🍃💐🌷🌹 KEUTAMAAN AKHLAK YANG BAIK
✍🏻 Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata,
الخُلق الحسن يُكسب الإنسان الراحة والطمأنينة وعدم القلق لأنه مطمئن من نفسه في معاملة غيره
"Akhlak yang baik yang dimiliki seseorang akan mendatangkan kelapangan, ketenteraman, dan jauh dari kegelisahan. Sebab, dirinya merasa tenang dari (keburukan) jiwanya saat bergaul dengan orang lain."
📚 Syarah al-Arba'in an-Nawawiyah hlm. 234
📝 Sumber:
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
@ForumSalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍🏻 Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata,
الخُلق الحسن يُكسب الإنسان الراحة والطمأنينة وعدم القلق لأنه مطمئن من نفسه في معاملة غيره
"Akhlak yang baik yang dimiliki seseorang akan mendatangkan kelapangan, ketenteraman, dan jauh dari kegelisahan. Sebab, dirinya merasa tenang dari (keburukan) jiwanya saat bergaul dengan orang lain."
📚 Syarah al-Arba'in an-Nawawiyah hlm. 234
📝 Sumber:
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
@ForumSalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
::
📬 MENGAMBIL IBROH DARI FITNAH MUSHO'FIQOH : ORANG SUDAH RUJUK DAN TAUBAT TIDAKLAH CUKUP, TAPI HARUS DIHANCURKAN!
🎙Al-Ustadz Usamah Mahri hafizhahullah
Transkrip:
Ibroh yang bisa kita ambil dari Fitnah mushofiqoh, Fitnah Muhammad Bin Hady.. dan banyak fitnah mereka,
Salah satunya.. mereka menilai dan menganggap rujuknya orang dari kesalahannya itu rodhilah kerendahan dan kehinaan.. yusyanna' mereka cela..!
Mereka jadikan itu Sukhriyyah bahan tertawaan..!
Mereka jadikan itu nilai negatif..!
Fulan pernah begini, fulan pernah mengatakan ini..
Dan dijadikan bahan untuk menjatuhkan..!
ITU MANHAJ HADDADIY.. MANHAJ MUSHO'FIQOH!!
Bukan manhaj 'ulama..arroskhiin min ahlil 'ilmy,
ORANG RUJUK MENGAKU SALAH YA ALHAMDULILLAH.. ITU YANG DIHARAPKAN, TIDAK LEBIH!
Kecuali memang tampak kalau orang itu punya muatan lain.. bukan karena Allah tapi ADA MUATAN-MUATAN PRIBADI INGIN MENGHANCURKAN KARAKTER TERTENTU..!
INGIN MERUSAK DAN MENJATUHKANNYA..!
Hanya sekedar Rujuk Taubat nggak cukup baginya, HARUS DIHANCURKAN ORANG INI...!!
DAN ITU AKHLAK RENDAH..AKHLAK MUNAFIK..!
Mukmin yastur wa yanshoh.. sifat seorang mukmin menutupi dan menasehati..
Tidak dibiarkan saudaranya dalam kesalahan.. Ta'aal! diingatkan!
Aku melihat kamu begini Ittaqillah ya fulan, ini salah..! ini jelek.. rubah, benahi, tinggalkan! lakukan ini! nasehat.. ! (Tapi dia tutupi..)
TIDAK DIA SIARKAN DAN GEMBAR-GEMBORKAN KESANA KEMARI!
Walmunaafik yafdhoh wa yu'ayyir..!!
Sifat munafik yafdhoh..! Bangga dan senangnya kalau dapat kesalahan saudaranya!
DIA BONGKAR DAN DIA SEBAR KESANA-KEMARI.. dan bukannya dia nasehati tapi yu'ayyir..
Haah kan ketahuaan..!? Makanya hua ini.. dia lakukan ini ! (Sudah tobat) makanya hhh..! Aku kan sudah pernah bilang dia itu begini-gini !
Bukannya Alhamdulillah saudara kita rujuk, Semoga Allah beri Taufik.. semoga.. disambut dengan baik!
La, munafik yu'ayyir!
Dia Jadikan itu poin bagaimana menghancurkan.. bukan akhlak seorang mukmin.. 'adhiim.
▪️https://t.me/salafypalembang
_____________________________
🔰Sumber ||
http://bit.ly/33lbEx2
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
▫️▪️▫️▪️▫️▪️▫️▪️▫️▪️▫️▪️▫️▪️▫️
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 MENGAMBIL IBROH DARI FITNAH MUSHO'FIQOH : ORANG SUDAH RUJUK DAN TAUBAT TIDAKLAH CUKUP, TAPI HARUS DIHANCURKAN!
🎙Al-Ustadz Usamah Mahri hafizhahullah
Transkrip:
Ibroh yang bisa kita ambil dari Fitnah mushofiqoh, Fitnah Muhammad Bin Hady.. dan banyak fitnah mereka,
Salah satunya.. mereka menilai dan menganggap rujuknya orang dari kesalahannya itu rodhilah kerendahan dan kehinaan.. yusyanna' mereka cela..!
