☝️📚 KEDUDUKAN SUAMI BAGI SEORANG ISTRI
Al-Hushain bin Mihshan rahimahullah menceritakan bahwa bibinya pernah datang ke tempat Nabi shallallahu alaihi wa sallam untuk suatu keperluan.
💡Setelah selesai dari keperluan tersebut, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bertanya kepadanya,
أَذَاتُ زَوْجٍ أَنْتِ؟
“Apakah engkau sudah bersuami?”
قَالَتْ: نَعَمْ.
Bibi al-Hushain menjawab, “Sudah.”
قَالَ: كَيْفَ أَنْتِ لَهُ؟
“Bagaimana (sikap) engkau terhadap suamimu?” tanya Rasulullah lagi.
قَالَتْ: مَا آلُوْهُ إِلاَّ مَا عَجَزْتُ عَنْهُ.
Ia menjawab, “Aku tidak pernah mengurangi haknya kecuali dalam perkara yang aku tidak mampu.”
قَالَ: فَانْظُرِيْ أينَ أَنْتِ مِنْهُ، فَإنَّمَا هُوَ جَنَّتُكِ وَنَارُكِ
Rasulullah bersabda, “Lihatlah keadaanmu dalam pergaulanmu dengan suamimu, karena suamimu adalah surga dan nerakamu.” (HR. Ahmad 4/341 dan selainnya, lihat ash-Shahihah no. 2612)
🖥 Simak selengkapnya:
🌏 https://asysyariah.com/hak-suami-dalam-islam/
📲 Join t.me/salafypalembang
Al-Hushain bin Mihshan rahimahullah menceritakan bahwa bibinya pernah datang ke tempat Nabi shallallahu alaihi wa sallam untuk suatu keperluan.
💡Setelah selesai dari keperluan tersebut, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bertanya kepadanya,
أَذَاتُ زَوْجٍ أَنْتِ؟
“Apakah engkau sudah bersuami?”
قَالَتْ: نَعَمْ.
Bibi al-Hushain menjawab, “Sudah.”
قَالَ: كَيْفَ أَنْتِ لَهُ؟
“Bagaimana (sikap) engkau terhadap suamimu?” tanya Rasulullah lagi.
قَالَتْ: مَا آلُوْهُ إِلاَّ مَا عَجَزْتُ عَنْهُ.
Ia menjawab, “Aku tidak pernah mengurangi haknya kecuali dalam perkara yang aku tidak mampu.”
قَالَ: فَانْظُرِيْ أينَ أَنْتِ مِنْهُ، فَإنَّمَا هُوَ جَنَّتُكِ وَنَارُكِ
Rasulullah bersabda, “Lihatlah keadaanmu dalam pergaulanmu dengan suamimu, karena suamimu adalah surga dan nerakamu.” (HR. Ahmad 4/341 dan selainnya, lihat ash-Shahihah no. 2612)
🖥 Simak selengkapnya:
🌏 https://asysyariah.com/hak-suami-dalam-islam/
📲 Join t.me/salafypalembang
Majalah Islam Asy-Syariah
Hak Suami dalam Islam
“Betapa agungnya hakmu terhadapku. Andai ada manusia yang boleh aku bersujud kepadanya, engkaulah yang tertuju, sebuah pengandaian yang kuketahui dari Rasulku. Namun aduhai diri ini, alangkah sesalku… Betapa kurangnya aku memenuhi hakmu. Hanyalah pengampunan…
🌹📚 MENSYUKURI KEBAIKAN SUAMI
✅ Seorang istri harus pandai-pandai berterima kasih kepada suaminya atas semua yang telah diberikan kepadanya. Jika tidak, istri akan berhadapan dengan ancaman neraka Allah subhanahu wa ta’ala.
💡Setelah selesai shalat Kusuf (shalat gerhana), Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda menceritakan surga dan neraka yang diperlihatkan kepada beliau ketika shalat,
وَرَأَيْتُ النَّارَ فَلَمْ أَرَ كَالْيَوْمِ مَنْظَرًا قَطُّ وَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ. قَالُوا: لِمَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: بِكُفْرِهِنَّ. قِيْلَ: يَكْفُرْنَ بِاللهِ؟ قَالَ: يَكْفُرْنَ الْعَشِيْرَ وَيَكْفُرْنَ الْإِحْسَانَ، لَوْ أَحْسَنْتَ إِلىَ إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ، ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ
“Aku melihat neraka. Aku belum pernah sama sekali melihat pemandangan seperti hari ini. Aku lihat ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita.”
Mereka bertanya, “Mengapa para wanita menjadi mayoritas penghuni neraka, wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab, “Disebabkan kekufuran mereka(*).”
Ada yang bertanya kepada beliau, “Apakah para wanita itu kufur kepada Allah?”
