Salafy Palembang 🇮🇩
5.91K subscribers
5.34K photos
445 videos
309 files
14.4K links
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Download Telegram
📚 MELATIH JIWA MENERIMA KEBENARAN

📝 Ar-Raghib al-Asfahani berkata,
“Ucapan mereka bahwa kebenaran itu pahit, berlaku bagi orang yang belum terlatih jiwanya (untuk menerimanya) dan hatinya berpenyakit.

Seorang penyair berkata,

فَمَنْ يَكُنْ ذَا فَمٍ مُرٍّ مَرِيضٍ
يَجِدْ مُرًّا بِهِ الْمَاءَ الزُّلَالَا

Orang yang mulutnya pahit karena sakit, akan mendapati air yang segar pun terasa pahit.

Oleh karena itu, orang yang sehat fitrahnya akan senang dengan (kebenaran) itu walaupun berat.”
(adz-Dzari’ah ila Makarim asy-Syari’ah, hlm. 126)

📝 Al-Khaththabi rahimahullah berkata,
“Manusia itu tidak akan berubah dari berbagai tabiat jeleknya dan tidak akan meninggalkan kebiasaan yang disenanginya, kecuali dengan latihan-latihan yang keras dan pengobatan yang serius.” (A’lamul Hadits, 1/218)

Siapa pun yang jiwanya belum terlatih untuk menerima kebenaran, ia harus terus melatih dan mendidiknya sampai jiwanya mau mengikuti kebenaran dan tunduk kepadanya. Ia juga harus selalu mengoreksi amalan-amalan yang telah ia lakukan.

Selain itu, ia harus senantiasa mensyukuri segala nikmat Allah subhanahu wa ta’ala. Dengan demikian, ia akan mudah menerima kebenaran.

اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُا

“Ya Allah, tampakkanlah kebenaran itu sebagai kebenaran di mata kami, dan karuniakanlah kepada kami taufik untuk mengikutinya. Dan tampakkanlah kebatilan itu sebagai kebatilan di mata kami, dan karuniakanlah kepada kami taufik untuk menjauhinya.”

🖥 Simak selengkapnya: https://asysyariah.com/kebenaran-tercampakkan-karena-kedengkian-dan-kesombongan/

📝 Sumber:
@asysyariah/702

🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🔊PERINGATAN PENTING BUAT PARA SUAMI

إن المرأة خلقت من ضلع وإنك إن ترد إقامة الضلع تكسرها فدارها تعش بها
(رواه أحمد وابن حبان والحاكم عن سمرة بن جندب وصححه الألباني في صحيح الجامع 1944)

المداراة الملاطفة والاغتفار (التنوير شرح الجامع الصغير 3/532)

وفي الحديث إشارة إلى الإحسان إلى النساء والرفق بهن والصبر على وعوج أخلاقهن واحتمال ضعف عقولهن (إرشاد الساري 8/78)

Rasulullah ﷺ bersabda,
“Sesungguhnya wanita itu diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Maka jika kamu ingin meluruskannya, kamu akan mematahkannya. Maka mudaarooh-lah dengannya agar kamu akan hidup senang dengannya.” (HR Ahmad, Ibnu Hibban dan al-Hakim, dari Samuroh bin Jundub, disahihkan al-Albani di dalam Sahihul Jami' 1944)

Makna fadaarihaa adalah perintah untuk suami berlemah lembut dengan isterinya dan memaafkan kekurangan-kekurangannya.
(At-Tanwir Syarh Al-Jami'ul Shoghir 3/532)

Berkata Qastalani,
"Hadits ini mengisyaratkan bagi suami untuk berbuat baik kepada isterinya, berlemah lembut dengannya, sabar atas kebengkokkan akhlaknya serta sabar menahan diri atas kelemahan akal fikiran mereka.”
(Irshadul Sari 8/78)