Mereka jadikan itu Sukhriyyah bahan tertawaan..!
Mereka jadikan itu nilai negatif..!
Fulan pernah begini, fulan pernah mengatakan ini..
Dan dijadikan bahan untuk menjatuhkan..!
ITU MANHAJ HADDADIY.. MANHAJ MUSHO'FIQOH!!
Bukan manhaj 'ulama..arroskhiin min ahlil 'ilmy,
ORANG RUJUK MENGAKU SALAH YA ALHAMDULILLAH.. ITU YANG DIHARAPKAN, TIDAK LEBIH!
Kecuali memang tampak kalau orang itu punya muatan lain.. bukan karena Allah tapi ADA MUATAN-MUATAN PRIBADI INGIN MENGHANCURKAN KARAKTER TERTENTU..!
INGIN MERUSAK DAN MENJATUHKANNYA..!
Hanya sekedar Rujuk Taubat nggak cukup baginya, HARUS DIHANCURKAN ORANG INI...!!
DAN ITU AKHLAK RENDAH..AKHLAK MUNAFIK..!
Mukmin yastur wa yanshoh.. sifat seorang mukmin menutupi dan menasehati..
Tidak dibiarkan saudaranya dalam kesalahan.. Ta'aal! diingatkan!
Aku melihat kamu begini Ittaqillah ya fulan, ini salah..! ini jelek.. rubah, benahi, tinggalkan! lakukan ini! nasehat.. ! (Tapi dia tutupi..)
TIDAK DIA SIARKAN DAN GEMBAR-GEMBORKAN KESANA KEMARI!
Walmunaafik yafdhoh wa yu'ayyir..!!
Sifat munafik yafdhoh..! Bangga dan senangnya kalau dapat kesalahan saudaranya!
DIA BONGKAR DAN DIA SEBAR KESANA-KEMARI.. dan bukannya dia nasehati tapi yu'ayyir..
Haah kan ketahuaan..!? Makanya hua ini.. dia lakukan ini ! (Sudah tobat) makanya hhh..! Aku kan sudah pernah bilang dia itu begini-gini !
Bukannya Alhamdulillah saudara kita rujuk, Semoga Allah beri Taufik.. semoga.. disambut dengan baik!
La, munafik yu'ayyir!
Dia Jadikan itu poin bagaimana menghancurkan.. bukan akhlak seorang mukmin.. 'adhiim.
▪️https://t.me/salafypalembang
_____________________________
🔰Sumber ||
http://bit.ly/33lbEx2
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
▫️▪️▫️▪️▫️▪️▫️▪️▫️▪️▫️▪️▫️▪️▫️
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
💥⚠⛔🔥 JANGAN TERBURU-BURU BERBICARA!!
✍🏼 Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata:
ما لم تتأكد منه لا تتكلم به، وإذا تأكدت منه اصبر هل فيه مصلحة أم ليس فيه، إن لم يكن فيه مصلحة، اتركه، احفظ لسانك عما لا فائدة فيه.
"Hal-hal yang belum engkau pastikan kebenarannya jangan engkau ucapkan, dan jika engkau telah memastikan kebenarannya bersabarlah hingga engkau memastikan apakah ada maslahatnya atau tidak, jika tidak ada maslahatnya maka jangan berbicara, jagalah lisanmu dari hal-hal yang tidak bermanfaat!"
🔊 Syarh kitab al-Kabair karya asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, 24-06-1439
🌍 Sumber: https://twitter.com/DrSFawzan/status/973144284345065472?s=19
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍🏼 Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata:
ما لم تتأكد منه لا تتكلم به، وإذا تأكدت منه اصبر هل فيه مصلحة أم ليس فيه، إن لم يكن فيه مصلحة، اتركه، احفظ لسانك عما لا فائدة فيه.
"Hal-hal yang belum engkau pastikan kebenarannya jangan engkau ucapkan, dan jika engkau telah memastikan kebenarannya bersabarlah hingga engkau memastikan apakah ada maslahatnya atau tidak, jika tidak ada maslahatnya maka jangan berbicara, jagalah lisanmu dari hal-hal yang tidak bermanfaat!"
🔊 Syarh kitab al-Kabair karya asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, 24-06-1439
🌍 Sumber: https://twitter.com/DrSFawzan/status/973144284345065472?s=19
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✋🏼⚠🚫🔇 BERSIKAP ADILLAH KETIKA RIDHA DAN MARAH
✍🏼 Sebagian ulama salaf ada yang berkata:
لا تكن ممن إذا رضي أدخله رضاه فى الباطل، وإذا غضب أخرجه غضبه من الحق.
"Janganlah engkau termasuk orang yang jika ridha maka ridhanya memasukkannya ke dalam kebatilan, dan jika dia marah maka kemarahannya mengeluarkannya dari kebenaran!"