Beliau menjawab, “(Tidak, tetapi) mereka kufur kepada suami dan mengufuri kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang dari mereka pada suatu masa, kemudian suatu saat ia melihat darimu sesuatu (yang tidak berkenan di hatinya,) niscaya ia akan berkata, ‘Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu’.” (HR. al-Bukhari no. 5197 dan Muslim no. 2106)
(*) Yang dimaksud dengan kufur di sini adalah kufur ashghar (kufur kecil), yaitu kufur yang tidak mengeluarkan pelakunya dari keimanan. Pelakunya tetap seorang muslim. Namun, karena dosa yang diperbuat, dia pantas mendapatkan siksa di dalam neraka walaupun tidak kekal di dalamnya sebagaimana pelaku kufur akbar (kufur besar). Kufur ini diistilahkan kufrun duna kufrin.
🖥 Simak selengkapnya:
🌏 https://asysyariah.com/hak-suami-dalam-islam/
📲 Join t.me/salafypalembang
✅ Seorang istri harus pandai-pandai berterima kasih kepada suaminya atas semua yang telah diberikan kepadanya. Jika tidak, istri akan berhadapan dengan ancaman neraka Allah subhanahu wa ta’ala.
💡Setelah selesai shalat Kusuf (shalat gerhana), Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda menceritakan surga dan neraka yang diperlihatkan kepada beliau ketika shalat,
وَرَأَيْتُ النَّارَ فَلَمْ أَرَ كَالْيَوْمِ مَنْظَرًا قَطُّ وَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ. قَالُوا: لِمَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: بِكُفْرِهِنَّ. قِيْلَ: يَكْفُرْنَ بِاللهِ؟ قَالَ: يَكْفُرْنَ الْعَشِيْرَ وَيَكْفُرْنَ الْإِحْسَانَ، لَوْ أَحْسَنْتَ إِلىَ إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ، ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ
“Aku melihat neraka. Aku belum pernah sama sekali melihat pemandangan seperti hari ini. Aku lihat ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita.”
Mereka bertanya, “Mengapa para wanita menjadi mayoritas penghuni neraka, wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab, “Disebabkan kekufuran mereka(*).”
Ada yang bertanya kepada beliau, “Apakah para wanita itu kufur kepada Allah?”
Beliau menjawab, “(Tidak, tetapi) mereka kufur kepada suami dan mengufuri kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang dari mereka pada suatu masa, kemudian suatu saat ia melihat darimu sesuatu (yang tidak berkenan di hatinya,) niscaya ia akan berkata, ‘Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu’.” (HR. al-Bukhari no. 5197 dan Muslim no. 2106)
(*) Yang dimaksud dengan kufur di sini adalah kufur ashghar (kufur kecil), yaitu kufur yang tidak mengeluarkan pelakunya dari keimanan. Pelakunya tetap seorang muslim. Namun, karena dosa yang diperbuat, dia pantas mendapatkan siksa di dalam neraka walaupun tidak kekal di dalamnya sebagaimana pelaku kufur akbar (kufur besar). Kufur ini diistilahkan kufrun duna kufrin.
🖥 Simak selengkapnya:
🌏 https://asysyariah.com/hak-suami-dalam-islam/
📲 Join t.me/salafypalembang
Majalah Islam Asy-Syariah
Hak Suami dalam Islam
“Betapa agungnya hakmu terhadapku. Andai ada manusia yang boleh aku bersujud kepadanya, engkaulah yang tertuju, sebuah pengandaian yang kuketahui dari Rasulku. Namun aduhai diri ini, alangkah sesalku… Betapa kurangnya aku memenuhi hakmu. Hanyalah pengampunan…
🔊 SEKILAS INFO
~~~~
Bismillah...
Afwan...
Untuk TA'LIM ONLINE Ba'da Maghrib #diRumahAja Hari ini, 22 Dzulqo'dah 1441 / 13 Juli 2020
~~
LIBUR
~~
Demikian informasi yang bisa kami sampaikan...
Jazaakumullahu khoiron wa Baarakallahu fiikum
Bismillah...
Afwan...
Untuk TA'LIM ONLINE Ba'da Maghrib #diRumahAja Hari ini, 22 Dzulqo'dah 1441 / 13 Juli 2020
~~
LIBUR
~~
Demikian informasi yang bisa kami sampaikan...
Jazaakumullahu khoiron wa Baarakallahu fiikum
✋📚 ISTRI TIDAK BOLEH BERPUASA SUNNAH KECUALI DENGAN IZIN SUAMI
✔️ Apabila seorang istri hendak mengerjakan puasa Ramadhan, ia tidak perlu meminta izin kepada suaminya karena puasa Ramadhan hukumnya wajib, haram ditinggalkan tanpa uzur yang dibolehkan syariat. Apabila suaminya melarang, istri tidak boleh menaatinya karena tidak boleh menaati makhluk dalam bermaksiat kepada al-Khaliq.
