✋🏻💥⚠🚫 BOLEHKAH TEPUK TANGAN DI ACARA ATAU PESTA
📑 Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah
📪 Penanya: Apakah hukum tepuk tangan di acara atau pesta?
🔓 Asy-Syaikh: Tepuk tangan di acara atau pesta bukan termasuk kebiasaan Salafus Shalih. Jika mereka kagum terhadap sesuatu mereka terkadang bertasbih atau terkadang bertakbir. Hanya saja mereka tidak bertakbir atau bertasbih secara berjamaah. Tetapi masing-masing bertakbir atau bertasbih sendiri-sendiri tanpa mengeraskan suara dan cukup didengar orang yang di dekatnya saja.
Jadi yang utama adalah tidak melakukan hal ini yaitu tepuk tangan. Hanya saja kita tidak bisa mengatakan bahwa hal itu haram, karena perkaranya telah tersebar di tengah-tengah kaum Muslimin di masa ini, dan manusia pun tidak menjadikannya sebagai ibadah. Oleh karena inilah maka tidak tepat berdalil untuk menyatakan pengaharaman bertepuk tangan ini dengan firman Allah Ta’ala tentang orang-orang musyrik:
وَمَا كَانَ صَلَاتُهُمْ عِنْدَ الْبَيْتِ إِلَّا مُكَاءً وَتَصْدِيَةً.
“Dan tidaklah shalat mereka (orang-orang musyrik) di Baitullah kecuali bersiul-siul dan bertepuk tangan.” (QS. Al-Anfal: 35)
Jadi orang-orang musyrik menjadikan tepuk tangan di Baitullah sebagai ibadah. Sedangkan orang-orang yang bertepuk tangan ketika mendengar atau melihat sesuatu yang menakjubkan, mereka tidak memaksudkan hal itu sebagai ibadah. Kesimpulannya bahwa meninggalkan tepuk tangan lebih utama dan lebih baik, hanya saja hal itu tidak sampai pada tingkat haram.
📪 Beliau rahimahullah juga pernah ditanya: Bagaimana pendapat Fadhilatus Syaikh tentang sebagian pengajar yang menolak tepuk tangan di dalam kelas yang dilakukan oleh murid-murid untuk memberi semangat teman-teman mereka, hal itu dengan alasan bahwa tepuk tangan bukan termasuk perbuatan kaum Muslimin dan tidak boleh dilakukan?”
🔓 Jawaban: Sesungguhnya pihak yang menganggap bahwa hal ini tidak boleh maka wajib atasnya untuk menunjukkan dalil sebelum yang lainnya, agar kita bisa mengetahui hukumnya berdasarkan syariat. Jika dia memiliki dalil yang memuaskan maka sesungguhnya tidak boleh membiarkan para murid untuk melakukannya. Adapun pihak yang menganggap bahwa hal itu tidak mengapa dan di sana ada maslahat dalam memberi semangat kepada anak-anak dan menggugah mereka, maka dia tidak boleh mengingkari mereka.
Sedangkan yang dilakukan oleh orang-orang kafir adalah menjadikan siulan dan tepuk sebagai pengganti shalat dan doa, dan mereka tidak melakukannya ketika kagum atau menganggap bagus sesuatu. Sehingga tidak bisa dikatakan bahwa seorang muslim jika dia bertepuk tangan ketika kagum atau menganggap bagus sesuatu dia dengan perbuatan tersebut telah tasyabbuh dengan orang-orang kafir.
📄 Allah Azza wa Jalla hanya berfirman:
وَمَا كَانَ صَلَاتُهُمْ عِنْدَ الْبَيْتِ إِلَّا مُكَاءً وَتَصْدِيَةً.
“Dan tidaklah shalat mereka (orang-orang musyrik) di Baitullah kecuali bersiul-siul dan bertepuk tangan.” (QS. Al-Anfal: 35)
Jadi muka’ maknanya adalah bersiul, sedangkan tashdiyah adalah tepuk tangan. Mereka menjadikan hal ini sebagai ibadah.
📝Sumber: http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=142781 http://forumsalafy.net/bolehkah-tepuk-tangan-di-acara-atau-pesta/
@ForumSalafy
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
📡www.salafypalembang.com
📑 Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah
📪 Penanya: Apakah hukum tepuk tangan di acara atau pesta?
🔓 Asy-Syaikh: Tepuk tangan di acara atau pesta bukan termasuk kebiasaan Salafus Shalih. Jika mereka kagum terhadap sesuatu mereka terkadang bertasbih atau terkadang bertakbir. Hanya saja mereka tidak bertakbir atau bertasbih secara berjamaah. Tetapi masing-masing bertakbir atau bertasbih sendiri-sendiri tanpa mengeraskan suara dan cukup didengar orang yang di dekatnya saja.