📚 Ighatsatul Lahafan, jilid 1 hlm. 29
📝Sumber:
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
@ForumSalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍🏼 Sebagian ulama salaf ada yang berkata:
لا تكن ممن إذا رضي أدخله رضاه فى الباطل، وإذا غضب أخرجه غضبه من الحق.
"Janganlah engkau termasuk orang yang jika ridha maka ridhanya memasukkannya ke dalam kebatilan, dan jika dia marah maka kemarahannya mengeluarkannya dari kebenaran!"
📚 Ighatsatul Lahafan, jilid 1 hlm. 29
📝Sumber:
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
@ForumSalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
Forwarded from Salafy Palembang 🇮🇩
⏩🔓DIAMLAH KALAU ENGKAU TIDAK TAHU
▪️ Al Imam al Mizzi rahimahullah mengatakan,
«لو سكت مٓنْ لا يدري لاستراحٓ وأراح؛ وقلَّ الخطأ وكثُر الصَّواب»
"Kalau saja orang yang tidak tahu itu diam, niscaya dia akan merasa tenang dan membuat keadaan tentram (tidak gaduh), sedikit terjadi kesalahan dan banyaknya kebenaran."
📗[Tahdzib al Kamal 4/326]
🗓 Sumber: https://twitter.com/fzmhm12121/status/1016721409920389121?s=08
-----------------------------------------------------
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/salafypalembang
📡 www.salafypalembang.com.
◾️◾️◾️◽️◽️◽️◽️◾️◾️◾️◽️◽️◽️
▪️ Al Imam al Mizzi rahimahullah mengatakan,
«لو سكت مٓنْ لا يدري لاستراحٓ وأراح؛ وقلَّ الخطأ وكثُر الصَّواب»
"Kalau saja orang yang tidak tahu itu diam, niscaya dia akan merasa tenang dan membuat keadaan tentram (tidak gaduh), sedikit terjadi kesalahan dan banyaknya kebenaran."
📗[Tahdzib al Kamal 4/326]
🗓 Sumber: https://twitter.com/fzmhm12121/status/1016721409920389121?s=08
-----------------------------------------------------
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/salafypalembang
📡 www.salafypalembang.com.
◾️◾️◾️◽️◽️◽️◽️◾️◾️◾️◽️◽️◽️
💥💐✋🏼🌹 JARH TERHADAP SESEORANG YANG DIKENAL DI ATAS MANHAJ SALAF HARUS DIJELASKAN SECARA RINCI
✍🏻 Asy-Syaikh Rabi' bin Hady al-Madkhaly hafizhahullah berkata:
فالصواب أنه لا بد من تفسير الجرح المجمل، كما هو الراجح عند أئمة النقد والجرح والتعديل، ولا سيما في هذا الوقت الذي كثرت فيه الفتن والإشاعات والقيل والقال، وكثرت فيه التعصبات، ولا سيما إذا كان الجرح فيمن اشتهر بالسلفية.
"Yang benar adalah bahwa harus ada penjelasan jarh (kritikan dan celaan) yang sifatnya global, sebagaimana itu adalah pendapat yang rajih (lebih kuat) menurut para imam dalam bidang kritikan dan jarh wa ta’dil. Terlebih lagi di masa ini banyak fitnah, isu, dan berita yang simpang siur, dan banyak juga sikap-sikap fanatik dalam membela orang-orang tertentu, terlebih lagi jika jarh tersebut ditujukan terhadap seseorang yang dikenal di atas manhaj salaf."
📚 Al-Majmu’ al-Wadhih fir Raddi ala Falih, hlm. 187
🌍 Sumber ||
https://t.me/ImamRabee
https://t.me/salafypalembang
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/ForumSalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎
✍🏻 Asy-Syaikh Rabi' bin Hady al-Madkhaly hafizhahullah berkata:
فالصواب أنه لا بد من تفسير الجرح المجمل، كما هو الراجح عند أئمة النقد والجرح والتعديل، ولا سيما في هذا الوقت الذي كثرت فيه الفتن والإشاعات والقيل والقال، وكثرت فيه التعصبات، ولا سيما إذا كان الجرح فيمن اشتهر بالسلفية.
"Yang benar adalah bahwa harus ada penjelasan jarh (kritikan dan celaan) yang sifatnya global, sebagaimana itu adalah pendapat yang rajih (lebih kuat) menurut para imam dalam bidang kritikan dan jarh wa ta’dil. Terlebih lagi di masa ini banyak fitnah, isu, dan berita yang simpang siur, dan banyak juga sikap-sikap fanatik dalam membela orang-orang tertentu, terlebih lagi jika jarh tersebut ditujukan terhadap seseorang yang dikenal di atas manhaj salaf."
