Salafy Palembang ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
5.96K subscribers
5.32K photos
445 videos
309 files
14.4K links
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Download Telegram
๐Ÿ”ŠBOLEHKAH BERTAKZIAH SEBELUM PEMAKAMAN?

Hal ini telah dijawab oleh syekh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin beliau berkata,

ู†ุนู…ุŒ ุชุฌูˆุฒ ู‚ุจู„ ุงู„ุฏูู† ูˆุจุนุฏู‡ุ› ู„ุฃู† ูˆู‚ุชู‡ุง ู…ู† ุญูŠู† ู…ุง ูŠู…ูˆุช ุงู„ู…ูŠุช ุฅู„ู‰ ุฃู† ุชู†ุณู‰ ุงู„ู…ุตูŠุจุฉุŒ ูˆู‚ุฏ ุซุจุช ุฃู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุนุฒู‰ ุงุจู†ุฉ ู„ู‡ ุญูŠู† ุฃุฑุณู„ุช ุชุฎุจุฑู‡ ุฃู† ุตุจูŠุงู‹ ู„ู‡ุง ููŠ ุงู„ู…ูˆุช ูู‚ุงู„ ุงู„ู†ุจูŠ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ: "ุงุฑุฌุน ุฅู„ูŠู‡ุงุŒ ูุฃุฎุจุฑู‡ุง ุฃู† ู„ู„ู‡ ู…ุง ุฃุฎุฐุŒ ูˆู„ู‡ ู…ุง ุฃุนุทู‰ุŒ ูˆูƒู„ ุดูŠุก ุนู†ุฏู‡ ุจุฃุฌู„ ู…ุณู…ู‰ุŒ ูู…ุฑู‡ุง ูู„ุชุตุจุฑ ูˆู„ุชุญุชุณุจ

"Boleh bertakziah sebelum dan sesudah jenazah dimakamkan karena waktu takziah itu, mulai dari meninggalnya jenazah, sampai musibah itu terlupakan dan sungguh telah shahih riwayat bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bertakziah kepada salah satu putrinya ketika mengutus utusan untuk mengabarkan bahwa anaknya meninggal. Beliau berkata kepada utusan tersebut, kembalilah kepadanya dan kabarkan!

'Bahwa milik Allahlah apa yang Dia ambil, apa yang Dia beri dan segala sesuatu di sisi-Nya berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan. Perintahkan dia untuk bersabar dan mengharap pahala kepada Allah.'" (Majmลซ' al-Fatฤwฤ, jilid 17 hlm. 340).

ADAKAH BACAAN KHUSUS KETIKA TAKZIAH?

Pembaca yang semoga selalu dijaga oleh Allah Ta'ala Tidak ada bacaan-bacaan khusus ketika bertakziah bahkan boleh seseorang mengucapkan ucapan-ucapan baik kepada keluarga yang tertimpa musibah.

Al-Imam asy-Syafi'i rahimahullah berkata,

ูˆูŽู„ูŽูŠู’ุณูŽ ูููŠ ุงู„ุชู‘ูŽุนู’ุฒููŠูŽุฉู ุดูŽูŠู’ุกูŒ ู…ูุคูŽู‚ู‘ูŽุชูŒ ูŠูู‚ูŽุงู„ู

"Tidak ada pada takziah, ucapan yang dibatasi untuk dikatakan." (al-Umm, 1/317).

Al-Imam Ibnu Qudamah al-Hambali berkata,

 ู„ูŽุง ู†ูŽุนู’ู„ูŽู…ู ูููŠ ุงู„ุชู‘ูŽุนู’ุฒููŠูŽุฉู ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง ู…ูŽุญู’ุฏููˆุฏู‹ุง

"Kami tidak mengetahui dalam takziah ini ada batasan tertentu dalam ucapannya." (al-Mughnฤซ, jilid 2, hlm. 405).

Al-Imam asy-Syaukani rahimahullah berkata,

ููŽูƒูู„ู‘ู ู…ูŽุง ูŠูŽุฌู’ู„ูุจู ู„ูู„ู’ู…ูุตูŽุงุจู ุตูŽุจู’ุฑู‹ุง ูŠูู‚ูŽุงู„ู ู„ูŽู‡ู ุชูŽุนู’ุฒููŠูŽุฉูŒ ุจูุฃูŽูŠู‘ู ู„ูŽูู’ุธู ูƒูŽุงู†ูŽ

"Setiap ucapan yang dapat membuat orang yang tertimpa musibah bersabar, maka itu dikatakan takziah dengan lafaz apa pun."
(an-Nail, jilid 4, hlm. 117).