Jadi yang utama adalah tidak melakukan hal ini yaitu tepuk tangan. Hanya saja kita tidak bisa mengatakan bahwa hal itu haram, karena perkaranya telah tersebar di tengah-tengah kaum Muslimin di masa ini, dan manusia pun tidak menjadikannya sebagai ibadah. Oleh karena inilah maka tidak tepat berdalil untuk menyatakan pengaharaman bertepuk tangan ini dengan firman Allah Ta’ala tentang orang-orang musyrik:
وَمَا كَانَ صَلَاتُهُمْ عِنْدَ الْبَيْتِ إِلَّا مُكَاءً وَتَصْدِيَةً.
“Dan tidaklah shalat mereka (orang-orang musyrik) di Baitullah kecuali bersiul-siul dan bertepuk tangan.” (QS. Al-Anfal: 35)
Jadi orang-orang musyrik menjadikan tepuk tangan di Baitullah sebagai ibadah. Sedangkan orang-orang yang bertepuk tangan ketika mendengar atau melihat sesuatu yang menakjubkan, mereka tidak memaksudkan hal itu sebagai ibadah. Kesimpulannya bahwa meninggalkan tepuk tangan lebih utama dan lebih baik, hanya saja hal itu tidak sampai pada tingkat haram.
📪 Beliau rahimahullah juga pernah ditanya: Bagaimana pendapat Fadhilatus Syaikh tentang sebagian pengajar yang menolak tepuk tangan di dalam kelas yang dilakukan oleh murid-murid untuk memberi semangat teman-teman mereka, hal itu dengan alasan bahwa tepuk tangan bukan termasuk perbuatan kaum Muslimin dan tidak boleh dilakukan?”
🔓 Jawaban: Sesungguhnya pihak yang menganggap bahwa hal ini tidak boleh maka wajib atasnya untuk menunjukkan dalil sebelum yang lainnya, agar kita bisa mengetahui hukumnya berdasarkan syariat. Jika dia memiliki dalil yang memuaskan maka sesungguhnya tidak boleh membiarkan para murid untuk melakukannya. Adapun pihak yang menganggap bahwa hal itu tidak mengapa dan di sana ada maslahat dalam memberi semangat kepada anak-anak dan menggugah mereka, maka dia tidak boleh mengingkari mereka.
Sedangkan yang dilakukan oleh orang-orang kafir adalah menjadikan siulan dan tepuk sebagai pengganti shalat dan doa, dan mereka tidak melakukannya ketika kagum atau menganggap bagus sesuatu. Sehingga tidak bisa dikatakan bahwa seorang muslim jika dia bertepuk tangan ketika kagum atau menganggap bagus sesuatu dia dengan perbuatan tersebut telah tasyabbuh dengan orang-orang kafir.
📄 Allah Azza wa Jalla hanya berfirman:
وَمَا كَانَ صَلَاتُهُمْ عِنْدَ الْبَيْتِ إِلَّا مُكَاءً وَتَصْدِيَةً.
“Dan tidaklah shalat mereka (orang-orang musyrik) di Baitullah kecuali bersiul-siul dan bertepuk tangan.” (QS. Al-Anfal: 35)
Jadi muka’ maknanya adalah bersiul, sedangkan tashdiyah adalah tepuk tangan. Mereka menjadikan hal ini sebagai ibadah.
📝Sumber: http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=142781 http://forumsalafy.net/bolehkah-tepuk-tangan-di-acara-atau-pesta/
@ForumSalafy
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
📡www.salafypalembang.com
💎💎 PERBANDINGAN ANTARA MUSIBAH DAN KENIKMATAN DI DUNIA BAGI SEORANG MUSLIM
Imam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata :
"Sesungguhnya kejelekan dan musibah pasti akan menimpa manusia di dunia, dan hanya Allah yang memiliki beragam kenikmatan bagi para hamba-Nya.
Akan tetapi musibah yang menimpa seorang muslim sangatlah sedikit dan kecil, sedangkan kenikmatan yang sampai kepadanya sangatlah besar dan banyak."
📚 Majmu'l Fatawa (jilid 18/hal 293).
قال الإمام ابن تيمية رحمه الله :
فإنه لا بد أن يحصل للناس في الدنيا شر ، ولله على عباده نِعَم ، لكن الشر الذي يصيب المسلم أقل ، والنعم التي تصل إليه أكثر .
📚 مجموع الفتاوى [٢٩٣/١٨].
📝 Sumber:
@salafy_cirebon
www.salafycirebon.com
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
📡www.salafypalembang.com
Imam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata :
"Sesungguhnya kejelekan dan musibah pasti akan menimpa manusia di dunia, dan hanya Allah yang memiliki beragam kenikmatan bagi para hamba-Nya.
Akan tetapi musibah yang menimpa seorang muslim sangatlah sedikit dan kecil, sedangkan kenikmatan yang sampai kepadanya sangatlah besar dan banyak."
📚 Majmu'l Fatawa (jilid 18/hal 293).
قال الإمام ابن تيمية رحمه الله :
فإنه لا بد أن يحصل للناس في الدنيا شر ، ولله على عباده نِعَم ، لكن الشر الذي يصيب المسلم أقل ، والنعم التي تصل إليه أكثر .