✅ Namun, apabila istri hendak berpuasa sunnah, dia harus meminta izin kepada suaminya.
💡Sebab, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
لاَ يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُوْمَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ
“Seorang istri tidak boleh berpuasa (sunnah) sementara suaminya ada di tempat kecuali dengan izin suaminya.” (HR. al-Bukhari no. 5195 dan Muslim no. 1026)
📝 An-Nawawi rahimahullah berkata, “Larangan ini menunjukkan keharaman. Demikian yang diterangkan dengan jelas oleh kalangan ulama dari mazhab kami.” (al-Minhaj, 7/116)
📝 Hal ini merupakan pendapat jumhur ulama sebagaimana disebutkan dalam Fathul Bari (9/367).
🖥 Simak selengkapnya:
🌏 https://asysyariah.com/hak-suami-dalam-islam/
📲 Join t.me/salafypalembang
✔️ Apabila seorang istri hendak mengerjakan puasa Ramadhan, ia tidak perlu meminta izin kepada suaminya karena puasa Ramadhan hukumnya wajib, haram ditinggalkan tanpa uzur yang dibolehkan syariat. Apabila suaminya melarang, istri tidak boleh menaatinya karena tidak boleh menaati makhluk dalam bermaksiat kepada al-Khaliq.
✅ Namun, apabila istri hendak berpuasa sunnah, dia harus meminta izin kepada suaminya.
💡Sebab, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
لاَ يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُوْمَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ
“Seorang istri tidak boleh berpuasa (sunnah) sementara suaminya ada di tempat kecuali dengan izin suaminya.” (HR. al-Bukhari no. 5195 dan Muslim no. 1026)
📝 An-Nawawi rahimahullah berkata, “Larangan ini menunjukkan keharaman. Demikian yang diterangkan dengan jelas oleh kalangan ulama dari mazhab kami.” (al-Minhaj, 7/116)
📝 Hal ini merupakan pendapat jumhur ulama sebagaimana disebutkan dalam Fathul Bari (9/367).
🖥 Simak selengkapnya:
🌏 https://asysyariah.com/hak-suami-dalam-islam/
📲 Join t.me/salafypalembang
Majalah Islam Asy-Syariah
Hak Suami dalam Islam
“Betapa agungnya hakmu terhadapku. Andai ada manusia yang boleh aku bersujud kepadanya, engkaulah yang tertuju, sebuah pengandaian yang kuketahui dari Rasulku. Namun aduhai diri ini, alangkah sesalku… Betapa kurangnya aku memenuhi hakmu. Hanyalah pengampunan…
☝️🏻❗️📚 SUAMI DITAATI DALAM SELAIN PERKARA MAKSIAT
✅ Suami memiliki hak terhadap istrinya untuk ditaati dalam seluruh perkara selain kemaksiatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
💡Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِي الْـمَعْرُوْفِ
“Hanyalah ketaatan itu dalam perkara yang makruf.” (HR. al-Bukhari no. 7145 dan Muslim no. 4742)
💡Beliau shallallahu alaihi wa sallam pun memperingatkan,
لاَ طَاعَةَ لِمَخْلُوْقٍ فِي مَعْصِيَةِ اللهِ
“Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam perkara maksiat kepada Allah.” (HR. Ahmad 1/131, sanadnya dinilai sahih oleh Syaikh Ahmad Syakir rahimahullah dalam syarah dan catatan kakinya terhadap Musnad al-Imam Ahmad; dinyatakan sahih pula dalam ash-Shahihah no. 181)
🖥 Simak selengkapnya:
🌏 https://asysyariah.com/hak-suami-dalam-islam/
📲 Join t.me/salafypalembang
✅ Suami memiliki hak terhadap istrinya untuk ditaati dalam seluruh perkara selain kemaksiatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
💡Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِي الْـمَعْرُوْفِ
“Hanyalah ketaatan itu dalam perkara yang makruf.” (HR. al-Bukhari no. 7145 dan Muslim no. 4742)
💡Beliau shallallahu alaihi wa sallam pun memperingatkan,
لاَ طَاعَةَ لِمَخْلُوْقٍ فِي مَعْصِيَةِ اللهِ
“Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam perkara maksiat kepada Allah.” (HR. Ahmad 1/131, sanadnya dinilai sahih oleh Syaikh Ahmad Syakir rahimahullah dalam syarah dan catatan kakinya terhadap Musnad al-Imam Ahmad; dinyatakan sahih pula dalam ash-Shahihah no. 181)
🖥 Simak selengkapnya:
🌏 https://asysyariah.com/hak-suami-dalam-islam/
📲 Join t.me/salafypalembang
Majalah Islam Asy-Syariah
Hak Suami dalam Islam
“Betapa agungnya hakmu terhadapku. Andai ada manusia yang boleh aku bersujud kepadanya, engkaulah yang tertuju, sebuah pengandaian yang kuketahui dari Rasulku. Namun aduhai diri ini, alangkah sesalku… Betapa kurangnya aku memenuhi hakmu. Hanyalah pengampunan…
☝️🏻🔐 📚 DI ANTARA HAK SUAMI
✅ Istri tidak boleh mengizinkan seseorang masuk ke rumah suami kecuali dengan izinnya.
