🌈 📚 KEUTAMAAN UBAN
✔️ Termasuk tanda-tanda orang yang telah menginjak usia lanjut adalah uban yang menghiasi kepalanya, kekuatan fisik yang mengendur, pandangan dan penglihatan yang mulai berkurang ketajamannya.
📝❗️ Seorang muslim yang telah mencapai kondisi seperti ini tentunya telah melewati masa-masa yang panjang dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Berbagai manis dan getirnya kehidupan telah dilakoninya. Dia pun merasa ajal telah dekat sehingga pendekatan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala semakin bertambah.
💡Orang yang panjang umurnya dan baik amalannya adalah sebaik-baik orang, sebagaimana sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam,
خَيْرُ النَّاسِ مَنْ طَالَ عُمْرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ
“Sebaik-baik orang ialah yang panjang umurnya dan baik amalannya.” (HR. at-Tirmidzi dan beliau menilainya hasan)
✅ Orang yang beruban rambutnya karena menjalankan ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala, dia memiliki keutamaan. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ شَابَ شَيْبَةً فِي الْإِسْلَامِ كَانَتْ لَهُ نُوْرًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Barang siapa beruban dengan suatu uban di dalam Islam, uban itu akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat.” (HR. at-Tirmidzi dan an-Nasai, dinyatakan sahih oleh Syaikh al-Albani dalam kitab Shahihul Jami’ no. 6307)
✅ Maksudnya, uban tersebut akan menjadi cahaya sehingga pemiliknya menjadikannya sebagai penunjuk jalan. Cahaya itu akan berjalan di hadapannya pada kegelapan padang mahsyar, sampai Allah subhanahu wa ta’ala memasukkannya ke dalam surga.
❗️Meski bukan rekayasa hamba, apabila uban muncul karena suatu sebab, seperti jihad atau takut kepada Allah subhanahu wa ta’ala, ia ditempatkan sebagai usaha (amalan) hamba. Oleh karena itu, dimakruhkan—bahkan tidak keliru apabila dikatakan diharamkan—mencabut uban yang ada di jenggot atau semisalnya. (lihat Faidhul Qadir karya al-Munawi, 6/202)
🖥 Simak selengkapnya:
🌏 https://asysyariah.com/yang-tua-dihormati-yang-kecil-disayangi/
📲 Join t.me/salafypalembang
✔️ Termasuk tanda-tanda orang yang telah menginjak usia lanjut adalah uban yang menghiasi kepalanya, kekuatan fisik yang mengendur, pandangan dan penglihatan yang mulai berkurang ketajamannya.
📝❗️ Seorang muslim yang telah mencapai kondisi seperti ini tentunya telah melewati masa-masa yang panjang dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Berbagai manis dan getirnya kehidupan telah dilakoninya. Dia pun merasa ajal telah dekat sehingga pendekatan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala semakin bertambah.
💡Orang yang panjang umurnya dan baik amalannya adalah sebaik-baik orang, sebagaimana sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam,
خَيْرُ النَّاسِ مَنْ طَالَ عُمْرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ
“Sebaik-baik orang ialah yang panjang umurnya dan baik amalannya.” (HR. at-Tirmidzi dan beliau menilainya hasan)
✅ Orang yang beruban rambutnya karena menjalankan ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala, dia memiliki keutamaan. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ شَابَ شَيْبَةً فِي الْإِسْلَامِ كَانَتْ لَهُ نُوْرًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Barang siapa beruban dengan suatu uban di dalam Islam, uban itu akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat.” (HR. at-Tirmidzi dan an-Nasai, dinyatakan sahih oleh Syaikh al-Albani dalam kitab Shahihul Jami’ no. 6307)
✅ Maksudnya, uban tersebut akan menjadi cahaya sehingga pemiliknya menjadikannya sebagai penunjuk jalan. Cahaya itu akan berjalan di hadapannya pada kegelapan padang mahsyar, sampai Allah subhanahu wa ta’ala memasukkannya ke dalam surga.
❗️Meski bukan rekayasa hamba, apabila uban muncul karena suatu sebab, seperti jihad atau takut kepada Allah subhanahu wa ta’ala, ia ditempatkan sebagai usaha (amalan) hamba. Oleh karena itu, dimakruhkan—bahkan tidak keliru apabila dikatakan diharamkan—mencabut uban yang ada di jenggot atau semisalnya. (lihat Faidhul Qadir karya al-Munawi, 6/202)
🖥 Simak selengkapnya:
🌏 https://asysyariah.com/yang-tua-dihormati-yang-kecil-disayangi/
📲 Join t.me/salafypalembang
✋🏻📢📚🍃 ISLAM SATU-SATUNYA AGAMA YANG BENAR
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
إِنَّ ٱلدِّينَ عِندَ ٱللَّهِ ٱلۡإِسۡلَٰمُۗ
“Sesungguhnya agama yang haq di sisi Allah hanyalah Islam.” (Ali Imran: 19)
وَمَن يَبۡتَغِ غَيۡرَ ٱلۡإِسۡلَٰمِ دِينٗا فَلَن يُقۡبَلَ مِنۡهُ وَهُوَ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ مِنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ
“Barang siapa mengharapkan selain Islam, tidak akan diterima darinya, di akhirat nanti dia termasuk orang-orang merugi.” (Ali Imran: 85)
Syaikh Shalih al-Fauzan menerangkan bahwa dalam dua ayat di atas ada bantahan terhadap orang-orang di zaman ini yang menyatakan bahwa tiga agama ini; Yahudi, Nasrani, dan Islam, semuanya benar dan akan mengantarkan pemeluknya kepada Allah. Apa yang mereka ucapkan ini adalah dusta dan mengada-ada. Tidak ada agama yang benar setelah datangnya agama ini, selain Islam.
Setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus dan Islam datang, dihapuslah agama Yahudi dan Nasrani. Semua agama yang selain Islam telah ditahrif (diubah-ubah) dan diganti, atau telah mansukh, telah berakhir masanya, tidak ada lagi yang Allah ridhai selain Islam (yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam).
Barang siapa ingin masuk surga, berpegang teguhlah dengan Islam ini. Barang siapa menginginkan agama yang lain, tidak ada bagian untuknya selain neraka. (Syarah Fadhlul Islam)
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
Sumber :
@ForumSalafy
✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
إِنَّ ٱلدِّينَ عِندَ ٱللَّهِ ٱلۡإِسۡلَٰمُۗ
“Sesungguhnya agama yang haq di sisi Allah hanyalah Islam.” (Ali Imran: 19)
وَمَن يَبۡتَغِ غَيۡرَ ٱلۡإِسۡلَٰمِ دِينٗا فَلَن يُقۡبَلَ مِنۡهُ وَهُوَ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ مِنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ
“Barang siapa mengharapkan selain Islam, tidak akan diterima darinya, di akhirat nanti dia termasuk orang-orang merugi.” (Ali Imran: 85)
Syaikh Shalih al-Fauzan menerangkan bahwa dalam dua ayat di atas ada bantahan terhadap orang-orang di zaman ini yang menyatakan bahwa tiga agama ini; Yahudi, Nasrani, dan Islam, semuanya benar dan akan mengantarkan pemeluknya kepada Allah. Apa yang mereka ucapkan ini adalah dusta dan mengada-ada. Tidak ada agama yang benar setelah datangnya agama ini, selain Islam.
Setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus dan Islam datang, dihapuslah agama Yahudi dan Nasrani. Semua agama yang selain Islam telah ditahrif (diubah-ubah) dan diganti, atau telah mansukh, telah berakhir masanya, tidak ada lagi yang Allah ridhai selain Islam (yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam).
Barang siapa ingin masuk surga, berpegang teguhlah dengan Islam ini. Barang siapa menginginkan agama yang lain, tidak ada bagian untuknya selain neraka. (Syarah Fadhlul Islam)
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
Sumber :
@ForumSalafy
✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
✋🏻📢🌷🌹 HIKMAH DI BALIK TERTUNDANYA DOA DIKABULKAN
✍🏻 Al-Hafizh Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah berkata,
إنَّ المؤمن إذا استبطأ الفرج، وأيس منه بعدَ كثرة دعائه وتضرُّعه، ولم يظهر عليه أثرُ الإجابة؛
- يرجع إلى نفسه باللائمة
- وقال لها : إنَّما أُتيتُ من قِبَلِكَ،
- ولو كان فيك خيرٌ لأُجِبْتُ
- وهذا اللومُ أحبُّ إلى الله من كثيرٍ من الطَّاعاتِ
- فإنَّه يُوجبُ انكسارَ العبد لمولاه واعترافَه له بأنَّه أهلٌ لما نزل به من البلاء
- وأنَّه ليس بأهلٍ لإجابة الدعاء؛
Apabila seorang mukmin merasa jalan keluar permasalahannya datang begitu lambat; berputus asa setelah banyak berdoa dan merendahkan diri di hadapan-Nya; dan belum tampak tanda-tanda doanya dikabulkan; dia akan berbalik mencela dirinya sendiri.
Dia akan berkata kepada dirinya sendiri, "Sesungguhnya, berbagai musibah yang menimpaku ini dari dirimu. Seandainya ada kebaikan pada dirimu, niscaya doaku akan dikabulkan."
Celaan ini lebih dicintai oleh Allah daripada banyak ketaatan. Sebab, celaan ini menunjukkan rendahnya sang hamba di hadapan Dzat Yang Menguasainya; mengaku di hadapan-Nya bahwa dia pantas mendapatkan berbagai musibah; dan mengakui bahwa dirinya bukanlah orang yang pantas dikabulkan doanya.
• فلذلك؛
- تُسرِعُ إليه حينئذٍ إجابةُ الدعاء
- وتفريجُ الكرب،
- فإنَّه تعالى عندَ المنكسرةِ قلوبهم من أجله .
Ketika itu, pengabulan doa dan jalan keluar akan datang dengan cepat. Sebab, Allah bersama orang-orang yang merendahkan hatinya karena-Nya.