📚 مجموع الفتاوى [٢٩٣/١٨].
📝 Sumber:
@salafy_cirebon
www.salafycirebon.com
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
📡www.salafypalembang.com
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
AHAD, 26 SHAFAR 1443 H
03 OKTOBER 2021 M
🔄 Gabung • Simpan • Bagikan
➡️ https://t.me/galeri_pip
➡️ https://t.me/salafypalembang
03 OKTOBER 2021 M
🔄 Gabung • Simpan • Bagikan
➡️ https://t.me/galeri_pip
➡️ https://t.me/salafypalembang
💽 REKAMAN AUDIO
➖➖➖➖➖➖➖➖
📚 Kajian Online Kota Palu
🎙 Pemateri :
Al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman Lombok Hafizhahullah
📖 JUJURLAH DALAM MENAPAKI DAKWAH SALAFIYYAH
🗓 24 Shafar 1443 H / 1 Oktober 2021 M
📝 Sumber:
@radioislamNTB
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
📡www.salafypalembang.com
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
➖➖➖➖➖➖➖➖
📚 Kajian Online Kota Palu
🎙 Pemateri :
Al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman Lombok Hafizhahullah
📖 JUJURLAH DALAM MENAPAKI DAKWAH SALAFIYYAH
🗓 24 Shafar 1443 H / 1 Oktober 2021 M
📝 Sumber:
@radioislamNTB
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
📡www.salafypalembang.com
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
🧰🪛 MEMPERBAIKI HATI
▪️ Mutharrif bin Abdillah rahimahullah berkata,
صَلاحُ القَلْبِ بِصَلاحِ العَمَلِ، وصَلاحُ العَمَلِ بِصَلاحِ النِّيَّةِ
“Hati yang baik berasal dari amal yang baik. Dan amal yang baik berasal dari niat yang jernih (ikhlas).”
📕 Jamiʼ al-Ulum wa al-Hikam, 1/69.
📝 Sumber:
@nasehatetam
www.nasehatetam.net
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
📡www.salafypalembang.com
▪️ Mutharrif bin Abdillah rahimahullah berkata,
صَلاحُ القَلْبِ بِصَلاحِ العَمَلِ، وصَلاحُ العَمَلِ بِصَلاحِ النِّيَّةِ
“Hati yang baik berasal dari amal yang baik. Dan amal yang baik berasal dari niat yang jernih (ikhlas).”
📕 Jamiʼ al-Ulum wa al-Hikam, 1/69.
📝 Sumber:
@nasehatetam
www.nasehatetam.net
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
📡www.salafypalembang.com
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
⁉️💦✋🏼🌺 MENGAPA SEDIKIT ORANG YANG JUJUR, ADIL, DAN SPORTIF?!
✍🏻 Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata,
والإنسان مجبور على حب نفسه فهو لا يرى إلا محاسنها، ومبغض لخصمه فهو لا يرى إلا مساويه.
"Manusia, tabiat dasarnya adalah mencintai dirinya. Karena itu, dia tidak melihat kecuali kebaikan-kebaikan dirinya. Tabiat manusia juga membenci orang yang memusuhinya. Karena itu, dia tidak melihat kecuali keburukan-keburukannya."
📚 Ighatsatul Lahafan, jilid 2 hlm. 181
📝 Sumber:
@ForumSalafy
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
📡www.salafypalembang.com
✍🏻 Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata,
والإنسان مجبور على حب نفسه فهو لا يرى إلا محاسنها، ومبغض لخصمه فهو لا يرى إلا مساويه.
"Manusia, tabiat dasarnya adalah mencintai dirinya. Karena itu, dia tidak melihat kecuali kebaikan-kebaikan dirinya. Tabiat manusia juga membenci orang yang memusuhinya. Karena itu, dia tidak melihat kecuali keburukan-keburukannya."
📚 Ighatsatul Lahafan, jilid 2 hlm. 181
📝 Sumber:
@ForumSalafy
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
📡www.salafypalembang.com
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
🍃🌻HUKUM MEMAKAI GIGI EMAS DAN APAKAH JIKA MENINGGAL HARUS DILEPAS?
🎙Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah:
Pertanyaan :
Hukum memasang gigi yang terbuat dari emas?
Jawaban :
Gigi yang terbuat dari emas hukumnya tidak boleh memasangnya bagi laki-laki, kecuali kalau darurat. Karena laki-laki itu diharamkan memakai emas dan berhias dengannya.
Adapun bagi wanita maka sudah menjadi kebiasaan wanita berhias dengan gigi emas, maka tidak mengapa baginya dalam hal itu.
Dan dia boleh memakaikan gigi-giginya dari emas apabila ini sudah merupakan kebiasaan untuk berhias dan ini bukan termasuk perbuatan boros. Berdasarkan sabda Nabi ﷺ :
Dihalalkan emas dan sutra bagi wanita dari kalangan umatku.