Faedah dari:
Al-Ustadz Usamah Mahri Hafizhahullah

📝 Sumber:
www.thoriqussalaf.com
@thoriqussalafthoriqussalaf

🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🏎️🚓 LIMA TINGKATAN MANUSIA DALAM HAL PELAKSANAAN SHALAT

Syaikh Abdullah alu Jarullah rahimahullah:

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitab beliau (al-Wabil ash-Shayyib min al-Kalim ath-Thayyib) berkata,

Dalam urusan shalat, manusia terbagi menjadi lima tingkatan:

▪️Tingkatan pertama: orang yang menzalimi dirinya sendiri dan lalai.
Yaitu orang yang tidak sempurna ketika berwudhu, kurang dalam masalah penunaian terhadap waktu, aturan-aturan, dan rukun-rukun shalat.

▪️Kedua: orang yang menjaga dengan baik waktu, aturan, dan rukun-rukun gerakan dalam shalat, serta benar wudhunya, namun ia tidak berusaha mengusir bisikan-bisikan yang menghampirinya di saat shalat, sehingga ia terbawa dalam bisikan dan pikiran-pikiran itu.

▪️Ketiga: orang yang menjaga aturan-aturan dan rukun-rukun shalat dengan baik, dan ia berjuang untuk menolak dan mengusir was-was serta pikiran yang muncul ketika shalatnya. Dia sibuk untuk melawan musuhnya agar jangan sampai musuhnya mencuri shalatnya, maka orang jenis ini berada dalam shalat dan jihad.

▪️Keempat: orang yang menjalankan ibadah shalat dengan pelaksanaan terbaik, sempurna dalam pelaksanaan rukun dan aturan shalat, hatinya tenggelam dalam menjaga batas-batasnya, dia tidak ingin sedikit pun shalatnya menjadi sia-sia, fokus utamanya tercurahkan agar pelaksanaan shalat itu bisa ditunaikan sebagaimana mestinya.

▪️Kelima: ialah orang yang melaksanakan shalat sama seperti jenis orang yang keempat, akan tetapi dia telah menggenggam hatinya dan menempatkannya di hadapan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Hatinya selalu merasa melihat Allah, diawasi oleh Allah, dan dipenuhi dengan rasa cinta dan pengagungan kepada Allah. Seolah-olah ia melihat Allah.

Jenis ini dibandingkan dengan orang lain dalam hal shalat, ia lebih utama dan lebih tinggi, layaknya perbedaan langit dan bumi.

Kesimpulan dari lima tingkatan di atas:

▪️Jenis yang pertama: orang yang mendapatkan hukuman.
▪️ Jenis kedua: akan dihisab.
▪️Jenis ketiga: dihapuskan dosanya.
▪️Jenis keempat: ia mendapatkan pahala sempurna.
▪️Dan jenis kelima: ia termasuk orang yang dekat dengan Allah, sebab ia tergolong sebagai orang-orang yang merasa tenang hatinya dengan ibadah shalat, merasa tenteram dengan shalat,

Seperti yang disampaikan oleh Rasulullah ﷺ,

يَا بِلَالُ أَرِحْنَا بِالصَّلَاةِ

"Wahai Bilal [iqamah-lah], agar kami merasa nyaman dengan mengerjakan shalat."
SHAHIH (Shahih Sunan Abu Dawud) H.R. Abu Dawud (4985) dan Ahmad (23088)

Dan beliau bersabda,

وَجُعِلَ قُرَّةُ عَيْنِي فِي الصَّلَاةِ

"Ketenangan hatiku dijadikan dalam ibadah shalat."
HASAN SHAHIH (Shahih Sunan an-Nasa-i) H.R. An-Nasa-i (3949) dan Ahmad (13079)

Terjemahan Kutaib al-Khusyuk fish Shalah

📝 Sumber:
@nasehatetam
www.nasehatetam.net

🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
…||﷽||…
------------------------------------
AUDIO REKAMAN
MAHAD AL BAYYINAH
------------------------------------

Pertemuan ke-6
KEMBALI KEPADA BIMBINGAN ULAMA, KAEDAH DAN KETENTUANNYA
(Bagian 1)

