🌺 SEPATAH KATA UNTUK BUNDA TERCINTA
✍🏻 Al-Ustadz Abu Nasim Mukhtar bin Rifa'i Hafizhahullah
Ibunda tercinta,
Hati Ananda terasa terombang-ambing oleh rasa bersalah yang tak bertepian. Gelombang dan arus perasaan berdosa membuat Ananda terpuruk dalam pusaran sesal disertai kisaran-kisaran angin kesedihan. Jiwa Ananda bagai remuk redam. Bagaimana tidak demikian perasaan Ananda Sementara di hadapan Ananda termaktub sebuah rangkaian sabda Nabi Muhammad ﷺ yang membuat Ananda bergetar kencang.
Rasulullah ﷺ bersabda di dalam sebuah hadits:
رَغِمَ أَنْفُ، ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُ، ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُ. قِيْلَ: مَنْ يَارَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: مَنْ أَدْرَكَ أَبَوَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِأَحَدَ هُمَا أَوْكِلَيْهِمَافَلَمْ يَدْخُلْ الْجَنَّةَ
“Celakalah dia Celakalah diaCelakalah dia” Ada shahabat yang bertanya, “Siapakah yang Anda maksudkan, wahai Rasulullah” Beliau menjelaskan, “Seseorang yang masih berkesempatan untuk menemui kedua orang tuanya ketika telah lanjut usia, atau salah seorang dari mereka, akan tetapi hal itu tidak menyebabkan dirinya masuk ke dalam surga.’’
[H.R. Muslim, dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu anhu]
أستغفر الله العظيم❗
Semoga Ananda tidak termasuk dalam golongan manusia yang disebutkan dengan kejelekan oleh Rasulullah ﷺ di dalam hadits di atas. Ananda bertekad untuk masuk surga dengan menjadi anak yang berbakti selagi kesempatan masih tersisa. Nabi Muhammad ﷺ secara khusus menerangkan bakti anak kepada orang tuanya pada saat telah lanjut usia karena semakin bertambah lanjut usia orang tua, maka pada umumnya semakin berkurang pula perhatian seorang anak untuk mereka.
Ibunda sayang,
Jika Ananda mencoba untuk membayangkan betapa susah dan sulitnya hari-hari Ibunda pada saat mengandung dalam masa sembilan bulan lebih, terasa sekali jika Ananda belum bisa membalas perjuangan Ibunda walaupun hanya setitik. Apalagi jika Ananda membayangkan pengorbanan Ibunda tatkala mempertaruhkan nyawa agar Ananda terlahir di dunia fana ini. Sungguh luar biasa pengorbanan Ibunda.
Ananda tidak mampu membayangkan kesabaran dan ketabahan Ibunda selama dua tahun untuk menggendong dan menyusui Ananda. Setiap saat, setiap waktu, Ananda selalu merepotkan Ibunda dengan tangisan dan rengekan. Malam-malam Ibunda selalu terusik oleh tangisan Ananda yang memecah kesunyian malam. Belum lagi sepanjang siang yang membuat Ibunda tak mampu tenang beristirahat karena kenakalan Ananda. Ibunda memang sungguh-sungguh hebat
Maha Benar Allah dalam firman-Nya:
وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ # وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ۚ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan-Ku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan."
[Q.S. Luqman: 14-15]
Ibunda tercinta,
Maafkanlah Ananda yang terlambat untuk merasakan keindahan dan keluhuran ajaran-ajaran Islam. Selama ini Ananda menganggap Ibunda hanyalah seperti orang lain yang biasa-biasa saja di mata Ananda. Telah berapa banyak petuah-petuah Ibunda yang Ananda abaikan begitu saja. Bahkan, tidak jarang Ananda ditegur Allah karena tidak mengindahkan petuah-petuah Ibunda. Sekali lagi, maafkanlah Ananda.
📝 Sumber:
@Majalah_Qudwah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍🏻 Al-Ustadz Abu Nasim Mukhtar bin Rifa'i Hafizhahullah
Ibunda tercinta,
Hati Ananda terasa terombang-ambing oleh rasa bersalah yang tak bertepian. Gelombang dan arus perasaan berdosa membuat Ananda terpuruk dalam pusaran sesal disertai kisaran-kisaran angin kesedihan. Jiwa Ananda bagai remuk redam. Bagaimana tidak demikian perasaan Ananda Sementara di hadapan Ananda termaktub sebuah rangkaian sabda Nabi Muhammad ﷺ yang membuat Ananda bergetar kencang.
Rasulullah ﷺ bersabda di dalam sebuah hadits:
رَغِمَ أَنْفُ، ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُ، ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُ. قِيْلَ: مَنْ يَارَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: مَنْ أَدْرَكَ أَبَوَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِأَحَدَ هُمَا أَوْكِلَيْهِمَافَلَمْ يَدْخُلْ الْجَنَّةَ
“Celakalah dia Celakalah diaCelakalah dia” Ada shahabat yang bertanya, “Siapakah yang Anda maksudkan, wahai Rasulullah” Beliau menjelaskan, “Seseorang yang masih berkesempatan untuk menemui kedua orang tuanya ketika telah lanjut usia, atau salah seorang dari mereka, akan tetapi hal itu tidak menyebabkan dirinya masuk ke dalam surga.’’
