☝️🏼📚 MENEPATI JANJI, AKHLAK TERPUJI
✔️ Seseorang itu akan dikatakan sebagai orang yang baik dan mulia jika ia menghiasi dirinya dengan akhlak-akhlak yang terpuji ketika bergaul dengan sesama; dan salah satunya adalah menepati janji.
📝 Sungguh, Al-Qur’an telah memperhatikan masalah janji ini dan mendorong manusia untuk menepatinya.
✅ Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
وَلَا تَنقُضُواْ ٱلۡأَيۡمَٰنَ بَعۡدَ تَوۡكِيدِهَا
“Dan tepatilah janji dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu melanggar sumpah, setelah diikrarkan.” (an-Nahl: 91)
✅ Allah subhanahu wa ta’ala juga berfirman,
وَأَوۡفُواْ بِٱلۡعَهۡدِۖ إِنَّ ٱلۡعَهۡدَ كَانَ مَسُۡٔولًا
“Dan penuhilah janji, karena janji itu pasti diminta pertanggungjawabannya.” (al-Isra: 34)
✔️ Demikianlah perintah Allah subhanahu wa ta’ala kepada para hamba-Nya yang beriman agar senantiasa menjaga dan melaksanakan janji mereka.
📜 Janji yang dimaksud di sini mencakup janji seorang hamba kepada Allah subhanahu wa ta’ala, para hamba-Nya, dan dirinya sendiri (seperti nazar). Termasuk pula segala sesuatu yang telah dijadikan sebagai persyaratan dalam akad pernikahan, akad jual beli, perdamaian, gencatan senjata, dan semisalnya.
🖥 Simak selengkapnya:
🌏https://asysyariah.com/menepati-janji/
📲 Join t.me/salafypalembang
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
✔️ Seseorang itu akan dikatakan sebagai orang yang baik dan mulia jika ia menghiasi dirinya dengan akhlak-akhlak yang terpuji ketika bergaul dengan sesama; dan salah satunya adalah menepati janji.
📝 Sungguh, Al-Qur’an telah memperhatikan masalah janji ini dan mendorong manusia untuk menepatinya.
✅ Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
وَلَا تَنقُضُواْ ٱلۡأَيۡمَٰنَ بَعۡدَ تَوۡكِيدِهَا
“Dan tepatilah janji dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu melanggar sumpah, setelah diikrarkan.” (an-Nahl: 91)
✅ Allah subhanahu wa ta’ala juga berfirman,
وَأَوۡفُواْ بِٱلۡعَهۡدِۖ إِنَّ ٱلۡعَهۡدَ كَانَ مَسُۡٔولًا
“Dan penuhilah janji, karena janji itu pasti diminta pertanggungjawabannya.” (al-Isra: 34)
✔️ Demikianlah perintah Allah subhanahu wa ta’ala kepada para hamba-Nya yang beriman agar senantiasa menjaga dan melaksanakan janji mereka.
📜 Janji yang dimaksud di sini mencakup janji seorang hamba kepada Allah subhanahu wa ta’ala, para hamba-Nya, dan dirinya sendiri (seperti nazar). Termasuk pula segala sesuatu yang telah dijadikan sebagai persyaratan dalam akad pernikahan, akad jual beli, perdamaian, gencatan senjata, dan semisalnya.
🖥 Simak selengkapnya:
🌏https://asysyariah.com/menepati-janji/
📲 Join t.me/salafypalembang
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
☝️🏼🎯 📚 SATU TELADAN DALAM MENEPATI JANJI
📜 Dahulu ada seorang sahabat Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang bernama Anas bin an-Nadhr radhiallahu anhu. Dia amat menyesal karena tidak mengikuti Perang Badr bersama Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.
Dia pun berjanji; jika Allah subhanahu wa ta’ala menakdirkannya untuk terjun kembali menuju medan pertempuran bersama Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, niscaya Allah subhanahu wa ta’ala akan melihat pengorbanan yang dilakukannya.
📖 Ketika Perang Uhud berkobar, dia ikut berangkat bersama Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.
Dalam perang ini kaum muslimin terpukul mundur dan sebagiannya lari dari medan pertempuran. Di sinilah janji Anas terbukti; dia terus maju menerobos barisan musuh hingga terbunuh.
⚔ Ketika perang telah usai, kaum muslimin segera mencari para syuhada Uhud, lalu didapatilah tubuh Anas bin an-Nadhr yang terbaring dengan delapan puluh lebih bekas tusukan pedang, tombak, dan panah. Tidak ada yang bisa mengenalinya kecuali saudarinya.
✅ Kemudian turunlah ayat,
مِّنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُواْ مَا عَٰهَدُواْ ٱللَّهَ عَلَيۡهِۖ فَمِنۡهُم مَّن قَضَىٰ نَحۡبَهُۥ وَمِنۡهُم مَّن يَنتَظِرُۖ وَمَا بَدَّلُواْ تَبۡدِيلًا
“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Dan di antara mereka ada yang gugur, dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak mengubah (janjinya).” (al-Ahzab: 23) [Lihat Tafsir Ibnu Katsir, surah al-Ahzab, 3/484; dan Shahih Sunan at-Tirmidzi, no. 3200]
🖥 Simak selengkapnya:
🌏 https://asysyariah.com/menepati-janji/
📲 Join t.me/salafypalembang
📜 Dahulu ada seorang sahabat Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang bernama Anas bin an-Nadhr radhiallahu anhu. Dia amat menyesal karena tidak mengikuti Perang Badr bersama Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.
Dia pun berjanji; jika Allah subhanahu wa ta’ala menakdirkannya untuk terjun kembali menuju medan pertempuran bersama Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, niscaya Allah subhanahu wa ta’ala akan melihat pengorbanan yang dilakukannya.
📖 Ketika Perang Uhud berkobar, dia ikut berangkat bersama Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.
