📚 SIKAP YANG BENAR TERHADAP NABI ISA
Beliau adalah seorang nabi yang memiliki kedudukan tinggi dalam Islam.
Namun, hal ini justru tidak diketahui oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani—atau mungkin mereka berpura-pura bodoh dalam keyakinan dan tulisan-tulisan mereka.
Sungguh, Islam telah menyatakan kedudukan mulia tersebut, menetapkannya dengan sebaik-baiknya, dan menyempurnakannya. Dalam banyak ayat pun Islam juga bersikap pertengahan; dan hanya inilah yang dapat diterima oleh akal sehat, bukan selainnya.
(Mauqiful Islam min Isa alaihis salam, hlm. 3)
✅ Sikap yang benar terhadap Nabi Isa alaihis salam adalah meyakini bahwa beliau adalah hamba dan utusan Allah. Allah subhanahu wa ta’ala mengutus beliau kepada Bani Israil, menciptakannya dengan sebuah kalimat yang Ia tiupkan kepada Maryam. Beliau juga merupakan salah seorang rasul yang bergelar “Ulul Azmi”.
Berbagai keistimewaan juga telah Allah subhanahu wa ta’ala berikan kepada beliau. Allah subhanahu wa ta’ala menciptakan beliau dengan sebuah kalimat yang ditiupkan-Nya kepada Maryam, yaitu kata “Kun” (jadilah). Kemudian terciptalah sebuah janin pada perut Maryam, wanita mulia lagi salihah yang tidak pernah dijamah oleh seorang pun.
Atas izin Allah, beliau dapat berbicara pada waktu bayi, mampu menghidupkan orang mati, menyembuhkan orang dari penyakit sopak dan bisu, serta memberi tahu apa yang dimakan oleh orang-orang dan apa yang disimpan di rumah mereka (sebagaimana tercantum dalam surah Ali Imran ayat 45—50).
Karena segala keistimewaan yang dimiliki beliau ini, kita dituntut untuk mengimani, mencintai, dan menghormati beliau.
Namun, walaupun beliau memiliki sekian banyak keistimewaan, beliau tetaplah manusia biasa yang tidak memiliki sifat ketuhanan. Beliau tidak boleh dipertuhankan. Beliau bukan Tuhan ataupun anak Tuhan, bukan pula salah satu dari tiga unsur Tuhan.
🖥 Simak selengkapnya:
https://asysyariah.com/turunnya-nabi-isa-di-akhir-zaman/
📝 Sumber:
@asysyariah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Beliau adalah seorang nabi yang memiliki kedudukan tinggi dalam Islam.
Namun, hal ini justru tidak diketahui oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani—atau mungkin mereka berpura-pura bodoh dalam keyakinan dan tulisan-tulisan mereka.
Sungguh, Islam telah menyatakan kedudukan mulia tersebut, menetapkannya dengan sebaik-baiknya, dan menyempurnakannya. Dalam banyak ayat pun Islam juga bersikap pertengahan; dan hanya inilah yang dapat diterima oleh akal sehat, bukan selainnya.
(Mauqiful Islam min Isa alaihis salam, hlm. 3)
✅ Sikap yang benar terhadap Nabi Isa alaihis salam adalah meyakini bahwa beliau adalah hamba dan utusan Allah. Allah subhanahu wa ta’ala mengutus beliau kepada Bani Israil, menciptakannya dengan sebuah kalimat yang Ia tiupkan kepada Maryam. Beliau juga merupakan salah seorang rasul yang bergelar “Ulul Azmi”.
Berbagai keistimewaan juga telah Allah subhanahu wa ta’ala berikan kepada beliau. Allah subhanahu wa ta’ala menciptakan beliau dengan sebuah kalimat yang ditiupkan-Nya kepada Maryam, yaitu kata “Kun” (jadilah). Kemudian terciptalah sebuah janin pada perut Maryam, wanita mulia lagi salihah yang tidak pernah dijamah oleh seorang pun.
Atas izin Allah, beliau dapat berbicara pada waktu bayi, mampu menghidupkan orang mati, menyembuhkan orang dari penyakit sopak dan bisu, serta memberi tahu apa yang dimakan oleh orang-orang dan apa yang disimpan di rumah mereka (sebagaimana tercantum dalam surah Ali Imran ayat 45—50).
Karena segala keistimewaan yang dimiliki beliau ini, kita dituntut untuk mengimani, mencintai, dan menghormati beliau.
Namun, walaupun beliau memiliki sekian banyak keistimewaan, beliau tetaplah manusia biasa yang tidak memiliki sifat ketuhanan. Beliau tidak boleh dipertuhankan. Beliau bukan Tuhan ataupun anak Tuhan, bukan pula salah satu dari tiga unsur Tuhan.