Yang afdal adalah sebagaimana penjelasan al-Imam asy-Syaukani beliau berkata,

ูˆูŽุฃูŽุญู’ุณูŽู†ู ู…ูŽุง ูŠูุนูŽุฒู‘ูŽู‰ ุจูู‡ู ู…ูŽุง ุฃูŽุฎู’ุฑูŽุฌูŽู‡ู ุงู„ู’ุจูุฎูŽุงุฑููŠู‘ู ูˆูŽู…ูุณู’ู„ูู…ูŒ ู…ูู†ู’ ุญูŽุฏููŠุซู ุฃูุณูŽุงู…ูŽุฉูŽ ุจู’ู†ู ุฒูŽูŠู’ุฏู ู‚ูŽุงู„ูŽ: ยซูƒูู†ู‘ูŽุง ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู - ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ -ุŒ ููŽุฃูŽุฑู’ุณูŽู„ูŽุชู’ ุฅู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฅุญู’ุฏูŽู‰ ุจูŽู†ูŽุงุชูู‡ู ุชูŽุฏู’ุนููˆู‡ู ูˆูŽุชูุฎู’ุจูุฑูู‡ู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุตูŽุจููŠู‘ู‹ุง ู„ูŽู‡ูŽุง ุฃูŽูˆู’ ุงุจู’ู†ู‹ุง ู„ูŽู‡ูŽุง ูููŠ ุงู„ู’ู…ูŽูˆู’ุชูุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูู„ุฑู‘ูŽุณููˆู„ู: ุงุฑู’ุฌูุนู’ ุฅู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ูˆูŽุฃูŽุฎู’ุจูุฑู’ู‡ูŽุง ุฃูŽู†ู‘ูŽ ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽุง ุฃูŽุฎูŽุฐูŽ ูˆูŽู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽุง ุฃูŽุนู’ุทูŽู‰ุŒ ูˆูŽูƒูู„ู‘ูŽ ุดูŽูŠู’ุกู ุนูู†ู’ุฏูŽู‡ู ุจูุฃูŽุฌูŽู„ู ู…ูุณูŽู…ู‘ู‹ู‰ ููŽู…ูุฑู’ู‡ูŽุง ููŽู„ู’ุชูŽุตู’ุจูุฑู’ ูˆูŽู„ู’ุชูŽุญู’ุชูŽุณูุจู’ยป

Yang paling bagus dalam bertakziah adalah sebagaimana ucapan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh al-Imam al-Bukhari dan Muslim dari hadis Usamah bin Zaid berkata,

'Dahulu kami berada di sisi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, maka datanglah salah satu utusan putri beliau memanggil dan mengabarkan beliau kalau anaknya telah meninggal, lalu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepada utusan tersebut, kembalilah kepadanya dan kabarkan!

'Inna lillaahi maa akhodza wa lahu maa a'thoo wa kullu syai'in 'indahu biajalin musamma (Bahwa milik Allahlah apa yang Dia ambil, apa yang Dia beri dan segala sesuatu di sisi-Nya berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan). Perintahkan dia untuk bersabar dan mengharap pahala kepada Allah.'" (an-Nail, jilid 4, hlm. 117).
Syekh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin berkata,

ูˆุฃู…ุง ู…ุง ุงุดุชู‡ุฑ ุนู†ุฏ ุงู„ู†ุงุณ ู…ู† ู‚ูˆู„ู‡ู…: "ุนุธู‘ูŽู… ุงู„ู„ู‡ ุฃุฌุฑูƒุŒ ูˆุฃุญุณู† ุงู„ู„ู‡ ุนุฒุงุกูƒุŒ ูˆุบูุฑ ุงู„ู„ู‡ ู„ู…ูŠุชูƒ"ุŒ ูู‡ ูŠ ูƒู„ู…ุฉ ุงุฎุชุงุฑู‡ุง ุจุนุถ ุงู„ุนู„ู…ุงุกุŒ ู„ูƒู† ู…ุง ุฌุงุกุช ุจู‡ ุงู„ุณู†ุฉ ุฃูˆู„ู‰ ูˆุฃุญุณู†

"Adapun ucapan yang tersebar di kalangan manusia yaitu,

'Adzdzomallaahu ajrok wa ahsana 'azaa aka wa ghafaro limayyitika.' (Semoga Allah membesarkan pahalamu, berbuat baik kepadamu dalam musibah ini dan mengampuni keluargamu yang meninggal ini).

Ini merupakan kalimat yang dipilih oleh sebagian ulama namun, kalimat yang disebutkan di dalam sunah tentu lebih utama dan lebih baik." (Majmลซ' al-Fatฤwฤ, jilid 13, hlm. 340).

