⏳🌱 KAWAN! KITA PUN TAK TAHU KAPAN GILIRAN
Allah tabaraka wa ta'ala berfirman :
وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ
"Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya."
QS. Al A'raf : 34
وَجَاءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ۖ ذَٰلِكَ مَا كُنتَ مِنْهُ تَحِيدُ
"Dan datanglah kepayahan kematian dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya."
QS. Qaf : 19
🗒️ Hamid Al Laffaf rahimahullah mengatakan :
من أكثر ذكر الموت أكرم بثلاث: تعجيل التوبة، وقناعة القلب، ونشاط العبادة، ومن نسيه عوقب بثلاث: تسويف التوبة، وترك الرضا بالكفاف، والتكاسل في العبادة، فتفكر يا مغرور في الموت وسكرته وصعوبة كأسه ومرارته.
"Siapa yang banyak mengingat kematian; maka akan dimuliakan dengan tiga hal: (1) mempersegara taubat, (2) merasa cukup dengan yang ada, dan (3) kian semangat dalam ibadah.
Namun siapa yang lupa kematian; ia akan dihukum dengan tiga hal: (1) terus menunda untuk memperbaiki diri, (2) tidak pernah puas dengan yang ada, dan (3) senantiasa merasa berat melakukan ibadah.
Maka ingatlah wahai orang terperdaya dengan dunia! Masa-masa sakit dan payahnya kematian ketika dia datang menghampiri." (At-Tadzkiroh, I/126)
Ya Allah, jadikanlah kami sebagai hamba-hamba-Mu yang bisa mengambil pelajaran dari peristiwa kematian yang kami saksikan. Dan wafatkanlah kami dalam ibadah kepada-Mu.
📝 Sumber:
@nasehatetam
www.nasehatetam.com
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Allah tabaraka wa ta'ala berfirman :
وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ
"Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya."
QS. Al A'raf : 34
وَجَاءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ۖ ذَٰلِكَ مَا كُنتَ مِنْهُ تَحِيدُ
"Dan datanglah kepayahan kematian dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya."
QS. Qaf : 19
🗒️ Hamid Al Laffaf rahimahullah mengatakan :
من أكثر ذكر الموت أكرم بثلاث: تعجيل التوبة، وقناعة القلب، ونشاط العبادة، ومن نسيه عوقب بثلاث: تسويف التوبة، وترك الرضا بالكفاف، والتكاسل في العبادة، فتفكر يا مغرور في الموت وسكرته وصعوبة كأسه ومرارته.
"Siapa yang banyak mengingat kematian; maka akan dimuliakan dengan tiga hal: (1) mempersegara taubat, (2) merasa cukup dengan yang ada, dan (3) kian semangat dalam ibadah.
Namun siapa yang lupa kematian; ia akan dihukum dengan tiga hal: (1) terus menunda untuk memperbaiki diri, (2) tidak pernah puas dengan yang ada, dan (3) senantiasa merasa berat melakukan ibadah.
Maka ingatlah wahai orang terperdaya dengan dunia! Masa-masa sakit dan payahnya kematian ketika dia datang menghampiri." (At-Tadzkiroh, I/126)
Ya Allah, jadikanlah kami sebagai hamba-hamba-Mu yang bisa mengambil pelajaran dari peristiwa kematian yang kami saksikan. Dan wafatkanlah kami dalam ibadah kepada-Mu.
📝 Sumber:
@nasehatetam
www.nasehatetam.com
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
🔊SEKILAS INFO
~~~~~~~~~~~
Bismillah...
Afwan...
Untuk TA'LIM ONLINE #diRumahAja
Untuk saat ini,
~~~~~
LIBUR
~~~~~
Sampai dengan pemberitahuan selanjutnya...
Demikian informasi yang bisa kami sampaikan...
Jazaakumullahu khoiron wa Baarakallahu fiikum
~~~~~~~~~~~
Bismillah...
Afwan...
Untuk TA'LIM ONLINE #diRumahAja
Untuk saat ini,
~~~~~
LIBUR
~~~~~
Sampai dengan pemberitahuan selanjutnya...
Demikian informasi yang bisa kami sampaikan...