Bersama:
🎙️ Al Ustadz Abu Abdillah Afifudin Hafizhahullah

📆 Sabtu, 20 Rabiuts Tsani 1442 / 5 Desember 2020
--------------------------------------
Untuk audio selengkapnya gabung di channel :
@KajianAnNashoihAlMusalsalah

🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com

SANGAT BERMANFAAT,...
SEGERA AMBIL FAEDAHNYA
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
📚 UPAYA SALAFUS SHALIH MENYUCIKAN JIWA

Pendahulu umat ini yang saleh tahu persis bahwa kebahagiaan yang hakiki terjaminkan dengan usaha pembersihan jiwa.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

قَدۡ أَفۡلَحَ مَن زَكَّىٰهَا ٩ وَقَدۡ خَابَ مَن دَسَّىٰهَا ١٠

“Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (asy-Syams: 9—10)

Dengan demikian, beragam upaya dilakukan demi tercapainya tujuan yang mulia ini. Akan tetapi, upaya tersebut tidak keluar dari batasan yang telah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Di antara usaha tersebut adalah:

1️⃣ Menyucikan jiwa dengan mentauhidkan Allah dan membuang segala macam kesyirikan.

2️⃣ Menyucikan diri dengan mengerjakan yang diwajibkan dan meninggalkan yang diharamkan.

3️⃣ Mengerjakan amalan-amalan sunnah.

4️⃣ Selalu berzikir kepada Allah

5️⃣ Istigfar (meminta ampun) kepada Allah

6️⃣ Berdoa

Di antara petunjuk Nabi shallallahu alaihi wa sallam demi tercapainya kebersihan jiwa adalah berdoa sebagai berikut.

اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُمَنْ زَكَّاهَا أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلاَهَا

“Wahai Allah, berilah ketakwaan pada diriku dan sucikanlah ia, Engkaulah sebaik-baik yang menyucikannya. Engkaulah yang mengurusinya dan memilikinya.” (HR. Muslim dari Zaid bin Arqam radhiallahu anhu)

🖥 Simak selengkapnya: https://asysyariah.com/upaya-salaf-dalam-menyucikan-jiwa/

📝 Sumber:
@asysyariah/704

🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
📢 HIMBAUAN TA'AWUN

🌾 بـــــسم اللّــــە الرّحمن الرّحيــــم

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أما بعد:

Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Barangsiapa melepaskan satu kesulitan di dunia dari seorang muslim, niscaya Allah lepaskan darinya satu kesulitan di akhirat. Allah akan senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya".
(HR Muslim)

Yaa khwati Fillah..
Salah satu saudara kita Ahlussunnah Salafiyin Akhuna
Abu Muhammad Sahl
penjaga maqshof di Mahad Tamaamul Minnah - Karawang saat ini beliau sedang menderita Sakit.

Qodarullah wa masyafa'al
hasil pemeriksaan lab, beliau positif KANKER PANKREAS STADIUM 4.

Dokter di RS. Siloam Cikarang menyarankan untuk KEMOTERAPI, tentunya membutuhkan biaya yang cukup besar ± 70juta rupiah. dan sebelum operasi untuk perawatan pun sudah menghabiskan dana ±50jt rupiah.

Untuk itu kami mengajak antum semua, mari kita bersama-sama berta'awun meringankan beban saudara kita ini, adapun besarannya ta'awun yang antum berikan, tentu sangat membantu meringankan beban bagi keluarganya.

Semoga harta yang kita keluarkan menjadikan pemberat timbangan amal kebaikan di yaumil akhir. Aamiin.

🌷 Demikian, atas perhatian dan ta'awunnya kami haturkan Jazakumullahu khoiron wa Barokallâhu fiikum

🌷 Tafadholuu bagi ikhwah yang ingin berta'awun bisa langsung transfer melalui:

💳👉 9000008363021, Bank Mandiri (a/n: ELI SUHENDAR) kode bank 008.

📲 Konfirmasi setelah transfer ke 081908237272 Abu Yazid)

💳👉 0449589404, Bank BNI (a/n: ALI MUKTI) kode bank 009.

