana terlukis dalam sebuah pepatah kata:
"Diriku tidaklah sebanding perjalanan hidupmu yang telah kau lewati, engkau jalan begitu tenang namun datang lebih awal."
📚Al Aqidah Al Islamiyyah Wa Taarikhihaa, hal. 146-147
@aljjarhwata3dil/42946
📝 Sumber:
@salafy_sorowako
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
JUMAT, 18 SYA'BAN 1444H
10 Maret 2023 M
🔄 Gabung • Simpan • Bagikan
➡️ https://t.me/galeri_pip
➡️ https://t.me/salafypalembang
10 Maret 2023 M
🔄 Gabung • Simpan • Bagikan
➡️ https://t.me/galeri_pip
➡️ https://t.me/salafypalembang
🔊WAHAI PEMUDA SEGERALAH MENIKAH
🎙Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin rahimahullahu ta'ala berkata:
"Menunda-nunda pernikahan bagi seorang lelaki jika dia telah mampu, yaitu mampu dari sisi harta dan jasmani, maka berarti dia telah menyelisihi bimbingan Rasulullah 'alahis shalatu wassalam. Karena sungguh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ، فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ
"Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian telah mampu untuk menikah, maka segeralah menikah. Sesungguhnya dengan menikah, akan lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Dan barangsiapa yang belum mampu untuk menikah, maka hendaknya berpuasa, karena sesungguhnya puasa adalah penekan hawa nafsu."
📚 Fatāwā Nūrun 'alād Darb juz: 10 hal. 8
📝 Sumber:
@hikmahsalafiyyah
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
🎙Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin rahimahullahu ta'ala berkata:
"Menunda-nunda pernikahan bagi seorang lelaki jika dia telah mampu, yaitu mampu dari sisi harta dan jasmani, maka berarti dia telah menyelisihi bimbingan Rasulullah 'alahis shalatu wassalam. Karena sungguh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ، فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ
"Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian telah mampu untuk menikah, maka segeralah menikah. Sesungguhnya dengan menikah, akan lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Dan barangsiapa yang belum mampu untuk menikah, maka hendaknya berpuasa, karena sesungguhnya puasa adalah penekan hawa nafsu."
📚 Fatāwā Nūrun 'alād Darb juz: 10 hal. 8
📝 Sumber:
@hikmahsalafiyyah
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
🔊AHLUL BID'AH TAKKAN PERNAH BERISLAM SECARA KAFFAH (TOTALITAS)
🎙Al Imam Ibnu Qayyim al Jauziyah rahimahullah berkata:
ولا تجدُ مبتدعًا في دينه قطُّ إلَّا وفي قلبه حرجٌ من الآيات التي تُخالِفُ بدعتَهُ؛ كما أنك لا تجدُ ظالمًا فاجرًا إلَّا وفي صدرِه حرجٌ من الآيات التي تَحُولُ بينه وبين إرادته.
"Kamu tidak akan mendapati seorang pun dari kalangan ahli bid'ah melainkan di hatinya ada keberatan terhadap ayat-ayat yang menyelisihi kebid'ahannya. Sebagaimana kamu tidak mendapati orang yang zhalim dan ahli maksiat melainkan di dalam dadanya ada keberatan terhadap ayat-ayat yang menghalangi antara dia dan keinginannya."
📚Al Fawaid 1/119.
📝 Sumber: @ForumSalafyKejobong
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
🎙Al Imam Ibnu Qayyim al Jauziyah rahimahullah berkata:
ولا تجدُ مبتدعًا في دينه قطُّ إلَّا وفي قلبه حرجٌ من الآيات التي تُخالِفُ بدعتَهُ؛ كما أنك لا تجدُ ظالمًا فاجرًا إلَّا وفي صدرِه حرجٌ من الآيات التي تَحُولُ بينه وبين إرادته.
