🌕💢 SAMARNYA FITNAH DAN BAHAYANYA SIKAP TALAWWUN 🌈💥
🚪 Abu Mas’ud masuk menemui Hudzaifah -radhiallahu ‘anhumuaa-, maka ia berkata: “Berilah nasehat kepadaku.” Maka Hudzaifah berkata:
“Bukankah telah datang keyakinan kepadamu?” Abu Mas’ud menjawab, "Benar, demi Kemuliaan Rabb-ku.”
💬 Maka Hudzaifah berkata lagi:
💥 “Ketahuilah, bahwa kesesatan yang sebenar-benar kesesatan ialah; kamu menganggap benar perkara-perkara yang dahulu kamu anggap mungkar, dan kamu menganggap mungkar perkara-perkara yang dahulu kamu anggap benar.
🌈 Berhati-hatilah dari sikap talawwun (berganti-ganti warna), karena Agama Allah itu satu!”
📘 Al Ibanah al-Kubra (I/189)
🔹* دَخَلَ أَبُو مَسْعُودٍ عَلَى حُذَيْفَةَ فَقَالَ
*اعْهَدْ إِلَيَّ, فَقَالَ لَهُ* أَلَمْ يَأْتِكَ الْيَقِينُ ؟ »*
*قَالَ : بَلَى وَعِزَّةِ رَبِّي ،
*قَالَ :*فَاعْلَمْ أَنَّ الضَّلاَلَةَ حَقَّ الضَّلاَلَةِ : أَنْ تَعْرِفَ مَا كُنْتَ تُنْكِرُ ، وَأَنْ تُنْكِرَ مَا كُنْتَ تَعْرِفُ ، وَإِيَّاكَ وَالتَّلَوُّنِ ، فَإِنَّ دِينَ اللَّهِ وَاحِدٌ » .*
📚 الإبانة الكبرى (1/189)
Sumber:
WhatsApp Salafy Cirebon
@salafy_cirebon
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🚪 Abu Mas’ud masuk menemui Hudzaifah -radhiallahu ‘anhumuaa-, maka ia berkata: “Berilah nasehat kepadaku.” Maka Hudzaifah berkata:
“Bukankah telah datang keyakinan kepadamu?” Abu Mas’ud menjawab, "Benar, demi Kemuliaan Rabb-ku.”
💬 Maka Hudzaifah berkata lagi:
💥 “Ketahuilah, bahwa kesesatan yang sebenar-benar kesesatan ialah; kamu menganggap benar perkara-perkara yang dahulu kamu anggap mungkar, dan kamu menganggap mungkar perkara-perkara yang dahulu kamu anggap benar.
🌈 Berhati-hatilah dari sikap talawwun (berganti-ganti warna), karena Agama Allah itu satu!”
📘 Al Ibanah al-Kubra (I/189)
🔹* دَخَلَ أَبُو مَسْعُودٍ عَلَى حُذَيْفَةَ فَقَالَ
*اعْهَدْ إِلَيَّ, فَقَالَ لَهُ* أَلَمْ يَأْتِكَ الْيَقِينُ ؟ »*
*قَالَ : بَلَى وَعِزَّةِ رَبِّي ،
*قَالَ :*فَاعْلَمْ أَنَّ الضَّلاَلَةَ حَقَّ الضَّلاَلَةِ : أَنْ تَعْرِفَ مَا كُنْتَ تُنْكِرُ ، وَأَنْ تُنْكِرَ مَا كُنْتَ تَعْرِفُ ، وَإِيَّاكَ وَالتَّلَوُّنِ ، فَإِنَّ دِينَ اللَّهِ وَاحِدٌ » .*
📚 الإبانة الكبرى (1/189)
Sumber:
WhatsApp Salafy Cirebon
@salafy_cirebon
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
Forwarded from Salafy Palembang 🇮🇩
✋🏻📢⚠️❌ TIDAK BOLEH MERASA AMAN DARI KESESATAN
✍🏻 Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata,
لا أحد يزكي نفسه، ولا أحد لا يخاف من الفتنة، ما دام على قيد الحياة اﻹنسان معرض للفتنة، ضلََّّ علماء أحبار، وزلّت أقدامهم، وختم لهم بالسّوء وهم علماء، فالخطر شديد، ولا يأمن اﻹنسان على نفسه أن تنزلق قدمه في الضلال.
"Tidak ada seorang pun yang boleh menganggap dirinya suci. Tidak ada seorang pun yang boleh merasa tidak takut terhadap kesesatan. Selama masih hidup, seseorang menjadi sasaran kesesatan. Telah banyak ulama yang tersesat. Mereka tergelincir dan ditimpa su'ul khatimah, padahal mereka adalah ulama. Jadi, bahaya yang mengintai sangat besar. Seseorang tidak bisa merasa aman bahwa dirinya tidak akan tergelincir dalam kesesatan."
📚 I’anatul Mustafid, jilid 1 hlm. 129
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/ForumSalafy
______________________________
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
✍🏻 Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata,
لا أحد يزكي نفسه، ولا أحد لا يخاف من الفتنة، ما دام على قيد الحياة اﻹنسان معرض للفتنة، ضلََّّ علماء أحبار، وزلّت أقدامهم، وختم لهم بالسّوء وهم علماء، فالخطر شديد، ولا يأمن اﻹنسان على نفسه أن تنزلق قدمه في الضلال.