[H.R. Muslim, dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu anhu]
أستغفر الله العظيم❗
Semoga Ananda tidak termasuk dalam golongan manusia yang disebutkan dengan kejelekan oleh Rasulullah ﷺ di dalam hadits di atas. Ananda bertekad untuk masuk surga dengan menjadi anak yang berbakti selagi kesempatan masih tersisa. Nabi Muhammad ﷺ secara khusus menerangkan bakti anak kepada orang tuanya pada saat telah lanjut usia karena semakin bertambah lanjut usia orang tua, maka pada umumnya semakin berkurang pula perhatian seorang anak untuk mereka.
Ibunda sayang,
Jika Ananda mencoba untuk membayangkan betapa susah dan sulitnya hari-hari Ibunda pada saat mengandung dalam masa sembilan bulan lebih, terasa sekali jika Ananda belum bisa membalas perjuangan Ibunda walaupun hanya setitik. Apalagi jika Ananda membayangkan pengorbanan Ibunda tatkala mempertaruhkan nyawa agar Ananda terlahir di dunia fana ini. Sungguh luar biasa pengorbanan Ibunda.
Ananda tidak mampu membayangkan kesabaran dan ketabahan Ibunda selama dua tahun untuk menggendong dan menyusui Ananda. Setiap saat, setiap waktu, Ananda selalu merepotkan Ibunda dengan tangisan dan rengekan. Malam-malam Ibunda selalu terusik oleh tangisan Ananda yang memecah kesunyian malam. Belum lagi sepanjang siang yang membuat Ibunda tak mampu tenang beristirahat karena kenakalan Ananda. Ibunda memang sungguh-sungguh hebat
Maha Benar Allah dalam firman-Nya:
وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ # وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ۚ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan-Ku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan."
[Q.S. Luqman: 14-15]
Ibunda tercinta,
Maafkanlah Ananda yang terlambat untuk merasakan keindahan dan keluhuran ajaran-ajaran Islam. Selama ini Ananda menganggap Ibunda hanyalah seperti orang lain yang biasa-biasa saja di mata Ananda. Telah berapa banyak petuah-petuah Ibunda yang Ananda abaikan begitu saja. Bahkan, tidak jarang Ananda ditegur Allah karena tidak mengindahkan petuah-petuah Ibunda. Sekali lagi, maafkanlah Ananda.
📝 Sumber:
@Majalah_Qudwah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
⚠*🌺🌑 BOLEHKAH ANAK-ANAK YANG TELAH BALIGH TIDUR BERSAMA IBUNYA ATAU SAUDARA PEREMPUANNYA?
📪 Pertanyaan:
Apakah anak laki-laki yang telah baligh boleh tidur bersama ibunya atau saudara perempuannya?
🔓 Jawab:
Anak-anak laki-laki yang telah baligh atau telah mencapai usia sepuluh tahun, tidak boleh lagi tidur bersama ibu atau saudara perempuan mereka di kamar tidur atau di kasur mereka. Hal ini demi menjaga kemaluan dan menjauhkan dari kobaran fitnah serta menutup celah yang mengantarkan kepada kejelekan.
Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintah umatnya untuk memisah tempat tidur anak-anak mereka apabila usia mereka telah genap sepuluh tahun. Beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مُرُوا أَوْلاَدَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِيْنَ وَاضْرِبُوْهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْر سِنِيْنَ وَفَرِّقُوْا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ
“Perintahkanlah anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat ketika usia mereka tujuh tahun, dan pukullah mereka bila enggan mengerjakannya pada usia sepuluh tahun. Dan pisahkanlah di antara mereka pada tempat tidurnya.” [1]
Dalam al-Qur’an, Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan agar anak-anak yang belum baligh meminta izin ketika masuk rumah/kamar pada tiga waktu yang aurat biasanya tersingkap dan tampak. Allah subhanahu wa ta’ala menekankan hal tersebut dengan menamakan tiga waktu itu adalah aurat.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
“Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak yang kalian miliki dan anak-anak yang belum baligh di antara kalian, meminta izin kepada kalian (bila hendak masuk ke tempat kalian) tiga kali (dalam satu hari), yaitu sebelum shalat subuh, ketika kalian menanggalkan pakaian luar kalian di tengah hari dan setelah shalat Isya. Itulah tiga aurat bagi kalian.”
(an-Nur: 58)
Anak yang telah baligh diperintah oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk meminta izin setiap akan masuk rumah/kamar.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
“Apabila anak-anak kalian telah sampai usia baligh, hendaklah mereka meminta izin (di setiap waktu ketika hendak masuk ke tempat kalian) seperti orang-orang yang sebelum mereka meminta izin.” (an-Nur: 59)
Semua itu dimaksudkan untuk mecegah gangguan/godaan, menjaga kehormatan, dan menutup celah yang mengantarkan kepada kejelekan.
Adapun anak laki-laki yang berusia di bawah sepuluh tahun masih boleh tidur bersama ibu atau saudara perempuannya di tempat tidurnya, karena adanya kebutuhan untuk menjaganya dan mencegah bahaya darinya bersamaan dengan aman dari fitnah. Ketika aman dari fitnah, mereka boleh tidur sama-sama di satu tempat/kamar walaupun sudah mencapai usia baligh, hanya saja masing-masing tidur di kasurnya sendiri. Wa billahi at-taufiq.