📚 Jami'ul 'Ulum wal Hikam, hlm. 225
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
〰〰〰〰〰〰〰
Sumber :
@ForumSalafy
✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
✍🏻 Al-Hafizh Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah berkata,
إنَّ المؤمن إذا استبطأ الفرج، وأيس منه بعدَ كثرة دعائه وتضرُّعه، ولم يظهر عليه أثرُ الإجابة؛
- يرجع إلى نفسه باللائمة
- وقال لها : إنَّما أُتيتُ من قِبَلِكَ،
- ولو كان فيك خيرٌ لأُجِبْتُ
- وهذا اللومُ أحبُّ إلى الله من كثيرٍ من الطَّاعاتِ
- فإنَّه يُوجبُ انكسارَ العبد لمولاه واعترافَه له بأنَّه أهلٌ لما نزل به من البلاء
- وأنَّه ليس بأهلٍ لإجابة الدعاء؛
Apabila seorang mukmin merasa jalan keluar permasalahannya datang begitu lambat; berputus asa setelah banyak berdoa dan merendahkan diri di hadapan-Nya; dan belum tampak tanda-tanda doanya dikabulkan; dia akan berbalik mencela dirinya sendiri.
Dia akan berkata kepada dirinya sendiri, "Sesungguhnya, berbagai musibah yang menimpaku ini dari dirimu. Seandainya ada kebaikan pada dirimu, niscaya doaku akan dikabulkan."
Celaan ini lebih dicintai oleh Allah daripada banyak ketaatan. Sebab, celaan ini menunjukkan rendahnya sang hamba di hadapan Dzat Yang Menguasainya; mengaku di hadapan-Nya bahwa dia pantas mendapatkan berbagai musibah; dan mengakui bahwa dirinya bukanlah orang yang pantas dikabulkan doanya.
• فلذلك؛
- تُسرِعُ إليه حينئذٍ إجابةُ الدعاء
- وتفريجُ الكرب،
- فإنَّه تعالى عندَ المنكسرةِ قلوبهم من أجله .
Ketika itu, pengabulan doa dan jalan keluar akan datang dengan cepat. Sebab, Allah bersama orang-orang yang merendahkan hatinya karena-Nya.
📚 Jami'ul 'Ulum wal Hikam, hlm. 225
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
〰〰〰〰〰〰〰
Sumber :
@ForumSalafy
✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
☝🏻🌓🌷🌺 PERBANYAKLAH SHALAWAT PADA HARI JUMAT DAN MALAM JUMAT
✍🏻 Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
أكثروا الصلاة علي يوم الجمعة وليلة الجمعة، فمن صلى علي صلاة صلى الله عليه عشرا
“Perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari Jumat dan malam Jumat. Sungguh, barang siapa bershalawat kepadaku satu kali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.”
📚 HR. al-Baihaqi dalam Fadhail al-Auqaat hlm. 499, dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami' no. 1209
@ForumSalafy
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
✋🏻🌺🌷📑 KEUTAMAAN MEMBACA SURAH AL-KAHFI PADA HARI JUMAT
✍🏻 Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
من قرأ سورة الكهف في يوم الجمعة أضاء له من النور ما بين الجمعتين
"Barang siapa membaca surah al-Kahfi pada hari Jumat, ia akan senantiasa diterangi dengan cahaya pelita sampai hari Jumat berikutnya."
(Shahih al-Jami' no. 6470, Shahih at-Targhib wa at-Tarhib no. 736)
______________
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
〰〰〰〰〰〰〰
Sumber :
@ForumSalafy
✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
✍🏻 Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
أكثروا الصلاة علي يوم الجمعة وليلة الجمعة، فمن صلى علي صلاة صلى الله عليه عشرا
“Perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari Jumat dan malam Jumat. Sungguh, barang siapa bershalawat kepadaku satu kali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.”
📚 HR. al-Baihaqi dalam Fadhail al-Auqaat hlm. 499, dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami' no. 1209
@ForumSalafy
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
✋🏻🌺🌷📑 KEUTAMAAN MEMBACA SURAH AL-KAHFI PADA HARI JUMAT
✍🏻 Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
من قرأ سورة الكهف في يوم الجمعة أضاء له من النور ما بين الجمعتين
"Barang siapa membaca surah al-Kahfi pada hari Jumat, ia akan senantiasa diterangi dengan cahaya pelita sampai hari Jumat berikutnya."
(Shahih al-Jami' no. 6470, Shahih at-Targhib wa at-Tarhib no. 736)
______________
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
〰〰〰〰〰〰〰
Sumber :
@ForumSalafy
✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🪑👣☝🏻 KEADAAN SEORANG MUKMIN
🎙️ Al-Imam Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata,
"هكذا المؤمنون في كل زمان ؛ لا بد لهم من صبر على الشدائد ، واستقامة على الحق ؛ حتى يأتيهم الفرج من الله سبحانه."
"Demikian keadaan kaum mukminin disetiap saat, harus bersabar pada setiap kesulitan yang menimpa dan istiqomah (konsisten) di atas kebenaran sampai datang kepada mereka kelapangan dari Allah ta'ala."
📓 Majmu' fatawa wa maqolaat 18/ 222.
@KajianIslamTemanggung
__________________
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🎙️ Al-Imam Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata,
"هكذا المؤمنون في كل زمان ؛ لا بد لهم من صبر على الشدائد ، واستقامة على الحق ؛ حتى يأتيهم الفرج من الله سبحانه."
"Demikian keadaan kaum mukminin disetiap saat, harus bersabar pada setiap kesulitan yang menimpa dan istiqomah (konsisten) di atas kebenaran sampai datang kepada mereka kelapangan dari Allah ta'ala."