Dalam perang ini kaum muslimin terpukul mundur dan sebagiannya lari dari medan pertempuran. Di sinilah janji Anas terbukti; dia terus maju menerobos barisan musuh hingga terbunuh.
⚔ Ketika perang telah usai, kaum muslimin segera mencari para syuhada Uhud, lalu didapatilah tubuh Anas bin an-Nadhr yang terbaring dengan delapan puluh lebih bekas tusukan pedang, tombak, dan panah. Tidak ada yang bisa mengenalinya kecuali saudarinya.
✅ Kemudian turunlah ayat,
مِّنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُواْ مَا عَٰهَدُواْ ٱللَّهَ عَلَيۡهِۖ فَمِنۡهُم مَّن قَضَىٰ نَحۡبَهُۥ وَمِنۡهُم مَّن يَنتَظِرُۖ وَمَا بَدَّلُواْ تَبۡدِيلًا
“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Dan di antara mereka ada yang gugur, dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak mengubah (janjinya).” (al-Ahzab: 23) [Lihat Tafsir Ibnu Katsir, surah al-Ahzab, 3/484; dan Shahih Sunan at-Tirmidzi, no. 3200]
🖥 Simak selengkapnya:
🌏 https://asysyariah.com/menepati-janji/
📲 Join t.me/salafypalembang
✋🏻📢✅📄 KEWAJIBAN UMAT DAN ULAMA
✍🏻 Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah berkata,
فالواجب على الأمة وعلماء الأمة أن ينكروا المنكر، ولا يحتقروا بدعة أبدا، لا يجوز التهاون في أي بدعة لابد من إنكارها
"Wajib atas umat ini dan para ulamanya untuk mengingkari kemungkaran. Tidak boleh sedikitpun mereka menganggap remeh bid'ah. Tidak boleh menganggap sepele bid'ah apapun. Bid'ah harus diingkari.
بل لو أن الناس فرطوا في سنة فمن النصيحة أن تبين لهم فضل هذه السنة، وأن تركها قد يؤدي إلى ترك الفرائض والواجبات
Bahkan, seandainya orang-orang meremehkan amalan sunnah, maka termasuk bentuk an-Nashihah (ketulusan dalam menginginkan kebaikan) adalah dengan menjelaskan keutamaan amalan sunnah tersebut. Demikian pula menjelaskan bahwa (bermudah-mudahan) meninggalkan amalan sunnah, dapat membawa dampak seseorang meninggalkan amalan-amalan yang wajib dan fardu."
📚 Mausu'ah Muallafaat wa Rasaa`il wa Fataawa Asy-Syaikh Rabi' al-Madhkhali, Syarh Aqidah as-Salaf, 2/308)
@ForumSalafy
-----------------------------------
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
✍🏻 Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah berkata,
فالواجب على الأمة وعلماء الأمة أن ينكروا المنكر، ولا يحتقروا بدعة أبدا، لا يجوز التهاون في أي بدعة لابد من إنكارها
"Wajib atas umat ini dan para ulamanya untuk mengingkari kemungkaran. Tidak boleh sedikitpun mereka menganggap remeh bid'ah. Tidak boleh menganggap sepele bid'ah apapun. Bid'ah harus diingkari.
بل لو أن الناس فرطوا في سنة فمن النصيحة أن تبين لهم فضل هذه السنة، وأن تركها قد يؤدي إلى ترك الفرائض والواجبات
Bahkan, seandainya orang-orang meremehkan amalan sunnah, maka termasuk bentuk an-Nashihah (ketulusan dalam menginginkan kebaikan) adalah dengan menjelaskan keutamaan amalan sunnah tersebut. Demikian pula menjelaskan bahwa (bermudah-mudahan) meninggalkan amalan sunnah, dapat membawa dampak seseorang meninggalkan amalan-amalan yang wajib dan fardu."
📚 Mausu'ah Muallafaat wa Rasaa`il wa Fataawa Asy-Syaikh Rabi' al-Madhkhali, Syarh Aqidah as-Salaf, 2/308)
@ForumSalafy
-----------------------------------
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
✋🏽⛔ *JANGAN NGAKU-NGAKU TAWADHU' SEBELUM BACA INI* 👇🏽
⭕ *HAKIKAT TAWADHU' (kerendahan hati)...*
*Tanyakan Pada Dirimu, Apakah Kamu Benar-benar Seorang Tawadhu' Sejati* ❗
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
🔆 Al Imam Ibnul Qayyim, Rahimahullah, berkata:
• - Al-Fudhail bin Iyadh ditanya tentang Tawadhu'?
• - Dia berkata: *Tunduk pada kebenaran, patuh padanya, dan menerima dari siapapun yang mengatakannya.*
• - Dan dikatakan: Tawadhu' adalah *bahwa engkau tidak melihat pada dirimu suatu kemuliaan, jadi siapa pun yang melihat dirinya sebagai seorang yang mulia, maka dia tak mendapatkan sedikitpun bagian tawadhu'.*
• - Ini adalah pendapat al Fudhail dan lainnya.
• - Al-Junaid bin Muhammad berkata: yaitu *merendahkan diri, dan melembutkan pergaulan.**
📓 Madarijus Salikin (2/314)】
🔆 Al Imam Ibnul Qayyim, Rahimahullah berkata:
✋🏻Anda tidak akan sampai pada derajat tawadhu' *sampai engkau menerima kebenaran dari siapapun yang engkau cintai dan yang kau benci, jadi terimalah dari musuhmu sebagaimana Engkau menerimanya dari pembelamu*
📓 [Madarijus Salikin (2/321)]
🔰 WhatsApp DSP
🌐 https://t.me/salafypalembang
◼️◻️◼️◻️◼️◻️◼️◻️◼️◻️
⭕ *حقيقـة التواضـع... سل نفسـك هل أنـت متواضـع حقيقـةً*❗
🔆 قال الإمام ابن القيم رحمه الله تبارك و تعالى - :
• - سئل الفضيل بن عياض عن التواضع؟
• - فقال : يخضع للحق، وينقاد له، ويقبله ممن قاله.