📚 Al-Majmu’ al-Wadhih fir Raddi ala Falih, hlm. 187
🌍 Sumber ||
https://t.me/ImamRabee
https://t.me/salafypalembang
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/ForumSalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎
💠🌀 YANG LEBIH BAIK DARI UNGKAPAN SYUKRON / TERIMAKASIH
Tentunya, kalimat syukron atau terimakasih dalam Bahasa Indonesia yang ditujukan pada orang yang berbuat baik pada kita merupakan suatu adab yang sangat terpuji, dan alangkah lebih baik lagi bila dia menyertakannya pula dengan doa.
Asy-Syaikh Muhammad Al-Utsaimin mengatakan,
وكثير من الناس الآن إذا صُنع إليه معروف قال: «شكرًا لك»
وربما قال: «شكرا» فقط، فالأحسن أن يقول: «جزاك الله خيرًا» حتى يُبلغ في الثناء، لكن لو زاد فيها كما لو قال: «جزاك الله ألف خير»، فلا بأس، أو قال: «جزاك الله خيرا كثيرًا» فلا بأس إن شاء الله
"Banyak orang di zaman sekarang jika mendapatkan suatu kebaikan dari orang lain dia mengucapkan, 'Terimakasihku padamu' atau 'Terimakasih' begitu saja.
Yang lebih baik dari ini dia mengucapkan Jazaakallahu khoyron (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan) yang dengan ungkapan ini dia telah memberikan pujian yang terbaik.
Jika dia mau tambahkan seperti dengan kalimat 'jazaakallahu alfa khoyrin' semoga Allah membalasmu dengan seribu kebaikan- maka tidak masalah. Atau kalimat 'jazaakallahu khoyron katsiron' semoga Allah membalasmu dengan banyak kebaikan- juga tidak mengapa, insyaallah."
(Fath Dzil Jalali wal Ikram, XIV/442)
Baca juga:
@nasehatetam/2989
📝 Sumber:
@nasehatetam
www.nasehatetam.net
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Tentunya, kalimat syukron atau terimakasih dalam Bahasa Indonesia yang ditujukan pada orang yang berbuat baik pada kita merupakan suatu adab yang sangat terpuji, dan alangkah lebih baik lagi bila dia menyertakannya pula dengan doa.
Asy-Syaikh Muhammad Al-Utsaimin mengatakan,
وكثير من الناس الآن إذا صُنع إليه معروف قال: «شكرًا لك»
وربما قال: «شكرا» فقط، فالأحسن أن يقول: «جزاك الله خيرًا» حتى يُبلغ في الثناء، لكن لو زاد فيها كما لو قال: «جزاك الله ألف خير»، فلا بأس، أو قال: «جزاك الله خيرا كثيرًا» فلا بأس إن شاء الله
"Banyak orang di zaman sekarang jika mendapatkan suatu kebaikan dari orang lain dia mengucapkan, 'Terimakasihku padamu' atau 'Terimakasih' begitu saja.
Yang lebih baik dari ini dia mengucapkan Jazaakallahu khoyron (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan) yang dengan ungkapan ini dia telah memberikan pujian yang terbaik.
Jika dia mau tambahkan seperti dengan kalimat 'jazaakallahu alfa khoyrin' semoga Allah membalasmu dengan seribu kebaikan- maka tidak masalah. Atau kalimat 'jazaakallahu khoyron katsiron' semoga Allah membalasmu dengan banyak kebaikan- juga tidak mengapa, insyaallah."
(Fath Dzil Jalali wal Ikram, XIV/442)
Baca juga:
@nasehatetam/2989
📝 Sumber:
@nasehatetam
www.nasehatetam.net
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
🍃🌷💐🌹 NILAI SHALAT DALAM ISLAM
Allah ta’ala berfirman,
وَٱسۡتَعِينُواْ بِٱلصَّبۡرِ وَٱلصَّلَوٰةِۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلۡخَٰشِعِينَ ٤٥ ٱلَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلَٰقُواْ رَبِّهِمۡ وَأَنَّهُمۡ إِلَيۡهِ رَٰجِعُونَ ٤٦
“Dan memohonlah pertolongan (Allah) dengan sabar dan shalat. Sungguh, shalat itu terasa berat kecuali untuk orang yang khusyuk. Yakni mereka yang meyakini bahwa mereka akan menghadap Allah dan akan dikembalikan kepada-Nya.” (Al-Baqarah: 45—46)
✍🏻 Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan,
فإنما كبرت على غير هؤلاء لخُلوِّ قلوبهم من محبة الله تعالى وتكبيره وتعظيمه والخشوع له، وقلّة رغبتهم فيه، فإن حضور العبد في الصلاة وخشوعه فيها وتكميله لها واستفراغه وسعة في إقامتها وإتمامها على قدر رغبته في الله تعالى
“Sungguh, shalat terasa berat bagi selain orang yang khusyuk, karena kosongnya kalbu mereka dari mahabbah (rasa cinta) kepada Allah, tidak merasakan kebesaran dan keagungan-Nya, tidak khusyuk kepada-Nya, dan rendah kecintaan kepada-Nya. Oleh karena itu, seorang hamba bisa menghadirkan hatinya ketika shalat, bisa khusyuk dan memperbagusnya, dan berusaha dengan serius untuk menegakkan dan meraih kesempurnaan shalat; sesuai dengan kadar cintanya kepada Allah.”