Dan jika seorang wanita meninggal dunia dalam keadaan ini, atau laki-laki yang meninggal dalam keadaan memakai gigi emas yang dia pakai karena darurat, maka hendaknya dilepaskan.
Kecuali kalau dikawatirkan akan bisa mencacati dan melukainya. Yakni khawatir akan merobek gusinya, maka hendaknya emasnya itu dibiarkan ikut dikubur.
Yang demikian itu karena emas itu tergolong harta yang berharga dan harta itu harus diwariskan kepada ahli warisnya setelah kematian sang mayit. Dan membiarkannya dikubur bersama mayit itu termasuk menyia-nyiakan harta.
📑 Majmu Al-Fatawa 4/101
📝 Sumber:
@ahlussunnahposo
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
📡www.salafypalembang.com
🎙Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah:
Pertanyaan :
Hukum memasang gigi yang terbuat dari emas?
Jawaban :
Gigi yang terbuat dari emas hukumnya tidak boleh memasangnya bagi laki-laki, kecuali kalau darurat. Karena laki-laki itu diharamkan memakai emas dan berhias dengannya.
Adapun bagi wanita maka sudah menjadi kebiasaan wanita berhias dengan gigi emas, maka tidak mengapa baginya dalam hal itu.
Dan dia boleh memakaikan gigi-giginya dari emas apabila ini sudah merupakan kebiasaan untuk berhias dan ini bukan termasuk perbuatan boros. Berdasarkan sabda Nabi ﷺ :
Dihalalkan emas dan sutra bagi wanita dari kalangan umatku.
Dan jika seorang wanita meninggal dunia dalam keadaan ini, atau laki-laki yang meninggal dalam keadaan memakai gigi emas yang dia pakai karena darurat, maka hendaknya dilepaskan.
Kecuali kalau dikawatirkan akan bisa mencacati dan melukainya. Yakni khawatir akan merobek gusinya, maka hendaknya emasnya itu dibiarkan ikut dikubur.
Yang demikian itu karena emas itu tergolong harta yang berharga dan harta itu harus diwariskan kepada ahli warisnya setelah kematian sang mayit. Dan membiarkannya dikubur bersama mayit itu termasuk menyia-nyiakan harta.
📑 Majmu Al-Fatawa 4/101
📝 Sumber:
@ahlussunnahposo
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
📡www.salafypalembang.com
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
🔥🔥 PENYEBAB PERSELISIHAN DAN PERPECAHAN
✍🏻 Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafidzahullah mengatakan:
لا يحصل الاختلاف والافتراق إلا بسبب عدم التمسك بكتاب الله وسنة رسوله ﷺ
Tidaklah terjadi perselisihan dan perpecahan kecuali karena sebab tidak berpegang teguh dengan kitabullah Al-Qur'an dan Sunnah Rasul-Nya ﷺ.
📚 Syarh Mandzumah al-Haaiyyah hal 48.
@al_fawzaan/661
📝 Sumber:
@salafy_cirebon
www.salafycirebon.com
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
📡www.salafypalembang.com
✍🏻 Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafidzahullah mengatakan:
لا يحصل الاختلاف والافتراق إلا بسبب عدم التمسك بكتاب الله وسنة رسوله ﷺ
Tidaklah terjadi perselisihan dan perpecahan kecuali karena sebab tidak berpegang teguh dengan kitabullah Al-Qur'an dan Sunnah Rasul-Nya ﷺ.
📚 Syarh Mandzumah al-Haaiyyah hal 48.
@al_fawzaan/661
📝 Sumber:
@salafy_cirebon
www.salafycirebon.com
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
📡www.salafypalembang.com
📒📒 SEORANG MUKMIN YANG IKHLAS
🎙Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,
"Seorang mukmin yang ikhlas karena Allah, ia termasuk manusia yang paling baik kehidupannya, paling nikmat keadaannya, paling lapang dadanya, paling bahagia hatinya. Dan hal itu adalah surga yang di dahulukan sebelum surga yang nanti."
📚 Al-Jawabu Al-Kafiy 465
📝 Sumber:
@faedahislamiyahslogohimo
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
📡www.salafypalembang.com
🎙Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,
"Seorang mukmin yang ikhlas karena Allah, ia termasuk manusia yang paling baik kehidupannya, paling nikmat keadaannya, paling lapang dadanya, paling bahagia hatinya. Dan hal itu adalah surga yang di dahulukan sebelum surga yang nanti."