Pembaca yang semoga dirahmati oleh Allah Ta'ala. Ucapan yang disampaikan oleh Nabi kita shallallahu 'alaihi wa sallam ini, subhanallah luar biasa, sangat bagus dan sangat menyentuh hati. Al-Imam an-Nawawi menerangkan maknanya,

ูˆู…ุนู†ู‰ "ุฃู† ู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ู…ุง ุฃุฎุฐ" ุฃู† ุงู„ุนุงู„ู… ูƒู„ู‡ ู…ู„ูƒ ู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ุŒ ูู„ู… ูŠุฃุฎุฐ ู…ุง ู‡ูˆ ู„ูƒู…ุŒ ุจู„ ุฃุฎุฐ ู…ุง ู‡ูˆ ู„ู‡ ุนู†ุฏูƒู… ููŠ ู…ุนู†ู‰ ุงู„ุนุงุฑูŠุฉุ› ูˆู…ุนู†ู‰ "ูˆู„ู‡ ู…ุง ุฃุนุทู‰" ุฃู† ู…ุง ูˆู‡ุจู‡ ู„ูƒู… ู„ูŠุณ ุฎุงุฑุฌู‹ุง ุนู† ู…ู„ูƒู‡ุŒ ุจู„ ู‡ูˆ ู„ู‡ ุณุจุญุงู†ู‡ ูŠูุนู„ ููŠู‡ ู…ุงูŠุดุงุกุŒ ูˆูƒู„ ุดูŠุก ุนู†ุฏู‡ ุจุฃุฌู„ู ู…ุณู…ู‘ู‰ ูู„ุง ุชุฌุฒุนูˆุงุŒ ูุฅู† ู…ู† ู‚ุจุถู‡ ู‚ุฏ ุงู†ู‚ุถู‰ ุฃุฌูŽู„ู‡ ุงู„ู…ุณู…ู‰

Makna ucapan beliau 'Bahwa milik Allahlah apa yang Dia ambil,' alam semesta ini semuanya milik Allah Ta'ala, Dia tidak mengambil apa yang menjadi milik kalian. Bahkan, Dia mengambil apa yang menjadi milik-Nya yang ada di sisi kalian sebagai titipan.

Makna ucapan beliau, 'Dan milik-Nya apa yang Dia berikan,' bahwa apa yang Dia berikan kepada kalian, tidaklah lepas dari kepemilikan-Nya. Bahkan, menjadi milik-Nya Subhanahu, Dia berbuat sesuai dengan yang dikehendaki-Nya.

Dan segala sesuatu di sisi-Nya sesuai dengan batas waktu tertentu, maka janganlah kalian mengeluh karena sesungguhnya orang yang telah Dia ambil sungguh telah habis waktunya yang ditentukan." (al-Adzkฤr, no. 403).

๐Ÿ“ Sumber: https://www.alfudhail.com/faedah-ringkas-tentang-takziah
@alfudhail

๐ŸŒŽhttps://t.me/SalafyPalembang
๐ŸŽงhttps://t.me/RadioIbanah
๐Ÿ“กwww.salafypalembang.com
๐Ÿ’Ž๐Ÿ“š๐Ÿ“
BISAKAH MENGUSIR SYAITHAN DENGAN BACAAN AL-QUR'AN DI RADIO ATAU REKAMAN?


Syaikh Muhammad Ibnu Utsaimin rahimahullah

Pertanyaan:
Seorang wanita keluar rumah dan membiarkan radio menyala pada siaran al-Qur'an al-Karim dengan alasan untuk mengusir syaithan, apakah yang seperti ini ada dalilnya?

Jawaban:
Ini tidak ada dalilnya, karena radio dan rekaman tidak muncul kecuali akhir-akhir ini, dan ini tidak bermanfaat untuk mengusir syaithan, karena syaithan hanya bisa diusir dengan ibadah, sementara ini bukan ibadah, maksimalnya hanyalah jika seseorang mendengarkannya dia bisa mendapatkan nasehat dalam al-Qur'an itu saja.