📲 Konfirmasi setelah transfer ke 081297250960 (Abu Farrel)

🌷 Demikian. Barokallâhu fiikum.

🖊️ Mengetahui;
- Ustadz Qomar Suaidi حفظه الله
- Ustadz Zainal Arifin حفظه الله
- Ustadz Yahya حفظه الله
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
📘KISAH SYAIKH AL BAKRI DI NEGERI INDIA

Sebuah kisah nyata diceritakan oleh Syaikh Muhammad bin Ibrahim bin Abdul Lathif alu Syaikh dalam Kitab Majmu’ Fatawa wa Rasail.

Kitab ini merupakan hasil karya yang dikumpulkan oleh Muhammad bin Abdurrahman bin Qasim. Beliau menyampaikan kisah ini dua kali, sebagaimana disebutkan dalam catatan kaki.

Kisah selengkapnya sebagai berikut, Sekarang saya (Syaikh Muhammad) akan menceritakan kisah Abdurrahman al-Bakri, seorang penduduk Nejed. Beliau dahulu adalah seorang penuntut ilmu di hadapan paman saya, Syaikh Abdullah (bin Abdul Lathif) dan ulama lainnya. Setelah itu, beliau memutuskan untuk membuka madrasah di wilayah Oman dari jerih payah beliau sendiri. Di sana, Abdurrahman al-Bakri mengajarkan tauhid kepada para muridnya. Apabila uangnya habis, al-Bakri bekerja sama dengan pemilik barang dagangan lalu ia menjualkannya ke India.

Syaikh al-Bakri berkisah, Dahulu aku tinggal di dekat masjid di India. Di masjid tersebut ada seorang pengajar, apabila ia selesai dari pelajaran yang diajarkan, ia melaknat Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Setiap keluar dari masjid, ia datang menemuiku. Ia berkata, “Saya bisa berbahasa arab dengan baik namun saya ingin mendengarkannya dari orang Arab asli,” sambil ia meminum air dingin di dekatku. Kalimat-kalimatnya di saat ia menyampaikan pelajaran membuatku gelisah.

Syaikh al-Bakri melanjutkan kisahnya, aku lalu menyiapkan siasat untuknya dengan mengundangnya ke rumahku. Aku ambil kitab Tauhid, kulepaskan sampulnya lalu kuletakkan di rak rumah sebelum kedatangan pengajar tadi. Saat ia hadir di rumah, kukatakan kepadanya, “Aku minta izin mengambil semangka.” Lantas akupun pergi meninggalkannya. Tatkala aku kembali kepadanya, tiba tiba ia sedang membaca buku dan mengangguk-anggukkan kepalanya seraya berkata, “Siapa penulis kitab ini? Judul-judul bab yang ada pada kitab ini mirip dengan judul-judul bab dalam Shahih al-Bukhari. Metodologi penulisan kitab ini, demi Allah sama persis dengan Shahih al-Bukhari.” “Aku tidak tahu,” jawab Syaikh al-Bakri. “Tidakkah kita pergi ke Syaikh al-Ghazawi, kita tanyakan kepadanya siapa penulis kitab ini?” kata Syaikh al-Bakri lagi.

Syaikh al-Ghazawi adalah pemilik perpustakaan. Beliau memiliki kitab bantahan terhadap Jami-ul Bayan. Kami pun pergi ke sana dan menemui Syaikh al-Ghazawi. Syaikh al-Bakri berkata kepada Syaikh al-Ghazawi, “Saya memiliki kumpulan kertas yang penulisnya ditanyakan oleh syaikh pengajar? Namun saya tidak mengetahuinya.” Syaikh al-Ghazawi memahami maksud dan tujuan kami. Beliau lalu memanggil petugas, “Siapa yang bisa membawakan kitab Majmu’ah Tauhid?” Kemudian didatangkanlah kitab tersebut. Beliau membandingkan isi kumpulan kertas  dengan kitab Majmu’ah Tauhid. Syaikh al-Ghazawi berkata, “Kumpulan kertas ini karya Muhammad bin Abdul Wahhab.” Seketika itu juga, si pengajar sekaligus alim India itu marah seraya meninggikan suaranya, “Si kafir.” Mendengar itu kami terdiam. Alim India itupun diam sejenak hingga kemarahannya mereda hingga ia mengucapkan, “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.” Kemudian ia berkata, “Jika kitab ini adalah karyanya sungguh kami telah menzhaliminya.”