🖥 Simak selengkapnya:
https://asysyariah.com/turunnya-nabi-isa-di-akhir-zaman/
📝 Sumber:
@asysyariah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✋🏻✔️🍃🌷 DI ANTARA TUNTUNAN BAGI KELUARGA SAAT WAFATNYA KERABAT
Dari Abi Burdah, dia berkata,
أَوْصَى أَبُو مُوسَى حِينَ حَضَرَهُ الْمَوْتُ فَقَالَ: إِذَا انْطَلَقْتُمْ بِجِنَازَتِي فَأَسْرِعُوا الْمَشْيَ، وَلَا يَتَّبِعُنِي مُجَمَّرٌ، وَلَا تَجْعَلُوا فِي لَحْدِي شَيْئًا يَحُولُ بَيْنِي وَبَيْنَ التُّرَابِ، وَلَا تَجْعَلُوا عَلَى قَبْرِي بِنَاءً. وَأُشْهِدُكُمْ أَنِّي بَرِيءٌ مِنْ كُلِّ حَالِقَةٍ أَوْ سَالِقَةٍ أَوْ خَارِقَةٍ قَالُوا أَوَسَمِعْتَ فِيهِ شَيْئًا؟ قَالَ: نَعَمْ. مِنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
“Abu Musa radhiallahu anhu telah memberikan wasiat ketika tanda-tanda kematian menghampirinya. Dia berpesan,
‘Jika kalian membawa jenazahku, lakukanlah dengan berjalan cepat. Jangan kalian ikuti (jenazah)ku dengan bara dupa. Jangan ada pembatas (pemisah) antara aku (jasad) dan tanah pada liang lahat. Jangan jadikan kuburanku sebagai bangunan.
Saksikanlah, sesungguhnya aku berlepas diri dari setiap wanita yang mencukur rambut kepalanya (saat tertimpa musibah), wanita yang berteriak-teriak seraya memukul-mukul wajahnya (saat ditimpa musibah kematian), dan wanita yang merobek pakaiannya (kala mendapat musibah kematian).’
Mereka pun bertanya, ‘Apakah engkau pernah mendengar hal ini (dari Rasulullah)?’
Abu Musa radhiallahu anhu menjawab, ‘Ya, (aku telah mendengarnya) dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.’”
(HR. Ahmad 4/397 dan sanadnya kuat)
📚 Tahdzirus Sajid, karya al-Albani (1/79)
📝 Sumber:
WhatsApp Salafy Indonesia
@ForumSalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Dari Abi Burdah, dia berkata,
أَوْصَى أَبُو مُوسَى حِينَ حَضَرَهُ الْمَوْتُ فَقَالَ: إِذَا انْطَلَقْتُمْ بِجِنَازَتِي فَأَسْرِعُوا الْمَشْيَ، وَلَا يَتَّبِعُنِي مُجَمَّرٌ، وَلَا تَجْعَلُوا فِي لَحْدِي شَيْئًا يَحُولُ بَيْنِي وَبَيْنَ التُّرَابِ، وَلَا تَجْعَلُوا عَلَى قَبْرِي بِنَاءً. وَأُشْهِدُكُمْ أَنِّي بَرِيءٌ مِنْ كُلِّ حَالِقَةٍ أَوْ سَالِقَةٍ أَوْ خَارِقَةٍ قَالُوا أَوَسَمِعْتَ فِيهِ شَيْئًا؟ قَالَ: نَعَمْ. مِنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
“Abu Musa radhiallahu anhu telah memberikan wasiat ketika tanda-tanda kematian menghampirinya. Dia berpesan,
‘Jika kalian membawa jenazahku, lakukanlah dengan berjalan cepat. Jangan kalian ikuti (jenazah)ku dengan bara dupa. Jangan ada pembatas (pemisah) antara aku (jasad) dan tanah pada liang lahat. Jangan jadikan kuburanku sebagai bangunan.
Saksikanlah, sesungguhnya aku berlepas diri dari setiap wanita yang mencukur rambut kepalanya (saat tertimpa musibah), wanita yang berteriak-teriak seraya memukul-mukul wajahnya (saat ditimpa musibah kematian), dan wanita yang merobek pakaiannya (kala mendapat musibah kematian).’
Mereka pun bertanya, ‘Apakah engkau pernah mendengar hal ini (dari Rasulullah)?’
Abu Musa radhiallahu anhu menjawab, ‘Ya, (aku telah mendengarnya) dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.’”
(HR. Ahmad 4/397 dan sanadnya kuat)
📚 Tahdzirus Sajid, karya al-Albani (1/79)
📝 Sumber:
WhatsApp Salafy Indonesia
@ForumSalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
…||﷽||…
-----------------------------------
Pertemuan 2
Bahaya Cinta Menampilkan Diri
📆 Ahad , 14 Rabiuts Tsani 1442 / 29 November 2020
-----------------------------------------
📝 Sumber:
@KajianAnNashoihAlMusalsalah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
SANGAT BERMANFAAT,..SEGERA AMBIL FAEDAHNYA
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
-----------------------------------
Pertemuan 2
Bahaya Cinta Menampilkan Diri
📆 Ahad , 14 Rabiuts Tsani 1442 / 29 November 2020
-----------------------------------------
📝 Sumber:
@KajianAnNashoihAlMusalsalah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
SANGAT BERMANFAAT,..SEGERA AMBIL FAEDAHNYA
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
••{ ﷽ }••
🌍🌺🍂 HIMBAUAN TA'AWUN
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله صلى الله عليه وسلم وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أما بعد :
Saudaraku salafiyyin ...
Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Barangsiapa melepaskan satu kesulitan di dunia dari seorang muslim, niscaya Allah lepaskan darinya satu kesulitan di akhirat. Allah akan senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya".
(HR Muslim)
✔️ Qadarullah wa maa sya a faa'al, salah seorang saudara kita yakni al-Akh Arif, beralamat di Jeruk Sing, Tonatan, Ponorogo, menderita penyakit Usus Buntu. Sesuai anjuran medis diminta untuk segera dilakukan operasi.
Dengan pertimbangan besarnya biaya untuk operasi saudara kita tersebut dimana perkiraan biaya sementara lebih kurang 7 juta rupiah dan kemampuan saudara kita sangat minim sementara operasi harus secepatnya dilakukan.