✍🏻 Imam Ahmad rahimahullah berkata,
إنما حظهم من الإسلام على قدر حظهم من الصلاة ورغبتهم في الإسلام على قدر رغبتهم في الصلاة فاعرف نفسك يا عبد الله واحذر أن تلقى الله عز وجل ولا قدر للإسلام عندك، فإن قدر الإسلام في قلبك كقدر الصلاة في قلبك
“Bagian mereka dalam Islam sesuai dengan kadar bagian mereka dalam shalat. Kecintaan mereka terhadap Islam sesuai dengan kadar cinta mereka terhadap shalat. Koreksi dirimu, wahai hamba Allah! Takutlah engkau jika saat menghadap Allah, ternyata tidak ada nilai Islam pada dirimu. Sebab, nilai Islam pada hatimu sesuai dengan nilai shalat pada hatimu juga.”
📚 Ash-Shalatu wa Ahkamu Tarikiha hlm. 140
🌎 Kunjungi: https://forumsalafy.net/nilai-shalat-dalam-islam/
📝 Sumber:
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
@ForumSalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Allah ta’ala berfirman,
وَٱسۡتَعِينُواْ بِٱلصَّبۡرِ وَٱلصَّلَوٰةِۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلۡخَٰشِعِينَ ٤٥ ٱلَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلَٰقُواْ رَبِّهِمۡ وَأَنَّهُمۡ إِلَيۡهِ رَٰجِعُونَ ٤٦
“Dan memohonlah pertolongan (Allah) dengan sabar dan shalat. Sungguh, shalat itu terasa berat kecuali untuk orang yang khusyuk. Yakni mereka yang meyakini bahwa mereka akan menghadap Allah dan akan dikembalikan kepada-Nya.” (Al-Baqarah: 45—46)
✍🏻 Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan,
فإنما كبرت على غير هؤلاء لخُلوِّ قلوبهم من محبة الله تعالى وتكبيره وتعظيمه والخشوع له، وقلّة رغبتهم فيه، فإن حضور العبد في الصلاة وخشوعه فيها وتكميله لها واستفراغه وسعة في إقامتها وإتمامها على قدر رغبته في الله تعالى
“Sungguh, shalat terasa berat bagi selain orang yang khusyuk, karena kosongnya kalbu mereka dari mahabbah (rasa cinta) kepada Allah, tidak merasakan kebesaran dan keagungan-Nya, tidak khusyuk kepada-Nya, dan rendah kecintaan kepada-Nya. Oleh karena itu, seorang hamba bisa menghadirkan hatinya ketika shalat, bisa khusyuk dan memperbagusnya, dan berusaha dengan serius untuk menegakkan dan meraih kesempurnaan shalat; sesuai dengan kadar cintanya kepada Allah.”
✍🏻 Imam Ahmad rahimahullah berkata,
إنما حظهم من الإسلام على قدر حظهم من الصلاة ورغبتهم في الإسلام على قدر رغبتهم في الصلاة فاعرف نفسك يا عبد الله واحذر أن تلقى الله عز وجل ولا قدر للإسلام عندك، فإن قدر الإسلام في قلبك كقدر الصلاة في قلبك
“Bagian mereka dalam Islam sesuai dengan kadar bagian mereka dalam shalat. Kecintaan mereka terhadap Islam sesuai dengan kadar cinta mereka terhadap shalat. Koreksi dirimu, wahai hamba Allah! Takutlah engkau jika saat menghadap Allah, ternyata tidak ada nilai Islam pada dirimu. Sebab, nilai Islam pada hatimu sesuai dengan nilai shalat pada hatimu juga.”
📚 Ash-Shalatu wa Ahkamu Tarikiha hlm. 140
🌎 Kunjungi: https://forumsalafy.net/nilai-shalat-dalam-islam/
📝 Sumber:
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
@ForumSalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🍃🌻 MELIHAT LAHIRIAH SESEORANG, ITU YANG DIHARUSKAN
Adapun batin (isi dada) nya kita serahkan kepada Allah ta’ala Yang Maha Mengetahui isi hati manusia.
Semestinya keadaan seseorang itu dihukumi berdasarkan lahiriah yang tampak.