Akhirnya, setiap selesai pelajaran, ia mendoakan kebaikan bagi Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah. Demikian pula para muridnya, mereka ikut mendoakan kebaikan untuk Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah. Selanjutnya, murid-murid sang alim India itu tersebar di berbagai wilayah India. Apabila mereka selesai menyampaikan pelajaran, mereka semua mendoakan kebaikan untuk Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. (Sumber Majmu’ Fatawa wa Rasail Jilid Pertama) —selesai penukilan— Renungkanlah! Seandainya Syaikh al-Bakri rahimahullah sejak awal menyertakan sampul Kitab Tauhid secara lengkap dengan nama penulis Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, sangat mungkin alim India itu akan enggan membacanya. Ia akan antipati terhadapnya dan tetap dalam pendiriannya memvonis Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah sebagai kafir dan melaknatnya sebagaimana yang ia lakukan setiap
selesai menyampaikan pelajaran. Benar, alim India itu melakukannya karena terbawa isu-isu negatif dan pembunuhan karakter yang ditebarkan musuh-musuh dakwah tauhid. Walhamdulillah, dengan hidayah dari Allah semata kemudian kecerdikan Syaikh al-Bakri, seorang yang semula membenci menjadi seorang yang dengan mudah mendoakan kebaikan untuk Syaikh Muhammad rahimahullah. Dari kisah di atas, dengan izin Allah kemudian dengan cara ini, dakwah tauhid dan sunnah akhirnya diterima, walhamdulillah.

Continue reading at https://mahad-assalafy.com/kisah-syaikh-al-bakri-di-negeri-india/ | Ma'had As-Salafy

-----------------------------------
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
🚇JIKA SESEORANG MENCELA AHLUS SUNNAH & AHLUL HADITS

Al-‘Allamah Rabi' bin Hadi 'Umair hafidzahullah berkata:

“Jika engkau melihat seorang insan mencela Ahlus Sunnah dan Ahlul Hadits,

maka tidaklah dia mencela mereka melainkan dia itu
menyelisihi mereka dan merendahkan terhadap apa yang ada pada mereka, tidak ada keraguan dalam hal itu.”

[Al-Majmu', 2/311]

📝 Sumber:
@ukhuwahsalaf
www.alfawaaid.net

🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🧭🍂 KARENA HATI TIDAK BISA BOHONG...

Nikmat-nikmat yang Allah subhanahu wa ta’ala limpahkan kepada umat manusia tidaklah bisa dihitung jumlah dan jenisnya.

Salah satu nikmat paling agung yang Allah subhanahu wa ta’ala limpahkan adalah diciptakannya mereka di atas fitrah yang mulia,
sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala,

فِطۡرَتَ ٱللَّهِ ٱلَّتِي فَطَرَ ٱلنَّاسَ عَلَيۡهَاۚ

"(Tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.”
(Q.S. ar-Rum: 30)

Salah satu fitrah yang Allah subhanahu wa ta’ala ciptakan bagi umat manusia adalah sikap mencintai kebenaran dan usaha untuk mencarinya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

“Hati adalah makhluk yang mencintai kebenaran, menginginkan, dan mencarinya.”
(Majmu’ Fatawa, 10/88)

📝 Sumber:
🔎 Isi artikel ini dinukil dari :
https://is.gd/5xcZix
@ukhuwah_anak_kuliah
http://simpellink.com

🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⚠️ AKIBAT BERAMAL DAN BERSIKAP TANPA ILMU‼️