📚 Al-Jawabu Al-Kafiy 465
📝 Sumber:
@faedahislamiyahslogohimo
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
📡www.salafypalembang.com
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
SENIN, 27 SHAFAR 1443 H
04 OKTOBER 2021 M
🔄 Gabung • Simpan • Bagikan
➡️ https://t.me/galeri_pip
➡️ https://t.me/salafypalembang
04 OKTOBER 2021 M
🔄 Gabung • Simpan • Bagikan
➡️ https://t.me/galeri_pip
➡️ https://t.me/salafypalembang
☕📄 MASIH TETAP BISA BAHAGIA WALAUPUN BUKAN HARTAWAN
🎙Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin berkata,
وليست سعادة الدنيا بكثرة المال؛ لأنه قد يطغي؛ ولهذا تأمل قوله تعالى: (من عمل صالحا من ذكر أو أنثى وهو مؤمن فلنحيينه حياة طيبة ولنجزينهم أجرهم بأحسن ما كانوا يعملون) (النحل: ٩٧) ، لم يقل: من عمل عملا صالحا من ذكر أو أنثى فلنوسعن عليه المال ولنعطينه المال الكثير، قال: (فلنحيينه حياة طيبة) ؛ إما بكثرة المال أو بقلة المال، ويذكر عن النبي صلى الله عليه وسلم فيما يرويه عن الله في الحديث القدسي: (إن من عبادي من لو أغنيته لأفسده الغنى، وإن من عبادي من لو أفقرته لأفسده الفقر)
"Kebahagiaan di dunia ini bukan dengan banyaknya harta, karena banyaknya harta bisa membuat seseorang melampaui batas. Oleh karena ini, perhatikanlah firman Allah,
'Barang siapa yang beramal saleh baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan dia beriman, niscaya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan yang lebih baik dari yang mereka kerjakan selama di dunia.' ( an-Nahl:97).
Allah tidak berkata, 'Barang siapa yang beramal saleh baik dari laki-laki maupun perempuan, niscaya akan Kami lapangkan hartanya dan akan Kami berikan harta yang banyak.' Namun yang Allah katakan,
Niscaya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik.'
Kehidupan yang baik ini bisa diraih dengan banyak atau sedikitnya harta."
📖 Syarh Riyadh ash-Shālihīn, 2/41-42.
📝Sumber:
@alfudhail
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
📡www.salafypalembang.com
🎙Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin berkata,
وليست سعادة الدنيا بكثرة المال؛ لأنه قد يطغي؛ ولهذا تأمل قوله تعالى: (من عمل صالحا من ذكر أو أنثى وهو مؤمن فلنحيينه حياة طيبة ولنجزينهم أجرهم بأحسن ما كانوا يعملون) (النحل: ٩٧) ، لم يقل: من عمل عملا صالحا من ذكر أو أنثى فلنوسعن عليه المال ولنعطينه المال الكثير، قال: (فلنحيينه حياة طيبة) ؛ إما بكثرة المال أو بقلة المال، ويذكر عن النبي صلى الله عليه وسلم فيما يرويه عن الله في الحديث القدسي: (إن من عبادي من لو أغنيته لأفسده الغنى، وإن من عبادي من لو أفقرته لأفسده الفقر)
"Kebahagiaan di dunia ini bukan dengan banyaknya harta, karena banyaknya harta bisa membuat seseorang melampaui batas. Oleh karena ini, perhatikanlah firman Allah,
'Barang siapa yang beramal saleh baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan dia beriman, niscaya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan yang lebih baik dari yang mereka kerjakan selama di dunia.' ( an-Nahl:97).
Allah tidak berkata, 'Barang siapa yang beramal saleh baik dari laki-laki maupun perempuan, niscaya akan Kami lapangkan hartanya dan akan Kami berikan harta yang banyak.' Namun yang Allah katakan,
Niscaya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik.'
Kehidupan yang baik ini bisa diraih dengan banyak atau sedikitnya harta."
📖 Syarh Riyadh ash-Shālihīn, 2/41-42.
📝Sumber:
@alfudhail
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
📡www.salafypalembang.com
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
SELASA, 28 SHAFAR 1443 H 05 OKTOBER 2021 M
🔄 Gabung • Simpan • Bagikan
➡️ https://t.me/galeri_pip
➡️ https://t.me/salafypalembang
🔄 Gabung • Simpan • Bagikan
➡️ https://t.me/galeri_pip
➡️ https://t.me/salafypalembang
📚 AKIBAT TIDAK MAU MENGIKUTI KEBENARAN
Barang siapa berpaling dari mengikuti kebenaran yang telah ia ketahui karena mengikuti hawa nafsunya, dia akan menjadi bodoh dan tersesat. Hatinya akan menjadi buta terhadap kebenaran yang jelas.
