Salafy Palembang 🇮🇩
5.91K subscribers
5.34K photos
445 videos
309 files
14.4K links
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Download Telegram
💥🔥 JANGAN TERBURU-BURU BERBICARA!!

✍🏼 Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata:

ما لم تتأكد منه لا تتكلم به، وإذا تأكدت منه اصبر هل فيه مصلحة أم ليس فيه، إن لم يكن فيه مصلحة، اتركه، احفظ لسانك عما لا فائدة فيه.

"Hal-hal yang belum engkau pastikan kebenarannya jangan engkau ucapkan, dan jika engkau telah memastikan kebenarannya bersabarlah hingga engkau memastikan apakah ada maslahatnya atau tidak, jika tidak ada maslahatnya maka jangan berbicara, jagalah lisanmu dari hal-hal yang tidak bermanfaat!"

🔊 Syarh kitab al-Kabair karya asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, 24-06-1439

🌍 Sumber: https://twitter.com/DrSFawzan/status/973144284345065472?s=19

WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy

🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✋🏼🚫🔇 BERSIKAP ADILLAH KETIKA RIDHA DAN MARAH

✍🏼 Sebagian ulama salaf ada yang berkata:

لا تكن ممن إذا رضي أدخله رضاه فى الباطل، وإذا غضب أخرجه غضبه من الحق.

"Janganlah engkau termasuk orang yang jika ridha maka ridhanya memasukkannya ke dalam kebatilan, dan jika dia marah maka kemarahannya mengeluarkannya dari kebenaran!"

📚 Ighatsatul Lahafan, jilid 1 hlm. 29

📝Sumber:
WhatsApp Salafy Indonesia
@ForumSalafy

🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
"ORANG YANG
MENGETAHUI"


JOIN US
@salafypalembang
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
🔓DIAMLAH KALAU ENGKAU TIDAK TAHU

▪️ Al Imam al Mizzi rahimahullah mengatakan,

«لو سكت مٓنْ لا يدري لاستراحٓ وأراح؛ وقلَّ الخطأ وكثُر الصَّواب»

"Kalau saja orang yang tidak tahu itu diam, niscaya dia akan merasa tenang dan membuat keadaan tentram (tidak gaduh), sedikit terjadi kesalahan dan banyaknya kebenaran."

📗[Tahdzib al Kamal 4/326]

🗓 Sumber: https://twitter.com/fzmhm12121/status/1016721409920389121?s=08
-----------------------------------------------------
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/salafypalembang
📡 www.salafypalembang.com.

◾️◾️◾️◽️◽️◽️◽️◾️◾️◾️◽️◽️◽️
💥💐✋🏼🌹 JARH TERHADAP SESEORANG YANG DIKENAL DI ATAS MANHAJ SALAF HARUS DIJELASKAN SECARA RINCI

✍🏻 Asy-Syaikh Rabi' bin Hady al-Madkhaly hafizhahullah berkata:

فالصواب أنه لا بد من تفسير الجرح المجمل، كما هو الراجح عند أئمة النقد والجرح والتعديل، ولا سيما في هذا الوقت الذي كثرت فيه الفتن والإشاعات والقيل والقال، وكثرت فيه التعصبات، ولا سيما إذا كان الجرح فيمن اشتهر بالسلفية.

"Yang benar adalah bahwa harus ada penjelasan jarh (kritikan dan celaan) yang sifatnya global, sebagaimana itu adalah pendapat yang rajih (lebih kuat) menurut para imam dalam bidang kritikan dan jarh wa ta’dil. Terlebih lagi di masa ini banyak fitnah, isu, dan berita yang simpang siur, dan banyak juga sikap-sikap fanatik dalam membela orang-orang tertentu, terlebih lagi jika jarh tersebut ditujukan terhadap seseorang yang dikenal di atas manhaj salaf."