"Tidak ada seorang pun yang boleh menganggap dirinya suci. Tidak ada seorang pun yang boleh merasa tidak takut terhadap kesesatan. Selama masih hidup, seseorang menjadi sasaran kesesatan. Telah banyak ulama yang tersesat. Mereka tergelincir dan ditimpa su'ul khatimah, padahal mereka adalah ulama. Jadi, bahaya yang mengintai sangat besar. Seseorang tidak bisa merasa aman bahwa dirinya tidak akan tergelincir dalam kesesatan."
📚 I’anatul Mustafid, jilid 1 hlm. 129
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/ForumSalafy
______________________________
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
💺👣 HUKUM BERJALAN DALAM SHALAT UNTUK MENCARI SUTRAH
✏ Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata,
"Makmum ketika imam telah salam, maka ia menjadi munfarid/sendirian. Maka dalam keadaan ini -sutroh imam adalah sutroh baginya (makmum) – tidak berlaku lagi, karena si imam saat ini bukan lagi imam, ia sudah berpindah dari posisinya sebagai imam. Namun setelah itu jika makmum kembali berdiri meneruskan shalat, apakah disyari’atkan bagi makmum untuk mencari sutroh?
Yang nampak bagiku, TIDAK DISYARIATKAN untuk mencari sutroh. Karena para sahabat Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam ketika mereka masbuk dan hendak menyelesaikan sisa shalatnya, mereka TIDAK LAGI MENCARI SUTROH. Lalu jika kita katakan bahwa sebaiknya mencari sutroh, atau bahkan wajib bagi yang berpendapat wajibnya sutroh, maka pada umumnya diperlukan melangkah dan gerakan yang tentunya tidak bisa kita bolehkan KECUALI DENGAN DALIL YANG TEGAS. Maka yang nampak disini, kita katakan kepada makmum bahwa sutroh anda sudah berakhir dengan berakhirnya imam dan ANDA TIDAK PERLU MENCARI SUTROH. KARENA TIDAK ADA DALIL MENGENAI MENCARI SUTROH DI TENGAH-TENGAH SHALAT. Yang ada dalilnya adalah mencari sutroh SEBELUM mulai shalat.”
🎙[Liqa Babil Maftuh, kaset no. 155, fatwa no. 16, Al Mausu’ah Asy Syamilah]
سترة الإمام سترة للمأموم أثناء الصلاة: ____________________________________ السؤال: نعلم بأن سترة الإمام سترة للمأموم، فإذا انتهى الإمام من صلاته وقام المأموم يقضي فهل تستمر سترة الإمام سترة للمأمومين، أو يكون الإمام سترة للمأموم بعد انفراده؟ ____________________________________ الجواب: المأموم لما سلم الإمام صار منفرداً فلا تكون سترة الإمام سترة له حتى الإمام الآن ليس بإمام؛ لأنه انصرف وذهب عن مكانه، لكن هل يشرع للمأموم بعد ذلك إذا قام يقضي ما فاته أن يتخذ سترة؟ الذي يظهر لي: أنه لا يشرع، وأن الصحابة رضي الله عنهم إذا فاتهم شيء قضوا بدون أن يتخذوا سترة، ثم لو قلنا: بأنه يستحب أن يتخذ سترة، أو يجب على قول من يرى وجوب السترة، فإن الغالب أنه يحتاج إلى مشي وإلى حركة لا نستبيحها إلا بدليل بين، فالظاهر أن المأموم يقال له: سترة الإمام انتهت معك وأنت لا تتخذ سترة؛ لأنه لم يرد اتخاذ السترة في أثناء الصلاة، وإنما تتخذ السترة قبل البدء في الصلاة. الموسوعة الشاملة – لقاءات الباب المفتوح – للشيخ بن عثيمين شريط رقم 155
🔰 https://t.me/salafypalembang
________________________________
▪️Sumber Artikel: https://salafy.or.id/hukum-berjalan-dalam-keadaan-shalat-untuk-mencari-sutroh-2/ | Salafy.or.id
✏ Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata,
"Makmum ketika imam telah salam, maka ia menjadi munfarid/sendirian. Maka dalam keadaan ini -sutroh imam adalah sutroh baginya (makmum) – tidak berlaku lagi, karena si imam saat ini bukan lagi imam, ia sudah berpindah dari posisinya sebagai imam. Namun setelah itu jika makmum kembali berdiri meneruskan shalat, apakah disyari’atkan bagi makmum untuk mencari sutroh?
Yang nampak bagiku, TIDAK DISYARIATKAN untuk mencari sutroh. Karena para sahabat Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam ketika mereka masbuk dan hendak menyelesaikan sisa shalatnya, mereka TIDAK LAGI MENCARI SUTROH. Lalu jika kita katakan bahwa sebaiknya mencari sutroh, atau bahkan wajib bagi yang berpendapat wajibnya sutroh, maka pada umumnya diperlukan melangkah dan gerakan yang tentunya tidak bisa kita bolehkan KECUALI DENGAN DALIL YANG TEGAS. Maka yang nampak disini, kita katakan kepada makmum bahwa sutroh anda sudah berakhir dengan berakhirnya imam dan ANDA TIDAK PERLU MENCARI SUTROH. KARENA TIDAK ADA DALIL MENGENAI MENCARI SUTROH DI TENGAH-TENGAH SHALAT. Yang ada dalilnya adalah mencari sutroh SEBELUM mulai shalat.”