Jazaakumullahu khoiron wa Baarakallahu fiikum
Forwarded from ABIAS HIJAB since 2010 ~ Spesialis Busana Muslimah
SIMAK DAN IKUTI
BEDAH BUKU ONLINE
Tema:
"BISNIS ONLINE DALAM PERSPEKTIF FIQIH ISLAM"
Bersama:
Ustadz Abu Abdillah Muhammad Afifuddin as Sidawy Hafizhahullah
……………
BEDAH BUKU ONLINE
Tema:
"BISNIS ONLINE DALAM PERSPEKTIF FIQIH ISLAM"
Bersama:
Ustadz Abu Abdillah Muhammad Afifuddin as Sidawy Hafizhahullah
……………
📝💡📚
KESIALAN ADALAH AKIBAT DOSA-DOSA, BUKAN KARENA WAKTU TERTENTU
Imam Ibnu Rajab rahimahullah berkata:
وأما تخصيص الشؤم بزمان دون زمان كشهر صفر أو غيره فغير صحيح، وإنما الزمان كله خلق الله تعالى وفيه تقع أفعال بني آدم.
فكل زمان شغله المؤمن بطاعة الله فهو زمان مبارك عليه، وكل زمان شغله العبد بمعصية الله فهو مشؤم عليه.
فالشؤم في الحقيقة هو معصية الله تعالى.
"Adapun mengkhususkan kesialan dengan sebuah zaman tertentu saja seperti pada bulan Shafar atau selainnya maka tidak benar. Zaman semuanya hanyalah makhluk Allah Ta'ala dan padanyalah terjadi perbuatan anak-anak Adam.
Semua zaman yang digunakan oleh seorang mu'min untuk mentaati Allah, maka itu adalah zaman yang diberkahi. Sedangkan zaman yang digunakan oleh seorang hamba untuk maksiat kepada Allah, maka itu membawa kesialan bagi dirinya.
Jadi kesialan itu hakekatnya adalah akibat maksiat kepada Allah Ta'ala."
📚 Lathaiful Ma'arif, hlm. 189
📝 Sumber:
@fawaidsolo
www.fawaidsolo.com
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
KESIALAN ADALAH AKIBAT DOSA-DOSA, BUKAN KARENA WAKTU TERTENTU
Imam Ibnu Rajab rahimahullah berkata:
وأما تخصيص الشؤم بزمان دون زمان كشهر صفر أو غيره فغير صحيح، وإنما الزمان كله خلق الله تعالى وفيه تقع أفعال بني آدم.
فكل زمان شغله المؤمن بطاعة الله فهو زمان مبارك عليه، وكل زمان شغله العبد بمعصية الله فهو مشؤم عليه.
فالشؤم في الحقيقة هو معصية الله تعالى.
"Adapun mengkhususkan kesialan dengan sebuah zaman tertentu saja seperti pada bulan Shafar atau selainnya maka tidak benar. Zaman semuanya hanyalah makhluk Allah Ta'ala dan padanyalah terjadi perbuatan anak-anak Adam.
Semua zaman yang digunakan oleh seorang mu'min untuk mentaati Allah, maka itu adalah zaman yang diberkahi. Sedangkan zaman yang digunakan oleh seorang hamba untuk maksiat kepada Allah, maka itu membawa kesialan bagi dirinya.
Jadi kesialan itu hakekatnya adalah akibat maksiat kepada Allah Ta'ala."
📚 Lathaiful Ma'arif, hlm. 189
📝 Sumber:
@fawaidsolo
www.fawaidsolo.com
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
✋🏻‼⚠✔️ KEHIDUPAN DUNIA INI AKAN BERAKHIR. RENUNGKANLAH.....!!!
✍🏻 Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata,
وكلما غفل قلبك واندمجت نفسك في الحياة الدنيا فاخرج الى القبور وتفكر في هؤلاء القوم الذين كانوا بالأمس مثلك على الأرض يأكلون ويشربون ويتمتعون ، والآن أين ذهبوا ؟
Setiap kali hatimu lalai dan terlarut dalam kehidupan dunia, keluarlah engkau menuju kuburan.
Renungkanlah mereka ini (penghuni kubur)!
Kemarin mereka seperti dirimu, berada di atas bumi. Mereka makan, minum, dan bersenang-senang. Sekarang, ke mana mereka pergi?
صاروا الآن مرتهنين بأعمالهم ، لم ينفعهم إلا عملهم
Sekarang mereka tergadaikan oleh amalan-amalan mereka. Tidak bermanfaat bagi mereka kecuali amalan-amalan mereka.
Sebagaimana hal itu dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam. Beliau bersabda,
يتبع الميت ثلاثة : ماله وأهله وعمله ، فيرجع اثنان ويبقى واحد ، يرجع أهله وماله ، ويبقى عمله
“Akan mengiringi mayit tiga perkara: hartanya, keluarganya, dan amalannya. Dua perkara akan kembali pulang. Yang akan tinggal bersamanya hanya satu perkara. Keluarganya dan hartanya akan pulang, sedangkan yang tinggal bersamanya adalah amalannya.”
ففكِّر في هؤلاء القوم
Renungkanlah mereka ini!