📓 Majmu' fatawa wa maqolaat 18/ 222.
@KajianIslamTemanggung
__________________
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
✅📜🕋 INILAH MAKNA ISLAM YANG HAKIKI
🔊 Al-Imad bin Katsir rahimahullah mengatakan,
وعبادته هي طاعته بفعل المأمور و ترك المحظور. وذلك هو حقيقة دين الاسلام. لأن معنى الإسلام: الاستسلام لله تعالى، المتضمن غاية الانقياد و الذل والخضوع
"Beribadah kepada Allah adalah menaati-Nya dengan melakukan apa yang telah diperintahkan dan meninggalkan apa yang dilarang. Dan itulah hakikat agama Islam. Karena makna Islam adalah berserah diri kepada Allah Yang Maha Tinggi yang mengandung puncak ketundukan, perendahan diri dan kepasrahan."
📚 Fathul Majid 26
@KajianIslamTemanggung
__________________
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🔊 Al-Imad bin Katsir rahimahullah mengatakan,
وعبادته هي طاعته بفعل المأمور و ترك المحظور. وذلك هو حقيقة دين الاسلام. لأن معنى الإسلام: الاستسلام لله تعالى، المتضمن غاية الانقياد و الذل والخضوع
"Beribadah kepada Allah adalah menaati-Nya dengan melakukan apa yang telah diperintahkan dan meninggalkan apa yang dilarang. Dan itulah hakikat agama Islam. Karena makna Islam adalah berserah diri kepada Allah Yang Maha Tinggi yang mengandung puncak ketundukan, perendahan diri dan kepasrahan."
📚 Fathul Majid 26
@KajianIslamTemanggung
__________________
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
📝📦📖 TUJUAN DITURUNKANNYA AL-QUR'AN
🎙️Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah,
"فان القرآن نزل لإمور ثلاثة: للتعبد به بتلاوته، و فهم معانيه، والعمل به."
"Sesungguhnya al-Quran turun untuk 3 perkara, yaitu:
Untuk beribadah dengan membacanya, dipahami maknanya dan agar beramal dengannya."
📓 Syarh Muqoddamah fi Ushulit Tafsir 7.
@KajianIslamTemanggung
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🎙️Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah,
"فان القرآن نزل لإمور ثلاثة: للتعبد به بتلاوته، و فهم معانيه، والعمل به."
"Sesungguhnya al-Quran turun untuk 3 perkara, yaitu:
Untuk beribadah dengan membacanya, dipahami maknanya dan agar beramal dengannya."
📓 Syarh Muqoddamah fi Ushulit Tafsir 7.
@KajianIslamTemanggung
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
✅💡🧭 HAFALKAN & AMALKAN AL-QUR'AN
💬 Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah mengatakan,
"Hafalkanlah al-Qur'an sebelum kesempatan itu hilang dan jagalah batasan-batasannya dari kelalaian serta kemaksiatan. Ketahuilah bahwasannya al-Qur'an adalah saksi yang dapat menguntungkan kalian (jika diamalkan) atau saksi yang merugikan kalian (jika ditinggalkan) disisi ALLAH Yang Maha Kuasa."
✍️ Majalis Syahri Ramadhan 98
@KajianIslamTemanggung
-----------------------------------
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
💬 Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah mengatakan,
"Hafalkanlah al-Qur'an sebelum kesempatan itu hilang dan jagalah batasan-batasannya dari kelalaian serta kemaksiatan. Ketahuilah bahwasannya al-Qur'an adalah saksi yang dapat menguntungkan kalian (jika diamalkan) atau saksi yang merugikan kalian (jika ditinggalkan) disisi ALLAH Yang Maha Kuasa."
✍️ Majalis Syahri Ramadhan 98
@KajianIslamTemanggung
-----------------------------------
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🔥⛔⚖️ KOMUNISME IDEOLOGI SESAT PENGHANCUR KEIMANAN
💬 Syaikh Bin Baz rahimahullah berkata,
أن الذين يدعون إلى الاشتراكية أو الشيوعية أو غيرهما من المذاهب الهدامة المناقضة لحكم الإسلام، كفار ضلال، أكفر من اليهود والنصارى لأنهم ملاحدة لا يؤمنون بالله ولا باليوم الآخر، ولا يجوز أن يجعل أحد منهم خطيبا وإماما في مسجد من مساجد المسلمين، ولا تصح الصلاة خلفهم، وكل من ساعدهم على ضلالهم، وحسن ما يدعون إليه، وذم دعاة الإسلام ولمزهم، فهو كافر ضال
"Sesungguhnya orang-orang yang menyeru kepada pemahaman SOSIALISME,KOMUNISME atau selain keduanya dari berbagai ideologi penghancur keimanan yang bertentangan dengan hukum Islam,
Mereka adalah orang-orang kafir lagi sesat. Lebih kafir daripada orang-orang Yahudi dan Nasrani, karena
'Mereka adalah orang-orang kufur yang tidak beriman kepada ALLAH dan hari akhir.'
Tidak boleh menjadikan salah seorang dari mereka sebagai khatib atau imam masjid dan tidak sah shalat di belakang mereka.
Siapa saja yang membantu
mendukung kekufuran mereka,
membaguskan apa yang mereka seru dan mencela atau melecehkan dai-dai Islam, maka dia telah kafir lagi sesat."