🎙[Liqa Babil Maftuh, kaset no. 155, fatwa no. 16, Al Mausu’ah Asy Syamilah]
سترة الإمام سترة للمأموم أثناء الصلاة: ____________________________________ السؤال: نعلم بأن سترة الإمام سترة للمأموم، فإذا انتهى الإمام من صلاته وقام المأموم يقضي فهل تستمر سترة الإمام سترة للمأمومين، أو يكون الإمام سترة للمأموم بعد انفراده؟ ____________________________________ الجواب: المأموم لما سلم الإمام صار منفرداً فلا تكون سترة الإمام سترة له حتى الإمام الآن ليس بإمام؛ لأنه انصرف وذهب عن مكانه، لكن هل يشرع للمأموم بعد ذلك إذا قام يقضي ما فاته أن يتخذ سترة؟ الذي يظهر لي: أنه لا يشرع، وأن الصحابة رضي الله عنهم إذا فاتهم شيء قضوا بدون أن يتخذوا سترة، ثم لو قلنا: بأنه يستحب أن يتخذ سترة، أو يجب على قول من يرى وجوب السترة، فإن الغالب أنه يحتاج إلى مشي وإلى حركة لا نستبيحها إلا بدليل بين، فالظاهر أن المأموم يقال له: سترة الإمام انتهت معك وأنت لا تتخذ سترة؛ لأنه لم يرد اتخاذ السترة في أثناء الصلاة، وإنما تتخذ السترة قبل البدء في الصلاة. الموسوعة الشاملة – لقاءات الباب المفتوح – للشيخ بن عثيمين شريط رقم 155
🔰 https://t.me/salafypalembang
________________________________
▪️Sumber Artikel: https://salafy.or.id/hukum-berjalan-dalam-keadaan-shalat-untuk-mencari-sutroh-2/ | Salafy.or.id
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
🌟🎗️💰 PERBEDAAN NIAT DAN TUJUAN MEMBEDAKAN HASIL
✍🏻 Hamdun Al-Qhoshshar rahimahullah pernah ditanya:
ما بال كلام السلف أنفع من كلامنا؟! قال: لأنهم تكلموا لعز الإسلام ونجاة النفوس ورضى الرحمن، ونحن نتكلم لعز النفس وطلب الدنيا وقبول الخلق.
Kenapa ucapan para Salaf lebih bermanfaat daripada ucapan kita?
Beliau menjawab: Karena mereka berbicara untuk kemuliaan Islam, untuk keselamatan jiwa-jiwa manusia dan ridha Ar-Rahman.
Sedangkan kita berbicara untuk kemuliaan diri sendiri, mencari dunia dan agar diterima oleh para makhluk.
https://twitter.com/Mohamed77694721/status/1317581840425865219?s=19
📝Sumber:
WhatsApp Salafy Cirebon
@salafy_cirebon
www.salafycirebon.com
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍🏻 Hamdun Al-Qhoshshar rahimahullah pernah ditanya:
ما بال كلام السلف أنفع من كلامنا؟! قال: لأنهم تكلموا لعز الإسلام ونجاة النفوس ورضى الرحمن، ونحن نتكلم لعز النفس وطلب الدنيا وقبول الخلق.
Kenapa ucapan para Salaf lebih bermanfaat daripada ucapan kita?
Beliau menjawab: Karena mereka berbicara untuk kemuliaan Islam, untuk keselamatan jiwa-jiwa manusia dan ridha Ar-Rahman.
Sedangkan kita berbicara untuk kemuliaan diri sendiri, mencari dunia dan agar diterima oleh para makhluk.
https://twitter.com/Mohamed77694721/status/1317581840425865219?s=19
📝Sumber:
WhatsApp Salafy Cirebon
@salafy_cirebon
www.salafycirebon.com
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✋🏻🌺💡📑 KARAKTERISTIK ULAMA BESAR ADALAH MENENANGKAN & MEMBERIKAN BIMBINGAN TERBAIK KEPADA UMAT DI SAAT FITNAH MELANDA
✍🏻 Al-Imam an-Nawawy rahimahullahu berkata:
ينبغي للعالم والرجل العظيم المُطاع وذي الشّهرة أن يُسكّن الناس عند الفتن ويعظهُم ويوضّح لهم الدلائل.
"Seorang ulama, orang yang besar dan banyak pengikutnya, dan orang yang terkenal, seharusnyalah melakukan upaya-upaya yang menimbulkan ketenangan bagi manusia di masa fitnah, menasehati mereka, dan menjelaskan kepada mereka bimbingan-bimbingan yang terbaik."
📚 Al-Minhaj fi Syarh Shahih Muslim bin al-Hajjaj, jilid 2 hlm. 107
📝Sumber : https://twitter.com/alsalaf_1/status/872046932704624640?s=09
WhatsApp Salafy Indonesia
@ForumSalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍🏻 Al-Imam an-Nawawy rahimahullahu berkata:
ينبغي للعالم والرجل العظيم المُطاع وذي الشّهرة أن يُسكّن الناس عند الفتن ويعظهُم ويوضّح لهم الدلائل.
"Seorang ulama, orang yang besar dan banyak pengikutnya, dan orang yang terkenal, seharusnyalah melakukan upaya-upaya yang menimbulkan ketenangan bagi manusia di masa fitnah, menasehati mereka, dan menjelaskan kepada mereka bimbingan-bimbingan yang terbaik."