💡Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah melarang hal ini dalam sabdanya,
وَلاَ تَأْذَنْ فِي بَيْتِهِ إِلاَّ بِإِذْنِهِ
“Seorang istri tidak boleh mengizinkan seseorang masuk ke rumah suaminya kecuali dengan izin suaminya.” (HR. al-Bukhari no. 5195 dan Muslim no. 2367)
💡Amr ibnul Ahwash radhiallahu anhu meriwayatkan dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam,
أَلاَ إِنَّ لَكُمْ عَلَى نِسَائكُمْ حَقًّا، وَلِنِسَائِكُمْ عَلَيْكُمْ حَقًّا، فَحَقُّكُمْ عَلَيْهِنَّ أَنْ لاَ يُوْطِئْنَ فُرُشَكُمْ مَنْ تَكْرَهُوْنَ، وَلاَ يَأْذَنَّ فِي بُيُوْتِكُمْ لـِمَنْ تَكْرَهُوْنَ، أَلاَ وَحَقُّهُنَّ عَلَيْكُمْ أَنْ تُحْسِنُوْا إِلَيْهِنَّ فيِ كِسْوَتهِنَّ وَطَعَامِهِنَّ
“Ketahuilah, kalian memiliki hak yang harus ditunaikan oleh istri-istri kalian. Mereka pun memiliki hak yang harus kalian tunaikan. Hak kalian yang harus mereka tunaikan ialah mereka tidak boleh membiarkan orang yang tidak kalian sukai untuk menginjak permadani kalian dan mereka tidak boleh mengizinkan orang yang kalian benci untuk memasuki rumah kalian. Adapun hak mereka yang harus kalian tunaikan ialah kalian berbuat baik terhadap mereka dalam hal pakaian dan makanan mereka.” (HR. at-Tirmidzi no. 1163 dan Ibnu Majah no. 1851, dinilai hasan oleh Syaikh al-Albani rahimahullah dalam Shahih at-Tirmidzi dan Shahih Ibni Majah)
🖥 Simak selengkapnya:
🌏 https://asysyariah.com/hak-suami-dalam-islam/
📲 Join t.me/salafypalembang
✅ Istri tidak boleh mengizinkan seseorang masuk ke rumah suami kecuali dengan izinnya.
💡Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah melarang hal ini dalam sabdanya,
وَلاَ تَأْذَنْ فِي بَيْتِهِ إِلاَّ بِإِذْنِهِ
“Seorang istri tidak boleh mengizinkan seseorang masuk ke rumah suaminya kecuali dengan izin suaminya.” (HR. al-Bukhari no. 5195 dan Muslim no. 2367)
💡Amr ibnul Ahwash radhiallahu anhu meriwayatkan dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam,
أَلاَ إِنَّ لَكُمْ عَلَى نِسَائكُمْ حَقًّا، وَلِنِسَائِكُمْ عَلَيْكُمْ حَقًّا، فَحَقُّكُمْ عَلَيْهِنَّ أَنْ لاَ يُوْطِئْنَ فُرُشَكُمْ مَنْ تَكْرَهُوْنَ، وَلاَ يَأْذَنَّ فِي بُيُوْتِكُمْ لـِمَنْ تَكْرَهُوْنَ، أَلاَ وَحَقُّهُنَّ عَلَيْكُمْ أَنْ تُحْسِنُوْا إِلَيْهِنَّ فيِ كِسْوَتهِنَّ وَطَعَامِهِنَّ
“Ketahuilah, kalian memiliki hak yang harus ditunaikan oleh istri-istri kalian. Mereka pun memiliki hak yang harus kalian tunaikan. Hak kalian yang harus mereka tunaikan ialah mereka tidak boleh membiarkan orang yang tidak kalian sukai untuk menginjak permadani kalian dan mereka tidak boleh mengizinkan orang yang kalian benci untuk memasuki rumah kalian. Adapun hak mereka yang harus kalian tunaikan ialah kalian berbuat baik terhadap mereka dalam hal pakaian dan makanan mereka.” (HR. at-Tirmidzi no. 1163 dan Ibnu Majah no. 1851, dinilai hasan oleh Syaikh al-Albani rahimahullah dalam Shahih at-Tirmidzi dan Shahih Ibni Majah)
🖥 Simak selengkapnya:
🌏 https://asysyariah.com/hak-suami-dalam-islam/
📲 Join t.me/salafypalembang
Majalah Islam Asy-Syariah
Hak Suami dalam Islam
“Betapa agungnya hakmu terhadapku. Andai ada manusia yang boleh aku bersujud kepadanya, engkaulah yang tertuju, sebuah pengandaian yang kuketahui dari Rasulku. Namun aduhai diri ini, alangkah sesalku… Betapa kurangnya aku memenuhi hakmu. Hanyalah pengampunan…
🌈 📚 KEUTAMAAN UBAN
✔️ Termasuk tanda-tanda orang yang telah menginjak usia lanjut adalah uban yang menghiasi kepalanya, kekuatan fisik yang mengendur, pandangan dan penglihatan yang mulai berkurang ketajamannya.
