⌛📉 JIKA TIDAK SEMPAT MENYELESAIKAN PUASA ENAM-NYA DI BULAN SYAWAL KARENA ADA PENGHALANG
Ada beberapa hal yang harus kita ketahui di pembahasan ini;
• Pertama, mengqadha ibadah sunnah yang terlewatkan karena udzur ialah kebiasaan Nabi Muhammad ﷺ sebagai petunjuk bagi umatnya.
Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah berkata,
وكان إذا فاته من نوافله قضاه كما كان يقضي ما فاته من سنن الصلاة وما فاته من قيام الليل بالنهار فكان إذا دخل شعبان وعليه بقية من صيام تطوع لم يصمه قضاه في شعبان حتى يستكمل نوافله قبل دخول رمضان
"Apabila Nabi Muhammad ﷺ terlewatkan dari amalan-amalan sunnahnya, maka beliau menqadhanya, beliau pernah;
- mengqadha shalat-shalat sunnah yang terlewatkan,
- dan mengqadha shalat malam dan dilakukan di siang hari.
Apabila memasuki bulan Sya'ban dalam kondisi masih memiliki puasa sunnah yang belum dikerjakan, maka Nabi Muhammad ﷺ menqadhanya di bulan Sya'ban, sehingga sempurnalah seluruh puasa sunnah beliau sebelum masuknya Ramadhan." (Latha-if al-Ma'arif, hlm. 134)
• Contoh lainnya ialah;
- Nabi Muhammad ﷺ pernah terlewatkan dari ibadah iʼtikaf di sepuluh hari terakhir Ramadhan, sehingga di sepuluh hari pertama bulan Syawal beliau beri'tikaf sebagai qadha [H.R. Al-Bukhari (2033) dan Muslim (1173)].
- Apabila terlewatkan shalat malam (shalat malam beliau paling sering sebelas raka'at) karena sakit atau tertidur, maka beliau mengqadhanya di siang hari sejumlah dua belas raka'at [H.R. Muslim (746)].
• Maka dari sini, jika seseorang terlewatkan puasa enam karena suatu udzur atau halangan, disyariatkan baginya untuk mengqadhanya di bulan Dzulqaʼdah.
☑️ Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Siʼdi rahimahullah pernah ditanya,
إذا صام ستة أيام من شوال في ذي القعدة ، فهل يحصل له الأجر الخاص بها؟
“Apabila ada yang berpuasa 6 hari dibulan Syawal tapi pada bulan Dzulqaʼdah, apakah dia mendapatkan pahala khususnya [berpuasa setahun penuh]?”
Beliau menjawab,
أما إن كان له عذر من مرض أو حيض أو نفاس أو نحو ذلك من الأعذار التي بسببها أخر صيام قضائه أو أخر صيام الست ، فلا شك في إدراك الأجر الخاص ، وقد نصوا على ذلك. وأما إذا لم يكن له عذر أصلا ، بل أخر صيامها إلى ذي القعدة أو غيره فظاهر النص يدل على أنه لا يدرك الفضل الخاص ، وأنه سنة في وقت فات محله
“Apabila disebabkan udzur seperti sakit, haid, nifas, atau yang semisal sehingga puasa qadha atau puasa enamnya jadi terlambat, maka tidak diragukan bahwa dia mendapatkan keutamaan khusus tersebut [pahala berpuasa setahun]. Dan para ulama telah menegaskan hal ini.
Adapun jika tidak memiliki udzur dan dia menunda pelaksanaan puasa enam hingga bulan Dzulqaʼdah atau bulan lainnya; maka dari dalil yang ada, nampaknya ia tidak mendapatkan keutamaan khusus itu lagi, karena puasa enam adalah sunnah dan telah lewat waktunya.” (Al-Fatawa as-Siʼdiyyah, hlm. 230)
📝 Sumber:
“Catatan Fikih Puasa Sunnah”
@nasehatetam
www.nasehatetam.net
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
Ada beberapa hal yang harus kita ketahui di pembahasan ini;
• Pertama, mengqadha ibadah sunnah yang terlewatkan karena udzur ialah kebiasaan Nabi Muhammad ﷺ sebagai petunjuk bagi umatnya.
Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah berkata,
وكان إذا فاته من نوافله قضاه كما كان يقضي ما فاته من سنن الصلاة وما فاته من قيام الليل بالنهار فكان إذا دخل شعبان وعليه بقية من صيام تطوع لم يصمه قضاه في شعبان حتى يستكمل نوافله قبل دخول رمضان
"Apabila Nabi Muhammad ﷺ terlewatkan dari amalan-amalan sunnahnya, maka beliau menqadhanya, beliau pernah;
- mengqadha shalat-shalat sunnah yang terlewatkan,
- dan mengqadha shalat malam dan dilakukan di siang hari.
Apabila memasuki bulan Sya'ban dalam kondisi masih memiliki puasa sunnah yang belum dikerjakan, maka Nabi Muhammad ﷺ menqadhanya di bulan Sya'ban, sehingga sempurnalah seluruh puasa sunnah beliau sebelum masuknya Ramadhan." (Latha-if al-Ma'arif, hlm. 134)
• Contoh lainnya ialah;
- Nabi Muhammad ﷺ pernah terlewatkan dari ibadah iʼtikaf di sepuluh hari terakhir Ramadhan, sehingga di sepuluh hari pertama bulan Syawal beliau beri'tikaf sebagai qadha [H.R. Al-Bukhari (2033) dan Muslim (1173)].
- Apabila terlewatkan shalat malam (shalat malam beliau paling sering sebelas raka'at) karena sakit atau tertidur, maka beliau mengqadhanya di siang hari sejumlah dua belas raka'at [H.R. Muslim (746)].
• Maka dari sini, jika seseorang terlewatkan puasa enam karena suatu udzur atau halangan, disyariatkan baginya untuk mengqadhanya di bulan Dzulqaʼdah.
☑️ Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Siʼdi rahimahullah pernah ditanya,
إذا صام ستة أيام من شوال في ذي القعدة ، فهل يحصل له الأجر الخاص بها؟
“Apabila ada yang berpuasa 6 hari dibulan Syawal tapi pada bulan Dzulqaʼdah, apakah dia mendapatkan pahala khususnya [berpuasa setahun penuh]?”
Beliau menjawab,
أما إن كان له عذر من مرض أو حيض أو نفاس أو نحو ذلك من الأعذار التي بسببها أخر صيام قضائه أو أخر صيام الست ، فلا شك في إدراك الأجر الخاص ، وقد نصوا على ذلك. وأما إذا لم يكن له عذر أصلا ، بل أخر صيامها إلى ذي القعدة أو غيره فظاهر النص يدل على أنه لا يدرك الفضل الخاص ، وأنه سنة في وقت فات محله
“Apabila disebabkan udzur seperti sakit, haid, nifas, atau yang semisal sehingga puasa qadha atau puasa enamnya jadi terlambat, maka tidak diragukan bahwa dia mendapatkan keutamaan khusus tersebut [pahala berpuasa setahun]. Dan para ulama telah menegaskan hal ini.
Adapun jika tidak memiliki udzur dan dia menunda pelaksanaan puasa enam hingga bulan Dzulqaʼdah atau bulan lainnya; maka dari dalil yang ada, nampaknya ia tidak mendapatkan keutamaan khusus itu lagi, karena puasa enam adalah sunnah dan telah lewat waktunya.” (Al-Fatawa as-Siʼdiyyah, hlm. 230)
📝 Sumber:
“Catatan Fikih Puasa Sunnah”
@nasehatetam
www.nasehatetam.net
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
••{ ﷽ }••
📑PENERIMAAN SANTRI BARU RUMAH BELAJAR TAHFIZH AL IBANAH PALEMBANG
Tahun Ajaran 1444 H (2022-2023 M)
✅ JENJANG PENDIDIKAN:
TA (Tarbiyatul Aulad) program 2 Tahun
MI (Marhalah Ibtidaiyyah) program 6 Tahun.
💺 KURIKULUM
Kurikulum yang diberikan berdasarkan modul/buku ajar yang diterbitkan oleh penerbit dan mahad ahlussunnah, dengan materi yang diajarkan antara lain:
a. Materi Diniyyah: Hafalan Al-Qur'an, bahasa Arab, Doa, Akhlak, Aqidah, Fiqh, Khot, Siroh, Nafwu, Shorof, Tajwid, dll.
b. Beberapa materi umum.