๐Ÿ“š Fatawa Sualun Alal Hatif, hlm. 40 no. 33

๐Ÿ“ Sumber:
@fawaidsolo

๐ŸŒŽhttps://t.me/SalafyPalembang
๐ŸŽงhttps://t.me/RadioIbanah
๐Ÿ“กwww.salafypalembang.com
PENGERTIAN ZUHUD YANG BENAR

๐Ÿ”„ Gabung โ€ข Simpan โ€ข Bagikan
โžก๏ธ https://t.me/galeri_pip
โžก๏ธ https://t.me/salafypalembang
๐Ÿ“ข๐Ÿ“œ๐Ÿ›๏ธ HUKUM UCAPAN 'ALMARHUM' UNTUK MAYIT

๐Ÿ”Š Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan,

ุงู„ู…ุดุฑูˆุน ููŠ ู‡ุฐุง ุฃู† ูŠู‚ุงู„: (ุบูุฑ ุงู„ู„ู‡ ู„ู‡) ุฃูˆ (ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡) ูˆู†ุญูˆ ุฐู„ูƒ ุฅุฐุง ูƒุงู† ู…ุณู„ู…ุงุŒ ูˆู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ุฃู† ูŠู‚ุงู„ (ุงู„ู…ุบููˆุฑ ู„ู‡) ุฃูˆ (ุงู„ู…ุฑุญูˆู…)ุ› ู„ุฃู†ู‡ ู„ุง ุชุฌูˆุฒ ุงู„ุดู‡ุงุฏุฉ ู„ู…ุนูŠู† ุจุฌู†ุฉ ุฃูˆ ู†ุงุฑ ุฃูˆ ู†ุญูˆ ุฐู„ูƒุŒ ุฅู„ุง ู„ู…ู† ุดู‡ุฏ ุงู„ู„ู‡ ู„ู‡ ุจุฐู„ูƒ ููŠ ูƒุชุงุจู‡ ุงู„ูƒุฑูŠู… ุฃูˆ ุดู‡ุฏ ู„ู‡ ุฑุณูˆู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู…

"Yang disyariatkan dalam hal ini adalah mengucapkan

ุบูุฑ ุงู„ู„ู‡ ู„ู‡

'Semoga Allah mengampuninya'
atau
ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡

'Semoga Allah merahmatinya'

Atau ucapan yang semisalnya jika mayit tersebut seorang muslim.

Dan tidak boleh dikatakan kepadanya 'Al-Maghfuru lah' (Yang diampuni) atau 'Al-Marhum' (Yang dirahmati), karena tidak boleh memberikan persaksian surga atau neraka atau vonis yang semisalnya kepada individu tertentu. Kecuali yang telah dipersaksikan oleh Allah Ta'ala dengan hal tersebut dalam Al-Qur'an atau oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam."

๐Ÿ“š Al-Mauqi'ur Rosmii lis Samahatus Syaikh bin Baz rahimahullah

๐Ÿ“ Sumber:
@KajianIslamTemanggung
www.salafytemanggung.com

๐ŸŒŽhttps://t.me/SalafyPalembang
๐ŸŽงhttps://t.me/RadioIbanah
๐Ÿ“กwww.salafypalembang.com
๐Ÿ”ŠYANG HARUS DIHINDARI KETIKA TAKZIAH

Disebutkan di dalam kitab al-Fiqhu al-Muyassar bahwa ada tiga hal yang semestinya dihindari ketika takziah:

1. Berkumpul ketika takziah di tempat khusus dengan membawa kursi, lampu, dan para pembaca.

2. Membuat makanan pada hari-hari takziah dari keluarga mayit yang tertimpa musibah untuk menjamu orang-orang yang datang.

3. Melakukan takziah dengan berulang kali. Secara asal takziah itu dilakukan hanya satu kali kecuali dengan diulang ada maslahat mengingatkan maka tidak mengapa. Adapun jika tanpa tujuan ini, maka tidak boleh karena tidak ada tuntunannya dari Nabi dan para sahabat. (al-Fiqhu al-Muyassar, hlm. 124).

Adapun urutan ke tiga, ini sangat jelas dan mudah dipahami. Nomor satu dan dua yang akan kita bahas.

1. Adanya tempat khusus untuk bertakziah.
Tempat khusus di sini, tentu untuk berkumpul menyambut orang-orang yang bertakziah, pembaca yang semoga dirahmati oleh Allah mari kita simak penjelasan para ulama tentang hal ini.

Al-Imam asy-Syafi'i rahimahullah berkata,

ูˆูŽุฃูŽูƒู’ุฑูŽู‡ู ุงู„ู’ู…ูŽุฃู’ุชูŽู…ูŽุŒ ูˆูŽู‡ููŠูŽ ุงู„ู’ุฌูŽู…ูŽุงุนูŽุฉูุŒ ูˆูŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูƒูู†ู’ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุจููƒูŽุงุกูŒ ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ูŠูุฌูŽุฏู‘ูุฏู ุงู„ู’ุญูุฒู’ู†ูŽุŒ ูˆูŽูŠููƒูŽู„ู‘ููู ุงู„ู’ู…ูุคู’ู†ูŽุฉูŽ ู…ูŽุนูŽ ู…ูŽุง ู…ูŽุถูŽู‰ ูููŠู‡ู ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ุฃูŽุซูŽุฑู 

"Aku tidak menyukai adanya ma'tam yaitu perkumpulan saat bertakziah walaupun mereka tidak menangis. Sesungguhnya yang demikian ini akan menambahkan kesedihan dan menambah beban padahal baru berlalu bagi mereka kesan dari musibah ini." (al-Umm, 1/318).