📝❗️ Seorang muslim yang telah mencapai kondisi seperti ini tentunya telah melewati masa-masa yang panjang dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Berbagai manis dan getirnya kehidupan telah dilakoninya. Dia pun merasa ajal telah dekat sehingga pendekatan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala semakin bertambah.
💡Orang yang panjang umurnya dan baik amalannya adalah sebaik-baik orang, sebagaimana sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam,
خَيْرُ النَّاسِ مَنْ طَالَ عُمْرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ
“Sebaik-baik orang ialah yang panjang umurnya dan baik amalannya.” (HR. at-Tirmidzi dan beliau menilainya hasan)
✅ Orang yang beruban rambutnya karena menjalankan ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala, dia memiliki keutamaan. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ شَابَ شَيْبَةً فِي الْإِسْلَامِ كَانَتْ لَهُ نُوْرًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Barang siapa beruban dengan suatu uban di dalam Islam, uban itu akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat.” (HR. at-Tirmidzi dan an-Nasai, dinyatakan sahih oleh Syaikh al-Albani dalam kitab Shahihul Jami’ no. 6307)
✅ Maksudnya, uban tersebut akan menjadi cahaya sehingga pemiliknya menjadikannya sebagai penunjuk jalan. Cahaya itu akan berjalan di hadapannya pada kegelapan padang mahsyar, sampai Allah subhanahu wa ta’ala memasukkannya ke dalam surga.
❗️Meski bukan rekayasa hamba, apabila uban muncul karena suatu sebab, seperti jihad atau takut kepada Allah subhanahu wa ta’ala, ia ditempatkan sebagai usaha (amalan) hamba. Oleh karena itu, dimakruhkan—bahkan tidak keliru apabila dikatakan diharamkan—mencabut uban yang ada di jenggot atau semisalnya. (lihat Faidhul Qadir karya al-Munawi, 6/202)
🖥 Simak selengkapnya:
🌏 https://asysyariah.com/yang-tua-dihormati-yang-kecil-disayangi/
📲 Join t.me/salafypalembang
✔️ Termasuk tanda-tanda orang yang telah menginjak usia lanjut adalah uban yang menghiasi kepalanya, kekuatan fisik yang mengendur, pandangan dan penglihatan yang mulai berkurang ketajamannya.
📝❗️ Seorang muslim yang telah mencapai kondisi seperti ini tentunya telah melewati masa-masa yang panjang dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Berbagai manis dan getirnya kehidupan telah dilakoninya. Dia pun merasa ajal telah dekat sehingga pendekatan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala semakin bertambah.
💡Orang yang panjang umurnya dan baik amalannya adalah sebaik-baik orang, sebagaimana sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam,
خَيْرُ النَّاسِ مَنْ طَالَ عُمْرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ
“Sebaik-baik orang ialah yang panjang umurnya dan baik amalannya.” (HR. at-Tirmidzi dan beliau menilainya hasan)
✅ Orang yang beruban rambutnya karena menjalankan ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala, dia memiliki keutamaan. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ شَابَ شَيْبَةً فِي الْإِسْلَامِ كَانَتْ لَهُ نُوْرًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Barang siapa beruban dengan suatu uban di dalam Islam, uban itu akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat.” (HR. at-Tirmidzi dan an-Nasai, dinyatakan sahih oleh Syaikh al-Albani dalam kitab Shahihul Jami’ no. 6307)
✅ Maksudnya, uban tersebut akan menjadi cahaya sehingga pemiliknya menjadikannya sebagai penunjuk jalan. Cahaya itu akan berjalan di hadapannya pada kegelapan padang mahsyar, sampai Allah subhanahu wa ta’ala memasukkannya ke dalam surga.