"Kamu tidak akan mendapati seorang pun dari kalangan ahli bid'ah melainkan di hatinya ada keberatan terhadap ayat-ayat yang menyelisihi kebid'ahannya. Sebagaimana kamu tidak mendapati orang yang zhalim dan ahli maksiat melainkan di dalam dadanya ada keberatan terhadap ayat-ayat yang menghalangi antara dia dan keinginannya."
📚Al Fawaid 1/119.
📝 Sumber: @ForumSalafyKejobong
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
🔰 TERCELANYA BANYAK BICARA
لو كان العقل على قدر كلام الرجل لكان الثّرثار أكبر الناس عقلاً ،
"Seandainya akal itu diukur dari banyaknya ucapan seseorang, niscaya orang cerewet adalah orang yang paling cerdas akalnya."
ومن أحكم ماقيل : إذا تمَّ العقل نقص الكلام.
Di antara ucapan yang penuh hikmah, "Bila sempurna akal, berkuranglah ucapan."
• قال المناوي - رحمه الله - :
" كثرة الكلام تتولد عن أمرين : إما طلب رئاسة، يريد أن يرى الناس علمه وفصاحته، وإما قلة العلم بما يجب عليه في الكلام".
(فيض القدير ٣٥٠/٤)
🎙Al Munawi rahimahullah berkata,
"Banyak bicara terlahir karena dua sebab yaitu bisa jadi karena ada niatan untuk mencari kepemimpinan; dia ingin manusia melihat ilmu dan kefasihan lidahnya, atau karena dia hanya memiliki sedikit ilmu tentang hal-hal apa saja yang semestinya dibicarakan."
📗 Faidhul Qadir jilid 4 hal. 350.
• منقول من صفحة الشيخ منير السعدي على الفيس بوك .
📝 Sumber:
📑 Dinukil dari laman FB Syaikh Munir as-Sa'di.
@khtub_monir_alsaadi
@riyadhus_salafiyyin
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
لو كان العقل على قدر كلام الرجل لكان الثّرثار أكبر الناس عقلاً ،
"Seandainya akal itu diukur dari banyaknya ucapan seseorang, niscaya orang cerewet adalah orang yang paling cerdas akalnya."
ومن أحكم ماقيل : إذا تمَّ العقل نقص الكلام.
Di antara ucapan yang penuh hikmah, "Bila sempurna akal, berkuranglah ucapan."
• قال المناوي - رحمه الله - :
" كثرة الكلام تتولد عن أمرين : إما طلب رئاسة، يريد أن يرى الناس علمه وفصاحته، وإما قلة العلم بما يجب عليه في الكلام".
(فيض القدير ٣٥٠/٤)
🎙Al Munawi rahimahullah berkata,
"Banyak bicara terlahir karena dua sebab yaitu bisa jadi karena ada niatan untuk mencari kepemimpinan; dia ingin manusia melihat ilmu dan kefasihan lidahnya, atau karena dia hanya memiliki sedikit ilmu tentang hal-hal apa saja yang semestinya dibicarakan."
📗 Faidhul Qadir jilid 4 hal. 350.
• منقول من صفحة الشيخ منير السعدي على الفيس بوك .
📝 Sumber:
📑 Dinukil dari laman FB Syaikh Munir as-Sa'di.
@khtub_monir_alsaadi
@riyadhus_salafiyyin
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
✋🏻📢🌹🌷 MENJADI ORANG YANG DICINTAI KELUARGA
✍🏻 Al-Imam Malik rahimahullah berkata,
ينبغي للرجل أن يُحسِن إلى أَهل دارِه؛ حتى يكون أَحبَّ الناس إِليهم.
"Seseorang sepantasnya berbuat baik kepada keluarganya, hingga dia menjadi orang yang paling dicintai oleh mereka."
📚 Al-Muntaqa Syarah Muwaththa' lil Baaji, 7/212
📝 Sumber:
@forumsalafy
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
✍🏻 Al-Imam Malik rahimahullah berkata,
ينبغي للرجل أن يُحسِن إلى أَهل دارِه؛ حتى يكون أَحبَّ الناس إِليهم.