2. Membuat makanan pada hari-hari takziah dari keluarga mayit yang tertimpa musibah untuk menjamu orang-orang yang datang.
Para pembaca yang semoga selalu dibimbing oleh Allah Ta'ala, ini juga perkara yang dilarang karena tidak ada sedikit pun bimbingan dari Nabi kita Muhammad dan para sahabatnya terkait hal ini.

Al-Imam an-Nawawi rahimahullah berkata,

ูˆูŽุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุฅุตู’ู„ูŽุงุญู ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ู…ูŽูŠู‘ูุชู ุทูŽุนูŽุงู…ู‹ุง ูˆูŽุฌูŽู…ู’ุนู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ููŽู„ูŽู…ู’ ูŠูู†ู’ู‚ูŽู„ู’ ููŠู‡ ุดูŠุก

"Adapun membuat makanan dari keluarga jenazah yang tertimpa musibah dan mengumpulkan manusia, maka tidak ada tuntunannya sedikit pun di dalam agama Islam." (al-Majmลซ', jilid 5, hlm. 320).

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin berkata,

ูู‡ุงู‡ูˆ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุณู„ู… ูŠู…ูˆุช ู„ู‡ ุฃุจู†ุงุก ูˆุฃุนู…ุงู… ูˆุฃุตุญุงุจ ูˆู„ู… ูŠุฌู„ุณ ูŠูˆู…ุงู‹ ู…ู† ุงู„ุฏู‡ุฑ ู„ูŠุชู„ู‚ู‰ ุงู„ุนุฒุงุกุŒ ู…ุน ุฃู†ู‡ ู‡ูˆ ุงู„ู…ุดุฑุนุŒ ูˆู…ุน ุฃู† ุงู„ุตุญุงุจุฉ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ู… ุฃุดุฏ ุงู„ู†ุงุณ ููŠ ู…ูˆุงุณุงุฉ ุงู„ุฑุณูˆู„ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู… ูˆุชุนุฒูŠุชู‡ุŒ ู„ูƒู† ู„ู… ูŠูุนู„ูˆุงุŒ ูˆู„ู… ูŠุชูˆุงูุฏูˆุง ุฅู„ูŠู‡ ู„ูŠุนุฒูˆู‡ ูˆู…ุง ุนู„ู…ู†ุง ุจู‡ุฐุง ุฃุจุฏุงู‹ุŒ 

Inilah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, telah meninggal anak-anak, paman-paman dan para sahabat beliau dan tidaklah beliau duduk pada suatu hari untuk menyambut kedatangan orang-orang yang bertakziah padahal beliau adalah yang mensyariatkan agama ini, padahal para sahabat adalah orang yang paling menyantuni Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan paling kuat takziah mereka kepada beliau. Tetapi mereka tidak melakukan dan tidak beramai-ramai datang untuk bertakziah kepada beliau, ini yang sama sekali tidak kita ketahui."
(Liqฤ' al-Bฤb al-Maftลซh, 79/7).

Maka menjadi jelaslah bahwa dua hal di atas tidak boleh dilakukan. Yang lebih meyakinkan lagi adalah bahwa dua perbuatan tersebut termasuk dari perkara yang dilarang oleh Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Dari Jarir bin Abdillah al-Bajali radhiyallahu 'anhu beliau berkata,

ูƒูู†ู‘ูŽุง ู†ูŽุนูุฏู‘ู ุงู„ูุงุฌู’ุชูู…ูŽุงุนูŽ ุฅู„ูŽู‰ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ู…ูŽูŠู‘ูุชู ูˆูŽุตูŽู†ููŠุนูŽุฉูŽ ุงู„ุทู‘ูŽุนูŽุงู…ู ู…ูู†ู’ ุงู„ู†ู‘ููŠูŽุงุญูŽุฉู

"Kami menganggap berkumpul di tempat keluarga jenazah yang tertimpa musibah dan mereka membuat makanan termasuk dari meratap." (Ahmad dan dishahihkan oleh an-Nawawi di dalam al-Majmลซ', (al-Majmลซ', jilid 5, hlm. 320).
Syekh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin berkata,