PERSYARATAN:
1. Putra/Putri, TA usia 4-6 tahun, MI 6-12 tahun.
2. Sehat jasmani dan rohani.
3. Mengisi formulir pendaftaran.
4. Bersedia mengikuti tata tertib yang berlaku
5. Menyerahkan fotokopi KK dan Akta Kelahiran.
6. Menyerahkan fotokopi raport bagi santri pindahan.
7. Berkas pendaftaran santri Banin dimasukkan ke map warna Biru dan Banat ke map warna Merah.
8. Bisa membaca dan menulis latin (khusus MI)
✅ WAKTU PENDAFTARAN DAN TES SELEKSI
Sejak diumumkan s.d 29 Dzulqo'dah 1443 H /29 Juni 2022 M.
➖ Hari Pertama Masuk
In syaa Allah hari senin 22 Agustus 2022/ 24 Muharram 1444 H.
✅ INFO PENDAFTARAN
Abu Zidane Wa.me/6281272866526
Pendaftaran dilakukan oleh orang tua atau wali calon santri laki-laki.
✅ BIAYA PENDIDIKAN :
a. Biaya Pendaftaran : Rp. 50.000
b. SPP/bulan : mulai Rp. 120.000,-
c. Uang Pangkal: mulai Rp. 600.000,-
d. Rapor : Rp. 50.000,-
e. Iuran Sarana Prasarana : Rp. 50.000,- /tahun
f. Infaq Uang Gedung: Rp. 200.000/tahun
g. Uang Modul: (harga bervariasi, diinfokan menyusul).
✅ REKENING PENDIDIKAN:
• 💳 Bank Mandiri 1120016607280
a.n Syamsul Bahri
• Konfirmasi pembayaran :
Al Akh Abu Musa
WA: wa.me/6281337106430
Telp./SMS: +6281337106430
RUMAH BELAJAR TAHFIZH AL IBANAH
Komplek Griya Kenten Damai Tahap 1, Jl. Cucak Rowo, Blok E-13, RT 053/004, Kel. Sukamaju, Kec. Sako Palembang.
📑PENERIMAAN SANTRI BARU RUMAH BELAJAR TAHFIZH AL IBANAH PALEMBANG
Tahun Ajaran 1444 H (2022-2023 M)
✅ JENJANG PENDIDIKAN:
TA (Tarbiyatul Aulad) program 2 Tahun
MI (Marhalah Ibtidaiyyah) program 6 Tahun.
💺 KURIKULUM
Kurikulum yang diberikan berdasarkan modul/buku ajar yang diterbitkan oleh penerbit dan mahad ahlussunnah, dengan materi yang diajarkan antara lain:
a. Materi Diniyyah: Hafalan Al-Qur'an, bahasa Arab, Doa, Akhlak, Aqidah, Fiqh, Khot, Siroh, Nafwu, Shorof, Tajwid, dll.
b. Beberapa materi umum.
PERSYARATAN:
1. Putra/Putri, TA usia 4-6 tahun, MI 6-12 tahun.
2. Sehat jasmani dan rohani.
3. Mengisi formulir pendaftaran.
4. Bersedia mengikuti tata tertib yang berlaku
5. Menyerahkan fotokopi KK dan Akta Kelahiran.
6. Menyerahkan fotokopi raport bagi santri pindahan.
7. Berkas pendaftaran santri Banin dimasukkan ke map warna Biru dan Banat ke map warna Merah.
8. Bisa membaca dan menulis latin (khusus MI)
✅ WAKTU PENDAFTARAN DAN TES SELEKSI
Sejak diumumkan s.d 29 Dzulqo'dah 1443 H /29 Juni 2022 M.
➖ Hari Pertama Masuk
In syaa Allah hari senin 22 Agustus 2022/ 24 Muharram 1444 H.
✅ INFO PENDAFTARAN
Abu Zidane Wa.me/6281272866526
Pendaftaran dilakukan oleh orang tua atau wali calon santri laki-laki.