✅ Ini sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala,
فَلَمَّا زَاغُوٓاْ أَزَاغَ ٱللَّهُ قُلُوبَهُمِۡۚ
“Tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka.” (ash-Shaff: 5)
✅ Juga firman Allah subhanahu wa ta’ala,
فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ فَزَادَهُمُ ٱللَّهُ مَرَضًاۖ
“Di dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah tambahkan penyakitnya.” (al-Baqarah: 10)
✅ Juga firman Allah subhanahu wa ta’ala,
وَأَقۡسَمُواْ بِٱللَّهِ جَهۡدَ أَيۡمَٰنِهِمۡ لَئِن جَآءَتۡهُمۡ ءَايَةٞ لَّيُؤۡمِنُنَّ بِهَاۚ قُلۡ إِنَّمَا ٱلۡأٓيَٰتُ عِندَ ٱللَّهِۖ وَمَا يُشۡعِرُكُمۡ أَنَّهَآ إِذَا جَآءَتۡ لَا يُؤۡمِنُونَ ١٠٩ وَنُقَلِّبُ أَفِۡٔدَتَهُمۡ وَأَبۡصَٰرَهُمۡ كَمَا لَمۡ يُؤۡمِنُواْ بِهِۦٓ أَوَّلَ مَرَّةٍ
“Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan segala kesungguhan bahwa sungguh jika datang kepada mereka suatu mukjizat, pastilah mereka beriman kepada-Nya. Katakanlah, ‘Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu hanya berada di sisi Allah.’ Dan apa yang memberitahukan kepadamu bahwa apabila mukjizat datang, mereka tidak akan beriman? (Begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seakan-akan mereka tidak pernah beriman kepada Al-Qur’an sebelumnya.” (al-An’am: 109—110)
Ini adalah bentuk pertanyaan peniadaan dan pengingkaran, ‘dan apa yang memberitahukan kepadamu bahwa apabila mukjizat datang, mereka tidak akan beriman? Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seakan-akan mereka tidak pernah beriman kepada Al-Qur’an sebelumnya’, menurut qiraah (bacaan) yang mengkasrah innaha (sungguh).
Hal ini sebagai penegasan bahwa apabila mukjizat itu telah datang, mereka tidak akan beriman. Kami juga akan memalingkan hati dan penglihatan mereka, seakan-akan mereka tidak pernah beriman kepadanya (Al-Qur’an) sebelumnya.
Oleh karena itu, sebagian salaf, di antaranya Said bin Jubair rahimahullah mengatakan bahwa termasuk balasan atas suatu kejelekan adalah kejelekan yang setelahnya.
Disebutkan dalam ash-Shahihain dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda,
عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيقًا، وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ، فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ، وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا
“Berpeganglah kalian dengan kejujuran, karena kejujuran itu akan membimbing kepada kebaikan, dan kebaikan akan membimbing kepada surga. Sungguh, ada seorang hamba yang senantiasa berlaku jujur dan membiasakannya, hingga dia dicatat di sisi Allah subhanahu wa ta’ala sebagai seorang yang shiddiq (jujur). Berhati-hatilah kalian dari kedustaan karena kedustaan itu akan membimbing kepada kejahatan, dan kejahatan itu akan membimbing kepada neraka. Ada seorang hamba yang senantiasa berdusta dan membiasakannya, hingga dicatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta.”
Dalam hadits ini, Nabi shallallahu alaihi wa sallam mengabarkan bahwa kejujuran adalah satu pokok yang akan menghasilkan kebaikan, sebagaimana dusta adalah satu pokok yang akan menghasilkan kejelekan/dosa.
🖥 Simak selengkapnya: https://asysyariah.com/buah-dari-amalan/
📝 Sumber:
@asysyariah
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
📡www.salafypalembang.com
Barang siapa berpaling dari mengikuti kebenaran yang telah ia ketahui karena mengikuti hawa nafsunya, dia akan menjadi bodoh dan tersesat. Hatinya akan menjadi buta terhadap kebenaran yang jelas.
✅ Ini sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala,
فَلَمَّا زَاغُوٓاْ أَزَاغَ ٱللَّهُ قُلُوبَهُمِۡۚ
“Tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka.” (ash-Shaff: 5)
✅ Juga firman Allah subhanahu wa ta’ala,
فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ فَزَادَهُمُ ٱللَّهُ مَرَضًاۖ
“Di dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah tambahkan penyakitnya.” (al-Baqarah: 10)
✅ Juga firman Allah subhanahu wa ta’ala,
وَأَقۡسَمُواْ بِٱللَّهِ جَهۡدَ أَيۡمَٰنِهِمۡ لَئِن جَآءَتۡهُمۡ ءَايَةٞ لَّيُؤۡمِنُنَّ بِهَاۚ قُلۡ إِنَّمَا ٱلۡأٓيَٰتُ عِندَ ٱللَّهِۖ وَمَا يُشۡعِرُكُمۡ أَنَّهَآ إِذَا جَآءَتۡ لَا يُؤۡمِنُونَ ١٠٩ وَنُقَلِّبُ أَفِۡٔدَتَهُمۡ وَأَبۡصَٰرَهُمۡ كَمَا لَمۡ يُؤۡمِنُواْ بِهِۦٓ أَوَّلَ مَرَّةٍ
“Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan segala kesungguhan bahwa sungguh jika datang kepada mereka suatu mukjizat, pastilah mereka beriman kepada-Nya. Katakanlah, ‘Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu hanya berada di sisi Allah.’ Dan apa yang memberitahukan kepadamu bahwa apabila mukjizat datang, mereka tidak akan beriman? (Begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seakan-akan mereka tidak pernah beriman kepada Al-Qur’an sebelumnya.” (al-An’am: 109—110)
Ini adalah bentuk pertanyaan peniadaan dan pengingkaran, ‘dan apa yang memberitahukan kepadamu bahwa apabila mukjizat datang, mereka tidak akan beriman? Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seakan-akan mereka tidak pernah beriman kepada Al-Qur’an sebelumnya’, menurut qiraah (bacaan) yang mengkasrah innaha (sungguh).