• - وقيل : التواضع أن لا ترى لنفسك قيمة، فمن رأى لنفسه قيمة فليس له في التواضع نصيب.
• - وهذا مذهب الفضيل وغيره.
• - وقال الجنيد بن محمد : هو خفض الجناح، ولين الجانب.
📓【 مدارج السالكين (٢ /٣١٤) 】
🔆 قال الإمام ابن القيم رحمه الله تبارك و تعالى - :
✋🏻 لا تصح لك درجة التواضع *حتى تقبل الحق ممن تحب وممن تبغض ، فتقبله من عدوك كما تقبله من وليك،*
📓[ مدارج السالكين (٢ /٣٢١) ]
⭕ *HAKIKAT TAWADHU' (kerendahan hati)...*
*Tanyakan Pada Dirimu, Apakah Kamu Benar-benar Seorang Tawadhu' Sejati* ❗
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
🔆 Al Imam Ibnul Qayyim, Rahimahullah, berkata:
• - Al-Fudhail bin Iyadh ditanya tentang Tawadhu'?
• - Dia berkata: *Tunduk pada kebenaran, patuh padanya, dan menerima dari siapapun yang mengatakannya.*
• - Dan dikatakan: Tawadhu' adalah *bahwa engkau tidak melihat pada dirimu suatu kemuliaan, jadi siapa pun yang melihat dirinya sebagai seorang yang mulia, maka dia tak mendapatkan sedikitpun bagian tawadhu'.*
• - Ini adalah pendapat al Fudhail dan lainnya.
• - Al-Junaid bin Muhammad berkata: yaitu *merendahkan diri, dan melembutkan pergaulan.**
📓 Madarijus Salikin (2/314)】
🔆 Al Imam Ibnul Qayyim, Rahimahullah berkata:
✋🏻Anda tidak akan sampai pada derajat tawadhu' *sampai engkau menerima kebenaran dari siapapun yang engkau cintai dan yang kau benci, jadi terimalah dari musuhmu sebagaimana Engkau menerimanya dari pembelamu*
📓 [Madarijus Salikin (2/321)]
🔰 WhatsApp DSP
🌐 https://t.me/salafypalembang
◼️◻️◼️◻️◼️◻️◼️◻️◼️◻️
⭕ *حقيقـة التواضـع... سل نفسـك هل أنـت متواضـع حقيقـةً*❗
🔆 قال الإمام ابن القيم رحمه الله تبارك و تعالى - :
• - سئل الفضيل بن عياض عن التواضع؟
• - فقال : يخضع للحق، وينقاد له، ويقبله ممن قاله.
• - وقيل : التواضع أن لا ترى لنفسك قيمة، فمن رأى لنفسه قيمة فليس له في التواضع نصيب.
• - وهذا مذهب الفضيل وغيره.
• - وقال الجنيد بن محمد : هو خفض الجناح، ولين الجانب.
📓【 مدارج السالكين (٢ /٣١٤) 】
🔆 قال الإمام ابن القيم رحمه الله تبارك و تعالى - :
✋🏻 لا تصح لك درجة التواضع *حتى تقبل الحق ممن تحب وممن تبغض ، فتقبله من عدوك كما تقبله من وليك،*
📓[ مدارج السالكين (٢ /٣٢١) ]
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
🔭 🎯 HATI-HATI DALAM MENGHUKUMI SESEORANG
يقول فضيلة الشيخ العلامة ربیع بن هادي المدخلي حفظه الله :
" نعوذ بالله أن نأخذ أحدا بالظن ، بل لم أنتقد إلا من ظهر باطله وشاعت فتنته "
المجموع (10/235)
🎙️Fadhilatusy Syaikh Al Allamah Rabi' bin Hadi Al Madkhali hafizhahullah berkata,
"Kami berlindung kepada Allah dari menghukumi seseorang dengan persangkaan belaka, bahkan kami tidaklah mengkritik kecuali seorang yang telah jelas kebatilannya dan tersebar fitnahnya."
📚 (Al Majmu' 10/235)
-----------------------------------
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
يقول فضيلة الشيخ العلامة ربیع بن هادي المدخلي حفظه الله :
" نعوذ بالله أن نأخذ أحدا بالظن ، بل لم أنتقد إلا من ظهر باطله وشاعت فتنته "
المجموع (10/235)
🎙️Fadhilatusy Syaikh Al Allamah Rabi' bin Hadi Al Madkhali hafizhahullah berkata,
"Kami berlindung kepada Allah dari menghukumi seseorang dengan persangkaan belaka, bahkan kami tidaklah mengkritik kecuali seorang yang telah jelas kebatilannya dan tersebar fitnahnya."
📚 (Al Majmu' 10/235)
-----------------------------------
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
✍🏽 📚 🔎 BERSIKAPLAH ILMIYAH (BERDASAR ILMU DAN HUJJAH) JANGAN 'ATHIFIYYAH (PERASAAN BELAKA)
🎙️قال العلامة ربيع بن هادي المدخلي حفظه الله:
🔆 "أنا أوصي الشباب السلفي أن يلتزموا بمنهج السلف ويثبتوا عليه ويتحلوا بالصدق في حال الرضى وفي حال الغضب وعلى كل حال"
📚 شريط: رد شبهات المائة والذب عن السلفيين
🎙️Al Allamah Rabi' bin Hadi Al Madkhali hafizhahullah berkata,
🔆 Aku mewasiatkan pada para pemuda Salafi untuk sungguh-sungguh mengikuti manhaj Salaf, kokoh di atasnya dan senantiasa bersikap jujur baik ketika ridho maupun dalam keadaan marah serta dalam hal apapun.