▪️Umar bin Abdulaziz rahimahullahu (seorang tabi'in) berkata,

مَنْ عَمِلَ بِغَيْرِ عِلْمٍ كَانَ مَا يُفْسِدُ أَكْثَرَ مِمَّا يُصْلِحُ وَمَنْ لَمْ يُعِدَّ كَلَامَهُ مِنْ عَمَلِهِ كَثُرَتْ خَطَايَاهُ وَمَنْ كَثُرَتْ خُصُومَاتُهُ لَمْ يَزَلْ يَتَنَقَّلُ مِنْ دِينٍ إِلَى دِينٍ  
📚[ابن بطة في الإبانة (٥٧٠)]

"Barangsiapa yang beramal tanpa ilmu maka ia lebih banyak merusak daripada memperbaiki, siapa yang menganggap ucapannya bukan bagian dari amalannya banyak kesalahannya, barangsiapa suka bermusuhan ia akan selalu berpindah dari satu agama ke agama yang lain."

📚 [Al Ibanah 570]
______________________________
🌐 https://t.me/salafypalembang

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
💺🎙🔥NASIHAT BAGI SIAPA SAJA YANG KALBUNYA TERBAKAR OLEH PENYAKIT HASAD

💫Fadhilatus Syaikh Al Utsaimin rahimahullah berkata,

Nasihat kami hendaknya mereka bertakwa kepada ALLAH dan mewaspadai hasad.

Karena sungguh hasad akan memakan kebaikan sebagaimana api melahap kayu bakar.

Hasad hanya akan menyebabkan kesedihan dan kegundahan pelakunya.
Karena setiap kali nikmat ALLAH bertambah pada orang yang didengki semakin berkobar pula hasad dan penyesalan dalam kalbunya.


Sementara dia sendiri tidak mampu untuk menjadi seperti orang yang didengki.

Kemudian hasad merupakan suatu bentuk protes terhadap takdir ALLAH dan ketentuan-Nya.
Karena dia membenci kenikmatan yang ALLAH berikan kepada orang lain.

Hasad adalah tindak kejahatan terhadap orang yang didengki karena biasanya orang yang hasad berusaha untuk menutupi-nutupi nikmat orang yang didengki, mengghibahi dan menjatuhkan kehormatannya.

Bahkan hasad adalah akhlaknya orang-orang Yahudi sebagaimana ALLAH firmankan dalam ayat-Nya.
Maka hasad adalah akhlak yang tercela lagi hina.


Tidaklah hasad muncul melainkan karena lemahnya jiwa dan prasangka yang buruk kepada ALLAH azza wa jalla serta kedengkian kepada kaum muslimin.

Sumber :
Silsilah Fatawa Nur 'alad Darb. kaset nomor 336

نصيحة لمن يحسد آخاه على ما آتاه الله من فضله


توجيهنا لهؤلاء أن يتقوا الله عز وجل، وأن يحذروا الحسد؛ فإن الحسد يأكل الحسنات كما تأكل النار الحطب، والحسد لا يفيد الحاسد إلا هماً وغماً؛ لأنه كلما تجددت نعمة الله على المحسود اشتعلت نار الحسد في قلبه واستحسر، وعجز عن أن يحاول أن يكون مثل هذا المحسود، ثم إن الحسد اعتراض على قضاء الله وقدره؛ لأنه كره ما أنعم الله به على غيره، ثم إن الحسد عدوان على المحسودين؛ لأن الغالب أن الحاسد يسعى لكتم النعمة عن المحسود وإخفائها، وغيبة المحسود والنيل من عرضه، ثم إن الحسد من أخلاق اليهودكما قال تعالى. فالحسد لا يحصل إلا من ضعف نفس وسوء ظن بالله عز وجل وحقد على المسلمين.

المصدر: سلسلة فتاوى نور على الدرب > الشريط رقم [336]
Sumber: @KajianIslamTemanggung
-----------------------------------
🔰 *WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang*
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com

Menebarkan Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.