Untuk itu, kami menghimbau bagi ikhwah yang memiliki kelapangan rezeki untuk membantu meringankan kesulitan yang mereka hadapi.
Bagi Ikhwan yang ingin berta'awun bisa diserahkan langsung ke:
👉 Al Akh Abu Dzaky Maryadi (Hp. 0823-3886-5096)
👉 Al Akh Abu Muslim Ahmad (0831-3935-9311)
atau melalui:
🏧 rekening BRI
💳 No. rek.: 649201013208537.
atas nama Mariyadi.
📝 Untuk konfirmasi hubungi:
▪ al-Akh Abu Dzaky Mariyadi telp/SMS/WA 0823-3886-5096
🏧 rekening Mandiri Syariah
💳 No. rek.: 7126643297.
atas nama R. Cepy Ramandha Bratakusuma.
📝 Untuk konfirmasi hubungi:
▪ al-Akh Abu Muslim Ahmad telp/SMS/WA 0831- 3935 - 9311
Mohon konfirmasi setelah melakukan transfer.
Berapapun besarnya bantuan yang diberikan kami ucapkan Jazaakumullahu khairan atas taawun yang diberikan. Semoga Allah membalas dengan memberikan keistiqomahan didalam beragama dan dilapangkan rezekinya. Aamiin.
Baarakallahu fiikum.
Ponorogo, 16 Rabi'uts Tsani 1442 / 1 Desember 2020
✍🏽 Mengetahui:
MUDIR MA'HAD AL-HUNAFA' PONOROGO
Al-Ustadz Suyuthi Abdulloh hafizhahullah
🌍🌺🍂 HIMBAUAN TA'AWUN
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله صلى الله عليه وسلم وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أما بعد :
Saudaraku salafiyyin ...
Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Barangsiapa melepaskan satu kesulitan di dunia dari seorang muslim, niscaya Allah lepaskan darinya satu kesulitan di akhirat. Allah akan senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya".
(HR Muslim)
✔️ Qadarullah wa maa sya a faa'al, salah seorang saudara kita yakni al-Akh Arif, beralamat di Jeruk Sing, Tonatan, Ponorogo, menderita penyakit Usus Buntu. Sesuai anjuran medis diminta untuk segera dilakukan operasi.
Dengan pertimbangan besarnya biaya untuk operasi saudara kita tersebut dimana perkiraan biaya sementara lebih kurang 7 juta rupiah dan kemampuan saudara kita sangat minim sementara operasi harus secepatnya dilakukan.
Untuk itu, kami menghimbau bagi ikhwah yang memiliki kelapangan rezeki untuk membantu meringankan kesulitan yang mereka hadapi.
Bagi Ikhwan yang ingin berta'awun bisa diserahkan langsung ke:
👉 Al Akh Abu Dzaky Maryadi (Hp. 0823-3886-5096)
👉 Al Akh Abu Muslim Ahmad (0831-3935-9311)
atau melalui:
🏧 rekening BRI
💳 No. rek.: 649201013208537.
atas nama Mariyadi.
📝 Untuk konfirmasi hubungi:
▪ al-Akh Abu Dzaky Mariyadi telp/SMS/WA 0823-3886-5096
🏧 rekening Mandiri Syariah
💳 No. rek.: 7126643297.
atas nama R. Cepy Ramandha Bratakusuma.
📝 Untuk konfirmasi hubungi:
▪ al-Akh Abu Muslim Ahmad telp/SMS/WA 0831- 3935 - 9311
Mohon konfirmasi setelah melakukan transfer.
Berapapun besarnya bantuan yang diberikan kami ucapkan Jazaakumullahu khairan atas taawun yang diberikan. Semoga Allah membalas dengan memberikan keistiqomahan didalam beragama dan dilapangkan rezekinya. Aamiin.
Baarakallahu fiikum.
Ponorogo, 16 Rabi'uts Tsani 1442 / 1 Desember 2020
✍🏽 Mengetahui:
MUDIR MA'HAD AL-HUNAFA' PONOROGO
Al-Ustadz Suyuthi Abdulloh hafizhahullah
🕌 SEBAB-SEBAB TERBESAR UNTUK MERAIH KECINTAAN ALLAH TA'ALA
📝 Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di rahimahullah berkata,
📜 "Sebab terbesar agar seorang hamba mendapatkan kecintaan Allah, yang mana kecintaan Allah tersebut merupakan tujuan dan harapan terbesar (bagi setiap hamba) adalah:
▪︎Memperbanyak dzikir kepada-Nya.
▪︎Memperbanyak taubat kepada-Nya.
▪︎Memperbanyak taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah dengan amalan wajib dan amalan sunnah.
▪︎Merealisasikan ittiba' (mengikuti) Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, secara lahir maupun batin."
📚 At-Taudhihul Mubin, hal. 109
قال الشيخ عبدالرحمن السعدي رحمه الله:
وأعظم سبب يكتسب به العبدُ محبةَ الله التي هي أعظم المطالب:
الإكثار من ذكره،
وكثرة الإنابة إليه،
وكثرة التقرب إليه بالفرائض والنوافل، وتحقيق متابعة الرسول ﷺ ظاهرا وباطنا
📚 التوضيح المبين 109
➖➖➖➖➖➖➖
📲 Join https://t.me/salafypalembang
Sumber ||
🌏📡 Channel Islam Hari Ini
🔗🔎 https://t.me/islamhariini
🖥 Website: www.islamhariini.com
📝 Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di rahimahullah berkata,
📜 "Sebab terbesar agar seorang hamba mendapatkan kecintaan Allah, yang mana kecintaan Allah tersebut merupakan tujuan dan harapan terbesar (bagi setiap hamba) adalah:
▪︎Memperbanyak dzikir kepada-Nya.