📚 Al-Minhaj fi Syarh Shahih Muslim bin al-Hajjaj, jilid 2 hlm. 107
📝Sumber : https://twitter.com/alsalaf_1/status/872046932704624640?s=09
WhatsApp Salafy Indonesia
@ForumSalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
…||﷽||…
---------------------------------
Pertemuan 1
Muqoddimah Kitab
📆 Sabtu , 13 Rabiuts Tsani 1442 / 28 November 2020
---------------------------------
📝 Sumber:
@KajianAnNashoihAlMusalsalah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
SANGAT BERMANFAAT,...SEGERA AMBIL FAEDAHNYA
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
---------------------------------
Pertemuan 1
Muqoddimah Kitab
📆 Sabtu , 13 Rabiuts Tsani 1442 / 28 November 2020
---------------------------------
📝 Sumber:
@KajianAnNashoihAlMusalsalah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
SANGAT BERMANFAAT,...SEGERA AMBIL FAEDAHNYA
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
✅🍃🌹🌷 BERSUNGGUH-SUNGGUH BERTAKWA KEPADA ALLAH DI SAAT SENDIRI
Dari sahabat Tsauban radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,
لَأَعْلَمَنَّ أَقْوَامًا مِنْ أُمَّتِي يَأْتُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِحَسَنَاتٍ أَمْثَالِ جِبَالِ تِهَامَةَ بِيضًا فَيَجْعَلُهَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَبَاءً مَنْثُورًا
"Sungguh aku mengetahui bahwa ada beberapa kaum dari umatku yang datang pada hari kiamat dengan membawa kebaikan-kebaikan sebesar gunung Tihamah yang putih. Namun, Allah menjadikannya debu yang berhamburan."
Tsauban radhiyallahu 'anhu berkata,
يَا رَسُولَ اللَّهِ صِفْهُمْ لَنَا جَلِّهِمْ لَنَا أَنْ لَا نَكُونَ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَا نَعْلَمُ
"Wahai Rasulullah, mohon sebutkan ciri-ciri mereka kepada kami. Tolong jelaskanlah tentang mereka kepada kami, supaya kami tidak termasuk dari mereka sementara kami tidak mengetahuinya."
Beliau shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
أَمَا إِنَّهُمْ إِخْوَانُكُمْ وَمِنْ جِلْدَتِكُمْ وَيَأْخُذُونَ مِنْ اللَّيْلِ كَمَا تَأْخُذُونَ وَلَكِنَّهُمْ أَقْوَامٌ إِذَا خَلَوْا بِمَحَارِمِ اللَّهِ انْتَهَكُوهَا
"Sesungguhnya mereka adalah saudara-saudara kalian dan dari golongan kalian. Mereka beribadah di sebagian malamnya, sebagaimana kalian mengerjakannya. Namun, mereka adalah beberapa kaum yang apabila sedang menyendiri dengan perkara-perkara yang diharamkan Allah, mereka melanggarnya."
📚 HR. Ibnu Majah no. 4245. Hadits ini dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Ibn Majah no. 3442 dan dinilai hasan oleh Syaikh Muqbil dalam ash-Shahih al-Musnad Mimma Laisa fi ash-Shahihain jilid 1 hlm. 159 no. 189
📝 Sumber:
WhatsApp Salafy Indonesia
@ForumSalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Dari sahabat Tsauban radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,
لَأَعْلَمَنَّ أَقْوَامًا مِنْ أُمَّتِي يَأْتُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِحَسَنَاتٍ أَمْثَالِ جِبَالِ تِهَامَةَ بِيضًا فَيَجْعَلُهَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَبَاءً مَنْثُورًا
"Sungguh aku mengetahui bahwa ada beberapa kaum dari umatku yang datang pada hari kiamat dengan membawa kebaikan-kebaikan sebesar gunung Tihamah yang putih. Namun, Allah menjadikannya debu yang berhamburan."
Tsauban radhiyallahu 'anhu berkata,
يَا رَسُولَ اللَّهِ صِفْهُمْ لَنَا جَلِّهِمْ لَنَا أَنْ لَا نَكُونَ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَا نَعْلَمُ
"Wahai Rasulullah, mohon sebutkan ciri-ciri mereka kepada kami. Tolong jelaskanlah tentang mereka kepada kami, supaya kami tidak termasuk dari mereka sementara kami tidak mengetahuinya."
Beliau shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
أَمَا إِنَّهُمْ إِخْوَانُكُمْ وَمِنْ جِلْدَتِكُمْ وَيَأْخُذُونَ مِنْ اللَّيْلِ كَمَا تَأْخُذُونَ وَلَكِنَّهُمْ أَقْوَامٌ إِذَا خَلَوْا بِمَحَارِمِ اللَّهِ انْتَهَكُوهَا
"Sesungguhnya mereka adalah saudara-saudara kalian dan dari golongan kalian. Mereka beribadah di sebagian malamnya, sebagaimana kalian mengerjakannya. Namun, mereka adalah beberapa kaum yang apabila sedang menyendiri dengan perkara-perkara yang diharamkan Allah, mereka melanggarnya."
📚 HR. Ibnu Majah no. 4245. Hadits ini dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Ibn Majah no. 3442 dan dinilai hasan oleh Syaikh Muqbil dalam ash-Shahih al-Musnad Mimma Laisa fi ash-Shahihain jilid 1 hlm. 159 no. 189
📝 Sumber:
WhatsApp Salafy Indonesia
@ForumSalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
💎🛡️ RAHASIA DI BALIK KEKAGUMAN MANUSIA KEPADAMU
Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata:
"Ketahuilah apabila manusia merasa kagum kepadamu, pada hakikatnya mereka merasa
kagum dengan keindahan perbuatan Allah yang menutupi aibmu."
📚 Madarijussalikin 2/298.
قال ابن القيّمِ رحمه الله؛ واعلمْ انّ النّاس إذا اعجَبوا بكَ فإنّما اعجبوا بجميلِ سترِ الله عليك
مدا رج السالكين 2/298
📝 Sumber:
WhatsApp Salafy Cirebon
@salafy_cirebon
www.salafycirebon.com
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata:
"Ketahuilah apabila manusia merasa kagum kepadamu, pada hakikatnya mereka merasa
kagum dengan keindahan perbuatan Allah yang menutupi aibmu."