Dari Abdullah bin Utbah rohimahullah beliau pernah mengatakan,
“Aku pernah mendengar Shahabat Umar ibnul Khotthob rodhiyallahu ‘anhu mengatakan,
إِنَّ نَاسًا كَانُوا يُؤْخَذُونَ بِالْوَحْي فِي عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَإِنَّ الْوَحْيَ قَدِ انْقَطَعَ،
وَإِنَّمَا نَأْخُذُكُمُ الْآنَ بِمَا ظَهْرَ مِنْ أَعْمَالِكُمْ،
فَمَنْ أَظْهَرَ لَنَا خَيْرًا أَمَّنَّاهُ وَقَرَّبْنَاهُ،
وَلَيْسَ إِلَيْنَا مِنْ سَرِيرَتِهِ شَيْءٌ، اللَّهُ يُحَاسِبُهُ بِسَرِيرَتِهِ،
وَمَنْ أَظْهَرَ لَنَا سُوءًا لَمْ نُؤَمّنْهُ وَلَمْ نُصَدِّقْهُ، وَإِنْ قَالَ إِنَّ سَرِيرَتِي حَسَنَةٌ
”Sesungguhnya , Di zaman Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam sebagian manusia disingkap (atau diketahui) keadaannya dengan (turunnya) wahyu, Dan (turunnya) wahyu telah berhenti.__
Di zaman Sekarang, Kita hanya bisa menghukumi keadaan kalian dengan amal (perbuatan) yang tampak (secara lahiriah, -pent.) dari kalian.
Maka barangsiapa menampakkan kebaikan, kami anggap ia orang tepercaya , serta kami muliakan dia,
Kemudian rahasia (yang tersimpan) dalam hatinya bukan menjadi urusan kami, _Namun__ Allah ta’ala akan tetap memperhitungkan amalannya sesuai rahasia hatinya tersebut.
Dan barangsiapa menampakkan kejelekan, kami tidak akan mempercayainya, kami (juga) tidak akan membenarkan (ucapan) nya,
walaupun ia mengatakan, “Niat (isi hati) ku baik”
[ HR. Bukhori no. 2641 ]
✍Syekh al-Utsaimin rohimahullah menjelaskan,
"Yang seperti ini termasuk nikmat Allah subhanahu wata’ala yang dilimpahkan kepada kita, Agar kita tidak menghukumi (sesuatu) kecuali berdasarkan penampakan lahiriahnya.
Karena menghukumi (sesuatu) berdasarkan batin (isi hati) seseorang termasuk perkara yang berat.
Allah azza wajalla tidak membebani satu jiwa kecuali sebatas kemampuannya.
Maka barangsiapa menampakkan kebaikan, kita perlakukan ia sesuai dengan kebaikan yang ia tampakkan kepada kita.
Dan barangsiapa menampakkan kejelekan, kita perlakukan ia sesuai dengan kejelekan yang ia tampakkan kepada kita.
Bukan wewenang kita untuk mengurusi niat (isi hati)nya.
Semua niatan diserahkan kepada Allah Tuhan Semesta Alam, azza wajalla, Yang Maha Mengetahui setiap bisikan dalam jiwa Manusia.”
[ Syarah Riyadhus Sholihin , 3/283-284 ]
📝 Sumber:
🔰YOOK NGAJI YANG ILMIAH
(Memfasilitasi Kajian Islam secara Ilmiah) https://Yookngaji.Com
@yookngaji
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Adapun batin (isi dada) nya kita serahkan kepada Allah ta’ala Yang Maha Mengetahui isi hati manusia.
Semestinya keadaan seseorang itu dihukumi berdasarkan lahiriah yang tampak.
Dari Abdullah bin Utbah rohimahullah beliau pernah mengatakan,
“Aku pernah mendengar Shahabat Umar ibnul Khotthob rodhiyallahu ‘anhu mengatakan,
إِنَّ نَاسًا كَانُوا يُؤْخَذُونَ بِالْوَحْي فِي عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَإِنَّ الْوَحْيَ قَدِ انْقَطَعَ،
وَإِنَّمَا نَأْخُذُكُمُ الْآنَ بِمَا ظَهْرَ مِنْ أَعْمَالِكُمْ،
فَمَنْ أَظْهَرَ لَنَا خَيْرًا أَمَّنَّاهُ وَقَرَّبْنَاهُ،
وَلَيْسَ إِلَيْنَا مِنْ سَرِيرَتِهِ شَيْءٌ، اللَّهُ يُحَاسِبُهُ بِسَرِيرَتِهِ،
وَمَنْ أَظْهَرَ لَنَا سُوءًا لَمْ نُؤَمّنْهُ وَلَمْ نُصَدِّقْهُ، وَإِنْ قَالَ إِنَّ سَرِيرَتِي حَسَنَةٌ
”Sesungguhnya , Di zaman Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam sebagian manusia disingkap (atau diketahui) keadaannya dengan (turunnya) wahyu, Dan (turunnya) wahyu telah berhenti.__
Di zaman Sekarang, Kita hanya bisa menghukumi keadaan kalian dengan amal (perbuatan) yang tampak (secara lahiriah, -pent.) dari kalian.