▪︎Memperbanyak taubat kepada-Nya.
▪︎Memperbanyak taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah dengan amalan wajib dan amalan sunnah.
▪︎Merealisasikan ittiba' (mengikuti) Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, secara lahir maupun batin."
📚 At-Taudhihul Mubin, hal. 109
قال الشيخ عبدالرحمن السعدي رحمه الله:
وأعظم سبب يكتسب به العبدُ محبةَ الله التي هي أعظم المطالب:
الإكثار من ذكره،
وكثرة الإنابة إليه،
وكثرة التقرب إليه بالفرائض والنوافل، وتحقيق متابعة الرسول ﷺ ظاهرا وباطنا
📚 التوضيح المبين 109
➖➖➖➖➖➖➖
📲 Join https://t.me/salafypalembang
Sumber ||
🌏📡 Channel Islam Hari Ini
🔗🔎 https://t.me/islamhariini
🖥 Website: www.islamhariini.com
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
⛔🔥🚀 TINGGALKAN PERKARA YANG MEMBUAHKAN PENYESALAN!
💬 Muhammad bin al-Husain an-Naisaburi berkisah, Aku berkata kepada Ibrahim bin Tsabit tatkala di akan meninggal,
أَوْصِنِيٰ
"Berilah aku wasiat.'
Beliau pun mengatakan,
دَعْ مَا تَنْدَمْ عَلَيْهِ
'Tinggalkan segala sesuatu yang akan kau sesali."
✍️ Tarikh Baghdad 6/49
📝 Sumber:
@KajianIslamTemanggung
http://www.salafytemanggung.com
📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU❗ ] Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
💬 Muhammad bin al-Husain an-Naisaburi berkisah, Aku berkata kepada Ibrahim bin Tsabit tatkala di akan meninggal,
أَوْصِنِيٰ
"Berilah aku wasiat.'
Beliau pun mengatakan,
دَعْ مَا تَنْدَمْ عَلَيْهِ
'Tinggalkan segala sesuatu yang akan kau sesali."
✍️ Tarikh Baghdad 6/49
📝 Sumber:
@KajianIslamTemanggung
http://www.salafytemanggung.com
📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU❗ ] Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🌟🌸 PANGKAL KEBAIKAN
Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah mengatakan:
أوصيكم بالنية الصالحة فالنية الصالحة أساس لكل خير.
Aku wasiatkan kepada kalian untuk memiliki niat yang baik, karena niat yang baik adalah pangkal semua kebaikan.
📕 Hadits al-Masa 36
📝 Sumber:
@bin_baaz/961
WhatsApp Salafy Cirebon
@salafy_cirebon
www.salafycirebon.com
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah mengatakan:
أوصيكم بالنية الصالحة فالنية الصالحة أساس لكل خير.
Aku wasiatkan kepada kalian untuk memiliki niat yang baik, karena niat yang baik adalah pangkal semua kebaikan.
📕 Hadits al-Masa 36
📝 Sumber:
@bin_baaz/961
WhatsApp Salafy Cirebon
@salafy_cirebon
www.salafycirebon.com
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
Forwarded from Salafy Palembang 🇮🇩
📚 SAAT MATAHARI TERBIT DARI BARAT
Abu Dzar al-Ghifari radhiyallahu anhu berkata,
أَنَّ النَّبِيَّ قَالَ يَوْمًا: أَتْدُرونَ أَيْنَ تَذْهَبُ هَذِهِ الشَّمْسُ؟ قَالُوا: اللهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. قَالَ: إِنَّ هَذِهِ الشَّمْسَ تَجْرِي حَتَّى تَنْتَهِيَ تَحْتَ الْعَرْشِ فَتَخِرُّ سَاجِدَةً، فَلَا تَزَالُ كَذَلِكَ حَتَّى يُقَالَ لَهَا: ارْتَفِعِي، ارْجِعِي مِنْ حَيْثُ جِئْتِ. فَتُصْبِحُ طَالِعَةً مِنْ مَطْلَعِهَا، ثُمَّ تَجْرِي حَتَّى تَنْتَهِيَ إِلَى مُسْتَقَرِّهَا ذَاكَ، تَحْتَ الْعَرْشِ، فَتَخِرُّ سَاجِدَةً، وَلَا تَزَالُ كَذَلِكَ حَتَّى يُقَالَ لَهَا: ارْتَفِعِي، ارْجِعِي مِنْ حَيْثُ جِئْتِ. فَتَرْجِعُ فَتُصْبِحُ طَالِعَةً مِنْ مَطْلَعِهَا، ثُمَّ تَجْرِي لَا يَسْتَنْكِرُ النَّاسُ مِنْهَا شَيْئًا حَتَّى تَنْتَهِيَ إِلَى مُسْتَقَرِّهَا ذَاكَ، تَحْتَ الْعَرْشِ، فَيُقَالُ لَهَا: ارْتَفِعِي، أَصْبِحِي طَالِعَةً مِنْ مَغْرِبِكَ. فَتُصْبِحُ طَالِعَةً مِنْ مَغْرِبِهَا. فَقَالَ رَسُولُ اللهِ: أَتَدْرُونَ مَتَى ذَاكُمْ؟ ذَاكَ حِيْنَ {لَا يَنفَعُ نَفۡسًا إِيمَٰنُهَا لَمۡ تَكُنۡ ءَامَنَتۡ مِن قَبۡلُ أَوۡ كَسَبَتۡ فِيٓ إِيمَٰنِهَا خَيۡرًاۗ}
Suatu hari Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Tahukah kalian, ke mana matahari pergi?”
Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.”
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya matahari ini berjalan hingga berada di bawah Arsy, lalu ia tersungkur sujud kepada Allah. Dia terus dalam keadaan sujud hingga dikatakan kepadanya, ‘Naiklah engkau, kembalilah dari mana engkau datang!’
Matahari pun kembali sehingga pada waktu pagi dia terbit lagi dari tempat terbitnya. Kemudian ia berjalan hingga berakhir pada tempat menetapnya di bawah Arsy. Ia lalu bersujud dan tetap dalam keadaan demikian, sampai dikatakan kepadanya, ‘Naiklah, kembalilah dari mana engkau datang!’
Matahari pun kembali sehingga pada waktu pagi muncul dari tempat terbitnya. Kemudian ia berjalan lagi tanpa sedikit pun manusia menyadarinya, hingga berakhir pada tempat menetapnya itu di bawah Arsy. Lalu dikatakan kepadanya, ‘Naiklah, dan terbitlah engkau dari barat!’ Keesokan harinya, matahari terbit dari sebelah barat.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melanjutkan, “Tahukah kalian, kapan itu terjadi? Itu terjadi di hari (yang difirmankan oleh Allah),
لَا يَنفَعُ نَفۡسًا إِيمَٰنُهَا لَمۡ تَكُنۡ ءَامَنَتۡ مِن قَبۡلُ أَوۡ كَسَبَتۡ فِيٓ إِيمَٰنِهَا خَيۡرًاۗ
“Tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau ia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya.” (al-An’am: 158)
🖥 Simak selengkapnya: https://asysyariah.com/alam-semesta-di-bawah-kekuasaan-allah/
📝 Sumber:
@asysyariah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Abu Dzar al-Ghifari radhiyallahu anhu berkata,
أَنَّ النَّبِيَّ قَالَ يَوْمًا: أَتْدُرونَ أَيْنَ تَذْهَبُ هَذِهِ الشَّمْسُ؟ قَالُوا: اللهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. قَالَ: إِنَّ هَذِهِ الشَّمْسَ تَجْرِي حَتَّى تَنْتَهِيَ تَحْتَ الْعَرْشِ فَتَخِرُّ سَاجِدَةً، فَلَا تَزَالُ كَذَلِكَ حَتَّى يُقَالَ لَهَا: ارْتَفِعِي، ارْجِعِي مِنْ حَيْثُ جِئْتِ. فَتُصْبِحُ طَالِعَةً مِنْ مَطْلَعِهَا، ثُمَّ تَجْرِي حَتَّى تَنْتَهِيَ إِلَى مُسْتَقَرِّهَا ذَاكَ، تَحْتَ الْعَرْشِ، فَتَخِرُّ سَاجِدَةً، وَلَا تَزَالُ كَذَلِكَ حَتَّى يُقَالَ لَهَا: ارْتَفِعِي، ارْجِعِي مِنْ حَيْثُ جِئْتِ. فَتَرْجِعُ فَتُصْبِحُ طَالِعَةً مِنْ مَطْلَعِهَا، ثُمَّ تَجْرِي لَا يَسْتَنْكِرُ النَّاسُ مِنْهَا شَيْئًا حَتَّى تَنْتَهِيَ إِلَى مُسْتَقَرِّهَا ذَاكَ، تَحْتَ الْعَرْشِ، فَيُقَالُ لَهَا: ارْتَفِعِي، أَصْبِحِي طَالِعَةً مِنْ مَغْرِبِكَ. فَتُصْبِحُ طَالِعَةً مِنْ مَغْرِبِهَا. فَقَالَ رَسُولُ اللهِ: أَتَدْرُونَ مَتَى ذَاكُمْ؟ ذَاكَ حِيْنَ {لَا يَنفَعُ نَفۡسًا إِيمَٰنُهَا لَمۡ تَكُنۡ ءَامَنَتۡ مِن قَبۡلُ أَوۡ كَسَبَتۡ فِيٓ إِيمَٰنِهَا خَيۡرًاۗ}
Suatu hari Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Tahukah kalian, ke mana matahari pergi?”
Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.”
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya matahari ini berjalan hingga berada di bawah Arsy, lalu ia tersungkur sujud kepada Allah. Dia terus dalam keadaan sujud hingga dikatakan kepadanya, ‘Naiklah engkau, kembalilah dari mana engkau datang!’
Matahari pun kembali sehingga pada waktu pagi dia terbit lagi dari tempat terbitnya. Kemudian ia berjalan hingga berakhir pada tempat menetapnya di bawah Arsy. Ia lalu bersujud dan tetap dalam keadaan demikian, sampai dikatakan kepadanya, ‘Naiklah, kembalilah dari mana engkau datang!’