✍️ Situs resmi Syaikh bin Baz
#komunis #pki #penghancur #iman
@KajianIslamTemanggung
------------------------------------------
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
💬 Syaikh Bin Baz rahimahullah berkata,
أن الذين يدعون إلى الاشتراكية أو الشيوعية أو غيرهما من المذاهب الهدامة المناقضة لحكم الإسلام، كفار ضلال، أكفر من اليهود والنصارى لأنهم ملاحدة لا يؤمنون بالله ولا باليوم الآخر، ولا يجوز أن يجعل أحد منهم خطيبا وإماما في مسجد من مساجد المسلمين، ولا تصح الصلاة خلفهم، وكل من ساعدهم على ضلالهم، وحسن ما يدعون إليه، وذم دعاة الإسلام ولمزهم، فهو كافر ضال
"Sesungguhnya orang-orang yang menyeru kepada pemahaman SOSIALISME,KOMUNISME atau selain keduanya dari berbagai ideologi penghancur keimanan yang bertentangan dengan hukum Islam,
Mereka adalah orang-orang kafir lagi sesat. Lebih kafir daripada orang-orang Yahudi dan Nasrani, karena
'Mereka adalah orang-orang kufur yang tidak beriman kepada ALLAH dan hari akhir.'
Tidak boleh menjadikan salah seorang dari mereka sebagai khatib atau imam masjid dan tidak sah shalat di belakang mereka.
Siapa saja yang membantu
mendukung kekufuran mereka,
membaguskan apa yang mereka seru dan mencela atau melecehkan dai-dai Islam, maka dia telah kafir lagi sesat."
✍️ Situs resmi Syaikh bin Baz
#komunis #pki #penghancur #iman
@KajianIslamTemanggung
------------------------------------------
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
بسم الله الرحمن الرحيم
📣 ⬆️ 📡 JANGAN LUPA..
📶 🏠 TA'LIM ONLINE HARI SABTU #diRumahAja KOTA PALEMBANG
1⃣ TA'LIM MUSLIMAH
🕙 Insyaallah akan dimulai Pukul 10.00 WIB
2⃣ TA'LIM HADITS HADITS FIKIH PILIHAN
🕡 Insyaallah akan dimulai Ba'da Maghrib Waktu Palembang WIB
⚠️ JANGAN TERLEWATKAN..!
📡 LIVE Streaming Radio Syariah
📻 Hanya di Channel RADIO AL-IBANAH Palembang
💯 Radionyo Wong Kito
🏠 #diRumahAja bukan berarti tidak ta'lim
▫▫▫▫▫▫
📣 ⬆️ 📡 JANGAN LUPA..
📶 🏠 TA'LIM ONLINE HARI SABTU #diRumahAja KOTA PALEMBANG
1⃣ TA'LIM MUSLIMAH
🕙 Insyaallah akan dimulai Pukul 10.00 WIB
2⃣ TA'LIM HADITS HADITS FIKIH PILIHAN
🕡 Insyaallah akan dimulai Ba'da Maghrib Waktu Palembang WIB
⚠️ JANGAN TERLEWATKAN..!
📡 LIVE Streaming Radio Syariah
📻 Hanya di Channel RADIO AL-IBANAH Palembang
💯 Radionyo Wong Kito
🏠 #diRumahAja bukan berarti tidak ta'lim
▫▫▫▫▫▫
بسم الله الرحمن الرحيم
📣 📡 MENANTIKAN ...
📶 🏠 KAJIAN ONLINE HARI SABTU #diRumahAja KOTA PALEMBANG
🕧 Insyaallah akan segera dimulai..
⏳
▫▫▫▫▫▫
📣 📡 MENANTIKAN ...
📶 🏠 KAJIAN ONLINE HARI SABTU #diRumahAja KOTA PALEMBANG
🕧 Insyaallah akan segera dimulai..
⏳
▫▫▫▫▫▫
بسم الله الرحمن الرحيم
📣 📡 MENANTIKAN ...
📶 🏠 KAJIAN ONLINE HARI SABTU #diRumahAja KOTA PALEMBANG
🕧 Insyaallah akan segera dimulai..
⏳
▫▫▫▫▫▫
📣 📡 MENANTIKAN ...
📶 🏠 KAJIAN ONLINE HARI SABTU #diRumahAja KOTA PALEMBANG
🕧 Insyaallah akan segera dimulai..
⏳
▫▫▫▫▫▫
☝️🏼📚 DI ANTARA HAK ISTRI
💡Hakim bin Mu’awiyah meriwayatkan sebuah hadits dari ayahnya, Mu’awiyah bin Haidah radhiallahu anhu. Ayahnya berkata kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam,
يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَا حَقُّ زَوْجَةِ أَحَدِنَا عَلَيْهِ؟
“Wahai Rasulullah, apakah hak istri salah seorang dari kami yang wajib ditunaikan suaminya?”