📚 📼 Kaset: Raddu syubhatil mai'ah wa dzabbu 'anis salafiyyin
-----------------------------------
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🎙️قال العلامة ربيع بن هادي المدخلي حفظه الله:
🔆 "أنا أوصي الشباب السلفي أن يلتزموا بمنهج السلف ويثبتوا عليه ويتحلوا بالصدق في حال الرضى وفي حال الغضب وعلى كل حال"
📚 شريط: رد شبهات المائة والذب عن السلفيين
🎙️Al Allamah Rabi' bin Hadi Al Madkhali hafizhahullah berkata,
🔆 Aku mewasiatkan pada para pemuda Salafi untuk sungguh-sungguh mengikuti manhaj Salaf, kokoh di atasnya dan senantiasa bersikap jujur baik ketika ridho maupun dalam keadaan marah serta dalam hal apapun.
📚 📼 Kaset: Raddu syubhatil mai'ah wa dzabbu 'anis salafiyyin
-----------------------------------
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
☝️🏼✔️📚 MENEPATI JANJI, TANDA KEIMANAN
💡Diriwayatkan dari Auf bin Malik al-Asyja’i radhiallahu anhu, dia berkata, “Dahulu kami—berjumlah—tujuh, delapan, atau sembilan orang di sisi Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Beliau pun bersabda, ‘Tidakkah kalian berbaiat kepada Rasulullah?’
📖 Kami membentangkan tangan kami. Tiba-tiba ada yang berkata, ‘Kami telah berbaiat kepadamu, wahai Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam! Lalu, atas apa kami membaiat Anda?’
💡Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ‘Kalian menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya sedikit pun, menegakkan shalat lima waktu, mendengar dan taat (kepada penguasa)—dan Nabi shallallahu alaihi wa sallam mengucapkan kalimat yang samar—(lalu berkata), dan kalian tidak meminta apa pun kepada manusia.’”
❗️Auf bin Malik radhiallahu anhu berkata, “Sungguh, aku melihat cambuk sebagian orang-orang itu jatuh dan mereka tidak meminta seorang pun untuk mengambilkannya.” (Shahih Sunan Ibnu Majah, no. 2334)
📝 Seperti itulah besarnya urusan menepati janji di mata generasi terbaik umat ini. Sebab, mereka yakin bahwa janji itu pasti akan diminta pertanggungjawabannya di sisi Allah subhanahu wa ta’ala. Tiada satu kalimat pun yang terucap, kecuali ada malaikat yang selalu mencatatnya.
✅ Intinya, keimanan yang benar itulah yang akan mewariskan segala perilaku dan perangai terpuji.
🖥 Simak selengkapnya:
🌏 https://asysyariah.com/menepati-janji/
📲 Join t.me/salafypalembang
💡Diriwayatkan dari Auf bin Malik al-Asyja’i radhiallahu anhu, dia berkata, “Dahulu kami—berjumlah—tujuh, delapan, atau sembilan orang di sisi Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Beliau pun bersabda, ‘Tidakkah kalian berbaiat kepada Rasulullah?’
📖 Kami membentangkan tangan kami. Tiba-tiba ada yang berkata, ‘Kami telah berbaiat kepadamu, wahai Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam! Lalu, atas apa kami membaiat Anda?’
💡Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ‘Kalian menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya sedikit pun, menegakkan shalat lima waktu, mendengar dan taat (kepada penguasa)—dan Nabi shallallahu alaihi wa sallam mengucapkan kalimat yang samar—(lalu berkata), dan kalian tidak meminta apa pun kepada manusia.’”
❗️Auf bin Malik radhiallahu anhu berkata, “Sungguh, aku melihat cambuk sebagian orang-orang itu jatuh dan mereka tidak meminta seorang pun untuk mengambilkannya.” (Shahih Sunan Ibnu Majah, no. 2334)
📝 Seperti itulah besarnya urusan menepati janji di mata generasi terbaik umat ini. Sebab, mereka yakin bahwa janji itu pasti akan diminta pertanggungjawabannya di sisi Allah subhanahu wa ta’ala. Tiada satu kalimat pun yang terucap, kecuali ada malaikat yang selalu mencatatnya.
✅ Intinya, keimanan yang benar itulah yang akan mewariskan segala perilaku dan perangai terpuji.
🖥 Simak selengkapnya:
🌏 https://asysyariah.com/menepati-janji/
📲 Join t.me/salafypalembang
✋🏼❗️📚 IBLIS MENEBAR JANJI MANIS
🖊 Semenjak Allah subhanahu wa ta’ala menciptakan Adam alaihis salam dan memuliakannya di hadapan para malaikat, muncullah kedengkian dan api permusuhan pada diri Iblis. Terlebih lagi ketika Allah subhanahu wa ta’ala mengutuknya dan mengusirnya dari surga.
❗️Iblis berikrar akan menyesatkan manusia dengan mendatangi mereka dari berbagai arah.
Berbagai cara licik dilakukannya demi mendapatkan banyak teman di neraka nanti. Salah satunya adalah dengan membisikkan beragam janji palsu dan angan-angan hampa pada hati manusia.
📝 Saat Perang Badr, Iblis datang bersama para pasukannya dengan membawa bendera. Ia menjelma menjadi seorang lelaki dari Bani Mudlaj bernama Suraqah bin Malik bin Ju’syum. Ia berkata kepada kaum musyrikin, “Tidak ada seorang pun yang bisa mengalahkan kalian pada hari ini. Sesungguhnya aku adalah penolong kalian.”
⚔ Tatkala dua pasukan telah siap bertempur, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengambil segenggam debu lalu menaburkannya ke wajah pasukan musyrikin sehingga mereka pun lari ke belakang.
🖌 Kemudian, Malaikat Jibril mendatangi Iblis. Ketika Iblis melihat Jibril—waktu itu tangannya (Iblis) sedang digenggam oleh seorang lelaki, ia berusaha melepaskannya dan lari terbirit-birit bersama pasukannya. Lelaki tadi berkata, “Wahai Suraqah, bukankah kamu telah berjanji akan membela kami?”