Maka barangsiapa menampakkan kebaikan, kami anggap ia orang tepercaya , serta kami muliakan dia,
Kemudian rahasia (yang tersimpan) dalam hatinya bukan menjadi urusan kami, _Namun__ Allah ta’ala akan tetap memperhitungkan amalannya sesuai rahasia hatinya tersebut.
Dan barangsiapa menampakkan kejelekan, kami tidak akan mempercayainya, kami (juga) tidak akan membenarkan (ucapan) nya,
walaupun ia mengatakan, “Niat (isi hati) ku baik”
[ HR. Bukhori no. 2641 ]
✍Syekh al-Utsaimin rohimahullah menjelaskan,
"Yang seperti ini termasuk nikmat Allah subhanahu wata’ala yang dilimpahkan kepada kita, Agar kita tidak menghukumi (sesuatu) kecuali berdasarkan penampakan lahiriahnya.
Karena menghukumi (sesuatu) berdasarkan batin (isi hati) seseorang termasuk perkara yang berat.
Allah azza wajalla tidak membebani satu jiwa kecuali sebatas kemampuannya.
Maka barangsiapa menampakkan kebaikan, kita perlakukan ia sesuai dengan kebaikan yang ia tampakkan kepada kita.
Dan barangsiapa menampakkan kejelekan, kita perlakukan ia sesuai dengan kejelekan yang ia tampakkan kepada kita.
Bukan wewenang kita untuk mengurusi niat (isi hati)nya.
Semua niatan diserahkan kepada Allah Tuhan Semesta Alam, azza wajalla, Yang Maha Mengetahui setiap bisikan dalam jiwa Manusia.”
[ Syarah Riyadhus Sholihin , 3/283-284 ]
📝 Sumber:
🔰YOOK NGAJI YANG ILMIAH
(Memfasilitasi Kajian Islam secara Ilmiah) https://Yookngaji.Com
@yookngaji
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
Forwarded from Salafy Palembang 🇮🇩
❌3️⃣⚔️ TIGA MUSUH PADA MANUSIA
Berkata 'Allamah Zaid Al Madkholi rahimahullah:
"Manusia memiliki tiga musuh :
1. Syetan manusia dan jin
2. Jiwa ammarah kepada kejelekan
3. Hawa nafsu"
(Al'Aqdul Mundhij, jilid 2 hal.112)
Beliau juga berkata:
"Tidak akan selamat dari musuh ini (syetan jin dan manusia, jiwa ammarah, hawa nafsu), kecuali dengan senjata ilmu syar'i yang buahnya amal sholih dan menjauhi amalan jelek."
(Al'Aqdul Mundhij, jilid 2 hal. 113)
▪️قالَ العلاّمةُ زيد المدخلي -رحمه الله- :
• للإنسان ثلاثة أعداء :
١- شياطين الإنس والجن
٢- النّفس الأمّارة بالسّوء
٣- الهوى.
📚العقد المنضد (جـ ٢ / صـ ١١٢)
▫️قالَ العلاّمةُ زيد المدخلي -رحمه الله- :
" لا نجاة من هؤلاء الأعداء -شياطين الإنس والجن، والنّفس الأمّارة بالسّوء، والهوى-
• إلاّ بسلاح العلم الشّرعي الذي ثمرته العمل الصّالح ومجانبة العمل السيّء ".
📚 العقد المنضد (جـ ٢ / صـ ١١٣)
📝 Sumber:
Media Salafy Lampung
@salafylampungcom
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Berkata 'Allamah Zaid Al Madkholi rahimahullah:
"Manusia memiliki tiga musuh :
1. Syetan manusia dan jin
2. Jiwa ammarah kepada kejelekan
3. Hawa nafsu"
(Al'Aqdul Mundhij, jilid 2 hal.112)
Beliau juga berkata:
"Tidak akan selamat dari musuh ini (syetan jin dan manusia, jiwa ammarah, hawa nafsu), kecuali dengan senjata ilmu syar'i yang buahnya amal sholih dan menjauhi amalan jelek."
(Al'Aqdul Mundhij, jilid 2 hal. 113)
▪️قالَ العلاّمةُ زيد المدخلي -رحمه الله- :
• للإنسان ثلاثة أعداء :
١- شياطين الإنس والجن
٢- النّفس الأمّارة بالسّوء
٣- الهوى.
📚العقد المنضد (جـ ٢ / صـ ١١٢)
▫️قالَ العلاّمةُ زيد المدخلي -رحمه الله- :
" لا نجاة من هؤلاء الأعداء -شياطين الإنس والجن، والنّفس الأمّارة بالسّوء، والهوى-
• إلاّ بسلاح العلم الشّرعي الذي ثمرته العمل الصّالح ومجانبة العمل السيّء ".