📚 Al-Majmu’ al-Wadhih fir Raddi ala Falih, hlm. 187

🌍 Sumber ||
https://t.me/ImamRabee

https://t.me/salafypalembang
WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://telegram.me/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎
💠🌀 YANG LEBIH BAIK DARI UNGKAPAN SYUKRON / TERIMAKASIH

Tentunya, kalimat syukron atau terimakasih dalam Bahasa Indonesia yang ditujukan pada orang yang berbuat baik pada kita merupakan suatu adab yang sangat terpuji, dan alangkah lebih baik lagi bila dia menyertakannya pula dengan doa.

Asy-Syaikh Muhammad Al-Utsaimin mengatakan,

وكثير من الناس الآن إذا صُنع إليه معروف قال: «شكرًا لك»
وربما قال: «شكرا» فقط، فالأحسن أن يقول: «جزاك الله خيرًا» حتى يُبلغ في الثناء، لكن لو زاد فيها كما لو قال: «جزاك الله ألف خير»، فلا بأس، أو قال: «جزاك الله خيرا كثيرًا» فلا بأس إن شاء الله

"Banyak orang di zaman sekarang jika mendapatkan suatu kebaikan dari orang lain dia mengucapkan, 'Terimakasihku padamu' atau 'Terimakasih' begitu saja.

Yang lebih baik dari ini dia mengucapkan Jazaakallahu khoyron (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan) yang dengan ungkapan ini dia telah memberikan pujian yang terbaik.

Jika dia mau tambahkan seperti dengan kalimat 'jazaakallahu alfa khoyrin' semoga Allah membalasmu dengan seribu kebaikan- maka tidak masalah. Atau kalimat 'jazaakallahu khoyron katsiron' semoga Allah membalasmu dengan banyak kebaikan- juga tidak mengapa, insyaallah."

(Fath Dzil Jalali wal Ikram, XIV/442)

Baca juga:
@nasehatetam/2989

📝 Sumber:
@nasehatetam
www.nasehatetam.net

🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🍃🌷💐🌹 NILAI SHALAT DALAM ISLAM

Allah ta’ala berfirman,

وَٱسۡتَعِينُواْ بِٱلصَّبۡرِ وَٱلصَّلَوٰةِۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلۡخَٰشِعِينَ ٤٥ ٱلَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلَٰقُواْ رَبِّهِمۡ وَأَنَّهُمۡ إِلَيۡهِ رَٰجِعُونَ ٤٦

“Dan memohonlah pertolongan (Allah) dengan sabar dan shalat. Sungguh, shalat itu terasa berat kecuali untuk orang yang khusyuk. Yakni mereka yang meyakini bahwa mereka akan menghadap Allah dan akan dikembalikan kepada-Nya.” (Al-Baqarah: 45—46)

✍🏻 Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan,

فإنما كبرت على غير هؤلاء لخُلوِّ قلوبهم من محبة الله تعالى وتكبيره وتعظيمه والخشوع له، وقلّة رغبتهم فيه، فإن حضور العبد في الصلاة وخشوعه فيها وتكميله لها واستفراغه وسعة في إقامتها وإتمامها على قدر رغبته في الله تعالى

“Sungguh, shalat terasa berat bagi selain orang yang khusyuk, karena kosongnya kalbu mereka dari mahabbah (rasa cinta) kepada Allah, tidak merasakan kebesaran dan keagungan-Nya, tidak khusyuk kepada-Nya, dan rendah kecintaan kepada-Nya. Oleh karena itu, seorang hamba bisa menghadirkan hatinya ketika shalat, bisa khusyuk dan memperbagusnya, dan berusaha dengan serius untuk menegakkan dan meraih kesempurnaan shalat; sesuai dengan kadar cintanya kepada Allah.”

✍🏻 Imam Ahmad rahimahullah berkata,

إنما حظهم من الإسلام على قدر حظهم من الصلاة ورغبتهم في الإسلام على قدر رغبتهم في الصلاة فاعرف نفسك يا عبد الله واحذر أن تلقى الله عز وجل ولا قدر للإسلام عندك، فإن قدر الإسلام في قلبك كقدر الصلاة في قلبك

“Bagian mereka dalam Islam sesuai dengan kadar bagian mereka dalam shalat. Kecintaan mereka terhadap Islam sesuai dengan kadar cinta mereka terhadap shalat. Koreksi dirimu, wahai hamba Allah! Takutlah engkau jika saat menghadap Allah, ternyata tidak ada nilai Islam pada dirimu. Sebab, nilai Islam pada hatimu sesuai dengan nilai shalat pada hatimu juga.”