📚 Fatwa al-Lajnah ad-Daimah lil Buhuts al-Ilmiyyah wal Ifta.
📝 Sumber : http://asysyariah.com/tidur-bersama-ibu/
WhatsApp Salafy Indonesia
@ForumSalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
📪 Pertanyaan:
Apakah anak laki-laki yang telah baligh boleh tidur bersama ibunya atau saudara perempuannya?
🔓 Jawab:
Anak-anak laki-laki yang telah baligh atau telah mencapai usia sepuluh tahun, tidak boleh lagi tidur bersama ibu atau saudara perempuan mereka di kamar tidur atau di kasur mereka. Hal ini demi menjaga kemaluan dan menjauhkan dari kobaran fitnah serta menutup celah yang mengantarkan kepada kejelekan.
Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintah umatnya untuk memisah tempat tidur anak-anak mereka apabila usia mereka telah genap sepuluh tahun. Beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مُرُوا أَوْلاَدَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِيْنَ وَاضْرِبُوْهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْر سِنِيْنَ وَفَرِّقُوْا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ
“Perintahkanlah anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat ketika usia mereka tujuh tahun, dan pukullah mereka bila enggan mengerjakannya pada usia sepuluh tahun. Dan pisahkanlah di antara mereka pada tempat tidurnya.” [1]
Dalam al-Qur’an, Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan agar anak-anak yang belum baligh meminta izin ketika masuk rumah/kamar pada tiga waktu yang aurat biasanya tersingkap dan tampak. Allah subhanahu wa ta’ala menekankan hal tersebut dengan menamakan tiga waktu itu adalah aurat.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
“Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak yang kalian miliki dan anak-anak yang belum baligh di antara kalian, meminta izin kepada kalian (bila hendak masuk ke tempat kalian) tiga kali (dalam satu hari), yaitu sebelum shalat subuh, ketika kalian menanggalkan pakaian luar kalian di tengah hari dan setelah shalat Isya. Itulah tiga aurat bagi kalian.”
(an-Nur: 58)
Anak yang telah baligh diperintah oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk meminta izin setiap akan masuk rumah/kamar.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
“Apabila anak-anak kalian telah sampai usia baligh, hendaklah mereka meminta izin (di setiap waktu ketika hendak masuk ke tempat kalian) seperti orang-orang yang sebelum mereka meminta izin.” (an-Nur: 59)
Semua itu dimaksudkan untuk mecegah gangguan/godaan, menjaga kehormatan, dan menutup celah yang mengantarkan kepada kejelekan.
Adapun anak laki-laki yang berusia di bawah sepuluh tahun masih boleh tidur bersama ibu atau saudara perempuannya di tempat tidurnya, karena adanya kebutuhan untuk menjaganya dan mencegah bahaya darinya bersamaan dengan aman dari fitnah. Ketika aman dari fitnah, mereka boleh tidur sama-sama di satu tempat/kamar walaupun sudah mencapai usia baligh, hanya saja masing-masing tidur di kasurnya sendiri. Wa billahi at-taufiq.
📚 Fatwa al-Lajnah ad-Daimah lil Buhuts al-Ilmiyyah wal Ifta.
📝 Sumber : http://asysyariah.com/tidur-bersama-ibu/
WhatsApp Salafy Indonesia
@ForumSalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🎙HUKUM WANITA MENGENAKAN PAKAIAN PENDEK ATAU TIPIS DI DEPAN MAHRA
Fatwa al-Imam Ibnu Baz rahimahullah
Pertanyaan:
Bolehkah wanita mengenakan pakaian pendek atau tipis di hadapan mahramnya?
Jawaban:
Tidak semestinya ia melakukan yang demikian. Seharusnya seorang wanita menjauh dari sebab-sebab fitnah(cobaan terhadap agama seseorang), memakai pakaian yang menutup dan panjang, hingga ia tidak terjatuh dalam fitnah dan tidak menjatuhkan orang lain ke dalam fitnah.
Dikarenakan terkadang mahram pun saling memberikan fitnah dengan perkara ini. Terkadang terjadi berbagai kerusakan dikarenakan pakaian.
Jadi wanita tidak boleh bermudah-mudah di dalam hal ini. Sepantasnya ia menjaga rasa malunya di antara saudara-saudara laki-lakinya, paman-pamannya baik dari garis ayah maupun ibu, dan juga anak-anak laki-lakinya.
Hendaknya ia menjaga rasa malu dan memakai pakaian yang layak, menutup, dan tidak pendek, untuk menjauhi sebab-sebab fitnah.
Tidak mengapa bila mahramnya melihat bagian dari kepalanya, atau ia menyingkapkan wajah, kedua tangan dan kedua kakinya, namun disertai menutupi seluruh bagian tubuh lainnya, untuk menjauh dari bahaya dan fitnah, terutama di masa ini, masa yang keadaannya sedikit ilmu dan lemah keimanan pada manusia kecuali orang yang dikehendaki Allah- dan banyak di dalamnya berbagai sebab fitnah.