ูˆุฅุฐุง ูƒุงู† ุงู„ุตุญุงุจุฉ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ู… ูŠุนุฏูˆู† ุฐู„ูƒ ู…ู† ุงู„ู†ูŠุงุญุฉุŒ ูˆู‡ู… ุฃุนู„ู… ุงู„ุฃู…ุฉ ุจู…ู‚ุงุตุฏ ุงู„ุดุฑูŠุนุฉุŒ ูˆุฃู‚ูˆู…ู‡ู… ุนู…ู„ุงู‹ ุจู‡ุงุŒ ูˆุฃุณุฏู‡ู… ุฑุฃูŠุงู‹ุŒ ูˆุฃุทู‡ุฑู‡ู… ู‚ู„ูˆุจุงู‹ ูุฅู†ู‡ ู‚ุฏ ุซุจุช ุนู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฃู†ู‡ ู‚ุงู„: "ุงู„ู…ูŠุช ูŠุนุฐุจ ููŠ ู‚ุจุฑู‡ ุจู…ุง ู†ูŠุญ ุนู„ูŠู‡" ูู‡ู„ ูŠุฑุถู‰ ุฃุญุฏ ุฃู† ูŠุนุฐุจ ุฃุจูˆู‡ุŒ ุฃูˆ ุฃู…ู‡ุŒ ุฃูˆ ุงุจู†ู‡ุŒ ุฃูˆ ุจู†ุชู‡ุŒ ุฃูˆ ุฃุญุฏ ู…ู† ุฃู‚ุงุฑุจู‡ ุจุดูŠุก ู…ู† ุตู†ุนู‡ุŸ! ูˆู‡ู„ ูŠุฑุถู‰ ุฃุญุฏ ุฃู† ูŠุณูŠุก ุฅู„ู‰ ู‡ุคู„ุงุก ูˆู‡ูˆ ุงู„ุฐูŠ ุฃุตูŠุจ ุจู‡ู…ุŸ! ุฅุฐุง ูƒุงู† ุตุงุฏู‚ุงู‹ ููŠ ู…ุญุจุชู‡ู… ูˆู…ุตูŠุจุชู‡ู… ูู„ูŠุชุฌู†ุจ ู…ุง ูŠูƒูˆู† ุณุจุจุงู‹ ููŠ ุชุนุฐูŠุจู‡ู….

"Apabila para sahabat radhiyallahu 'anhum menganggap yang demikian itu termasuk dari meratap sedangkan mereka adalah yang paling berilmu dari umat Muhammad ini tentang tujuan-tujuan syariat, paling lurus amalannya, paling benar pendapatnya dan paling bersih hatinya, maka sungguh telah shahih berita dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam beliau bersabda,

'Mayit itu akan diazab di kuburnya disebabkan ratapan.'

Apakah seseorang rela ayahnya, ibunya, putra-putrinya atau salah satu dari kerabat-kerabatnya diazab dikerenakan perbuatannya.

Apakah seseorang rela menyakiti mereka sedangkan dialah yang ditimpa musibah dengan wafatnya mereka. Jika dia jujur dalam mencintai mereka, dan musibah yang menimpa mereka, maka jauhilah segala sesuatu yang dapat menjadi sebab mereka diazab." (al-Majmลซ' al-Fatฤwฤ, jilid 13, hlm. 363).

๐Ÿ“ Sumber: https://www.alfudhail.com/faedah-ringkas-tentang-takziah
@alfudhail

๐ŸŒŽhttps://t.me/SalafyPalembang
๐ŸŽงhttps://t.me/RadioIbanah
๐Ÿ“กwww.salafypalembang.com
DUA JENIS SYUKUR

๐Ÿ”„ Gabung โ€ข Simpan โ€ข Bagikan
โžก๏ธ https://t.me/galeri_pip
โžก๏ธ https://t.me/salafypalembang
RABU, 16 AL-MUHARRAM 1443 H ~
25 AGUSTUS 2021 M


๐Ÿ”„ Gabung โ€ข Simpan โ€ข Bagikan
โžก๏ธ https://t.me/galeri_pip
โžก๏ธ https://t.me/salafypalembang
๐Ÿ’Ž๐ŸŒฑ HAKIKAT HATI YANG KAYA

โœ๐ŸปAl Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

"Hakikat kekayaan hati adalah bergantungnya hati hanya kepada Allah saja, dan hakikat kefakiran hati adalah bergantungnya hati kepada selain Allah."