"Seseorang sepantasnya berbuat baik kepada keluarganya, hingga dia menjadi orang yang paling dicintai oleh mereka."
📚 Al-Muntaqa Syarah Muwaththa' lil Baaji, 7/212
📝 Sumber:
@forumsalafy
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
🌌☝🏻🥇 SURGA HANYA BAGI HAMBA YANG JUJUR
🎙️ Ja'far ash-Shadiq rahimahullah menyatakan,
"مدح الله المكان بالصدق، فلا يقعد فيه إلا أهل الصدق."
"Allah Ta'ala memuji tempat itu (surga) dengan kejujuran, maka tidak akan duduk di tempat tersebut kecuali hamba yang jujur."
📓 Tafsir ats-Tsa'labi 1/2191
📝 Sumber:
@KajianIslamTemanggung
www.salafytemanggung.com
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
🎙️ Ja'far ash-Shadiq rahimahullah menyatakan,
"مدح الله المكان بالصدق، فلا يقعد فيه إلا أهل الصدق."
"Allah Ta'ala memuji tempat itu (surga) dengan kejujuran, maka tidak akan duduk di tempat tersebut kecuali hamba yang jujur."
📓 Tafsir ats-Tsa'labi 1/2191
📝 Sumber:
@KajianIslamTemanggung
www.salafytemanggung.com
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
AHAD, 19 SYA'BAN 1444H
12 Maret 2023 M
🔄 Gabung • Simpan • Bagikan
➡️ https://t.me/galeri_pip
➡️ https://t.me/salafypalembang
12 Maret 2023 M
🔄 Gabung • Simpan • Bagikan
➡️ https://t.me/galeri_pip
➡️ https://t.me/salafypalembang
🏷️🛏️DOA KEBAIKAN UNTUK MAYIT LEBIH UTAMA
▫️Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullahu berkata:
إنَّ الدعاءَ للميِّتِ أفضَلُ، حتى من الصدقةِ والحجِّ والعُمرةِ.
"Sesungguhnya mendoakan kebaikan untuk mayit lebih utama (pahalanya),
Sekalipun dibandingkan dengan shodaqoh, berhaji dan umroh (untuk si mayit)."
📚Fatawa Sual 'alal Hatif, (1/632).
📝 Sumber:
@ForumSalafyPurbalingga
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
▫️Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullahu berkata:
إنَّ الدعاءَ للميِّتِ أفضَلُ، حتى من الصدقةِ والحجِّ والعُمرةِ.
"Sesungguhnya mendoakan kebaikan untuk mayit lebih utama (pahalanya),
Sekalipun dibandingkan dengan shodaqoh, berhaji dan umroh (untuk si mayit)."
📚Fatawa Sual 'alal Hatif, (1/632).
📝 Sumber:
@ForumSalafyPurbalingga
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
🔊ENGKAU MEMVONIS SAUDARAMU TIDAK BERSAMA ULAMA MAKA ENGKAU DITUNTUT MENDATANGKAN BUKTI
🎙Al Ustadz Abdurrahman Lombok hafizhahullah
Engkau menghukumi saudaramu.
Misalkan dengan kata-kata.
Sampean ini tidak sejalan, tidak bersama para ulama, misalkan.
Barokallahu fiikum.
Fa ya akhy,
Ini ucapan konsekuensinya adalah besar.
Ini adalah sebuah vonisan di dalam hidup engkau.
Engkau memvonis saudara engkau, tidak sejalan, tidak berjalan, tidak bersama al-Ulama.
Sekarang ucapan ini, anda dituntut untuk mendatangkan bukti.
Kalau saudara saudara yang engkau ucapkan atau yang engkau vonis tidak sejalan dengan ulama, tidak bersama ulama, barokallahu fiikum.
Engkau dituntut untuk mendatangkan bukti.
Jikalau hanya mengeluarkan ucapan maka yang pintar untuk berucap seperti ini adalah para preman-preman di pasar.