❗️Meski bukan rekayasa hamba, apabila uban muncul karena suatu sebab, seperti jihad atau takut kepada Allah subhanahu wa ta’ala, ia ditempatkan sebagai usaha (amalan) hamba. Oleh karena itu, dimakruhkan—bahkan tidak keliru apabila dikatakan diharamkan—mencabut uban yang ada di jenggot atau semisalnya. (lihat Faidhul Qadir karya al-Munawi, 6/202)
🖥 Simak selengkapnya:
🌏 https://asysyariah.com/yang-tua-dihormati-yang-kecil-disayangi/
📲 Join t.me/salafypalembang
✋🏻📢📚🍃 ISLAM SATU-SATUNYA AGAMA YANG BENAR
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
إِنَّ ٱلدِّينَ عِندَ ٱللَّهِ ٱلۡإِسۡلَٰمُۗ
“Sesungguhnya agama yang haq di sisi Allah hanyalah Islam.” (Ali Imran: 19)
وَمَن يَبۡتَغِ غَيۡرَ ٱلۡإِسۡلَٰمِ دِينٗا فَلَن يُقۡبَلَ مِنۡهُ وَهُوَ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ مِنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ
“Barang siapa mengharapkan selain Islam, tidak akan diterima darinya, di akhirat nanti dia termasuk orang-orang merugi.” (Ali Imran: 85)
Syaikh Shalih al-Fauzan menerangkan bahwa dalam dua ayat di atas ada bantahan terhadap orang-orang di zaman ini yang menyatakan bahwa tiga agama ini; Yahudi, Nasrani, dan Islam, semuanya benar dan akan mengantarkan pemeluknya kepada Allah. Apa yang mereka ucapkan ini adalah dusta dan mengada-ada. Tidak ada agama yang benar setelah datangnya agama ini, selain Islam.
Setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus dan Islam datang, dihapuslah agama Yahudi dan Nasrani. Semua agama yang selain Islam telah ditahrif (diubah-ubah) dan diganti, atau telah mansukh, telah berakhir masanya, tidak ada lagi yang Allah ridhai selain Islam (yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam).
Barang siapa ingin masuk surga, berpegang teguhlah dengan Islam ini. Barang siapa menginginkan agama yang lain, tidak ada bagian untuknya selain neraka. (Syarah Fadhlul Islam)
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
Sumber :
@ForumSalafy
✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
إِنَّ ٱلدِّينَ عِندَ ٱللَّهِ ٱلۡإِسۡلَٰمُۗ
“Sesungguhnya agama yang haq di sisi Allah hanyalah Islam.” (Ali Imran: 19)
وَمَن يَبۡتَغِ غَيۡرَ ٱلۡإِسۡلَٰمِ دِينٗا فَلَن يُقۡبَلَ مِنۡهُ وَهُوَ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ مِنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ
“Barang siapa mengharapkan selain Islam, tidak akan diterima darinya, di akhirat nanti dia termasuk orang-orang merugi.” (Ali Imran: 85)
Syaikh Shalih al-Fauzan menerangkan bahwa dalam dua ayat di atas ada bantahan terhadap orang-orang di zaman ini yang menyatakan bahwa tiga agama ini; Yahudi, Nasrani, dan Islam, semuanya benar dan akan mengantarkan pemeluknya kepada Allah. Apa yang mereka ucapkan ini adalah dusta dan mengada-ada. Tidak ada agama yang benar setelah datangnya agama ini, selain Islam.
Setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus dan Islam datang, dihapuslah agama Yahudi dan Nasrani. Semua agama yang selain Islam telah ditahrif (diubah-ubah) dan diganti, atau telah mansukh, telah berakhir masanya, tidak ada lagi yang Allah ridhai selain Islam (yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam).
Barang siapa ingin masuk surga, berpegang teguhlah dengan Islam ini. Barang siapa menginginkan agama yang lain, tidak ada bagian untuknya selain neraka. (Syarah Fadhlul Islam)
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
Sumber :
@ForumSalafy
✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
✋🏻📢🌷🌹 HIKMAH DI BALIK TERTUNDANYA DOA DIKABULKAN
✍🏻 Al-Hafizh Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah berkata,
إنَّ المؤمن إذا استبطأ الفرج، وأيس منه بعدَ كثرة دعائه وتضرُّعه، ولم يظهر عليه أثرُ الإجابة؛
- يرجع إلى نفسه باللائمة
- وقال لها : إنَّما أُتيتُ من قِبَلِكَ،
- ولو كان فيك خيرٌ لأُجِبْتُ
- وهذا اللومُ أحبُّ إلى الله من كثيرٍ من الطَّاعاتِ
- فإنَّه يُوجبُ انكسارَ العبد لمولاه واعترافَه له بأنَّه أهلٌ لما نزل به من البلاء
- وأنَّه ليس بأهلٍ لإجابة الدعاء؛
Apabila seorang mukmin merasa jalan keluar permasalahannya datang begitu lambat; berputus asa setelah banyak berdoa dan merendahkan diri di hadapan-Nya; dan belum tampak tanda-tanda doanya dikabulkan; dia akan berbalik mencela dirinya sendiri.