📚 Syarh Riyadhus Shalihin 3/473
📝 Sumber:
@ForumSalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍🏻 Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata,
وكلما غفل قلبك واندمجت نفسك في الحياة الدنيا فاخرج الى القبور وتفكر في هؤلاء القوم الذين كانوا بالأمس مثلك على الأرض يأكلون ويشربون ويتمتعون ، والآن أين ذهبوا ؟
Setiap kali hatimu lalai dan terlarut dalam kehidupan dunia, keluarlah engkau menuju kuburan.
Renungkanlah mereka ini (penghuni kubur)!
Kemarin mereka seperti dirimu, berada di atas bumi. Mereka makan, minum, dan bersenang-senang. Sekarang, ke mana mereka pergi?
صاروا الآن مرتهنين بأعمالهم ، لم ينفعهم إلا عملهم
Sekarang mereka tergadaikan oleh amalan-amalan mereka. Tidak bermanfaat bagi mereka kecuali amalan-amalan mereka.
Sebagaimana hal itu dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam. Beliau bersabda,
يتبع الميت ثلاثة : ماله وأهله وعمله ، فيرجع اثنان ويبقى واحد ، يرجع أهله وماله ، ويبقى عمله
“Akan mengiringi mayit tiga perkara: hartanya, keluarganya, dan amalannya. Dua perkara akan kembali pulang. Yang akan tinggal bersamanya hanya satu perkara. Keluarganya dan hartanya akan pulang, sedangkan yang tinggal bersamanya adalah amalannya.”
ففكِّر في هؤلاء القوم
Renungkanlah mereka ini!
📚 Syarh Riyadhus Shalihin 3/473
📝 Sumber:
@ForumSalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
☝️🏼🎙PERHATIKAN CARA BICARAMU DITENGAH ORANG ❗️
🔊Berkata Abul Aswad Ad Dualy Rohimahullah Ta'ala kepada putranya :
▪️Duhai putraku, bila engkau di tengah sebuah kaum maka janganlah engkau berbicara dengan ucapan orang yang ada diatasmu sehingga mereka akan murka padamu, jangan pula dengan ucapan orang yang lebih rendah darimu sehingga mereka akan meremehkanmu.
📚 Adabud Dunya Wan Din lil Al Mawardy
Muntakhob min Washoyal Abaa lil Abnaa hal 96
قال أبو الأسود الدؤلي (رحمه الله) لابنه: يا بني! إن كنتَ في قوم فلا تتكلم بكلام مَنْ هو فوقك فَيَمْقُتُوك، ولا بكلام مَن هو دونك فَيَزْدَرُوك .
_________________
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🔊Berkata Abul Aswad Ad Dualy Rohimahullah Ta'ala kepada putranya :
▪️Duhai putraku, bila engkau di tengah sebuah kaum maka janganlah engkau berbicara dengan ucapan orang yang ada diatasmu sehingga mereka akan murka padamu, jangan pula dengan ucapan orang yang lebih rendah darimu sehingga mereka akan meremehkanmu.
📚 Adabud Dunya Wan Din lil Al Mawardy
Muntakhob min Washoyal Abaa lil Abnaa hal 96
قال أبو الأسود الدؤلي (رحمه الله) لابنه: يا بني! إن كنتَ في قوم فلا تتكلم بكلام مَنْ هو فوقك فَيَمْقُتُوك، ولا بكلام مَن هو دونك فَيَزْدَرُوك .
_________________
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Jadwal Siaran kajian ilmiah Radio Linggamas FM 105.3 MHz
Hari ini, Kamis, 8 Jumadal Akhirah 1442/ 21 Januari 2021
Hari ini, Kamis, 8 Jumadal Akhirah 1442/ 21 Januari 2021
APAKAH HUJAN GERIMIS TERMASUK UDZUR MENINGGALKAN SHALAT BERJAMA'AH?
"Sebatas turunnya hujan apakah termasuk udzur untuk meninggalkan berjama'ah ataukah dipersyaratkan hujannya lebat?"
Asy-Syaikh Rabi' al-Madkhali hafizhahullah menjawab,
"Allahu a'lam tidak dipersyaratkan lebat. Apabila hujan menimbulkan basah sehingga dengannya seorang yang shalat terganggu maka ini merupakan udzur. Diantara bentuk rahmat Allah 'Azza wa Jalla adalah jika terdapat basah atau licin maka diberi udzur walaupun hujannya ringan.
Baarakallahu fiikum.....
Udzur berjama'ah (di samping orang yang memiliki kebutuhan/kewajiban) adalah hujan, lumpur, cuaca yang sangat dingin atau panas, sakit, rasa haus atau lapar yang tampak atau mengalahkan, yakni yang menyakitkan."