Datangkan bukti..
kalau cuma hanya menuding dan menuduh..
Barokallahu fiikum.
Maka anda akan dimasukkan dan digolongkan dalam barisan kadzabbin (orang-orang yang berdusta).
Maka engkau sekali lagi telah berdusta di dalam berucap. Dan engkau telah memvonis saudara engkau dengan dzolim, pertanggungjawabannya adalah besar, karena engkau berbicara tidak sesuai dengan fakta atau tidak ada pembuktian.
Maka inilah yang menyebabkan terjadinya Ikhtilaf dan iftiraq.
Yang menyebabkan terjadinya, barokallahu fiikum.
Perselisihan dan perpecahan.
Rahimani wa rahimakumullahu jami'an.
📝 Sumber:
@Salafy_Sorowako
Sumber Audio:
Potongan rekaman Kajian Islam Ilmiah dengan tema "Kejujuran dalam Berdakwah"
@salafycileungsi
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
🎙Al Ustadz Abdurrahman Lombok hafizhahullah
Engkau menghukumi saudaramu.
Misalkan dengan kata-kata.
Sampean ini tidak sejalan, tidak bersama para ulama, misalkan.
Barokallahu fiikum.
Fa ya akhy,
Ini ucapan konsekuensinya adalah besar.
Ini adalah sebuah vonisan di dalam hidup engkau.
Engkau memvonis saudara engkau, tidak sejalan, tidak berjalan, tidak bersama al-Ulama.
Sekarang ucapan ini, anda dituntut untuk mendatangkan bukti.
Kalau saudara saudara yang engkau ucapkan atau yang engkau vonis tidak sejalan dengan ulama, tidak bersama ulama, barokallahu fiikum.
Engkau dituntut untuk mendatangkan bukti.
Jikalau hanya mengeluarkan ucapan maka yang pintar untuk berucap seperti ini adalah para preman-preman di pasar.
Datangkan bukti..
kalau cuma hanya menuding dan menuduh..
Barokallahu fiikum.
Maka anda akan dimasukkan dan digolongkan dalam barisan kadzabbin (orang-orang yang berdusta).
Datangkan bukti..
Karena jikalau engkau tidak bisa mendatangkan bukti..Maka engkau sekali lagi telah berdusta di dalam berucap. Dan engkau telah memvonis saudara engkau dengan dzolim, pertanggungjawabannya adalah besar, karena engkau berbicara tidak sesuai dengan fakta atau tidak ada pembuktian.
Maka inilah yang menyebabkan terjadinya Ikhtilaf dan iftiraq.
Yang menyebabkan terjadinya, barokallahu fiikum.
Perselisihan dan perpecahan.
Rahimani wa rahimakumullahu jami'an.