Hal ini sebagai penegasan bahwa apabila mukjizat itu telah datang, mereka tidak akan beriman. Kami juga akan memalingkan hati dan penglihatan mereka, seakan-akan mereka tidak pernah beriman kepadanya (Al-Qur’an) sebelumnya.
Oleh karena itu, sebagian salaf, di antaranya Said bin Jubair rahimahullah mengatakan bahwa termasuk balasan atas suatu kejelekan adalah kejelekan yang setelahnya.
Disebutkan dalam ash-Shahihain dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda,
عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيقًا، وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ، فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ، وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا
“Berpeganglah kalian dengan kejujuran, karena kejujuran itu akan membimbing kepada kebaikan, dan kebaikan akan membimbing kepada surga. Sungguh, ada seorang hamba yang senantiasa berlaku jujur dan membiasakannya, hingga dia dicatat di sisi Allah subhanahu wa ta’ala sebagai seorang yang shiddiq (jujur). Berhati-hatilah kalian dari kedustaan karena kedustaan itu akan membimbing kepada kejahatan, dan kejahatan itu akan membimbing kepada neraka. Ada seorang hamba yang senantiasa berdusta dan membiasakannya, hingga dicatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta.”
Dalam hadits ini, Nabi shallallahu alaihi wa sallam mengabarkan bahwa kejujuran adalah satu pokok yang akan menghasilkan kebaikan, sebagaimana dusta adalah satu pokok yang akan menghasilkan kejelekan/dosa.
🖥 Simak selengkapnya: https://asysyariah.com/buah-dari-amalan/
📝 Sumber:
@asysyariah
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
📡www.salafypalembang.com
✋🏻📢📛⚠ MENGAMBIL ILMU DARI PENDUSTA
✍🏻 Asy-Syaikh Ubaid Al-Jabiry hafizhahullah
📬 Pertanyaan:
Apa hukumnya menuntut ilmu dari seseorang yang diketahui suka berdusta dan mengada-ada dengan tuduhan dan zalim tanpa bukti terhadap orang yang menyelisihinya?
🔓 Jawaban:
Orang seperti ini adalah safih (orang dungu –pent), dan para ulama telah mentahdzir orang-orang yang dungu dan melarang manusia untuk mengambil ilmu dari orang-orang semacam itu. Al-Imam Malik rahimahullah mengatakan:
(لَا يُؤْخَذُ الْعِلْمُ عَنْ أَرْبَعَةٍ، سَفِيْهٍ مُعْلِنِ السَّفَهِ) وَصَاحِبِ هَوًى يَدْعُوْ النَّاسَ إِلَيْهِ، وَرَجُلٍ مَعْرُوْفٍ بِالْكَذِبِ فِيْ أَحَادِيْثِ النَّاسِ وَإِنْ كَانَ لَا يَكْذِبُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَرَجُلٍ لَهُ فَضْلٌ وَصَلَاحٌ لَا يَعْرِفُ مَا يُحَدِّثُ بِهِ.
“Ilmu tidak boleh diambil dari 4 orang;
● orang yang dungu yang terang-terangan menampakkan kedunguannya,
● pengekor hawa nafsu yang menyerukan kesesatannya,
● seseorang yang dikenal berdusta pada perkataan manusia walaupun dia tidak berdusta atas nama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam,
● dan seseorang yang memiliki keutamaan dan keshalihan namun dia tidak mengetahui dengan benar apa yang dia sampaikan.”
(Jaami’ Bayaanil ‘Ilmi wa Fadhlih, karya Ibnu Abdil Barr, terbitan Daar Ibnul Jauzy, hal. 821 riwayat no. 1542. Yang dinukil oleh Asy-Syaikh hanya yang kami beri tanda kurung –pent).
Termasuk yang jenis ini adalah orang-orang yang suka melaknat, suka mencaci maki, mulutnya kotor dan kasar serta suka berdusta dan membuat berita bohong terhadap siapa saja yang menyelisihinya.
Orang yang dungu tidaklah berbicara dengan pembicaraan para ulama, tetapi dia berbicara dengan kalimat-kalimat yang tidak pantas diucapkan dan kotor di mana orang yang hatinya bersih akan menjauhi ucapan-ucapan semacam itu. Inilah yang dimaksud dengan orang dungu yang menampakkan kedunguannya.
📝Sumber : http://forumsalafy.net/bolehkah-mengambil-ilmu-dari-pendusta/
@ForumSalafy
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
📡www.salafypalembang.com
✍🏻 Asy-Syaikh Ubaid Al-Jabiry hafizhahullah
📬 Pertanyaan:
Apa hukumnya menuntut ilmu dari seseorang yang diketahui suka berdusta dan mengada-ada dengan tuduhan dan zalim tanpa bukti terhadap orang yang menyelisihinya?