💡Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjawab,
أَنْ تُطْعِمَهَا إِذَا طَعِمْتَ، وَتَكْسُوَهَا إِذَا اكْتَسَيْتَ، وَلاَ تَضْرِبِ الْوَجْهَ وَلاَ تُقَبِّحْ وَلاَ تَهْجُرْ إِلاَّ فِي الْبَيْتِ
“Engkau beri makan istrimu apabila engkau makan dan engkau beri pakaian apabila engkau berpakaian. Janganlah engkau memukul wajahnya, jangan menjelekkannya[1], dan jangan memboikotnya (mendiamkannya) kecuali di dalam rumah.” (HR. Abu Dawud no. 2142 dan selainnya, dinilai sahih oleh Syaikh Muqbil rahimahullah dalam al-Jami’ush Shahih, 3/86)
💡Ketika Haji Wada, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menyampaikan khotbah di hadapan manusia. Di antara isi khotbah beliau adalah,
أَلاَ إِنَّ لَكُمْ عَلَى نِسَائكِمُ ْحَقًّا، وَلِنِسَائِكُمْ عَلَيْكُمْ حَقًّا، فَحَقُّكُمْ عَلَيْهِنَّ أَنْ لاَ يُوْطِئْنَ فُرُشَكُمْ مَنْ تَكْرَهُوْنَ، وَلاَ يَأْذَنَّ فِي بُيُوْتِكُمْ لِمَنْ تَكْرَهُوْنَ، أَلاَ وَحَقُّهُنَّ عَلَيْكُمْ أَنْ تُحْسِنُوْا إِلَيْهِنَّ فيِ كِسْوَتهِنَّ وَطَعَامِهِنَّ
“Ketahuilah, kalian memiliki hak yang wajib ditunaikan oleh istri-istri kalian. Mereka pun memiliki hak yang harus kalian tunaikan. Hak kalian yang harus mereka tunaikan adalah mereka tidak boleh membiarkan seseorang yang tidak kalian sukai untuk menginjak permadani kalian dan tidak boleh mengizinkan orang yang kalian benci untuk memasuki rumah kalian. Adapun hak mereka yang harus kalian tunaikan adalah kalian berbuat baik terhadap mereka dalam hal pakaian dan makanan mereka.” (HR. at-Tirmidzi no. 1163 dan Ibnu Majah no. 1851, dinilai hasan oleh Syaikh al-Albani rahimahullah dalam Shahih Sunan at-Tirmidzi)
Catatan kaki:
[1] Maksudnya, mengucapkan ucapan yang buruk kepada istri, mencaci makinya, atau mengatakan kepadanya, “Semoga Allah menjelekkanmu,” atau yang semisalnya. (‘Aunul Ma’bud, “Kitab an-Nikah”, “Bab Fi Haqqil Mar’ah ‘ala Zaujiha”)
🖥 Simak selengkapnya:
🌏 https://asysyariah.com/hak-istri-dalam-islam/
📲 Join t.me/salafypalembang
💡Hakim bin Mu’awiyah meriwayatkan sebuah hadits dari ayahnya, Mu’awiyah bin Haidah radhiallahu anhu. Ayahnya berkata kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam,
يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَا حَقُّ زَوْجَةِ أَحَدِنَا عَلَيْهِ؟
“Wahai Rasulullah, apakah hak istri salah seorang dari kami yang wajib ditunaikan suaminya?”
💡Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjawab,
أَنْ تُطْعِمَهَا إِذَا طَعِمْتَ، وَتَكْسُوَهَا إِذَا اكْتَسَيْتَ، وَلاَ تَضْرِبِ الْوَجْهَ وَلاَ تُقَبِّحْ وَلاَ تَهْجُرْ إِلاَّ فِي الْبَيْتِ
“Engkau beri makan istrimu apabila engkau makan dan engkau beri pakaian apabila engkau berpakaian. Janganlah engkau memukul wajahnya, jangan menjelekkannya[1], dan jangan memboikotnya (mendiamkannya) kecuali di dalam rumah.” (HR. Abu Dawud no. 2142 dan selainnya, dinilai sahih oleh Syaikh Muqbil rahimahullah dalam al-Jami’ush Shahih, 3/86)
💡Ketika Haji Wada, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menyampaikan khotbah di hadapan manusia. Di antara isi khotbah beliau adalah,
أَلاَ إِنَّ لَكُمْ عَلَى نِسَائكِمُ ْحَقًّا، وَلِنِسَائِكُمْ عَلَيْكُمْ حَقًّا، فَحَقُّكُمْ عَلَيْهِنَّ أَنْ لاَ يُوْطِئْنَ فُرُشَكُمْ مَنْ تَكْرَهُوْنَ، وَلاَ يَأْذَنَّ فِي بُيُوْتِكُمْ لِمَنْ تَكْرَهُوْنَ، أَلاَ وَحَقُّهُنَّ عَلَيْكُمْ أَنْ تُحْسِنُوْا إِلَيْهِنَّ فيِ كِسْوَتهِنَّ وَطَعَامِهِنَّ
“Ketahuilah, kalian memiliki hak yang wajib ditunaikan oleh istri-istri kalian. Mereka pun memiliki hak yang harus kalian tunaikan. Hak kalian yang harus mereka tunaikan adalah mereka tidak boleh membiarkan seseorang yang tidak kalian sukai untuk menginjak permadani kalian dan tidak boleh mengizinkan orang yang kalian benci untuk memasuki rumah kalian. Adapun hak mereka yang harus kalian tunaikan adalah kalian berbuat baik terhadap mereka dalam hal pakaian dan makanan mereka.” (HR. at-Tirmidzi no. 1163 dan Ibnu Majah no. 1851, dinilai hasan oleh Syaikh al-Albani rahimahullah dalam Shahih Sunan at-Tirmidzi)
Catatan kaki:
[1] Maksudnya, mengucapkan ucapan yang buruk kepada istri, mencaci makinya, atau mengatakan kepadanya, “Semoga Allah menjelekkanmu,” atau yang semisalnya. (‘Aunul Ma’bud, “Kitab an-Nikah”, “Bab Fi Haqqil Mar’ah ‘ala Zaujiha”)
🖥 Simak selengkapnya:
🌏 https://asysyariah.com/hak-istri-dalam-islam/
📲 Join t.me/salafypalembang
🌈 ⚖ 📚 SUAMI HARUS BERBUAT ADIL TERHADAP PARA ISTRI
📝 Apabila seorang suami memiliki lebih dari satu istri, dia wajib berlaku adil di antara mereka. Berbuat adil yang dimaksud ialah dalam hal memberikan nafkah yang sama, memberi pakaian, tempat tinggal, dan waktu bermalam.