๐Ÿ“š Madarijus Salikin, 2/320


ู‚ุงู„ ุงุจู† ุงู„ู‚ูŠู… ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡:

(ุญู‚ูŠู‚ุฉ ุบู†ู‰ ุงู„ู‚ู„ุจ: ุชุนู„ู‘ู‚ู‡ ุจุงู„ู„ู‡ ูˆุญุฏู‡ุŒ ูˆุญู‚ูŠู‚ุฉ ูู‚ุฑู‡ ุงู„ู…ุฐู…ูˆู…: ุชุนู„ู‘ู‚ู‡ ุจุบูŠุฑู‡)

๐Ÿ“šู…ุฏุงุฑุฌ ุงู„ุณุงู„ูƒูŠู† ูข/ูฃูขู 


๐Ÿ“ Sumber:
@salafy_cirebon
www.salafycirebon.com

๐ŸŒŽhttps://t.me/SalafyPalembang
๐ŸŽงhttps://t.me/RadioIbanah
๐Ÿ“กwww.salafypalembang.com
MEMPERBAIKI HUBUNGAN DENGAN ALLAH AZZA WA JALLA

๐Ÿ”„ Gabung โ€ข Simpan โ€ข Bagikan
โžก๏ธ https://t.me/galeri_pip
โžก๏ธ https://t.me/salafypalembang
DZIKIR-DZIKIR PENGGUGUR DOSA

๐Ÿ”„ Gabung โ€ข Simpan โ€ข Bagikan
โžก๏ธ https://t.me/galeri_pip
โžก๏ธ https://t.me/salafypalembang
KAMIS, 17 AL-MUHARRAM 1443 H ~
26 AGUSTUS 2021 M


๐Ÿ”„ Gabung โ€ข Simpan โ€ข Bagikan
โžก๏ธ https://t.me/galeri_pip
โžก๏ธ https://t.me/salafypalembang
โœ‹๐Ÿป๐ŸŒบ๐ŸŒท๐Ÿ’Ž DI ANTARA SEBAB TERANGKATNYA KEDUDUKAN ULAMA

โœ๐Ÿป Al-'Allamah Muqbil bin Hadi al-Wadi'i rahimahullah berkata,

ูˆู…ุง ุฑูุน ุงู„ู„ู‘ู‡ ุดุฃู† ุฃู‡ู„ ุงู„ุนู„ู… ุฅู„ุง
ู„ุฃู†ู‘ูŽู‡ู… ูŠู‚ููˆู† ุฃู…ุงู… ุงู„ุจุงุทู„

Tidaklah Allah mengangkat kedudukan ulama melainkan karena mereka berdiri melawan kebatilan.

ูˆูŠู‚ูˆู„ูˆู† ู„ู„ู…ุตูŠุจ: ุฃู†ุช ู…ุตูŠุจุ›
ูˆู„ุตุงุญุจ ุงู„ุจุงุทู„: ุฃู†ุช ู…ุจุทู„

Kepada orang yang benar, mereka mengatakan, "Anda benar"; dan kepada orang yang salah, mereka mengatakan, "Anda salah."

๐Ÿ“š Tuhfatul Mujib hlm. 273

๐Ÿ“ Sumber:
@forumsalafy

๐ŸŒŽhttps://t.me/SalafyPalembang
๐ŸŽงhttps://t.me/RadioIbanah
๐Ÿ“กwww.salafypalembang.com
โœ…๐Ÿ“–๐Ÿ’ฅ MANFAAT MENGENAL KEBENARAN DAN KEBATILAN

๐Ÿ”Š Syaikh Zaid al-Madkholi rahimahullah berkata,

ูุงุจุฐู„ ุงู„ุฌู‡ุฏ ููŠ ู…ุนุฑูุฉ ุงู„ุญู‚ ูˆุฃู‡ู„ู‡ ู„ุชูƒูˆู† ู…ู† ุฃุชุจุงุนู‡ ูˆุฃู†ุตุงุฑู‡ุŒ ูˆุงุจุฐู„ ุงู„ุฌู‡ุฏ ููŠ ู…ุนุฑูุฉ ุงู„ุจุงุทู„ ูˆุฃู‡ู„ู‡ ู„ุชู†ุฌูˆ ู…ู†ู‡ ูˆู…ู† ุฃู‡ู„ู‡ ูˆุชูƒูˆู† ุญุฑุจุง ุนู„ูŠู‡ู…

"Curahkanlah kesungguhan untuk mengetahui kebenaran dan para pengusungnya agar engkau menjadi pengikutnya dan penolongnya.

Dan curahkanlah kesungguhan pula untuk mengetahui kebatilan dan para pengusungnya agar engkau selamat dari kejelekan itu serta dari para pengusungnya dan supaya engkau menjadi orang yang memeranginya."