Matahari pun kembali sehingga pada waktu pagi muncul dari tempat terbitnya. Kemudian ia berjalan lagi tanpa sedikit pun manusia menyadarinya, hingga berakhir pada tempat menetapnya itu di bawah Arsy. Lalu dikatakan kepadanya, ‘Naiklah, dan terbitlah engkau dari barat!’ Keesokan harinya, matahari terbit dari sebelah barat.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melanjutkan, “Tahukah kalian, kapan itu terjadi? Itu terjadi di hari (yang difirmankan oleh Allah),
لَا يَنفَعُ نَفۡسًا إِيمَٰنُهَا لَمۡ تَكُنۡ ءَامَنَتۡ مِن قَبۡلُ أَوۡ كَسَبَتۡ فِيٓ إِيمَٰنِهَا خَيۡرًاۗ
“Tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau ia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya.” (al-An’am: 158)
🖥 Simak selengkapnya: https://asysyariah.com/alam-semesta-di-bawah-kekuasaan-allah/
📝 Sumber:
@asysyariah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Membaca Doa Sujud Yang Berbeda dalam Satu Rakaat
Pertanyaan
Bismillah. Bolehkah seseorang membaca “Subhana Rabbiyal A’la” pada sujud pertama, Kemudian sujud berikutnya dia baca “Subhanaka Allahumma Rabbana wa bihamdika Allahummaghfirli” Jazakumullahu khairan. (ummusxxxxxxxx25@gmail.com)
Jawab:
Bacaan bacaan sujud yang diajarkan Rasulullah shollallohu’alaihi wasallam dalam riwayat-riwayat shahih ada beberapa macam. Bacaan sujud manapun yang anda pilih selama…
Baca Selengkapnya di :
https://problematikaumat.com/membaca-doa-sujud-yang-berbeda-dalam-satu-rakaat/
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Pertanyaan
Bismillah. Bolehkah seseorang membaca “Subhana Rabbiyal A’la” pada sujud pertama, Kemudian sujud berikutnya dia baca “Subhanaka Allahumma Rabbana wa bihamdika Allahummaghfirli” Jazakumullahu khairan. (ummusxxxxxxxx25@gmail.com)
Jawab:
Bacaan bacaan sujud yang diajarkan Rasulullah shollallohu’alaihi wasallam dalam riwayat-riwayat shahih ada beberapa macam. Bacaan sujud manapun yang anda pilih selama…
Baca Selengkapnya di :
https://problematikaumat.com/membaca-doa-sujud-yang-berbeda-dalam-satu-rakaat/
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🌻🌻 TERSENYUM KETIKA BICARA
Habib bin Abi Tsabit rahimahullah berkata,
من حسن خلق الرجل أن يحدث صاحبه وهو يبتسم
"Termasuk keindahan akhlak seseorang adalah ia berbicara dengan temannya dalam keadaan tersenyum"
📕Raudhatul 'Uqala wa Nuzhatul Fudhala hlm. 77
📝 Sumber:
@warisansalaf
http://www.warisansalaf.com
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Habib bin Abi Tsabit rahimahullah berkata,
من حسن خلق الرجل أن يحدث صاحبه وهو يبتسم
"Termasuk keindahan akhlak seseorang adalah ia berbicara dengan temannya dalam keadaan tersenyum"
📕Raudhatul 'Uqala wa Nuzhatul Fudhala hlm. 77
📝 Sumber:
@warisansalaf
http://www.warisansalaf.com
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
💐🌹🌻🌷 PANGKAL KETAATAN DAN KEBURUKAN
✍🏻 Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata:
حب العلم وطلبه أصل كل طاعة، وحب الدنيا والمال وطلبه أصل كل سيئة.
"Cinta ilmu dan mencarinya merupakan pangkal semua ketaatan, sedangkan cinta dunia dan harta serta mengejarnya merupakan pangkal semua keburukan."
📚 Miftah Daaris Sa’adah, jilid 1 hlm. 419
📝 Sumber:
WhatsApp Salafy Indonesia
@ForumSalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍🏻 Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata:
حب العلم وطلبه أصل كل طاعة، وحب الدنيا والمال وطلبه أصل كل سيئة.
"Cinta ilmu dan mencarinya merupakan pangkal semua ketaatan, sedangkan cinta dunia dan harta serta mengejarnya merupakan pangkal semua keburukan."
📚 Miftah Daaris Sa’adah, jilid 1 hlm. 419
📝 Sumber:
WhatsApp Salafy Indonesia
@ForumSalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
🚫💥🔥✋🏻 SEORANG MUKMIN SENANTIASA MERASA KHAWATIR KEADAANNYA AKAN BERUBAH
✍🏻 Al-Imam Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah berkata:
والمؤمن يخشى دائمًا أن تتغير حاله، فقد ثبت عن عائشة وأنس رضي الله عنهما: كان رسول الله صلَّى الله عليه وسلم يكثر أن يقول:
"Seorang mukmin itu senantiasa merasa takut keadaannya akan berubah. Sungguh telah datang hadits shahih dari 'Aisyah dan Anas bin Malik radhiyallahu 'anhuma, bahwasannya Rasulullah sering membaca do'a:
«يا مقلبَ القلوبِ ثبت قلبي على دينك»
"Wahai Dzat yang membolak balikkan hati, kokohkanlah hatiku di atas agama-Mu."
Maka aku (Anas bin Malik) katakan:
يا رسول الله آمنا بك وبما جئت به فهل تخاف علينا؟
"Wahai Rasulullah, kami telah beriman kepadamu dan kepada apa yang engkau bawa. Apakah engkau masih mengkhawatirkan kami?"
Beliau menjawab:
«نعم إن القلوبَ بين أُصبُعينِ من أصابعِ الله -عز وجل- يُقلبُها كما يشاء»
"Ya, karena sesunguhnya hati itu berada di antara dua jari jemari dari jari jemari Allah 'Azza wajalla, Allah palingkan sesuai kehendak-Nya."
هذا والله هو الفقه، ألا يأمن الإنسان على نفسه، لأن الشيطان يجري من ابن آدمَ مجرى الدم
Demi Allah, inilah yang disebut fiqh (pemahaman yang mendalam), yaitu seseorang tidak merasa aman atas dirinya, karena sesungguhnya syaithon mengalir pada aliran darah manusia.