Semestinya seorang wanita beriman bersemangat menutup tubuhnya dan menjaga rasa malunya meski di hadapan mahramnya sekali pun, agar ia tidak terjatuh ke dalam fitnah dan agar ia tidak menjatuhkan mereka ke dalam fitnah.
Semoga Allah memberikan taufik dan keselamatan kepada semuanya.
Jazakumullah khairan.
*🌹حكم لبس المرأة ثوباً قصيراً أو خفيفاً أمام محارمها؟*
الإمامُ ابنُ باز رَحِمهُ الله
https://www.binbaz.org.sa/noor/9368 .
http://ibnbaz.org.sa/audio/noor/056208.mp3 .
*(❓)* هل يجوز للمرأة أن تلبس ثوباً قصيراً أو خفيفاً أمام محارمها؟
*(🔵)* لا ينبغي لها ذلك،
ينبغي أن تكون بعيدة عن أسباب الفتنة،
تلبس ثوباً ساتراً طويلاً حتى لا تقع في فتنة، ولا توقع غيرها في فتنة،
لأن المحارم قد يفتن بعضهم بذلك،
قد يكون فيه مفاسد، فلا يجوز لها التساهل في هذا الأمر،
ينبغي لها أن تكون محتشمة، بين محارمها من إخوة وأعمام وأخوال وأبناء،
محتشمة تلبس الملابس الجيدة الحسنة الساترة غير القصيرة، ابتعاداً عن أسباب الفتنة، ولا مانع من أن يروا شيئاً من رأسها، تكشف وجهها ويديها وقدمها لا بأس، لكن مع التستر في بقية البدن، بعداً عن الخطر والفتنة، ولاسيما في هذا العصر الذي قل فيه العلم، وضعف فيه الإيمان، إلا من شاء الله، وكثرت فيه أسباب الفتنة .
فينبغي للمؤمنة أن تكون حريصة على التستر والحشمة، حتى مع محارمها، لئلا تقع في فتنة، أو توقعهم في فتنة،
رزق الله الجميع للتوفيق والسلامة.
جزاكم الله خيراً.
📝 Sumber:
@majalahqonitah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Fatwa al-Imam Ibnu Baz rahimahullah
Pertanyaan:
Bolehkah wanita mengenakan pakaian pendek atau tipis di hadapan mahramnya?
Jawaban:
Tidak semestinya ia melakukan yang demikian. Seharusnya seorang wanita menjauh dari sebab-sebab fitnah(cobaan terhadap agama seseorang), memakai pakaian yang menutup dan panjang, hingga ia tidak terjatuh dalam fitnah dan tidak menjatuhkan orang lain ke dalam fitnah.
Dikarenakan terkadang mahram pun saling memberikan fitnah dengan perkara ini. Terkadang terjadi berbagai kerusakan dikarenakan pakaian.
Jadi wanita tidak boleh bermudah-mudah di dalam hal ini. Sepantasnya ia menjaga rasa malunya di antara saudara-saudara laki-lakinya, paman-pamannya baik dari garis ayah maupun ibu, dan juga anak-anak laki-lakinya.
Hendaknya ia menjaga rasa malu dan memakai pakaian yang layak, menutup, dan tidak pendek, untuk menjauhi sebab-sebab fitnah.
Tidak mengapa bila mahramnya melihat bagian dari kepalanya, atau ia menyingkapkan wajah, kedua tangan dan kedua kakinya, namun disertai menutupi seluruh bagian tubuh lainnya, untuk menjauh dari bahaya dan fitnah, terutama di masa ini, masa yang keadaannya sedikit ilmu dan lemah keimanan pada manusia kecuali orang yang dikehendaki Allah- dan banyak di dalamnya berbagai sebab fitnah.
Semestinya seorang wanita beriman bersemangat menutup tubuhnya dan menjaga rasa malunya meski di hadapan mahramnya sekali pun, agar ia tidak terjatuh ke dalam fitnah dan agar ia tidak menjatuhkan mereka ke dalam fitnah.
Semoga Allah memberikan taufik dan keselamatan kepada semuanya.
Jazakumullah khairan.
*🌹حكم لبس المرأة ثوباً قصيراً أو خفيفاً أمام محارمها؟*
الإمامُ ابنُ باز رَحِمهُ الله
https://www.binbaz.org.sa/noor/9368 .
http://ibnbaz.org.sa/audio/noor/056208.mp3 .
*(❓)* هل يجوز للمرأة أن تلبس ثوباً قصيراً أو خفيفاً أمام محارمها؟
*(🔵)* لا ينبغي لها ذلك،
ينبغي أن تكون بعيدة عن أسباب الفتنة،
تلبس ثوباً ساتراً طويلاً حتى لا تقع في فتنة، ولا توقع غيرها في فتنة،
لأن المحارم قد يفتن بعضهم بذلك،
قد يكون فيه مفاسد، فلا يجوز لها التساهل في هذا الأمر،
ينبغي لها أن تكون محتشمة، بين محارمها من إخوة وأعمام وأخوال وأبناء،
محتشمة تلبس الملابس الجيدة الحسنة الساترة غير القصيرة، ابتعاداً عن أسباب الفتنة، ولا مانع من أن يروا شيئاً من رأسها، تكشف وجهها ويديها وقدمها لا بأس، لكن مع التستر في بقية البدن، بعداً عن الخطر والفتنة، ولاسيما في هذا العصر الذي قل فيه العلم، وضعف فيه الإيمان، إلا من شاء الله، وكثرت فيه أسباب الفتنة .