✅ BIAYA PENDIDIKAN :
a. Biaya Pendaftaran : Rp. 50.000
b. SPP/bulan : mulai Rp. 120.000,-
c. Uang Pangkal: mulai Rp. 600.000,-
d. Rapor : Rp. 50.000,-
e. Iuran Sarana Prasarana : Rp. 50.000,- /tahun
f. Infaq Uang Gedung: Rp. 200.000/tahun
g. Uang Modul: (harga bervariasi, diinfokan menyusul).
✅ REKENING PENDIDIKAN:
• 💳 Bank Mandiri 1120016607280
a.n Syamsul Bahri
• Konfirmasi pembayaran :
Al Akh Abu Musa
WA: wa.me/6281337106430
Telp./SMS: +6281337106430
RUMAH BELAJAR TAHFIZH AL IBANAH
Komplek Griya Kenten Damai Tahap 1, Jl. Cucak Rowo, Blok E-13, RT 053/004, Kel. Sukamaju, Kec. Sako Palembang.
Salafy Palembang 🇮🇩 pinned «💡🔓 KESEMPATAN SEDEKAH JARIYAH PEMBEBASAN LAHAN PONDOK PESANTREN TAHFIDZUL QU’RAN AL IBANAH PALEMBANG #Update Jum'at, 08 Dzulhijah 1443 / 08 Juli 2022 *بسم اللّٰه الرحمن الرحيم*. السلام عليكم ورحمة الله وبركاته. الحمد لِلّٰه والصلاة والسلام على رسول اللّٰه…»
SABTU, 04 DZUL QA'DAH 1443H
04 JUNI 2022 M
🔄 Gabung • Simpan • Bagikan
➡️ https://t.me/galeri_pip
➡️ https://t.me/salafypalembang
04 JUNI 2022 M
🔄 Gabung • Simpan • Bagikan
➡️ https://t.me/galeri_pip
➡️ https://t.me/salafypalembang
🔰🌐💠 SUMBER KEBAHAGIAAN DUNIA DAN AKHIRAT
🎙Al-Allamah Rabi' bin Hadi Al-Madkhali hafizahullahu ta'ala mengatakan :
"Sesungguhnya kebahagiaan di dunia dan akhirat tidaklah didapatkan melainkan bagi orang yang berpegang teguh dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah".
📚 (Al-Lubab : 151)
🖋 العلامة ربيع بن هادي المدخلي:
"إن السعادة في الدنيا، والسعادة في الآخرة، *لا تحصل إلا لمن* عضّ على الكتاب والسنّة بالنواجذ".
📓 [اللباب: 151]
📝 Sumber:
@salafy_cirebon
www.salafycirebon.com
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
🎙Al-Allamah Rabi' bin Hadi Al-Madkhali hafizahullahu ta'ala mengatakan :
"Sesungguhnya kebahagiaan di dunia dan akhirat tidaklah didapatkan melainkan bagi orang yang berpegang teguh dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah".
📚 (Al-Lubab : 151)
🖋 العلامة ربيع بن هادي المدخلي:
"إن السعادة في الدنيا، والسعادة في الآخرة، *لا تحصل إلا لمن* عضّ على الكتاب والسنّة بالنواجذ".
📓 [اللباب: 151]
📝 Sumber:
@salafy_cirebon
www.salafycirebon.com
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
🔊KEDUDUKAN LISAN DALAM AMALAN SEORANG HAMBA
🎙️Al Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah Ta'ala mengatakan:
"Sungguh seorang hamba pada hari kiamat nanti akan datang membawa kebaikan sebesar gunung, dan kemudian dia dapati bahwa ternyata lisannya telah melenyapkan semua kebaikan itu.
Dan ada seorang hamba yang datang membawa kejelekan sebesar gunung, kemudian dia dapati bahwa ternyata lisannya telah menghapus semua kejelekan itu dengan banyak berdzikir dan perkara yang mengantarkan kepada dzikir."
📚 Ad Daa'u wad Dawaa, 375
📝 Sumber:
@salafy_sorowako
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
🎙️Al Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah Ta'ala mengatakan:
"Sungguh seorang hamba pada hari kiamat nanti akan datang membawa kebaikan sebesar gunung, dan kemudian dia dapati bahwa ternyata lisannya telah melenyapkan semua kebaikan itu.