فليكن حارسًا لقلبه وعقله وعلمه حراسةً شديدة أشد مما يحرس مالَهُ وعِرضَه ومن أُسنِدَ إليه ولايةُ أمره، يجب أن يهتم بحراسة قلبه قبل كُلِّ شيء،
Maka hendaklah dia selalu menjaga hati, akal, dan ilmunya dengan penjagaan yang kuat melebihi penjagaannya terhadap harta dan kehormatannya. Barangsiapa yang diberi kuasa mengatur urusannya, maka wajib bagi dia untuk mementingkan penjagaan hatinya sebelum yang lainnya.
{رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ} [آل عمران:٨]
"Wahai Rabb kami jangan Engkau palingkan hati-hati kami setelah Engkau beri kami petunjuk dan karuniakanlah kepada kami dari sisi-Mu rahmat. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi."
[Ali 'Imron: 8]
📚 Marhaban Yaa Thalibal 'Ilmi, hal. 75
📝 Sumber:
@ImamRabee/288 ||
@salafymajalengka/794
salafymajalengka.com
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍🏻 Al-Imam Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah berkata:
والمؤمن يخشى دائمًا أن تتغير حاله، فقد ثبت عن عائشة وأنس رضي الله عنهما: كان رسول الله صلَّى الله عليه وسلم يكثر أن يقول:
"Seorang mukmin itu senantiasa merasa takut keadaannya akan berubah. Sungguh telah datang hadits shahih dari 'Aisyah dan Anas bin Malik radhiyallahu 'anhuma, bahwasannya Rasulullah sering membaca do'a:
«يا مقلبَ القلوبِ ثبت قلبي على دينك»
"Wahai Dzat yang membolak balikkan hati, kokohkanlah hatiku di atas agama-Mu."
Maka aku (Anas bin Malik) katakan:
يا رسول الله آمنا بك وبما جئت به فهل تخاف علينا؟
"Wahai Rasulullah, kami telah beriman kepadamu dan kepada apa yang engkau bawa. Apakah engkau masih mengkhawatirkan kami?"
Beliau menjawab:
«نعم إن القلوبَ بين أُصبُعينِ من أصابعِ الله -عز وجل- يُقلبُها كما يشاء»
"Ya, karena sesunguhnya hati itu berada di antara dua jari jemari dari jari jemari Allah 'Azza wajalla, Allah palingkan sesuai kehendak-Nya."
هذا والله هو الفقه، ألا يأمن الإنسان على نفسه، لأن الشيطان يجري من ابن آدمَ مجرى الدم
Demi Allah, inilah yang disebut fiqh (pemahaman yang mendalam), yaitu seseorang tidak merasa aman atas dirinya, karena sesungguhnya syaithon mengalir pada aliran darah manusia.
فليكن حارسًا لقلبه وعقله وعلمه حراسةً شديدة أشد مما يحرس مالَهُ وعِرضَه ومن أُسنِدَ إليه ولايةُ أمره، يجب أن يهتم بحراسة قلبه قبل كُلِّ شيء،
Maka hendaklah dia selalu menjaga hati, akal, dan ilmunya dengan penjagaan yang kuat melebihi penjagaannya terhadap harta dan kehormatannya. Barangsiapa yang diberi kuasa mengatur urusannya, maka wajib bagi dia untuk mementingkan penjagaan hatinya sebelum yang lainnya.
{رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ} [آل عمران:٨]
"Wahai Rabb kami jangan Engkau palingkan hati-hati kami setelah Engkau beri kami petunjuk dan karuniakanlah kepada kami dari sisi-Mu rahmat. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi."
[Ali 'Imron: 8]
📚 Marhaban Yaa Thalibal 'Ilmi, hal. 75
📝 Sumber:
@ImamRabee/288 ||
@salafymajalengka/794
salafymajalengka.com
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
🛣🌻 MERASA KASIHAN TERHADAP ORANG YANG KENA MUSIBAH ADALAH KEBAIKAN
▫ Dari Usamah bin Zaid radhiyallahu 'anhuma, Rasulullah ﷺ bersabda:
وَإِنَّمَا يَرْحَمُ اللَّهُ مِنْ عِبَادِهِ الرُّحَمَاءَ
"Allah hanyalah merahmati hamba-hamba-Nya yang penyayang." HR. al-Bukhari (5655) dan Muslim (1284)
▫ Al-'Allamah Muhammad al-'Utsaimin rahimahullah berkata saat menjelaskan salah satu bentuk penerapan hadits ini:
إذا رأيت مُصابًا في عقله أو بدنه، فبكيت رحمةً بِهِ، فهذا دليل على أنَّ الله تعالى جعل في قلبك رحمة، وإذا جعل الله في قلب الإنسان رحمةً كان من الرحماء الذين يرحمهم الله عزّ وجل
"Jika kamu melihat seseorang yang terkena musibah pada akal atau pada fisiknya lalu kamu menangis karena kasihan kepadanya, maka ini tanda bahwa Allah telah menjadikan ada rasa kasih sayang di hatimu. Saat Allah telah menjadikan seseorang memiliki rasa kasih sayang dalam hatinya, jadilah ia dalam golongan para penyayang yang Allah ta'ala rahmati." (Syarah Riyadhus Shalihin, I/209)
📝 Sumber:
@Riyadhus_Salafiyyin
www.riyadhussalafiyyin.com
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
▫ Dari Usamah bin Zaid radhiyallahu 'anhuma, Rasulullah ﷺ bersabda:
وَإِنَّمَا يَرْحَمُ اللَّهُ مِنْ عِبَادِهِ الرُّحَمَاءَ