📝 Sumber:
@Salafy_Sorowako
Sumber Audio:
Potongan rekaman Kajian Islam Ilmiah dengan tema "Kejujuran dalam Berdakwah"
@salafycileungsi
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
Forwarded from Radio AL IBANAH Palembang
📡🔊 SUDAH MULAI
📶 KAJIAN ISLAM RUTIN KOTA PALEMBANG
📚 Pembahasan Kitab: Ats-Tsabat 'alas Sunnah (Kokoh di Atas Sunnah)
🎙 Bersama Al-Ustadz Abu Usamah Imam Bukhori حفظه الله (Mudir Ma'had Dhiyaa'us Salaf Karang Makmur, Kab. Muara Enim)
🕌 Langsung dari Masjid Baitul Mi'roj PT. Telkom (Jalan Kapten Anwar Sastro, Kota Palembang)
🎧📻 Dengarkan kajiannya di Radio Al-Ibanah Palembang #RadionyoWongKito melalui aplikasi Radio Syariah
#HadirDiMajelisIlmuLebihUtama
#DiRumahBukanBerartiTidakTaklim
📥 Audio rekaman kajian bisa didownload di Channel Telegram:
https://t.me/RadioIbanah
📶 KAJIAN ISLAM RUTIN KOTA PALEMBANG
📚 Pembahasan Kitab: Ats-Tsabat 'alas Sunnah (Kokoh di Atas Sunnah)
🎙 Bersama Al-Ustadz Abu Usamah Imam Bukhori حفظه الله (Mudir Ma'had Dhiyaa'us Salaf Karang Makmur, Kab. Muara Enim)
🕌 Langsung dari Masjid Baitul Mi'roj PT. Telkom (Jalan Kapten Anwar Sastro, Kota Palembang)
🎧📻 Dengarkan kajiannya di Radio Al-Ibanah Palembang #RadionyoWongKito melalui aplikasi Radio Syariah
#HadirDiMajelisIlmuLebihUtama
#DiRumahBukanBerartiTidakTaklim
📥 Audio rekaman kajian bisa didownload di Channel Telegram:
https://t.me/RadioIbanah
🗾 ANDA JAUH DARI ULAMA? JANGAN KHAWATIR! KEBERSAMAAN ITUPUN BISA DENGAN MENDENGARKAN REKAMAN-REKAMAN MEREKA DAN MENEMPUH JALAN PERI KEHIDUPANNYA DALAM BERPEGANG TEGUH DI ATAS SUNNAH SECARA IKHLAS & JUJUR
بسم الله الرحمن الرحيم
Untukmu jawaban dari Fadhilatusy Syaikh Raid bin Abdiljabbar Al Mihdawi hafizahullah Pada pertanyaan sebagian ikhwah di grup Ad Durrul Mutanatsir
📮 SOAL:
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Wahai Syaikh kami yang mulia, kami menginginkan nasehat dari anda untuk para pemuda yang jauh tempatnya dari para Ulama, khususnya di waktu ini yang banyak didalamnya terjadi fitnah-fitnah dan hawa-hawa nafsu, sedangkan mereka para pemuda ini ingin mendapatkan manfaat untuk diri-diri mereka dan negeri-negerinya.
Jadi dengan apakah nasehat anda untuk mereka?
Semoga Allah memberkahi anda wahai Syaikh kami.
Dari putramu: "Herman Shabir, Arbil Kurdistan Iraq
📬 JAWAB:
وعليكم السلام و رحمة الله وبركاته
Nasehatku untuk kalian agar bertakwa kepada Allah dan berpegang teguh dengan Sunnah secara ucapan dan amalan, lahir dan batin. Dan selalu bersamalah kalian pada Ulama Kibar, semisal Asy Syaikh Rabi' dan Asy Syaikh Ubaid dan siapa saja yang berjalan diatas prinsip jalan mereka dari kalangan Ahli ilmu. Dan jauhilah kalian dari Ahlul Bid'ah semuanya, dan jauhilah kalian dari Ibnu Hadi, fitnahnya dan hizbi kelompoknya, karena sungguh para Ulama sudah memberikan peringatan darinya dengan peringatan tahdzir yang jelas, dan berlalulah fitnahnya secara jelas seperti matahari bagi setiap orang yang memiliki dua mata, ilmu dan berakal serta sikap adil.
Dan mintalah kepada Allah kekokohan di atas Sunnah dan jauh dari terbalik dan goncang dalam fitnah-fitnah.
Dan harus bagi kalian untuk rihlah bepergian menuju ahli ilmu dan menetapi majelis-majelis mereka sesuai dengan kemampuan kalian dalam menempuh perjalanannya, lalu jika kalian tidak mampu, maka harus bagi kalian mendengarkan rekaman-rekaman mereka yang disebar yang mana didalamnya terdapat ilmu yang besar, dan apa yang sulit bagi kalian maka sampaikan dan tunjukkan kepada Ulama dan para penuntut ilmu yang kuat-kuat guna melepaskan dari problem kesulitannya. Dan pelajarilah ilmu secara nukilan demi nukilan, dan bertahap dalam belajar, jangan mengambilnya sekaligus, maka akan terhalangi darinya sekaligus dan jangan tergesa-gesa pada sesuatu sebelum waktunya karena akan mendapatkan hukuman berupa terhalangi darinya.