Dan ada seorang hamba yang datang membawa kejelekan sebesar gunung, kemudian dia dapati bahwa ternyata lisannya telah menghapus semua kejelekan itu dengan banyak berdzikir dan perkara yang mengantarkan kepada dzikir."
📚 Ad Daa'u wad Dawaa, 375
📝 Sumber:
@salafy_sorowako
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
🥀🌱 SAKIT HATI? INTROSPEKSI DIRI!
Jika ada orang yang menyakiti kita, secara langsung ataupun tidak; baiknya sadar saja; bahwa kita memang pantas mendapatkan perlakuan itu. Jangan angkuh dan merasa tinggi. Seakan itu tidak pantas kita rasakan. Karena,
وَمَآ أَصَٰبَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا۟ عَن كَثِيرٍ
“Musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu).” (Q.S. Asy-Syura: 30)
Jika memang kita tidak berhak mendapatkan sikap tersebut, maka mudah bagi Allah untuk mencegahnya dari kita.
Menurut Imam Ibnu Taimiyyah, orang yang tidak menyalahkan dirinya ketika diganggu orang lain, tapi justru melemparkan semua kesalahan kepada orang yang mengganggunya, ini orang yang berada dalam sebenar-benarnya musibah. [Qa‘idah fish Shabr, hlm. 95]
Musibah gangguan tadi; dan musibah karena merasa tidak memiliki kesalahan yang menyebabkan terjadinya gangguan tersebut.
Jadi, jangan langsung kecewa, karena sumber masalah memang berasal dari kita.
Mudah-mudahan Allah menjadikan kita sebagai hamba yang berintrospeksi diri ketika dalam posisi tersakiti. Tidak murka atau memaki.
📝 Sumber:
@nasehatetam
www.nasehatetam.net
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
Jika ada orang yang menyakiti kita, secara langsung ataupun tidak; baiknya sadar saja; bahwa kita memang pantas mendapatkan perlakuan itu. Jangan angkuh dan merasa tinggi. Seakan itu tidak pantas kita rasakan. Karena,
وَمَآ أَصَٰبَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا۟ عَن كَثِيرٍ
“Musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu).” (Q.S. Asy-Syura: 30)
Jika memang kita tidak berhak mendapatkan sikap tersebut, maka mudah bagi Allah untuk mencegahnya dari kita.
Menurut Imam Ibnu Taimiyyah, orang yang tidak menyalahkan dirinya ketika diganggu orang lain, tapi justru melemparkan semua kesalahan kepada orang yang mengganggunya, ini orang yang berada dalam sebenar-benarnya musibah. [Qa‘idah fish Shabr, hlm. 95]
Musibah gangguan tadi; dan musibah karena merasa tidak memiliki kesalahan yang menyebabkan terjadinya gangguan tersebut.
Jadi, jangan langsung kecewa, karena sumber masalah memang berasal dari kita.
Mudah-mudahan Allah menjadikan kita sebagai hamba yang berintrospeksi diri ketika dalam posisi tersakiti. Tidak murka atau memaki.
📝 Sumber:
@nasehatetam
www.nasehatetam.net
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
❌✋🏻🥀🍂
DI ANTARA BENTUK PRASANGKA BURUK KEPADA ALLAH
💬 Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullahu Ta’ala berkata,
من ظن بالله أنه إذا ترك لأجله شيئا لم يعوضه خيرا منه، أو من فعل لإجله شيئا لم يعطه أفضل منه، فقد ظن بالله ظن السوء
“Barang siapa yang berprasangka kepada Allah Ta’ala bahwasanya apabila dia meninggalkan sesuatu karena-Nya, maka Allah tidak mengganti untuknya dengan yang lebih baik darinya. Atau apabila dia melakukan sesuatu karena-Nya, maka Allah Ta’ala tidak memberikan kepadanya yang lebih utama darinya, maka sungguh dia telah berprasangka buruk kepada Allah.”