✳️ Mendakwahkan Al Haq dengan artikel dan audio kajian ilmiyah serta poster fatawa dan bimbingan Ulama'.
💥🔎📖 BIMBINGAN SALAF DI MASA FITNAH

🔊 Syaikh Shalih Alu Syaikh hafidzahulla berkata,

"كان السلف في الفتن: يُكثرون الصمت، ويُقلّون الكلام، ولهذا كانت كلماتهم تُحفظ فتنقل."

"Dahulu para ulama salaf dalam berbagai fitnah, banyak diam dan mempersedikit bicara. Oleh sebab itu ucapan- ucapan mereka bisa dihafal lantas dinukilkan."

📚 An-Nubugh al-Ilmi 309.

📝 Sumber:
@KajianIslamTemanggung
www.salafytemanggung.com
📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU ] Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2

🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
📢🔇💢 STP BANYAK BICARA FITNAH

Berkata Imam Ibnu Hibban rahimahullah

Wajib bagi orang yang berakal untuk lebih banyak diam dibandingkan banyak bicara.

Betapa banyak orang yang menyesal karena banyak bicara

dan sedikit orang yang menyesal karena diam.”

📝 (Raudhatul ‘Uqala, hal. 45).

•••┈••••○❁🌹❁○••••┈•••

قال الإمام ابن حبان رحمه الله:
الواجب على العاقل أن يلزم الصمت إلى أن يلزمه التكلم، فما أكثر من ندم إذا نطق، وأقل من يندم إذا سكت .

(روضة العقلاء :رقم: ٤٥ )


📝 Sumber:
@KajianIslamTemanggung
📻📡 Dengarkan Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia

🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
📄 KEUTAMAAN BANYAK KETURUNAN

Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata,

وقال سبحانه: {ولا تقتلوا أولادكم من إملاق نحن نرزقكم وإياهم} [الأنعام: ١٥١] .
فدل هذا على أن الرزق بيد الله سبحانه وتعالى وأن كل نفس يقدر لها الله الرزق، وبكثرة النسل تكثر الأرزاق، ويكثر الإنتاج ويكثر العاملون.

"Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

Jangan kalian bunuh anak-anak kalian karena takut miskin. Kami yang memberi rezeki kepada kalian dan mereka. (al-An'am: 151)

Hal ini menunjukkan bahwa rezeki itu di tangan Allah Subhanahu wa Ta'ala dan setiap jiwa, Allah yang menentukan rezekinya. Disebabkan banyaknya keturunan, menjadi banyak pula rezeki, produksi, dan yang membantu dalam bekerja."

📖 Majmū' al-Fatāwā, jilid 2, hlm. 575.

📝 Sumber:
@Riyadhus_Salafiyyin
www.riyadhussalafiyyin.com

🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
📱📻💻 AKIBAT MEMBUAT HOAX📢🚫

☝🏻 Rasulullah shallallahu 'alaihiwasallam bersabda:

رَأَيْتُ اللَّيْلَةَ رَجُلَيْنِ أَتَيَانِي قَالَا الَّذِي رَأَيْتَهُ يُشَقُّ شِدْقُهُ فَكَذَّابٌ يَكْذِبُ بِالْكَذْبَةِ تُحْمَلُ عَنْهُ حَتَّى تَبْلُغَ الْآفَاقَ فَيُصْنَعُ بِهِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

"Aku melihat tadi malam dua laki-laki yang datang dan berkata, 'Sesungguhnya yang engkau lihat tentang seseorang yang dirobek-robek ujung mulutnya adalah seorang tukang dusta yang berdusta satu kedustaan, dinukil terus hingga mencapai ufuk (penjuru dunia), maka demikianlah dia disisiksa hingga hari kiamat."