💽 Kaset dengan judul : Liqa' Maftuh, 4-2-2005
مجرد نزول المطر يعتبر عذرا لترك الجماعة أم يشترط أن يكون شديدا؟
الجواب
الله أعلم ما يشترط الشدة، إذا أحدث بللا يتأذى منه المصلي فهذا عذر، من رحمة الله عز وجل، إذا كان فيه بلل، زلق، ويضر ولو كان المطر خفيفا، فإنه يعذر، بارك الله فيكم،
وعذرها [وأولي ذمة] مطر ووحل وشدة البرد وحر
ومرض والعطش والجوع قد ظهر أو غلب [الفجوع].
[شريط بعنوان: لقاء مفتوح 4-2-2005]
https://www.rabee.net/ar/questions.php?cat=42&id=746
📝 Sumber:
@anNajiyah_Bali
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
"Sebatas turunnya hujan apakah termasuk udzur untuk meninggalkan berjama'ah ataukah dipersyaratkan hujannya lebat?"
Asy-Syaikh Rabi' al-Madkhali hafizhahullah menjawab,
"Allahu a'lam tidak dipersyaratkan lebat. Apabila hujan menimbulkan basah sehingga dengannya seorang yang shalat terganggu maka ini merupakan udzur. Diantara bentuk rahmat Allah 'Azza wa Jalla adalah jika terdapat basah atau licin maka diberi udzur walaupun hujannya ringan.
Baarakallahu fiikum.....
Udzur berjama'ah (di samping orang yang memiliki kebutuhan/kewajiban) adalah hujan, lumpur, cuaca yang sangat dingin atau panas, sakit, rasa haus atau lapar yang tampak atau mengalahkan, yakni yang menyakitkan."
💽 Kaset dengan judul : Liqa' Maftuh, 4-2-2005
مجرد نزول المطر يعتبر عذرا لترك الجماعة أم يشترط أن يكون شديدا؟
الجواب
الله أعلم ما يشترط الشدة، إذا أحدث بللا يتأذى منه المصلي فهذا عذر، من رحمة الله عز وجل، إذا كان فيه بلل، زلق، ويضر ولو كان المطر خفيفا، فإنه يعذر، بارك الله فيكم،
وعذرها [وأولي ذمة] مطر ووحل وشدة البرد وحر
ومرض والعطش والجوع قد ظهر أو غلب [الفجوع].
[شريط بعنوان: لقاء مفتوح 4-2-2005]
https://www.rabee.net/ar/questions.php?cat=42&id=746
📝 Sumber:
@anNajiyah_Bali
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
💐🌷🌻🌹 DI ANTARA TANDA KEJUJURAN DAN KEIKHLASAN
✍🏼 Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah berkata,
فالمسلم الصادق المخلص يتمسك بالإسلام في العسر واليسر، وفي الشدة والرخاء، وفي السراء والضراء.
"Seorang muslim yang jujur dan ikhlas akan berpegang teguh dengan Islam, dalam keadaan sulit ataupun mudah, dalam keadaan berat ataupun lapang, dan dalam keadaan senang ataupun susah."
📚 Adz-Dzari’ah Ila Bayani Maqashid Kitab asy-Syari’ah, jilid 1 hlm. 177
📝 Sumber:
@ForumSalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍🏼 Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah berkata,
فالمسلم الصادق المخلص يتمسك بالإسلام في العسر واليسر، وفي الشدة والرخاء، وفي السراء والضراء.
"Seorang muslim yang jujur dan ikhlas akan berpegang teguh dengan Islam, dalam keadaan sulit ataupun mudah, dalam keadaan berat ataupun lapang, dan dalam keadaan senang ataupun susah."
📚 Adz-Dzari’ah Ila Bayani Maqashid Kitab asy-Syari’ah, jilid 1 hlm. 177
📝 Sumber:
@ForumSalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
BERJAUHAN ANTARA SHOF KETIKA SHOLAT
Semoga Alloh memperbaiki urusan anda wahai fadhilatus syaikh..,
ada pertanyaan :
Apa hukum berjauhan (berjarak) di antara shof ketika sholat, di karnakan adanya Wabah yg menyebar ❓
➡️ jawabannya:
Syaikh Arofat bin hasan Al Muhammady Hafizhahullahu :
"Meluruskan shof dalam sholat itu sudah jelas, bahwasanya hal tersebut termasuk kewajiban sholat, dan kewajiban ini di mulai ketika hendak takbir, dan seorang imam yang hendak sholat dia membimbing manusia (makmum) untuk meluruskan shof, kewajiban ini tidak di ragukan lagi berkaitan dengan kemampuan seseorang. sunguh telah lewat pembahasan dari kami sebuah kaidah ushul fiqhi :
لا واجب مع العجز، وليس واجب بلا اقتدار، ولامحرم مع اضطرار
"tidak ada kewajiban apabila tidak mampu, tidak ada kewajiban jika tidak mampu dan tidak Harom apabila dalam kondisi darurat.