๐Ÿ“š Al-Ajwibah al-Atsariyah 15

๐Ÿ“ Sumber:
@KajianIslamTemanggung
www.salafytemanggung.com

๐ŸŒŽhttps://t.me/SalafyPalembang
๐ŸŽงhttps://t.me/RadioIbanah
๐Ÿ“กwww.salafypalembang.com
๐Ÿ”ŠKEWAJIBAN PEDULI KEPADA ANAK-ANAK


โœ๏ธ Al-'Allamah As-Sa'di rahimahullah berkata:

ุฃูˆู„ู‰ ุงู„ู†ู‘ุงุณ ุจุจุฑูู‘ูƒ ูˆุฃุญู‚ูู‘ู‡ู… ุจู…ุนุฑูˆูููƒ: ุฃูˆู„ุงุฏููƒุ› ูุฅู†ู‘ู‡ู… ุฃู…ุงู†ุงุชูŒ ุฌุนู„ู‡ู… ุงู„ู„ู‡ู ุนู†ุฏูƒุŒูˆูˆุตู‘ุงูƒ ุจุชุฑุจูŠุชูู‡ู… ุชุฑุจูŠุฉู‹ ุตุงู„ุญุฉู‹ ู„ุฃุจุฏุงู†ู‡ู… ูˆู‚ู„ูˆุจู‡ู…ุŒูˆูƒู„ู‘ ู…ุง ูุนู„ุชูŽู‡ ู…ุนู‡ู… ู…ู† ู‡ุฐู‡ ุงู„ุฃู…ูˆุฑุŒ ุฏู‚ูŠู‚ู‡ุง ูˆุฌู„ูŠู„ู‡ุงุ›ูุฅู†ู‘ู‡ ู…ู† ุฃุฏุงุก ุงู„ูˆุงุฌุจู ุนู„ูŠูƒ

Orang yang paling berhak mendapatkan kebaikan dan kebajikanmu adalah anak-anakmu. Karena mereka adalah amanah yang Allah berikan kepadamu dan Dia mewasiatkan kepadamu agar mendidik mereka dengan pendidikan yang baik bagi jasmani dan rohani mereka.

Setiap amalan yang engkau lakukan bersama mereka dari perkara-perkara ini, baik yang remeh maupun yang mulianya, maka sungguh amalan itu termasuk penunaian kewajibanmu.

๐Ÿ“š Bahjah Qulubil Abrar (138)

๐Ÿ“ Sumber:
https://twitter.com/dr_albukhary/status/1411712283668107264
@salafy_cirebon
www.salafycirebon.com

๐ŸŒŽhttps://t.me/SalafyPalembang
๐ŸŽงhttps://t.me/RadioIbanah
๐Ÿ“กwww.salafypalembang.com
SEDIKIT BICARA MELEMBUTKAN HATI

๐Ÿ”„ Gabung โ€ข Simpan โ€ข Bagikan
โžก๏ธ https://t.me/galeri_pip
โžก๏ธ https://t.me/salafypalembang
BERPIKIR SEBELUM BERBICARA

๐Ÿ”„ Gabung โ€ข Simpan โ€ข Bagikan
โžก๏ธ https://t.me/galeri_pip
โžก๏ธ https://t.me/salafypalembang
ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…

๐Ÿ“ฃ โฌ†๏ธ ๐Ÿ“ก SUDAH MULAI..

๐Ÿ“ถ ๐Ÿ  KAJIAN RUTIN ONLINE KOTA PALEMBANG

๐ŸŽ™ Bersama Al-Ustadz Abu Sufyan Al-Musy hafizhahullah

๐Ÿ“— Pembahasan:
MENGENDALIKAN SYAHWAT PERUT DAN KEMALUAN

๐Ÿ“šdari Kitab MUKHTASHAR MINHAJUL QASIDIN

โœ๐Ÿป Karya Al Imam Ibnu Qudamah al-Maqdisi rahimahullah

๐Ÿ“ถ Radio Al-Ibanah Palembang

๐Ÿ˜๏ธ Penyelenggara:
Majelis Ta'lim Mutiara Ilmu Syar'i Palembang

๐Ÿ  Berdiam diri #diRumahAja bukan berarti tidak ta'lim

๐ŸŽง Rekaman bisa di unduh di:
t.me/RadioIbanah
t.me/salafypalembang

โ–ซโ–ซโ–ซโ–ซโ–ซโ–ซโ–ซ๏ธโ–ซ๏ธโ–ซ๏ธ
JUMAT, 18 AL-MUHARRAM 1443 H ~
27 AGUSTUS 2021 M


๐Ÿ”„ Gabung โ€ข Simpan โ€ข Bagikan
โžก๏ธ https://t.me/galeri_pip
โžก๏ธ https://t.me/salafypalembang