📚 Zadul Ma’ad, 3/272
📝 Sumber:
@qoulussalaf
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
DI ANTARA BENTUK PRASANGKA BURUK KEPADA ALLAH
💬 Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullahu Ta’ala berkata,
من ظن بالله أنه إذا ترك لأجله شيئا لم يعوضه خيرا منه، أو من فعل لإجله شيئا لم يعطه أفضل منه، فقد ظن بالله ظن السوء
“Barang siapa yang berprasangka kepada Allah Ta’ala bahwasanya apabila dia meninggalkan sesuatu karena-Nya, maka Allah tidak mengganti untuknya dengan yang lebih baik darinya. Atau apabila dia melakukan sesuatu karena-Nya, maka Allah Ta’ala tidak memberikan kepadanya yang lebih utama darinya, maka sungguh dia telah berprasangka buruk kepada Allah.”
📚 Zadul Ma’ad, 3/272
📝 Sumber:
@qoulussalaf
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
✋🏻📢🌔✅ BULAN-BULAN HARAM (SUCI)
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman,
إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثۡنَا عَشَرَ شَهۡرࣰا فِی كِتَـٰبِ ٱللَّهِ یَوۡمَ خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَ ٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ مِنۡهَاۤ أَرۡبَعَةٌ حُرُمࣱۚ ذَ ٰلِكَ ٱلدِّینُ ٱلۡقَیِّمُۚ فَلَا تَظۡلِمُوا۟ فِیهِنَّ أَنفُسَكُمۡۚ
“Sesungguhnya jumlah bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan. Sebagaimana dalam ketetapan Allah saat menciptakan langit-langit dan bumi, di antara (dua belas bulan tersebut) ada empat bulan haram (suci). Itulah ketetapan agama yang lurus ini. Maka janganlah kalian menzalimi diri kalian dalam bulan yang empat tersebut.” (at-Taubah: 36)
Al-Imam al-Baghawi menjelaskan, "Di antara dua belas bulan tersebut ada empat bulan haram (suci), yaitu:
- Rajab
- Zulkaidah (Dzulqa'dah)
- Zulhijah (Dzulhijjah)
- Muharam."
📚 Lihat Ma'aalim at-Tanziil 2/345
📝 Sumber:
@ForumSalafy
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman,
إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثۡنَا عَشَرَ شَهۡرࣰا فِی كِتَـٰبِ ٱللَّهِ یَوۡمَ خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَ ٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ مِنۡهَاۤ أَرۡبَعَةٌ حُرُمࣱۚ ذَ ٰلِكَ ٱلدِّینُ ٱلۡقَیِّمُۚ فَلَا تَظۡلِمُوا۟ فِیهِنَّ أَنفُسَكُمۡۚ
“Sesungguhnya jumlah bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan. Sebagaimana dalam ketetapan Allah saat menciptakan langit-langit dan bumi, di antara (dua belas bulan tersebut) ada empat bulan haram (suci). Itulah ketetapan agama yang lurus ini. Maka janganlah kalian menzalimi diri kalian dalam bulan yang empat tersebut.” (at-Taubah: 36)
Al-Imam al-Baghawi menjelaskan, "Di antara dua belas bulan tersebut ada empat bulan haram (suci), yaitu:
- Rajab
- Zulkaidah (Dzulqa'dah)
- Zulhijah (Dzulhijjah)
- Muharam."
📚 Lihat Ma'aalim at-Tanziil 2/345
📝 Sumber:
@ForumSalafy
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
بسم الله الرحمن الرحيم
📣 INFO KAJIAN KOTA PALEMBANG
Alhamdulillah..
Insyaallah kajian rutin di kota Palembang dimulai kembali.
Hadirilah dengan mengharap ridha Allah subhanahu wa ta'ala semata, kajian islam ilmiah dengan tema
📜 AHKAMUL JANAIZ
📚 Dari Kitab Al Mulakhos Al Fiqhii
✍🏻 Karya Syaikh Sholih Fauzan hafizhahullah
🎙️Bersama :
Al Ustadz Abu Hamzah hafizhahullah (Pengasuh Ma'had As-Sunnah Kec Grlumbang, Kab. Muara Enim Sumsel)
📆 SETIAP SABTU MALAM AHAD
☝🏻Pekan ke 1
🕕 Waktu :
Pukul 18.00 WIB (Ba'da Shalat Maghrib)
🕌 Tempat :
Masjid Baitul Mi'raj PT Telkom. Jl. Kapt. Anwar Sastro Palembang
https://goo.gl/maps/31caULWKTrWTcTUy7
📌 KHUSUS IKHWAH
📻 Insyaallah akan disiarkan secara langsung di Radio Al Ibanah Palembang
⚠️ DIMOHON KEPADA PESERTA KAJIAN UNTUK MENJALANKAN PROTOKOL KESEHATAN.