Apabila kita mendapati sekarang bahwasanya shof shof dalam sholat itu diharuskan berjauhan karena 2 hal :
1⃣ Supaya tidak terjadi suatu yg tidak di inginkan
2⃣ Supaya tidak memudhorotkan.
Apabila ada seseorang yang ikut serta bersama kaum muslimin dalam sholat, dalam keadaan dia terkena penyakit yang membunuh, penyakit yang mematikan dan dikhawatirkan menyebar, Maka para ulama berfatwa bolehnya untuk berjauhan dalam shof sholat karena 2 hal tadi, dengan jarak yang memungkinkan selama terhindar dari bahaya, dalam keadaan ini bisa di katakan sebagai Darurat.
Dan sungguh telah kami paparkan ucapan imam ibnul qoyyim Al jauziyyah rahimahullah ketika beliau berbicara tentang permasalahan shof sholat dan bahwasanya hal tersebut wajib, beliau menyebutkan dalam kitabnya i'lamul muwaqiin : Bahwasanya kewajiban itu terkadang bisa gugur karna adanya udzur, kenapa... ?
➡️ Karna termasuk kaidah syariat :
*لا واجب مع العجز، ولا حرام مع الضرورة*
"tidak ada kewajiban apabila tidak mampu, dan tidak Harom sesuatu itu apabila kondisi darurat."
Dari sini beliau rahimahullah membolehkan hal tersebut dan juga guru beliau sayikhul islam ibnu taimiyaah rahimahullah
bahwasanya seseorang yang sholat sendiri di belakang shof apabila tidak mendapati celah dan tidak mampu untuk masuk shof, maka boleh baginya untuk sholat sendirian di belakang shof, dikarenakan sebuah kaidah "tidak ada Kewajiban apabila tidak mampu."
Semoga Alloh merahmati beliau dan mengampuninya
Maka boleh berjauhan dalam shof apabila pemerintah mengizinkan untuk membuka masjid dan sholat di dalamnya, kita katakan karena kondisi darurat, kita berjauhan dalam shof, jangan kita meninggalkan sholat jamaah, kalau begitu Alhamdulilah pemerintah mengizinkan, dan mereka melihat bahwasanya perkaranya sedikit membahayakan, Maka di bukalah masjid masjid akan tetapi mereka memerintahkan untuk berjauhan dalam shof ketika sholat, sebagaimana hal demikian yang terjadi sekarang di Al Haromain (masjidil harom dan masjid nabawi)
Maka kita katakan :
kita sholat jama'ah dan kita berjauhan dalam shofnya.
KENAPA ?
Karna nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Apabila kalian di perintahkan mengerjakan suatu perkara, maka kerjakanlah sesuai kemampuan kalian"
Inilah pendapat Ahlul ilmi, maka tidak mengapa Berjauhan sedikit dalam sholat seperti ini, yang mana supaya kalian terhindar dari bahaya.
📝 Sumber:
@salafysolo
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Semoga Alloh memperbaiki urusan anda wahai fadhilatus syaikh..,
ada pertanyaan :
Apa hukum berjauhan (berjarak) di antara shof ketika sholat, di karnakan adanya Wabah yg menyebar ❓
➡️ jawabannya:
Syaikh Arofat bin hasan Al Muhammady Hafizhahullahu :
"Meluruskan shof dalam sholat itu sudah jelas, bahwasanya hal tersebut termasuk kewajiban sholat, dan kewajiban ini di mulai ketika hendak takbir, dan seorang imam yang hendak sholat dia membimbing manusia (makmum) untuk meluruskan shof, kewajiban ini tidak di ragukan lagi berkaitan dengan kemampuan seseorang. sunguh telah lewat pembahasan dari kami sebuah kaidah ushul fiqhi :
لا واجب مع العجز، وليس واجب بلا اقتدار، ولامحرم مع اضطرار
"tidak ada kewajiban apabila tidak mampu, tidak ada kewajiban jika tidak mampu dan tidak Harom apabila dalam kondisi darurat.
Apabila kita mendapati sekarang bahwasanya shof shof dalam sholat itu diharuskan berjauhan karena 2 hal :
1⃣ Supaya tidak terjadi suatu yg tidak di inginkan
2⃣ Supaya tidak memudhorotkan.