فينبغي للمؤمنة أن تكون حريصة على التستر والحشمة، حتى مع محارمها، لئلا تقع في فتنة، أو توقعهم في فتنة،
رزق الله الجميع للتوفيق والسلامة.
جزاكم الله خيراً.
📝 Sumber:
@majalahqonitah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
‼📢❌⚠ BERSIAPLAH MENGHADAPI KEMATIAN
✍🏻 Al-Imam al-Hasan al-Bashry rahimahullah berkata ketika menyaksikan sebuah jenazah:
رَحِم الله امرءاً عمل لمثل هذا اليوم؛ إنكم اليوم تقدرون على ما لا يقدر عليه إخوانكم هؤلاء من أهل القبور، فاغتنموا الصحة والفراغ قبل يوم الفزع والحساب»
"Semoga Allah merahmati orang yang beramal untuk menghadapi hari semacam ini. Sesungguhnya kalian pada hari ini mampu untuk melakukan hal-hal yang tidak mampu dilakukan oleh saudara-saudara kalian di alam kubur, maka manfaatkan dengan sebaik-baiknya kesehatan dan waktu luang, sebelum datangnya hari penuh ketakutan dan hisab."
📚 Qashur Amal, karya Ibnu Abid Dunya, hlm. 141
📝 Sumber:
WhatsApp Salafy Indonesia
@ForumSalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍🏻 Al-Imam al-Hasan al-Bashry rahimahullah berkata ketika menyaksikan sebuah jenazah:
رَحِم الله امرءاً عمل لمثل هذا اليوم؛ إنكم اليوم تقدرون على ما لا يقدر عليه إخوانكم هؤلاء من أهل القبور، فاغتنموا الصحة والفراغ قبل يوم الفزع والحساب»
"Semoga Allah merahmati orang yang beramal untuk menghadapi hari semacam ini. Sesungguhnya kalian pada hari ini mampu untuk melakukan hal-hal yang tidak mampu dilakukan oleh saudara-saudara kalian di alam kubur, maka manfaatkan dengan sebaik-baiknya kesehatan dan waktu luang, sebelum datangnya hari penuh ketakutan dan hisab."
📚 Qashur Amal, karya Ibnu Abid Dunya, hlm. 141
📝 Sumber:
WhatsApp Salafy Indonesia
@ForumSalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
Jadwal Siaran
kajian ilmiah Radio Linggamas FM 105.3 MHz
Hari ini, Rabu, 15 Jumadal Ula 1442/ 30 Desember 2020
kajian ilmiah Radio Linggamas FM 105.3 MHz
Hari ini, Rabu, 15 Jumadal Ula 1442/ 30 Desember 2020
📜 MEMPERBANYAK ISTIGHFAR
Dari Aisyah radhiallahu 'anha, ia berkata:
صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الضُّحَى، ثُمَّ قَالَ: "اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ" حَتَّى قَالَهَا مِائَةَ مَرَّةٍ.
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengerjakan shalat dhuha, kemudian beliau berdoa,
“Allahummaghfirli wa tub `alayya innaka anta at tawwabur rahim”
Ya Allah, ampunilah aku dan berilah taubat kepadaku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat dan Maha Penyayang,”
Beliau mengulanginya hingga seratus kali.”
📕Shahih al-Adabul Mufrad 232
📝 Sumber:
@warisansalaf
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Dari Aisyah radhiallahu 'anha, ia berkata:
صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الضُّحَى، ثُمَّ قَالَ: "اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ" حَتَّى قَالَهَا مِائَةَ مَرَّةٍ.
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengerjakan shalat dhuha, kemudian beliau berdoa,
“Allahummaghfirli wa tub `alayya innaka anta at tawwabur rahim”
Ya Allah, ampunilah aku dan berilah taubat kepadaku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat dan Maha Penyayang,”
Beliau mengulanginya hingga seratus kali.”
📕Shahih al-Adabul Mufrad 232
📝 Sumber:
@warisansalaf
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
📝💡📚
APA YANG DILAKUKAN JIKA LUPA MENGUSAP TELINGA KETIKA WUDHU?
Pertanyaan:
Bagaimana dengan orang yang lupa mengusap kedua telinga ketika wudhu?
Jawaban:
Dia harus mengulanginya, karena dia meninggalkan bagian dari kepala.
📚 Masail al-Imam Ibnu Baz, jilid 1 hlm. 53
📝 Sumber:
@fawaidsolo
www.fawaidsolo.com
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
APA YANG DILAKUKAN JIKA LUPA MENGUSAP TELINGA KETIKA WUDHU?
Pertanyaan:
Bagaimana dengan orang yang lupa mengusap kedua telinga ketika wudhu?
Jawaban:
Dia harus mengulanginya, karena dia meninggalkan bagian dari kepala.
📚 Masail al-Imam Ibnu Baz, jilid 1 hlm. 53
📝 Sumber:
@fawaidsolo
www.fawaidsolo.com
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
🛒 MEMBELI BARANG SAAT DISKON TAHUN BARU
Pertanyaan:
Bolehkah memanfaatkan waktu tahun baru untuk membeli barang yang mendapat potongan harga karena momen tersebut?