Iblis menjawab, “Sungguh, aku telah melihat sesuatu yang tidak bisa kamu lihat.” (Tafsir Ibnu Katsir, 2/330; dan ar-Rahiq al-Makhtum, hlm. 304)
✅ Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
وَإِذۡ زَيَّنَ لَهُمُ ٱلشَّيۡطَٰنُ أَعۡمَٰلَهُمۡ وَقَالَ لَا غَالِبَ لَكُمُ ٱلۡيَوۡمَ مِنَ ٱلنَّاسِ وَإِنِّي جَارٌ لَّكُمۡۖ فَلَمَّا تَرَآءَتِ ٱلۡفِئَتَانِ نَكَصَ عَلَىٰ عَقِبَيۡهِ وَقَالَ إِنِّي بَرِيٓءٌ مِّنكُمۡ إِنِّيٓ أَرَىٰ مَا لَا تَرَوۡنَ إِنِّيٓ أَخَافُ ٱللَّهَۚ وَٱللَّهُ شَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ
“Dan (ingatlah) ketika setan menjadikan mereka memandang baik perbuatan (dosa) mereka dan mengatakan, ‘Tidak ada (orang) yang dapat mengalahkan kalian pada hari ini, dan sungguh, aku adalah penolongmu.’ Maka ketika kedua pasukan itu telah saling melihat (berhadapan), setan berbalik ke belakang seraya berkata, ‘Sesungguhnya aku berlepas diri dari kalian; aku dapat melihat apa yang kalian tidak dapat melihat; sesungguhnya aku takut kepada Allah.’ Allah sangat keras siksa-Nya.” (al-Anfal: 48)
🖥 Simak selengkapnya:
🌏 https://asysyariah.com/menepati-janji/
📲 Join t.me/salafypalembang
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🖊 Semenjak Allah subhanahu wa ta’ala menciptakan Adam alaihis salam dan memuliakannya di hadapan para malaikat, muncullah kedengkian dan api permusuhan pada diri Iblis. Terlebih lagi ketika Allah subhanahu wa ta’ala mengutuknya dan mengusirnya dari surga.
❗️Iblis berikrar akan menyesatkan manusia dengan mendatangi mereka dari berbagai arah.
Berbagai cara licik dilakukannya demi mendapatkan banyak teman di neraka nanti. Salah satunya adalah dengan membisikkan beragam janji palsu dan angan-angan hampa pada hati manusia.
📝 Saat Perang Badr, Iblis datang bersama para pasukannya dengan membawa bendera. Ia menjelma menjadi seorang lelaki dari Bani Mudlaj bernama Suraqah bin Malik bin Ju’syum. Ia berkata kepada kaum musyrikin, “Tidak ada seorang pun yang bisa mengalahkan kalian pada hari ini. Sesungguhnya aku adalah penolong kalian.”
⚔ Tatkala dua pasukan telah siap bertempur, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengambil segenggam debu lalu menaburkannya ke wajah pasukan musyrikin sehingga mereka pun lari ke belakang.
🖌 Kemudian, Malaikat Jibril mendatangi Iblis. Ketika Iblis melihat Jibril—waktu itu tangannya (Iblis) sedang digenggam oleh seorang lelaki, ia berusaha melepaskannya dan lari terbirit-birit bersama pasukannya. Lelaki tadi berkata, “Wahai Suraqah, bukankah kamu telah berjanji akan membela kami?”
Iblis menjawab, “Sungguh, aku telah melihat sesuatu yang tidak bisa kamu lihat.” (Tafsir Ibnu Katsir, 2/330; dan ar-Rahiq al-Makhtum, hlm. 304)
✅ Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
وَإِذۡ زَيَّنَ لَهُمُ ٱلشَّيۡطَٰنُ أَعۡمَٰلَهُمۡ وَقَالَ لَا غَالِبَ لَكُمُ ٱلۡيَوۡمَ مِنَ ٱلنَّاسِ وَإِنِّي جَارٌ لَّكُمۡۖ فَلَمَّا تَرَآءَتِ ٱلۡفِئَتَانِ نَكَصَ عَلَىٰ عَقِبَيۡهِ وَقَالَ إِنِّي بَرِيٓءٌ مِّنكُمۡ إِنِّيٓ أَرَىٰ مَا لَا تَرَوۡنَ إِنِّيٓ أَخَافُ ٱللَّهَۚ وَٱللَّهُ شَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ
“Dan (ingatlah) ketika setan menjadikan mereka memandang baik perbuatan (dosa) mereka dan mengatakan, ‘Tidak ada (orang) yang dapat mengalahkan kalian pada hari ini, dan sungguh, aku adalah penolongmu.’ Maka ketika kedua pasukan itu telah saling melihat (berhadapan), setan berbalik ke belakang seraya berkata, ‘Sesungguhnya aku berlepas diri dari kalian; aku dapat melihat apa yang kalian tidak dapat melihat; sesungguhnya aku takut kepada Allah.’ Allah sangat keras siksa-Nya.” (al-Anfal: 48)
🖥 Simak selengkapnya:
🌏 https://asysyariah.com/menepati-janji/
📲 Join t.me/salafypalembang
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
✋🏼❗️📚 TIDAK MENEPATI JANJI, TANDA KEMUNAFIKAN
✅ Menepati janji adalah bagian dari iman. Barang siapa tidak menjaga perjanjiannya, maka tidak ada agama baginya. Demikian pula dengan ingkar janji, ia termasuk salah satu tanda kemunafikan dan bukti rusaknya hati.
آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ
“Tanda kemunafikan ada tiga: apabila berbicara, ia berdusta; apabila berjanji, ia ingkar; dan apabila dipercaya, ia justru berkhianat.” (HR. Muslim, “Kitabul Iman”, “Bab Khishalul Munafiq”, no. 107 dari jalur Abu Hurairah radhiallahu anhu)
✔️ Seorang mukmin tentu berbeda dengan munafik. Apabila dia berbicara, jujur ucapannya; apabila telah berjanji, ia akan berusaha menepatinya; dan jika dipercaya untuk menjaga ucapan, harta, dan hak, ia akan menjaganya.
✔️ Menepati janji akan membedakan orang yang baik dari yang jelek, dan orang yang mulia dari yang rendahan. (Lihat Khuthab Mukhtarah, hlm. 382—383)
🖥 Simak selengkapnya:
🌏 https://asysyariah.com/menepati-janji/
📲 Join t.me/salafypalembang
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
✅ Menepati janji adalah bagian dari iman. Barang siapa tidak menjaga perjanjiannya, maka tidak ada agama baginya. Demikian pula dengan ingkar janji, ia termasuk salah satu tanda kemunafikan dan bukti rusaknya hati.
آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ
“Tanda kemunafikan ada tiga: apabila berbicara, ia berdusta; apabila berjanji, ia ingkar; dan apabila dipercaya, ia justru berkhianat.” (HR. Muslim, “Kitabul Iman”, “Bab Khishalul Munafiq”, no. 107 dari jalur Abu Hurairah radhiallahu anhu)
✔️ Seorang mukmin tentu berbeda dengan munafik. Apabila dia berbicara, jujur ucapannya; apabila telah berjanji, ia akan berusaha menepatinya; dan jika dipercaya untuk menjaga ucapan, harta, dan hak, ia akan menjaganya.
✔️ Menepati janji akan membedakan orang yang baik dari yang jelek, dan orang yang mulia dari yang rendahan. (Lihat Khuthab Mukhtarah, hlm. 382—383)
🖥 Simak selengkapnya:
🌏 https://asysyariah.com/menepati-janji/
📲 Join t.me/salafypalembang
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
⏳📚 MENUNAIKAN PERJANJIAN
Dahulu, Muawiyah bin Abi Sufyan radhiallahu anhuma memiliki ikatan perjanjian (gencatan senjata) dengan bangsa Romawi. Suatu ketika Muawiyah bermaksud menyerang mereka; dia memulai satu bulan lebih cepat (sebelum habis masa perjanjiannya).
❗️Tiba-tiba datang seorang lelaki mengendarai kudanya dari negeri Romawi seraya berkata, “Penuhilah janji dan jangan berkhianat!”
💡Ternyata, dia adalah seorang sahabat Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang bernama Amr bin Absah. Muawiyah pun memanggilnya. Amr berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ كَانَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ قَوْمٍ عَهْدٌ، فَلَا يَحِلُّ لَهُ أَنْ يَحِلَّ عُقْدَةً حَتَّى يَنْقَضِي أَمَدُهَا أَوْ يُنْبِذُ إِلَيْهِمْ سَوَاءٌ
‘Barang siapa memiliki perjanjian dengan suatu kaum, tidak halal baginya untuk melepasnya sampai berlalu masanya, atau ia mengembalikan perjanjian tersebut kepada mereka dengan cara yang jujur.’”
Akhirnya, Muawiyah menarik diri dan pasukannya. (Lihat Syu’abul Iman, no. 4049—4050; dan ash-Shahihah, 5/472, hadits no. 2357)
🖥 Simak selengkapnya:
🌏 https://asysyariah.com/menepati-janji/
📲 Join t.me/salafypalembang
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Dahulu, Muawiyah bin Abi Sufyan radhiallahu anhuma memiliki ikatan perjanjian (gencatan senjata) dengan bangsa Romawi. Suatu ketika Muawiyah bermaksud menyerang mereka; dia memulai satu bulan lebih cepat (sebelum habis masa perjanjiannya).
❗️Tiba-tiba datang seorang lelaki mengendarai kudanya dari negeri Romawi seraya berkata, “Penuhilah janji dan jangan berkhianat!”
💡Ternyata, dia adalah seorang sahabat Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang bernama Amr bin Absah. Muawiyah pun memanggilnya. Amr berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ كَانَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ قَوْمٍ عَهْدٌ، فَلَا يَحِلُّ لَهُ أَنْ يَحِلَّ عُقْدَةً حَتَّى يَنْقَضِي أَمَدُهَا أَوْ يُنْبِذُ إِلَيْهِمْ سَوَاءٌ
‘Barang siapa memiliki perjanjian dengan suatu kaum, tidak halal baginya untuk melepasnya sampai berlalu masanya, atau ia mengembalikan perjanjian tersebut kepada mereka dengan cara yang jujur.’”
Akhirnya, Muawiyah menarik diri dan pasukannya. (Lihat Syu’abul Iman, no. 4049—4050; dan ash-Shahihah, 5/472, hadits no. 2357)
🖥 Simak selengkapnya:
🌏 https://asysyariah.com/menepati-janji/
📲 Join t.me/salafypalembang
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
💥🚫🥀 BINASA KARENA SIKAP MUDAHANAH (PURA-PURA)
✍🏽 Al Allamah Rabi' bin Hadi al Madkhali Hafizhahullah berkata,
🔎 Manhaj Salafiy itu akan mengatakan kepada orang yang benar, "kamu benar", kepada yang bersalah, "kamu salah", kepada seorang yang berbuat kebatilan "kamu telah berbuat batil", terhadap orang yang tersesat "kamu sesat", kepada orang menyimpang "kamu menyimpang". Tanpa sikap Mudahanah* (pura-pura), dikarenakan pewaris para nabi itu adalah orang-orang yang datang membawa kebenaran dengannya mereka bersikap adil.