Dan ikhlaslah kalian karena Allah dalam amal-amal kalian dan ucapan-ucapan kalian yang tampak dan yang tersembunyi, jujurlah dalam kebersamaan dengan Allah ta'ala, karena sesungguhnya Allah mengangkat derajat orang-orang yang jujur dengan sebab kejujuran mereka.
Dan hati-hatilah kalian dari sifat ujub, tertipu dan lalai dari aib-aib diri sendiri, dan melakukan intimidasi kepada teman-teman, karena hal ini adalah penyakit-penyakit yang membinasakan bagi penuntut ilmu, karena penuntut ilmu itu jika tidak mengenali kadar dirinya sendiri akan mendatangkan dari dirinya sendiri itu kebinasaannya, dan wajib bagi kalian untuk saling mengikatkan hati dan bersikap santun, berkasih sayang dan bersaudara karena Allah kepada sesama Salafiyin yang jujur-jujur dan secara benar di atas Sunnah yang murni ini.
Semoga Allah memberikan Taufik untuk kalian menuju kecintaan dan keridhaan-Nya.
📝 Sumber:
@raedalmihdawi/820
@salafykawunganten
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
بسم الله الرحمن الرحيم
Untukmu jawaban dari Fadhilatusy Syaikh Raid bin Abdiljabbar Al Mihdawi hafizahullah Pada pertanyaan sebagian ikhwah di grup Ad Durrul Mutanatsir
📮 SOAL:
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Wahai Syaikh kami yang mulia, kami menginginkan nasehat dari anda untuk para pemuda yang jauh tempatnya dari para Ulama, khususnya di waktu ini yang banyak didalamnya terjadi fitnah-fitnah dan hawa-hawa nafsu, sedangkan mereka para pemuda ini ingin mendapatkan manfaat untuk diri-diri mereka dan negeri-negerinya.
Jadi dengan apakah nasehat anda untuk mereka?
Semoga Allah memberkahi anda wahai Syaikh kami.
Dari putramu: "Herman Shabir, Arbil Kurdistan Iraq
📬 JAWAB:
وعليكم السلام و رحمة الله وبركاته
Nasehatku untuk kalian agar bertakwa kepada Allah dan berpegang teguh dengan Sunnah secara ucapan dan amalan, lahir dan batin. Dan selalu bersamalah kalian pada Ulama Kibar, semisal Asy Syaikh Rabi' dan Asy Syaikh Ubaid dan siapa saja yang berjalan diatas prinsip jalan mereka dari kalangan Ahli ilmu. Dan jauhilah kalian dari Ahlul Bid'ah semuanya, dan jauhilah kalian dari Ibnu Hadi, fitnahnya dan hizbi kelompoknya, karena sungguh para Ulama sudah memberikan peringatan darinya dengan peringatan tahdzir yang jelas, dan berlalulah fitnahnya secara jelas seperti matahari bagi setiap orang yang memiliki dua mata, ilmu dan berakal serta sikap adil.
Dan mintalah kepada Allah kekokohan di atas Sunnah dan jauh dari terbalik dan goncang dalam fitnah-fitnah.
Dan harus bagi kalian untuk rihlah bepergian menuju ahli ilmu dan menetapi majelis-majelis mereka sesuai dengan kemampuan kalian dalam menempuh perjalanannya, lalu jika kalian tidak mampu, maka harus bagi kalian mendengarkan rekaman-rekaman mereka yang disebar yang mana didalamnya terdapat ilmu yang besar, dan apa yang sulit bagi kalian maka sampaikan dan tunjukkan kepada Ulama dan para penuntut ilmu yang kuat-kuat guna melepaskan dari problem kesulitannya. Dan pelajarilah ilmu secara nukilan demi nukilan, dan bertahap dalam belajar, jangan mengambilnya sekaligus, maka akan terhalangi darinya sekaligus dan jangan tergesa-gesa pada sesuatu sebelum waktunya karena akan mendapatkan hukuman berupa terhalangi darinya.