📚 Ash-Shalatu wa Ahkamu Tarikiha hlm. 140

🌎 Kunjungi: https://forumsalafy.net/nilai-shalat-dalam-islam/

📝 Sumber:
WhatsApp Salafy Indonesia
@ForumSalafy

🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🍃🌻 MELIHAT LAHIRIAH SESEORANG, ITU YANG DIHARUSKAN

Adapun batin (isi dada) nya kita serahkan kepada Allah ta’ala Yang Maha Mengetahui isi hati manusia.

Semestinya keadaan seseorang itu dihukumi berdasarkan lahiriah yang tampak.

Dari Abdullah bin Utbah rohimahullah beliau pernah mengatakan,

“Aku pernah mendengar Shahabat Umar ibnul Khotthob rodhiyallahu ‘anhu mengatakan,

إِنَّ نَاسًا كَانُوا يُؤْخَذُونَ بِالْوَحْي فِي عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَإِنَّ الْوَحْيَ قَدِ انْقَطَعَ،
وَإِنَّمَا نَأْخُذُكُمُ الْآنَ بِمَا ظَهْرَ مِنْ أَعْمَالِكُمْ،

فَمَنْ أَظْهَرَ لَنَا خَيْرًا أَمَّنَّاهُ وَقَرَّبْنَاهُ،
وَلَيْسَ إِلَيْنَا مِنْ سَرِيرَتِهِ شَيْءٌ، اللَّهُ يُحَاسِبُهُ بِسَرِيرَتِهِ،


وَمَنْ أَظْهَرَ لَنَا سُوءًا لَمْ نُؤَمّنْهُ وَلَمْ نُصَدِّقْهُ، وَإِنْ قَالَ إِنَّ سَرِيرَتِي حَسَنَةٌ

”Sesungguhnya , Di zaman Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam sebagian manusia disingkap (atau diketahui) keadaannya dengan (turunnya) wahyu, Dan (turunnya) wahyu telah berhenti.__

Di zaman Sekarang, Kita hanya bisa menghukumi keadaan kalian dengan amal (perbuatan) yang tampak (secara lahiriah, -pent.) dari kalian.

Maka barangsiapa menampakkan kebaikan, kami anggap ia orang tepercaya , serta kami muliakan dia,

Kemudian rahasia (yang tersimpan) dalam hatinya bukan menjadi urusan kami, _Namun__ Allah ta’ala akan tetap memperhitungkan amalannya sesuai rahasia hatinya tersebut.

Dan barangsiapa menampakkan kejelekan, kami tidak akan mempercayainya, kami (juga) tidak akan membenarkan (ucapan) nya,

walaupun ia mengatakan, “Niat (isi hati) ku baik”

[ HR. Bukhori no. 2641 ]

Syekh al-Utsaimin rohimahullah menjelaskan,

"Yang seperti ini termasuk nikmat Allah subhanahu wata’ala yang dilimpahkan kepada kita, Agar kita tidak menghukumi (sesuatu) kecuali berdasarkan penampakan lahiriahnya.

Karena menghukumi (sesuatu) berdasarkan batin (isi hati) seseorang termasuk perkara yang berat.

Allah azza wajalla tidak membebani satu jiwa kecuali sebatas kemampuannya.

Maka barangsiapa menampakkan kebaikan, kita perlakukan ia sesuai dengan kebaikan yang ia tampakkan kepada kita.

Dan barangsiapa menampakkan kejelekan, kita perlakukan ia sesuai dengan kejelekan yang ia tampakkan kepada kita.

Bukan wewenang kita untuk mengurusi niat (isi hati)nya.