🖥️ Penyelenggara :
Majelis Ta'lim Al Ibanah Palembang
-----------------------
📲 Join t.me/salafypalembang
📲 Join t.me/RadioIbanah
📲 Join t.me/galeri_pip
🌏 www.salafypalembang.com
Hadir di Majelis Ilmu lebih utama
📣 INFO KAJIAN KOTA PALEMBANG
Alhamdulillah..
Insyaallah kajian rutin di kota Palembang dimulai kembali.
Hadirilah dengan mengharap ridha Allah subhanahu wa ta'ala semata, kajian islam ilmiah dengan tema
📜 AHKAMUL JANAIZ
📚 Dari Kitab Al Mulakhos Al Fiqhii
✍🏻 Karya Syaikh Sholih Fauzan hafizhahullah
🎙️Bersama :
Al Ustadz Abu Hamzah hafizhahullah (Pengasuh Ma'had As-Sunnah Kec Grlumbang, Kab. Muara Enim Sumsel)
📆 SETIAP SABTU MALAM AHAD
☝🏻Pekan ke 1
🕕 Waktu :
Pukul 18.00 WIB (Ba'da Shalat Maghrib)
🕌 Tempat :
Masjid Baitul Mi'raj PT Telkom. Jl. Kapt. Anwar Sastro Palembang
https://goo.gl/maps/31caULWKTrWTcTUy7
📌 KHUSUS IKHWAH
📻 Insyaallah akan disiarkan secara langsung di Radio Al Ibanah Palembang
⚠️ DIMOHON KEPADA PESERTA KAJIAN UNTUK MENJALANKAN PROTOKOL KESEHATAN.
🖥️ Penyelenggara :
Majelis Ta'lim Al Ibanah Palembang
-----------------------
📲 Join t.me/salafypalembang
📲 Join t.me/RadioIbanah
📲 Join t.me/galeri_pip
🌏 www.salafypalembang.com
Hadir di Majelis Ilmu lebih utama
Masjid Telkom Palembang · Masjid Telkom Palembang, Sungai Pangeran, Kec. Ilir Tim. I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30127
★★★★★ · Masjid
🔊WASIAT DALAM MENOLAK SYUBHAT
📝Berkata al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah
"Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata kepadaku dalam kondisi aku telah datang kepada beliau berulang kali
Janganlah engkau jadikan hatimu seperti busa dalam menampung segala yang datang dan syubhat-syubhat, ia menyerapnya sehingga yang keluar dari busa tadi adalah syubhat-syubhat yang diserapnya tadi. Namun jadikanlah hatimu itu seperti kaca yang kokoh dan rapat (air tidak dapat merembes ke dalamnya) sehingga syubhat-syubhat tersebut hanya lewat di depannya dan tidak menempel di kaca. Dia melihat syubhat-syubhat tersebut dengan kejernihannya dan menolaknya dengan sebab kekokohannya. Karena kalau tidak demikian, apabila hatimu menyerap setiap syubhat yang datang kepadanya, maka hati tersebut akan menjadi tempat tinggal bagi segala syubhat.]
Atau sebagaimana yang beliau katakan. Maka tidaklah mengetahui suatu wasiat yang aku bisa mendapat manfaat dalam menolak syubhat-syubhat seperti pengambilan manfaatku dengan wasiat tersebut."