Apabila ada seseorang yang ikut serta bersama kaum muslimin dalam sholat, dalam keadaan dia terkena penyakit yang membunuh, penyakit yang mematikan dan dikhawatirkan menyebar, Maka para ulama berfatwa bolehnya untuk berjauhan dalam shof sholat karena 2 hal tadi, dengan jarak yang memungkinkan selama terhindar dari bahaya, dalam keadaan ini bisa di katakan sebagai Darurat.
Dan sungguh telah kami paparkan ucapan imam ibnul qoyyim Al jauziyyah rahimahullah ketika beliau berbicara tentang permasalahan shof sholat dan bahwasanya hal tersebut wajib, beliau menyebutkan dalam kitabnya i'lamul muwaqiin : Bahwasanya kewajiban itu terkadang bisa gugur karna adanya udzur, kenapa... ?
➡️ Karna termasuk kaidah syariat :
*لا واجب مع العجز، ولا حرام مع الضرورة*
"tidak ada kewajiban apabila tidak mampu, dan tidak Harom sesuatu itu apabila kondisi darurat."
Dari sini beliau rahimahullah membolehkan hal tersebut dan juga guru beliau sayikhul islam ibnu taimiyaah rahimahullah
bahwasanya seseorang yang sholat sendiri di belakang shof apabila tidak mendapati celah dan tidak mampu untuk masuk shof, maka boleh baginya untuk sholat sendirian di belakang shof, dikarenakan sebuah kaidah "tidak ada Kewajiban apabila tidak mampu."
Semoga Alloh merahmati beliau dan mengampuninya
Maka boleh berjauhan dalam shof apabila pemerintah mengizinkan untuk membuka masjid dan sholat di dalamnya, kita katakan karena kondisi darurat, kita berjauhan dalam shof, jangan kita meninggalkan sholat jamaah, kalau begitu Alhamdulilah pemerintah mengizinkan, dan mereka melihat bahwasanya perkaranya sedikit membahayakan, Maka di bukalah masjid masjid akan tetapi mereka memerintahkan untuk berjauhan dalam shof ketika sholat, sebagaimana hal demikian yang terjadi sekarang di Al Haromain (masjidil harom dan masjid nabawi)
Maka kita katakan :
kita sholat jama'ah dan kita berjauhan dalam shofnya.
KENAPA ?
Karna nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Apabila kalian di perintahkan mengerjakan suatu perkara, maka kerjakanlah sesuai kemampuan kalian"
Inilah pendapat Ahlul ilmi, maka tidak mengapa Berjauhan sedikit dalam sholat seperti ini, yang mana supaya kalian terhindar dari bahaya.
📝 Sumber:
@salafysolo
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
📚🕌🧪 HUKUM SHALAT DI MASJID YANG TIDAK SEMPURNA DALAM MENERAPKAN PROTOKOL KESEHATAN
Dijawab oleh Ustadz Zuhair Syarif Hafizhahullah
Pertanyaan :
بسم الله الرحمن الرحيم
Izin bertanya ustadz. Semoga Allah memberi ustadz dan kita semua taufik dan hidayah.
Jika kita sholat berjamaah di masjid di daerah termasuk zona hijau covid 19. Masjid tersebut menerapkan protokol kesehatan tetapi belum sempurna. Contohnya para jamaah safnya jauh 1 meter kurang lebih, menggunakan sejadah sendiri sendiri, tidak bejabat tangan, tidak berkelompok, akan tetapi para jamaah penduduk setempat dan pendatangnya semuanya tidak menggunakan masker. Bolehkah kita sholat berjamaah yang seperti itu?
Atas jawabannya ana ucapkan jazaakallahukhoiron
Jawaban :
Boleh. Hendaknya antum pakai masker untuk memberikan contoh kepada mereka sekaligus -kalau mampu- mengingatkan mereka.
📝 Sumber :
WhatsApp Salafy Bengkulu
@qowwamussunnah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Dijawab oleh Ustadz Zuhair Syarif Hafizhahullah
Pertanyaan :
بسم الله الرحمن الرحيم
Izin bertanya ustadz. Semoga Allah memberi ustadz dan kita semua taufik dan hidayah.
Jika kita sholat berjamaah di masjid di daerah termasuk zona hijau covid 19. Masjid tersebut menerapkan protokol kesehatan tetapi belum sempurna. Contohnya para jamaah safnya jauh 1 meter kurang lebih, menggunakan sejadah sendiri sendiri, tidak bejabat tangan, tidak berkelompok, akan tetapi para jamaah penduduk setempat dan pendatangnya semuanya tidak menggunakan masker. Bolehkah kita sholat berjamaah yang seperti itu?