Jawaban[*]:
Jika beli barang karena diskon, tidak masalah. Namun, jika karena momen tahun baru, natal, atau ulang tahun sebuah kota; tidak boleh.
Pertanyaan:
Yang saya tanyakan jika barang tersebut didiskon karena tahun baru? Jadi, hari biasa tidak didiskon, sedangkan saat tahun baru didiskon 25%.
Jawaban[*]:
Pihak penjual biasa melakukan promo barang pada momen tertentu: musim liburan, tahun baru, natal, hari besar Islam, dan awal pemasaran. Semua terkait dengan penjual.
Pihak pembeli dikaitkan dengan niatnya. Jika beli dengan niat mencari harga murah tanpa mementingkan momen diskon, tidak masalah. Jika membeli karena menyemarakkan momen yang melanggar syar’i, tidak boleh.
_
[*] jawaban dari al-Ustadz Muhammad Afifuddin hafizhahullah..
📝 Sumber:
@alistifadah https://asysyariah.com/tanya-jawab-ringkas-edisi-101/
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Pertanyaan:
Bolehkah memanfaatkan waktu tahun baru untuk membeli barang yang mendapat potongan harga karena momen tersebut?
Jawaban[*]:
Jika beli barang karena diskon, tidak masalah. Namun, jika karena momen tahun baru, natal, atau ulang tahun sebuah kota; tidak boleh.
Pertanyaan:
Yang saya tanyakan jika barang tersebut didiskon karena tahun baru? Jadi, hari biasa tidak didiskon, sedangkan saat tahun baru didiskon 25%.
Jawaban[*]:
Pihak penjual biasa melakukan promo barang pada momen tertentu: musim liburan, tahun baru, natal, hari besar Islam, dan awal pemasaran. Semua terkait dengan penjual.
Pihak pembeli dikaitkan dengan niatnya. Jika beli dengan niat mencari harga murah tanpa mementingkan momen diskon, tidak masalah. Jika membeli karena menyemarakkan momen yang melanggar syar’i, tidak boleh.
_
[*] jawaban dari al-Ustadz Muhammad Afifuddin hafizhahullah..
📝 Sumber:
@alistifadah https://asysyariah.com/tanya-jawab-ringkas-edisi-101/
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Jadwal Siaran
kajian ilmiah Radio Linggamas FM 105.3 MHz
Hari ini, Kamis, 16 Jumadal Ula 1442/ 31 Desember 2020
kajian ilmiah Radio Linggamas FM 105.3 MHz
Hari ini, Kamis, 16 Jumadal Ula 1442/ 31 Desember 2020
💐🌷🌻🌹 WASIAT SYAIKH ABDUL AZIZ BIN BAZ rahimahullah
وصيتي هي تقوى الله سبحانه، والإخلاص له، والصدق معه، والثبات على طريق الجهاد والدعوة، وحمل لواء العقيدة السلفية، ونشر العلم الصحيح.
"Wasiat saya adalah bertakwa kepada Allah subhanahu wata’ala, ikhlas untuk-Nya, jujur bersama-Nya, kokoh di atas jalan jihad dan dakwah, membawa bendera akidah salafiyah, dan menyebarkan ilmu yang benar."
📚 Majmu’ul Fatawa, jilid 4 hlm. 35
📝 Sumber:
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
وصيتي هي تقوى الله سبحانه، والإخلاص له، والصدق معه، والثبات على طريق الجهاد والدعوة، وحمل لواء العقيدة السلفية، ونشر العلم الصحيح.
"Wasiat saya adalah bertakwa kepada Allah subhanahu wata’ala, ikhlas untuk-Nya, jujur bersama-Nya, kokoh di atas jalan jihad dan dakwah, membawa bendera akidah salafiyah, dan menyebarkan ilmu yang benar."
📚 Majmu’ul Fatawa, jilid 4 hlm. 35
📝 Sumber:
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
🌷 BERSABARLAH DUHAI ISTRI! 🌹
🔅Asy Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin rahimahullah berkata,
لو أنها صبرت واحتسبت الأجر، وانتظرت الفرج، وقامت بحق زوجها وإن قصر في حقها كانت العاقبة لها، وهذه قاعدة اعتبرها في كل من بينك وبينه حقوق: إذا قمت أنت بالواجب وقصر هو نصرك الله عليه، كما قال النبي صلى الله عليه وسلم في الرجل الذي كان يصل رحمه ويحسن إليهم ويحلم عليهم، وهم بالعكس، قال له النبي صلى الله عليه وسلم: «إن كنت كما قلت فكأنما تسفهم الملَّ، ولا يزال لك من الله ظهير عليهم».
"Jika seandainya seorang istri mau bersabar, berharap pahala, menunggu jalan keluar dan terus menunaikan hak suaminya meskipun suaminya kurang dalam menunaikan hak dia maka akhir yang baik akan dia dapatkan.
Ini adalah kaidah yang perlu anda perhatikan pada setiap orang yang memiliki hak antara anda dengan orang tersebut. (Yakni) Jika anda telah menunaikan kewajiban kepada orang lain sementara orang tersebut justru berbuat kurang kepada diri anda, maka pasti Allah akan menolong anda dengan sebab perlakuan dia kepada anda.