📚 Madarijussalikin 2/298.
قال ابن القيّمِ رحمه الله؛ واعلمْ انّ النّاس إذا اعجَبوا بكَ فإنّما اعجبوا بجميلِ سترِ الله عليك
مدا رج السالكين 2/298
📝 Sumber:
WhatsApp Salafy Cirebon
@salafy_cirebon
www.salafycirebon.com
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
Forwarded from Salafy Palembang 🇮🇩
📢✋🏻💐🌷 Berdzikir Dengan Hati Disyariatkan di Setiap Waktu dan Tempat
✍🏻 Asy Syaikh Abdul ’Aziz bin Baz rahimahullah ditanya :
Seseorang dituntut untuk berdzikir kepada Allah di setiap tempat dan keadaan kecuali di tempat-tempat yang dilarang untuk berdzikir kepada Allah padanya, seperti misalnya kamar mandi.
Apakah seseorang memutus sama sekali dzikir kepada Allah di dalam kamar mandi walaupun di dalam hatinya ?
Jawaban:
الذكر بالقلب مشروع في كل زمان و مكان، في الحمام و غيره. و إنما المكروه في الحمام و نحوه : ذكر الله باللسان ، تعظيما لله سبحانه ، إلا التسمية عند الوضوء ، فإنه يأتي بها إذا لم يتيسر الوضوء خارج الحمام. لأنها واجبة عند بعض أهل العلم و سنة مؤكدة عند الجمهور
Dzikir dengan hati disyariatkan di setiap waktu dan tempat, baik di dalam kamar mandi maupun di tempat lainnya. Yang dibenci untuk dilakukan di dalam kamar mandi dan tempat yang semisalnya adalah berdzikir kepada Allah dengan lisan, dalam rangka mengagungkan Allah, kecuali membaca basmalah tatkala berwudu. Seseorang yang berwudu tetap membacanya apabila tidak dimudahkan baginya untuk berwudu di luar kamar mandi. Karena membaca basmalah tatkala berwudu hukumnya wajib menurut sebagian ulama dan menurut mayoritas ulama hukumnya sunnah muakkadah.
(Majmu’ Fatawa Asy Syaikh Abdul’Aziz bin Baz rahimahullah jilid ke-10 halaman 32)
🌎 Kunjungi https://forumsalafy.net/berdzikir-dengan-hati-disyariatkan-di-setiap-waktu-dan-tempat-baik-di-dalam-kamar-mandi-maupun-yang-selainnya/
📝 Sumber:
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍🏻 Asy Syaikh Abdul ’Aziz bin Baz rahimahullah ditanya :
Seseorang dituntut untuk berdzikir kepada Allah di setiap tempat dan keadaan kecuali di tempat-tempat yang dilarang untuk berdzikir kepada Allah padanya, seperti misalnya kamar mandi.
Apakah seseorang memutus sama sekali dzikir kepada Allah di dalam kamar mandi walaupun di dalam hatinya ?
Jawaban:
الذكر بالقلب مشروع في كل زمان و مكان، في الحمام و غيره. و إنما المكروه في الحمام و نحوه : ذكر الله باللسان ، تعظيما لله سبحانه ، إلا التسمية عند الوضوء ، فإنه يأتي بها إذا لم يتيسر الوضوء خارج الحمام. لأنها واجبة عند بعض أهل العلم و سنة مؤكدة عند الجمهور
Dzikir dengan hati disyariatkan di setiap waktu dan tempat, baik di dalam kamar mandi maupun di tempat lainnya. Yang dibenci untuk dilakukan di dalam kamar mandi dan tempat yang semisalnya adalah berdzikir kepada Allah dengan lisan, dalam rangka mengagungkan Allah, kecuali membaca basmalah tatkala berwudu. Seseorang yang berwudu tetap membacanya apabila tidak dimudahkan baginya untuk berwudu di luar kamar mandi. Karena membaca basmalah tatkala berwudu hukumnya wajib menurut sebagian ulama dan menurut mayoritas ulama hukumnya sunnah muakkadah.
(Majmu’ Fatawa Asy Syaikh Abdul’Aziz bin Baz rahimahullah jilid ke-10 halaman 32)
🌎 Kunjungi https://forumsalafy.net/berdzikir-dengan-hati-disyariatkan-di-setiap-waktu-dan-tempat-baik-di-dalam-kamar-mandi-maupun-yang-selainnya/
📝 Sumber:
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⚠️⛔MERASA MALULAH KEPADA ALLAH TATKALA ENGKAU AKAN BERBUAT MAKSIAT
Berkata Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafidzahullahu:
"Wajib bagimu untuk merasa malu kepada Allah ta'ala, merasa malu kepada Allah yaitu engkau berusaha supaya Allah tidaklah melihatmu dalam keadaan engkau bermaksiat kepada-Nya.
Engkau merasa malu kepada manusia, ketika mereka melihatmu dalam keadaan yang tidak pantas.
Lalu bagaimana, engkau tidak merasa malu kepada Allah ketika melihatmu dalam keadaan bermaksiat kepada-Nya. Maka ini perkara yang aneh dari manusia.