Semua niatan diserahkan kepada Allah Tuhan Semesta Alam, azza wajalla, Yang Maha Mengetahui setiap bisikan dalam jiwa Manusia.”

[ Syarah Riyadhus Sholihin , 3/283-284 ]

📝 Sumber:
🔰YOOK NGAJI YANG ILMIAH
(Memfasilitasi Kajian Islam secara Ilmiah) https://Yookngaji.Com
@yookngaji

🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
"BERBAKTI KEPADA
KEDUA ORANG TUA"


JOIN US:
@salafypalembang
3️⃣⚔️ TIGA MUSUH PADA MANUSIA

Berkata 'Allamah Zaid Al Madkholi rahimahullah:

"Manusia memiliki tiga musuh :
1. Syetan manusia dan jin
2. Jiwa ammarah kepada kejelekan
3. Hawa nafsu"

(Al'Aqdul Mundhij, jilid 2 hal.112)

Beliau juga berkata:
"Tidak akan selamat dari musuh ini (syetan jin dan manusia, jiwa ammarah, hawa nafsu), kecuali dengan senjata ilmu syar'i yang buahnya amal sholih dan menjauhi amalan jelek."

(Al'Aqdul Mundhij, jilid 2 hal. 113)

▪️قالَ العلاّمةُ زيد المدخلي -رحمه الله- :
• للإنسان ثلاثة أعداء :
١- شياطين الإنس والجن
٢- النّفس الأمّارة بالسّوء
٣- الهوى.
📚العقد المنضد (جـ ٢ / صـ ١١٢)

▫️قالَ العلاّمةُ زيد المدخلي -رحمه الله- :
" لا نجاة من هؤلاء الأعداء -شياطين الإنس والجن، والنّفس الأمّارة بالسّوء، والهوى-
• إلاّ بسلاح العلم الشّرعي الذي ثمرته العمل الصّالح ومجانبة العمل السيّء ".

📚 العقد المنضد (جـ ٢ / صـ ١١٣)


📝 Sumber:
Media Salafy Lampung
@salafylampungcom

🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🎙JUJUR DALAM TAUBAT

Mvengambil ibroh dari kisah taubatnya sahabat Ka'ab bin Malik radhiyallahu 'anhu

Disampaikan oleh
Al-Ustadz Muhammad bin Umar as-Sewed hafizhahullah

[ Pertanyaan ]
Bagaimana Kita Mengetahui Jujurnya Taubat Saudara Kita Yang Telah Terjatuh Dalam Penyimpangan? Mohon penjelasan faidah penting yang bisa dipetik kisah taubat shahabat Ka'ab bin Malik radhiyallahu 'anhu

Simak selengkapnya di:
📹| [ HD ] https://youtu.be/XP5ntfWhbx4
( Durasi: 4:23 )

📚[Kajian Islam Ilmiyyah Pembahasan Kitab "Aqidatus Salaf Ashabul Hadits"
Masjid IT, Ma'had Daarus-Salaf, Sukoharjo | 28 Rabi'ut Tsani 1437H ~ 7 Februari 2016M]

📝 Sumber:
@Mp3_kajian
www.alfawaaid.net

🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com

⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
💥🔈JAGO BICARA
BELUM TENTU LEBIH
BERILMU


Ibnu Rojab Al-Hambaliy (rohimahulloh) berkata:

فيجب أن يُعتقد أنه ليس كل من كثر بسطه للقول وكلامه في العلم كان أعلم ممن ليس كذالك.

وقد ابتلينا بجهلة من الناس يعتقدون في بعض من توسع في القول من المتأخرين
أنه أعلم ممن تقدم.

"Maka wajib diyakini, sesungguhnya tidak semua orang yang pandai beretorika memaparkan pendapat dan berbicara masalah ilmu, dia lebih berilmu dibandingkan orang lain yang tidak demikian.

Dan sungguh kita telah diberi cobaan dengan adanya orang-orang jahil yang menganggap sebagian orang belakangan yang mampu berbicara panjang-lebar, lebih berilmu dibandingkan orang-orang terdahulu (para sahabat)."