Atas jawabannya ana ucapkan jazaakallahukhoiron
Jawaban :
Boleh. Hendaknya antum pakai masker untuk memberikan contoh kepada mereka sekaligus -kalau mampu- mengingatkan mereka.
📝 Sumber :
WhatsApp Salafy Bengkulu
@qowwamussunnah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
Jadwal Siaran kajian ilmiah Radio Linggamas FM 105.3 MHz
Hari ini, Jum'at, 9 Jumadal Akhirah 1442/ 22 Januari 2021
Hari ini, Jum'at, 9 Jumadal Akhirah 1442/ 22 Januari 2021
🎙MARI PERBANYAK SHALAWAT DI HARI JUM'AT INI
Rasulullah ﷺ bersabda,
أَكْثِرُوا عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ فَإِنَّ صَلاَةَ أُمَّتِى تُعْرَضُ عَلَىَّ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ ، فَمَنْ كَانَ أَكْثَرَهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً كَانَ أَقْرَبَهُمْ مِنِّى مَنْزِلَةً. رواه البيهقي عن ابي امامة الباهلي رضي الله عنه
“Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap hari Jum’at. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jum’at. Barangsiapa yang paling banyak shalawatnya kepadaku, maka dialah yang paling dekat denganku kedudukannya pada hari kiamat nanti.”
(HR. Baihaqi Abu Umamah al-Bahili dan dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih at-Targhib.)
Dari Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda,
مَنْ صَلَّى عَلَىَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا (رواه مسلم)
“Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.”
( HR. Muslim ).
📝 Sumber:
@KajianIslamTemanggung/5238
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Rasulullah ﷺ bersabda,
أَكْثِرُوا عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ فَإِنَّ صَلاَةَ أُمَّتِى تُعْرَضُ عَلَىَّ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ ، فَمَنْ كَانَ أَكْثَرَهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً كَانَ أَقْرَبَهُمْ مِنِّى مَنْزِلَةً. رواه البيهقي عن ابي امامة الباهلي رضي الله عنه
“Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap hari Jum’at. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jum’at. Barangsiapa yang paling banyak shalawatnya kepadaku, maka dialah yang paling dekat denganku kedudukannya pada hari kiamat nanti.”
(HR. Baihaqi Abu Umamah al-Bahili dan dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih at-Targhib.)
Dari Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda,
مَنْ صَلَّى عَلَىَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا (رواه مسلم)
“Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.”
( HR. Muslim ).
📝 Sumber:
@KajianIslamTemanggung/5238
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
📚 BATAS MASJID
Pertanyaan:
Bagaimanakah batasan masjid menurut syariat? Apakah jalan yang bersebelahan dengan masjid termasuk masjid sehingga boleh shalat Jumat padanya ketika masjid penuh karena banyaknya jamaah, padahal masih ada masjid lain yang tidak dipenuhi oleh jamaah?
Jawab:
Batasan masjid yang menjadi tempat shalat wajib lima waktu bagi kaum muslimin adalah apa yang dilingkupi oleh bangunan, kayu, pelepah kurma, bambu, atau lainnya. Inilah masjid yang berlaku atasnya hukum-hukum masjid, semisal tidak bolehnya wanita haid, nifas, dan junub menetap di dalamnya.
Orang yang datang ke masjid yang sudah penuh, boleh melakukan shalat Jumat atau shalat lainnya—baik yang wajib maupun sunnah—di luar masjid, di jalan yang terdekat dengan masjid, dan selama dia bisa mengikuti gerakan imam. Sebab, hal ini memang dibutuhkan; dengan syarat tidak di depan imam. Hanya saja tidak berlaku hukum-hukum masjid di tempat itu. Wallahu a’lam.
Wabillahit taufiq washallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa shahbihi wa sallam.
Ketua: Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz;
Wakil: Abdur Razzaq Afifi;
Anggota: Abdullah bin Ghudayyan, Abdullah bin Mani’.
📖 (Fatawa al-Lajnah, 6/223)
🖥 Simak selengkapnya:
https://asysyariah.com/fatwa-fatwa-seputar-shalat-berjamaah/
📝 Sumber:
@asysyariah/836
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Pertanyaan:
Bagaimanakah batasan masjid menurut syariat? Apakah jalan yang bersebelahan dengan masjid termasuk masjid sehingga boleh shalat Jumat padanya ketika masjid penuh karena banyaknya jamaah, padahal masih ada masjid lain yang tidak dipenuhi oleh jamaah?