📚 العقد المنضد (جـ ٢ / صـ ١١٣)
📝 Sumber:
Media Salafy Lampung
@salafylampungcom
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
🎙JUJUR DALAM TAUBAT
Mvengambil ibroh dari kisah taubatnya sahabat Ka'ab bin Malik radhiyallahu 'anhu
Disampaikan oleh
Al-Ustadz Muhammad bin Umar as-Sewed hafizhahullah
[ Pertanyaan ]
Bagaimana Kita Mengetahui Jujurnya Taubat Saudara Kita Yang Telah Terjatuh Dalam Penyimpangan? Mohon penjelasan faidah penting yang bisa dipetik kisah taubat shahabat Ka'ab bin Malik radhiyallahu 'anhu
Simak selengkapnya di:
📹| [ HD ] https://youtu.be/XP5ntfWhbx4
( Durasi: 4:23 )
📚[Kajian Islam Ilmiyyah Pembahasan Kitab "Aqidatus Salaf Ashabul Hadits"
Masjid IT, Ma'had Daarus-Salaf, Sukoharjo | 28 Rabi'ut Tsani 1437H ~ 7 Februari 2016M]
📝 Sumber:
@Mp3_kajian
www.alfawaaid.net
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
Mvengambil ibroh dari kisah taubatnya sahabat Ka'ab bin Malik radhiyallahu 'anhu
Disampaikan oleh
Al-Ustadz Muhammad bin Umar as-Sewed hafizhahullah
[ Pertanyaan ]
Bagaimana Kita Mengetahui Jujurnya Taubat Saudara Kita Yang Telah Terjatuh Dalam Penyimpangan? Mohon penjelasan faidah penting yang bisa dipetik kisah taubat shahabat Ka'ab bin Malik radhiyallahu 'anhu
Simak selengkapnya di:
📹| [ HD ] https://youtu.be/XP5ntfWhbx4
( Durasi: 4:23 )
📚[Kajian Islam Ilmiyyah Pembahasan Kitab "Aqidatus Salaf Ashabul Hadits"
Masjid IT, Ma'had Daarus-Salaf, Sukoharjo | 28 Rabi'ut Tsani 1437H ~ 7 Februari 2016M]
📝 Sumber:
@Mp3_kajian
www.alfawaaid.net
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
YouTube
🚇JUJUR DALAM TAUBAT
{ Mengambil ibroh dari kisah taubatnya sahabat Ka'ab bin Malik -radhiyallahu 'anhu- }
Disampaikan oleh Al-Ustadz Muhammad bin Umar as-Sewed hafizhahullah
( Durasi: 4:23 )
📚[Kajian Islam Ilmiyyah Pembahasan Kitab "Aqidatus Salaf Ashabul Hadits" | Masjid…
Disampaikan oleh Al-Ustadz Muhammad bin Umar as-Sewed hafizhahullah
( Durasi: 4:23 )
📚[Kajian Islam Ilmiyyah Pembahasan Kitab "Aqidatus Salaf Ashabul Hadits" | Masjid…
💥🔈JAGO BICARA
BELUM TENTU LEBIH
BERILMU
Ibnu Rojab Al-Hambaliy (rohimahulloh) berkata:
فيجب أن يُعتقد أنه ليس كل من كثر بسطه للقول وكلامه في العلم كان أعلم ممن ليس كذالك.
وقد ابتلينا بجهلة من الناس يعتقدون في بعض من توسع في القول من المتأخرين
أنه أعلم ممن تقدم.
"Maka wajib diyakini, sesungguhnya tidak semua orang yang pandai beretorika memaparkan pendapat dan berbicara masalah ilmu, dia lebih berilmu dibandingkan orang lain yang tidak demikian.
Dan sungguh kita telah diberi cobaan dengan adanya orang-orang jahil yang menganggap sebagian orang belakangan yang mampu berbicara panjang-lebar, lebih berilmu dibandingkan orang-orang terdahulu (para sahabat)."
[Fadhlu 'ilmis-salaf 'alal-kholaf, hal. 40]
📝 Sumber:
@KEUTAMAANSUNNAH
@fawaidsolo
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
BELUM TENTU LEBIH
BERILMU
Ibnu Rojab Al-Hambaliy (rohimahulloh) berkata:
فيجب أن يُعتقد أنه ليس كل من كثر بسطه للقول وكلامه في العلم كان أعلم ممن ليس كذالك.
وقد ابتلينا بجهلة من الناس يعتقدون في بعض من توسع في القول من المتأخرين
أنه أعلم ممن تقدم.
"Maka wajib diyakini, sesungguhnya tidak semua orang yang pandai beretorika memaparkan pendapat dan berbicara masalah ilmu, dia lebih berilmu dibandingkan orang lain yang tidak demikian.
Dan sungguh kita telah diberi cobaan dengan adanya orang-orang jahil yang menganggap sebagian orang belakangan yang mampu berbicara panjang-lebar, lebih berilmu dibandingkan orang-orang terdahulu (para sahabat)."
[Fadhlu 'ilmis-salaf 'alal-kholaf, hal. 40]
📝 Sumber:
@KEUTAMAANSUNNAH
@fawaidsolo
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com