✅ Keharusan berlaku adil ini ditunjukkan dalam firman Allah azza wa jalla,
فَٱنكِحُواْ مَا طَابَ لَكُم مِّنَ ٱلنِّسَآءِ مَثۡنَىٰ وَثُلَٰثَ وَرُبَٰعَۖ فَإِنۡ خِفۡتُمۡ أَلَّا تَعۡدِلُواْ فَوَٰحِدَةً أَوۡ مَا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُكُمۡۚ ذَٰلِكَ أَدۡنَىٰٓ أَلَّا تَعُولُواْ
“Nikahilah wanita-wanita yang kalian senangi: dua, tiga, atau empat. Namun, jika kalian khawatir tidak dapat berbuat adil di antara para istri, nikahilah seorang wanita saja atau dengan budak-budak perempuan yang kalian miliki. Yang demikian itu lebih dekat bagi kalian untuk tidak berbuat aniaya.” (an-Nisa: 3)
💡Dalil dari As-Sunnah antara lain hadits Abu Hurairah radhiallahu anhu. Beliau menyampaikan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam,
مَنْ كَانَتْ لَهُ امْرَأَتَانِ فَمَالَ إِلَى إِحدَاهُمَا جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَشِقُّهُ مَائِلٌ
“Siapa yang memiliki dua istri lantas dia condong (melebihkan secara lahiriah) kepada salah satunya, dia akan datang pada hari kiamat nanti dalam keadaan satu sisi tubuhnya miring/lumpuh.” (HR. Ahmad 2/347, Abu Dawud no. 2133, dll.; dinilai sahih oleh Syaikh al-Albani rahimahullah dalam Shahih Sunan Abi Dawud)
❗️Hadits di atas menunjukkan keharaman sikap tidak adil dari seorang suami, yaitu saat ia melebihkan salah satu istrinya dari yang lain. Sekaligus hadits ini merupakan dalil wajibnya suami menyamakan di antara istri-istrinya dalam hal yang dia mampu untuk berlaku adil, seperti dalam masalah mabit (bermalam), makanan, pakaian, dan pembagian giliran. (‘Aunul Ma’bud, “Kitab an-Nikah”, “Bab Fil Qismi Bainan Nisa”)
📝 Asy-Syaukani rahimahullah menyatakan, datangnya suami dalam keadaan seperti yang digambarkan dalam hadits di atas akibat tidak berlaku adil di antara dua istrinya, menunjukkan bahwa berlaku adil itu wajib. Kalau tidak wajib, niscaya seorang suami tidak akan dihukum seperti itu. (as-Sailul Jarrar al-Mutadaffiq ‘ala Hadaiqil Azhar, 2/314)
✅ Kewajiban suami berbuat adil terhadap para istri tidaklah bertentangan dengan firman-Nya,
وَلَن تَسۡتَطِيعُوٓاْ أَن تَعۡدِلُواْ بَيۡنَ ٱلنِّسَآءِ وَلَوۡ حَرَصۡتُمۡۖ فَلَا تَمِيلُواْ كُلَّ ٱلۡمَيۡلِ فَتَذَرُوهَا كَٱلۡمُعَلَّقَةِۚ
“Dan kalian sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri kalian walaupun kalian sangat ingin berbuat demikian. Oleh karena itu, janganlah kalian terlalu cenderung kepada istri yang kalian cintai sehingga kalian biarkan istri yang lain terkatung-katung.” (an-Nisa: 129)
📝 Adil yang diperintahkan kepada suami adalah adil di antara para istri dalam urusan yang mampu dilakukan oleh suami.
✔️Adapun adil yang disebutkan dalam surah an-Nisa di atas adalah berbuat adil yang kita tidak mampu melakukannya, yaitu adil dalam masalah kecenderungan hati dan cinta.