📚 Shahih Al Bukhari

Baca Ulasan Selengkapnya dalam Tashfiyah edisi 94 "Catatan Penting Saat Chatting"
Dalam artikel "Selektif Dalam Mencerna dan Menyebarkan Berita"

Sumber:
@majalahtashfiyah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🔖 PERKARA SUNNAH KETIKA SEORANG PRIA MENDATANGI ISTRINYA DI MALAM PENGANTIN

🎓 Fadhilatus syaikh Sholeh Al-'Utsaimin rahimahullah:

📝 PERTANYAAN:
◤ Apa batasan sunnah dalam perkara mendatangi istri di malam pengantin; karena hal itu telah menjadi problema bagi sebagian besar dari manusia bahwasanya dia membaca surat Al-Baqoroh dan shalat, dan ini merupakan kebiasaan yang telah menyebar sekarang pada kebanyakan manusia? ◢

JAWABAN:

Apabila seseorang menemui istrinya untuk pertama kali maka:

▪️ hendaknya dia memegang ubun-ubun istrinya -yakni bagian depan kepalanya- dan berdoa:

اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ

"Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan apa yang telah Engkau tetapkan baginya, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan apa yang telah Engkau tetapkan baginya,"

Akan tetapi apabila dikhawatirkan bahwa wanita tersebut berontak apabila dipegang ubun-ubunnya, dan ketika dibacakan doa ini; maka jika memungkinkan untuk memegangnya seakan-akan hendak menciumnya, dan mengucapkan doa ini antara dirinya dengan hatinya dengan tanpa memperdengarkan, dia ucapkan dengan lisannya dan mengucapkannya akan tetapi tanpa diperdengarkan; agar dia tidak berontak,

Namun jika wanita tersebut adalah seorang penuntut ilmu yang mengerti bahwa ini disyariatkan maka tidak mengapa melakukan itu dengan diperdengarkan kepadanya.

Adapun shalat 2 raka'at ketika memasuki kamar yang disana terdapat mempelai wanita
maka telah teriwayatkan (yang demikian) dari sebagian Salaf bahwasanya mereka melakukan hal itu, sehingga jika seseorang melakukan hal itu maka baik, dan jika tidak melakukannya juga tidak mengapa,

Adapun membaca surat Al-Baqoroh, atau surat lainnya, maka aku tidak mengetahui adanya dalil akan hal tersebut.

•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•

📚 Silsilah Liqoat Al-Bab Al-Maftuh > Liqo Al-Bab Al-Maftuh [52]

🔊 Audio:
http://zadgroup.net/bnothemen/upload/ftawamp3/od_052_06.mp3

——————————————————

السنة في دخول الرجل على أهله ليلة العرس

السؤال:

ما هو ضابط السنة في الدخول على الأهل ليلة الفرح؛ لأنه أشكل على كثير من الناس أنه يقرأ سورة البقرة ويصلي، وهذه عادة منتشرة الآن عند كثير من الناس؟

الجواب:

إذا دخل الرجل على زوجته أول ما يدخل فإنه يأخذ بناصيتها -يعني: مقدم رأسها- ويقول: «اللهم إني أسألك خيرها وخير ما جبلتها عليه، وأعوذ بك من شرها وشر ما جبلتها عليه» ،ولكن إذا كان يخشى أن المرأة تنزعج إذا أخذ بناصيتها، وقال هذا الدعاء؛ فإن بإمكانه أن يأخذ بناصيتها كأنما يريد أن يقبلها، ويقول هذا الذكر بينه وبين نفسه من غير أن تسمع، يقول بلسانه وينطق به لكن من غير أن تسمع؛ لئلا تنزعج، وإذا كانت المرأة طالبة علم تعرف أن هذا مشروع فلا حرج عليه أن يفعل ويسمعها إياه. وأما صلاة ركعتين عند دخوله الغرفة التي فيها الزوجة فقد ورد عن بعض السلف أنه كان يفعل ذلك، فإن فعله الإنسان فحسن، وإن لم يفعله فلا حرج عليه، وأما قراءة البقرة، أو غيرها من السور، فلا أعلم له أصلاً.

المصدر: سلسلة لقاءات الباب المفتوح > لقاء الباب المفتوح [52]

النكاح والطلاق > عشرة النساء والحقوق الزوجية

رابط المقطع الصوتي


📝 Sumber:
@salafysolo

🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com