📚 Marhaban Ya Thalibal Ilmi hal. 59
••••••••••••••••••••••••••••••••••
✅ *Mudahanah artinya berbasa-basi, berpura-pura, enggan dan meninggalkan kewajiban amar ma’ruf nahi mungkar serta melalaikan hal tersebut karena tujuan duniawi atau ambisi pribadi. Maka berbaik hati, ber-murah hati atau berteman, bergaul dengan ahlul batil dan ahli maksiat ketika mereka berada dalam kemaksiatannya, sementara ia tidak melakukan pengingkaran padahal ia mampu kelakukannya maka itulah mudahanah.
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
❐ قالَ العلَّامة ربيع بن هاديّ المدخليّ، حَفِظَهُ اللهُ تَعَالَى:
【 المنهج السَّلفيّ الَّذي يقول للمُصيب: أصبت،
وللمُخطئ: أخطأت، وللمُبطل: أبطلت،
وللضَّال: ضللت، وللمُنحرف: انحرفت،
ليس فيه مداهنة، لأنَّهُ ميراث الأنبياء
الَّذين جاءوا بالحقّ وبه يعدلون 】.
📚 مرحباً يا طالب العلم (ص: ٥٩)📚
-----------------------------------
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
✍🏽 Al Allamah Rabi' bin Hadi al Madkhali Hafizhahullah berkata,
🔎 Manhaj Salafiy itu akan mengatakan kepada orang yang benar, "kamu benar", kepada yang bersalah, "kamu salah", kepada seorang yang berbuat kebatilan "kamu telah berbuat batil", terhadap orang yang tersesat "kamu sesat", kepada orang menyimpang "kamu menyimpang". Tanpa sikap Mudahanah* (pura-pura), dikarenakan pewaris para nabi itu adalah orang-orang yang datang membawa kebenaran dengannya mereka bersikap adil.
📚 Marhaban Ya Thalibal Ilmi hal. 59
••••••••••••••••••••••••••••••••••
✅ *Mudahanah artinya berbasa-basi, berpura-pura, enggan dan meninggalkan kewajiban amar ma’ruf nahi mungkar serta melalaikan hal tersebut karena tujuan duniawi atau ambisi pribadi. Maka berbaik hati, ber-murah hati atau berteman, bergaul dengan ahlul batil dan ahli maksiat ketika mereka berada dalam kemaksiatannya, sementara ia tidak melakukan pengingkaran padahal ia mampu kelakukannya maka itulah mudahanah.
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
❐ قالَ العلَّامة ربيع بن هاديّ المدخليّ، حَفِظَهُ اللهُ تَعَالَى:
【 المنهج السَّلفيّ الَّذي يقول للمُصيب: أصبت،
وللمُخطئ: أخطأت، وللمُبطل: أبطلت،
وللضَّال: ضللت، وللمُنحرف: انحرفت،
ليس فيه مداهنة، لأنَّهُ ميراث الأنبياء
الَّذين جاءوا بالحقّ وبه يعدلون 】.
📚 مرحباً يا طالب العلم (ص: ٥٩)📚
-----------------------------------
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
Forwarded from Salafy Palembang 🇮🇩
بسم الله الرحمن الرحيم
📣 ⬆️ 📡 SEKILAS INFO ..
📶 🏠 TA'LIM ONLINE HARI SABTU #diRumahAja KOTA PALEMBANG
1⃣ TA'LIM MUSLIMAH
🕙 Insyaallah akan dimulai Pukul 10.00 WIB
2⃣ TA'LIM HADITS HADITS FIKIH PILIHAN
🕡 Insyaallah akan dimulai Ba'da Maghrib Waktu Palembang WIB
⚠️ JANGAN TERLEWATKAN..!
📡 LIVE Streaming
📻 Hanya di Channel RADIO AL-IBANAH
💯 Radionyo Wong Kito
🏠 #diRumahAja
▫▫▫▫▫▫
📣 ⬆️ 📡 SEKILAS INFO ..
📶 🏠 TA'LIM ONLINE HARI SABTU #diRumahAja KOTA PALEMBANG
1⃣ TA'LIM MUSLIMAH
🕙 Insyaallah akan dimulai Pukul 10.00 WIB
2⃣ TA'LIM HADITS HADITS FIKIH PILIHAN
🕡 Insyaallah akan dimulai Ba'da Maghrib Waktu Palembang WIB
⚠️ JANGAN TERLEWATKAN..!
📡 LIVE Streaming
📻 Hanya di Channel RADIO AL-IBANAH
💯 Radionyo Wong Kito
🏠 #diRumahAja
▫▫▫▫▫▫
🚧💰🚙 JANGAN JUAL AGAMAMU DENGAN DUNIA YANG HINA
~~~~~~~~~~~~~~
✅ Syekh kami, Al-Allamah Rabi` bin Hadi Al-Madkhali, hafizhahullah ta'ala berkata,
🔅"Orang-orang yang berada di atas kebenaran (al haq) tidak akan menjual agamanya dengan dunia yang tak berharga, dan dakwah mereka tak terpengaruh dengan sedikit dan banyaknya harta benda.
Para Sahabat radhiyallahu anhum, dahulu mereka diuji dengan kefakiran hingga mereka tersungkur ke tanah menahan rasa lapar, tetapi mereka tetap berpegang teguh di atas kebenaran (al haq), dan tidak meninggalkan kebenaran demi tawaran dunia.
Hanyalah seseorang akan menjual agamanya dengan materi dunia jika lemah agamanya, dan efek kosong keyakinannya kepada Allah."
📚 Nafahat Al Huda wal Iman, hal 193
~~~~~~~~~~~~~~
☑️ قال شيخنا العلامة ربيع بن هادي المدخلي - حفظه الله تعالى - :
🎯 فأهل الحق لا يبيعون دينهم بعرض من الدنيا قليل ، ولا تتأثر دعوتهم بقلة المال أو بكثرته ، الصحابة رضي الله عنهم كان بعضهم يبتلى بالفقر حتى يخر على اﻷرض من شدة الجوع ؛ لكنهم كانوا يتمسكون بالحق ، وكانوا لا يتركون الحق لعرض من الدنيا ، وإنما يبيع الرجل دينه بعرض من الدنيا إذا ضعف دينه ، وإذا اختل يقينه بالله.