📝 Imam Abu Ja’far Muhammad bin Jarir ath-Thabari rahimahullah berkata, “Kalian, wahai para suami, tidak akan mampu menyamakan di antara istri-istri kalian dalam hal rasa cinta di hati kalian kepada mereka, meskipun kalian berusaha adil dalam hal itu. Sebab, hati kalian tidak bisa mencintai sebagian mereka sama dengan yang lain. Urusannya di luar kemampuan kalian. Urusan hati bukanlah berada di bawah pengaturan kalian walaupun kalian sangat ingin berbuat adil di antara mereka.” (Tafsir ath-Thabari, 4/312)
🖥 Simak selengkapnya:
🌏 https://asysyariah.com/hak-istri-dalam-islam/
📲 Join t.me/salafypalembang
📝 Apabila seorang suami memiliki lebih dari satu istri, dia wajib berlaku adil di antara mereka. Berbuat adil yang dimaksud ialah dalam hal memberikan nafkah yang sama, memberi pakaian, tempat tinggal, dan waktu bermalam.
✅ Keharusan berlaku adil ini ditunjukkan dalam firman Allah azza wa jalla,
فَٱنكِحُواْ مَا طَابَ لَكُم مِّنَ ٱلنِّسَآءِ مَثۡنَىٰ وَثُلَٰثَ وَرُبَٰعَۖ فَإِنۡ خِفۡتُمۡ أَلَّا تَعۡدِلُواْ فَوَٰحِدَةً أَوۡ مَا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُكُمۡۚ ذَٰلِكَ أَدۡنَىٰٓ أَلَّا تَعُولُواْ
“Nikahilah wanita-wanita yang kalian senangi: dua, tiga, atau empat. Namun, jika kalian khawatir tidak dapat berbuat adil di antara para istri, nikahilah seorang wanita saja atau dengan budak-budak perempuan yang kalian miliki. Yang demikian itu lebih dekat bagi kalian untuk tidak berbuat aniaya.” (an-Nisa: 3)
💡Dalil dari As-Sunnah antara lain hadits Abu Hurairah radhiallahu anhu. Beliau menyampaikan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam,
مَنْ كَانَتْ لَهُ امْرَأَتَانِ فَمَالَ إِلَى إِحدَاهُمَا جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَشِقُّهُ مَائِلٌ
“Siapa yang memiliki dua istri lantas dia condong (melebihkan secara lahiriah) kepada salah satunya, dia akan datang pada hari kiamat nanti dalam keadaan satu sisi tubuhnya miring/lumpuh.” (HR. Ahmad 2/347, Abu Dawud no. 2133, dll.; dinilai sahih oleh Syaikh al-Albani rahimahullah dalam Shahih Sunan Abi Dawud)
❗️Hadits di atas menunjukkan keharaman sikap tidak adil dari seorang suami, yaitu saat ia melebihkan salah satu istrinya dari yang lain. Sekaligus hadits ini merupakan dalil wajibnya suami menyamakan di antara istri-istrinya dalam hal yang dia mampu untuk berlaku adil, seperti dalam masalah mabit (bermalam), makanan, pakaian, dan pembagian giliran. (‘Aunul Ma’bud, “Kitab an-Nikah”, “Bab Fil Qismi Bainan Nisa”)
📝 Asy-Syaukani rahimahullah menyatakan, datangnya suami dalam keadaan seperti yang digambarkan dalam hadits di atas akibat tidak berlaku adil di antara dua istrinya, menunjukkan bahwa berlaku adil itu wajib. Kalau tidak wajib, niscaya seorang suami tidak akan dihukum seperti itu. (as-Sailul Jarrar al-Mutadaffiq ‘ala Hadaiqil Azhar, 2/314)
✅ Kewajiban suami berbuat adil terhadap para istri tidaklah bertentangan dengan firman-Nya,
وَلَن تَسۡتَطِيعُوٓاْ أَن تَعۡدِلُواْ بَيۡنَ ٱلنِّسَآءِ وَلَوۡ حَرَصۡتُمۡۖ فَلَا تَمِيلُواْ كُلَّ ٱلۡمَيۡلِ فَتَذَرُوهَا كَٱلۡمُعَلَّقَةِۚ
“Dan kalian sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri kalian walaupun kalian sangat ingin berbuat demikian. Oleh karena itu, janganlah kalian terlalu cenderung kepada istri yang kalian cintai sehingga kalian biarkan istri yang lain terkatung-katung.” (an-Nisa: 129)
📝 Adil yang diperintahkan kepada suami adalah adil di antara para istri dalam urusan yang mampu dilakukan oleh suami.
✔️Adapun adil yang disebutkan dalam surah an-Nisa di atas adalah berbuat adil yang kita tidak mampu melakukannya, yaitu adil dalam masalah kecenderungan hati dan cinta.
📝 Imam Abu Ja’far Muhammad bin Jarir ath-Thabari rahimahullah berkata, “Kalian, wahai para suami, tidak akan mampu menyamakan di antara istri-istri kalian dalam hal rasa cinta di hati kalian kepada mereka, meskipun kalian berusaha adil dalam hal itu. Sebab, hati kalian tidak bisa mencintai sebagian mereka sama dengan yang lain. Urusannya di luar kemampuan kalian. Urusan hati bukanlah berada di bawah pengaturan kalian walaupun kalian sangat ingin berbuat adil di antara mereka.” (Tafsir ath-Thabari, 4/312)
🖥 Simak selengkapnya:
🌏 https://asysyariah.com/hak-istri-dalam-islam/
📲 Join t.me/salafypalembang