📚Miftah Daar as-Sa'adah 1/443
#وَصِيّةٌ_في_دفع_الشبهات
قَالَ إبْنُ القَيِّمِ رَحِمَهُ الله :
" قَالَ لِي شَيْخُ الإِسْلاَمِ وَقَدْ جَعَلْتُ أُورِدُ عَلَيْهِ إِيرَادًا بَعْدَ إِيرَادٍ
« لاَ تَجْعَلْ قَلْبَكَ لِلْإِيرَادَاتِ وَ الشُّبُهَاتِ مِثْلَ السَّفنجَةِ ، فَيَتَشَرَّبَهَا فَلاَ تَنْضَحُ إِلاَّ بِهَا ، وَ لَكِنِ إجْعَلْهُ كَالزُّجَاجَةِ المُصْمَتَةِ تَمُرُّ الشُّبُهَاتُ بِظَاهِرِهَا وَ لاَ تَسْتَقِرُّ فِيهَا ، فَيَرَاهَا بِصَفَائِهِ وَ يَدْفَعُهَا بِصَلاَبَتِهِ ، وَ إِلاَّ فَإِذَا أَشْرَبْتَ قَلْبَكَ كُلَّ شُبْهَةٍ تَمُرُّ عَلَيْهَا صَارَ مَقَرَّ الشُّبُهَاتِ »
أوْ كَمَا قَالَ ، فَمَا أَعْلَمُ أَنِّي انْتَفَعْتُ بِوَصِيَّةٍ فِي دَفْع الشُّبُهَاتِ كَانْتِفَاعِي بِذَلِكَ "
[ مفتاح دار السّعادة (1/ 443) ]
📝 Sumber:
@Al-Ukhuwwah
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
📝Berkata al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah
"Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata kepadaku dalam kondisi aku telah datang kepada beliau berulang kali
Janganlah engkau jadikan hatimu seperti busa dalam menampung segala yang datang dan syubhat-syubhat, ia menyerapnya sehingga yang keluar dari busa tadi adalah syubhat-syubhat yang diserapnya tadi. Namun jadikanlah hatimu itu seperti kaca yang kokoh dan rapat (air tidak dapat merembes ke dalamnya) sehingga syubhat-syubhat tersebut hanya lewat di depannya dan tidak menempel di kaca. Dia melihat syubhat-syubhat tersebut dengan kejernihannya dan menolaknya dengan sebab kekokohannya. Karena kalau tidak demikian, apabila hatimu menyerap setiap syubhat yang datang kepadanya, maka hati tersebut akan menjadi tempat tinggal bagi segala syubhat.]
Atau sebagaimana yang beliau katakan. Maka tidaklah mengetahui suatu wasiat yang aku bisa mendapat manfaat dalam menolak syubhat-syubhat seperti pengambilan manfaatku dengan wasiat tersebut."
📚Miftah Daar as-Sa'adah 1/443
#وَصِيّةٌ_في_دفع_الشبهات
قَالَ إبْنُ القَيِّمِ رَحِمَهُ الله :
" قَالَ لِي شَيْخُ الإِسْلاَمِ وَقَدْ جَعَلْتُ أُورِدُ عَلَيْهِ إِيرَادًا بَعْدَ إِيرَادٍ
« لاَ تَجْعَلْ قَلْبَكَ لِلْإِيرَادَاتِ وَ الشُّبُهَاتِ مِثْلَ السَّفنجَةِ ، فَيَتَشَرَّبَهَا فَلاَ تَنْضَحُ إِلاَّ بِهَا ، وَ لَكِنِ إجْعَلْهُ كَالزُّجَاجَةِ المُصْمَتَةِ تَمُرُّ الشُّبُهَاتُ بِظَاهِرِهَا وَ لاَ تَسْتَقِرُّ فِيهَا ، فَيَرَاهَا بِصَفَائِهِ وَ يَدْفَعُهَا بِصَلاَبَتِهِ ، وَ إِلاَّ فَإِذَا أَشْرَبْتَ قَلْبَكَ كُلَّ شُبْهَةٍ تَمُرُّ عَلَيْهَا صَارَ مَقَرَّ الشُّبُهَاتِ »
أوْ كَمَا قَالَ ، فَمَا أَعْلَمُ أَنِّي انْتَفَعْتُ بِوَصِيَّةٍ فِي دَفْع الشُّبُهَاتِ كَانْتِفَاعِي بِذَلِكَ "
[ مفتاح دار السّعادة (1/ 443) ]
📝 Sumber:
@Al-Ukhuwwah
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com