🔓 Jawaban:
Orang seperti ini adalah safih (orang dungu –pent), dan para ulama telah mentahdzir orang-orang yang dungu dan melarang manusia untuk mengambil ilmu dari orang-orang semacam itu. Al-Imam Malik rahimahullah mengatakan:
(لَا يُؤْخَذُ الْعِلْمُ عَنْ أَرْبَعَةٍ، سَفِيْهٍ مُعْلِنِ السَّفَهِ) وَصَاحِبِ هَوًى يَدْعُوْ النَّاسَ إِلَيْهِ، وَرَجُلٍ مَعْرُوْفٍ بِالْكَذِبِ فِيْ أَحَادِيْثِ النَّاسِ وَإِنْ كَانَ لَا يَكْذِبُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَرَجُلٍ لَهُ فَضْلٌ وَصَلَاحٌ لَا يَعْرِفُ مَا يُحَدِّثُ بِهِ.
“Ilmu tidak boleh diambil dari 4 orang;
● orang yang dungu yang terang-terangan menampakkan kedunguannya,
● pengekor hawa nafsu yang menyerukan kesesatannya,
● seseorang yang dikenal berdusta pada perkataan manusia walaupun dia tidak berdusta atas nama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam,
● dan seseorang yang memiliki keutamaan dan keshalihan namun dia tidak mengetahui dengan benar apa yang dia sampaikan.”
(Jaami’ Bayaanil ‘Ilmi wa Fadhlih, karya Ibnu Abdil Barr, terbitan Daar Ibnul Jauzy, hal. 821 riwayat no. 1542. Yang dinukil oleh Asy-Syaikh hanya yang kami beri tanda kurung –pent).
Termasuk yang jenis ini adalah orang-orang yang suka melaknat, suka mencaci maki, mulutnya kotor dan kasar serta suka berdusta dan membuat berita bohong terhadap siapa saja yang menyelisihinya.
Orang yang dungu tidaklah berbicara dengan pembicaraan para ulama, tetapi dia berbicara dengan kalimat-kalimat yang tidak pantas diucapkan dan kotor di mana orang yang hatinya bersih akan menjauhi ucapan-ucapan semacam itu. Inilah yang dimaksud dengan orang dungu yang menampakkan kedunguannya.
📝Sumber : http://forumsalafy.net/bolehkah-mengambil-ilmu-dari-pendusta/
@ForumSalafy
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
📡www.salafypalembang.com
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
REKAMAN DAUROH ONLINE ASATIZAH ANNAJIYAHDESIGN
▫️▫️▫️
#audio_rekaman #dauroh_online
▫️▫️▫️
Download Audio
▶️ linktr.ee/annajiyahdesign
▫️▫️▫️
#audio_rekaman #dauroh_online
▫️▫️▫️
Download Audio
▶️ linktr.ee/annajiyahdesign
🥀👉🏽📝 KEMATIAN HATI ORANG YANG BERILMU
🎙️ Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah menyatakan,
"عقوبة العالم موت قلبه. قيل له: وما موت القلب؟ قال: طلب الدنيا بعمل الآخرة"
”Hukuman atas orang yang berilmu adalah dengan kematian hatinya. Seseorang bertanya kepada beliau bagaimana kematian hatinya? Beliau menjawab,
'Mencari keuntungan duniawi dengan amalan akhirat'.”
📓 Jami' Bayanil Ilmi wa Fadhlih 1/568
📝 Sumber:
@KajianIslamTemanggung
www.salafytemanggung.com
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
📡www.salafypalembang.com
🎙️ Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah menyatakan,
"عقوبة العالم موت قلبه. قيل له: وما موت القلب؟ قال: طلب الدنيا بعمل الآخرة"
”Hukuman atas orang yang berilmu adalah dengan kematian hatinya. Seseorang bertanya kepada beliau bagaimana kematian hatinya? Beliau menjawab,
'Mencari keuntungan duniawi dengan amalan akhirat'.”
📓 Jami' Bayanil Ilmi wa Fadhlih 1/568
📝 Sumber:
@KajianIslamTemanggung
www.salafytemanggung.com
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
📡www.salafypalembang.com
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
🔈💽 BAGAIMANA DAPAT TERHINDAR DARI SIKAP TAQLID
Bersama:
🎙Al-Ustadz Usamah Mahri Hafizhahullah
📥 Tautan audio rakaman (4:38): https://drive.google.com/file/d/180xF-z6hs7zz2kzMNiyu6CqPz6TkPa5i/view?usp=drivesdk
📝 Sumber:
@thoriqussalaf
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
📡www.salafypalembang.com
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
Bersama:
🎙Al-Ustadz Usamah Mahri Hafizhahullah
📥 Tautan audio rakaman (4:38): https://drive.google.com/file/d/180xF-z6hs7zz2kzMNiyu6CqPz6TkPa5i/view?usp=drivesdk
📝 Sumber:
@thoriqussalaf
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
📡www.salafypalembang.com
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com