Sebagaimana Allah ta'ala berfirman:
{يَسۡتَخۡفُونَ مِنَ ٱلنَّاسِ وَلَا يَسۡتَخۡفُونَ مِنَ ٱللَّهِ وَهُوَ مَعَهُمۡ إِذۡ يُبَيِّتُونَ مَا لَا يَرۡضَىٰ مِنَ ٱلۡقَوۡلِۚ وَكَانَ ٱللَّهُ بِمَا يَعۡمَلُونَ مُحِيطًا}
Mereka dapat bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak dapat bersembunyi dari Allah, karena Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang tidak diridhai-Nya. Dan Allah Maha Meliputi terhadap apa yang mereka kerjakan.
Surat An-Nisa', Ayat 108.
📚Ittihaful Qori' bi Ta'liqot 'ala Syarhi Sunnah al-Barbahari, hal. 415.
عليك بالحياء من الله، والحياء من الله ألا يراك على معصيته. أنت تستحي من المخلوقين أن يروك على شيء لا يليق، فكيف لا تستحي من الله أن يراك على معصيته. هذا شيء عجيب من الإنسان.
كما قال الله تعالى:
{يَسۡتَخۡفُونَ مِنَ ٱلنَّاسِ وَلَا يَسۡتَخۡفُونَ مِنَ ٱللَّهِ وَهُوَ مَعَهُمۡ إِذۡ يُبَيِّتُونَ مَا لَا يَرۡضَىٰ مِنَ ٱلۡقَوۡلِۚ وَكَانَ ٱللَّهُ بِمَا يَعۡمَلُونَ مُحِيطًا}
فعليك أن تستحي من الله أولا وتتجنب معاصيه، لأنه يراك.
📝 Sumber:
Forum Salafy Purbalingga
@ForumSalafyPurbalingga
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Berkata Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafidzahullahu:
"Wajib bagimu untuk merasa malu kepada Allah ta'ala, merasa malu kepada Allah yaitu engkau berusaha supaya Allah tidaklah melihatmu dalam keadaan engkau bermaksiat kepada-Nya.
Engkau merasa malu kepada manusia, ketika mereka melihatmu dalam keadaan yang tidak pantas.
Lalu bagaimana, engkau tidak merasa malu kepada Allah ketika melihatmu dalam keadaan bermaksiat kepada-Nya. Maka ini perkara yang aneh dari manusia.
Sebagaimana Allah ta'ala berfirman:
{يَسۡتَخۡفُونَ مِنَ ٱلنَّاسِ وَلَا يَسۡتَخۡفُونَ مِنَ ٱللَّهِ وَهُوَ مَعَهُمۡ إِذۡ يُبَيِّتُونَ مَا لَا يَرۡضَىٰ مِنَ ٱلۡقَوۡلِۚ وَكَانَ ٱللَّهُ بِمَا يَعۡمَلُونَ مُحِيطًا}
Mereka dapat bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak dapat bersembunyi dari Allah, karena Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang tidak diridhai-Nya. Dan Allah Maha Meliputi terhadap apa yang mereka kerjakan.
Surat An-Nisa', Ayat 108.
📚Ittihaful Qori' bi Ta'liqot 'ala Syarhi Sunnah al-Barbahari, hal. 415.
عليك بالحياء من الله، والحياء من الله ألا يراك على معصيته. أنت تستحي من المخلوقين أن يروك على شيء لا يليق، فكيف لا تستحي من الله أن يراك على معصيته. هذا شيء عجيب من الإنسان.
كما قال الله تعالى:
{يَسۡتَخۡفُونَ مِنَ ٱلنَّاسِ وَلَا يَسۡتَخۡفُونَ مِنَ ٱللَّهِ وَهُوَ مَعَهُمۡ إِذۡ يُبَيِّتُونَ مَا لَا يَرۡضَىٰ مِنَ ٱلۡقَوۡلِۚ وَكَانَ ٱللَّهُ بِمَا يَعۡمَلُونَ مُحِيطًا}
فعليك أن تستحي من الله أولا وتتجنب معاصيه، لأنه يراك.
📝 Sumber:
Forum Salafy Purbalingga
@ForumSalafyPurbalingga
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
💰📦 LAKNAT BAGI ORANG YANG MEMINTA UANG PELICIN
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin berkata,
والرشوة ملعون آخذها، وملعون معطيها، إلا إذا كان الآخذ يمنع حق الناس إلا برشوة، فحينئذ تكون اللعنة على هذا الآخذ لا على المعطي؛ لأن المعطي إنما يريد أن يعطي لأخذ حقه، ولا سبيل إلى ذلك إلا بدفع الرشوة، فهو معذور
"Orang yang minta sogok dan memberi sogok akan kena laknat. Lain halnya jika peminta sogok tidak mau memberi hak orang kecuali kalau diberi uang suap, di kondisi tersebut yang kena laknat hanya yang meminta suap tidak mengenai yang memberi.
Karena yang memberi suap di keadaan itu hanya untuk mengambil haknya. Yang dia tidak punya jalan untuk mendapat haknya kecuali dengan memberi uang suap maka dia mendapat udzur." (Syarah Riyadhus Shalihin, II/303)
📝 Sumber:
@nasehatetam
www.nasehatetam.net
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin berkata,
والرشوة ملعون آخذها، وملعون معطيها، إلا إذا كان الآخذ يمنع حق الناس إلا برشوة، فحينئذ تكون اللعنة على هذا الآخذ لا على المعطي؛ لأن المعطي إنما يريد أن يعطي لأخذ حقه، ولا سبيل إلى ذلك إلا بدفع الرشوة، فهو معذور
"Orang yang minta sogok dan memberi sogok akan kena laknat. Lain halnya jika peminta sogok tidak mau memberi hak orang kecuali kalau diberi uang suap, di kondisi tersebut yang kena laknat hanya yang meminta suap tidak mengenai yang memberi.