Jawab:
Batasan masjid yang menjadi tempat shalat wajib lima waktu bagi kaum muslimin adalah apa yang dilingkupi oleh bangunan, kayu, pelepah kurma, bambu, atau lainnya. Inilah masjid yang berlaku atasnya hukum-hukum masjid, semisal tidak bolehnya wanita haid, nifas, dan junub menetap di dalamnya.
Orang yang datang ke masjid yang sudah penuh, boleh melakukan shalat Jumat atau shalat lainnya—baik yang wajib maupun sunnah—di luar masjid, di jalan yang terdekat dengan masjid, dan selama dia bisa mengikuti gerakan imam. Sebab, hal ini memang dibutuhkan; dengan syarat tidak di depan imam. Hanya saja tidak berlaku hukum-hukum masjid di tempat itu. Wallahu a’lam.
Wabillahit taufiq washallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa shahbihi wa sallam.
Ketua: Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz;
Wakil: Abdur Razzaq Afifi;
Anggota: Abdullah bin Ghudayyan, Abdullah bin Mani’.
📖 (Fatawa al-Lajnah, 6/223)
🖥 Simak selengkapnya:
https://asysyariah.com/fatwa-fatwa-seputar-shalat-berjamaah/
📝 Sumber:
@asysyariah/836
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
📄☕ PERBAIKILAH DENGAN ISTIGFAR
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah berkata,
قال النبي صلى الله عليه وسلم كل بني آدم خطاء وخير الخطائين التوابون والخطأ الذي يصدر من بني آدم إما تقصير في واجب أو فعل لمحرم ولا يخلو الإنسان من ذلك ولكن دواء الذنوب الاستغفار والحمد لله
"Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
'Setiap manusia banyak melakukan kesalahan dan sebaik-baik dari mereka adalah yang senantiasa bertobat.'
Kesalahan yang terjadi pada manusia adakalanya terdapat kekurangan dalam menunaikan kewajiban atau dia melakukan perbuatan yang haram, tidak terlepas dari dua hal ini. Namun, obat dari dosa-dosa adalah istigfar. Walhamdulillah."
📖 Syarh Riyadh as-Shālihīn, jilid 6, hlm. 712.
📝 Sumber:
@riyadhussalafiyyin
www.riyadhussalafiyyin.com
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah berkata,
قال النبي صلى الله عليه وسلم كل بني آدم خطاء وخير الخطائين التوابون والخطأ الذي يصدر من بني آدم إما تقصير في واجب أو فعل لمحرم ولا يخلو الإنسان من ذلك ولكن دواء الذنوب الاستغفار والحمد لله
"Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
'Setiap manusia banyak melakukan kesalahan dan sebaik-baik dari mereka adalah yang senantiasa bertobat.'
Kesalahan yang terjadi pada manusia adakalanya terdapat kekurangan dalam menunaikan kewajiban atau dia melakukan perbuatan yang haram, tidak terlepas dari dua hal ini. Namun, obat dari dosa-dosa adalah istigfar. Walhamdulillah."
📖 Syarh Riyadh as-Shālihīn, jilid 6, hlm. 712.
📝 Sumber:
@riyadhussalafiyyin
www.riyadhussalafiyyin.com
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
🔥 SIBUKKAN DIRIMU DENGAN AIB-AIBMU!
✍️ Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:
طوبى لمن شغله عيبه عن عيوب الناس، وويل لمن نسي عيبه وتفرغ لعيوب الناس، فالأول علامة السعادة، والثاني علامة الشقاوة.
Berbahagialah orang yang lebih disibukkan oleh aibnya sendiri sehingga tidak mengurusi aib-aib orang lain. Tetapi, celakalah orang yang melupakan aibnya sendiri dan menyibukkan diri dengan aib-aib orang lain.
Maka, keadaan yang pertama adalah tanda kebahagiaan, sedangkan keadaan yang kedua merupakan tanda kesengsaraan.
📚 Thariq Al-Hijratain (172)
📝 Sumber:
@salafy_cirebon
www.salafycirebon.com
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍️ Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:
طوبى لمن شغله عيبه عن عيوب الناس، وويل لمن نسي عيبه وتفرغ لعيوب الناس، فالأول علامة السعادة، والثاني علامة الشقاوة.
Berbahagialah orang yang lebih disibukkan oleh aibnya sendiri sehingga tidak mengurusi aib-aib orang lain. Tetapi, celakalah orang yang melupakan aibnya sendiri dan menyibukkan diri dengan aib-aib orang lain.
Maka, keadaan yang pertama adalah tanda kebahagiaan, sedangkan keadaan yang kedua merupakan tanda kesengsaraan.
📚 Thariq Al-Hijratain (172)
📝 Sumber:
@salafy_cirebon
www.salafycirebon.com
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com