Hal ini sebagaimana yang disampaikan nabi shallallahu alaihi wa sallam kepada seseorang yang telah berupaya menyambung silaturahmi, berbuat baik dan lemah lembut kepada karib kerabatnya, namun kerabatnya justru memperlakukan sebaliknya kepada dia.
Maka nabi bersabda,
"Jika engkau memang seperti yang engkau sampaikan, maka seakan-akan engkau sedang memasukkan debu-debu panas ke mulut mereka. Allah akan senantiasa menolongmu selama engkau terus berbuat demikian (bersabar bersilaturahmi meskipun balasannya kurang baik)."
🌺🌸🌼
💐 [Al Liqa' asy Syahri 40]
🌐 Sumber || @nasehatilmiah
________________________________
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
√ Menebarkan Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
✳️ Mendakwahkan Al Haq dengan artikel dan audio kajian ilmiyah serta poster fatawa dan bimbingan Ulama'.
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🔅Asy Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin rahimahullah berkata,
لو أنها صبرت واحتسبت الأجر، وانتظرت الفرج، وقامت بحق زوجها وإن قصر في حقها كانت العاقبة لها، وهذه قاعدة اعتبرها في كل من بينك وبينه حقوق: إذا قمت أنت بالواجب وقصر هو نصرك الله عليه، كما قال النبي صلى الله عليه وسلم في الرجل الذي كان يصل رحمه ويحسن إليهم ويحلم عليهم، وهم بالعكس، قال له النبي صلى الله عليه وسلم: «إن كنت كما قلت فكأنما تسفهم الملَّ، ولا يزال لك من الله ظهير عليهم».
"Jika seandainya seorang istri mau bersabar, berharap pahala, menunggu jalan keluar dan terus menunaikan hak suaminya meskipun suaminya kurang dalam menunaikan hak dia maka akhir yang baik akan dia dapatkan.
Ini adalah kaidah yang perlu anda perhatikan pada setiap orang yang memiliki hak antara anda dengan orang tersebut. (Yakni) Jika anda telah menunaikan kewajiban kepada orang lain sementara orang tersebut justru berbuat kurang kepada diri anda, maka pasti Allah akan menolong anda dengan sebab perlakuan dia kepada anda.
Hal ini sebagaimana yang disampaikan nabi shallallahu alaihi wa sallam kepada seseorang yang telah berupaya menyambung silaturahmi, berbuat baik dan lemah lembut kepada karib kerabatnya, namun kerabatnya justru memperlakukan sebaliknya kepada dia.
Maka nabi bersabda,
"Jika engkau memang seperti yang engkau sampaikan, maka seakan-akan engkau sedang memasukkan debu-debu panas ke mulut mereka. Allah akan senantiasa menolongmu selama engkau terus berbuat demikian (bersabar bersilaturahmi meskipun balasannya kurang baik)."
🌺🌸🌼
💐 [Al Liqa' asy Syahri 40]
🌐 Sumber || @nasehatilmiah
________________________________
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
√ Menebarkan Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
✳️ Mendakwahkan Al Haq dengan artikel dan audio kajian ilmiyah serta poster fatawa dan bimbingan Ulama'.
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
Forwarded from Salafy Balikpapan
Dengan mengharap ridha Allah semata
Simak & Ikuti
Kajian islam online Ahlussunnah Balikpapan
Insyaallah...
Kamis malam Jum'at 31 Desember 2020
Bersama: Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf hafizhahullah
🌐 Yuk share
"Orang yang menunjukkan kepada kebaikan baginya pahala seperti yang melakukannya"
📥 Bergabunglah bersama channel kami
Https://t.me/salafybalikpapan
Kunjungi juga website kami
🌍 Salafybalikpapan.com
Simak & Ikuti
Kajian islam online Ahlussunnah Balikpapan
Insyaallah...
Kamis malam Jum'at 31 Desember 2020
Bersama: Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf hafizhahullah
🌐 Yuk share
"Orang yang menunjukkan kepada kebaikan baginya pahala seperti yang melakukannya"
📥 Bergabunglah bersama channel kami
Https://t.me/salafybalikpapan
Kunjungi juga website kami
🌍 Salafybalikpapan.com
🎙HIKMAH CORONA PANJANG HINGGA AKHIR TAHUN
Pertanyaan:
Afwan ustadz, mungkin ada nasehat bagi kami terkait hikmah corona yang belum kunjung usai hingga akhir tahun Masehi.
Jawaban:
Alhamdulillah, Kita meyakini dibalik semua yang Allah takdirkan ada hikmah yang sangat besar. Panjangnya pandemi hingga akhir tahun ini pun banyak hikmah yang bisa kita ambil, diantaranya: 1- Mengingatkan…
Baca Selengkapnya di :
https://problematikaumat.com/hikmah-corona-panjang-hingga-akhir-tahun/
📝 Sumber:
@ProblematikaUmat
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Pertanyaan:
Afwan ustadz, mungkin ada nasehat bagi kami terkait hikmah corona yang belum kunjung usai hingga akhir tahun Masehi.