📚 نفحات الهدى واﻹيمان ص / 193
-----------------------------------
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
✅ Syekh kami, Al-Allamah Rabi` bin Hadi Al-Madkhali, hafizhahullah ta'ala berkata,
🔅"Orang-orang yang berada di atas kebenaran (al haq) tidak akan menjual agamanya dengan dunia yang tak berharga, dan dakwah mereka tak terpengaruh dengan sedikit dan banyaknya harta benda.
Para Sahabat radhiyallahu anhum, dahulu mereka diuji dengan kefakiran hingga mereka tersungkur ke tanah menahan rasa lapar, tetapi mereka tetap berpegang teguh di atas kebenaran (al haq), dan tidak meninggalkan kebenaran demi tawaran dunia.
Hanyalah seseorang akan menjual agamanya dengan materi dunia jika lemah agamanya, dan efek kosong keyakinannya kepada Allah."
📚 Nafahat Al Huda wal Iman, hal 193
☑️ قال شيخنا العلامة ربيع بن هادي المدخلي - حفظه الله تعالى - :
🎯 فأهل الحق لا يبيعون دينهم بعرض من الدنيا قليل ، ولا تتأثر دعوتهم بقلة المال أو بكثرته ، الصحابة رضي الله عنهم كان بعضهم يبتلى بالفقر حتى يخر على اﻷرض من شدة الجوع ؛ لكنهم كانوا يتمسكون بالحق ، وكانوا لا يتركون الحق لعرض من الدنيا ، وإنما يبيع الرجل دينه بعرض من الدنيا إذا ضعف دينه ، وإذا اختل يقينه بالله.
📚 نفحات الهدى واﻹيمان ص / 193
-----------------------------------
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
🚫 🎯 LETAKKAN PRASANGKAMU PADA TEMPATNYA
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
✅ Al Allamah Rabi' bin Hadi Al Madkhali hafizhahullah berkata,
🔅 "Allah jauhkan Ahlussunnah dari Suuzhan (berprasangka buruk) terhadap Ahlul haq dan Ahlussunnah, serta (dijauhkan) dari Husnuzhan (berprasangka baik) terhadap ahlul batil dan ahlu dhalal (sesat), karena itu adalah salah satu penyebab kebinasaan.
📚 [Naqmatu Abil Hasan 'ala Abi Said Al Khudry...]
~~~~~~~~~~~~~~
✅ قال العلامة ربيع بن هادي المدخلي حفظه الله،
"نزه الله أهل السنةعن سوء الظن بأهل الحق وأهل السنة وعن حسن الظن بأهل الباطل والضلال فإنه من الأسباب المردية"
📚 [نقمة أبي الحسن على أبي سعيد الخدري ...]
-----------------------------------
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
✅ Al Allamah Rabi' bin Hadi Al Madkhali hafizhahullah berkata,
🔅 "Allah jauhkan Ahlussunnah dari Suuzhan (berprasangka buruk) terhadap Ahlul haq dan Ahlussunnah, serta (dijauhkan) dari Husnuzhan (berprasangka baik) terhadap ahlul batil dan ahlu dhalal (sesat), karena itu adalah salah satu penyebab kebinasaan.
📚 [Naqmatu Abil Hasan 'ala Abi Said Al Khudry...]
✅ قال العلامة ربيع بن هادي المدخلي حفظه الله،
"نزه الله أهل السنةعن سوء الظن بأهل الحق وأهل السنة وعن حسن الظن بأهل الباطل والضلال فإنه من الأسباب المردية"
📚 [نقمة أبي الحسن على أبي سعيد الخدري ...]
-----------------------------------
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
❗️💰📚 MEMBAYAR UTANG TERMASUK MENUNAIKAN JANJI
✅ Di antara bentuk menunaikan janji adalah membayar utang apabila telah jatuh temponya.
💡Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ أَخَذَ أَمْوَالَ النَّاسِ يُرِيدُ أَدَاءَهَا، أَدَّاهَا اللَّهُ عَنْهُ، وَمَنْ أَخَذَهَا يُرِيدُ إِتْلَافَهَا، أَتْلَفَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ
“Barang siapa mengambil harta manusia (berutang) dan ia berusaha menunaikannya, niscaya Allah akan (memudahkan untuk) menunaikannya. Namun, barang siapa mengambilnya dan justru ingin merusaknya, niscaya Allah azza wa jalla akan melenyapkannya.” (HR. Ahmad, al-Bukhari, dan Ibnu Majah, dari Abu Hurairah radhiallahu anhu. Lihat Faidhul Qadir, 6/54)
🖥 Simak selengkapnya:
🌏 https://asysyariah.com/menepati-janji/
📲 Join t.me/salafypalembang
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
✅ Di antara bentuk menunaikan janji adalah membayar utang apabila telah jatuh temponya.
💡Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ أَخَذَ أَمْوَالَ النَّاسِ يُرِيدُ أَدَاءَهَا، أَدَّاهَا اللَّهُ عَنْهُ، وَمَنْ أَخَذَهَا يُرِيدُ إِتْلَافَهَا، أَتْلَفَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ
“Barang siapa mengambil harta manusia (berutang) dan ia berusaha menunaikannya, niscaya Allah akan (memudahkan untuk) menunaikannya. Namun, barang siapa mengambilnya dan justru ingin merusaknya, niscaya Allah azza wa jalla akan melenyapkannya.” (HR. Ahmad, al-Bukhari, dan Ibnu Majah, dari Abu Hurairah radhiallahu anhu. Lihat Faidhul Qadir, 6/54)
🖥 Simak selengkapnya:
🌏 https://asysyariah.com/menepati-janji/
📲 Join t.me/salafypalembang
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️