Dan ikhlaslah kalian karena Allah dalam amal-amal kalian dan ucapan-ucapan kalian yang tampak dan yang tersembunyi, jujurlah dalam kebersamaan dengan Allah ta'ala, karena sesungguhnya Allah mengangkat derajat orang-orang yang jujur dengan sebab kejujuran mereka.
Dan hati-hatilah kalian dari sifat ujub, tertipu dan lalai dari aib-aib diri sendiri, dan melakukan intimidasi kepada teman-teman, karena hal ini adalah penyakit-penyakit yang membinasakan bagi penuntut ilmu, karena penuntut ilmu itu jika tidak mengenali kadar dirinya sendiri akan mendatangkan dari dirinya sendiri itu kebinasaannya, dan wajib bagi kalian untuk saling mengikatkan hati dan bersikap santun, berkasih sayang dan bersaudara karena Allah kepada sesama Salafiyin yang jujur-jujur dan secara benar di atas Sunnah yang murni ini.
Semoga Allah memberikan Taufik untuk kalian menuju kecintaan dan keridhaan-Nya.
📝 Sumber:
@raedalmihdawi/820
@salafykawunganten
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
🔊MANUSIA ITU TERIKAT OLEH AMALANNYA DI DUNIA
Allah Ta'ala berfirman,
كُلُّ نَفْسٍۭ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌإِلا أَصْحَابَ الْيَمِينِ
"Tiap-tiap jiwa tergadaikan atas apa yang diperbuatnya, kecuali golongan kanan"
(Qs. Al-Muddatsir: 38-39)
🎙Asy-Syaikh Al-Mufassir Abdurrahman bin Nashir As-Sa'dy rahimahullah berkata,
"Setiap orang itu tergadaikan, tertawan, dan terikat oleh perbuatan jeleknya. Terpenjara dalam siksa yang jelek.
Yang demikian itu karena balasan itu setimpal dengan perbuatan.
Sebagaimana para pendosa mereka menahan apa yang mereka miliki untuk menunaikan hak-hak Allah dan hak-hak manusia, mereka tidak menunaikan shalat yang itu merupakan paling besarnya ibadah yang mencakup keikhlasan terhadap Allah, mereka juga tidak memberi makan kepada orang-orang miskin, dengan membayarkan zakat yang Allah wajibkan pada harta mereka.
Mereka tidak menahan jiwanya dengan syariat Allah, dan tidak mengikatnya dengan ikatan agama, bahkan mereka melepaskannya sesuai kehendak mereka untuk menuruti keinginan-keinginan jelek, kemudian mereka turut berdebat dengan kebathilan bersama orang-orang berdebat, mereka tidak membenarkan Allah dan rasul-Nya padahal telah mutawatir ayat-ayatnya, mereka mendustakan hari kiamat, karenanya mereka dipenjara di tempat mengerikan ini; mereka dimasukkan neraka Saqar.
Sedangkan golongan kanan, karena mereka mengekang jiwa-jiwa mereka di atas syariat Allah dengan membenarkannya serta mengamalkannya, mereka melepaskan lisan dan badan mereka di dalam ketaatan kepada Allah dan keridhaan-Nya, maka Allah Ta'ala pun melepaskan kekangan mereka.
Sehingga pada hari kiamat nanti mereka tidak terkekang, bahkan mereka terbebas menginginkan apa yang mereka suka lagi sejuk penglihatannya.
Karenanya, amalan hamba di dunia itu adakalanya menjadi sebab dia terkekang (di akhirat) atau terbebas.