"Allah hanyalah merahmati hamba-hamba-Nya yang penyayang." HR. al-Bukhari (5655) dan Muslim (1284)
▫ Al-'Allamah Muhammad al-'Utsaimin rahimahullah berkata saat menjelaskan salah satu bentuk penerapan hadits ini:
إذا رأيت مُصابًا في عقله أو بدنه، فبكيت رحمةً بِهِ، فهذا دليل على أنَّ الله تعالى جعل في قلبك رحمة، وإذا جعل الله في قلب الإنسان رحمةً كان من الرحماء الذين يرحمهم الله عزّ وجل
"Jika kamu melihat seseorang yang terkena musibah pada akal atau pada fisiknya lalu kamu menangis karena kasihan kepadanya, maka ini tanda bahwa Allah telah menjadikan ada rasa kasih sayang di hatimu. Saat Allah telah menjadikan seseorang memiliki rasa kasih sayang dalam hatinya, jadilah ia dalam golongan para penyayang yang Allah ta'ala rahmati." (Syarah Riyadhus Shalihin, I/209)
📝 Sumber:
@Riyadhus_Salafiyyin
www.riyadhussalafiyyin.com
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
✅🍃🌹💐 MEMPERHATIKAN KEBAIKAN KALBU
✍🏻 Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah mengatakan,
يجب على الإنسان أن يعتني بصلاح قلبه قبل صلاح جسمه لأن صلاح الجسم واجهة أمام الخلق لكن صلاح القلب هو الذي يكون بين الإنسان وبين ربه عز وجل.
"Seseorang wajib memperhatikan kebaikan kalbunya sebelum memperhatikan kebaikan badannya. Sebab, kebaikan badan akan terlihat di hadapan orang lain. Akan tetapi, kebaikan kalbu itulah yang ada antara seseorang dan Rabbnya azza wa jalla."
📚 Tafsir Surah Az-Zumar hlm. 74
📝 Sumber:
WhatsApp Salafy Indonesia
@ForumSalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍🏻 Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah mengatakan,
يجب على الإنسان أن يعتني بصلاح قلبه قبل صلاح جسمه لأن صلاح الجسم واجهة أمام الخلق لكن صلاح القلب هو الذي يكون بين الإنسان وبين ربه عز وجل.
"Seseorang wajib memperhatikan kebaikan kalbunya sebelum memperhatikan kebaikan badannya. Sebab, kebaikan badan akan terlihat di hadapan orang lain. Akan tetapi, kebaikan kalbu itulah yang ada antara seseorang dan Rabbnya azza wa jalla."
📚 Tafsir Surah Az-Zumar hlm. 74
📝 Sumber:
WhatsApp Salafy Indonesia
@ForumSalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
💐🌻🌷🌹 AKHLAK YANG WAJIB DIAMALKAN DI ANTARA SESAMA AHLUS SUNNAH
✍🏼 Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah berkata:
فلنتق الله يا إخوتاه، وليستفد بعضنا من بعض، ولنحسن الظن ببعضنا، ولنترك التُّهم التي هي من أخلاق المنافقين، نترك هذه الأخلاق الرذيلة، نتحرى الصدق، ونتحرى العدل، ونتحرى الإنصاف، ونربي أنفسنا وأبناءنا على الصدق، وعلى حب الحق، وعلى نصرة الحق، ونولي فيه ونعادي فيه.
"Wahai saudara-saudaraku tercinta, hendaklah kita bertaqwa kepada Allah, hendaklah sebagian kita mengambil faedah dari sebagian yang lain, hendaklah kita saling berbaik sangka, tinggalkan tuduhan-tuduhan tanpa bukti yang itu termasuk akhlaq orang-orang munafiq, kita tinggalkan akhlaq yang rendah semacam ini, kita berusaha jujur, berusaha bersikap adil, berusaha bersikap sportif, kita didik diri-diri kita dan anak-anak kita untuk jujur, mencintai kebenaran, membela kebenaran, kita berloyalitas karena kebenaran dan memusuhi juga karena kebenaran."
📚 Ashnaful Qulub, hlm. 6
📝 Sumber:
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍🏼 Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah berkata:
فلنتق الله يا إخوتاه، وليستفد بعضنا من بعض، ولنحسن الظن ببعضنا، ولنترك التُّهم التي هي من أخلاق المنافقين، نترك هذه الأخلاق الرذيلة، نتحرى الصدق، ونتحرى العدل، ونتحرى الإنصاف، ونربي أنفسنا وأبناءنا على الصدق، وعلى حب الحق، وعلى نصرة الحق، ونولي فيه ونعادي فيه.
"Wahai saudara-saudaraku tercinta, hendaklah kita bertaqwa kepada Allah, hendaklah sebagian kita mengambil faedah dari sebagian yang lain, hendaklah kita saling berbaik sangka, tinggalkan tuduhan-tuduhan tanpa bukti yang itu termasuk akhlaq orang-orang munafiq, kita tinggalkan akhlaq yang rendah semacam ini, kita berusaha jujur, berusaha bersikap adil, berusaha bersikap sportif, kita didik diri-diri kita dan anak-anak kita untuk jujur, mencintai kebenaran, membela kebenaran, kita berloyalitas karena kebenaran dan memusuhi juga karena kebenaran."
📚 Ashnaful Qulub, hlm. 6
📝 Sumber:
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com