Dia akan berkata kepada dirinya sendiri, "Sesungguhnya, berbagai musibah yang menimpaku ini dari dirimu. Seandainya ada kebaikan pada dirimu, niscaya doaku akan dikabulkan."
Celaan ini lebih dicintai oleh Allah daripada banyak ketaatan. Sebab, celaan ini menunjukkan rendahnya sang hamba di hadapan Dzat Yang Menguasainya; mengaku di hadapan-Nya bahwa dia pantas mendapatkan berbagai musibah; dan mengakui bahwa dirinya bukanlah orang yang pantas dikabulkan doanya.
• فلذلك؛
- تُسرِعُ إليه حينئذٍ إجابةُ الدعاء
- وتفريجُ الكرب،
- فإنَّه تعالى عندَ المنكسرةِ قلوبهم من أجله .
Ketika itu, pengabulan doa dan jalan keluar akan datang dengan cepat. Sebab, Allah bersama orang-orang yang merendahkan hatinya karena-Nya.
📚 Jami'ul 'Ulum wal Hikam, hlm. 225
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
〰〰〰〰〰〰〰
Sumber :
@ForumSalafy
✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
✍🏻 Al-Hafizh Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah berkata,
إنَّ المؤمن إذا استبطأ الفرج، وأيس منه بعدَ كثرة دعائه وتضرُّعه، ولم يظهر عليه أثرُ الإجابة؛
- يرجع إلى نفسه باللائمة
- وقال لها : إنَّما أُتيتُ من قِبَلِكَ،
- ولو كان فيك خيرٌ لأُجِبْتُ
- وهذا اللومُ أحبُّ إلى الله من كثيرٍ من الطَّاعاتِ
- فإنَّه يُوجبُ انكسارَ العبد لمولاه واعترافَه له بأنَّه أهلٌ لما نزل به من البلاء
- وأنَّه ليس بأهلٍ لإجابة الدعاء؛
Apabila seorang mukmin merasa jalan keluar permasalahannya datang begitu lambat; berputus asa setelah banyak berdoa dan merendahkan diri di hadapan-Nya; dan belum tampak tanda-tanda doanya dikabulkan; dia akan berbalik mencela dirinya sendiri.
Dia akan berkata kepada dirinya sendiri, "Sesungguhnya, berbagai musibah yang menimpaku ini dari dirimu. Seandainya ada kebaikan pada dirimu, niscaya doaku akan dikabulkan."
Celaan ini lebih dicintai oleh Allah daripada banyak ketaatan. Sebab, celaan ini menunjukkan rendahnya sang hamba di hadapan Dzat Yang Menguasainya; mengaku di hadapan-Nya bahwa dia pantas mendapatkan berbagai musibah; dan mengakui bahwa dirinya bukanlah orang yang pantas dikabulkan doanya.
• فلذلك؛
- تُسرِعُ إليه حينئذٍ إجابةُ الدعاء
- وتفريجُ الكرب،
- فإنَّه تعالى عندَ المنكسرةِ قلوبهم من أجله .
Ketika itu, pengabulan doa dan jalan keluar akan datang dengan cepat. Sebab, Allah bersama orang-orang yang merendahkan hatinya karena-Nya.
📚 Jami'ul 'Ulum wal Hikam, hlm. 225
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
〰〰〰〰〰〰〰
Sumber :
@ForumSalafy
✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
☝🏻🌓🌷🌺 PERBANYAKLAH SHALAWAT PADA HARI JUMAT DAN MALAM JUMAT
✍🏻 Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
أكثروا الصلاة علي يوم الجمعة وليلة الجمعة، فمن صلى علي صلاة صلى الله عليه عشرا
“Perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari Jumat dan malam Jumat. Sungguh, barang siapa bershalawat kepadaku satu kali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.”
📚 HR. al-Baihaqi dalam Fadhail al-Auqaat hlm. 499, dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami' no. 1209
@ForumSalafy
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
✋🏻🌺🌷📑 KEUTAMAAN MEMBACA SURAH AL-KAHFI PADA HARI JUMAT
✍🏻 Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
من قرأ سورة الكهف في يوم الجمعة أضاء له من النور ما بين الجمعتين
"Barang siapa membaca surah al-Kahfi pada hari Jumat, ia akan senantiasa diterangi dengan cahaya pelita sampai hari Jumat berikutnya."