Karena yang memberi suap di keadaan itu hanya untuk mengambil haknya. Yang dia tidak punya jalan untuk mendapat haknya kecuali dengan memberi uang suap maka dia mendapat udzur." (Syarah Riyadhus Shalihin, II/303)
📝 Sumber:
@nasehatetam
www.nasehatetam.net
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
📚 SIAPAKAH ISA BIN MARYAM?
✅ Allah subhanahu wa ta'ala berfirman,
إِنۡ هُوَ إِلَّا عَبۡدٌ أَنۡعَمۡنَا عَلَيۡهِ وَجَعَلۡنَٰهُ مَثَلًا لِّبَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ
“Dia (Isa) tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan nikmat (kenabian) kepadanya dan Kami jadikan dia sebagai bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani Israil.” (az-Zukhruf: 59)
مَّا ٱلۡمَسِيحُ ٱبۡنُ مَرۡيَمَ إِلَّا رَسُولٌ قَدۡ خَلَتۡ مِن قَبۡلِهِ ٱلرُّسُلُ وَأُمُّهُۥ صِدِّيقَةٌۖ كَانَا يَأۡكُلَانِ ٱلطَّعَامَۗ ٱنظُرۡ كَيۡفَ نُبَيِّنُ لَهُمُ ٱلۡأٓيَٰتِ ثُمَّ ٱنظُرۡ أَنَّىٰ يُؤۡفَكُونَ
“Al-Masih putra Maryam hanyalah seorang rasul. Sebelumnya pun sudah diutus beberapa rasul. Dan ibunya seorang yang berpegang teguh pada kebenaran. Keduanya biasa memakan makanan. Perhatikanlah bagaimana Kami menjelaskan ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan) kepada mereka (Ahli Kitab), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka dipalingkan (oleh keinginan mereka).” (al-Maidah: 75)
Sebenarnya masih banyak ayat lain yang menegaskan hal ini. Namun, apa yang telah disebutkan sudah cukup menjelaskan siapakah Nabi Isa alaihis salam sebenarnya.
💡 Dalam hadits yang diriwayatkan dari Ubadah bin ash-Shamit radhiallahu anhu disebutkan bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ شَهِدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَأَنَّ عِيسَى عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ أَدْخَلَهُ اللهُ الْجَنَّةَ عَلىَ مَا كَانَ مِنَ الْعَمَلِ
“Barang siapa bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang benar kecuali Allah, tiada sekutu bagi-Nya; Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya, Isa adalah hamba-Nya, rasul-Nya, serta kalimat-Nya yang Allah tiupkan kepada Maryam; dan bahwa surga dan neraka itu benar adanya; maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga sesuai dengan amalannya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
☑️ Dengan demikian, Nabi Isa alaihis salam adalah seorang hamba yang sama sekali tidak memiliki sifat ketuhanan, tidak pula berhak diibadahi ataupun dijadikan tuhan.
☑️ Beliau adalah seorang rasul yang wajib diimani, dicintai, dan dihormati. Namun, semua itu tidak akan mengangkat kodrat beliau melebihi manusia biasa. Beliau tidak boleh dihinakan, dilecehkan, lebih-lebih dikatakan sebagai anak zina.
🖥 Simak selengkapnya:
https://asysyariah.com/turunnya-nabi-isa-di-akhir-zaman/
📝 Sumber:
@asysyariah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✅ Allah subhanahu wa ta'ala berfirman,
إِنۡ هُوَ إِلَّا عَبۡدٌ أَنۡعَمۡنَا عَلَيۡهِ وَجَعَلۡنَٰهُ مَثَلًا لِّبَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ
“Dia (Isa) tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan nikmat (kenabian) kepadanya dan Kami jadikan dia sebagai bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani Israil.” (az-Zukhruf: 59)
مَّا ٱلۡمَسِيحُ ٱبۡنُ مَرۡيَمَ إِلَّا رَسُولٌ قَدۡ خَلَتۡ مِن قَبۡلِهِ ٱلرُّسُلُ وَأُمُّهُۥ صِدِّيقَةٌۖ كَانَا يَأۡكُلَانِ ٱلطَّعَامَۗ ٱنظُرۡ كَيۡفَ نُبَيِّنُ لَهُمُ ٱلۡأٓيَٰتِ ثُمَّ ٱنظُرۡ أَنَّىٰ يُؤۡفَكُونَ
“Al-Masih putra Maryam hanyalah seorang rasul. Sebelumnya pun sudah diutus beberapa rasul. Dan ibunya seorang yang berpegang teguh pada kebenaran. Keduanya biasa memakan makanan. Perhatikanlah bagaimana Kami menjelaskan ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan) kepada mereka (Ahli Kitab), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka dipalingkan (oleh keinginan mereka).” (al-Maidah: 75)
Sebenarnya masih banyak ayat lain yang menegaskan hal ini. Namun, apa yang telah disebutkan sudah cukup menjelaskan siapakah Nabi Isa alaihis salam sebenarnya.
💡 Dalam hadits yang diriwayatkan dari Ubadah bin ash-Shamit radhiallahu anhu disebutkan bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ شَهِدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَأَنَّ عِيسَى عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ أَدْخَلَهُ اللهُ الْجَنَّةَ عَلىَ مَا كَانَ مِنَ الْعَمَلِ
“Barang siapa bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang benar kecuali Allah, tiada sekutu bagi-Nya; Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya, Isa adalah hamba-Nya, rasul-Nya, serta kalimat-Nya yang Allah tiupkan kepada Maryam; dan bahwa surga dan neraka itu benar adanya; maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga sesuai dengan amalannya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
☑️ Dengan demikian, Nabi Isa alaihis salam adalah seorang hamba yang sama sekali tidak memiliki sifat ketuhanan, tidak pula berhak diibadahi ataupun dijadikan tuhan.