Jawaban:
Alhamdulillah, Kita meyakini dibalik semua yang Allah takdirkan ada hikmah yang sangat besar. Panjangnya pandemi hingga akhir tahun ini pun banyak hikmah yang bisa kita ambil, diantaranya: 1- Mengingatkan…
Baca Selengkapnya di :
https://problematikaumat.com/hikmah-corona-panjang-hingga-akhir-tahun/
📝 Sumber:
@ProblematikaUmat
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
PRILAKU WANITA SESUAI DENGAN KARAKTER PEMIMPINNYA
✍ Al Allamah Ibnu Utsaimin rahimahullah:
"Seorang wanita apabila melihat pemipinnya (suami/walinya) memiliki keteguhan, kekuatan dan semangat maka dia akan tunduk kepadanya. Adapunapabila dia melihat pada pemimpinnya sikap bermudah-mudah
maka dia akan melakukan apapun yang dia mau".
📜 [Al-liqaa' syahry :11]
▪️قالَ الإمامُ ابنُ العثيمينِ رحمَه اللهُ :
والمرأةُ إذَا رأتْ منْ وليَ أمرَهَا الحزمَ وَ القوةَ وَ النشاطَ، فإنهَا تخضعُ لهُ، أمّا إذَا رأتْ منْه التهاونَ فإنّها سوفَ تفعلُ مَا تشاءُ
اللقاء الشهري [11]
📝 Sumber:
@salafy_cirebon
www.salafycirebon.com
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍ Al Allamah Ibnu Utsaimin rahimahullah:
"Seorang wanita apabila melihat pemipinnya (suami/walinya) memiliki keteguhan, kekuatan dan semangat maka dia akan tunduk kepadanya. Adapunapabila dia melihat pada pemimpinnya sikap bermudah-mudah
maka dia akan melakukan apapun yang dia mau".
📜 [Al-liqaa' syahry :11]
▪️قالَ الإمامُ ابنُ العثيمينِ رحمَه اللهُ :
والمرأةُ إذَا رأتْ منْ وليَ أمرَهَا الحزمَ وَ القوةَ وَ النشاطَ، فإنهَا تخضعُ لهُ، أمّا إذَا رأتْ منْه التهاونَ فإنّها سوفَ تفعلُ مَا تشاءُ
اللقاء الشهري [11]
📝 Sumber:
@salafy_cirebon
www.salafycirebon.com
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
🎙💺 APAKAH CURHAT SAMA DENGAN GHIBAH ❓❓
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah
PERTANYAAN:
“Andaikan ada seseorang yang temannya telah membuat sempit dadanya lalu ia duduk bersama sahabatnya yang lain kemudian mengisahkan apa yang menyempitkannya akibat dari perbuatan temannya itu yang keduanya mengenalnya –dalam bab meringankan (rasa sesak di) jiwa- apakah hal tersebut tergolong ghibah (menggunjing)?
Dan bila benar demikian lalu apa kewajiban atas orang tersebut untuk bertaubat dari dosa ini?”
JAWABAN:
“Tidak ada rasa berat (dosa) atas seseorang apabila ia menceritakan kezaliman seseorang yang berbuat aniaya padanya, sebagaimana Allah berfirman:
لاَّ يُحِبُّ اللّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوَءِ مِنَ الْقَوْلِ إِلاَّ مَن ظُلِمَ وَكَانَ اللّهُ سَمِيعاً عَلِيماً ﴿١٤٨﴾
"__Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.__
Q.S. An-Nisaa’ : 148.
Dan insan dengan tabiatnya menyukai untuk melapangkan jiwanya. Sehingga ia berkeluh-kesah tentang keadaannya kepada orang dekat atau sahabatnya atau yang semisalnya.”
Fataawa ‘alath Thariq fi Masaail Mutanawwi’ah, Al-‘Utsaimin, hal. 713.
📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah
••••
💽http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah
PERTANYAAN:
“Andaikan ada seseorang yang temannya telah membuat sempit dadanya lalu ia duduk bersama sahabatnya yang lain kemudian mengisahkan apa yang menyempitkannya akibat dari perbuatan temannya itu yang keduanya mengenalnya –dalam bab meringankan (rasa sesak di) jiwa- apakah hal tersebut tergolong ghibah (menggunjing)?
Dan bila benar demikian lalu apa kewajiban atas orang tersebut untuk bertaubat dari dosa ini?”
JAWABAN:
“Tidak ada rasa berat (dosa) atas seseorang apabila ia menceritakan kezaliman seseorang yang berbuat aniaya padanya, sebagaimana Allah berfirman:
لاَّ يُحِبُّ اللّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوَءِ مِنَ الْقَوْلِ إِلاَّ مَن ظُلِمَ وَكَانَ اللّهُ سَمِيعاً عَلِيماً ﴿١٤٨﴾
"__Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.__
Q.S. An-Nisaa’ : 148.
Dan insan dengan tabiatnya menyukai untuk melapangkan jiwanya. Sehingga ia berkeluh-kesah tentang keadaannya kepada orang dekat atau sahabatnya atau yang semisalnya.”
Fataawa ‘alath Thariq fi Masaail Mutanawwi’ah, Al-‘Utsaimin, hal. 713.
📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah
••••
💽http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com