(Shahih al-Jami' no. 6470, Shahih at-Targhib wa at-Tarhib no. 736)
______________
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
〰〰〰〰〰〰〰
Sumber :
@ForumSalafy
✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
✍🏻 Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
أكثروا الصلاة علي يوم الجمعة وليلة الجمعة، فمن صلى علي صلاة صلى الله عليه عشرا
“Perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari Jumat dan malam Jumat. Sungguh, barang siapa bershalawat kepadaku satu kali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.”
📚 HR. al-Baihaqi dalam Fadhail al-Auqaat hlm. 499, dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami' no. 1209
@ForumSalafy
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
✋🏻🌺🌷📑 KEUTAMAAN MEMBACA SURAH AL-KAHFI PADA HARI JUMAT
✍🏻 Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
من قرأ سورة الكهف في يوم الجمعة أضاء له من النور ما بين الجمعتين
"Barang siapa membaca surah al-Kahfi pada hari Jumat, ia akan senantiasa diterangi dengan cahaya pelita sampai hari Jumat berikutnya."
(Shahih al-Jami' no. 6470, Shahih at-Targhib wa at-Tarhib no. 736)
______________
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
〰〰〰〰〰〰〰
Sumber :
@ForumSalafy
✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🪑👣☝🏻 KEADAAN SEORANG MUKMIN
🎙️ Al-Imam Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata,
"هكذا المؤمنون في كل زمان ؛ لا بد لهم من صبر على الشدائد ، واستقامة على الحق ؛ حتى يأتيهم الفرج من الله سبحانه."
"Demikian keadaan kaum mukminin disetiap saat, harus bersabar pada setiap kesulitan yang menimpa dan istiqomah (konsisten) di atas kebenaran sampai datang kepada mereka kelapangan dari Allah ta'ala."
📓 Majmu' fatawa wa maqolaat 18/ 222.
@KajianIslamTemanggung
__________________
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🎙️ Al-Imam Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata,
"هكذا المؤمنون في كل زمان ؛ لا بد لهم من صبر على الشدائد ، واستقامة على الحق ؛ حتى يأتيهم الفرج من الله سبحانه."
"Demikian keadaan kaum mukminin disetiap saat, harus bersabar pada setiap kesulitan yang menimpa dan istiqomah (konsisten) di atas kebenaran sampai datang kepada mereka kelapangan dari Allah ta'ala."
📓 Majmu' fatawa wa maqolaat 18/ 222.
@KajianIslamTemanggung
__________________
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
✅📜🕋 INILAH MAKNA ISLAM YANG HAKIKI
🔊 Al-Imad bin Katsir rahimahullah mengatakan,
وعبادته هي طاعته بفعل المأمور و ترك المحظور. وذلك هو حقيقة دين الاسلام. لأن معنى الإسلام: الاستسلام لله تعالى، المتضمن غاية الانقياد و الذل والخضوع
"Beribadah kepada Allah adalah menaati-Nya dengan melakukan apa yang telah diperintahkan dan meninggalkan apa yang dilarang. Dan itulah hakikat agama Islam. Karena makna Islam adalah berserah diri kepada Allah Yang Maha Tinggi yang mengandung puncak ketundukan, perendahan diri dan kepasrahan."
📚 Fathul Majid 26
@KajianIslamTemanggung
__________________
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🔊 Al-Imad bin Katsir rahimahullah mengatakan,
وعبادته هي طاعته بفعل المأمور و ترك المحظور. وذلك هو حقيقة دين الاسلام. لأن معنى الإسلام: الاستسلام لله تعالى، المتضمن غاية الانقياد و الذل والخضوع
"Beribadah kepada Allah adalah menaati-Nya dengan melakukan apa yang telah diperintahkan dan meninggalkan apa yang dilarang. Dan itulah hakikat agama Islam. Karena makna Islam adalah berserah diri kepada Allah Yang Maha Tinggi yang mengandung puncak ketundukan, perendahan diri dan kepasrahan."
📚 Fathul Majid 26
@KajianIslamTemanggung
__________________
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
📝📦📖 TUJUAN DITURUNKANNYA AL-QUR'AN
🎙️Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah,
"فان القرآن نزل لإمور ثلاثة: للتعبد به بتلاوته، و فهم معانيه، والعمل به."
"Sesungguhnya al-Quran turun untuk 3 perkara, yaitu:
Untuk beribadah dengan membacanya, dipahami maknanya dan agar beramal dengannya."
📓 Syarh Muqoddamah fi Ushulit Tafsir 7.
@KajianIslamTemanggung
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🎙️Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah,
"فان القرآن نزل لإمور ثلاثة: للتعبد به بتلاوته، و فهم معانيه، والعمل به."
"Sesungguhnya al-Quran turun untuk 3 perkara, yaitu:
Untuk beribadah dengan membacanya, dipahami maknanya dan agar beramal dengannya."
📓 Syarh Muqoddamah fi Ushulit Tafsir 7.
@KajianIslamTemanggung
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️