☑️ Beliau adalah seorang rasul yang wajib diimani, dicintai, dan dihormati. Namun, semua itu tidak akan mengangkat kodrat beliau melebihi manusia biasa. Beliau tidak boleh dihinakan, dilecehkan, lebih-lebih dikatakan sebagai anak zina.
🖥 Simak selengkapnya:
https://asysyariah.com/turunnya-nabi-isa-di-akhir-zaman/
📝 Sumber:
@asysyariah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
📚 SIKAP YANG BENAR TERHADAP NABI ISA
Beliau adalah seorang nabi yang memiliki kedudukan tinggi dalam Islam.
Namun, hal ini justru tidak diketahui oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani—atau mungkin mereka berpura-pura bodoh dalam keyakinan dan tulisan-tulisan mereka.
Sungguh, Islam telah menyatakan kedudukan mulia tersebut, menetapkannya dengan sebaik-baiknya, dan menyempurnakannya. Dalam banyak ayat pun Islam juga bersikap pertengahan; dan hanya inilah yang dapat diterima oleh akal sehat, bukan selainnya.
(Mauqiful Islam min Isa alaihis salam, hlm. 3)
✅ Sikap yang benar terhadap Nabi Isa alaihis salam adalah meyakini bahwa beliau adalah hamba dan utusan Allah. Allah subhanahu wa ta’ala mengutus beliau kepada Bani Israil, menciptakannya dengan sebuah kalimat yang Ia tiupkan kepada Maryam. Beliau juga merupakan salah seorang rasul yang bergelar “Ulul Azmi”.
Berbagai keistimewaan juga telah Allah subhanahu wa ta’ala berikan kepada beliau. Allah subhanahu wa ta’ala menciptakan beliau dengan sebuah kalimat yang ditiupkan-Nya kepada Maryam, yaitu kata “Kun” (jadilah). Kemudian terciptalah sebuah janin pada perut Maryam, wanita mulia lagi salihah yang tidak pernah dijamah oleh seorang pun.
Atas izin Allah, beliau dapat berbicara pada waktu bayi, mampu menghidupkan orang mati, menyembuhkan orang dari penyakit sopak dan bisu, serta memberi tahu apa yang dimakan oleh orang-orang dan apa yang disimpan di rumah mereka (sebagaimana tercantum dalam surah Ali Imran ayat 45—50).
Karena segala keistimewaan yang dimiliki beliau ini, kita dituntut untuk mengimani, mencintai, dan menghormati beliau.
Namun, walaupun beliau memiliki sekian banyak keistimewaan, beliau tetaplah manusia biasa yang tidak memiliki sifat ketuhanan. Beliau tidak boleh dipertuhankan. Beliau bukan Tuhan ataupun anak Tuhan, bukan pula salah satu dari tiga unsur Tuhan.
🖥 Simak selengkapnya:
https://asysyariah.com/turunnya-nabi-isa-di-akhir-zaman/
📝 Sumber:
@asysyariah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Beliau adalah seorang nabi yang memiliki kedudukan tinggi dalam Islam.
Namun, hal ini justru tidak diketahui oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani—atau mungkin mereka berpura-pura bodoh dalam keyakinan dan tulisan-tulisan mereka.
Sungguh, Islam telah menyatakan kedudukan mulia tersebut, menetapkannya dengan sebaik-baiknya, dan menyempurnakannya. Dalam banyak ayat pun Islam juga bersikap pertengahan; dan hanya inilah yang dapat diterima oleh akal sehat, bukan selainnya.
(Mauqiful Islam min Isa alaihis salam, hlm. 3)
✅ Sikap yang benar terhadap Nabi Isa alaihis salam adalah meyakini bahwa beliau adalah hamba dan utusan Allah. Allah subhanahu wa ta’ala mengutus beliau kepada Bani Israil, menciptakannya dengan sebuah kalimat yang Ia tiupkan kepada Maryam. Beliau juga merupakan salah seorang rasul yang bergelar “Ulul Azmi”.
Berbagai keistimewaan juga telah Allah subhanahu wa ta’ala berikan kepada beliau. Allah subhanahu wa ta’ala menciptakan beliau dengan sebuah kalimat yang ditiupkan-Nya kepada Maryam, yaitu kata “Kun” (jadilah). Kemudian terciptalah sebuah janin pada perut Maryam, wanita mulia lagi salihah yang tidak pernah dijamah oleh seorang pun.
Atas izin Allah, beliau dapat berbicara pada waktu bayi, mampu menghidupkan orang mati, menyembuhkan orang dari penyakit sopak dan bisu, serta memberi tahu apa yang dimakan oleh orang-orang dan apa yang disimpan di rumah mereka (sebagaimana tercantum dalam surah Ali Imran ayat 45—50).
Karena segala keistimewaan yang dimiliki beliau ini, kita dituntut untuk mengimani, mencintai, dan menghormati beliau.
Namun, walaupun beliau memiliki sekian banyak keistimewaan, beliau tetaplah manusia biasa yang tidak memiliki sifat ketuhanan. Beliau tidak boleh dipertuhankan. Beliau bukan Tuhan ataupun anak Tuhan, bukan pula salah satu dari tiga unsur Tuhan.
🖥 Simak selengkapnya:
https://asysyariah.com/turunnya-nabi-isa-di-akhir-zaman/
📝 Sumber:
@asysyariah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com