[Fadhlu 'ilmis-salaf 'alal-kholaf, hal. 40]

📝 Sumber:
@KEUTAMAANSUNNAH
@fawaidsolo

🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⛔️🔇 ILMIAH BUKAN MAIN PERASAAN DAN EMOSI DALAM MENGHADAPI FITNAH

💫🌻 Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi al Madkhali hafizhahullah berkata،

🌷قال الشيخ ربيع بن هادي المدخلي حفظه الله :
يا إخوتاه، تثبتوا وتريثوا وتبصروا ولا تنساقوا مع العواطف.
يا إخوتاه، عليكم بالثبات على الحق في السراء والضراء والشدة والرخاء، ولا سيما في حال الفتن. وعليكم بالصدق والعدل في كل الأحوال ولا سيما في حالات الفتن

📚 [نصيحة ودية لمن يحترم السلفية ٢]

"Saudaraku, tegarlah, tenanglah, perhatikanlah, dan janganlah terbawa perasaan/emosi.

Saudaraku, engkau harus tegar di atas kebenaran di saat kondisi tenang dan susah, di saat kesulitan dan kemakmuran, terlebih di masa fitnah melanda. Engkau harus jujur ​​dan sportif dalam semua permasalahan, terutama di masa-masa fitnah."

📚 [Nasihatun Wadiyyah Liman Yahtarimus Salafiyyah 2]


🔰 Join & Share ll
📲 Join t.me/salafypalembang
🌕💢 SAMARNYA FITNAH DAN BAHAYANYA SIKAP TALAWWUN 🌈💥

🚪 Abu Mas’ud masuk menemui Hudzaifah -radhiallahu ‘anhumuaa-, maka ia berkata: “Berilah nasehat kepadaku.” Maka Hudzaifah berkata:

“Bukankah telah datang keyakinan kepadamu?” Abu Mas’ud menjawab, "Benar, demi Kemuliaan Rabb-ku.”

💬 Maka Hudzaifah berkata lagi:

💥 “Ketahuilah, bahwa kesesatan yang sebenar-benar kesesatan ialah; kamu menganggap benar perkara-perkara yang dahulu kamu anggap mungkar, dan kamu menganggap mungkar perkara-perkara yang dahulu kamu anggap benar.

🌈 Berhati-hatilah dari sikap talawwun (berganti-ganti warna), karena Agama Allah itu satu!”

📘 Al Ibanah al-Kubra (I/189)

🔹* دَخَلَ أَبُو مَسْعُودٍ عَلَى حُذَيْفَةَ فَقَالَ
*اعْهَدْ إِلَيَّ, فَقَالَ لَهُ* أَلَمْ يَأْتِكَ الْيَقِينُ ؟ »*
*قَالَ : بَلَى وَعِزَّةِ رَبِّي ،
*قَالَ :*فَاعْلَمْ أَنَّ الضَّلاَلَةَ حَقَّ الضَّلاَلَةِ : أَنْ تَعْرِفَ مَا كُنْتَ تُنْكِرُ ، وَأَنْ تُنْكِرَ مَا كُنْتَ تَعْرِفُ ، وَإِيَّاكَ وَالتَّلَوُّنِ ، فَإِنَّ دِينَ اللَّهِ وَاحِدٌ » .*
📚 الإبانة الكبرى (1/189)


Sumber:
WhatsApp Salafy Cirebon
@salafy_cirebon
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
"SIFAT HATI"

JOIN US
@salafypalembang
✋🏻📢⚠️ TIDAK BOLEH MERASA AMAN DARI KESESATAN

✍🏻 Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata,

لا أحد يزكي نفسه، ولا أحد لا يخاف من الفتنة، ما دام على قيد الحياة اﻹنسان معرض للفتنة، ضلََّّ علماء أحبار، وزلّت أقدامهم، وختم لهم بالسّوء وهم علماء، فالخطر شديد، ولا يأمن اﻹنسان على نفسه أن تنزلق قدمه في الضلال.