Bahkan pada asalnya manusia berada dalam keterkekangan. Amalannya yang membuatnya terkekang, karena secara tabiat mereka itu suka berbuat zhalim lagi sangat bodoh, kecuali siapa yang Allah bebaskan darinya, dan Allah memberikan anugerah kepadanya berupa kesabaran dan amalan shalih.
Karenanya, Allah Ta'ala menjadikan keterkekangan itu untuk umum, kemudian dikecualikan darinya golongan kanan.
Allah berfirman,
كُلُّ نَفْسٍۭ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌإِلا أَصْحَابَ الْيَمِينِ
"Tiap-tiap jiwa tergadaikan atas apa yang diperbuatnya, kecuali golongan kanan"
(Qs. Al-Muddatsir: 38-39)
📚Al-Mawāhib Ar-Rabbāniyyah, hal. 107-108
📝 Sumber:
@RaudhatulAnwar1
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
Allah Ta'ala berfirman,
كُلُّ نَفْسٍۭ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌإِلا أَصْحَابَ الْيَمِينِ
"Tiap-tiap jiwa tergadaikan atas apa yang diperbuatnya, kecuali golongan kanan"
(Qs. Al-Muddatsir: 38-39)
🎙Asy-Syaikh Al-Mufassir Abdurrahman bin Nashir As-Sa'dy rahimahullah berkata,
"Setiap orang itu tergadaikan, tertawan, dan terikat oleh perbuatan jeleknya. Terpenjara dalam siksa yang jelek.
Yang demikian itu karena balasan itu setimpal dengan perbuatan.
Sebagaimana para pendosa mereka menahan apa yang mereka miliki untuk menunaikan hak-hak Allah dan hak-hak manusia, mereka tidak menunaikan shalat yang itu merupakan paling besarnya ibadah yang mencakup keikhlasan terhadap Allah, mereka juga tidak memberi makan kepada orang-orang miskin, dengan membayarkan zakat yang Allah wajibkan pada harta mereka.
Mereka tidak menahan jiwanya dengan syariat Allah, dan tidak mengikatnya dengan ikatan agama, bahkan mereka melepaskannya sesuai kehendak mereka untuk menuruti keinginan-keinginan jelek, kemudian mereka turut berdebat dengan kebathilan bersama orang-orang berdebat, mereka tidak membenarkan Allah dan rasul-Nya padahal telah mutawatir ayat-ayatnya, mereka mendustakan hari kiamat, karenanya mereka dipenjara di tempat mengerikan ini; mereka dimasukkan neraka Saqar.
Sedangkan golongan kanan, karena mereka mengekang jiwa-jiwa mereka di atas syariat Allah dengan membenarkannya serta mengamalkannya, mereka melepaskan lisan dan badan mereka di dalam ketaatan kepada Allah dan keridhaan-Nya, maka Allah Ta'ala pun melepaskan kekangan mereka.
Sehingga pada hari kiamat nanti mereka tidak terkekang, bahkan mereka terbebas menginginkan apa yang mereka suka lagi sejuk penglihatannya.
Karenanya, amalan hamba di dunia itu adakalanya menjadi sebab dia terkekang (di akhirat) atau terbebas.
Bahkan pada asalnya manusia berada dalam keterkekangan. Amalannya yang membuatnya terkekang, karena secara tabiat mereka itu suka berbuat zhalim lagi sangat bodoh, kecuali siapa yang Allah bebaskan darinya, dan Allah memberikan anugerah kepadanya berupa kesabaran dan amalan shalih.
Karenanya, Allah Ta'ala menjadikan keterkekangan itu untuk umum, kemudian dikecualikan darinya golongan kanan.
Allah berfirman,
كُلُّ نَفْسٍۭ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌإِلا أَصْحَابَ الْيَمِينِ
"Tiap-tiap jiwa tergadaikan atas apa yang diperbuatnya, kecuali golongan kanan"
(Qs. Al-Muddatsir: 38-39)
📚Al-Mawāhib Ar-Rabbāniyyah, hal. 107-108
📝 Sumber:
@RaudhatulAnwar1
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com