"Tidak ada seorang pun yang boleh menganggap dirinya suci. Tidak ada seorang pun yang boleh merasa tidak takut terhadap kesesatan. Selama masih hidup, seseorang menjadi sasaran kesesatan. Telah banyak ulama yang tersesat. Mereka tergelincir dan ditimpa su'ul khatimah, padahal mereka adalah ulama. Jadi, bahaya yang mengintai sangat besar. Seseorang tidak bisa merasa aman bahwa dirinya tidak akan tergelincir dalam kesesatan."

📚 I’anatul Mustafid, jilid 1 hlm. 129

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://telegram.me/ForumSalafy
______________________________
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com

✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
💺👣 HUKUM BERJALAN DALAM SHALAT UNTUK MENCARI SUTRAH

Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata,

"Makmum ketika imam telah salam, maka ia menjadi munfarid/sendirian. Maka dalam keadaan ini -sutroh imam adalah sutroh baginya (makmum) – tidak berlaku lagi, karena si imam saat ini bukan lagi imam, ia sudah berpindah dari posisinya sebagai imam. Namun setelah itu jika makmum kembali berdiri meneruskan shalat, apakah disyari’atkan bagi makmum untuk mencari sutroh?
Yang nampak bagiku, TIDAK DISYARIATKAN untuk mencari sutroh. Karena para sahabat Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam ketika mereka masbuk dan hendak menyelesaikan sisa shalatnya, mereka TIDAK LAGI MENCARI SUTROH. Lalu jika kita katakan bahwa sebaiknya mencari sutroh, atau bahkan wajib bagi yang berpendapat wajibnya sutroh, maka pada umumnya diperlukan melangkah dan gerakan yang tentunya tidak bisa kita bolehkan KECUALI DENGAN DALIL YANG TEGAS. Maka yang nampak disini, kita katakan kepada makmum bahwa sutroh anda sudah berakhir dengan berakhirnya imam dan ANDA TIDAK PERLU MENCARI SUTROH. KARENA TIDAK ADA DALIL MENGENAI MENCARI SUTROH DI TENGAH-TENGAH SHALAT. Yang ada dalilnya adalah mencari sutroh SEBELUM mulai shalat.”

🎙[Liqa Babil Maftuh, kaset no. 155, fatwa no. 16, Al Mausu’ah Asy Syamilah]


سترة الإمام سترة للمأموم أثناء الصلاة: ____________________________________ السؤال: نعلم بأن سترة الإمام سترة للمأموم، فإذا انتهى الإمام من صلاته وقام المأموم يقضي فهل تستمر سترة الإمام سترة للمأمومين، أو يكون الإمام سترة للمأموم بعد انفراده؟ ____________________________________ الجواب: المأموم لما سلم الإمام صار منفرداً فلا تكون سترة الإمام سترة له حتى الإمام الآن ليس بإمام؛ لأنه انصرف وذهب عن مكانه، لكن هل يشرع للمأموم بعد ذلك إذا قام يقضي ما فاته أن يتخذ سترة؟ الذي يظهر لي: أنه لا يشرع، وأن الصحابة رضي الله عنهم إذا فاتهم شيء قضوا بدون أن يتخذوا سترة، ثم لو قلنا: بأنه يستحب أن يتخذ سترة، أو يجب على قول من يرى وجوب السترة، فإن الغالب أنه يحتاج إلى مشي وإلى حركة لا نستبيحها إلا بدليل بين، فالظاهر أن المأموم يقال له: سترة الإمام انتهت معك وأنت لا تتخذ سترة؛ لأنه لم يرد اتخاذ السترة في أثناء الصلاة، وإنما تتخذ السترة قبل البدء في الصلاة. الموسوعة الشاملة – لقاءات الباب المفتوح – للشيخ بن عثيمين شريط رقم 155

🔰 https://t.me/salafypalembang
________________________________
▪️Sumber Artikel: https://salafy.or.id/hukum-berjalan-dalam-keadaan-shalat-untuk-mencari-sutroh-2/ | Salafy.or.id